Karena Hijrah Hanya Butuh Kata “Sekarang” Jangan Tunda #AyoHijrah Bersama Bank Muamalat Indonesia

Ayo Hijrah Bank Muamalat
Ayo Hijrah Bank Muamalat

“Duaarr! Brraaakk!” kardus kosong berwarna cokelat itu melesat, menabrak dinding yang terbuat dari tripleks berwarna cokelat. Badanku gemetar karena marah. Entah marah pada diri sendiri atau marah kepada siapa.

Mama menolak semua argumen saya untuk meminjam uang ke bank. Bukan kah kemarin mama sendiri yang membuka ide ini? Juga menyuruhku untuk hunting informasi mengenai peminjaman uang?

Setidaknya dari seratus juta yang kita ajukan sudah di-acc oleh sebuah bank sebesar 60 juta. Jumlah yang menurutku masih cukup untuk merealisasikan pembangunan ruko yang kita impikan. Kita peroleh mudah hanya dengan membayar angsuran selama 5 tahun.

Mama menggeleng, tetap bersikeras untuk tidak memberikan sertifikat rumah yang kami tempati.

Mama masuk kamar dengan hati yang remuk. Sedangkan aku tak tahu harus berkata apa.

Seperti biasa hanya dengan saling diam beberapa waktu saja, kami sudah lumer lagi. Akrab lagi, tanpa ada yang perlu dibahas atau siapa meminta maaf pada siapa.

***

“Mbak, bagus ndak? Kegedean, ya?” pertanyaannya memberondong. Seolah menuntut untuk kujawab, “Bagus! Enggak kegedan, kok!”

Mama masih saja berputar mematut diri di depanku yang masih bingung mau jawab apa.

Hanya senyuman sinis yang sekuat tenaga kusembunyikan.

Ya iyalah, enggak cuma kegedean, tapi kegedean banget! Batinku berteriak. Sedangkan bibirku masih saja senyum separo. Tahu kan artinya senyum separo?

Gimana enggak, aku tu masih belum bisa menerima mama memakai jilbab yang panjangnya melampaui lipat lutut di bagian belakang.

“Kedodoran, Mama! Enggak risih apa?” Aku berusaha memberi penilaian semanis mungkin, namun entah mengapa yang keluar tetap saja kalimat jahat!

Bukan karena aku tak suka, tapi karena aku yakin semua itu akan berbuntut juga padaku. Memakai baju longgar dan jilbab super lebar? Dan, aku enggak suka!

Ternyata benar, meski tak pernah sekali pun mengungkapkannya, mama selalu menginginkan aku untuk mengikuti gaya pakaiannya.

Hijrah, istilah yang dipakainya. Sedangkan aku, aaarrgghh! Ribeet!

Aku lebih suka penampilan yang rapi, simpel, energik dan tomboy tapi cantik. Gimana mau pakai baju kedodoran seperti itu sedangkan aku naik motor tiger yang mengharuskan pakai celana?

Lagi-lagi mama tidak suka aku mengendarai motor tiger. Selain “saru” naik motor tiger juga menurutnya terlalu memaksakan diri. Seberapa kuat sih tangan perempuan untuk menguasai motor segede itu?

Khawatir, sebenarnya mungkin itulah yang pengin diungkapkannya tapi tak pernah terucap.

Mama tak bergeming, seolah tak mempedulikan apa pun jawabanku. Dia masih saja senyum-senyum puas sambil sesekali memutar badan. Gamis dan jilbab bunga-bunga orange yang sedang di-fitting itu memang baru dibelinya. Melebihi besarnya ukuran jilbab yang sudah besar sebelum-sebelumnya. Mama tak peduli dengan penolakan halusku terhadap semua ajakannya untuk memperbaiki pakaian.

Tentu saja Mama tak serta merta protes dengan jilbabku yang masih kuikat ke belakang leher. Boro-boro jilbab besar menjuntai menutupi dada dan pantat, lengan baju saja masih ¾ atau paling panjang ya 7/8 lah. Apalagi kaos kaki? Kaos kaki itu musuh buatku. Aku paling risih memakai kaos kaki, kayak orang sakit! Ndeso!

Namun, Mama selalu punya cara, ia sengaja membiarkan pikiranku kepo (Knowing Every of Particular Obaject). Ia terus saja fokus dan menikmati proses hijrahnya. Baju longgar, kerudung besar, kaos kaki dan di setiap waktu luang ia akan sibuk dengan gadgetnya.

“Yeay, katanya hijrah, tapi masih aja main gadget!” sindirku.

Ah paling WA-an, youtube atau baca gosip-gosip artis tak bermutu,” lanjutku lagi.

Mama hanya senyum sekilas.

Siapa sangka, kesibukan mama dengan gawai barunya ternyata untuk mendengarkan lantunan ayat suci al quran. Mama mulai menghafalkan juz 30. Dan mama sudah berhasil menghafalkan surat An-Naba?

Ampuni aku, Ya Rabb telah su’udzan pada Mama! Diam-diam aku mengikuti jejaknya, mulai menghafalkan surat-surat di juz 30 meskipun jilbabku masih sebatas bahu dan diikat ke belakang leher.

Perempuan sabar yang menurutku paling cantik sedunia itu tak pernah protes dengan semua prasangkaku. Dia terus saja menikmati setiap detik yang berjalan, tak pernah sedikit pun memaksaku untuk mengikuti kemauannya tanpa aku sendiri menyadarinya.

Tapi kapan?? Ah, Mama!

Tiba-tiba, tanpa disuruh lagi, kini aku lebih nyaman dengan semua pakaian yang mama pamerkan tempo hari. Baju bunga orange longgar, kerudung super besar, kaos kaki, baju lengan panjang menutupi pergelangan tangan.

“Ma, bahkan semua baju yang mama beli terakhir, yang kau pamer-pamerkan agar aku ikut menyukainya, kini aku memakainya tanpa kau minta,” bisikku lirih pada diri sendiri.

“Aku memakainya, Mama. Lihat!” lagi-lagi hanya bayanganku sendiri yang dapat kulihat di cermin lemari yang biasanya aku dan mama berkaca bersama.

Dengan suka rela, dengan kesadaran diri yang penuh, dengan perasaan rindu hijrah yang nyata.

Tapi, kenapa tak ada senyum lagi yang menyungging tanda bangga? Ke mana senyum itu Mama? Apakah aku yang terlambat? Aku terlambat hijrah?

Mamaa! Dengarkan aku! Putrimu kini hijrah, Ma! Tolong lihat lah sejenak! Didikanmu tak pernah sia-sia.

“Mamaaa, harusnya dulu aku lebarkan senyuman dan mengajakmu berdandan yang cantik dengan pakaian baru kita! Pakaian yang menutupi seluruh aurat kita, Ma! Harusnya dulu kujawab bagus banget dengan penuh takzim saat mama mencoba baju baru itu, harusnyaa….” Aku hanya bisa menelungkupkan wajah di lipatan baju-baju hijrahmu, yang lunglai tanpa ragamu menegakkannya.

Kata siapa, tak ada kata terlambat! Bohong!! Bagiku, semua begitu terlambat!

Aku menyadari semuanya setelah mama yang tak pernah mengeluh tiba-tiba tak berdaya.

Helaan nafasnya yang terkahir kalinya, bahkan begitu lekat di pelupuk mata ini.

Mama dipilih Allah untuk dipanggil lebih dulu menghadap-Nya. Tanpa apapun tanda, tanpa apapun isyarat. Tiba-tiba di kala semua bahagia.

Maafkan aku yang durhaka, Ma!

Sampai kapan pun pesanmu tak akan pernah usang buatku. Biarkan kuteruskan!

Biarlah baju dan kerudung baru super kedodoran yang dulu kubenci namun begitu kaucintai, menjadi usang di tubuhku, Mama. Semoga seberapa pun pahala yang dihasilkan dari memakainya akan mengalir seluruhnya untukmu, di sana!

Aku sangat merindumu, Ma!

***

Apa pun bentuknya hijrah, selalu tak mampu sendirian. Harus ada teman, harus ada kawan untuk terus saling mengingatkan. Hijrah itu anugrah. Hijrah itu rahmat yang tak ternilai. Hijrah itu tenang dan damai antara lahiriah juga batiniah.

bank muamalat
Bank Muamalat

Dalam rangka mendukung hijrah dari pola kehidupan yang kurang baik menjadi kehidupan yang lebih baik dan berkah, Bank Muamalat mengajak masyarakat untuk mengikuti gerakan #AyoHijrah.

Bank syariah pertama di Indonesia ini menyelenggarakan Grand Launching Ayo Hijrah pada tanggal 8 Oktober 2018. Siap menjadi partner yang mendukung 100% perubahan dari segala aspek kehidupan. Mulai dari hijrah ibadah, hijrah cara berpakaian, hingga hijrah cara bertransaksi keuangan yang tak bisa lepas dari seluruh rangkaian kehidupan umat Islam di mana pun berada.

Apa Itu #AyoHijrah?

#Ayohijrah
#Ayohijrah
Ayo Hijrah Bank Muamalat
Ayo Hijrah Bank Muamalat

Wah si Fulan sudah hijrah, loh! Masa kamu mau gini-gini saja? terkadang obrolan ringan seperti itu sering kita dengar di sekitar kita. Artis hijrah, pejabat hijrah, seniman hijrah, dokter hijrah, polisi hijrah dan masih banyak lagi lainnya. Lalu, apa sih sebenarnya arti hijrah yang sesungguhnya?

Kita sering mengartikan kata hijrah dengan berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Namun bisa jadi hijrah kita artikan berpindah dari satu hal kurang baik menjadi hal yang lebih baik.

Makna yang kedua inilah yang akhir-akhir ini mulai menggaung di telinga masyarakaat. Hijrah berbondong-bondong. Bukan karena trend atau gaya, tentu saja ada pengaruh teknologi kekinian yang menyebabkan media sosial begitu menguasai segala aspek kebutuhan hidup. Apapun berita yang terjadi di dunia ini bisa dengan mudah di akses oleh seluruh manusia.

Termasuk dengan hijrah yang sekarang mengalami peningkatan value. Hijrah itu keren, demikian yang ditunjukkan oleh banyak orang yang lebih dulu melakukan tindakan positif itu. Rupanya hijrah merupakan satu langkah yang membuat seseorang menjadi lebih baik dari sebelumnya. Menjadi tenang, sabar, tenteram dan banyak perasaan nyaman lainnya. Orang yang hijrah akan memberikan nuansa yang positif di mana pun dirinya berada.

Hal inilah yang menyebabkan hijrah menjadi hal yang mulai dilirik oleh masyarakat terutama anak muda yang sedang mulai mencari jati diri.

Bank Muamalat tak ingin ketinggalan dengan animo positif ini. Melalui berbagai programnya, Bank Muamalat Indonesia juga mensupport gerakan #AyoHijrah untuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang ingin berpindah dari keadaan yang kurang baik menjadi keadaan yang lebih baik.

Apa Itu Bank Muamalat?

bank muamalat
Bank Muamalat

Bank Muamalat Indonesia merupakan Bank pertama yang menggunakan sistem murni syariah. Dalam gerakan #Ayo Hijrah Bank Muamalat Indonesia memiliki dua fungsi utama, yaitu:

  1. Sebagai penyedia layanan perbankan syariah
  2. Menjadi agen penyemangat umat untuk terus meningkatkan diri ke arah ajaran Islam yang baik, sempurna dan menyeluruh (Kaffah) dengan cara melakukan tindakan untuk hijrah dalam hal ibadah dan juga tata kelola keuangan.

Cara Kerja Bank Muamalat Indonesia

Bank Muamalat Indonesia menjaga seluruh transaksi keuangan dengan nasabahnya dari segala macam unsur riba yang memungkinkan terkandung di dalamnya. Bank ini memulai seluruh transaksinya dengan memilih akad-akad yang dibenarkan menurut syariat Islam.

Akad adalah perikatan antara Bank dan Nasabah dengan cara yang disyariatkan dan memiliki dampak hukum yang sah.

Sebagaimana bank pada umumnya, kedudukan bunga pada investasi maupun tabungan menjadi daya tarik tersendiri yang ditawarkan. Bank ini menjaganya semenjak akad di awal.

Saat bank lain mengunggulkan bunga yang tinggi, justru Bank Muamalat ini memberikan pilihan untuk akad tabungan di awal hanya sebatas menitipkan uang saja tanpa adanya bagi hasil di dalamnya, atau pengelolaan uang dengan bagi hasil di dalamnya yang memenuhi kaidah-kaidah sesuai dengan syariat Islam.

Bank Muamalat mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama meningkatkan kualitas hidup ke arah yang lebih baik dalam segala hal. Menggunakan nilai Islam sebagai hubungan kita dengan Sang Pencipta juga sebagai Jalan hidup (Way of Life) untuk mengajak semua menjalani hidup sesuai tuntunan Islam yang baik dan berkah.

#AyoHijrah Bank Muamalat hadir dalam layanan perbankan melalui layanan perbankan syariah untuk hidup yang lebih berkah.

Tujuan Gerakan #AyoHijrah

Tujuannya dicetuskannya gerakan #AyoHijrah adalah untuk meningkatkan kualitas diri baik sebagai individu maupun sebagai oraganisasi. Mengajak masyarakat untuk kaffah (menyeluruh) dalam menjalankan syariat islam khususnya dalam konteks layanan perbankan syariah.

Bank Muamalat memiliki cita-cita untuk menyetarakan pertumbuhan nasabah Bank Syariah agar setara dengan kondisi rakyat Indonesia yang mayoritas muslim.

Bentuk dan Gerakan #AyoHijrah

Bank Muamalat mengajak masyarakat untuk meningkatkan diri dalam berbagai bidang, khususnya berpindah menggunakan layanan Bank Syariah untuk hidup tenang dan berkah.

Berikut ini berbagai kegiatan yang dilakukan dalam gerakan #AyoHijrah antara lain:

  • Seminar / edukasi tentang perbankan syariah
  • Open Booth di pusat kegiatan masyarakat
  • Kajian Islami dengan narasumber dari kalangan ulama
  • Pemberdayaan masjid sebagai salah satu agen perbankan syariah.

Mengapa masyarakat harus hijrah berpindah ke Bank Muamalat?

Alasan mendasar bagi masyarakat harus hijrah ke Bank Muamalat, karena:

  • Bank Muamalat Indonesia adalah Bank pertama murni syariah di Indonesia yang berdiri sejak 1992
  • Bank Muamalat tidak menginduk dari Bank lain, sehingga terjaga kemurniannya.
  • Pengelolaan dana berdasar prinsip-prinsip ekonomi syariah, dikawal dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah
  • Memiliki produk dan layanan lengkap dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas Mobile Banking, Internet Banking Muamalat dan Jaringan ATM, serta kantor cabang hingga ke luar negeri.

Semua produk Bank Muamalat semenjak adanya gerakan #AyoHijrah diganti dengan nama baru dengan tujuan agar lebih mendapatkan berkah dari Allah SWT. Nama-nama produk Bank Muamalat yang baru antara lain:

  • Tabungan iB HIjrah
  • Tabungan iB Hijrah Haji & Umrah
  • Tabungan iB Rencana
  • Tabungan iB Prima
  • Tabungan iB Prima Berhadiah
  • Tabungan Deposito iB HIjrah
  • Tabungan Giro iB HIjrah
  • Pembiayaan Rumah iB Hijrah Angsuran Super Ringan

Bank Muamalat memiliki impian dengan adanya gerakan #AyoHijrah untuk memperbaiki tata kelola keuangan masyarakat Indonesa yang mayoritas muslim, yaitu menjadikan Bank Muamalat sebagai pusat dari Ekosistem Ekonomi Syariah & turut membangun industri halal di Indonesia dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.

Bagaimana masyarakat dapat mengakses dan mempelajari gerakan #AyoHIjrah beserta produk dan program Bank Muamalat? Secara lengkap bank Muamalat aktif melakukan dan membagi bermacam informasi terkait aktifitas keuangan maupun transaksi keuangan masyarakat yang diupayakan selalu mengikuti syariat Islam.

Media sosial Bank Muamalat dapat diakses di alamat berikut:

Facebook: Bank Muamalat Indonesia

Instagram: Bank.Muamalat

Twitter: Bank.Muamalat

Youtube: Bank Muamalat

Web: www.bankmuamalat.co.id

Pengalamanku menjadi Nasabah Bank Muamalat Indonesia:

Buku Rekening Bank Muamalat iB Hijrah
Buku Rekening Bank Muamalat iB Hijrah

“Ibu mau mengambil akad yang mana? Yang pertama akad Wadiah Yad Dhamanah, kedua adalah akad Mudharabah Muthlaqah,” tutur petugas berbaju batik itu sopan.

Entah berapa tahun yang lalu saya pernah membuka rekening di bank ini tapi sekarang sudah hangus karena lama tidak digunakan.

“Ehm, bedanya apa ya, Mas?” tanya saya bingung.

“Kalau akad yang pertama Pemilik Dana menitipkan uangnya di Penyimpan Dana, namun tidak ada porsi bagi hasil di dalamnya. Akad yang kedua Pemilik Dana (Nasabah) menanamkan dananya kepada Pengelola Dana untuk kegiatan usaha yang sesuai syariah, dan ada porsi bagi hasil di dalamnya,” paparnya.

“Itu rekening tabungan?”

“Iya, betul!”

“Ehm, untuk fasilitas atm atau besaran transaksi per hari adakah perbedaan di antara kedua akad tersebut?”

“Tidak, Bu. Untuk fasilitas ATM beserta limit transaksi per hari sampai biaya administrasi ikut ke jenis ATM yang ibu pilih, Oiya sebagai tambahan informasi , Bu, untuk akad yang Ibu pilih tadi (Wadiah Yad Dhamanah) tidak dikenakan biaya administrasi bulanan,”jelasnya lagi.

ATM Bank Mualamat SharE IHRAM
ATM Bank Mualamat SharE IHRAM

“Oke, saya ambil akad menitipkan saja, Mas!” jawab saya yakin.

“Baik, Bu! Saya izin menyiapkan semua berkasnya dulu ya!” pamitnya.

“Silakan, Mas!” ucap saya sambil menimang-nimang contoh ATM yang diberikan oleh Mas petugas itu.

Semenjak saya tahu mengenai keburukan riba, saya jadi takut untuk melakukan transaksi keuangan.  Sedikit saja ada unsur riba akan menyebabkan ketidaktenangan hingga kehancuran hidup kita. Insyaallah, dengan menjadi nasabah Bank Muamalat Indonesia saya semakin yakin dengan keamanan transaksi keuangan saya, baik keamanan yang bersifat dunia maupun keamanan yang bersifat akhirat.

***

Ada 4 macam ATM yang ditawarkan oleh Bank Muamalat dengan masing-masing fasilitas di dalamnya:

ATM Bank Muamalat
ATM Bank Muamalat

Kartu SharE Debit – Limit Transaksi Harian:

Keterangan SharE Debit Reguler & Classic SharE Debit Gold & IHRAM
Tarik Tunai Rp 5.000.000,- Rp 10.000.000,-
Transfer Sesama Bank Muamalat Rp 25.000.000,- Rp 50.000.000,-
Transfer ke Bank Lain Rp 10.000.000,- Rp 25.000.000,-
Belanja di toko/merchant/EDC Rp 25.000.000,- Rp 50.000.000,-
Pembelian Sesuai Saldo
Pembayaran Sesuai Saldo

Catatan:

  1. ATM SharE Debit Reguler hanya dapat digunakan untuk bertransaksi di level nasional dalam negeri
  2. ATM SharE Debit Classic dapat digunakan untuk bertransaksi di level nasional Indonesia dan sebagian luar negeri (Malaysia)
  3. ATM SharE Debit Gold dan IHRAM dapat digunakan untuk bertransaksi di mancanegara

Saya mengenal bank Muamalat semenjak tahun 2008. Waktu itu saya membuka rekening ini di Jogja untuk keperluan transfer gaji kerja saya. Semenjak saya berpindah tempat kerja hingga sekarang, rupanya dilacak lagi sudah tidak available. Sudah hangus, kata masnya.

Dulu, sebelum saya tahu apa itu hukum bertransaksi riba, bagi hasil atau bunga tabungan tak pernah saya hiraukan dan saya tak ambil pusing. Baru sekarang lah saya sangat hati-hati terhadap apapun transaksi keuangan saya.

Tentang Riba dan Cara Bank Muamalat Menyelamatkan Nasabah dari Keburukannya.

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang beriman. Jika kamu tidak melaksanakannya, maka umumkanlah perang dari Allah dan Rasul-Nya. Tetapi jika kamu bertaubat, maka kamu berhak atas pokok hartamu. Kamu tidak berbuat zalim (merugikan) dan tidak dizalimi (dirugikan).

(Q.S: Al Baqarah: 278-279)

Bertumpu ada ayat mengenai riba itulah Bank Muamalat berupaya sedemikian rupa untuk menyelamatkan pengelolaan uang masyarakatdari keburukan riba. Bank Muamalat ingin mengajak masyarakat Indonesia secara umum untuk dapat berhijrah memilih jalan yang lebih baik dari sebelumnya, agar tercapai kualitas hidup yang lebih baik dan berkah di mata Allah SWT.

Jadi sudahkah kamu buka rekening di Bank Muamalat? Selamatkan transaksimu sekarang juga! Kunjungi Bank Muamalat terdekat, insyaallah penuh berkah!

Wassalamu’alaikum wr.wb

Hormat saya,

Eka Wahyuni

Sumber informasi:

  1. Wawancara langsung dengan Customer Service Bank Muamalat Indonesia
  2. Website Bank Muamalat Indonesia

*Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog #AyoHijrah Berani Lebih Baik yang diadakan oleh Bank Muamalat Indonesia

20 Replies to “Karena Hijrah Hanya Butuh Kata “Sekarang” Jangan Tunda #AyoHijrah Bersama Bank Muamalat Indonesia”

    1. iya, Mbak. mengenang Mama, seolah nggak ada salahnya sekarang. Semua omongannya benar, semua ajakannya benar. Tinggal melanjutkan perjuangannya sekarang.

  1. terharu Mba baca tulisannya, pengen nangis jadi ingat ibuku yang tinggal jauh beda kota.
    aku terhanyut dengan percakapannya, dalem banget dan berasa masuk ke dalam cerita itu.
    semoga mbanya istiqomah dan alhamdulillah ya sudah sampai apda tahap ini, semoga kita menjadi makhluk yang terus menajid baik setiap detiknya

    1. alhamdulillah, terimakasih mbak, support dari teman-teman sangat membantu. semoga ibunya mbak Mei dijaga kesehatannya senantiasa dan dimudahkan untuk bertemu seetiap rindu, aamiin.

  2. Di sini potongan bulanan mencekik gak kak? Aku tuh galaunya ikutan bank ya karena banyak potongan ini itu. Apalagi kalau transfer’ antar bank, sedih oe

    1. AKu ambil yang akad wadiah, Mbak. yang sifatnya hanya menitipkan saja tanpa ada bagi hasil di belakang. tidak ada potongan bulanan atau administrasi bulanan sama sekali. tapi kalau transfer antar bank ya menyesuaikan bank nya mbak. kayaknya masih semua bank memberlakukan ada administrasi transfer antar bank hehe. cuma kalo kita ditransfer dari bank lain kayaknya gak kepotong. kemarin aku di transfer dari bank lain tetap utuh deh masuknya kayaknya.

    1. Aamiin, betul sekali, istiqamah itu begitu berat, tapi semoga dengan saling mengingatkan bisa memantik kita untuk terus bertahan dan meningkatkan kualitas hijrah kita, ya! Aamiin!

  3. Proses hijrah kuncinya memang start just now, tak perlu alasan ini dan itu lagi. Membaca proses hijrah berhijabnya, mmebuat saya menerawang kembali ke sekian masa yg sdh berlalu, dimana saya juga mengalami perdebatan dengan diri sendiri saat memutuskan utk hijrah berhijab. Alhamdulillah, akhirnya saya nekad, mo matter what happen saya ingin dan mau berjilbab meski saat itu ketersediaan baju yang panjang terbatas sekali. Sehingga 1 baju bs utk all session, gak kepikiran motif, corak, model, yg penting bajunya sehaluan utk dipakai berjilbab.

    1. Alhamdulillah,keeputusan yang tepat. Tapi kerasa ya, sekarang dimudahkan bisa banyak punya baju panjajng kan? bismilah, mampu istiqamah ya, Mbak. sama – sama saling mengingatkan kita 🙂

  4. mba, aku baru tau kalo debit sharE muamalat bisa dipakai transaksi mancanegara. padahal selama ini aku ada tabungan di muamalat hehehe aduhhh gimana sih kudet akunya

    1. Heheheh…aku juga bru tahu sekarang, dulu yang awal punya belum tahu, tapi emang bleum pernah ke mancanegara wkwkkw… yang sekarang aku milinya ATM Ihram, semoga sama Allah dikalbulkan segera pakai pakaian ihram, aamiin.

    1. Aamiin, Iya mbak, semoga aku bisa melanjutkan amanah beliau. Krasa banget kehilangannya, lagi akur-akurnya dan bahagia dengan aktifitas kecil bersama-sama. rasanya kayak semacam direbut, tapi harus ikhlas, karena jiwanya punya Allah. Insyaallah kita semua pasti menyusul juga, entah eaktunya yang masih rahasia Allah. Semoga bisa meraih husnul khatimah ya Mbak kita semua, aamiin.

  5. Wah untung nemu artikel ini. Kebetulan banget saya lagi nyari bank syariah yang bisa diandalkan untuk keperluan nabung umroh dan hari tua. Mungkin harus coba konsultasi dulu ke CSnya Bank Muamalat 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *