KAMERA FUJI XT-100 KAMERA PERTAMA YANG BUATKU JATUH CINTA PADA FOTOGRAFI

“Foto burung mah nggak harus di Kotagede. Bagus tapi nggak memperlihatkan tema. Kalau temanya explore Kotagede ya harus memperlihatkan Kotagede itu apa. Banyak bangunan tua, ada gang-gang sempit, abdi dalem dan lain-lain,” paparnya saat menilai hasil foto yang dilombakan antar sesama peserta Arisan Ilmu, 21 April 2019.

Hiks, memang sadis komentarnya, tapi justru dari itulah aku tahu bahwa kemampuanku menganalisa tema kurang tajam. Hal itu membuatku semakin hati-hati dalam mengartikan sebuah tema fotografi.  Sepanjang aku bawa kamera, yang ada di pikiranku adalah gimana caranya memfoto objek bergerak tapi tetep terlihat fokus dan lingkungan di sekitar terlihat blur. Artinya kita bisa mengikuti gerakan objek tersebut dan berhasil menangkap bayangannya dalam waktu seper berapa puluh detik.

Contoh kasusnya adalah saat kita bisa memfoto air terjun di mana air yang sedang jatuh berhasil kita “freez” di tengah perjalanan. Susah banget kan?

Nah, ceritanya beberapa hari yang lalu (pekan dink) saya bersama teman-teman mengikuti acara Arisan Ilmu dengan materi seputar Fotografi yang diisi oleh Gudang Digital. Kemudian hunting foto menggunakan kamera Fuji XT 100.

Kamera Fuji XT 100 tampak depan
Kamera Fuji XT 100 tampak depan

Pagi hingga siang itu penuh dengan sharing materi seputar kamera. Materi diberikan secara lengkap dan runtut oleh Mas Andri tim dari Gudang Digital. Materi yang dibagikan adalah seputar Fotography.

Sebelum kita turun untuk “Nyetrit” bareng di seputaran Kotagede, tentu kami dibekali banyak banget teori tentang fotografi, terutama bagaimana cara menangkap objek yang sangat mainstream dan bakal banyak  dijepret oleh banyak orang yang suka dengan fotografi.

Praktek memotret bersama Fuji XT 100
Praktek memotret bersama Fuji XT 100

Jadi, selain teknik yang harus dikuasai berikut dengan rumus-rumus angka yang wajib diketahui, juga diberikan tips keahlian mengambil angle untuk foto tempat-tempat atau objek yang bakal dikunjungi banyak orang.

Arisan Ilmu ini diadakan oleh KEB (Komunitas Emak Blogger) Jogja. Kebetulan adalah kopdar KEB ke-3 yang kuikuti selama gabung dengan komunitas tersebut.

Sharing Ilmu Fotografi di Arisan Ilmu bersama KEB dan Gudang Digital Menggunakan Kamera Fujifilm XT 100
Sharing Ilmu Fotografi di Arisan Ilmu bersama KEB dan Gudang Digital Menggunakan Kamera Fujifilm XT 100

Jujur, pertama kali memegang kamera beneran baru kali pertamaku. Apalagi tekniknya yang rumit buatku. Mengaktifkan tombol power saja aku nggak bisa, apalagi cara memotret hingga menyimpan atau memindah foto dari kamera ke HP? Gaptek euy! Tapi Alhamdulillah tim Fuji yang meminjamkan kamera keren itu sangat sabar membimbing kami untuk mengetahui lebih dalam tentang kamera kekinian tersebut.

Praktek jepret dengan Kamera Fuji XT 100
Praktek jepret dengan Kamera Fuji XT 100

Pssttt! Diam-diam aku pengin memilikinya! Semoga segera bisa menabung untuk membeli kamera yang harganya jelas beberapa kali lipat dari harga Hp yang sekarang kumiliki.

Oiya, mengenai teknik-teknik mengambil gambar dengan kamera Fuji XT 100 itu kita bahas satu-persatu ya, untuk lebih praktisnya saya ambil teori dasar yang setidaknya harus kita pahami sebelum kita mengoperasikan sebuah kamera:

  1. ANATOMI KAMERA DLSR
Kamera Fuji XT 100 tampak Belakang
Kamera Fuji XT 100 tampak Belakang
  • Dari bagian depan anatomi kamera meliputi: Power switch, mode dial, flash, flash button, lens focus mode switch, lens, card slot, shutter button dan main control dial
  • Sedangkan dari tampak belakang kamera anatominya meliputi: Viewfinder adjustment knob, exposure compensation, AE lock, AF point selection, drive mode, picture style, white balance, metering mode, playback, erase dan autofocus mode.
  1. CREATIVE MODE (MODE DIAL)
  • Mode dial adalah sebuah fitur yang digunakan untuk membantu melakukan setting pada saat melakukan pemotretan. Mode dial pada umumnya terbagi menjadi tiga, yaitu:
  1. Mode Auto

Mode auto dibagi menjadi beberapa mode lain guna menyesuaikan objek yang dipotret.

  • Untuk lebih jelasnya bisa kita pelajari table berikut:
MODE Keterangan
Auto Mode full auto di mana fotografer menyerahkan seluruh kendali pada kamera
PORTRAIT Mode yang disesuaikan untuk memotret wajah. Aperture akan membesar untuk memperoleh kedalaman gambar yang dangkal
LANDSCAPE Mode yang disesuaikan untuk memotret pemandangan. Aperture akan mengecil untuk memperoleh kedalaman gambar dan lebih banyak detail.

2. Semi Auto

Mode ini melibatkan user untuk memilih dan mengatur salah satu elemen dari eksposure. Bisa memilih aperture atau shutter speed, sedang yang lainnya diatur oleh kamera.

3. Manual

Mode manual ini melibatkan user untuk mengatur semua elemen yang menentukan eksposure, baik aperture, shutter speed maupun ISO.

Color Variation by Anodized Coating
Color Variation by Anodized Coating

EXPOSURE

Exposure adalah seberapa banyak cahaya yang dibutuhkan untuk masuk  ke dalam sensor. Setidaknya ada tiga elemen yang disebut dengan Exposure Triangle, yaitu: Aperture, ISO dan Shutterspeed. Merubah salah satu elemen akan berpengaruh pada exposure.

APERTURE

  • Diindikasikan dengan f/stops: (f/2, f/2.8, f/4.0, f/5.6, f/8, f/11, f/16, f/22, f/32)
  • Semakin besar angkanya maka semakin kecil bukaan diafragmanya dan semakin sedikit cahaya yang masuk.
  • ISO
  • ISO adalah pengaturan kepekaan sensor terhadap cahaya.
  • Diindikasikan dengan angka 100, 200, 400, 800 dan seterusnya. Sebaiknya gunakan angka yang rendah ketika membutuhkana gambar yang tajam dan memperoleh pencahayaan yang cukup. Angka yang besar dibutuhkan atau digunakan ketika cahaya terbatas (tidak menginginkan pencahayaan tambahan (artificial light), dapat mengakibatkan gambar menjadi grainy (noise).

SHUTTER SPEED

Shutter speed adalah lama waktu shutter membuka dimana akan menentukan seberapa cahaya yang masuk dalam proses perekaman gambar.

  • Diukur dengan satuan second: Super fast 1/4000 seconds sampai 1/30 seconds.
  • Semakin lambat kecepatannya semakin banyak cahaya akan terekspos. Semakin cepat maka makin sedikit cahaya yang akan terekspos.
  • 2, 1, ½, 1/8, 1/15, 1/30 membutuhkan stabilizer. Sedangkan untuk mendapatkan efek pembekuan gerakan membutuhkan shutter speed mulai 1/125, 1/250, 1/500 hingga 1/1000 yang menyebabkan lebh sedikit cahaya yang terekspos.

APERTURE

Aperture (diafragma) adalah salah satu factor yang mempengaruhi kedalaman gambar (Depth Of Filed). DOF (Depth Of field) adalah area di depan dan atau di belakang objek yang terfokus.

EXPOSURE MODE A

Aperture

S

Shutter Speed

ISO

Sensitivity

Automatic

Camera secara otomatis mengatur aperture daan shutter speed untuk mendapatkan eksposure

CAMERA CAMERA USER
Aperture Priority Mode

User memilih aperture yang diinginkan, sedangkan shutter speed ditentukan oleh kamera

USER CAMERA USER
Shutter Priority Mode

User memilih shutter speed, sedangkan aperture secara otomatis ditentukan oleh kamera

CAMERA USER USER
Manual Mode

User bebas memilih aperture, shutter speed dan ISO sesuai yang diinginkan

USER USER USER
Program Auto Mode

User dapat memilih kombinasi aperture dan shutterspeed secara bersamaan untuk memperoleh eksposur

USER USER USER

 

PENGALAMANKU MENGGUNAKAN KAMERA FUJI XT 10

Awalnya bingung menerima instruksi dari tim Fuji untuk men-setting kamera sebelum kita gunakan untuk mengabadikan semua moment di acara Nyetrit bareng bersama KEB, Gudang Digital menggunakan kamera Fuji XT 10.

Praktek memotret Nyetrit Bareng Explore Kotagede
Praktek memotret Nyetrit Bareng Explore Kotagede

Agar memudahkan kami dalam mengoperasikan kamera tersebut maka setting kamera dibuat semi auto dengan pengaturan Shutter speed pada angka 1/125. Tujuan disetting di angka tersebut adalah agar kita juga bisa mengambil gambar dengan objek yang bergerak tanpa hasil yang blur.

Di balik pohon di sebuah sudut Kotagede
Di balik pohon di sebuah sudut Kotagede

Setelah di lapangan kita tinggal atur lensa saja untuk memfokuskan objek yang akan kita bidik. Hasilnya lumayan. Meski secara fotografi foto-foto yang berhsil kuambil amsih sangat jauh dari kesan sempurna setidaknya memakai kamera Fuji XT 10 sudah memecah rekorku selama ini yang belum pernah menggunakan kamera jenis apapun sebelumnya. Tapi aku sempat merasa keren dan suka menggunakan kamera Fuji XT 100. Mungkin setelah ini, rekomendasi buat diri sendiri saat akan membeli kamera adalah kamera Fuji, entah yang seri apa dan berapa. Atau mungkin kamera mirrorless dari Fuji? Doain, ya!

 

2 Replies to “KAMERA FUJI XT-100 KAMERA PERTAMA YANG BUATKU JATUH CINTA PADA FOTOGRAFI”

  1. hehehe jadi tertarik pengen berkomentar, soal foto yang “fokus didepan blur dibelakang” alias bokeh.

    kadang aku suka gengges dengan foto bokeh. kayak, nggak semua foto itu harus bokeh 🙁 mungkin untuk potrait atau close up shot bokeh bagus banget tapi kalo foto street, landscape dibokehin malah jatohnya nggak ‘hidup’

    1. Ahahah… Tahu nggak arti bokeh aja aku harus gugling dulu. Kebangetan banget kan? Kl mau tanya malu eh baru keingetan skrg ada yang serba tahu, mbah gugel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *