RESEP KEPITING GORENG BUMBU BAWANG GURIH NIKMAT

Assalamu’alaikum …

Lama banget nggak bikin kepiting goreng nih. Sampai lupa, entah kapan tepatnya, terakhir makan kepiting goreng bikinan sendiri. 

Sebenarnya, yang jago goreng kepiting suami, entah diapain, padahal bumbu sama dan cara nggorengnya juga sama. Beda tangan, beda hasil, kepiting goreng bikinan suami bisa guriiihhh, berasa banget kepitingnya. 

Ini yang aku share resep andalan suami. Kebetulan tadi siang eksekusi 2kg kepiting. Hmmm, baunya sedap?! Kepiting banget deh! 

O, iya rekomendasi kalau cari kepiting,pilihlah kepiting Kalimantan atau kepiting Papua sekalian, dijamin dagingnya padat dan manis kalau di goreng. 

Resep ini untuk per Kg kepiting ya:

Bahan: Kepiting Kalimantan/Kepiting Papua 1kg

Bumbu:

Bawang putih 4siung

Garam 2sendok makan

Air 2liter (bumbu di haluskan, dan masukkan ke dalam air ini, untuk merendam kepiting) 

Cara memasak:

– Kepiting dibersihkan, bagi kepiting menjadi 2bagian kanan kiri (belah pada bagaian perut, usahakan cangkang /punggung kepiting tetap utuh, sehingga pada saat penyajian bisa seolah2 kepitingnya tidak dibelah. 

– Setelah kepiting diberaihkan, cuci dengan air hingga bersih

– Panaskan air dalam panci, setelah mendidih, celupkan kepiting ke dalam air mendidih selama kurang lebih 15detik, agar daging kepiting saat digoreng tidak lengket di cangkang

– Setelah kepiting dicelupkan, dan warna sudah sedikit orange, segera angkat kepiting dan masukkan ke dalam air bumbu, selama 10-15 menit. 

– Goreng kepiting hingga matang, jangan terlalu matang karena daging kepiting akan alot. 

– Tiriskan dalam wadah, dan kepiting goreng siap disajikan dalam keadaan hangat, bersama sambal atau saus. 

Semoga bermanfaat, setidaknya bisa hemat sekian puluh ribu rupiah, kalau kita bisa memasaknya sendiri. Kepiting goreng ini juga bisa disajikan dengan kuah asam manis atau blackpepper sesuai selera Anda. 

Salam

-ew-170118

Menjalani kesengsaraan, Menikmati Penderitaan, Mensyukuri Kegagalan adalah Kunci Kebahagiaan yang Sempurna

Menjalani Kesengsaraan Menikmati Penderitaan Mensyukuri Kegagalan adalah Kunci Kebahagiaan yang Sempurna –“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Q.S:2;155)

Peredaran darah dari jantung menuju ke seluruh tubuh lancar, otak ternutrisi, jantung ternutrisi, ginjal, hati, paru-paru, mata, tangan, kaki dan semua organ yang kita miliki yang hampir tak bisa dihitung dengan jari, semuanya berjalan normal. Tidak cukupkah membuatmu bahagia?Jika satu saja kenikmatan itu Allah ambil, terserah yang mana saja yang kamu pilih, bersediakah?Kenapa begitu sulitnya bersyukur?Menurutmu siapakah yang mengaturnya?alami?Allah!.

Bahkan milyaran manusia yang tetap saja tak terlihat, dari radius gugus-gugus bintang, semua diatur sedemikian rumit. Milyaran manusia itu berpijak di bumi, yang bahkan besarnya pun tak sampai setitik dibanding bintang paling besar di jagat ini.

Hanya Allah yang Maha Mengatur segala sesuatunya dengan sangat detil!

Ujian bagi manusia itu dimulai semenjak ia dilahirkan hingga ia masuk ke liang lahat. Hal itu sudah ditetapkan, bahkan oleh Sang Penguasa jagat raya ini, Allah SWT.

Tak ada satupun manusia yang terlewat dari yang namanya ujian. Bahkan, nabi sekali pun, semua mengalami ujian dalam bentuk penderitaan yang teramat parah. Yang bila dibandingkan dengan ujian bagi manusia biasa tidak akan sepadan.

Dari satu ayat tersebut harusnya kita mampu untuk menyimpulkan bahwa, Kunci kesuksesan menghadapi segala bentuk ujian, hanyalah SABAR. Mampukah?

Ada satu buku, yang dari awal sampai akhir mengulas semua hal yang berhubungan dengan: CARA MENYIAPKAN HATI UNTUK BAHAGIA DI SETIAP KEADAAN. Gimana, sih caranya kita agar tetap berbahagia, ketika kita menghadapi ujian yang mungkin hampir kita rasakan setiap saat? Ujian ringan hingga berat yang seharusnya bisa kita lewati seluruhnya untuk memperoleh kelas lebih tinggi lagi. Yang ada, bahkan, kadang kita tidak menyadari bahwa hembusan napas kita lancar, sudah merupakan rejeki tak terhingga dari Allah, yang tak pantas kita ingkari, hanya karena kita sedang merasakan sedikit kesulitan.

Merasa sudah diterima pekerjaan yang layak, ternyata hanya karena kesalahan tidak sengaja yang tidak disadari justru, di-PHK tepat di hari ketiga bekerja. Namun, ternyata di balik itu semua, justru dia diterima kerja di tempat lain yang lebih dekat dengan posisi kerja lebih bagus, pun gaji yang lebih besar dari tempat kerja sebelumnya. Hanya butuh kesabaran belajar menerima, dan Allah lebih mengetahui apa-apa yang terbaik buat hamba-Nya, sedang hamba-Nya tidak mengetahui. (Belajar Menerima, hal:24)

Galau, pencarian nilai yang harus kuanut sepertinya belum berakhir. Dan pembuktian atas segala teori kebahagiaan pun belum cukup kugenggam.

“Hidup memang harus terus berlanjut, tak peduli seberapa menyakitkannya itu, biarlah nanti waktu yang mengobatinya.”

Kutipan itu, adalah kutipan favoritku yang bisa kamu temukan pada halaman 94, buku merah: JALANI, NIKMATI, SYUKURI karya Mas Dwi Suwiknyo. Bukan rahasia lagi, bahwa, indahnya hidup dapat kita peroleh, hanya apabila kita tahu caranya menikmati, semua hal yang terjadi di dalamnya.

Judul Buku      : Jalani Nikmati Syukuri

Penulis             : Dwi Suwiknyo

Penerbit           : Noktah

Terbit               : Januari 2018

Tebal               : 260 Halaman

ISBN               : 978-602-50754-5-2

Kebiasaan lama, setiap membaca buku, selalu kuawali dengan membuka bagian terakhir. Bagian epilog, yang menjadi “cinta pada pandangan pertama” ku terhadap buku merah ini. Dari judul subtema pada bagian ini saja sudah membuatku tersenyum, ini dia buku yang kucari! “JANGAN TUNDA BAHAGIA”. Sepintas, kalimat tersebut sangat sederhana, namun positif, yaitu hanya mengajak bahagia, sekarang juga! Apapun kondisi kita saat ini.

Unik! Dan anehnya, kuturuti juga kalimat tersebut. Bahwa konsep bahagia yang dimaksud disini memang bukan bahagia semu yang bersifat duniawi, namun bahagia yang sebenarnya, yang hanya bisa kita peroleh saat kita niatkan segala sesuatunya hanya untuk Allah. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan unsur keduniawian. Karena, ternyata segala hal yang bersifat duniawi tersebut hanya akan memberi kita perasaan senang yang bersifat sementara. Bukan bahagia yang kita cari selama ini!

Lanjut pada bagian depan, ada yang unik dari cover-nya, yang ini benar-benar membedakannya dengan buku lainnya, bahkan yang sejenis sekalipun. Karena, di sana kita akan menemukan notice sederhana, yang tak menunggu lama kita pasti akan mengikutinya, “Jangan lupa bahagia” dan “Tempel Foto Senyum Kamu Di Sini Ya”.  Ah, memang unik nih buku!

Membuka buku dari depan, kita langsung disuguhi kisah True Story, dalam PROLOG JALANI NIKMATI SYUKURI. Sebuah cerita yang mengupas tentang kehidupan seorang karyawan yang bekerja keras, demi mendedikasikan seluruh kemampuannya untuk kemajuan perusahaan. Cerita ini, menggaris bawahi beberapa poin penting:

Apa artinya kesibukan kalau tidak bisa kita nikmati?

Apa artinya pekerjaan bergengsi tapi bikin kita mudah stress?

Apa artinya kesuksesan kalau akhirnya membuat kita terkapar di rumah sakit?

(Hal. 5)

Begitu melanjutkan ke halaman berikutnya, rupanya langsung masuk pembahasan subtema selanjutnya. Kubuka lagi kembali ke awal, mencoba mencari sesuatu yang sepertinya janggal, ah, rupanya buku ini tidak dilengkapi dengan daftar isi! O,ya? Teknik baru kah? Atau aku yang tidak tahu? Tapi okelah, hal ini menambah satu keunikan lagi pada buku pemberani ini. Setidaknya ketidakberadaan daftar isi akan memaksaku membuka setiap halaman dan membacanya singkat, sebelum akhirnya mengetahui semua subtema menarik lainnya yang bakal di bahas lengkap di buku ini.

Buku ini memiliki 52 subtema, termasuk di dalamnya prolog dan epilog. Dari kesemuanya, ada beberapa hal yang berhasil kutarik sebagai benang merah, yang menghubungkan antara satu subtema dengan subtema berikutnya hingga menuju ke epilog.

  1. Bahwa penulis ingin mengajak pembaca, menikmati kehidupan ini dengan cara bahagia. Dimana harus bisa mensubstitusi semua perasaan, keadaan yang tidak diharapkan, baik berupa kekecewaan hidup, kesengsaraan, kegagalan, stress, tidak dianggap, disepelekan dan lainnya, yang diakibatkan oleh kelakuan kita sendiri maupun yang disebabkan oleh lingkungan sekitar kita, tanpa kita bisa mengendalikan, dengan cara yang positif, bahagia.
  2. Dengan cara apa lagi, kalau dengan menghilangkan semua ketidakenakan tersebut tidak mungkin? Ya dengan cara menjalani kesengsaraan, menikmati penderitaan dan mensyukuri setiap kegagalan yang ada. Jika semua hal buruk itu tetap bisa kita nikmati, yang artinya kita tidak lagi terganggu karenanya, maka otomatis hanya akan tersisa nikmat dan bahagia saja pada seluruh aspek kehidupan yang kita jalankan. Tak ada lagi penderitaan, karena semua sudah melebur menjadi satu. Ah, sudah biasa menderita, ngapain dipusingkan!

Warna merah buku ini, sangat merah! Apa artinya? Artinya adalah sangat berani. Berani menghadapai segala macam bentuk ujian yang Allah timpakan kepada kita, untuk tetap bahagia. Buku ini mengupas tuntas mengenai, beberapa keadaan sulit yang kerap menjangkiti kita para manusia, baik disadari maupun tidak disadari. Juga sekaligus menghadirkan solusi dari setiap keadaan yang tidak diharapkan, lengkap dengan contoh dan sumber hukum resminya. Buku ini berpatokan pada kebenaran ayat Al Quran pun dalil-dalil sunnah yang bersumber dari hadis sahih. Yang semuanya secara lugas, renyah dan mudah dicerna, ditulis oleh Mas Dwi Suwiknyo selaku penulis solonya.

Banyak hal-hal sepele, yang nyatanya justru menjadi sumber kebahagiaan kita bersama keluarga. Seharusnya, tak ada sekecil apapun kejadian yang kita ijinkan untuk mengobrak-abrik hati kita menjadi pecah, tergores luka, bahkan hanya memanas karena diremehkan seseorang atau karena kegagalan dari usaha maksimal kita sendiri.

Tidak sedikit orang berjuang lantaran menyimpan dendam. Dendam karena pernah diremehkan orang lain dan ingin sekali membuktikan bahwa ia tak layak diremehkan (Hal: 84).

Kebahagiaan, yang menjadi tujuan setiap manusia, sejatinya mempunyai tujuh tanda, hal ini dijelaskan pada halaman 91. Dari tujuh tanda itu, dua di antaranya adalah: mempunyai pasangan hidup yang saleh dan saleha, serta dikaruniai anak-anak yang baik, yang membahagiakan di dunia maupun di akhirat.

Tidak ada satu pun manusia yang tidak ingin bahagia. Apa sebenarnya bahagia itu? Bahagia hanya ada di angan-angan, jika kita mengartikan bahagia tersebut hanya sebatas kesenangan yang belum bisa kita capai. Orang miskin akan membayangkan, betapa bahagianya orang kaya yang kemana-mana bisa mengendarai mobil bagus, gonta-ganti pula. Namun, apa sesungguhnya yang dirasakan orang kaya tersebut? Justru dia membayangkan orang miskin itu, yang mempunyai waktu penuh untuk berkumpul dengan anak dan istrinya, hidupnya lebih bahagia daripada dirinya, yang bergelimang harta, tetapi hampir tak pernah bertemu dengan anak-istri dalam keadaan sadar (tidak tidur). Ternyata semua hanya wang-sinawang.

Pada dasarnya, semua orang pada setiap keadaan, pasti bisa merasakan bahagia. Tanpa syarat apapun. Jika ia mampu menyadari, bahwa bahagia hanya ada di hatinya masing-masing.

Kebahagiaan adalah anugerah dari-Nya yang hanya bisa dirasakan oleh hati yang sehat (Hal: 254).

Apakah orang yang kaya pasti bahagia? Bahagia adalah suatu keadaan dimana saat hati kita tidak merasa terbebani oleh apa pun. Bahagia memberikan perasaan nyaman, serta menambah semangat untuk melakukan sesuatu yang membuatnya kembali bahagia. Maka tidaklah salah, saat ada seseorang yang mengungkapkan bahwa selama nyawa dikandung badan, maka masalah (ujian) pun akan senantiasa menyertainya. Dari hal tersebut, hanya ada satu kunci yang membedakan satu dengan lainnya, yang kemudian akan menunjukkan tingkat kualitas seseorang, adalah sabar.

Menjalani hidup, akan memberikan warna yang berbeda antara satu manusia dengan manusia lainnya. Pada keadaan yang sama yaitu dihadapkan pada “masalah” hidup, yang keberadaanya merupakan satu paket dengan kontrak hidup dari Allah SWT.

Inti dari kehidupan hanya ada dua yaitu perasaan negatif derita dan perasaan positif bahagia. Hampir semua aspek selalu berkaitan dengan dua hal tersebut. Mencari nafkah, bekerja keras demi apa? Demi mencari kebahagiaan. Namun kebahagiaan sendiri seringkali diartikan yang salah. Bahagia jika mempunyai rumah mewah, maka seumur hidupnya akan ia gunakan untuk bekerja keras tak kenal waktu tak kenal lelah hanya untuk memperoleh rumah impiannya. Konsep yang umum sekali dipahami oleh masyarakat kita. Pun konsep yang sempat kuanut selama ini. Sebelum akhirnya pikiran ini terbuka dengan ijin Allah, dari sebuah pertanyaan simpel yang tiba-tiba muncul di kepala,

“Seandainya seumur hidup kita, Allah tidak mentakdirkan kita mempunyai rumah mewah, itu berarti kita selama hidup tidak akan pernah bahagia? Lantas, sia-sialah lelah dan waktu yang selama ini terbuang untuk mengabulkan cita-cita yang tak terwujud?”

Astaghfirullah, semoga dijauhkan dari hal seperti itu.

Pada intinya, tidak ada alasan untuk kita tidak bahagia, apapun kondisinya! Nah, setiap subtema di sini, menjelaskan serta memberi referensi berbagai tips dan solusi, yang dapat kita terapkan pada setiap keadaan yang tidak diharapkan. Jadi, tidak perlu konsentrasi pada keadaan yang kurang beruntung pada setiap kesempatan, namun konsentrasilah pada setiap solusi yang mampu merubah keadaan tidak menyenangkan menjadi kemenangan. Dengan cara apa? Dengan cara husnuzon terhadap semua hal yang terjadi pada kita. Husnuzon pada Allah, sebagai posisi tertinggi di kehidupan ini.

Penulis mengajak pembaca ikut merasakan setiap kejadian ilustrasi maupun true story yang dipaparkan secara renyah dan bahasa yang ringan, seolah semua pembaca pernah atau sedang menghadapi masalah yang serupa. “Ih, subtema ini gue banget nih!” Hal itu yang ingin dicapai oleh penulis, sehingga pembaca tidak lagi mersa digurui, pun dinasihati. Latar belakang penulis yang memang alumni pesantren, membuatnya piawai menjelaskan apapun dengan gamblang dan mudah dimengerti, meski berlandaskan Al-Quran dan hadis yang begitu berat dipahami oleh kita orang awam.

Tak ada pelajaran khusus yang membahasnya, namun semua orang tahu, bahwa yang menentukan seluruh sendi kehidupan ini akan berfungsi normal, jika kedua unsur ini dapat seimbang. kebahagiaan dan penderitaan. Dua unsur yang tidak bisa dipisahkan, akan selalu berjalan beriringan. Dimana satu sebagai penawar, satunya sebagai penyeimbang.

Keadaan negative itu dapat berupa kegagalan, kekecewaan, kesengsaraan hidup, maupun penderitaan menjalani hidup yang kadang tidak sesuai dengan harapan kita.

  • Aku sudah berdoa, tapi kenapa belum juga dikabulkan?
  • Aku sudah bersedekah, tapi kenapa belum juga kaya?
  • Aku sudah berbakti kepada orang tua, tapi kenapa rezeki masih seret?
  • Dan masalah kehidupan lainnya, yang bila dibiarkan justru akan membawa kita ke dalam bentuk durhaka kepada Allah.

Protes(mengeluh)àberprasangka buruk kepada AllahàDurhaka (Hal. 35)

Ada seorang perempuan yang dia senang sekali makan bakso, suatu ketika dia ditraktir oleh temannya, maka dengan suka cita ia habiskan semangkuk bakso itu. Tak puas, temannya tambah lagi traktirannya pada mangkuk ke dua, perempuan itu sudah mulai pelan makannya, tak lagi semangat seperti sedianya, bahkan pada mangkuk ke tiga, perempuan itu sudah tak lagi mampu mengunyah bakso, alih-alih malah pengin muntah, hanya melihat bakso tersebut. Begitulah kesenangan. Maka setiap ditumpuknya dengan kesenangan yang lebih banyak, justru akan membuatnya tersiksa.

Beda lagi, dengan perempuan satunya, dia memberikan sekedar uang dua ribuan, kepada seorang pengemis, setelahnya dia merasakan kebahagiaan tak terkira, kemudian dia ulangi lagi memberikannya uang 2 ribu lagi, begitu seterusnya, maka kebahagiaan yang dirasakan akan semakin bertambah. Ketenangan akan selalu menghampirinya. Bahkan, dia akan menambah nominal uang yang akan dibaginya bersama pengemis tersebut. Disinilah arti bahagia.

Dua kata yang hampir mirip maknanya, adalah kesenangan dan kebahagiaan.

Kesenangan, merupakan hal sesuatu yang membuat hati kita merasa berbunga-bunga saat menerimanya, namun jika kita tumpuk kesenangan dalam jumlah banyak justru akan membuat kita tegang dan sengsara.

Sedangkan, bahagia, hal yang sama yang membuat hati kita merasa berbunga-bunga, namun jika ditumpuk sesuatu itu akan membuat kita semakin bahagia.

Sudah mulai bisa membedakan antar bahagia dan senang? Maka, bahagia akan lebih tinggi levelnya dibanding dengan senang. Bahagia juga merupakan impian semua manusia yang hidup di dunia ini. Meski tak diminta, justru kadang derita yang kerap menyambangi kehidupan kita. Hampir tak bisa kita menghindar dari sesuatu derita, sesuatu yang bila kita rasakan dengan negative justru akan semakin membuat kita terpuruk, bahkan tak jarang berputus asa.

Apabila orang dihujani berbagai kenikmatan dan kemudahan, kemudian orang tersebut menjalaninya dengan hati gembira, menikmatinya juga mensyukurinya, akan menjadi sangat biasa jadinya. Namun, berbeda hal jika sebuah kesengsaraan yang dijalani dengan ikhlas, kemudian menikmati penderitaan yang diterimanya, serta mampu mensyukuri setiap kegagalan yang merundungnya, baru bisa dikatakan luar biasa orang tersebut.

Sejatinya, kondisi kenyataan sebagian besar orang tidak pernah luput dari yang namanya kesengsaraan. Akan lebih indah jika kita menitikberatkan semuanya berdasarkan ketidak enakan dahulu, ketimbang keenakan yang sudah lazim kita sambut dengan hati gembira ria.

Jika kita mampu menjalani kesengsaraan, ketidakenakan, menikmati penderitaan, juga mensyukuri setiap kegagalan, maka kita akan menempati pada level tertinggi kebahagiaan. Dan, setiap kehidupan akan ada bahagia dan derita, bila derita saja bisa kita sikapi menjadi bahagia, maka hanya akan ada bahagia dalam seluruh aspek kehidupan kita, Dunia akhirat insyaAllah! Pokoknya, recomended banget deh! Bagi kamu yang lagi galau, kecewa, merasa selalu sial, selalu gagal dan seabreg kondisi tak beruntung lainnya!

Buku ini nyaris sempurna, namun kembali lagi, kesempurnaan memang hanya kepunyaan Allah Yang Maha Sempurna. Dari sekian banyaknya keunggulan buku yang sudah kukupas satu-persatu, ada sedikit saja kelemahan yang dapat kutangkap dari secara keseluruhan. Dan yakin, kelemahan itu sama sekali tak mempengaruhi kualitas pesan dari tulisan istimewa yang wajib kamu beli ini.

Mengenai kelemahan buku yang kebanyakan sifatnya teknis, masih ada beberapa yang ku temui, meski secara umum sama sekali tidak berpengaruh terhadap nilai dan konten buku itu sendiri. Beberapa kelemahan itu, antara lain:

  1. Kesalahan teknis pada penulisan, “ … tidak hanya membahagiakan kita di surga, tetapi juga kelak di akhirat.(Hal:92)

Mungkin yang dimaksud penulis adalah “ … tidak hanya membahagiakan kita di dunia, tetapi juga kelak di akhirat. (semoga aku yang salah)

  1. Kalimat ambigu, terdapat pada halaman 256, poin 9, “Rasa bahagia akan kita hadir di hati bila kita merelakan seseorang …” agak sulit dimengerti apa yang dimaksud penulis.

 

-Sesungguhnya, kesedihan itu hanya sementara-

RESEP SOP BUNTUT (IGA) SAPI ALA HOTEL SUPER LEZAT

Kok bisa sih sop buntut (Iga) sapi di otel rasanya super lezat? Ah, kamu tahu kan lezatnya sop iga sapi? Dagingnya kok bisa lembut? Yes, Sop Buntut (Iga) rasanya lebih yahud dibanding dengan bakso terenak sekalipun, #eh selera dink ya??

Kalau menurut aku sih, jelas karena sop iga sapi murni daging, sedang bakso masih ada campuran tepung nya meski sedikit. Hehe yang jelas, kalau ditanya milih bakso apa milih sop iga sapi? Jelas, aku pilih sop iga sapi!

So, nggak akan bertele2 deh untuk bagi resep Sop Iga Sapi ini buat temen2 pecinta kuliner Indonesia, terutama pecinta aneka olahan sapi.

Yess! Kali ini aku akan bagi resep ini dengan sukaaa relaa, tahu kenapa? Karena baru tadi siang, eh kemarin siang dink, tadi cuma manasin doank! Aku masak ini. Iga nya dibeliin suami di pasar, pagi2 uda kasi surprise, duh surprise atau apa ni ya? Tadinya mau santai2 jadi kudu berjibaku dengan dapur deh! Duh, kelamaan!

Oke oke, nih dia resepnya:

Bahan:

1/2 kg iga sapi

1/4 tetelan sapi(biar kaldunya mantab!)

Bahan pelengkap:

Kentang 2buah, kupas iris dadu, rebus,tiriskan

Wortel 2buah, kupas, iris dadu, rebus,tiriskan

Daun bawang, daun seledri iris halus (untuk taburan saat penyajian)

Bawang merah goreng(untuk taburan)

Sambal, jeruk nipis dan kecap manis sesuai selera,bisa ditambahkan saat disajikan

Sambal: 10 cabe rawit, goreng hingga matang(tidak gosong), haluskan, siram dengan kuah sop panas

Emping melinjo juga rekomended untuk melengkapi penyajian.
Bumbu:

Bawang putih 3siung

Merica bulat 15 butir

Garam 3sendok teh (jangan langsung dimasukkan semua ya, mending bertahap saja,menyesuaikan rasa selera kita, kalau kurang asin baru ditambah dikit2)

Moto 1/4 sendok teh atau bagi yang menghindari bisa diskip, ganti dengan gula pasir,semua bumbu di atas dihaluskan

Gula pasir secukupnya, sesuai selera

Minyak goreng 2sendok makan untuk menumis bumbu

Bumbu tidak dihaluskan:

Kapulaga 2butir, kayu manis 2cm,  dan cengkeh 3butir

Bawang bombay 1/2 buah(kalau besar) iris dadu

Bumbu halus dan bumbu tidak halus dijadikan satu,sisihkan.

Bumbu tambahan:

Bawang putih 4siung, kuoas, iris tipis, goreng kering, haluskan, sisihkan

Cara memasak:

Iga sapi dan tetelan sapi dibersihkan, rebua hingga mendidih 5-10menit, matikan api, buang airnya, cuci kembali iga sapi dan tetelan, setelah dicuci, untuk tetelan bisa diiris kecil2 dan iga sapi diiris sesuai dengan bentuk iga, rebus kembali hingga mendidih selama 1jam mendidih. Akan lebih bagus jika iga sapi dan tetelan sudah kita rebus kemarin atau tadi malam.

Jika rebusan iga sapi dan tetelan sudah mendidih selama 1 jam, kecilkan api, biarkan mendidih. Sementara kita sambil siapkan bumbu tumisnya ya.

Tumis bawang bombay pada minyak panas hingga layu dan harum, masukkan bumbu halus dan bumbu tidak halus dalam minyak panas, aduk2 jangan sampai gosong, tunggu harum, segera matikan api. Angkat dan masukkan bumbu beserta minyak yang buat menumis bumbu, ke dalam panci tempat iga dan tetelan sedang mendidih tadi, aduk aduk. Masukkan gula pasir sesuai selera (kalo aku karena suka agak manis kukasi 2sendok makan) kalo tidak suka manis mungkin cukup sedikit saja. Intinya adalah, cicipilah sop kita sekarang, saat bumbu sudah dimasukkan dan sop sudah dalam keadaan mendidih.

Jika kurang asin tambah hingga asinnya pas, jika sudah asin dan tetap kurang sedap bisa ditambah gula pasir dikit2 sampai tingkat manis yang pas dengan selera lidah kamu ya. Terakhir saat dipastikan kuah sudah lezat dan daging iga empuk, masukkan gerusan bawang putih goreng ke dalam panci sop.

Sajikan saat sop masih panas dengan meracik di mangkok:

Kentang rebus, wortel rebus, sop iga+tetelan, taburi dengan daun bawang iris dan seledri, juga percikan air jeruk nipis serta sambal dan kecap manis sesuai selera.

Jangan patah semangat, jika masak pertama kurang memuaskan selera, kamu hanya butuh mengulanginya, mainkan perasaan untuk setiap takaran bumbu, dengan sering-sering mengulangi masak yang sama. Mungkin diagendakan setiap akhir pekan, saat banyak waktu luang dan anggota keluarga sedang libur. Atau bisa undang temen2 untuk diajak masak bareng?! Pasti seru deh!

Lebih mudah lagi, kamu juga bisa lihat video masak resep Sop Buntut (Iga) Ala Hotel Yang Super lezat ini loh. Klik di sini ya!

Dan pastinya, akan menjadi pengalaman tak terlupa,  jika akhirnya kelak Kamu menemukan formulasi yang pas dengan lidah kamu sendiri dan keluarga.

Selamat mencoba!

Kalau masakanku kemarin, kata adekku paling TOP, kuahnya bener2 taste banget, kaya rasa, daging iga nya super lembut!! Anak bungsu lahap banget, dan kakak2nya juga berhasil melibas habis iga2 sapi yang super lezat itu.

Hemmm, jadi ngiler lagi neh, eh perut krucuk2 pulaaa! Duh, jam segini mana ada makanan yak?

untuk video cara memasaknya bisa dilihat di link: di sini

Semoga bermanfaat!

Salam,

-ew- 1901180240

SPOT SELFIE TERBARU DI JOGJA, KEMBALIKAN SEMANGAT JUANG PAHLAWAN KEMERDEKAAN PADA GENERASI ZAMAN NOW

Belum juga genap hitungan satu bulan, para pahlawan raksasa ini mencuri perhatian semua orang yang melewatinya. Posisinya memang begitu eyecathcing. Berbaris gagah di pojok utara alun-alun besar kota Jogja. Besar dan tinggi. Bahkan, tinggi badanku saja, hampir tak sampai tinggi lutut orang-orang kekar dalam bentuk patung itu.

Setidaknya, cara unik ini akan lebih mudah diterima, memberi kesan kepada para generasi muda zaman now, terhadap keberadaan para pejuang kemerdekaan, yang selama ini hanya dapat dibaca di dalam buku sejarah. Dapat mengenal lebih jauh, betapa gagah dan tangkasnya para prajurit Indonesia tercinta. Pantas saja,  jika pasukan lawan yang bersenjata modern&canggih, dapat dengan mudah dibuat gentar, menghadapi orang-orang penuh kekuatan itu. Cerdas, tangkas, dan setia, itulah patriot bangsa, kebanggaan Indonesia.

Tak terkecuali aku, yang hampir setiap hari melewatinya. Namun, baru sore ini berhasil membelokkan langkah kaki ke depan barisan rombongan prajurit pemberani ini.

Percaya, nggak percaya, berdiri sendirian di depan pahlawan raksasa ini, membuat lututku gemetar. Meski, logika ini berkali-kali mengingatkan, itu patung! Nggak bakal bisa ngapa-ngapain, namun tetap saja rasanya ingin segera lari. Begitu membuncah, bahkan hanya dengan melihat kegarangan para patriot ini memegang senjata.

Ada rasa bangga yang tiba-tiba menyeruak, ada rasa rindu yang menyelinap perlahan. Inikah sosok para pejuang itu? Yang dengan gagah berani menghadang lawan, merebut kemerdekaan yang tercabik. Hingga akhirnya, kini aku bisa bebas berekspresi mengisi hari-hari merdeka. Tanpa takut apapun juga. Atas ijin Allah, melalui tangan-tangan para pejuang itu,  hanya dengan modal bersatu padu, bahu-membahu, dan dengan peralatan seadanya.

Tiba-tiba ada rasa malu yang mendesir, apa yang telah kuperbuat untuk negeri ini? Bahkan dengan tubuh yang begitu sehat, kuat dengan situasi yang aman damai. Ah, malu sekali sama pahlawan di depanku, yang bahkan berjalan saja sudah tidak mampu, terlalu lemah karena penyakit yang saat itu menggerogoti kekuatannya.
Jendral Soedirman, begitu tinggi wibawamu, begitu kuat tekadmu. Di dalam tandu, kau berseru, kau kobarkan api berjihad kepada semua prajuritmu. Para prajurit yang gagah berani. Bahkan dalam keadaan sakit, kau pimpin pasukan untuk merebut kembali kemerdekaan negeri kita. Indonesia.

Kembali tersadar, setelah beberapa saat berasa keluar dari hiruk pikuk, merasakan aura amis berdarah yang dihembuskan oleh sekelompok pahlawan kemerdekaan Indonesia tercinta. Amis darah dari tubuh para penjajah, yang telah mereka halalkan, demi merebut kembali negeri.

Terimakasih para seniman seniwati Jogja, yang telah kembali mengobarkan semangat berjuang, berjuang membangun Indonesia dengan cara kami. Berkarya dengan kemampuan kami. Sulut semangat kami, agar selalu terpacu untuk tak kenal menyerah, tak kenal lelah, mencerdaskan kehidupan bangsa.

#Dipersilakan bagi para spot-selfie hunter , untuk berselfie ria dengan para pejuang tersebut, dengan catatan tetap menjaga keberadaannya dan menjaganya agar tetap indah, dengan tidak masuk ke area pahlawan atau naik ke panggung barisan.

Bagi yang belum melihat dan sekarang penasaran, silahkan berkunjung ke Jogja, agendakan dalam waktu dekat ya. Lokasi ada di alun-alun utara kota Jogja. Pojok timur laut dari alun-alun ini.

Selamat berlibur.

Semoga bermanfaat,

-ew-

TESTIMONI SEORANG PEROKOK BERAT YANG TERKENA KANKER PARU

Ia paksa bangun dari baringnya, ia mencoba menghargai kedatangan sahabat-sahabatnya yang entah dulu menjadi siapa saat satu sekolahan. Meski, sudah kami larang, “Biarlah kami yang sehat, yang menyesuaikan mas, jenengan berbaring aja,” Matanya pasrah, punggungmya membungkuk, mengikuti hembusan nafas yang sempit. Sangat lemah, bahkan, untuk duduk tegak terlihat sangat repot, harus ditopang bagian punggung.

Aku membayangkannya bagai seorang penderita diare akut yang disertai muntah hebat, sedang makan dan minum tak sedikitpun berpihak. Lemah. Tak berdaya. Namun, bahkan bayangan ini pun terlalu ringan, bila disandingkan dengan kenyataan yang ada. Efek kemoterapi, satu-satunya alternatif terbaik untuk saat ini, setelah tegak terdiagnosa, bahwa teman kami mengidap kanker paru stadium 4. Kemoterapi yang diprediksikan akan berlangsung 6 kali, baru saja terlewati kali pertama. Masih ada 5 kemo lagi yang saling susul dengan jeda masing-masing 21 hari. Perjuangan masih panjang, tapi insyaAllah dimudahkan. Barang siapa yang menyerahkan segala urusan, sepenuhnya kepada Allah, maka hasil terbaik akan Allah siapkan, hanya tugas manusia sabar serta syukur menjalani dan semakin mendekat kepadaNya.

Apalagi bicara, sekedar ulasan senyum yang ia paksakan untuk disuguhkan pada para sahabatnya, pun berasa begitu berat, seolah kekuatannya tinggal 10%, begitu akutnya. Hanya sesekali, ia terlihat mecoba tersenyum, setiap kali kita melemparkan sedikit candaan, dengan maksud agar dia sedikit terhibur. Senyuman, yang biasanya kita pasang dengan refleks tanpa sedikitpun tenaga untuk membuatnya nyata, namun, untuknya, ia harus keluarkan sedikitnya 50% kekuatan hanya untuk senyum. 

Hari sudah beranjak petang, saat kami tiba di ruang tempat ia dirawat. Setidaknya, fakta ini sedikit menyadarkan para pecinta rokok, meski hanya sebatas teman-teman dekatnya. Dengan dirawatnya sahabat kami, membuat kami memaksa diri untuk bangun, dari kenyamanan menyepelekan penyakit apapun yang berhembus, terkait pola hidup tidak sehat. Merokok, salah satunya. Menurutnya, ia hanya merokok paling banyak 1bungkus setiap harinya, kawan!

Begitu hebohnya efek buruk itu. Meski semua tergantung kekuatan masing-masing diri, namun hendak ditambah berapa kasus lagi sekedar untuk pembelajaran? Adakah yang ikhlas dijadikan pembelajaran? Kurasa jika diberikan bocoran bahwa kelak beberapa bulan atau tahun lagi salah satu dari kita akan bernasib yang sama, pun belum sepenuhnya percaya, kalah sama ego hebatnya sugesti yang dibentuk sendiri. Hanya, jika benar-benar mengalaminya sendiri maka orang akan lebih percaya. Namun, bukannya semua itu sudah terlambat. Walaupun, seandainya ada jaminan bahwa akan disembuhkan seperti sedia kala, namun harus melewati beberapa tahap kemoterapi yang begitu menyiksa, akankah masih ada yang mau menjadi sukarelawan? 

Bahkan tak hanya berita, video testimoni, hingga peringatan di setiap bungkus rokok yang disuguhkan dengan legal, diartikan hanya sebagai lelucon saja oleh para pencintanya. Entah dengan cara apalagi untuk membantu menyadarkan masing-masing diri. 

Apakah nunggu semua merasakan langsung baru akan percaya? Setidaknya berkaca dari pengalaman pahit seseorang, akan lebih membuat kita selangkah lebih maju, dalam hal ini. 

Semoga menginspirasi. 

-ew-

CARA MERAWAT LUKA DI BIBIR DAN SEKITAR MULUT

Berikut ini tips cara merawat luka di bibir dan sekitar mulut. Jika tanpa sengaja ternyata bibir kita terluka, jangan asal dalam membersihkannya.

Siang ini, aku sharing hal yang sepele tapi kadang membuat kita panik. Hmm, gimana nggak panik coba? Pagi-pagi dalam keadaan tenang, nyaman, tentram, tiba-tiba si kecil jatuh saat turun dari kasur. Padahal kasurnya udah di setting sedemikian rupa di lantai. Tentu tujuannya agar si kecil lebih aman dari kejadian jatuh yang tidak bisa ditebak sebelumnya, seperti pagi ini. Hiks.. Syediiih. Panik, si dedek nangis kejer. Saat lihat mukutnya berdarah, makin panik! Hehe.. Maklum hati emak, sapa yang tega liat baby-nya berlumuran darah yak?! Untung dalam hitungan detik bisa juga kuasai emosi, kulihat mukutnya yang berlumur darah itu, kupastikan bibir, lidah dan gusi  serta gigi-gigi, cari tahu kira-kira yang memungkinkan darah itu bersumber dari mana? Yang jelas pasti ada luka diantara bagian-bagian yang kusebut tadi.

Benar juga, ternyata bibir atas bagian kanan yang luka. Kupastikan lebih lanjut untuk melihat lukanya, syukur alhamdulillah tidak robek, hanya lecet membentuk gigi. Ah, rupanya jatuh tadi menyebabkan benturan antara gigi seri atas dengan bibir, alhasil gigi gumpil, bibirpun lecet. Meski hanya lecet, luka di bibir biasanya menyebabkan darah yang keluar terkesan lebay, karena mukosa bibir termasuk bagian yang banyak mengandung pembuluh darah kecil.

Berikut, ada beberapa tips merawat luka (terutama luka baru) di bibir:

1. Stop, jangan panik! Sebesar apapun masalah kalau kita menghadapinya dengan panik, jelas tidak membantu, malah semakin kacau jadinya,

2. Jika berdarah, pastikan sumber perdarahan, apakah di bibir, lidah, gusi dan bagian lain yang dikeluhkan si anak,

3. Jika sudah ditemukan sumber perdarahan, segera cek apakah lukanya hanya lecet biasa atau berupa robekan,

4. Jika luka robek, segera tekan luka dengan tissue bersih atau kain bersih, untuk mencegah perdarahan lebih banyak. Bawa periksa anak ke tempat dokter atau RS terdekat, untuk segera mendapat perawatan yang semestinya. Bisa jadi, luka robek harus dijahit atau jika robeknya kecil bisa tanpa jahit luka, tapi sebaiknya segera periksakan kepada tenaga kesehatan yang berkompeten,

5. Jika ternyata lukanya hanya lecet biasa, segera tekan dan bersihkan luka dengan kain bersih atau tissue bersih, dan segera kompres dengan air es, untuk menghentikan perdarahan.

6. Jaga agar luka di bibir tetap bersih, hati-hati dalam menyikat gigi,

6. Berikan makanan yang lembut dahuku hingga luka bibir sembuh, untuk mengurangi aktifitas mengunyah yang akan membuat luka semakin sakit.

7. Minum biaa menggunakan pipet/sedotan dahulu untuk memudahkan anak.

8. Jika anak terlalu kesakitan sebaiknya juga diperiksakan ke dokter terdekat.

Begituu, sedikit tips dari aku ya, semoga bermanfaat. Kebetulan pagi tadi anak bungsu bibir kejedot lantai, jadi deh ide bagi-bagi ilmu ini. Terima kasih.

Salam,

-EW-

ALPUKAT MENTEGA JAGA JANTUNG TETAP SEHAT

Benarkah alpukat mentega bisa menjaga jantung kita tetap sehat? Alpukat, apapun bentuknya, kandungan lemak baik (HDL) sangat bermanfaat bagi tubuh   secara umum. Keberadaannya akan meningkatkan kadar lemak baik yang akan melindungi pembuluh darah dan jantung dari kejahatan kolesterol. 

Bukannya alpukat mengandung lemak? Iya, alpukat sangat tinggi kandungan lemaknya, namun lemak dalam alpukat ini lebih didominasi oleh lemak baik yang bernama HDL. HDL inilah yang bertugas menjaga kelenturan serta kesehatan pembukuh darah, mencegah terbentuknya gumpalan kolesterol dalam pembuluh darah, sehingga sunbatan aliran darah dapat dihindari. 

Selain manfaatnya yang super duper bagus untuk tubuh, buah seksi berbentuk bukat denga daging tebal warna kuning ini juga mempunyai rasa yang lezat, gurih dan pulen. Cara makan buah ini pun sangat bervariasi. Ada yang memakannya bersama susu coklat dan ea batu, ada yang memakannya dicampur dengan es krim,juga ada yang melahapnya secara langsung beruoa daging alpukat murni tanpa ada tambahan apapun. Cara terakhir diyakini cara paling sehat. Mengapa demikian? Karena kandungan alpukat secara murni akan maksimal diserap oleh usus kita, tanpa ada tambahan lemak lain yang biasanya hanya diambil rasa enaknya saja. 

Kalau menurutku, cara paling enak adalah dengan dicampur es krim. Gimana menurutmu?? 

Selamat mencoba.

-EW-

JAM BESUK PASIEN DI RUMAH SAKIT YANG BIKIN BANYAK ORANG BAPER 

Jam besuk, istilah yang dipakai untuk menjelaskan waktu yang dipersilahkan/diijinkan RS bagi pengunjung, untuk membesuk/menjenguk keluarga atau sanak saudara maupun teman yang sedang dirawat di RS tersebut. Hal ini sering membuat beberapa pengunjung kerap beradu mulut, bahkan tak jarang beradu, maaf, “jotos” antara pengunjung dengan petugas. Kedua belah pihak ini sama-sama minta dimengerti kondisinya.

Satu sisi, petugas diharuskan mentaati peraturan jadwal jam besuk, namun petugas juga harus bisa bersikap tegas terhadap pengunjung yang berkunjung diluar jam besuk, tanpa pandang bulu. Sisi lain lagi, pengunjung yang memang belum tahu mengenai jadwal besuk yang terpampang, kebetulan berasal dari daerah yang sangat jauh dari RS, atau waktu yang dipunyai pengunjung untuk besuk, tidak mendapat akses masuk ke ruangan karena jam besuk RSbsudah habis. Misalnya, bagi pekerja atau karyawan perusahaan, yang kebetulan bisa berkunjung di luar waktu tersebut.

Meski, kebutuhan besuk sangat diperlukan, terlebih karena yang dirawat adalah keluarga sendiri, namun petugas tetap tidak bisa memberikan fasilitas diluar yang seharusnya diberikan. Muncullah perasaan galau, kecewa, marah dan lain sebagainya akibat dari ketidaksinkronan kepentingan.

Beberapa tips berikut ini membantumu untuk menghindari “baper” tersebut:

1. Cari informasi dahulu mengenai jam besuk di RS tersebut, bisa dengan cara membuka web atau sekadar menanyakannya kepada keluarga pasien yang sedang menunggui pasien di RS, 

2. Perkirakan waktu tempuh antara tempat Anda menuju ke RS tersebut, sehingga bisa mengira-ngira sesampainya di RS masih dalam rentang aman jam besuk RS tersebut, 

3. Niatkan hati untuk keperluan menjenguk orang sakit, agar tetap mendapat pahala dari Allah, dan dilarang baper apabila nanti ada sesuatu hal yang ternyata diluar perkiraan, misal ban bocor dan memghabiskan waktu untuk menambalnya, sehingga sesampainya di RS, waktu besuk telah habis. Jika sudah niat di awal insya Allah meski belum berhasil membesuk pasien, pahala tetap mengalir. 

4. Pastikan terlebih dahulu, apakah pasien masih dirawat di RS tersebut dan sebaiknya informasi lengkap dengan nama lengkap pasien, alamat pasien dan ruangan pasien dirawat di RS tersebut. 

Percayalah, apapun alasannya, bagi petugas RS tetap memprioritaskan menjunjung tinggi peraturan yang sudah disosialisasi secara terbuka, termasuk jam besuk ini. Sebenarnya, kenapa jam besuk musti di buat jadwal dengan prosedur yang ketat? Tidak lain adalah demi kebaikan pasien sendiri secara umum. 

Beberapa alasan ini, bisa memberi sedikit pengertian dan setidaknya mengurangi kadar dongkol jika menghadapi situasi yang sama seperti di atas:

Bagi pasien:

1. Pengaturan jam besuk akan memberikan situasi kondusif yang terjaga, sehingga kebutuhan pasien akan istirahat di luar jam kunjung tidak terganggu,

2. Memberikan kesempatan pasien mendapatkan haknya dalam perawatan secara maksimal, misalnya: saat jam periksa dokter dalam kondisi tenang, tidak banyak pengunjung, sehingga konsultasi pasien bisa maksimal,

3. Pembatasan jam kunjung juga akan menjaga pasien dari kontaminan yang terlalu bervariasi dari para pengunjung. Hal ini terutama pada pasien dengan penyakit tertentu yang kondisi tubuhnya begitu rentan terinfekai kuman yang banyak dibawa para pengunjung dari luar ruangan, yang berujung terjadinya infeksi nosokomial pada pasien, 

4. Saat jam kunjung tertata jadwal maka kebersihan lingkungan pasien dirawat lebihbdapat dikendalikan. 

Bagi RS:

1. Ketertiban dalam mentaati peraturan jam kunjung akan lebih memudahkan manajemen RS dalam memantau kenyamanan serta keamanan pasien yang sedang dirawat, 

2. Berkurangnya resiko infeksi nosokomial lada pasien, 

3. Tercipta kondisi yang kondusif bagi tenaga kesehatan dalam melayani perawatan terhadap pasien, 

4. Tercipta keamanan yang terkendali demi kebutuhan pasien dan keluarga pasien. 

Sekelumit informasi ini, semoga penuh manfaat, terutama bagi calon pengunjung maupun kelurga pasien. 

Salam, 

-EW-

MALIOBORO, DESTINASI WISATA JOGJA YANG KINI TIBA-TIBA BERUBAH SEPI

Kalau kamu ditanya:

Kamu suka Malioboro yang super ramai? Kanan-kiri penuh sesak penjual dan berjubel para pembeli, dimana-mana tersedia pilihan cinderamata, makanan, batik dan lain sebagainya? Atau kamu justru lebih suka Malioboro yang sepi, lengang dari transaksi penjual maupun pembeli?

Semua lorong kosong, tak terkecuali deretan andong yang biasanya parkir manis di sepanjang sisi kanan jalan Malioboro Jogja. Ada apa ini?  Tanyaku dalam hati, begitu memasuki kawasan Maliobro mulai dari Taman Parkir Abu Bakar Ali yang terletak di ujung utara Malioboro. Tak satupun kulihat, rentetan pedagang kaki lima yang sudah puluhan tahun meramaikan kota ini. Kemana gerangan mereka?

Belum terjawab pertanyaan yang tiba-tiba bergelayut itu, kupaksa otak ini mengingat, apa-apa saja yang biasanya nongkrong dengan sesukanya, mulai dari tukang bakso, lesehan Malioboro siang-malam, para penjual baju batik, tas batik, aneka gelang&kalung lucu, makanan, ah entahlah berapa ratus bahkan ribu jenis dagangan lain yang belum bisa kusebut satu-persatu. Belum pernah sekalipun hal ini terjadi. Bahkan andong, dengan para kusirnya yang selalu rapi dengan belangkon dan baju beskap khas Jogja,  yang sering kali membuat perasaanku nyaman dan selalu mengingatkan aku, bahwa aku tinggal di Jogja. Sebuah kota, dimana banyak sekali orang yang bermimpi ingin sekadar singgah, berselfie maupun hunting makanan khasnya, gudeg.

Lanjut menyusuri panjangnya jalan Malioboro, masih saja lengang dengan para penjual kaki lima, yang setiap hari bergelut berlomba mencari nafkah. Tak terasa, kangen juga dengan hiruk-pikuknya Malioboro yang banyak menjadi destinasi para pelancong, baik dalam maupun luar negeri. Terlihat hanya berderet toko-toko yang tetap saja beraktifitas seperti biasanya, seolah tak terganggu dengan perubahan yang ada. Hanya saja, mereka jauh lebih terekspos dibanding hari-hari biasanya yang cenderung selalu tertutup oleh pajangan dagangan para pemburu rejeki, iya, pedagang kaki lima Malioboro.

Menginjakkan kaki di bagian selatan Malioboro, pasar Beringharjo, juga tak satupun penjual makanan yang biasanya berderet rapi dengan payung besar warna-warninya. Pecel, bakpia, klepon dan seabreg makanan tradisional lainnya, yang kerap membuat kangen. Sebenarnya, bukan mengenai rasanya yang memang enak, tapi keberadaan warung-warung beserta menu andalannya itu, yang seringkali mengajak pengunjungnya berkelana melewati waktu, menuju saat dimana banyak terekam suasana manis, yang sekarang tinggal menetap di memori terdalam, menjadi kenangan.

Semua tampak kosong. Memang, semua padagang pasar tetap saja buka, tetap saja berjualan seperti biasanya. Kejanggalan ini belum juga menemukan jawabnya. Hingga, seseorang yang kebetulan kutemui menjelaskan panjang lebar, perihal sepinya Malioboro hari ini. Beliau adalah pak Agus, pedagang batik yang sudah berpuluh tahun menjalani bisnisnya, mulai harga batik yang hanya puluhan rupiah hingga kini batik bisa bernilai jutaan rupiah. Menurut keterangan beliau, sekarang pemerintah Jogja sedang menerapkan peraturan Jogja (Malioboro) bebas pedagang kaki lima. Hal ini, menuai beberapa respon baik bagi para penjual kaki lima maupun bagi para wisatawan yang berkunjung. Bagaimanapun, tujuan dari sebuah peraturan dibentuk adalah untuk ditaati. Meski merubah banyak keadaan maupun kondisi, namun kebijakan ini banyak bermanfaat bagi masyarakat. Ditinjau dari segi kebersihan tata kota, tentu saja kondisi Malioboro bebas kaki lima akan memberikan suasana yang berbeda bagi wisatawan yang datang. Malioboro kelihatan lebih rapi dan bersih, apalagi jadwal yang dirutinkan untuk kegiatan kerja bakti ini sudah mulai diterapkan, bersamaan dengan hari Malioboro bebas pedagang kaki lima, yaitu setiap Selasa wage yang jatuh setiap 36 hari sekali atau dikenal dengan sebutan selapanan. Ya, bahkan sekarang, para pedagang kaki lima itu mempunyai waktu “libur” yang bisa digunakan sekadar untuk menenangkan hati maupun sekadar melemaskan otot yang selama ini kaku, efek dari kerja keras yang tak pernah ada ujungnya. Untuk segenap pedagang kaki lima Malioboro,  Selamat berlibur kawan, semoga besok bisa lanjut menjemput rejeki halal dengan lebih semangat lagi. Oiya, sekedar catatan, bahwa jumlah pedagang kaki lima yang setiap hari menjajakan dagangannya di Malioboro, ternyata mempunyai jumlah yang fantastis loh, yaitu lebih dari 3000. Lapak mereka berjajar memenuhi sisi kanan dan kiri Malioboro, mulai dari ujung utara hingga sampai ke perempatan titik nol Jogja.

Nah, bagaimana, kamu suka yang mana?? Malioboro ramai, penuh sesak, tapi kamu bisa temukan apa saja yang kamu inginkan di sisi kanan kiri sepanjang jalan Malioboro? Atau lebih memilih Malioboro yang bersih dan rapi dimana kamu bisa bebas ber selfie namun kehilangan berbagai pilihan tempat belanja yang murah hingga mahal hanya dengan sekali jalan?? Kalau aku sih, pilih dua-duanya, kadang pengin sepi menyendiri, kadang pengin rame-rame seru. 🙂

-EW-

DURIAN MONTONG, BUAH LEZAT YANG MENGGIURKAN, TAPI, AWAS! BERBAHAYA JIKA KEBANYAKAN!

Siapa yang tidak tergiur, melihat daging durian yang tebal dan menguning ini? Ah, hampir mayoritas penduduk negara kita, Indonesia, akan begitu menggilai buah berduri ini. Rasanya yang manis, pulen, membuat satu biji pun tak akan cukup. Perlu membelah beberapa buah durian dalam sekali makan. Apalagi jika makan durian montong ini ramai-ramai bersama teman sehati lainnya. Dijamin, belum mau bangun dari duduk sebelum kepala terasa pusing dan tengkuk terasa “cengeng”.

Awas!  Kebanyakan makan buah ini, bukannya malah membuat hati bahagia gembira tak terkira, alih-alih justru akan membuat Anda terpaksa mengunjungi dokter pribadi terdekat, karena keluhan pusing yang sekarang lebih mengalahkan rasa lezatnya. 

Buah durian montong, cenderung lebih disukai oleh penggemarnya,karena dagingnya yang tebal, rasanya yang lezat, manis, pulen dan penampilannya memang sangat memikat hati para dureners. 

Berbagai jenis penyakit yang mungkin saja bisa muncul dikarenakan terlalu banyak makan durian, antara lain:

1. Hipertensi

Seperti diketahui dari berbagai macam teori yang beredar, maka kandungan durian yang kaya akan lemak maupun zat gula akan mempengaruhi terjadinya hipertensi/tensi. Kandungan lemak yangvterakumulasi di pembuluh darah akan menyebabkan menyempitnya pembuluh darah sehingga, darah akan lebih sulit melewatinya dengan lancar. 

2. Resiko Sakit Jantung

Hampir sama dengan penjelasan pada poin 1, bahwa lemak yang terkandung pada durian akan berakumulasi membentuk sumbatan yang awalnya kecil hingga lama-kelamaan membuat buntu saluran darah. Sumbatan lemak ini, meskipun kecil sudah mampu membuat otot jantung berkontraksi lebih kuat untuk memompa darah.

3. Resiko Gangguan pada Janin

Tak jarang, kadang, ada juga ibu hamil yang tetap saja menginginkan makan buah durian walau hanya satu suapan. Tapi siapa, sih, yang rela hanya makan satu suap durian, apalagi durian unggulan seperti durian montong ini? Rasanya sayang sekali jika hanya mencicipinya saja. Bila tak buru-buru menyadari, maka kesukaan makan buah satu ini bisa membuat menyesal. Meski tak selalu berujung pada kematian janin (kecuali kalau makan duriannya begitu buanyaak ya), bahkan pada orang dewasapun jika kebanyakan pasti akan menimbulkan gangguan kesehatan. Alangkah bijaknya jika meakan buah kesayangan ini tetap memakai pertimbangan logis untuk kepentingan kesehatan. 

Sebenarnya, masih banyak sekali kemungkinan gangguan kesehatan yang disebabkan buah mahal satu ini. Namun tidak akan banyak kita bahas disini. Namun, setidaknya tips berikut ini lebih memberikan kenyamanan dan keamanan memakan buah durian ini bagi Anda yang sangat tidak bisa meninggalkannya.

– Makanlah durian hanya seperlunya saja, tidak perlu menghabiskan stok durian di penjual durian (pada kenyataannya berbagi-lah yang lebih menyelamatkanmu ketimbang dihabiskan sendirian dalam jumlah banyak, 

– Perbanyak minum air putih, boleh dengan cara dituangkan ke dalam rongga durian di kulit durian, diamkan beberapa saat, kemudian diminum air itu. Meski penelitian belum dapat menunjukkan kebenaran hal tersebut, namun pada prakteknya memang cenderung manjur setelah minum air putih dengan cara seperti itu. Mulut menjadi tidak terlalu bau durian dan pusing akan lebih sedikit munculnya. 

– Perbanyak vitamin alami dari buah-buahan lainnya. Vitamin ini setidaknya membantu menetralkan kadar lemak dalam tubuh yang merugikan. Vitamin yang oleh Allah siapkan adalah buah manggis, dimana setiap musim durian akan selalu diimbangi musim manggis, seolah kedua buah ini adalah racun dan penawarnya. 

Semoga bermanfaat, 

Salam sehat, 

-EW-