CANTIK & SEGAR BEBAS ANEMIA DI KALA HAMIL BERSAMA SUSU SGM BUNDA GENERASI MAJU

Salah satu slide materi edukasi Kehamilan di Festival SGM Bunda Generasai Maju
Salah satu slide materi edukasi Kehamilan di Festival SGM Bunda Generasai Maju

PERDARAHAN ADALAH SALAH SATU AKIBAT ANEMIA PADA IBU HAMIL

“Mbak, mohon kerjasamanya sebentar lagi, ya?” ucap dokter obgyn itu.

.

Tak biasanya, kali ini setelah bayi perempuanku lahir dan diletakkan di dadaku untuk IMD (Inisiasi Menyusu Dini), dokter itu masih terlihat sibuk.

Aku nggak tahu apa yang terjadi, karena aku terlalu asyik dengan letupan bahagia yang baru saja kudapat. Bahagia yang ajaib, mampu menyembuhkan segala rasa mulas dan sakit di seluruh tubuhku yang bersumber dari satu titik di perutku. Kontraksi Rahim.

“Mbak, ini harus dijahit lagi di bagian mulut rahim. Agak butuh kerjasama yang lebih,” dokter itu menghampiri kepalaku lagi.

“Ada apa, Dok?” tanyaku mulai khawatir.

“Ada “sedikit” perdarahan yang terus mengalir, kemungkinan ada robekan di mulut rahim,” lanjutnya menjelaskan.

“Astaghfirullah, iya Dok, yang penting bisa segera diatasi, bismillah!” saya mendekap erat bayi merah yang telanjang dengan mulutnya terus mencari-cari puting di dadaku.

Kata dokter, kemungkinan mulut rahimnya merapuh dikarenakan pemberian obat pacu yang sudah berlangsung 24 jam dan hampir tidak memberikan perkembangan pembukaan.

Selama dokter obgyn yang masih cantik itu berjibaku dengan area bawah saya yang sesekali muncul sensasi “clekat-clekit” karena tusukan jarum, tak putus saya lantunkan doa dan harapan agar bisa disegerakan teratasi.

Allah mendengarkan doaku, bayi merah yang hangat itu berhasil mendapatkan puting pertamanya, pun beriringan dengan dokter melepas sarung tangan tindakan pertanda selesai urusannya menjahit robekan jalan lahirku.

Seketika ingatanku melayang pada memori 3.5 tahun yang lalu, saat dokter Edo menjelaskan bahwa salah satu akibat dari anemia pada ibu hamil adalah terjadinya perdarahan. Perdarahan pada ibu melahirkan sangat fatal akibatnya jika tidak segera teratasi dengan baik dan cepat. Selain perdarahan, dokter itu menjelaskan lagi bahwa anemia pada ibu hamil bisa mengakibatkan efek lain seperti keguguran, bayi lahir premature, gagal jantung pada anak, kematian bayi dalam kandungan, kelainan plasenta, juga menyebabkan berat badan bayi lahir rendah.

Penyerahan hadiah dari kuis Talkshow bersama dokter ahli kandungan Festival SGM Bunda Generasi Maju Jogja
Penyerahan hadiah dari kuis Talkshow bersama dokter ahli kandungan Festival SGM Bunda Generasi Maju Jogja

Talkshow bersama dokter ahli kandungan ini saya ikuti pada acara Festival Bunda Generasi Maju yang didakan oleh SGM Bunda. Talkshow yang diberikan oleh dokter obgyn tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi secara menyeluruh seputar kehamilan.

Menurut dokter Edo, untuk menghindari kemungkinan terjadinya anemia, ibu hamil wajib mengkonsumsi nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan oleh dirinya dan bayinya. Karena kebutuhan nutrisi makro dan mikro pada ibu hamil sangat meningkat, maka SGM Bunda hadir dengan misi menghadirkan produk bernutrisi untuk mendukung kesehatan ibu hamil dan menyusui.

Salah satu slide materi edukasi Kehamilan di Festival SGM Bunda Generasai Maju
Salah satu slide materi edukasi Kehamilan di Festival SGM Bunda Generasai Maju

Dukungan dari SGM selain mengeluarkan produk bernutrisi adalah memberikan layanan edukasi tentang kehamilan yang bersifat offline di acara Festival Bunda Generasi Maju di 4 kota besar di Indonesia.

Jadwal Festival Bunda Generasi Maju:

Date City Venue
Minggu, 21 April 2019 Surabaya Lap. Parkir Grand City Mall Surabaya
Minggu, 28 April 2019 Yogyakarta Jogja Expo Center
Minggu, 21 Juli 2019 Jakarta Park & Ride Thamrin Lot Jakarta
Minggu, 28 Juli 2019 Bandung Taman GOR Saparua Bandung

Nutrisi lengkap sangat penting untuk menyokong kebutuhan nutrisi lengkap untuk proses tumbuh kembang juga pembentukan organ pada janin. Masa tumbuh kembang 1000 hari pertama kehidupannya dimulai dari kehamilan.

Ibu hamil harus terpenuhi kebutuhan nutrisi yang sangat penting untuk tumbuh kembang janin. Nutirisi penting itu Antara lain: Zat besi, asam folat, calsium juga vitamin D.

Kreasi Susu SGM varian Cokelat_Cokelat Lapis Alpukat
Kreasi Susu SGM varian Cokelat_Cokelat Lapis Alpukat

Selain talkshow langsung bersama pakar ahli dokter kandungan di panggung, juga ada 4 Area Bunda yang  berisi kegiatan edukatif dan menyenangkan:

AREA BUNDA:

No Area Kegiatan
1. Bunda Sehat Konsultasi Kehamilan dan USG dengan tenaga kesehatan
2. Bunda Santai Relaksasi berupa totok wajah dan massage, didukung tenaga professional dari Mom & Jo
3. Bunda Cerdas Games edukatif berhadiah, Mitos vs Fakta seputar kehamilan
4. Bunda Jajan Jajanan lezat untuk ibu hamil
Massage totok wajah di Area Bunda Santai Festival SGM Bunda Generasi Maju
Massage totok wajah di Area Bunda Santai Festival SGM Bunda Generasi Maju

Rangkaian acara pada siang hari setelah puas berkonsultasi dan mendengarkan materi dari dokter kandungan, dilanjutkan dengan Yoga bersama suami dipandu oleh instruktur professional yoga kehamilan. Di acara ini ibu hamil dan pasangan diajak untuk melakukan gerakan-gerakan yoga yang melibatkan interaksi pasangan. Gerakan-gerakan ini dipilih untuk meningkatkan bounding antara ibu hamil dan pasangan sehingga diharapkan akan memberikan efek yang positif untuk meraih kebahgiaan dan optimis dalam menyambut kelahiran buah hati tanpa rata takut dan khawatir.

Area Bunda Sehat Pemeriksaan USG dan Konsultasi ibu hamil oleh tenaga kesehatan Festival SGM Bunda Generasi Maju
Area Bunda Sehat Pemeriksaan USG dan Konsultasi ibu hamil oleh tenaga kesehatan Festival SGM Bunda Generasi Maju

Selain yoga bersama pasangan, ibu hamil yang berkunjung di Festival SGM Bunda Generasi Maju juga diberrikan fasilitas untuk berkonsultasi bersama tenaga kesehatan seputar kehamilan, bahkan disediakan pemeriksaan USG gratis selama acara untuk memeriksa keadaan janin di dalam kandungan di Area Bunda Sehat.

Mengapa Harus SGM Bunda?

Setelah menguatkan bounding dengan pasangan melalui Yoga bersama suami, pengunjung festifal diajak untuk mengikuti cooking demo yang dipandu oleh Chef Anton Yanuwar bersama istri. Cooking demo kali ini mengkreasikan susu SGM Bunda dengan formula complinutri-nya untuk disulap menjadi hidangan-hidangan lezat dan segar.

Berikut ini adalah komposisi SGM dengan formula Complinutri:

Kandungan Manfaat
Tinggi Zat Besi Mendukung pencegahan anemia pada bunda
Tinggi Asam Folat Mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin
Tinggi Kalsium&Vitamin D Membantu pembentukan tulang janin
Minyak Ikan Mendukung perkembangan saraf dan otak janin

Menurut Chef, saat minum susu yang mainstream sudah membosankan, ibu hamil tetap dapat mengkonsumsinya dalam bentuk hidangan lain selain susu hangat. Dengan dikreasikan menjadi aneka minuman zaman now, diharapkan taka da lagi alasan untuk tidak meminumnya karena eneg dan lain-lain.

Kreasi susu SGM antara lain:

Cooking Demo Kreasi Susu SGM Bunda Generasi Maju Jogja
Cooking Demo Kreasi Susu SGM Bunda Generasi Maju Jogja
  1. Es Jeruk Pelangi

Menggunakan bahan dasar susu SGM Bunda rasa Jeruk yang diblender dicampur dengan aneka warna jeli atau agar-agar.

  1. Es Strawberry Sirsak

Berbahan dasar susu SGM varian Strawberry dipadu dengan jus sirsak.

  1. Es cokelat lapis alpukat

Berbahan dasar susu SGM varian cokelat yang diblender, kemudian disusun berlapis dengan jus alpukat yang kental tanpa gula dan diberi toping coco crunch.

Bunda-bunda yang hadir di acara itu juga diberikan tips-tips agar menyajikan susu SGM nya lebih kreatif lagi untuk menghindari rasa bosan dan eneg. Konsumsi susu SGM Bunda hanya membutuhkan satu gelas per hari.

Beauty class dari Wardah di Festival SGM Bunda Generasi Maju
Beauty class dari Wardah di Festival SGM Bunda Generasi Maju

Setelah merasakan segarnya minuman kreasi susu SGM Bunda, acara ditutup dengan Beauty Class dari Wardah. Selama hamil tentu saja seorang perempuan harus tetap terlihat cantik dan segar. Oleh karena itu, perempuan hamil juga tetap diperbolehkan perawatan kulit wajahnya. Namun, pada saat hamil, perempuan harus lebih berhati-hati memilih produk kecantikan yang tidak berbahaya bagi kesehatan janin. Formula kecantikan yang berbahaya adalah produk kecantikan yang mengandung mercuri.

Selain menjelaskan bahwa produk-produk kecantikan dari wardah aman dari zat-zat tersebut, juga diberikan beberapa tips perawatan wajah bagi ibu hamil agar kulitnya tetap kinclong dan glowing. Menurutnya, perempuan hamil masih diharuskan untuk membersihkan wajah setiap hari minimal 2 kali. Kemudian untuk kebutuhan eksfoliasi kulit mati, boleh dilakukan scrub wajah seminggu sekali dilanjtukan dengan pemakaian masker wajah yang aman. Perempuan hamil juga masih diperbolehkan menggunakan cream malam dan pagi selama produk yang digunakan terbebas dari kandungan zat yang berbahaya, tutup gadis cantik dari Wardah tersebut.

Keseruan acara Festival SGM Bunda Generasi Maju selengkapnya dapat ditonton di:

Karena Hijrah Hanya Butuh Kata “Sekarang” Jangan Tunda #AyoHijrah Bersama Bank Muamalat Indonesia

Ayo Hijrah Bank Muamalat
Ayo Hijrah Bank Muamalat
Ayo Hijrah Bank Muamalat

“Duaarr! Brraaakk!” kardus kosong berwarna cokelat itu melesat, menabrak dinding yang terbuat dari tripleks berwarna cokelat. Badanku gemetar karena marah. Entah marah pada diri sendiri atau marah kepada siapa.

Mama menolak semua argumen saya untuk meminjam uang ke bank. Bukan kah kemarin mama sendiri yang membuka ide ini? Juga menyuruhku untuk hunting informasi mengenai peminjaman uang?

Setidaknya dari seratus juta yang kita ajukan sudah di-acc oleh sebuah bank sebesar 60 juta. Jumlah yang menurutku masih cukup untuk merealisasikan pembangunan ruko yang kita impikan. Kita peroleh mudah hanya dengan membayar angsuran selama 5 tahun.

Mama menggeleng, tetap bersikeras untuk tidak memberikan sertifikat rumah yang kami tempati.

Mama masuk kamar dengan hati yang remuk. Sedangkan aku tak tahu harus berkata apa.

Seperti biasa hanya dengan saling diam beberapa waktu saja, kami sudah lumer lagi. Akrab lagi, tanpa ada yang perlu dibahas atau siapa meminta maaf pada siapa.

***

“Mbak, bagus ndak? Kegedean, ya?” pertanyaannya memberondong. Seolah menuntut untuk kujawab, “Bagus! Enggak kegedan, kok!”

Mama masih saja berputar mematut diri di depanku yang masih bingung mau jawab apa.

Hanya senyuman sinis yang sekuat tenaga kusembunyikan.

Ya iyalah, enggak cuma kegedean, tapi kegedean banget! Batinku berteriak. Sedangkan bibirku masih saja senyum separo. Tahu kan artinya senyum separo?

Gimana enggak, aku tu masih belum bisa menerima mama memakai jilbab yang panjangnya melampaui lipat lutut di bagian belakang.

“Kedodoran, Mama! Enggak risih apa?” Aku berusaha memberi penilaian semanis mungkin, namun entah mengapa yang keluar tetap saja kalimat jahat!

Bukan karena aku tak suka, tapi karena aku yakin semua itu akan berbuntut juga padaku. Memakai baju longgar dan jilbab super lebar? Dan, aku enggak suka!

Ternyata benar, meski tak pernah sekali pun mengungkapkannya, mama selalu menginginkan aku untuk mengikuti gaya pakaiannya.

Hijrah, istilah yang dipakainya. Sedangkan aku, aaarrgghh! Ribeet!

Aku lebih suka penampilan yang rapi, simpel, energik dan tomboy tapi cantik. Gimana mau pakai baju kedodoran seperti itu sedangkan aku naik motor tiger yang mengharuskan pakai celana?

Lagi-lagi mama tidak suka aku mengendarai motor tiger. Selain “saru” naik motor tiger juga menurutnya terlalu memaksakan diri. Seberapa kuat sih tangan perempuan untuk menguasai motor segede itu?

Khawatir, sebenarnya mungkin itulah yang pengin diungkapkannya tapi tak pernah terucap.

Mama tak bergeming, seolah tak mempedulikan apa pun jawabanku. Dia masih saja senyum-senyum puas sambil sesekali memutar badan. Gamis dan jilbab bunga-bunga orange yang sedang di-fitting itu memang baru dibelinya. Melebihi besarnya ukuran jilbab yang sudah besar sebelum-sebelumnya. Mama tak peduli dengan penolakan halusku terhadap semua ajakannya untuk memperbaiki pakaian.

Tentu saja Mama tak serta merta protes dengan jilbabku yang masih kuikat ke belakang leher. Boro-boro jilbab besar menjuntai menutupi dada dan pantat, lengan baju saja masih ¾ atau paling panjang ya 7/8 lah. Apalagi kaos kaki? Kaos kaki itu musuh buatku. Aku paling risih memakai kaos kaki, kayak orang sakit! Ndeso!

Namun, Mama selalu punya cara, ia sengaja membiarkan pikiranku kepo (Knowing Every of Particular Obaject). Ia terus saja fokus dan menikmati proses hijrahnya. Baju longgar, kerudung besar, kaos kaki dan di setiap waktu luang ia akan sibuk dengan gadgetnya.

“Yeay, katanya hijrah, tapi masih aja main gadget!” sindirku.

Ah paling WA-an, youtube atau baca gosip-gosip artis tak bermutu,” lanjutku lagi.

Mama hanya senyum sekilas.

Siapa sangka, kesibukan mama dengan gawai barunya ternyata untuk mendengarkan lantunan ayat suci al quran. Mama mulai menghafalkan juz 30. Dan mama sudah berhasil menghafalkan surat An-Naba?

Ampuni aku, Ya Rabb telah su’udzan pada Mama! Diam-diam aku mengikuti jejaknya, mulai menghafalkan surat-surat di juz 30 meskipun jilbabku masih sebatas bahu dan diikat ke belakang leher.

Perempuan sabar yang menurutku paling cantik sedunia itu tak pernah protes dengan semua prasangkaku. Dia terus saja menikmati setiap detik yang berjalan, tak pernah sedikit pun memaksaku untuk mengikuti kemauannya tanpa aku sendiri menyadarinya.

Tapi kapan?? Ah, Mama!

Tiba-tiba, tanpa disuruh lagi, kini aku lebih nyaman dengan semua pakaian yang mama pamerkan tempo hari. Baju bunga orange longgar, kerudung super besar, kaos kaki, baju lengan panjang menutupi pergelangan tangan.

“Ma, bahkan semua baju yang mama beli terakhir, yang kau pamer-pamerkan agar aku ikut menyukainya, kini aku memakainya tanpa kau minta,” bisikku lirih pada diri sendiri.

“Aku memakainya, Mama. Lihat!” lagi-lagi hanya bayanganku sendiri yang dapat kulihat di cermin lemari yang biasanya aku dan mama berkaca bersama.

Dengan suka rela, dengan kesadaran diri yang penuh, dengan perasaan rindu hijrah yang nyata.

Tapi, kenapa tak ada senyum lagi yang menyungging tanda bangga? Ke mana senyum itu Mama? Apakah aku yang terlambat? Aku terlambat hijrah?

Mamaa! Dengarkan aku! Putrimu kini hijrah, Ma! Tolong lihat lah sejenak! Didikanmu tak pernah sia-sia.

“Mamaaa, harusnya dulu aku lebarkan senyuman dan mengajakmu berdandan yang cantik dengan pakaian baru kita! Pakaian yang menutupi seluruh aurat kita, Ma! Harusnya dulu kujawab bagus banget dengan penuh takzim saat mama mencoba baju baru itu, harusnyaa….” Aku hanya bisa menelungkupkan wajah di lipatan baju-baju hijrahmu, yang lunglai tanpa ragamu menegakkannya.

Kata siapa, tak ada kata terlambat! Bohong!! Bagiku, semua begitu terlambat!

Aku menyadari semuanya setelah mama yang tak pernah mengeluh tiba-tiba tak berdaya.

Helaan nafasnya yang terkahir kalinya, bahkan begitu lekat di pelupuk mata ini.

Mama dipilih Allah untuk dipanggil lebih dulu menghadap-Nya. Tanpa apapun tanda, tanpa apapun isyarat. Tiba-tiba di kala semua bahagia.

Maafkan aku yang durhaka, Ma!

Sampai kapan pun pesanmu tak akan pernah usang buatku. Biarkan kuteruskan!

Biarlah baju dan kerudung baru super kedodoran yang dulu kubenci namun begitu kaucintai, menjadi usang di tubuhku, Mama. Semoga seberapa pun pahala yang dihasilkan dari memakainya akan mengalir seluruhnya untukmu, di sana!

Aku sangat merindumu, Ma!

***

Apa pun bentuknya hijrah, selalu tak mampu sendirian. Harus ada teman, harus ada kawan untuk terus saling mengingatkan. Hijrah itu anugrah. Hijrah itu rahmat yang tak ternilai. Hijrah itu tenang dan damai antara lahiriah juga batiniah.

bank muamalat
Bank Muamalat

Dalam rangka mendukung hijrah dari pola kehidupan yang kurang baik menjadi kehidupan yang lebih baik dan berkah, Bank Muamalat mengajak masyarakat untuk mengikuti gerakan #AyoHijrah.

Bank syariah pertama di Indonesia ini menyelenggarakan Grand Launching Ayo Hijrah pada tanggal 8 Oktober 2018. Siap menjadi partner yang mendukung 100% perubahan dari segala aspek kehidupan. Mulai dari hijrah ibadah, hijrah cara berpakaian, hingga hijrah cara bertransaksi keuangan yang tak bisa lepas dari seluruh rangkaian kehidupan umat Islam di mana pun berada.

Apa Itu #AyoHijrah?

#Ayohijrah
#Ayohijrah
Ayo Hijrah Bank Muamalat
Ayo Hijrah Bank Muamalat

Wah si Fulan sudah hijrah, loh! Masa kamu mau gini-gini saja? terkadang obrolan ringan seperti itu sering kita dengar di sekitar kita. Artis hijrah, pejabat hijrah, seniman hijrah, dokter hijrah, polisi hijrah dan masih banyak lagi lainnya. Lalu, apa sih sebenarnya arti hijrah yang sesungguhnya?

Kita sering mengartikan kata hijrah dengan berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Namun bisa jadi hijrah kita artikan berpindah dari satu hal kurang baik menjadi hal yang lebih baik.

Makna yang kedua inilah yang akhir-akhir ini mulai menggaung di telinga masyarakaat. Hijrah berbondong-bondong. Bukan karena trend atau gaya, tentu saja ada pengaruh teknologi kekinian yang menyebabkan media sosial begitu menguasai segala aspek kebutuhan hidup. Apapun berita yang terjadi di dunia ini bisa dengan mudah di akses oleh seluruh manusia.

Termasuk dengan hijrah yang sekarang mengalami peningkatan value. Hijrah itu keren, demikian yang ditunjukkan oleh banyak orang yang lebih dulu melakukan tindakan positif itu. Rupanya hijrah merupakan satu langkah yang membuat seseorang menjadi lebih baik dari sebelumnya. Menjadi tenang, sabar, tenteram dan banyak perasaan nyaman lainnya. Orang yang hijrah akan memberikan nuansa yang positif di mana pun dirinya berada.

Hal inilah yang menyebabkan hijrah menjadi hal yang mulai dilirik oleh masyarakat terutama anak muda yang sedang mulai mencari jati diri.

Bank Muamalat tak ingin ketinggalan dengan animo positif ini. Melalui berbagai programnya, Bank Muamalat Indonesia juga mensupport gerakan #AyoHijrah untuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang ingin berpindah dari keadaan yang kurang baik menjadi keadaan yang lebih baik.

Apa Itu Bank Muamalat?

bank muamalat
Bank Muamalat

Bank Muamalat Indonesia merupakan Bank pertama yang menggunakan sistem murni syariah. Dalam gerakan #Ayo Hijrah Bank Muamalat Indonesia memiliki dua fungsi utama, yaitu:

  1. Sebagai penyedia layanan perbankan syariah
  2. Menjadi agen penyemangat umat untuk terus meningkatkan diri ke arah ajaran Islam yang baik, sempurna dan menyeluruh (Kaffah) dengan cara melakukan tindakan untuk hijrah dalam hal ibadah dan juga tata kelola keuangan.

Cara Kerja Bank Muamalat Indonesia

Bank Muamalat Indonesia menjaga seluruh transaksi keuangan dengan nasabahnya dari segala macam unsur riba yang memungkinkan terkandung di dalamnya. Bank ini memulai seluruh transaksinya dengan memilih akad-akad yang dibenarkan menurut syariat Islam.

Akad adalah perikatan antara Bank dan Nasabah dengan cara yang disyariatkan dan memiliki dampak hukum yang sah.

Sebagaimana bank pada umumnya, kedudukan bunga pada investasi maupun tabungan menjadi daya tarik tersendiri yang ditawarkan. Bank ini menjaganya semenjak akad di awal.

Saat bank lain mengunggulkan bunga yang tinggi, justru Bank Muamalat ini memberikan pilihan untuk akad tabungan di awal hanya sebatas menitipkan uang saja tanpa adanya bagi hasil di dalamnya, atau pengelolaan uang dengan bagi hasil di dalamnya yang memenuhi kaidah-kaidah sesuai dengan syariat Islam.

Bank Muamalat mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama meningkatkan kualitas hidup ke arah yang lebih baik dalam segala hal. Menggunakan nilai Islam sebagai hubungan kita dengan Sang Pencipta juga sebagai Jalan hidup (Way of Life) untuk mengajak semua menjalani hidup sesuai tuntunan Islam yang baik dan berkah.

#AyoHijrah Bank Muamalat hadir dalam layanan perbankan melalui layanan perbankan syariah untuk hidup yang lebih berkah.

Tujuan Gerakan #AyoHijrah

Tujuannya dicetuskannya gerakan #AyoHijrah adalah untuk meningkatkan kualitas diri baik sebagai individu maupun sebagai oraganisasi. Mengajak masyarakat untuk kaffah (menyeluruh) dalam menjalankan syariat islam khususnya dalam konteks layanan perbankan syariah.

Bank Muamalat memiliki cita-cita untuk menyetarakan pertumbuhan nasabah Bank Syariah agar setara dengan kondisi rakyat Indonesia yang mayoritas muslim.

Bentuk dan Gerakan #AyoHijrah

Bank Muamalat mengajak masyarakat untuk meningkatkan diri dalam berbagai bidang, khususnya berpindah menggunakan layanan Bank Syariah untuk hidup tenang dan berkah.

Berikut ini berbagai kegiatan yang dilakukan dalam gerakan #AyoHijrah antara lain:

  • Seminar / edukasi tentang perbankan syariah
  • Open Booth di pusat kegiatan masyarakat
  • Kajian Islami dengan narasumber dari kalangan ulama
  • Pemberdayaan masjid sebagai salah satu agen perbankan syariah.

Mengapa masyarakat harus hijrah berpindah ke Bank Muamalat?

Alasan mendasar bagi masyarakat harus hijrah ke Bank Muamalat, karena:

  • Bank Muamalat Indonesia adalah Bank pertama murni syariah di Indonesia yang berdiri sejak 1992
  • Bank Muamalat tidak menginduk dari Bank lain, sehingga terjaga kemurniannya.
  • Pengelolaan dana berdasar prinsip-prinsip ekonomi syariah, dikawal dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah
  • Memiliki produk dan layanan lengkap dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas Mobile Banking, Internet Banking Muamalat dan Jaringan ATM, serta kantor cabang hingga ke luar negeri.

Semua produk Bank Muamalat semenjak adanya gerakan #AyoHijrah diganti dengan nama baru dengan tujuan agar lebih mendapatkan berkah dari Allah SWT. Nama-nama produk Bank Muamalat yang baru antara lain:

  • Tabungan iB HIjrah
  • Tabungan iB Hijrah Haji & Umrah
  • Tabungan iB Rencana
  • Tabungan iB Prima
  • Tabungan iB Prima Berhadiah
  • Tabungan Deposito iB HIjrah
  • Tabungan Giro iB HIjrah
  • Pembiayaan Rumah iB Hijrah Angsuran Super Ringan

Bank Muamalat memiliki impian dengan adanya gerakan #AyoHijrah untuk memperbaiki tata kelola keuangan masyarakat Indonesa yang mayoritas muslim, yaitu menjadikan Bank Muamalat sebagai pusat dari Ekosistem Ekonomi Syariah & turut membangun industri halal di Indonesia dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.

Bagaimana masyarakat dapat mengakses dan mempelajari gerakan #AyoHIjrah beserta produk dan program Bank Muamalat? Secara lengkap bank Muamalat aktif melakukan dan membagi bermacam informasi terkait aktifitas keuangan maupun transaksi keuangan masyarakat yang diupayakan selalu mengikuti syariat Islam.

Media sosial Bank Muamalat dapat diakses di alamat berikut:

Facebook: Bank Muamalat Indonesia

Instagram: Bank.Muamalat

Twitter: Bank.Muamalat

Youtube: Bank Muamalat

Web: www.bankmuamalat.co.id

Pengalamanku menjadi Nasabah Bank Muamalat Indonesia:

Buku Rekening Bank Muamalat iB Hijrah
Buku Rekening Bank Muamalat iB Hijrah

“Ibu mau mengambil akad yang mana? Yang pertama akad Wadiah Yad Dhamanah, kedua adalah akad Mudharabah Muthlaqah,” tutur petugas berbaju batik itu sopan.

Entah berapa tahun yang lalu saya pernah membuka rekening di bank ini tapi sekarang sudah hangus karena lama tidak digunakan.

“Ehm, bedanya apa ya, Mas?” tanya saya bingung.

“Kalau akad yang pertama Pemilik Dana menitipkan uangnya di Penyimpan Dana, namun tidak ada porsi bagi hasil di dalamnya. Akad yang kedua Pemilik Dana (Nasabah) menanamkan dananya kepada Pengelola Dana untuk kegiatan usaha yang sesuai syariah, dan ada porsi bagi hasil di dalamnya,” paparnya.

“Itu rekening tabungan?”

“Iya, betul!”

“Ehm, untuk fasilitas atm atau besaran transaksi per hari adakah perbedaan di antara kedua akad tersebut?”

“Tidak, Bu. Untuk fasilitas ATM beserta limit transaksi per hari sampai biaya administrasi ikut ke jenis ATM yang ibu pilih, Oiya sebagai tambahan informasi , Bu, untuk akad yang Ibu pilih tadi (Wadiah Yad Dhamanah) tidak dikenakan biaya administrasi bulanan,”jelasnya lagi.

ATM Bank Mualamat SharE IHRAM
ATM Bank Mualamat SharE IHRAM

“Oke, saya ambil akad menitipkan saja, Mas!” jawab saya yakin.

“Baik, Bu! Saya izin menyiapkan semua berkasnya dulu ya!” pamitnya.

“Silakan, Mas!” ucap saya sambil menimang-nimang contoh ATM yang diberikan oleh Mas petugas itu.

Semenjak saya tahu mengenai keburukan riba, saya jadi takut untuk melakukan transaksi keuangan.  Sedikit saja ada unsur riba akan menyebabkan ketidaktenangan hingga kehancuran hidup kita. Insyaallah, dengan menjadi nasabah Bank Muamalat Indonesia saya semakin yakin dengan keamanan transaksi keuangan saya, baik keamanan yang bersifat dunia maupun keamanan yang bersifat akhirat.

***

Ada 4 macam ATM yang ditawarkan oleh Bank Muamalat dengan masing-masing fasilitas di dalamnya:

ATM Bank Muamalat
ATM Bank Muamalat

Kartu SharE Debit – Limit Transaksi Harian:

Keterangan SharE Debit Reguler & Classic SharE Debit Gold & IHRAM
Tarik Tunai Rp 5.000.000,- Rp 10.000.000,-
Transfer Sesama Bank Muamalat Rp 25.000.000,- Rp 50.000.000,-
Transfer ke Bank Lain Rp 10.000.000,- Rp 25.000.000,-
Belanja di toko/merchant/EDC Rp 25.000.000,- Rp 50.000.000,-
Pembelian Sesuai Saldo
Pembayaran Sesuai Saldo

Catatan:

  1. ATM SharE Debit Reguler hanya dapat digunakan untuk bertransaksi di level nasional dalam negeri
  2. ATM SharE Debit Classic dapat digunakan untuk bertransaksi di level nasional Indonesia dan sebagian luar negeri (Malaysia)
  3. ATM SharE Debit Gold dan IHRAM dapat digunakan untuk bertransaksi di mancanegara

Saya mengenal bank Muamalat semenjak tahun 2008. Waktu itu saya membuka rekening ini di Jogja untuk keperluan transfer gaji kerja saya. Semenjak saya berpindah tempat kerja hingga sekarang, rupanya dilacak lagi sudah tidak available. Sudah hangus, kata masnya.

Dulu, sebelum saya tahu apa itu hukum bertransaksi riba, bagi hasil atau bunga tabungan tak pernah saya hiraukan dan saya tak ambil pusing. Baru sekarang lah saya sangat hati-hati terhadap apapun transaksi keuangan saya.

Tentang Riba dan Cara Bank Muamalat Menyelamatkan Nasabah dari Keburukannya.

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang beriman. Jika kamu tidak melaksanakannya, maka umumkanlah perang dari Allah dan Rasul-Nya. Tetapi jika kamu bertaubat, maka kamu berhak atas pokok hartamu. Kamu tidak berbuat zalim (merugikan) dan tidak dizalimi (dirugikan).

(Q.S: Al Baqarah: 278-279)

Bertumpu ada ayat mengenai riba itulah Bank Muamalat berupaya sedemikian rupa untuk menyelamatkan pengelolaan uang masyarakatdari keburukan riba. Bank Muamalat ingin mengajak masyarakat Indonesia secara umum untuk dapat berhijrah memilih jalan yang lebih baik dari sebelumnya, agar tercapai kualitas hidup yang lebih baik dan berkah di mata Allah SWT.

Jadi sudahkah kamu buka rekening di Bank Muamalat? Selamatkan transaksimu sekarang juga! Kunjungi Bank Muamalat terdekat, insyaallah penuh berkah!

Wassalamu’alaikum wr.wb

Hormat saya,

Eka Wahyuni

Sumber informasi:

  1. Wawancara langsung dengan Customer Service Bank Muamalat Indonesia
  2. Website Bank Muamalat Indonesia

*Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog #AyoHijrah Berani Lebih Baik yang diadakan oleh Bank Muamalat Indonesia

Inspirasi Bisnis Dari Telur Gulung Di Gelar Produk UKM Kampus 4 UAD Yogyakarta

Inspirasi Bisnis Dari Sekotak Telur Gulung Di Gelar Produk UKM

Mas Yusuf Penjual Telur Gulung di Gelar Produk Makanan Minuman Craft dan Fashion Istimewa Yogyakarta
Mas Yusuf Penjual Telur Gulung di Gelar Produk Makanan Minuman Craft dan Fashion Istimewa Yogyakarta

“Sehari bisa habis berapa kilo telur,Mas?” tanyaku pada laki-laki yang akrab dipanggil Mas Yusuf ini.

“Ya, enggak pasti, Mbak. Rata-rata ya 4 kilo, lah!” jawabnya sambil tersipu.

Sik-sik, bentar, Mas! 4 kilo itu berarti sekitar 60-65 butir telur sehari?” mataku hampir melotot, kagum dan tak mengira bisa segitu banyaknya.

“Iya, sekitar segitu, Mbak!” tuturnya sambil memberikan seulas senyum.

“Masnya kok bisa tahu ada pameran ini?” tanyaku lagi.

“Iya, Mbak, kebetulan saya ikut komunitas bisnis Yogyakarta, jadi pas ada informasi ini saya langsung tahu. Saya juga sudah sering mengikuti pameran semacam ini,” jawabnya yakin.

“Cara daftarnya gimana sih Mas?”

“Kita langsung mendaftar di PLUT-KUMKM DI Yogyakarta Mbak, sekitar sebulan sebelum acara berlangsung,” paparnya.

“Oh, berarti informasinya update terus ya, Mas?”

“Betul, Mbak. Banyak sekali kegiatannya, Alhamdulillah jadi banyak saudara dan bisnis juga semakin lancar.” Dia memungkasi obrolan kami.

Tangannya masih saja sibuk memutar-mutar lidi panjang menggulung adonan telur yang sedang mengapung di permukaan minyak panas di wajan.

Aku menyerahkan satu paket telur gulung yang terbungkus mika ke Aishya. Dia balitaku yang kuajak berkeliling di “Gelar Produk UKM Makanan, Minuman, Craft dan Fashion Istimewa” pada hari Selasa, 30 April 2019 sekira pukul 14.00 WIB di Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan Ringroad Selatan Yogyakarta. Jajanan yang paling disukainya itu langsung dilahapnya, tanpa saos maupun kecap. Dia lebih suka yang original.

Mas Yusuf termasuk generasi muda pandai membaca situasi dan peluang. Dia sudah melakoni bisnis yang sering digolongkan sepele ini sejak 4 tahun yang lalu. Iya tak pernah malu menjalaninya. Menurutnya, generasi muda yang masih mengutamakan malu untuk melakukan bisnis kecil semacam ini akan ketinggal jauh dengan para pemuda yang lebih cerdas mengambil kesempatan seperti ini.

Selain di pameran-pameran, pemuda yang baru menikah 3 bulan ini mengaku setiap hari berjualan di sekolah-sekolah SD, sedangkan hari Minggu di mana sekolah-sekolah libur, ia akan bergeser mencari tempat yang juga ramai dikunjungi oleh banyak orang. Dia memilih berjualan di lokasi depan JEC (Jogja Expo Center) setiap hari Minggu.

Memang, bisnis ini terlihat sepele namun ternyata sangat digemari oleh masyarakat terutama anak-anak hingga mahasiswa. Dengan harga cukup 5 ribu saja kita sudah bisa mendapatkan sepaket telur gulung berbungkus mika yang berisi 4 pcs telur gulung.

“O, iya Mas, Tanya lagi ya, untuk setiap butirnya bisa disulap menjadi berapa tusuk telur gulung?” pertanyaan saya menyelidik.

“Biasanya untuk 1 butir telur bisa jadi 4 tusuk telur gulung, satu porsi Mbak!” jawabnya menjelaskan.

Hmm, jadi kalau sehari saja mampu menghabiskan 4 kg telur alias 60-65 butir telur, maka pendapatan kotornya bisa mencapai 300.000 hingga 325.000 rupiah. Tuh kan! kalau dilihat dari tusukan telur gulungnya memang kecil tapi begitu menghitung akumulasi pendapatan sehari bisa mencapai 300ribu, ada yang masih berpikir bahwa bisnis ini sepele?

Bisa dimudahkan lagi simulasi penghitungannya. Karena biasanya pendapatan atau income dihitungnyanya per bulan, maka jika sehari 300ribu – 325ribu, untuk sebulan bisa 9 juta – 9.75 juta, loh! Masih menganggapnya remeh?

Pisang Tuman Rasanya Bikin Tuman

Pisang Tuman Selingkuh Aneka Rasa
Pisang Tuman (Sayang, Selingkuh, Baper, Hoax) Aneka Rasa

Selain telur gulung ada banyak sekali pelaku UKM lainnya. Tepat di sebelah kanan telur gulung terdapat stand Pisang Tuman. Tuman diambil dari Bahasa Jawa yang artinya ketagihan. Dari lirikan pertama pandanganku langsung tertuju pada nama masing-masing menu pisang nugget itu. Ada pisang Tuman Sayang, Pisang Tuman Baper, Pisang Tuman Selingkuh, dan Juga Pisang Tuman Hoax.

Pisang Tuman
Pisang Tuman

Menurut Tia, pelaku usaha pisang nugget ini yang sudah menjalani bisnisnya sejak 5 baulan yang lalu, memilih nama-nama tersebut agar mendapat perhatian khusus bagi para calon pelanggannya. Iya sih, sama-sama pisang nugget, rasanya juga sama dengan aneka toping mulai dari cokelat, greentea, oreo, chocochips dan lain-lain, tapi dengan nama yang unik terkadang bisa membuat orang jatuh hati dan lebih memilihnya hanya karena sedang baper, atau sayang atau selingkuh? Jadi, silakan memilih sesuai dengan suasa hati yang kamu rasakan ya! Ada-ada saja ya kreasi anak zaman now!

Di depannya stand telur gulung ada sate cumi yang lagi ngehits. Sate ini dibakar langsung saat kita memesannya. Pembakarannya pun unik, menggunakan api bawah (kompor) dan api atas yang langsung dipantik dari tabung gas kecil. Unik sekali cara masaknya. Makanan ini mungkin ada sekitar 3 atau 4 yang stand dengan menu serupa.

Cao Kelor Pegagan

Mencicipi Cao Kelor Pegagan Bu Fat Yogyakarta
Mencicipi Cao Kelor Pegagan Bu Fat Yogyakarta

Beberapa langkah dari stand Sate Cumi ada produk minuman yang juga cukup unik dan tradisional. Cao kelor Pegagan. Namanya Mbak Shita, penjual minuman sehat ini mengaku sudah sekitar 2 tahunan menjalani bisnis itu. Bisnis yang dijalankan melalui kolaborasi dengan Bu Fat sebagai formulator ini melayani pesanan-pesanan dari ibu-ibu arisan. Juga rutin memasarkannya lewat WA maupun media sosial seperti Instagram.

Cao Daun Kelor dan Daun Pegagan
Cao Daun Kelor dan Daun Pegagan

Selain rasanya yang segar, minuman ini ternyata memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Diantara manfaat daun kelor antara lain,  memiliki kandungan 7 kali vitamin C pada jeruk, 4 kali kandungan calcium pada susu, 4 kali kandungan vitamin A pada wortel, 2 kali kandungan protein dalam susu, serta 3 kali kandungan potasium dalam pisang.

Sedangkan manfaat daun pegagan antara lain: meningkatkan daya ingat dan kecerdasan, mempercepat penyembuhan luka, anti thrombosis, antiseptik dan juga melancarkan peredaran darah.

Ternyata jika kita telusuri lebih dalam, banyak sekali tumbuhan yang bisa kita manfaatkan sebagai bahan makanan atau minuman yang di dalamnya banyak sekali kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh kita.

Es Jeruk Baby Segar Alami

Jeruk Baby Kaya Serat Anti Sembelit dan Meningkatkan Daya Tahan tubuh
Jeruk Baby Kaya Serat Anti Sembelit dan Meningkatkan Daya Tahan tubuh

Tak jauh dari es Cao Kelor Pegagan, tampak stand minuman lain yang tak kalah segarnya. Es Jeruk Baby Orange Segar Alami. Dari tumpukan butiran jeruk baby terbelah yang segar bisa dibayangkan betapa segar perasan jeruk itu dipadu dengan es batu. Meski cuaca mendung, rupanya es tetap menjadi pilihan untuk menghalau rasa haus yang diakibatkan oleh gerahnya cuaca.

Es Jeruk Baby Orange Segar Alami
Es Jeruk Baby Orange Segar Alami

Pak Indra namanya, mengaku lebih memilih menu minuman ini untuk dijual karena cara menyajikannya simpel dan banyak dicari pembeli. Minuman 100% air jeruk ini sehat karena tidak ditambahkan gula sedikitpun. Bapak ini mengaku sudah mengikuti kegiatan pameran semacam ini sejak 5 tahun yang lalu. Bahkan tak hanya dalam kota Jogja saja, beberapa kali mengikuti pameran serupa di Purwokerto, Wonosobo, Salatiga dan Kebumen.

Tentang jeruk baby ini sebenarnya memang tak asing lagi. Selain rasanya yang segar, manfaatnya untuk kesehatan juga sudah lama saya buktikan. Kandungan vitamin C-nya memang tinggi. Jadi untuk meningkatkan daya tahan tubuh kerap kali saya perlukan saat anggota keluarga sedang menderita flu atau batuk. Abiyyu, anak kedua saya, setiap muncul gejala awal flu langsung saya boom dengan perasan jeruk baby minimal sehari 2 kali. Alhamdulillah gejala flu tak jadi memberat dan seringnya malah langsung hilang dan tidak jadi jatuh sakit.

Selain meningkatkan daya tahan tubuh jeruk baby ini juga banyak mengandung serat yang dibutuhkan untuk melancarkan BAB. Terkait pengalaman ini saya pun telah membuktikannya semenjak Aishya, anak bungsu saya berusia 8 bulan. Semenjak konsumsi makanan pendamping ASI pola defekasi Aishya menjadi keras dan sulit keluar. Saat itu saya disarankan oleh ahli gizi untuk memberikan jeruk baby itu sehari 2 kali. Alhamdulillah semenjak itu BAB-nya lancar dan hingga kini masih dipertahankan untuk mengkonsumsi perasan air jeruk baby ini sehari 2 kali.

Ada banyak lagi makanan dan minuman lain di bazzar produk itu. Mides Pundong, sosis bakar, takoyaki, nasi kuning dan aneka jajan lain yang bergizi dengan harga yang terjangkau.

Selain produk makanan dan minuman, bazzar ini juga menyajikan stand craft dan fashion lokal dari Yogayakarta. Diantara produk craft itu ada batik, tas, juga aneka pernak-pernik hiasan maupun souvenir produk lokal Yogyakarta.

Tentang UMKM dan PLUT-KUMKM Selaku Rumah Bersama dan Pendamping Bersama

Ramainya pengunjung Gelar Produk Makanan Minuman Craft dan Fashion Istimewa Yogyakarta
Ramainya pengunjung Gelar Produk Makanan Minuman Craft dan Fashion Istimewa Yogyakarta

Sebagai masyarakat, setiap hari pasti kita berinteraksi dengan pelaku bisnis UMKM, baik untuk membeli produknya atau hanya sekadar melihat sibuknya transaksi mereka di setiap ruas jalan. Dari pengamatan saya, di era modern seperti sekarang ini dunia UMKM memang mulai menggeliat. Dari yang awalnya remeh menjadi sangat bergengsi. Zaman sekarang mahasiswa lebih banyak yang sudah aktif dalam menjalani bisnis. Setidaknya setelah lulus nanti tinggal melanjutkan bisnisnya dengan lebih bisa mengaplikasikan ilmu-ilmu yang didapat di bangku kuliah untuk semakin menumbuhkembangkan bisnisnya yang sudah dirintis sejak awal.

Interaksi antusias antara peserta dengan pengunjung pameran gelar produk UKM makanan minuman craft dan fashion istimewa yogyakarta
Interaksi antusias antara peserta dengan pengunjung pameran gelar produk UKM makanan minuman craft dan fashion istimewa yogyakarta

Kemajuan UMKM terutama di Yogyakarta tentu saja tak jauh dari peran serta pemerintah yang aktif mendukung kegiatan UMKM di seluruh pelosok Yogyakarta. Para pelaku UMKM didampingi langsung oleh Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta melalui PLUT-KUMKM DI Yogyakarta. Salah satu bentuk support juga dukungan dari PLUT Jogja kepada UMKM adalah kegiatan Gelar Produk UKM di Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan ini yang berlangsung 2 hari mulai tanggal 30 April hingga 1 Mei 2019 pukul 09.00 s/d 16.oo WIB. Jadi masih ada waktu hingga nanti sore. Yuk, ramaikan acaranya. Selain menemukan inspirasi bisnis, kita juga mengajari anak untuk langsung belajar bertransaksi jual beli di sana.

Belajar bertransaksi di Bazzar Makanan Gelar Produk Makanan Minuman Craft dan Fashion Istimewa Yogyakarta
Belajar bertransaksi di Bazzar Makanan Gelar Produk Makanan Minuman Craft dan Fashion Istimewa Yogyakarta

Sejalan dengan motto “Melayani Mendampingi Memberi Solusi” PLUT-KUMKM DI Yogyakarta memberikan layanan kepada pelaku bisnis di Yogyakarta secara gratis. Diantara layanan tersebut adalah:

  1. Konsultasi Bisnis KUMKM
  2. Pendampingan / Mentoring BIsnis
  3. Fasilitas Akses Pembiayaan
  4. Pemasaran dan Promosi
  5. Pelatihan Bisnis
  6. Networking
  7. Layanan Pustaka Entrepreuner

PLUT-KUMKM DI Yogyakarta sebagai Rumah Bersama dan Pendamping UMKM siap wujudkan UMKM naik kelas. Dengan pendampingan, support serta berbagai pelatihan bisnis mulai dari pemasaran, pengembangan desain, juga packaging bagi para pelaku UMKM, saya yakin hal ini akan semakin menjamin dan memperkuat perekonomian Indonesia ke depan.

Kamu punya bisnis apa? Segera daftarkan ke PLUT-KUMKM DI Yogyakarta yang beralamatkan di Jalan HOS Cokroaminoto 162 Yogyakarta Telp (0274)552149. Mari maju bersama, semaikan bisnis kita mulai dari kecil hingga nanti bisa menjadi bisnis raksasa  untuk anak cucu kita.

Berkeliling di Bazar Gelar Produk Pelaku Makanan Minuman Craft dan Fashion Istimewa Yogyakarta
Berkeliling di Bazar Gelar Produk Pelaku Makanan Minuman Craft dan Fashion Istimewa Yogyakarta

Salam,

-Eka Wahyuni-

*Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba blog Gelar Produk UKM Pelaku Makanan, Minuman, Craft dan Fashion Istimewa yang diadakan oleh PLUT-KUMKM DI Yogyakarta*

Sumber tulisan:

  • Wawancara langsung dengan pelaku usaha
  • Web PLUT-KUMKM DI Yogyakarta

Melanjutkan Pendidikan Di Kota Makassar? Ini Hal Yang Perlu Kamu Tahu!

Melanjutkan pendidikan dikota makassar ? ini hal yang perlu kamu tahu…

Dari pelajar menjadi seorang mahasiswa, perubahan status baru yang tentu akan merubah kebiasaan kamu. Sebelumnya kamu terbiasa dengan apapun sudah dipersiapkan, namun saat menyandang status mahasiswa kamu harus siap untuk hidup mandiri. Tinggal di perantauan jauh dari keluarga tentu butuh untuk beradaptasi. Menjadi seorang perantau yang tinggal di kota lain yang sebelumnya belum pernah dialami memang akan terkesan asing dan bingung tentunya.

Tidak mengenal arah mana saja hanya mengandalkan maps, tak tau referensi tempat makan yang enak dan murah, serta tak tau seperti apa lingkungan di sana sudah pasti dialami setiap perantau. Belum lagi, kamu menemui hal aneh yang belum pernah kamu temui sebelumnya.

Modern saat ini merantau nampaknya sudah menjadi hal yang wajar bagi semua orang. Apalagi untuk menempuh pendidikan yang lebih baik dan maju dari daerah ke kota. Tak diharuskan juga merantau ke luar negeri, karena masih banyak universitas ternama yang bagus di Indonesia. Oleh itu masih banyak masyarakat yang memilih negaranya sendiri untuk menempuh pendidikan yang lebih baik. Banyak kota besar yang sangat maju dan tak kalah dengan negara lain soal pendidikannya.

Salah satunya adalah Kota Makassar yang sedang gencar dengan pembangunan infrastrukturnya. Diantaranya yang nampak adalah pembangunan Smart City Infrastucture, penanggulangan bencana dan tata kotanya. Yaitu pemasangan kamera CCTV di lokasi strategis kota Makassar yang langsung terkoneksi dengan War Room atau pusat kontrol sampai penanggulangan bencana. Kemudian didukung oleh perkembangan wisatanya yang menarik para wisatawan untuk datang kesini. Atas kemajuan inilah, banyak orang yang merantau ke kota ini.

Saat kamu akan merantau ke kota Makassar, pastikan terlebih dahulu kamu sudah mendapatkan kost atau belum. Karena hal ini sangat penting bagi seorang perantau. Tak mungkin juga kamu sudah sampai di Makassar namun kamu bingung akan tinggal dimana. Oleh karena itu carilah referensi kost yang ada di Makassar melalui aplikasi mamikos. Kamu bisa download aplikasi mamikos melalui playstore atau appstore. Data yang tertampil di mamikos akan selalu terupdate sehingga kamu nyaman untuk mencari informasinya. Kost makassar bisa kamu dapatkan dari standart hingga exclusif.

Sebelum merantau, kamu butuh beberapa persiapan agar merantaumu nyaman dan mengesankan. Berikut beberapa hal yang perlu kamu persiapkan :

Siapkan Mental

Keberanian menjadi modal awal seorang perantau. Tanpa keberanian yang kuat kamu akan selalu dibayangi dengan rasa ragu dan takut untuk meninggalkan kampung halaman.

Saat kamu sudah yakin dengan keberanianmu, percayalah merantaumu akan lebih nyaman dan mengesankan.

Berhemat

Hidup berhemat tentu wajib bagi semua orang. Namun, terlebihnya untuk perantau karena memang jauh dari keluarga. Kamu harus tau diri saat menjaga pengeluaranmu, jangan gunakan uang sakumu untuk hal yang tak penting atau sekedar berhura-hura.

Pola hidup yang hemat akan memberikan ketenangan bagi setiap orang melakukannya. Dan lebih baiknya lagi sisihkan uang sakumu untuk menabung. Hal ini sangat dibutuhkan, kamu tak akan pernah tahu tiba-tiba ada kebutuhan mendadak yang harus segera kamu bayarkan.

Belajar Membuka Diri

Menjadi seorang pendiam tentu akan lebih tertutup dari orang lain. Saat kamu menjadi perantau cobalah untuk belajar membuka diri. Mengapa? Merantau tanpa keluarga, tentu kamu butuh orang lain.

Tak mungkin selama kamu merantau, kamu akan makan sendiri, pergi sendiri hingga kamu mempunyai masalah. Pasti kamu butuh teman untuk bisa berbagi cerita.

Bersikaplah Ramah dan Sopan

Menjadi orang baru, kamu tentu harus bisa belajar bersikap ramah dan sopan. Dengan sikap tersebut tentu orang lain akan menghargai kamu pula.

Jangan sampai kamu menjadi orang yang angkuh saat merantau, ingatlah kamu sedang di kota orang jadi bersikaplah ramah dan sopan agar kamu tidak terkucilkan.

 

Kuliner “Pasar Papringan” Ala Taman Bambu Joglo Parisewu

Piknik ke mal? Ah sudah biasa!

Jalan-jalan ke pantai? Hmm bisa jadi sih, tapi panas hehe..

Trus kemana donk yang enggak membosankan, adem nggak berjubel dengan banyak orang? Ke gunung? Capek manjat! Yaah, itu mah cuma angan-angan saja namanya.

Jangan bingung dulu. Karena kita bisa jalan-jalan ke tempat ini niih. Selain kamu bisa makan yang enak-enak dan mengobati rindumu yang entah buat siapa, kamu juga bisa bernostalgia mengulang tingkah masa kecil yang sudah tak mungkin lagi di-rewind. Apalagi jika orang tua kita sudah tak ada lagi. *bentar ambil tissue dulu! Tuh kan, mewek deh!

Asli, apapun hal yang membuatku terlempar ke masa lalu di mana aku belum harus memikirkan apapun kecuali makan dan sekolah, aku selalu menikmati rindu yang kadang bingung cara menyembuhkannya.

Joglo Parisewu
Joglo Parisewu

Sebut saja di Joglo Pari Sewu, tempat kulineran unik dan tradisional. Selain menu-menunya yang mengingatkan aku dengan almarhumah mama, penyajian menunya juga luar biasa mampu membawa memori kita ke masa lalu.

Dari pada mewek lagi, mendingan kita bahas satu persatu apa saja yang bisa kita nikmati di sana yuk!

  1. Suasana ‘nDeso’
suasana santai, ndeso namun nyaman bai pengunjung
suasana santai, ndeso namun nyaman bai pengunjung

Dulu istilah ‘nDeso’ tentu saja sangat dihindari oleh kita. Ibaratnya meskipun kita rumahnya nDeso, tapi sangat anti kalau kita sampai dikata-katain ‘ndeso’ iya kan?

Berbeda dengan sekarang, justru nDeso ini lah yang banyak dicari orang, terutama yang mengaku orang kota. Mereka berlomba-lomba untuk mencari sesuatu hal atau tempat atau apapun yang berhubungan dengan ke-nDesoannya. Mereka menyebutnya itu ‘original’.masih asli, masih primitive.

Nah, di Joglo Pari Sewu ini kamu bisa banget mendapatkan suasana tersebut. Rumpun bambu, sungai berbatu yang dialiri air yang dangkal gemericik, juga semacam kolam di hulu sungai yang selalu dialiri air dan mengalirkan kembali air itu ke bagian lebih rendahnya.

Kamu bisa ciblonan? Di sinlah tempatnya, ciblonan sepuasnya, juga beberapa floating boat disediakan khusus buat bermain air dengan cara lain. Selain asyik berbasah-basahan, kamu pasti akan lebih tertarik untuk mengabadikannya momen itu untuk kemudian diposting di media social yang kamu punya. Ngaku, kan?

‘Kekinian” sebutanmu. Padahal aslinya itu semua adalah kekunoan. Ya, mungkin kita sudah mulai kebhabisan sesuatu yang terlalu kekinian, hingga akhirnya kekinian itu justru kembali ke masa lalu.

  1. Kuliner Taman Bambu
Menu tradisional kuliner Taman Bambu Joglo Parisewu
Menu tradisional kuliner Taman Bambu Joglo Parisewu

Pasar Papringan, istilah yang lagi beken. Di sini kamu bisa makan aneka kuliner tradisional seperti buntil, kering tempe, pepes, oseng kacang panjang, gorengan, semur telur dll. Selain lauk dan sayur untuk makan bersama nasi putih, kamu juga bisa menemukan nasi goreng nDeso di tempat ini. Rasanya khas nasi goreng zaman dulu.

Aneka kudapan nDeso juga bisa kamu dapatkan di tempat yang teduh dipayungi rimbunan pohon bambo yang disebut Taman Bambu ini. Sebut saja Thiwul, gathot, cenil, apem dan banyak lagi jajan pasar yang disajikan di sana.

Oiya, di sana uang nggak akan laku buat beli semua makanan tersebut. Mereka hanya menerima lembaran kupon yang bisa kamu tebus di kasir atau meja yang telah ditunjuk. Dengan kupon itulah kita bisa makan sesuka kita.

Untuk satu lembar kupon bisa ditukar dengan sepiring nasi putih beserta dua macam sayur saja, sedangkan untuk lauk kita bisa menukarkan selembar kupon lagi. Begitu pun dengan gorengan dan minuman. Beda dengan gorengan yang bisa kita tukar dengan selembar kupon untuk dua buah gorengan, untuk minuman teh (panas atau dingin) kita hanya diminta selembar kupon untuk meminum sepuasnya karena di sini bebas refill minuman.

 3. Floating boat

Lokasi Floating Boat
Lokasi Floating Boat

Bermain-main air siapa sih yang nggak suka? Mulai dari bayi, balita, anak-anak, remaja hingga dewasa semua suka bermain air. Di Joglo Parisewu kamu bisa berpuas diri menguji adrenalin dengan mengapung di permukaan air mengalir di bawah jembatan. Percaya deh, apapun bentuknya yang namanya bermain air selalu asyik. jangan lupa foto dan video keseruan di sana, karena kamu bisa secara utuh menceritakannya kepada kawan yang pastinya juga merindukan masa kecil yang bahagia.

4. Rumah Boneka

Hanya dengan dua lembar kupon, kita dapat sepuasnya bermain bersama boneka-boneka besar dan kecil. Lingkungan yang adem dan nyaman tentu juga akan membuat kita semakin betah berempuk-empuk di sana.

5. Terapi Ikan

Masih berkaitan dengan main air. Terapi ikan di sini selain berbasah-basahan juga akan memberikan manfaat yang bagus terhadap kaki kita. Saat belum juga kaki menyentuh masuk  ke dalam air, segerombolan ikan kecil berwarna hitam siap menyambut kulitmu yang kusam. Ikan-ikan itu secara otomatis tanpa disuruh akan “menguliti” kakimu dari lapisan kulit yang sudah rusak atau mati.

Sensainya seperti apa? kalau dari pengamatan (aku nggak berani mencobanya 🙂 ) rasanya kaki dikerubuti puluhan hingga ratusa ikan kecil itu seperti dikelitikin level 10, super geli! Wah pantesan, seua yang kakinya diterapi ikan akan tertawa terpingkal-pingkal tanpa bisa ditahan.

Bosan piknik ke mal? Kamu bisa cobain piknik sekalian makan di tempat ini. Suasana alami, juga penyajian kulinernya yang unik pasti akan membuatmu betah dan penuh nostalgia. Joglo Pari Sewu. Nah, bagi yang tinggal di Jogja tentu sudah akrab sekali dengan banyaknya tempat makan yang unik semacam ini.

Berbeda dengan tempat makan tersebut yang sudah umum terdapat di banyak tempat maupun sudut Jogja. Selain menyediakan makanan berat yang tradisional, tempat ini juga menawarkan berbagai spot foto alami juga rumah boneka yang di dalamnya kamu bisa puas berfoto bersama boneka-boneka besar maupun kecil yang lucu.

Atau justru karena semakin tingginya tingkat kreatifitas masyarakat justru menjadi penyebab rindunya dengan masa lampau yang sudah jauh tertinggal di belakang sana? Rasanya semua yang berbau masa kecil akan memberikan ketertarikan tersendiri dalam segala hal.

Sudah menjadi rahasia umum jika kebutuhan makan selalu berbanding lurus dengan kenyamanan suasana tempat makan.

Joglo Pari Sewu, tempat piknik yang bisa memanjakanmu akan kebutuhan kuliner, juga akan menyuguhkan suasana yang tak biasa untuk kebutuhan rohanimu. Bagaimana tidak? Galau, stress yang akhir-akhir ini banyak menjangkiti kaum millennial beserta semua seniornya tentu saja harus diimbangi dengan obat yang mampu menetralisir gangguan kenyamanan hati karena berbagai macam permasalahan. Piknik dan kulineran di Joglo Parisewu, rindumu akan masa lalu sedikit terobati.

Joglo Parisewu
Joglo Parisewu

Joglo Parisewu

Bromonilan RT 008 RW 003 Bromonilan Purwomartani Kalasan Sleman

Daerah Istimewa Yogyakarta

Buka: 07.00 – 18.00 WIB

Jogja Medical Center, Zglow Clinic Kekinian Yang Super Nyaman

Baru 3 hari pemakaian, kulit serasa langsung disulap menjadi lembut, kenyal, putih, tipis dan sangaat nempel jika dipakein bedak. Cream pagi dan malam yang direkomendasikan oleh teman seangkatan ternyata sangat ajaib. Kulit wajahku yang tebal dan kasar (tapi nggak kayak kulit badak,  loh!) tetiba jadi mulus kayak kulitnya artis-artis itu (kalau ini agak lebay, dikiit tapi! hehe).

Percaya diri meningkat donk!

Tapi tunggu, selang beberapa bulan pemakaian tentu saja ketemu dengan yang namanya “habis”. Dan karena harganya yang cukup fantastis waktu itu, akhirnya aku pun harus menghentikan beberapa hari sambil menunggu terkumpul lagi sisa uang jajan yang dikirim ortu.

Namun apa yang terjadi? Belum juga 3 hari aku berhenti memakai cream ajaib itu, wajahku langsung mendadak kusam. Tak hanya itu, yang awalnya meski terhitung berkulit tebal namun sama sekali jarang ditumbuhi jerawat jadi muncul banyak jerawat batu. Apakah ini yang dinamakan dengan kecanduan cream kecantikan?

Sebentar, istilah kecanduan itu sebenarnya mempunyai arti untuk mendapat efek yang sama memerlukan dosis yang lebih besar, begitu seterusnya. Jadi apa donk kalau bukan kecanduan cream wajah?

FYI, cream kecantikan kulit yang kupakai waktu itu adalah cream yang dijual bebas di toko kencatikan. Tanpa ada resep dokter apalagi jaminan keamanan komposisi obat. Alhandulillah yah, pernah ngerasain punya kulit wajah mulus glowing dan kekinian. setelah itu kapok, nggak beli lagi!

Usut-punya usut, saat ada kesempatan kulit wajah saya dicek secara computer di dokter kecantikan, rupanya banyak sekali terdapat bintik-bintik hitam yang tertinggal di seluruh permukaan wajahku. Langsung saja ditebak oleh dokter yang merawat bahwa aku pernah menggunakan cream kecantikan yang mengandung bahan mercury. What! Rasanya syok banget waktu itu, ya gimana lagi, waktu itu kami masih sama-sama mahasiswa yang baru membangun jati diri dan ingin diakui oleh sekitar. Tanpa pikir panjang apalagi memikirkan efek samping dari pemakaian cream yang dulu kami pikir tak ada bahayanya.

Salahnya, aku hanya mengejar efek instan yang dijanjikan dan sudah dibuktikan oleh sebagian besar teman-temanku saat itu.

Berbeda dengan sekarang, setelah segala informasi dan banyaknya klinik kecantikan yang dibuka, membuatku semakin selektif memilih produk kecantikan apa yang bisa kupakai dengan aman.

Menurutku, salah satu alasan jaminan keamanan atas sebuah produk kecantikan adalah adanya seorang dokter yang berpengalaman dan ahli dibidang kulit dan kecantikan yang bertanggungjawab di belakangnya.

Seperti Zglow clinic yang baru-baru ini melaunching cabang terbarunya yang berlokasi di Yogyakarta. Klinik besutan PT. Batin Medika Indonesia ini bekerja sama dengan Budi Mulia Foundation membuka klinik barunya di Jalan Gondangraya Condong Catur Depok Sleman. Zglow membranding cabang terbarunya dengan nama Jogja Medical center (JMC).

Berbeda dengan cabang sebelumnya, Zglow clinic kini mengusung konsep Family Clinic yang didalamnya memberikan pelayanan tak hanya di bidang kecantikan saja, namun untuk kesehatan ibu dan anak juga menjadi layanan unggulan di klinik yang super cantik dan nyaman ini.

Tentang Zglow Clinic

Zglow clinic dengan foundernya Putri Zulya dan Co Founder dr. Milka Anisya yang juga sebagai dokter kecantikan di klinik tersebut memiliki 4 layanan unggulan:

  • Klinik tumbuh kembang anak
  • Klinik kecantikan
  • Poliklinik gigi
  • Poliklinik umum

Masuk ke ruangan utama lobi kita langsung dihadapkan dengan meja resepsionis dengan mbak-mbak customer service-nya yang cantik dan ramah. Di sebelah kiri terdapat sofa dengan berbagai ornamen bunga-bunga hidup yang cantik dan juga lighting yang bikin mata teduh. Mungkin saja beberapa saat hanyut dalam suasana nyaman dan wangi akan melupakan kita bahwa kita sedang berada di sebuah klinik.

“Ah, suasana yang nyaman banget buat orang yang datang mau terapi,” batinku.

Jauh dari kesan klinik yang jorok atau bau obat, yang mungkin baru masuk ke lobinya saja sudah membuat kepala langsung pening dan pengin segera keluar, urung berobat.

Dari pijakan awal saja klinik ini sudah memanjakan klien yang hendak berobat di sana.

“Bersih, rapi, cantik, wangi, adem dan pelayannya yang ramah sudah cukup membuat betah. Apalagi ditambah sofa yang empuk dengan bentuknya yang unik. Kalau kata anak zaman sekarang mah, klinik ini instagramable banget, deh! hehe.”

Nah lo, sepertinya pasien yang mau berobat ke sana baru masuk saja sudah sembuh, ya? Saking dibuat nyaman dan betah. ditambah lagi dokter, perawat dan semua pegawainya ramah dan cekatan, paket lengkap!

Oiya, meski ukurannya tergolong kecil, namun penataan ruangnya benar-benar membuat takjub pengunjung yang hendak berobat atau perawatan kulit. Gimana nggak nyaman, suasana dibuat se-hommy mungkin. Coba diingat, adakah sebuah klinik yang lampunya menggunakan lampu gantung hias yang khas ruang tamu istimewa? Jarang banget kan? nah, di sini ada.

Selama periode pembukaan ini, ditawarkan berbagai macam promo layanan selama bualn April 2019. Hayooo, ada yang lagi cari diskonan buat perawatan wajah? bisa banget tuh manfaatin kesempatan promo yang ada!

Berbagilah! Allah Akan Mencukupkan Semua Kebutuhanmu Sebesar Apapun Itu

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari, secara sembunyi dan terang-terangan maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”

(QS. Al Baqarah: 274)

“Maaf, Mbak. Uang saya kurang dua puluh ribu,” perasaan tidak enak jelas sekali terdengar, meski si ibu sudah berusaha berbisik ke mbak-mbak kasir berkerudung biru.

Perempuan yang bertugas sebagai kasir hanya tersenyum masam tanpa berkomentar.

Sebelumnya, ibu berjilbab coklat muda itu mendorong keranjang belanjanya yang sudah terisi bermacam bahan pokok ke arah kasir. Di sebelahnya, anak laki-laki berusia sekitar 6 tahun menarik-narik baju si ibu, raut wajahnya memohon, juga tangan kanan mungilnya menunjuk ke sebuah kotak merah berisi bermacam rasa es krim lezat. Kotak itu berada di sisi kiri agak jauh dari meja kasir. Si ibu dengan lembut mengangguk dan tersenyum. Sontak, si anak berjingkrak berlarian menuju lemari es krim yang dimaksud. Dengan tangan kanannya ia ambil sekotak es krim rasa coklat.

Sesaat kemudian petugas kasir dengan cekatan menghitung total harga belanjaan yang didekatkan ke meja kasir. Satu persatu  barang belanjaan diangsurkan perempuan yang kini mulai gelisah melihat monitor angka yang menunjukkan total biayanya.

“Dua ratus tiga puluh empat ribu delapan ratus rupiah,” batin si ibu mengeja. Semenjak awal sepertinya sudah diperhitungkan total belanjanya, hingga ia lupa saat anak laki-lakinya meminta es krim yang tidak ia duga.

Ia keluarkan semua isi dompet, beberapa lembar uang ribuan di saku gamis, juga uang koin lima ratusan dan ratusan yang ia temukan di kantong kecil depan tas yang di cangklongnya.

Beberapa kali dihitung ulang uang-uang itu. Tetap sama. Si ibu semakin gelisah, tangan kirinya mengelus kepala anak laki-laki yang kini sibuk menjilat es krim yang mulai meleleh.

 “Gimana kalau belanjaan ini saya kurangi senilai uang yang ada saja, Mbak?” pinta ibu itu.

Petugas kasir menghela napasnya. Mungkin lelah, atau malas melakukan hal yang sama harus berulang.

“Jadi yang mau dikurangi yang mana?” tanyanya datar kepada perempuan yang kini mulai terlihat kikuk.

Tak diketahui siapa pun. Seorang pemuda yang berdiri tepat di belakang si ibu sudah memperhatikan semua yang terjadi.

“Mbak, biar yang dua puluh ribu dimasukkan ke tagihan saya saja nanti, ya!” pengin rasanya pemuda berbaju hitam bilang seperti itu ke kasirnya. Pasti si ibu sangat lega. Atau malah tidak enak? Namun ternyata tidak! Pemuda itu urung melakukannya!

Diam-diam pemuda itu mengambil selembar uang Rp. 20.000,- an dari dalam sakunya. Diremas-remasnya lembar uang berwarna hijau itu, kemudian ia jatuhkan ke lantai, tepat di sebelah kaki si ibu.

“Maaf, Bu! Barusan saya lihat ada yang jatuh dari saku ibu,” pemuda itu dengan sopan berbisik dan mengarahkan telunjuk tangan kanannya ke arah bawah, ke tempat uang yang tadi dilemparnya berada.

“Oh, ya Allah, Alhamdulillah!” seolah ia ingin berteriak lega namun ditahannya. Segera ibu itu memungutnya dengan tangan gemetar.

“Ini ya, Mbak! Terima kasih, Mas!” Nampak sekali kelegaan di raut mukanya, ia pandangi anak laki-laki yang masih juga sibuk makan es krim di sebelahnya. Sengaja ia biarkan anaknya memakan es krim dulu setelah barkodenya berhasil di-scan di mesin kasir.

***

Bisa saja pemuda itu melakukan kebaikan yang pertama. Namun mengapa pemuda itu mengambil pilihan kedua untuk membantu si ibu membayar kekurangannya? Ternyata pemuda itu lebih yakin hatinya bahwa Allah Maha Melihat. Dengan pilihan itu pun perasaan si ibu masih tetap terjaga, tidak perlu sungkan merasa berhutang budi. Biarlah Allah saja yang tahu.

***

Semua jamaah serempak menghembuskan napas, seolah tarikan napas yang tadi diambilnya lupa untuk dikeluarkan. Kisah nyata yang diceritakan oleh ustadz di depan terdengar mengharu biru. Termasuk saya yang tak henti merinding mendengar bagian akhir yang dikisahkan laki-laki berbaju koko di depan sana. Ah, Alhamdulillah, banyak hikmah dan manfaat meski kita hanya duduk mendengarkan di majelis mengaji itu.

Ingat beberapa malam lalu saat saya bersama suami dan dua anak kami sedang mencari makan di seputar Mandala Krida.

Tiba-tiba motor yang kami naiki menepi dan berhenti. Suami mematikan mesin motor dan diam tanpa bicara apa pun. Hanya kepalanya yang beberapa kali menoleh ke belakang. Aku pun mengikuti gerakan itu.

Tak selang berapa lama sebuah gerobak rongsok ditarik oleh seorang ibu tua. Terlihat kepayahan dan lelah. Di atas gerobak seorang bocah perempuan yang juga tampak lebih lelah dan mengantuk duduk di antara rongsok yang mereka bawa. Gerobak itu berjalan perlahan melewati kami.

Waktu itu sekitar pukul 8.30 malam. Tiba-tiba suami merogoh saku belakangnya, dari dalam dompet ia ambil dua lembar uang berwarna merah. Lalu disodorkannya kepada saya.

“Cepat, kasihkan ke adek itu!” perintahnya.

Tumben, biasanya dia tak sedikitpun mau merepotkanku yang sedang menggendong anak bungsu kami yang tertidur. Tapi karena posisinya juga lebih sulit untuk berdiri karena menahan anak kami yang lebih besar sedang tertidur di depannya, maka ia meminta tolong agar saya yang mengejarnya.

Refleks, entah karena takut kehilangan jejak atau rasa iba yang tiba-tiba muncul yang memberiku kekuatan untuk segera turun dari motor dan berlari mengejarnya.

“Ini, Dek! Buat sarapan besok” Kuangsurkan dua lembar uang itu sambil tersenyum setelah meminta sang ibu untuk berhenti sejenak.

Anak kecil itu terdiam, ragu, kedua matanya melihat ke arah tanganku yang masih mengambang di udara. Pandangan dialihkan ke ibunya yang masih juga membisu di depan gerobak. Bingung! Raut muka yang sejenak kutebak.

“Ini…!” kuangsurkan uang itu lagi. Sekali lagi bocah perempuan itu memandang ibunya meminta pendapat. Baru tangan mungilnya mengambil dengan sangat perlahan uang yang kusodorkan setelah ibunya yang tampak letih mengangguk tersenyum. Ada binar yang tiba-tiba muncul. Ada bahagia yang meluap namun tertahan.

“Terima kasih!” suara itu hampir tak bisa kudengar. Tapi begitu merdu. Begitu menyejukkan. Aku terpaku. Baru setelah klakson berbunyi aku lari menuju motor yang masih berhenti di belakangku.

Kami memutar arah untuk kembali. Namun kami putuskan untuk mampir ke warung bakso di perempatan jalan. Bakso yang kami pesan hampir tak dapat kurasakan. Ada bahagia lembut yang menelusup entah ke dalam sana. Bukan bahagia yang menghentak.

Kami masih sama-sama diam. Hanya tangan kami yang erat saling menggenggam. Seolah kami sepakat. Tak perlu saling tanya nama, apalagi alamat. Biarlah kami segera lupa. Kami hanya ingin menabung “rasa”nya berbagi.

Rasa yang tidak bisa kami ungkapkan, namun bisa kami rasakan. Saat betapa orang yang kita beri hampir tak tahu caranya meluapkan bahagia. Biarlah itu menjadi kenangan manisnya yang menggunung, yang semoga hanya Allah saja yang tahu.

Bahkan, meski entah berapa lembar dan warna apa uang yang tersisa di dompet suami, sungguh bukan hal yang mengkhawatirkan lagi bagi kami.

Semenjak kami “berbagi” untuk Allah, tak lagi ada rumus matematika manusia yang kami berlakukan, kami memilih menggantinya dengan rumus matematika Allah SWT. Saat rumus manusia mengatakan 10 dikurangi 2 sama dengan delapan, maka rumus matematika Allah bisa saja 10 dikurangi 2 sama dengan 28 atau bahkan 208? Masya Allah, Allah Maha Kaya!

Dengan berbagi setidaknya kami memperoleh ketenangan yang belum pernah kami temui sebelumnya. Hanya perlu yakin dan percaya bahwa Allah itu yang Paling Maha Melihat, Allah Maha Kaya, Allah Maha Penyantun.

Dulu, kami hanya akan merogoh kocek yang sangat dangkal, mencari selembar uang yang sudah sangat lusuh dan tak cukup untuk membeli sebungkus nasi angkringan pun. Untuk kami bagi dengan orang yang meminta-minta. Terkadang jika tak menemukan selembar pun uang lusuh atau beberapa koin, kami urungkan ‘berbagi”.

Kami ketakutan jika akan berbagi. Nanti gimana untuk makan siang? Jangan-jangan nanti nggak bisa bayar ini atau bayar itu? Nyatanya memang banyak sekali sesuatu yang tak bisa kami bayar meski kami sudah super ‘irit” untuk berbagi, padahal secara nominal gaji yang kita terima setiap bulan cukup besar.

Kami lupa bahwa berbagi itu untuk Allah SWT, tapi melalui tangan dan air mata kaum fakir dan dhuafa. Hanya dengan berbagilah harta kita utuh sampai sana (akhirat).

Kini, setelah berusaha tak lagi hitung-hitungan sama Allah, saat kami berpikir tak ada lagi jalan keluar dari semua masalah berat, Allah SWT yang memberi petunjuk. Saat kami berpikir dari mana rejeki untuk membayar sekolah anak-anak? Allah lah yang tiba-tiba menggelontorkan sejumlah rejeki, tepat dengan jumlah yang kita butuhkan saat itu dari arah yang tak kita duga sangka. Saat kami berpikir semua hal mustahil, ada asa yang selalu Allah janjikan melalui ayat-ayat-Nya.

Kami tak lagi memilih lembaran uang paling lusuh, justru kami memilih yang paling besar dan paling baru di dompet kami saat itu untuk berbagi. Ke ibu-ibu tua, kakek-kakek renta yang berjualan koran, atau anak kecil yang menjajakan keripik di setiap masjid selepas shalat Jumat. Juga untuk pembangunan dan perawatan masjid melalui kotak infak di setiap lima waktu shalat.

Kami tak takut lagi untuk berbagi, karena kami yakin harta itu bisa kami bawa mati. Harta itu akan kembali kita miliki di sana, menjadi saksi amal kebaikan kita. Harta yang kita bagi itulah yang sejatinya utuh menjadi milik kita atas izin Allah SWT.

Apakah kami mejadi kaya? Iya, kami menjadi kaya, kaya hati! Alhamdulillah, kami lebih bisa merasakan ketenangan dan kebahagiaan hidup. Kami lebih diberi kesehatan oleh Allah SWT. Anak-anak dijaga Allah saat bermain maupun saat berada jauh dari pantauan kami orangtuanya. Dan hubungan keluarga menjadi lebih harmonis, saling menyayangi, menghargai dan menghormati.

Kami menjadi serba berkecukupan tanpa kami merasa khawatir menjaga harta di dunia karena takut dicuri. Nyatanya, setiap apapun kebutuhan kami, selalu Allah penuhi pada waktunya. Insyaallah!

Apa pun yang kita niatkan hanya untuk mendapat ridla-Nya, Allah lah yang akan menyulap semuanya baik-baik saja. Biarlah hina di depan manusia karena kita tak punya harta, yang terpenting di depan Allah kita punya angka. Sungguh saat kita jalani semua hal di kehidupan dengan lapang dada dan ikhlas, Allah yang akan membayarnya dengan ketenangan dan kenyamanan yang tak disangka-sangka.

Berbagi, merupakan hal yang paling Allah cintai. Berbagi terhadap sesama yang membutuhkan. Dan yakinlah, Allah tak pernah ingkar janji. Kita percayakan saja semua pada rumus matematika Allah. Rumus yang bahkan tak pernah mengenal masuk akal atau tidak. Nyatanya memang Allah-lah Maha Kaya, Allah-lah Maha Penyantun. Kita berbagi menyantuni sesama manusia yang membutuhkan maka kita akan disantuni oleh Allah, dan hanya Allah lah yang Maha Mengetahui jumlah yang pantas bagi kita.

”Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa saja yang Dia kehendaki dan Allah Maha Luas Maha Mengetahui.” (QS: Al Baqarah: 261)

Kriteria infak atau sedekah yang seperti apa yang diterima Allah SWT?

Berikut ciri atau syarat-syarat infak yang diterima Allah SWT, (berdasarkan QS. Al Baqarah : 262 – 274):

  1. Infak yang tidak disebut-sebut atau yang tidak diikuti tindakan menyakiti orang yang diberi infak
  2. Infak yang diberikan hanya dengan niat untuk mendapat ridla Allah SWT
  3. Infak dari harta atau hasil usaha yang baik bukan yang buruk
  4. Boleh dilakukan dengan terang-terangan atau sembunyi-sembunyi, siang atau malam hari
  5. Jika ada sedikit kebaikan dari harta yang diinfakkan, maka semuanya untuk dirimu sendiri
  6. Apa pun harta yang diinfakkan, niscaya Allah akan memberimu (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan)

Jangan takut berbagi, karena berbagi merupakan salah satu yang ditakuti oleh setan dari manusia.

“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan  kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir) sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu. Dan Allah Maha Luas Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 268)

BERBAGI, TAKUT SALAH SASARAN?

Kini, berbagi menjadi lebih mudah, karena Dompet Dhuafa memberikan bantuan dengan banyak pilihan layanan untuk menyalurkan donasi bagi pihak yang tepat, melalui:

  1. Kanal donasi online (donasi.dompetdhuafa.org)
  2. Transfer bank
  3. Counter
  4. Care visit (meninjau langsung lokasi program)
  5. Tanya jawab zakat
  6. Edukasi zakat
  7. Laporan donasi

Jadi bukan lagi mengenai kelebihan, cukup atau kekurangan harta? Namun tentang mau apa tidak kita lakukan, sekarang! Mari berbagi!

Mulailah dengan yang sangat kecil yang kita mampu (bahkan hanya dengan uang sebesar 10 ribu pun kita bisa mendonasikannya melalui Dompet Dhuafa), selebihnya kamu akan merasakan kecanduan dan semakin berusaha meningkatkan dosis berbagi yang lebih besar lagi untuk mendapatkan ketenangan yang lebih tinggi. Allah tak pernah ingkar janji! Insyaallah, Allah yang akan semakin memampukan!

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog Jangan Takut Berbagi yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa.”

Ayo Minum Air, Danone AQUA luncurkan ‘Zona Kebaikan Air’ di Taman Pintar Yogyakarta

Aku mau air… aku sehat … Aku mau air … aku sehat …

Aku mau air … aku sehat … Aku mau air… aku sehat…

Satu, dua, tiga, empat, lima, enam gelas! Aaaku sehat! Aaaku kuat!l

Lagu yang simple dan gerakan senam yang ceria. Senam AMIR (Ayo Minum Air) menjadi ikon peresmian “Zona Kebaikan Air” yang diluncurkan oleh Danone Aqua bekerjasama dengan Taman Pintar Yogyakarta pada hari Senin, 8 April 2019. Zona ini merupakan pembaruan dari Zona Air sebelumnya yang sudah dibuat pada tahun 2013 lalu. Peresmian Zona Kebaikan Air oleh Haryadi Suyuti Walikota Yogyakarta berlokasi di lantai 2 Gedung Kotak Taman Pintar, Yogyakarta.

Kenapa Harus Air Putih?

Acara Peresmian Zona Kebaikan Air Taman Pintar Yogyakarta – doc. pri

“Aku nggak suka air putih, pahit!” begitu kebanyakan jawaban anak saat disuruh minum air putih.

Alhamdulillah, mengajak Aishya di acara ini bersama puluhan teman-teman blogger juga media, secara otomatis mengedukasinya untuk membiasakan minum air putih sejak dini. Gerakan senam dan lagunya sangat dia suka. Juga saat berkeliling di Zona Kebaikan Air, matanya selalu berbinar antusias melihat semua gambar dan video yang menjelaskan tentang semua kebaikan air. Semenjak itu, dia selalu termotivasi untuk minum air putih agar tubuhnya sehat, katanya.

Ternyata anak mau berlaku apa saja sesuai dengan mindset yang dibentuk di otak mereka. Saat informasi yang masuk diberikan melalui cara yang mereka suka, maka secara otomatis akan merubah kebiasaan mereka dari yang pola hidup tidak sehat menjadi pola hidup sehat. AMIR, gerakan Ayo Minum Air ini sangat pas untuk merubah mindset anak tentang pentingnya minum air putih. Mereka tidak suka disuruh, tapi mereka akan lebih tertarik untuk ikut mencobanya saat mereka diajak bukan disuruh.

Kebiasaan minum air putih, salah satu kebiasaan yang harus kita terapkan pada mereka untuk membentuk generasi yang lebih sehat yang memiliki fungsi kognitif, fungsi memori dan ketahanan fisik yang mendukung performa mereka di sekolah.

Menurut dr. Tria Rosemiarti, selaku Hydration Director PT. Tirta Investama (Danone-Aqua), kebutuhan air putih pada anak sebanyak 6 gelas setiap harinya untuk menjaga hidrasi tubuh agar memenuhi kebutuhan hidrasi yang sehat guna membantu meningkatkan taraf kesehatan di Indonesia. Kapan saja waktu yang tepat untuk minum air? Adalah saat bangun tidur pagi hari, saat makan, saat bermain dan saat belajar. Jangan menunggu haus untuk minum air putih.

Kenapa harus air putih? Karena air putih merupakan bagian dari nutrisi yang berperan penting dalam fungsi fisiologis tubuh. Fungsi normal tubuh akan berjalan jika 60% komposisi tubuh yang terdiri dari air tetap terjaga.

Fungsi kognitif anak yang paginya minum cukup air putih sebelum berangkat sekolah akan lebih optimal dibandingkan dengan anak yang tidak minum air putih di pagi hari. Karena komposisi tubuh kita 60% terdiri dari air, menuntut kebutuhan hidrasi sehat dengan minum air putih untuk menjaganya tetap berfungsi dengan baik.

Zona Kebaikan Air

Sesuai dengan visi Danone, “One Planet One Health” di mana dipercaya bahwa kesehatan masyarakat ditentukan oleh gaya hidup dan lingkungan yang juga sehat. Perusahaan ini selalu berusaha memberikan kebaikan kepada masyarakat dengan menyediakan hidrasi sehat sekaligus memelihara keberlangsungan alam.

Memilih Taman Pintar sebagai wahana sarana edukasi merupakan tindakan yang tepat karena selain sebagai tempat bermain, Taman Pintar juga sangat strategis untuk memberikan edukasi sekaligus mendorong gaya hidup sehat, juga pemenuhan hidrasi sehat serta tidak lupa akan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan kepada anak-anak sejak usia dini, ungkap Jeffri Ricardo, selaku Marketing PT. Tirta Investama (Danone-Aqua).

Selain pengetahuan mengenai bagaimana cara pemilahan air, merawat air, di zona kebaikan air ini juga dijelaskan bagaimana cara pengambilan air yang sehat untuk pemenuhan hidrasi sehat untuk tubuh. Juga pengetahuan cara perawatan kualitas air tanah agar tetap terjaga dari kontaminasi sampah yang akan menurunkan kualitas air tanah yang kita konsumsi. Danone-Aqua semenjak tahun 1993 mempromosikan inisiatif daur ulang  pertama melalui program AQUA Peduli.

“Sekarang kami dapat mengumpulkan 12.000 ton plastic setiap tahunnya melalui 6 Recycling Business Unit di berbagai lokasi di Indonesia sambil menciptakan manfaat ekonomi bagi ratusan pemulung dan pendaur ulang.” Papar satu-satunya lelaki yang ikut duduk di sofa panggung bersama dengan tiga narasumber lainnya di acara Peresmian Zona Kebaikan Air ini.

Pada tahun 2018, Danone-Aqua telah menginisiasi gerakan #BijakBerplastik yang memperkuat komitmen Danone-Aqua untuk mewujudkan Indonesia yang lebih bersih, dan mendukung tujuan pemerintah Indonesia untuk mengurangi sampah di lautan melaui tiga aspek inti, yaitu: pendidikan, inovasi produk dan pengembangan infrastruktur pengumpulan sampah. Memilih Taman Pintar sebagai tempat edukasi ini bertujuan untuk memperkuat focus Danone-Aqua dalam pendidikan seputar pengelolaan sampah plastic secara bijak sejak usia dini.

Bedanya Dengan Zona Kebaikan Air Sebelumnya?

Zona Kebaikan Air yang baru saja diperbarui memiliki beragam wahana yang semakin interaktif dilengkapi dengan bermacam area edukasi seperti:

Area Edukasi PIJAR (Pilih, Jaga, Rawat yang memebrikan pengetahuan bagaimana cara menjaga kualitas dan kuantitas air. Dijelaskan dengan berbagai alat peraga juga audio visual berupa video yang lebih membuat suasana belajar menjadi menyenangkan dan mengasyikan.

Area berikutnya adalah Area Gerakan AMIR (Ayo Minum Air) & Edukasi pentingnya menjaga hidrasi dan fungsi meniral dalam tubuh. Video senam Ayo Minum Air yang sangat mudah dan sederhana membuat anak-anak lebih mudah menghafal dan mengikuti gerakannya sekaligus. Gerakan ini secara otomatis akan memberikan semangat baru bagi anak agar membiasakan minum air putih 6 gelas setp hari. Juga dilengkapi dengan gambar besar yang menjelaskan bahwa kebutuhan setiap anggota keluarga memiliki jumlah kebutuhan air putih masing-masing. Ayah membutuhkan 10 gelas air putih setiap hari, wanita dewasa 8 gelas sehari, ibu hamil 10 gelas setiap hari, dan kakek nenek serta anak-anak membutuhkan hanya 6 gelas setiap hari. Kebutuhan itu harus dipenuhi agar tubuh kita tetap bekerja secara optimal dengan menjaga hidrasi tubuh tetap sehat.

Jadi, mau belajar tentang seluk beluk air sehat bersama anak? Siapa sih nggak pengin anak-anak kita mempunyai kebiasaan minum air putih sejak dini? Yuk, ah ajak anak-anak untuk bermain dan belajar tentang kebaikan air di Zona Kebaikan Air Taman Pintar Yogyakarta! Jangan ketinggalan, ya! Karena pada Desember tahun 2018 lalu, kunjungan wisatawan ke Taman Pintar telah menembus angka satu juta pengunjung.

Menurut Haryadi Suyuti selaku Walikota Yogyakarta, dengan adanya pembaruan zona-zona seperti Zona Kebaikan Air ini, ke depannya angka kunjungan ke Taman Pintar akan terus meningkat dan menjadi salah satu destinasi wisata anak dan keluarga sekaligus wisata edukasi popular di Indonesia bahkan Asia Tenggara.

Nah, ada yang mau ketinggalan? Pasti enggak, kan!

Sinopsis Film Terbaru “Kuambil Lagi Hatiku” Film Perdana PFN Setelah 26 Tahun Mati Suri

“Dilahirkan ibuku, adalah keberuntungan terindah untuk selamanya buatku.”

Satu dari sekian banyak quote sederhana yang disematkan dalam aneka bentuk dialog di film itu, terus saja terngiang di ingatanku. Ibu, bagaimana pun keadaannya, dialah sosok yang tercantik dan tersempurna bagi kita. Tak akan ada satu pun yang mau seandainya saja ada yang memberi tawaran untuk menukar ibu. Ibuku adalah nomor satu.

Apapun kondisinya, apapun alasannya, apapun resikonya, cinta seorang ibu kepada anaknya dan sebaliknya cinta seorang anak kepada ibunya akan selalu tumbuh subur dan indah. Meskipun tanah tempatnya berada, juga pupuk dan air serta segala kebutuhan di dalamnya kadang tercabik sesuatu di luar kuasa.

Adalah Shinta, seorang gadis cantik, cerdas dan supel, yang diperankan oleh Lala Karmela, memiliki cerita hidup yang sempurna. Ia lahir dan dibesarkan di sebuah kota di India. Bekerja di sebuah toko roti terkenal, dia mengandalkan resep roti dari ibunya yang berasal dari Borobudur Indonesia. Ibunya yang cantik selalu mendukung apapun yang dilakukan oleh anak semata wayangnya, hingga ia tumbuh menjadi anak yang menyenangkan dan memesona setiap orang yang ditemuinya. Termasuk Vikash, seorang pemuda tinggi keturunan India, tampan, dengan jambang tipis yang merata di dagu, memilihnya untuk dinikahi. Berbagai persiapan memenuhi lembar checklist Shinta Malhotra, perempuan India yang berdarah Indonesia dari ibunya yang bernama Widi.

Fitting baju, penentuan hari baik dan aneka urusan pesta sudah fix, termasuk undangan pun sudah dibagikan.

“Bu, besok diundang mamanya Vikash, lunch di rumahnya pukul 11.00 ontime!” ucap Shinta seraya mengeraskan suaranya agar terdengar oleh ibunya yang masih berada di dalam.

Ia sandarkan badan yang penat di sofa ruang tamu setelah seharian bekerja. Lampu-lampu masih belum dinyalakan meski hari sudah mulai malam.

“Buu, ibuuu…!” belum juga mendapat respon, ia bangkit dari duduknya dan mulai melangkahkan kaki perlahan.

Kamar ibunya kosong. Hanya ada sebuah laptop dalam keadaan terbuka.

“Buu…, Ibuuu,” Ia beranjak ke dapur lalu ke ruang tengah sambil terus memanggil ibunya.

Belum juga ia menemukan perempuan yang melahirkannya. Tiba-tiba kedua manik matanya menangkap bayangan kertas notes di meja makan.

“Ibu pergi dulu, minggu depan sudah pulang,” sebaris tulisan tanpa diberi keterangan sedikit pun mengenai kemana, acara apa, naik apa.

Gadis itu lunglai di kursi makan. Ia coba menghubungi nomor Hp ibunya beberapa kali. Namun sama, hanya operator yang menjawab panggilannya.

Bagaimana mungkin? pernikahnnya tinggal seminggu lagi dan ibu pergi begitu saja tanpa bisa dihubungi. Bahkan ia pun tak bisa menebak di mana ibunya kini berada.

Ia melangkahkan kaki ke kamar ibunya. Tak sengaja ia temukan selebar foto usang. Dua anak perempuan dan satu anak laki-laki sedang tersenyum di sebuah candi. Candi Borobudur.

Bagaimana kisah selanjutnya? Di tengah desakan keluarga Vikash yang diperankan oleh Sahil Shah, di India yang tak lagi mau menunda acara pernikahan, Shinta justru mendapat masalah bertubi-tubi di kampung halaman ibunya, Borobudur. Shinta dikejutkan dengan asal usul jati dirinya dan masa lalu kelam ibunya yang tak seindah bayangannya selama ini.

Akan kah Shinta dan Vikash berhasil menikah? Atau Shinta yang akhirnya menyusul ibunya ke Indonesia justru akan melupakan semua perihal persiapan pernikahannya yang notebene undangan acara sudah disebar oleh keluarga Vikash?

Simak Film KUAMBIL LAGI HATIKU. Sebuah film yang dipersembahkan oleh Perusahaan BUMN bidang perfilman, Produksi Film Negara bersama Taman Wisata Candi (TWC). Film komersil ini bergenre komedi namun sarat akan pesan-pesan bernilai tinggi mengenai nilai kekeluargaan, kasih sayang, status sosial dan lain-lain.

Film Indonesia yang disutrdarai oleh Azhar Lubis ini juga banyak merefleksikan kehidupan normal lengkap dengan aneka permasalahan juga kelucuan masyarakat Indonesia pada umumnya. Mengajarkan bahwa kasih sayang lebih bernilai dari sekedar kedudukan status sosial dalam sebuah masyarakat. Juga mengajarkan bahwa kasih sayang antar saudara akan selalu menjadi perekat satu sama lain yang tak pernah lekang dimakan waktu maupun dipisahkan oleh tempat.

Selain dibintangi oleh Lala Karmela, Sahil Shah dan Cut Mini, film yang akan menampilkan kemegahan Borobudur dan Taj Mahal ini juga akan diisi dengan sederet nama lainnya, termasuk Ria Irawan, Dimas Aditya, Dian Sidik, Ence Bagus, Tarsan, Yati Pesek, dan Marwoto.

Berlatar belakang keindahan Taj Mahal di India dan candi Borobudur di Indonesia membuat film ini semakin berkelas.

Film ini adalah film pertama yang diproduksi oleh PFN setelah 26 tahun “mati suri”.

Semoga dengan suksesnya film ini, menjadi titik tolak bangkitnya dunia perfilman Indonesia untuk kembali berkibar. Berkarya untuk semakin menebarkan manfaat kebaikan bagi seluruh rakyat Indonesia maupun dunia.

Jadi, siap dukung kebangkitan film Indonesia yang semakin berkualitas?

TAS BOLA BATHOK KELAPA GOES TO JAMAICA? JOGJA MEMANG GUDANGNYA KREATIFITAS ANAK BANGSA

TAS BOLA BATHOK GOES TO JAMAICA? JOGJA MEMANG GUDANGNYA KREATIFITAS!

“Pak, ini serius semua bahan bakunya dari bathok kelapa?” Saya masih tercengang dengan apa yang kulihat. Sejumlah tas cantik berwarna cokelat tua dengan beberapa titik kombinasi warna krem cenderung putih semakin menambah aksen unik dan etnis.

Bapak berpostur ideal menyunggingkan senyum seraya mengangguk membenarkan pertanyaanku. Bapak yang kemudian kuketahui sebagai owner dari sebuah perusahaan kerajinan bernama “Yanti Bathok and Craft” itu dengan cekatan menjelaskan tanpa diminta.

“Betul sekali, Mbak! Ini semua dari bathok kelapa, tas jinjing, tas selempang, dompet, tas bola, sabuk, teko beserta seperangkat cangkir juga terbuat dari batok kelapa kecil.” Laki-laki yang kemudian kuketahui namanya Pak Ahyani itu dengan runtut menjelaskan.

Penampakan tas bola berbahan bathok yang berhasil goes to Jamaica
(doc. pribadi)

Dari caranya menjelaskan saya bisa menebak bahwa, beliau sudah profesional dalam dunia craft lengkap beserta teknik marketing maupun manajemen perusahaannya.

Gelar Produk Craft & Fashion Istimewa

Replika unta dan anak-anak di Pyramid Bantul Yogyakarta (doc. pri)

Aku melangkah menaiki anak tangga satu per satu menuju ruangan utama diadakannya acara gelar Produk Craft & Fashion Istimewa. Replika unta terihat di kanan dan kiri tangga seolah menyambut para pengunjung untuk berada dalam suasana yang tenang dan santai. Ya, replika ini melengkapi atmosfer Pyramid menjadi semakin tradisional dan bersahaja.  Mengajak pengunjung untuk pelan-pelan menikmati setiap keistimewaan produk unggulan daerah Yogyakarta yang ditawarkan.

Acara yang digelar di halaman Pyramid Museum History of Java ini diprakarsai oleh Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta. Sebagai bentuk kepedulian, pendampingan dan pembinaan terpadu kepada para pelaku UKM guna mendukung perkembangan dunia usaha di kalangan masyarakat, mulai dari usaha mikro, kecil hingga usaha menengah. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mendukung tingkat kreatifitas yang harus bisa bersinergi dengan aneka kemajuan teknologi yang semakin cangggih di era revolusi industri 4.0 yang akan kita hadapi.

Mendekati panggung utama, saat itu sedang ada pemaparan materi mengenai Product packaging. Para pelaku usaha tampak antusias memenuhi kursi yang tepat berada di depan panggung utama. Diskusi dan sharing pengalaman begitu seru, terlihat dari komunikasi dua arah antara pemateri dengan para audiens yang mayoritas dari anggota pelaku usaha yang ikut serta meramaikan acara pameran itu.

Bu Yanti adalah salah satu peserta yang aktif bertanya maupun menjawab berbagai pertanyaan terkait dengan packaging. Benar saja, rupanya beliau adalah istri Pak Ahmadi, owner “Yanti Bathok & Craft” yang stand pamerannya berada tepat di sebelah selatan dari deretan kursi di depan panggung.

Pak Ahyani, owner Yanti Bathok and Craft Yogyakarta, tampak sedang berbincang dengan salah satu pengunjung. (doc. pribadi)

Sempat mengikuti beberapa menit, dapat saya simpulkan bahwa materi yang disampaikan oleh anak muda supel yang berbicara di depan, semata untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam meningkatkan kualitas produk dengan cara pengemasan produk barang yang aman dan menarik.

Ruangan itu luas dan adem, cukup memberikan kenyamanan di tengah pajangan aneka kecantikan produk lokal baik bentuk kerajinan maupun fashion.

Rasanya tak sabar ingin membahas satu per satu produk asli masyarakat Yogyakarta yang mendadak begitu aku kagumi ini. Kita mulai dari kerajinan, ya:

  1. Yanti Bathok and Craft

Stand ini begitu mencolok dan menarik kakiku untuk memilihnya menjadi tujuan pertama. Bukan karena paling dekat, tapi pajangan tas uniknya mengingatkan pada suatu masa di mana saya pernah berjualan tas serupa berbahan dasar bathok kelapa. Bedanya, jika dulu bathok itu disusun dalam potongan ukuran besar sekarang justru ukuran kepingan bathoknya begitu mungil dan rumit. Sampai-sampai saya harus memastikannya bahwa benar itu terbuat dari untaian kepingan bathok berukuran diameter 0.6 cm. Ukuran yang begitu kecil dan membutuhkan kerumitan lebih, namun menghasilkan produk yang lebih elegan dan detail.

Motif rumit dan mungil dari kepingan bathok kelapa yang tersusun dalam bentuk sebuah tas wanita yang cantik.
(doc.pribadi)

Tas dompet wanita two in one tampak dari samping. (doc.pribadi)

Menurut penuturan Pak Ahyani, usahanya sudah dimulai semenjak tahun 2002. Namun, seperti usaha lainnya di area Bantul, Yanti Bathok yang waktu itu masih dalam bentuk badan usaha CV mengalami kerugian besar terkena dampak gempa tektonik yang melanda Bantul dan sekitarnya pada tanggal 27 Mei 2006.

Ingatanku melayang di tahun yang sama. Memang, saat itu pusat kerajinan yang berada di desa Kasongan semuanya luluh lantak, rata dengan tanah. Semua perabotan tertimbun bangunan rumah yang menyisakan rentetan genteng yang berbaris rapi namun merebah seluruhnya mendekat ke bumi.

Efek gempa sempat membuat UKM yang awalnya hanya memproduksi kancing baju bathok ini mengalami vakum sekian tahun. Hingga akhirnya pada tahun 2012 Yanti Bathok & Craft ditata kembali. Berbenah mulai dari mengerucutkan bentuk usaha menjadi perorangan, Pak Ahyani mengelolanya bersama istri. Ia menambah kreasi produksi tak hanya kancing baju etnis, namun merambah ke kerajinan tas bathhok dan aneka pernak-pernik asesoris yang mampu mempercantik ruang tamu hingga dapur.

Produk termurah yang diproduksi adalah souvenir berupa gantungan kunci cantik dari bathok dalam aneka bentuk lucu dengan finishing menggunakan vernis. Untuk sebuah gantungan kunci mereka membanderolnya dengan harga mulai Rp 2.000,-. Sedangkan produk tas bathok mulai dari harga Rp 200.000,- hingga Rp 350.000,-

Aku bergeser ke bagian kiri meja display. Di sana ada 3 buah tas yang menurutku paling unik. Berbentuk bola dengan bagian tengahnya terpasang resleting untuk membuka tutup tas bola tersebut sehingga mampu menyimpan benda-benda pribadi cukup aman. Bathok separuh utuh itu dihiasi gambar bunga cantik yang semakin membuatnya nyeni.

Indahnya tas bathok bola dari Jogja goes to Jamaica (doc.pribadi)

“Nah, tas itu (saya menyebutnya tas bola, karena memang bentuknya bulat seperti bola) yang paling banyak peminatnya dari luar negeri,” ujar Bapak itu kalem.

“Wow! Luar negeri? Kirim ke mana, Pak?” tanyaku tak bisa sedikit pun menyembunyikan kekagumanku pada sosok yang bersahaja itu.

“Jamaica,” senyum bangganya terlihat begitu kentara.

Luar biasa, sekelas bathok, limbahnya kelapa, saat mendapatkan sentuhan cinta orang-orang kreatif, mampu melipatgandakan nasib baik hingga tak disangka mendapat cinta dari penduduk yang bahkan letak negaranya dalam peta dunia pun entah di mana.

Seolah tak ada habisnya, Pak Ahyani pun terus saja melanjutkan ceritanya tentang perjuangannya mengalami jatuh bangun hingga akhirnya sekarang memetik buah kegigihanya bersama istri.

Orderan tas serupa untuk dikirim ke Jamaica mampu mengisi agenda ekspedisi bahkan dengan frekuensi 3-4 kali pengiriman per bulan.

Selain Jamaica, tas etnis berbahan bathok itu juga pernah satu kali dikirim ke Republik Dominica, namun hingga saat ini belum ada permintaan lagi dari sana.

Tak menyurutkan semangat, karena selain menjual produk, Pak Ahyani dan Bu Yanti juga sering diundang untuk mengisi pelatihan dari berbagai kota maupun daerah mulai dari Sabang hingga Biak, belum Merauke, lanjutnya.

Selain mengisi pelatihan, pasangan suami istri itu juga aktif ikut serta dalam setiap pameran yang diadakan oleh dinas setempat maupun daerah lain. Bahkan sekali waktu, Bu Yanti pernah mengikuti pameran kerajinan di Belanda. Wow!

Menurutnya lagi, bahan baku bathok UKM tersebut sudah mempunyai supplier sendiri dengan kriteria bathok yang tak terlalu rumit. Untuk membuat aneka kerajinan bathok tersebut bisa menggunakan bathok kelapa tua berwarna coklat tua yang bisa langsung diproses, maupun bathok kelapa yang masih putih yang prosesnya mengharuskannya dijemur dahulu hingga kering baru kemudian diproses cetak menggunakan mesin semacam mesin bubut.

Warna coklat tua dan putih disusun sedemikian rupa sehingga saling memberi kombinasi warna yang semakin cantik. Sedangkan limbahnya berupa serpihan bathok, dimanfaatkan untuk dibuat briket arang sebagai bahan bakar.

Kartu nama Yanti Bathok and Craft Yogyakarta (doc. pribadi)

Belakangan, pasangan suami istri ini juga mulai mengembangkan kreasinya tak hanya produk bathok saja, namun segala bentuk produk kelapa mulai dari sabut kelapa hingga akarnya, agar mendapat nilai tambah. Mereka juga berharap bisa menularkan ilmu kreasi tersebut kepada seluruh warga di Indonesia. Biarlah rejeki Allah yang mengatur, yang penting ilmu yang dibagi bisa memberi manfaat dan juga menambah saudara dari berbagai kepulauan Indonesia, pungkasnya.

Aamiin, Pak! Semoga Allah ijabah, ya Pak! Niat bapak mengentaskan banyak masyarakat dengan cara yang indah. Pertahankan selalu dan tingkatkan kreatifitas tanpa batas!

  1. Decoupage Pandan

Mbak Asri dengan aneka produk decoupage anyaman daun pandan andalannya. (doc.pribadi)

Perempuan berjilbab ungu itu lincah memindahkan tas. Namanya Mbak Asri. Dia menuturkan bahwa menggeluti dunia usaha kerajinan tas hampir satu tahun ini. Namun, bukan lagi tas berbahan bathok. Kali ini tas berbahan daun pandan yang dianyam kemudian diberi sentuhan bermacam ornamen gambar floral warna-warni.

Awalnya saya mengira gambar bunga merah mekar dan dedaunan hijau pupus itu adalah sebuah lukisan yang diaplikasikan untuk mempercantik pandan kering yang warnanya putih tulang itu.

Rupanya, itu bukanlah lukisan seperti yang kukira.

“Bukan, itu bukan lukisan, Mbak. Itu adalah gambar motif dari sebuah tissue decoupage yang ditempelkan ke anyaman daun pandan kering (bisa kayu, dauh kering, plastik atau bahan lainnya) kemudian dilem dan diproses deco,” jelas mbak Asri.

“Oh, ya?” aku hanya melongo. “Tempelan tissue?” sekali lagi kupastikan.

Mbak Asri mengangguk tersenyum. Kedua tangannya sibuk mencari sesuatu di layar gawai berwarna putih di tangannya.

“Ini loh, Mbak!” ujarnya menunjukkan sesuatu. Anganku melayang menuju ke suatu peristiwa di mana aku menyaksikan embak-embak yang sedang mempraktekkan teknik decoupage step by step di layar kaca.

“Oh, I see. Masya Allah, bagus banget, Mbak!” pungkasku.

Rupanya Mbak berperawakan tinggi itu mendapatkan semua idenya dari internet. Selain anyaman pandan, proses deco juga dia lakukan pada telenan kayu, botol dan lainnya.

Teknik decoupage pada botol (doc.pribadi)

Mbak Asri membuka usaha ini sejak hampir setahun ini. Meski mengandalkan pemasaran via online dan offline, namun menurut dia pasaran yang lebih menjanjikan justru yang via online.

“Pernah, waktu itu kita mengirimkan orderan ke Papua. Ya, sementara jarak terjauh pemasaran kami memang Papua, belum sampai tahap internasional.” Mbak Astri menjelaskan tanpa keraguan sedikit pun mengenai kualitas yang kini sudah menembus pasar nasional itu.

Kedua matanya optimis. Dara asal Bantul itu mampu memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk memfasilitasi daya kreatifitasnya yang mampu menghasilkan sebuah karya, memperkaya sumber daya manusia, juga membuka peluang kerja bagi sekitarnya.

Tak hanya belajar dari internet, usahanya juga dia kembangkan terus melalui pembinaan langsung dari dinas koperasi dan UKM DI Yogyakarta. Berbagai pelatihan yang diadakan oleh dinas tersebut kerap diikutinya. Pelatihan packaging, pelatihan marketing dan juga pelatihan lain yang mendukung berkembangnya usaha-usaha kecil menengah di area DIY.

Dengan aktif berkomunitas yang positif, juga mengikuti berbagai kegiatan, saya pikir tak menunggu lama usaha semacam decoupage tas anyaman pandan ini bisa menembus pasar internasional, semoga!

Kartu nama Asri Pamungkas, decoupage Jogja (doc.pribadi)

Mbak Asri Pamungkas, yang menamai akun facebooknya sama dengan nama lengkapnya dan menandai akun instagramnya dengan nama Gias_olshop membuka stand-nya di Museum Pyramid, jalan Parangtritis, Bantul Yogyakarta.

  1. Kain Jumputan [Bukan] Batik

Kain jumputan dengan pewarnaan alami yang indah (doc.pribadi)

Tepat bersebelahan meja dengan tas pandan. Saya hanya butuh bergeser beberapa langkah saja menuju meja penuh dengan kain berwarna cokelat lembut dengan aneka motif apik itu. Tentu saja, sebagai wanita, saya langsung tertarik dengan kain [bukan] batik jumputan itu.

“Oh, bukan! Ini bukan batik Mbak, kalau batik kan harus melibatkan canting dan malam yang menutupi sebagian permukaan kainnya, baru kemudian diberi warna. Ini namanya kain jumputan,” ibu berkaca mata menjelaskan sambil terus tersenyum.

“Ramah banget, ibu ini!” batin saya.

Keramahan ibu yang bernama Supadmi ini membuatku ingin bertanya lebih mengenai kain indah elegan yang tersampir di beberapa papan display di sampingnya.

“Bu, boleh diceritakan proses pembuatannya?” pinta saya dengan senyum tak kalah manis.

Rupanya saat dua perempuan bertemu membahas sesuatu yang indah pasti akan berujung seru. Beliau mengangguk sambil tangannya mengambil kain jumputan berwarna kuning terang.

“Kalau yang ini pewarnanya sintesis.  Bedanya dengan yang pewarna alami adalah dari hasil pewarnaannya. Kalau sintetis warna yang dihasilkan akan terang dan genjreng, namun pewarna alami dari daun-daun akan menghasilkan warna yang lebih pudar dan kalem, seperti ini!” Bu Supadmi mengambil satu lembar kain berwarna cokelat lembut bermotif bulat dengan tepi bertajuk.

“Wow, masya Allah, ini indah banget, Bu! Manis! Bagus banget dibuat gamis atau rok,” saya meraih kain yang sedang dipegang owner kain jumputan itu dengan hati-hati. Kainnya lembut, cukup tebal untuk membuat sebuah gamis terusan atau atasan bahkan dibuat rok. Kainnya halus dan lembut, juga tidak panas saat dipakai.

Kain jumputan dengan pewarnaan alami menjuntai indah pada papan display di belakang stand (doc.pribadi)

Meski dibanderol antara 200 ribu hingga 350 ribu per lembar, menurut ibu berkaos putih itu kain jumputan warna alami lebih diminati oleh masyarakat. Pewarnaan alami biasanya menggunakan daun Jati, Jambal, Jolawe, Mahoni, Secang, juga daun Mangga dan Alpukat.

Masing-masing daun menghasilkan warna yang berbeda. Untuk warna cenderung merah Bu Supadmi menggunakan daun jati dan secang. Sedang untuk warna coklat bisa menggunakan daun mahoni dan lainnya.

Pewarnaan alami menggunakan daun juga membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan pewarna sintetis. Jika pewarna sintetis hanya membutuhkan satu kali proses mewarnai, pewarnaan alami kain jumputan bisa sampai lima kali proses pewarnaan untuk mendapatkan warna yang lebih pekat.

Kain Jumputan yang telah diwarnai dengan pewarna sintetis dan masih dalam keadaan penuh ikatan tali rafia (doc.pribadi)

Ikatan jumputan dari dekat (doc.pribadi)

Sambil mengambil kain berwarna hijau yang masih banyak terdapat ikatan di sana-sini, Bu Padmi menjelaskan beberapa langkah pembuatan kain jumputan secara lengkap dan runtut.

Jadi langkah-langkah membuat kain jumputan antara lain:

  1. Pembuatan pola sesuai yang diinginkan
  2. Pengikatan kain di titik-titik pola menggunakan tali raffia
  3. Pewarnaan dengan cara direbus menggunakan air yang dicampur dengan pewarna baik sintetis atau tumbukan daun
  4. Mengunci warna dengan tunjung dan tawas
  5. Mencuci kain yang sudah terwarnai
  6. Menjemur kain hingga kering tidak di bawah panas matahari langsung
  7. Membuka ikatan tali raffia, dan
  8. Kain indah dengan motif warna aneka bentuk pola sudah kita dapatkan.

Seperti pelaku usaha lain, Bu Padmi juga kerap mengikuti pameran yang diadakan oleh Dinas Koperasi dan UKM  juga pembinaan dan pendampingan PLUT-KUMKM DI Yogyakarta secara periodik.

Usaha yang dinamai dengan Mekar Abadi ini terus dikembangkannya sejak tahun 2017 hingga sekarang. Selain memproduksi kain jumputan yang langsung dijual, Bu Padmi juga membuka kelas-kelas pelatihan untuk masyarakat yang ingin bisa membuat kain jumputan tersebut. Pelatihan ini dapat diikuti mulai dengan biaya Rp 50.000,- per orang dengan minimal 25-30 orang per kelas, atau dengan pelatihan privat dengan biaya sekitar 400 ribu – 450 ribu rupiah untuk beberapa teknik jumputan yang akan diajarkan.

Kartu nama Mekar Abadi Jumputan Yogyakarta (doc.pribadi)

Kain jumputan dengan pewarna sintetis.
Kuning: baru saja dilepas dari ikatan tali rafia
Hijau: Masih lengkap dengan tali-tali rafia yang kuat mengikat pola (doc.pribadi)

Duh, jadi pengin ikuti kelasnya nih! Perempuan kalau lihat yang indah-indah memang suka nggak tahan untuk memilikinya. Memiliki ilmu membuat kain jumputan kayaknya menyenangkan, ya! Bisa membuat berbagai motif sesuka hati kita!

Tak hanya kaum muda saja, saat orang yang lebih berusia namun semangat mencari ilmu dan kreatifitas terus dijaga, maka hasil tak akan pernah mengkhianati usaha. Semangat ya, Embak, ibu, Bapak!

Menggeliatnya usaha kecil menengah di tengah masyarakat Yogyakarta yang sangat kita rasakan tidak jauh dari hasil kerja kolaborasi antara pemerintah melalui Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta, PLUT-KUMKM DI Yogyakarta dan juga antusiasme masyarakat untuk bersinergi mengembangkan kreatifitas karya yang kelak akan berhasil eksis di pasar global. Semoga kegiatan positif semacam akan terus diupayakandan mendapat respon yang semakin antusias dari masyarakat. Sehingga akan menghasilkan masyarakat industri yang mandiri dan berkualitas, yang siap untuk ikut berkompetisi di pasar dunia. Insya Allah!

Jogja memang gudangnya kreatifitas!

Pyramid Museum History of Java
Jalan Parangtritis Bantul Yogyakarta
(doc.pribadi)

Alhamdulillah, sesorean mengunjungi acara Gelar Produk Craft & Fashion di halaman Pyramid Museum History of Java yang berlokasi di jalan Parangtritis Bantul Yogyakarta pada tanggal 22-23  Maret 2019 ini, membuka mata saya akan pentingnya terus berupaya mengembangkan potensi diri memperkaya kreatifitas yang akan semakin membuat kita berkualitas. Bermanfaat di masyarakat juga bentuk mensyukuri atas diciptakannya kita sebagai manusia yang kaya akal oleh Allah Tuhan Yang Maha Menciptakan segala sesuatu.