Suami Bunga Citra Lestari, Ashraf Sinclair Tutup Usia di Usia 40 Tahun

Kullu nafsin dzaaiqotul maut

Setiap yang bernyawa pasti mengalami mati.

(QS:21 ayat 128)

Hari ini, Indonesia dikagetkan dengan kabar duka dari kalangan artis papan atas. Ashraf Sinclair yang merupakan suami dari artis Bunga Citra Lestari. Dalam keterangan yang beredar disebutkan meninggal pada pagi hari ini, Selasa 18 Februari 2020 pukul 04.00 di usianya yang terbilang muda. Ya, Ashraf meninggal dunia di usai 40 tahun. Usia yang begitu muda.

Ada yang menyebutkan bahwa Ashraf meninggal karena serangan jantung. Apakah benar? Keterangan resmi tentang kabar penyebab meninggalnya Ashraf masih belum kita dapatkan. Namun mengingat prosesnya yang begitu mendadak memang banyak yang akhirnya menyimpulkan seperti itu (serangan jantung).

Dari segi teori medis, bahwa serangan jantung (yang bisa menyerang siapa saja) biasanya dikaitkan dengan adanya riwayat sakit jantung yang juga diderita oleh keluarga. Dalam artian bahwa di keluarga juga pernah ada yang terkena serangan jantung di usia muda (kurang dari atau sama dengan 40 tahun), entah itu orang tua atau kakek nenek atau pakde bude, Om atau Tante.

Pada kasus ini belum ada penjelasan atau masih belum ada keterangan pasti apakah ada (riwayat keluarga).

Diketahui bahwa selama ini Ashraf memiliki kebiasaan yang sangat baik untuk menjaga kesehatan. Pola makan sehat, olahraga rutin, perawatan kesehatan dan pastinya cek kesehatan. Ada juga keterangan yang beredar menjelaskan bahwa malam sebelum meninggal masih sempat berolah raga bersama teman-temannya.

Secara mendalam kami mengucapkan turut bela sungkawa atas meninggalnya Ashraf Sinclair, semoga semua amalnya diterima oleh Allah SWT, diampunkan segala khilaf dan dosanya serta diberikan kekuatan dan ketabahan bagi istri dan anaknya (Bunga Citra Lestari & Noah Sinclair) yang ditinggal, aamiin!

Kita saja yang hanya sebatas pemerhati ikut merasakan kaget dan kesedihan yang amat dalam, apalagi BCL dan Noah Sinclair yang teramat mencintainya.

Semoga kejadian ini membuka mata kita bahwa ajal sudah dipastikan, hanya saja kapan datangnya tak ada satu pun yang tahu. Bisa mendadak di usia muda, bisa diawali dengan sakit, bisa juga menunggu tua renta.

Tak ada yang tahu.

Apa yang sebaiknya harus kita lakukan? Karena ajal tak harus tua, tak harus sakit dulu.

Hanya pilihannya apakah kita mau seenaknya memperlakukan tubuh kita mau sehat atau tidak sehat.

Ada ikhtiar yang harus kita lakukan, yaitu menjaga kesehatan. Pun banyak juga jenis upaya yang bisa kita perbuat. Olah raga, pola makan sehat, kelola stress, pola hidup bersih dan sehat dan lain sebagainya.

Namun, kita juga harus ingat bahwa sekuat apapun kita menjaga kesehatan tetap tidak akan memundurkan sedetik pun ajal kita.

Bedanya, saat kita menjaga kesehatan, mungkin bisa jadi di akhir hidup kita tidak akan merasa tersiksa karena sakit parah. Meski sangat mengagetkan bagi keluarga.

Jangan lupa juga, selain mengupayakan fisik kita, tidak boleh lupa kebutuhan kita setelah kematian, yang hanya bisa dikumpulkan saat tubuh kita masih bernyawa. Apa itu? Amal kebaikan.

Semoga kejadian ini bisa menjadi cambuk pengingat bahwa kita harus bersiap diri kapan pun ajal akan dicabut oleh malaikat maut yang ditugaskan untuk kita.

Persiapkan segalanya! Persiapkan bekal amal kebaikan yang bisa menjadi syafaat kita di alam setelah kematian. Akhirat.

Semoga kita semua diberi akhir hidup yang Husnul khatimah! Aamiin!

Written by

65   Posts

Eka Wahyuni Tinggal di Jogja, Bunda dari 3 bocah hebat shaleh dan shaleha ini mempunyai kepribadian hangat dan supel. Selain aktif di sebuah klinik di Jogja, juga aktif berkomunitas dengan sesama penulis dan Blogger di Jogja. Senang sekali berbagi, ilmu, pengalaman, motivasi juga hal-hal positif lainnya. Kontak dan kerjasama bisa dihubungi melalui: Email: ekabyan@gmail.com
View All Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: