Yang Harus Dilakukan Saat Anak Diare

Belum selesai dikeringkan bagian perut ke bawah, dia mulai menggeliat lagi. Perutnya bercerucuk, wajahnya pasi.Dia segera berlari ke belakang. Keringat dingin cukup mewakili rasa tak nyaman, lemas, sakit dan rasa lainnya. Sorot matanya meredup.Entah, sudah beberapa kali minum
obat yang biasanya cocok kali ini belum juga berhasil membuat diarenya berhenti.Justru disusul muntah yang tak terbendung berkali-kali. Makanan belum tercerna menyemprot tak hanya melalui mulut, tapi juga lewat hidung. Pedas, katanya.Ini sudah ke sekian kalinya. Mungkin lebih dari 10 kali sejak tengah malam tadi.”Kak, kalau diare dan muntah terus kayak gini, berbahaya, bisa kekurangan cairan, harus diinfus,” Aku mencoba memberinya pengantar perlahan.”Emang bisa kenapa, Bund?” tanyanya khawatir.”Ya bahaya, Kak!” ucapku kembali.”Ya bahayanya apa, Bund. Bilang, toh!” dia mendesak,”Bahayanya bisa kekurangan cairan, bisa lemes banget,”Bukan menakutinya, tapi kalau dia terusin menolak minum dan makan, rehidrasi akan sangat sulit dilakukan.”Cairan itu apa, Bund?” Kejarnya. Benar rupanya, usia 7tahun masih terbatas sekali kosakatanya. Ternyata seluas apapun wawasan anak, kerap beberapa kata masih sangat asing dan membingungkannya.”Cairan itu, air yang ada di dalam tubuh kita, yang jumlahnya harus cukup biar tubuh kita tetep sehat, kuat dan segar. Kalau cairan banyak yang keluar lewat diare dan muntah, artinya kita harus menggantinya dengan makan dan minum juga. Tapi kalau setiap makan dan minum selalu dimuntahkan, ya harus dimasukkan dengan cara lain, yaitu diinfus,””Abiyyu nggak mau diinfus, Bund!” tolaknya.”Enggak, Abiyyu kan mau minum, mau makan, mau minum obat biar nggak muntah, insyaAllah Allah cepet sembuhkan, Abiyyu,” kurangkul bahunya.Badannya lemes saat keluar dari kamar mandi.Alhamdulillah, dia sangat kooperatif setelahnya.Sesekali saat melilitnya datang, dia tarik napas panjang, beristighfar dan berdoa, “Ya Allah, sembuhkan aku, ya! Astaghfirullah!”

***

Kenali Diare

Ada mamak yang nggak pernah melihat feses anak saat BAB? Begitu fesesnya keluar langsung buru-buru di-flush biar enggak bau?Semoga setelah ini menganggap konsistensi feses anak jauh lebih penting dibanding apapun ya, karena data saat anak diare sangat penting bagi dokter untuk membantu menegakkan diagnosa dan menentukan terapinya.Sedih kan kalau melihat anak yang biasanya naik-naik pagar tiba-tiba anteng, diam karena nggak punya tenaga?Diare, artinya BAB lebih dari 4 kali dalam 24 jam, dengan konsistensi feses yang lebih lembek atau encer dari biasanya.Penyebab diare dilihat dari ciri-cirinya:

Diare karena virus

Biasanya feses cair, keluarnya menyemprot dan jika kebelet sulit untuk ditahan, baunya sedikit asam.

Diare karena bakteri

feses bisa cair atau lembek, sangat melilit di perut, kadang sulit dikeluarkan, bercampur lendir atau darah, baunya busuk dan atau amis.Jelas keduanya berbeda, terapinya juga berbeda.
Namun apapun penyebab diare, yang wajib kita lakukan untuk menolongnya dirumah adalah:

1. Upayakan rehidrasi

Saat anak masih bisa disuruh minum dan makan walau sedikit, insyaallah penggantian cairan yang hilang bersama diare dan muntah bisa segera diraih.Rehidrasi yang ideal menggunakan larutan oralit. Bisa dibeli di apotek atau dibuat sendiri di rumah menggunakan gula pasir dan garam dapur.Untuk satu gelas air minum (200cc) bisa ditambahkan 2 sdt gula pasir dan 1/5 sendok teh garam dapur.Berikan ke anak yang diare sedikit demi sedikit agar tidak mencetuskan muntah.Berikan makanan yang aman untuk pencernaannya lebih dahulu.Hindarkan makanan yang asam atau pedas juga terlalu berlemak atau berbau tajam.

2. Jangan memberinya obat diare sembarangan

Obat diare jenisnya bermacam-macam. Banyak yang bisa dibeli bebas di apotek tanpa resep dokter.
Namun saya sarankan, jangan sembarangan memberinya obat diare terutama bagi anak-anak dan balita.Kenapa?Karena ada beberapa jenis obat diare yang efek kerjanya dengan mengurangi gerakan usus agar tidak terlalu cepat sehingga diare bisa berkurang bahkan langsung berhenti.Bahayanya bagi anak, terkadang efek obat tersebut bisa menyebabkan berhentinya gerakan usus di satu bagian dan usus bagian lainnya tetap bergerak cepat.Akibatnya bisa menyebabkan usus yang diam justru akan masuk dan menyumbat ke usus yang bergerak.Saat ini terjadi, maka tak hanya diare yang membahayakannya, ususnya pun tak lagi bisa dilewati feses, bahkan udara. Perut anak kesakitan luar biasa, kentut tidak bisa.Solusi yang harus segera dilakukan adalah operasi untuk membebaskan sumbatan pada usus tersebut.
Dalam istilah medis kondisi ini disebut dengan ileus.Maka sangat bijak saat kita berhati-hati untuk mengobati anak diare.

3. Putus rantai penularan

Caranya dengan menjaga kebersihan personal baik saat membersihkannya sewaktu BAB atau sewaktu akan memberinya makan dan minum.Selalu cuci tangan menggunakan sabun.

4. Jaga kebersihan lingkungan

Segera cuci dan bersihkan dengan sabun, pakaian atau alas yang terkena feses.

5. Periksa ke dokter terdekat

Jika diare berlanjut bahkan bertambah dengan muntah segera periksakan ke dokter terdekat.Memeriksakan anak sebelum mengalami dehidrasi akan lebih baik dan lebih cepat penanganannya di banding saat anak sudah lemas dan mengalami dehidrasi berat.

Apakah ke dokter pasti harus diinfus?

Tidak.
Saat proses rehidrasi masih bisa dilakukan per oral, maka dokter hanya akan mengobatinya dengan obat-obatan yang aman dan memberinya oralit untuk rehidrasi lewat oral (mulut)Dokter akan memutuskan bahwa anak harus diinfus saat anak sudah mengalami dehidrasi sedangkan semua jenis makanan, minuman dan obat tidak dapat masuk karena muntah yang parah.Semoga tulisan ini bermanfaat,Salam hangat,Ew

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *