Sinopsis Film Terbaru “Kuambil Lagi Hatiku” Film Perdana PFN Setelah 26 Tahun Mati Suri

“Dilahirkan ibuku, adalah keberuntungan terindah untuk selamanya buatku.”

Satu dari sekian banyak quote sederhana yang disematkan dalam aneka bentuk dialog di film itu, terus saja terngiang di ingatanku. Ibu, bagaimana pun keadaannya, dialah sosok yang tercantik dan tersempurna bagi kita. Tak akan ada satu pun yang mau seandainya saja ada yang memberi tawaran untuk menukar ibu. Ibuku adalah nomor satu.

Apapun kondisinya, apapun alasannya, apapun resikonya, cinta seorang ibu kepada anaknya dan sebaliknya cinta seorang anak kepada ibunya akan selalu tumbuh subur dan indah. Meskipun tanah tempatnya berada, juga pupuk dan air serta segala kebutuhan di dalamnya kadang tercabik sesuatu di luar kuasa.

Adalah Shinta, seorang gadis cantik, cerdas dan supel, yang diperankan oleh Lala Karmela, memiliki cerita hidup yang sempurna. Ia lahir dan dibesarkan di sebuah kota di India. Bekerja di sebuah toko roti terkenal, dia mengandalkan resep roti dari ibunya yang berasal dari Borobudur Indonesia. Ibunya yang cantik selalu mendukung apapun yang dilakukan oleh anak semata wayangnya, hingga ia tumbuh menjadi anak yang menyenangkan dan memesona setiap orang yang ditemuinya. Termasuk Vikash, seorang pemuda tinggi keturunan India, tampan, dengan jambang tipis yang merata di dagu, memilihnya untuk dinikahi. Berbagai persiapan memenuhi lembar checklist Shinta Malhotra, perempuan India yang berdarah Indonesia dari ibunya yang bernama Widi.

Fitting baju, penentuan hari baik dan aneka urusan pesta sudah fix, termasuk undangan pun sudah dibagikan.

“Bu, besok diundang mamanya Vikash, lunch di rumahnya pukul 11.00 ontime!” ucap Shinta seraya mengeraskan suaranya agar terdengar oleh ibunya yang masih berada di dalam.

Ia sandarkan badan yang penat di sofa ruang tamu setelah seharian bekerja. Lampu-lampu masih belum dinyalakan meski hari sudah mulai malam.

“Buu, ibuuu…!” belum juga mendapat respon, ia bangkit dari duduknya dan mulai melangkahkan kaki perlahan.

Kamar ibunya kosong. Hanya ada sebuah laptop dalam keadaan terbuka.

“Buu…, Ibuuu,” Ia beranjak ke dapur lalu ke ruang tengah sambil terus memanggil ibunya.

Belum juga ia menemukan perempuan yang melahirkannya. Tiba-tiba kedua manik matanya menangkap bayangan kertas notes di meja makan.

“Ibu pergi dulu, minggu depan sudah pulang,” sebaris tulisan tanpa diberi keterangan sedikit pun mengenai kemana, acara apa, naik apa.

Gadis itu lunglai di kursi makan. Ia coba menghubungi nomor Hp ibunya beberapa kali. Namun sama, hanya operator yang menjawab panggilannya.

Bagaimana mungkin? pernikahnnya tinggal seminggu lagi dan ibu pergi begitu saja tanpa bisa dihubungi. Bahkan ia pun tak bisa menebak di mana ibunya kini berada.

Ia melangkahkan kaki ke kamar ibunya. Tak sengaja ia temukan selebar foto usang. Dua anak perempuan dan satu anak laki-laki sedang tersenyum di sebuah candi. Candi Borobudur.

Bagaimana kisah selanjutnya? Di tengah desakan keluarga Vikash yang diperankan oleh Sahil Shah, di India yang tak lagi mau menunda acara pernikahan, Shinta justru mendapat masalah bertubi-tubi di kampung halaman ibunya, Borobudur. Shinta dikejutkan dengan asal usul jati dirinya dan masa lalu kelam ibunya yang tak seindah bayangannya selama ini.

Akan kah Shinta dan Vikash berhasil menikah? Atau Shinta yang akhirnya menyusul ibunya ke Indonesia justru akan melupakan semua perihal persiapan pernikahannya yang notebene undangan acara sudah disebar oleh keluarga Vikash?

Simak Film KUAMBIL LAGI HATIKU. Sebuah film yang dipersembahkan oleh Perusahaan BUMN bidang perfilman, Produksi Film Negara bersama Taman Wisata Candi (TWC). Film komersil ini bergenre komedi namun sarat akan pesan-pesan bernilai tinggi mengenai nilai kekeluargaan, kasih sayang, status sosial dan lain-lain.

Film Indonesia yang disutrdarai oleh Azhar Lubis ini juga banyak merefleksikan kehidupan normal lengkap dengan aneka permasalahan juga kelucuan masyarakat Indonesia pada umumnya. Mengajarkan bahwa kasih sayang lebih bernilai dari sekedar kedudukan status sosial dalam sebuah masyarakat. Juga mengajarkan bahwa kasih sayang antar saudara akan selalu menjadi perekat satu sama lain yang tak pernah lekang dimakan waktu maupun dipisahkan oleh tempat.

Selain dibintangi oleh Lala Karmela, Sahil Shah dan Cut Mini, film yang akan menampilkan kemegahan Borobudur dan Taj Mahal ini juga akan diisi dengan sederet nama lainnya, termasuk Ria Irawan, Dimas Aditya, Dian Sidik, Ence Bagus, Tarsan, Yati Pesek, dan Marwoto.

Berlatar belakang keindahan Taj Mahal di India dan candi Borobudur di Indonesia membuat film ini semakin berkelas.

Film ini adalah film pertama yang diproduksi oleh PFN setelah 26 tahun “mati suri”.

Semoga dengan suksesnya film ini, menjadi titik tolak bangkitnya dunia perfilman Indonesia untuk kembali berkibar. Berkarya untuk semakin menebarkan manfaat kebaikan bagi seluruh rakyat Indonesia maupun dunia.

Jadi, siap dukung kebangkitan film Indonesia yang semakin berkualitas?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *