SPOT SELFIE TERBARU DI JOGJA, KEMBALIKAN SEMANGAT JUANG PAHLAWAN KEMERDEKAAN PADA GENERASI ZAMAN NOW

Belum juga genap hitungan satu bulan, para pahlawan raksasa ini mencuri perhatian semua orang yang melewatinya. Posisinya memang begitu eyecathcing. Berbaris gagah di pojok utara alun-alun besar kota Jogja. Besar dan tinggi. Bahkan, tinggi badanku saja, hampir tak sampai tinggi lutut orang-orang kekar dalam bentuk patung itu.

Setidaknya, cara unik ini akan lebih mudah diterima, memberi kesan kepada para generasi muda zaman now, terhadap keberadaan para pejuang kemerdekaan, yang selama ini hanya dapat dibaca di dalam buku sejarah. Dapat mengenal lebih jauh, betapa gagah dan tangkasnya para prajurit Indonesia tercinta. Pantas saja,  jika pasukan lawan yang bersenjata modern&canggih, dapat dengan mudah dibuat gentar, menghadapi orang-orang penuh kekuatan itu. Cerdas, tangkas, dan setia, itulah patriot bangsa, kebanggaan Indonesia.

Tak terkecuali aku, yang hampir setiap hari melewatinya. Namun, baru sore ini berhasil membelokkan langkah kaki ke depan barisan rombongan prajurit pemberani ini.

Percaya, nggak percaya, berdiri sendirian di depan pahlawan raksasa ini, membuat lututku gemetar. Meski, logika ini berkali-kali mengingatkan, itu patung! Nggak bakal bisa ngapa-ngapain, namun tetap saja rasanya ingin segera lari. Begitu membuncah, bahkan hanya dengan melihat kegarangan para patriot ini memegang senjata.

Ada rasa bangga yang tiba-tiba menyeruak, ada rasa rindu yang menyelinap perlahan. Inikah sosok para pejuang itu? Yang dengan gagah berani menghadang lawan, merebut kemerdekaan yang tercabik. Hingga akhirnya, kini aku bisa bebas berekspresi mengisi hari-hari merdeka. Tanpa takut apapun juga. Atas ijin Allah, melalui tangan-tangan para pejuang itu,  hanya dengan modal bersatu padu, bahu-membahu, dan dengan peralatan seadanya.

Tiba-tiba ada rasa malu yang mendesir, apa yang telah kuperbuat untuk negeri ini? Bahkan dengan tubuh yang begitu sehat, kuat dengan situasi yang aman damai. Ah, malu sekali sama pahlawan di depanku, yang bahkan berjalan saja sudah tidak mampu, terlalu lemah karena penyakit yang saat itu menggerogoti kekuatannya.
Jendral Soedirman, begitu tinggi wibawamu, begitu kuat tekadmu. Di dalam tandu, kau berseru, kau kobarkan api berjihad kepada semua prajuritmu. Para prajurit yang gagah berani. Bahkan dalam keadaan sakit, kau pimpin pasukan untuk merebut kembali kemerdekaan negeri kita. Indonesia.

Kembali tersadar, setelah beberapa saat berasa keluar dari hiruk pikuk, merasakan aura amis berdarah yang dihembuskan oleh sekelompok pahlawan kemerdekaan Indonesia tercinta. Amis darah dari tubuh para penjajah, yang telah mereka halalkan, demi merebut kembali negeri.

Terimakasih para seniman seniwati Jogja, yang telah kembali mengobarkan semangat berjuang, berjuang membangun Indonesia dengan cara kami. Berkarya dengan kemampuan kami. Sulut semangat kami, agar selalu terpacu untuk tak kenal menyerah, tak kenal lelah, mencerdaskan kehidupan bangsa.

#Dipersilakan bagi para spot-selfie hunter , untuk berselfie ria dengan para pejuang tersebut, dengan catatan tetap menjaga keberadaannya dan menjaganya agar tetap indah, dengan tidak masuk ke area pahlawan atau naik ke panggung barisan.

Bagi yang belum melihat dan sekarang penasaran, silahkan berkunjung ke Jogja, agendakan dalam waktu dekat ya. Lokasi ada di alun-alun utara kota Jogja. Pojok timur laut dari alun-alun ini.

Selamat berlibur.

Semoga bermanfaat,

-ew-

Written by

67   Posts

Eka Wahyuni Tinggal di Jogja, Bunda dari 3 bocah hebat shaleh dan shaleha ini mempunyai kepribadian hangat dan supel. Selain aktif di sebuah klinik di Jogja, juga aktif berkomunitas dengan sesama penulis dan Blogger di Jogja. Senang sekali berbagi, ilmu, pengalaman, motivasi juga hal-hal positif lainnya. Kontak dan kerjasama bisa dihubungi melalui: Email: ekabyan@gmail.com
View All Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: