Kuliner “Pasar Papringan” Ala Taman Bambu Joglo Parisewu

Piknik ke mal? Ah sudah biasa!

Jalan-jalan ke pantai? Hmm bisa jadi sih, tapi panas hehe..

Trus kemana donk yang enggak membosankan, adem nggak berjubel dengan banyak orang? Ke gunung? Capek manjat! Yaah, itu mah cuma angan-angan saja namanya.

Jangan bingung dulu. Karena kita bisa jalan-jalan ke tempat ini niih. Selain kamu bisa makan yang enak-enak dan mengobati rindumu yang entah buat siapa, kamu juga bisa bernostalgia mengulang tingkah masa kecil yang sudah tak mungkin lagi di-rewind. Apalagi jika orang tua kita sudah tak ada lagi. *bentar ambil tissue dulu! Tuh kan, mewek deh!

Asli, apapun hal yang membuatku terlempar ke masa lalu di mana aku belum harus memikirkan apapun kecuali makan dan sekolah, aku selalu menikmati rindu yang kadang bingung cara menyembuhkannya.

Joglo Parisewu
Joglo Parisewu

Sebut saja di Joglo Pari Sewu, tempat kulineran unik dan tradisional. Selain menu-menunya yang mengingatkan aku dengan almarhumah mama, penyajian menunya juga luar biasa mampu membawa memori kita ke masa lalu.

Dari pada mewek lagi, mendingan kita bahas satu persatu apa saja yang bisa kita nikmati di sana yuk!

  1. Suasana ‘nDeso’
suasana santai, ndeso namun nyaman bai pengunjung
suasana santai, ndeso namun nyaman bai pengunjung

Dulu istilah ‘nDeso’ tentu saja sangat dihindari oleh kita. Ibaratnya meskipun kita rumahnya nDeso, tapi sangat anti kalau kita sampai dikata-katain ‘ndeso’ iya kan?

Berbeda dengan sekarang, justru nDeso ini lah yang banyak dicari orang, terutama yang mengaku orang kota. Mereka berlomba-lomba untuk mencari sesuatu hal atau tempat atau apapun yang berhubungan dengan ke-nDesoannya. Mereka menyebutnya itu ‘original’.masih asli, masih primitive.

Nah, di Joglo Pari Sewu ini kamu bisa banget mendapatkan suasana tersebut. Rumpun bambu, sungai berbatu yang dialiri air yang dangkal gemericik, juga semacam kolam di hulu sungai yang selalu dialiri air dan mengalirkan kembali air itu ke bagian lebih rendahnya.

Kamu bisa ciblonan? Di sinlah tempatnya, ciblonan sepuasnya, juga beberapa floating boat disediakan khusus buat bermain air dengan cara lain. Selain asyik berbasah-basahan, kamu pasti akan lebih tertarik untuk mengabadikannya momen itu untuk kemudian diposting di media social yang kamu punya. Ngaku, kan?

‘Kekinian” sebutanmu. Padahal aslinya itu semua adalah kekunoan. Ya, mungkin kita sudah mulai kebhabisan sesuatu yang terlalu kekinian, hingga akhirnya kekinian itu justru kembali ke masa lalu.

  1. Kuliner Taman Bambu
Menu tradisional kuliner Taman Bambu Joglo Parisewu
Menu tradisional kuliner Taman Bambu Joglo Parisewu

Pasar Papringan, istilah yang lagi beken. Di sini kamu bisa makan aneka kuliner tradisional seperti buntil, kering tempe, pepes, oseng kacang panjang, gorengan, semur telur dll. Selain lauk dan sayur untuk makan bersama nasi putih, kamu juga bisa menemukan nasi goreng nDeso di tempat ini. Rasanya khas nasi goreng zaman dulu.

Aneka kudapan nDeso juga bisa kamu dapatkan di tempat yang teduh dipayungi rimbunan pohon bambo yang disebut Taman Bambu ini. Sebut saja Thiwul, gathot, cenil, apem dan banyak lagi jajan pasar yang disajikan di sana.

Oiya, di sana uang nggak akan laku buat beli semua makanan tersebut. Mereka hanya menerima lembaran kupon yang bisa kamu tebus di kasir atau meja yang telah ditunjuk. Dengan kupon itulah kita bisa makan sesuka kita.

Untuk satu lembar kupon bisa ditukar dengan sepiring nasi putih beserta dua macam sayur saja, sedangkan untuk lauk kita bisa menukarkan selembar kupon lagi. Begitu pun dengan gorengan dan minuman. Beda dengan gorengan yang bisa kita tukar dengan selembar kupon untuk dua buah gorengan, untuk minuman teh (panas atau dingin) kita hanya diminta selembar kupon untuk meminum sepuasnya karena di sini bebas refill minuman.

 3. Floating boat

Lokasi Floating Boat
Lokasi Floating Boat

Bermain-main air siapa sih yang nggak suka? Mulai dari bayi, balita, anak-anak, remaja hingga dewasa semua suka bermain air. Di Joglo Parisewu kamu bisa berpuas diri menguji adrenalin dengan mengapung di permukaan air mengalir di bawah jembatan. Percaya deh, apapun bentuknya yang namanya bermain air selalu asyik. jangan lupa foto dan video keseruan di sana, karena kamu bisa secara utuh menceritakannya kepada kawan yang pastinya juga merindukan masa kecil yang bahagia.

4. Rumah Boneka

Hanya dengan dua lembar kupon, kita dapat sepuasnya bermain bersama boneka-boneka besar dan kecil. Lingkungan yang adem dan nyaman tentu juga akan membuat kita semakin betah berempuk-empuk di sana.

5. Terapi Ikan

Masih berkaitan dengan main air. Terapi ikan di sini selain berbasah-basahan juga akan memberikan manfaat yang bagus terhadap kaki kita. Saat belum juga kaki menyentuh masuk  ke dalam air, segerombolan ikan kecil berwarna hitam siap menyambut kulitmu yang kusam. Ikan-ikan itu secara otomatis tanpa disuruh akan “menguliti” kakimu dari lapisan kulit yang sudah rusak atau mati.

Sensainya seperti apa? kalau dari pengamatan (aku nggak berani mencobanya 🙂 ) rasanya kaki dikerubuti puluhan hingga ratusa ikan kecil itu seperti dikelitikin level 10, super geli! Wah pantesan, seua yang kakinya diterapi ikan akan tertawa terpingkal-pingkal tanpa bisa ditahan.

Bosan piknik ke mal? Kamu bisa cobain piknik sekalian makan di tempat ini. Suasana alami, juga penyajian kulinernya yang unik pasti akan membuatmu betah dan penuh nostalgia. Joglo Pari Sewu. Nah, bagi yang tinggal di Jogja tentu sudah akrab sekali dengan banyaknya tempat makan yang unik semacam ini.

Berbeda dengan tempat makan tersebut yang sudah umum terdapat di banyak tempat maupun sudut Jogja. Selain menyediakan makanan berat yang tradisional, tempat ini juga menawarkan berbagai spot foto alami juga rumah boneka yang di dalamnya kamu bisa puas berfoto bersama boneka-boneka besar maupun kecil yang lucu.

Atau justru karena semakin tingginya tingkat kreatifitas masyarakat justru menjadi penyebab rindunya dengan masa lampau yang sudah jauh tertinggal di belakang sana? Rasanya semua yang berbau masa kecil akan memberikan ketertarikan tersendiri dalam segala hal.

Sudah menjadi rahasia umum jika kebutuhan makan selalu berbanding lurus dengan kenyamanan suasana tempat makan.

Joglo Pari Sewu, tempat piknik yang bisa memanjakanmu akan kebutuhan kuliner, juga akan menyuguhkan suasana yang tak biasa untuk kebutuhan rohanimu. Bagaimana tidak? Galau, stress yang akhir-akhir ini banyak menjangkiti kaum millennial beserta semua seniornya tentu saja harus diimbangi dengan obat yang mampu menetralisir gangguan kenyamanan hati karena berbagai macam permasalahan. Piknik dan kulineran di Joglo Parisewu, rindumu akan masa lalu sedikit terobati.

Joglo Parisewu
Joglo Parisewu

Joglo Parisewu

Bromonilan RT 008 RW 003 Bromonilan Purwomartani Kalasan Sleman

Daerah Istimewa Yogyakarta

Buka: 07.00 – 18.00 WIB

4 Replies to “Kuliner “Pasar Papringan” Ala Taman Bambu Joglo Parisewu”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *