NIKMATI KOPI PAPANDAYAN DAN PHOTOGRAPHY HANYA DI GUDANG KOPI

Orang pinter masak belum tentu sukses di usaha kuliner. Sebaliknya orang yang nggak bisa masak justru sukses di usaha kuliner. Sepakat ya?

Jadi begini, tidak jarang kita makan di tempat umum, bisa warung, resto, café dan lainnya. Kelihatannya tempat makannya sangat ramai, asyik, tapi begitu kita mencicipi makanannya ternyata sangat biasa, atau malah cenderung tidak enak. Sering, kan? trus kepikiran donk seandainya kita yang buka warung itu pasti akan lebih ramai, karena masakan kita lebih enak! Yakin? Itu sih sepertinya hanya ‘wang sinawang’ saja, iya kan? Ternyata sukses bisnis kuliner tak hanya mengandalkan resep unggulan yang kita kuasai, namun da banyak faktor yang berperan di belakangnya.

Mas Hariyanto Owner Gudang Kopi
Mas Hariyanto Owner Gudang Kopi

Salah satu contohnya adalah Café Gudang Kopi. Menurut  Harianto, owner Gudang Digital dan juga Gudang Kopi Café, kunci utama menjalankan bisnis ialah pertemanan, jejaring, networking. Kita tidak bisa begitu saja membuka bisnis kuliner hanya karena kita jago masak. Tentu saja kita harus menguasai skill manajemen perusahaan dan juga melebarkan jangkauan networking dengan berbagai kalangan.

Seperti halnya merintis sebuah usaha, Gudang Digital yang awalnya dirintis sejak tahun 2007 juga mengalami pasang surut. Toko alat-alat perlengkapan digital yang beralamatkan di Jalan Gejayan No. 08 Demangan Yogyakarta awalnya menamakan usahanya dengan Gudang Studio (2010). Mengaku bukan orang asli Jogja, pun tidak berkuliah atau sekolah di Jogja, Harianto merasa tidak berkembangnya usaha tersebut sangat dipengaruhi oleh eksistensi pertemanan di sekitarnya. Pada saat dirinya mulai membangun relasi dan pertemanan, Gudang digital tumbuh semakin berkibar.

Tak hanya bisnis digital, melihat pangsa pasar yang semakin ramai, membuat pemiliknya berpikir keras. Daripada para pelanggannya yang sering datang ke toko mencari tempat kongkow lain, kenapa tidak dibuka saja café di lantai atas ruko tersebut?

Suasana Cafe Gudang Kopi
Suasana Cafe Gudang Kopi

Rupanya dari analisa yang sederhana itulah kemudian muncul Gudang Kopi yang menyediakan aneka minuman kopi. Beda dengan tempat lain, Gudang Kopi mengambil kopinya dari Jakarta, Malang atau kota lain. Bahkan terakhir dari Singapura dan Hongkong.

Sore itu adalah kali keduaku bertandang ke Café yang selain menyediakan minuman aneka blend kopi juga menyediakan makanan untuk sarapan juga makan siang hingga dinner. Berbeda dengan café lainnya yang hanya menyediakan aneka minuman berbahan dasar kopi dan snack, Gudang Kopi menyediakan aneka menu-menu berat. Menu itu bisa mengenyangkan perut para pelanggan yang sudah kadung jatuh cinta dengan nuansa café.

Dari belasan menu makanan, aku berhasil mencicipi dua jenis makanan besar dan satu jenis jajan (snack) dan juga kopi andalan dari Gudang Kopi. Menu-menu itu (yang sudah berhasil aku pesan) antara lain:

  1. Nasi Cumi Hitam

Dasarnya aku sukanya kalau cumi ya harus dimasak putih bersih. Namun di Gudang Kopi ada menu unik satu ini. Kenapa hitam? Karena tinta cumi memang sengaja tidak dibuang. Ada kelompok suka makan cumi masak hitam, dan suka makan cumi masak putih. Hehe kamu gabung yang mana?

Rasanya khas ada pulen-pulennya, meski rasanya daging cuminya tetap sama, kalau masaknya pas bisa lembut dan enak, seperti menu Cumi Hitam di Gudang Kopi ini. Nah, kan nggak perlu repot harus ke daerah pantai hanya sekadar untuk menikmati Nasi Cumi Hitam.

  1. Bakmi Goreng Gudang Kopi

Nah, ini lucu. Bukannya aku fanatik sama Bakmi goreng Jogja. Meski di acara buka bersama teman-teman bloger Jogja bersama Gudang Kopi sore itu menyuguhkan aneka makanan modern, apalah daya ketika si gadis imut Aishya justru milihnya Bakmi goring. Heheh… Asihya yang sedari sore sudah mulai manyun karena lapar langsung memilih menu favoritnya itu. Makanan kekinian juga melengkapi menu yang ditawarkan oleh Café Gudang Kopi, seperti Omurice (Nasi putih berbalut telur dadar yang dikombinasi dengan Chicken Katsu), juga Nasi IKan Dori Dabu-Dabu yang aslinya pengin banget cobain karena sambal Dabu-Dabunya yang segar, juga ada puluhan macam lagi jenis makanan yang pas di lidah kita.

  1. Red Velvet

Untuk snack satu ini, aku kasih dua jempol deh. Rasanya yang lezat, lembut, gurih manis dan creamy di mulut, membuatku tak henti untuk mencoleknya. Pssttt! Yang ini juga Aishya yang request, loh! Harganya wajar meskipun di café. Per slicenya dibanderol 25 ribu saja. Alhamdulillah! Tapi maaf, Red Velvet yang lezatos belum sempat difoto sudah ludes duluan, sama Aishya dan emaknya. Aslik lupa! Maaf ya!

  1. Es Kopi Papandayan Istimewa

Es Kopi Arjuna, Papandayan dan Es Foto Kopi
Es Kopi Arjuna, Papandayan dan Es Foto Kopi

Jangan kaget kalau nanti ada yang kebetulan dapatnya Es Kopi Papandayan, ya! Karena rasa jadi lebih mirip dengan es cendol!

Benar saja, begitu saya cicipi Es Kopi berwarna crem itu, aroma cendolnya dapat banget. Rupanya memang Es Kopi tersbut dikombinasi dengan sirup Coco pandan yang membuat sendiri, bukan beli jadi.

Selain Es Kopi Papandayan, Café Gudang Kopi juga memiliki dua jenis Es Kopi andalan lainnya, ialah Es Kopi Arjuna dan Es Foto Kopi. Hayoo! Penasaran sama rasa ketiga kopi itu kan? Ayo, ngaku!

  1. Es Teh

Enggak di café, warung, resto, atau lesehan, kenikmatan es teh memang tak ada duanya. Dan, lagi-lagi ini juga request Aishya yang tiba-tiba jadi doyan makan dan minum itu. Judulnya pokoknya ngajakin Aishya Buka Bersama dengan teman-temannya Bunda, sambil kita mencari ilmu tentang Foods Influencer langsung dari Mas Andre C selaku Foods Enthusiast di Acara Ngabuburit produktif bersama Kemunitas Bloger Jogja bersama Gudang Kopi. Gudang Kopi because Your PhotoCopy begins here!

Hmm, daripada cuma ngebayangin, mendingan tonton keseruan ngabuburit dan bukber kita dengan aneka menu istimewa dari Gudang Kopi di sini, ya!

2 Replies to “NIKMATI KOPI PAPANDAYAN DAN PHOTOGRAPHY HANYA DI GUDANG KOPI”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *