PEREMPUAN BAHAGIA MENCETAK INDONESIA SEHAT DENGAN MELAHIRKAN GENERASI BEBAS STUNTING

Istilah stunting menggambarkan kondisi status gizi kurang yang berlangsung lama di masa pertumbuhan anak, dimulai dari 1000 hari pertama kehidupan. Artinya semenjak anak masih di dalam kandungan (sudah mulai hidup meski belum dilahirkan) sudah membutuhkan angka kecukupan gizi yang seimbang. Stunting merupakan satu bentuk kelainan atau ketidaksempurnaan pertumbuhan yang dialami oleh anak kurang gizi yang bertahan hingga dewasa jika tidak mendapat penatalaksanaan yang tepat di usia balita. Salah satu upaya menuju Indonesia Sehat adalah Pencegahan Stunting.

Gambaran Anak Stunting
Sumber: www.sehatnegeriku.kemkes.go.id

Sedangkan kita tahu bahwa permasalahan gizi di Indonesia merupakan kasus kronis yang bertahan sejak zaman sebelum merdeka hingga sekarang. Munculnya stunting pada anak yang dilahirkan tak hanya dialami zaman dulu saja. Gambaran anak stunting dapat kita temukan dengan mudah di sekitar kita. Jika kita menemukan anak dengan usia tertentu namun tinggi badannya jauh dari standar tinggi badan pada usianya, itulah stunting. Anak terlihat lebih pendek dari teman sebayanya. Sayangnya, kondisi stunting baru bisa dideteksi saat anak berusia dua tahun. Usia di mana proses tumbuh kembang yang membutuhkan bermacam nutrisi sudah sebagian terlewati. Perbaikan stunting masih dapat diupayakan dengan penatalaksanaan perbaikan gizi setelah dua tahun sampai lima tahun meskipun dengan hasil yang cukup rendah, hanya 15% mengalami keberhasilan.

Balita Sehat Bebas Stunting Impian Semua Orang Tua di Indonesia
sumber: doc pribadi

Anak-anak ceria, bersemangat, tertawa, cerdas serta memiliki akhlak dan budi pekerti yang luhur, merupakan impian dari seluruh orang tua yang tinggal di Indonesia bahkan para orang tua di seluruh dunia. Kecintaan penduduk terhadap Indonesia membuat mimpi seluruh negeri sama, yaitu terbentuknya Indonesia sehat. Kondisi kesehatan yang optimal akan mempengaruhi kualitas hidup dari seluruh elemen yang ada. Sehat menurut WHO adalah keadaan yang sempurna baik fisik, mental dan sosial tidak hanya bebas dari penyakit dan kelemahan. Dalam arti lain, bahwa sehat juga menuntut perkembangan (kecerdasan) sebagai fungsi utama dari otak yang harus optimal dan tidak mengalami gangguan.

Stunting Berhubungan Erat dengan TInggi Badan dan Status Gizi
Sumber: www.sehatnegeriku.kemkes.go.id

Saat berat badan menggambarkan status gizi sekarang (dalam waktu dekat) maka tinggi badan berhubungan erat dengan status gizi dalam jangka waktu lama (tahunan) yang sudah terlewati. Eliminasi angka stunting di Indonesia menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat secara luas maupun bagi pemerintah Indonesia selaku penggerak perputaran pemerintahan. Pemerintah sebagai pemegang kebijakan juga lebih tertantang untuk menurunkan angka stunting demi mewujudkan Indonesia sehat.
Pentingnya keberadaan generasi yang sehat, tinggi dan cerdas di Indonesia membuatnya menjadi salah satu cara untuk menciptakan Indonesia Sehat dengan mencegah terjadinya stunting.

Apa itu stunting?

Definisi Stunting
Sumber: www.sehatnegeriku.kemkes.go.id

Stunting lebih dikenal dengan istilah kuntet, merupakan kondisi gagalnya pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Mengapa stunting harus dieliminasi? Karena stunting merupakan keadaan gagalnya pertumbuhan yang faktor penyebabnya dapat dicegah, bukan dikarenakan suatu variabel yang tidak dapat diperbaiki, seperti genetik. Adakah yang salah dengan stunting? Ya, stunting merupakan kegagalan, yang tentu saja akan berpengaruh terhadap masa depan anak yang mengalaminya. Bukan hanya masalah tinggi badan yang tidak sama dengan anak seusianya, namun pertumbuhan otak yang kurang optimal karena kondisi kekurangan gizi yang mempengaruhi perkembangan dan kecerdasannya di masa mendatang.

Di Indonesia angka prevalensi stunting masih relative tinggi. Dari data disebutkan bahwa prevalensi stunting pada tahun 2014 mencapai 32.9% dengan target tahun 2019 mencapai angka 28.0%, namun capaian di tahun 2016 sudah berhasil turun menjadi 26.1%.

Peran Ibu Hamil Dalam Pencegahan Stunting

Stunting pada dasarnya merupakan masalah kronis di Indonesia. Bagaimana cara Pencegahan Stunting? Sejak zaman dahulu kala hingga sekarang masih tetap bisa kita temui anak-anak dengan perawakan stunting atau lebih pendek dari anak seusianya. Mengapa peran seorang ibu menjadi sangat penting? Stunting merupakan kondisi yang disebabkan karena kurangnya kecukupan kebutuhan gizi yang berlangsung sejak anak masih berada dalam kandungan hingga usia dua tahun. Lebih tepatnya pada 1000 hari pertama kehidupan.

Nah, dari penyebab tersebut dapat dianalisa bagaimana caranya mencegah kejadian stunting yang masih cukup tinggi dialami oleh generasi di Indonesia. Benar saja, karena hampir seluruh waktu tersebut (1000 hari pertama kehidupan) peran seorang ibu masih sangat dominan. Bahkan, pencegahan dapat dilakukan semenjak perempuan (calon ibu) berusia remaja.

Sumber Makanan Bergizi dan Beraneka Ragam
Sumber: www.sehatnegeriku.kemkes.go.id

Sejak dalam kandungan status gizi ibu berpengaruh secara langsung terhadap status gizi bayi dalam rahimnya. Juga saat setelah lahir, pola asuh yang diberikan sangat mengandalkan peran ibu secara maksimal, mulai bayi dilahirkan hingga anak berusia baduta (bawah dua tahun). Faktor ibu beserta pola asuhnya yang kurang baik terutama pada perilaku dan praktik pemberian makanan kepada anak juga akan besar kemungkinannya menyebabkan anak stunting.

Luar biasa seandainya cita-cita Indonesia sehat dapat diraih dengan mudah. Sayangnya pada praktiknya tidak semudah itu. Masalah tak hanya pada seberapa besar para ibu bersedia menyuapi anaknya yang masih balita. Namun lebih kompleks dari itu semua, kebutuhan gizi untuk pertumbuhan dan perkembangan anak juga memerlukan jaminan ketersediaan bahan makanan di masing-masing rumah. Tentu menjadi PR (tugas) besar bukan hanya pada masing-masing orang tua. Lapangan kerja atau susahnya mencari nafkah untuk keluarga juga menjadi momok yang paling ditakuti bagi seluruh lapisan masyarakat di era sekarang ini. Bagaimana mau mencukupi kebutuhan gizi seluruh anggota keluarga, kalau mencari rejeki saja susah. Dari hal itulah mengapa angka stunting lebih sering muncul pada keluarga yang status ekonominya kurang beruntung.

Melihat definisi stunting, yang disebabkan gagalnya pertumbuhan karena kekurangan gizi terjadi pada 1000 hari pertama kehidupann, memberi celah kepada kita untuk mampu menganalisa bagaimana caranya memanipulasi keadaan agar anak-anak terhindar dari stunting.

Beberapa poin di bawah ini bisa diupayakan untuk mendapatkan kelahiran generasi bebas stunting, antara lain:
1. Remaja putri (calon ibu) dihindarkan dari kondisi anemia
2. Ibu hamil tidak kekurangan energi
3. Pemantauan tumbuh kembang bayi yang tepat dan akurat

Protein Hewani Untuk Mencegah Stunting
Sumber: www.sehatnegeriku.kemkes.go.id

Seorang ibu yang masa remajanya mengalami anemia dan kurang nutrisi bahkan hingga masa kehamilan dan laktasi akan sangat mempengaruhi pertumbuhan (tubuh dan otak) anak.

Selain faktor tersebut, ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan bayi dan anak di Indonesia, adalah:
a. Infeksi pada ibu
b. Kehamilan pada remaja (menikah muda)
c. Gangguan mental pada ibu
d. Anak dengan jarak lahir yang pendek
e. Hipertensi pada ibu hamil
f. Dukungan akses terhadap pelayanan kesehatan, juga
g. Sanitasi dan ketersediaan air bersih.

Intinya, stunting mudah sekali disebabkan oleh rendahnya akses terhadap makanan bergizi, rendahnya asupan vitamin dan mineral dan buruknya keragaman pangan dan sumber protein hewani.

Peran Pemerintah Dalam Pencegahan Stunting

Peran pemerintah dalam upaya untuk menurunkan kejadian stunting di Indonesia, terbagi menjadi dua macam intervensi:

1. Intervensi Gizi Spesifik
Intervensi ini berupa kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan status gizi terutama pada ibu hamil, di antaranya adalah:
– pemberian Tablet Tambah Darah, Promosi serta Suplemen gizi makro dan mikro.
– Penatalaksanaan gizi kurang / buruk, pemberian obat cacing dan Zinc untuk manajemen diare.

2. Intervensi Gizi Sensitif
Intervensi ini dilakukan dengan pendekatan secara langsung untuk:
– Pemantauan tumbuh kembang
– Penyediaan air bersih
– Pendidikan gizi
– Imunisasi
– Pengendalian penyakit
– Penyediaan jaminan kesehatan
– Program Indonesia sehat dengan Puskesmas dan Rumah Sakit.

Sayur Beraneka Warna Membantu Mencegah Stunting
Sumber: www.sehatnegeriku.kemkes.go.id

Dari pemaparan panjang lebar mengenai stunting tersebut, setidaknya faktor gizi yang cukup mendominasi dari rangkaian permasalahan yang ada. Alangkah baiknya jika mulai dari sekarang pola hidup dan pola makan mulai digeser ke pentingnya keragaman sumber nutrisi, bukan hanya pada rasa yang lezat saja. Perhatian terhadap kebutuhan gizi yang seimbang dan beraneka ragam semakin ditingkatkan terutama bagi kelompok perempuan remaja dan ibu hamil. Ibu yang sehat mencetak generasi yang sehat, tinggi, cerdas, tangguh dan bisa diandalkan. Yuk, cegah stunting dengan memperbaiki pola makan dan memperbaiki keragaman jenis makanan sebagai sumber nutrisi makro dan mikro. Demi Indonesia sehat yang memiliki generasi kuat dan cerdas.

Written by

67   Posts

Eka Wahyuni Tinggal di Jogja, Bunda dari 3 bocah hebat shaleh dan shaleha ini mempunyai kepribadian hangat dan supel. Selain aktif di sebuah klinik di Jogja, juga aktif berkomunitas dengan sesama penulis dan Blogger di Jogja. Senang sekali berbagi, ilmu, pengalaman, motivasi juga hal-hal positif lainnya. Kontak dan kerjasama bisa dihubungi melalui: Email: ekabyan@gmail.com
View All Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: