INOVASI TIADA HENTI MENGENAL KOPI DURIAN INSTANT DI GREBEG LEBARAN PAKUALAMAN YOGYAKARTA

kopi durian wedang redjo-min (1)
kopi durian wedang redjo – doc pri

Kopi Durian Instan, Inovasi Pangan Oleh-Oleh Khas Jogja

“Pak, Pak, sebentar! Wong Kopi Robusta itu apa saya juga belum paham, apalagi kopi Arabica! Bedanya apa sih, Pak?” Sejenak diskusi kami pun terjeda.

“Hehehe… “ Semua yang terlibat diskusi di sore menjelang berbuka puasa itu terkekeh mendengar pertanyaan remehku. Spontan, wajah pun saya pasang selugu mungkin karena memang belum tahu apa bedanya kedua jenis kopi yang sedang seru diperbincangkan itu.

Sebenarnya, agar diskusi tidak mengalami gagal paham, maka saya harus interupsi.

“Hmmm, apa ya bedanya? Jadi kopi Robusta itu adalah kopi yang lebih banyak digunakan oleh masyarakat secara umum. Apa ya bedanya?” laki-laki murah senyum itu justru kebingungan sendiri saat menjelaskannya ke kami.

“Oke, gini saja Pak, lebih pahit mana antara Robusta dan Arabica?” tanyaku lagi dengan maksud agar lebih memudahkannya untuk menjawab.

“Bukan masalah pahitnya, Mbak! Jadi kopi Robusta itu, ya hanya bisa dijawab dengan dirasakan langsung hehe. Tetapi kebanyakan orang pasti mengatakan bahwa kopi Arabica lebih enak” jawabnya panjang meski masih menyisakan pertanyaan yang makin beranak pinak. “Sedangkan pahitnya kopi itu dipengaruhi oleh besarnya granul kopi yang ditumbuk, semakin halus garnulnya maka rasa kopi akan semakin pahit,” lanjutnya semakin panjang.

“Baik, Pak. Dari pada makin susah menjelaskannya, saya ambil satu saja, deh, Kopi Durian instannya!” pinta saya ke laki-laki yang sering disapa Pak Dwi.

“Baik, Mbak!” Bapak yang mengaku tinggal di Pakualaman itu menyerahkan satu kemasan berwarna cokelat muda bertuliskan Kopi Durian Instan dengan merk Wedang Redjo.

“Kemasannya bagus banget e, Pak! Kok bisa kepikiran mengemasnya seperti ini?” saya menimang bungkusan apik itu.

“Iya, Mbak. Alhamdulillah saya dan teman-teman UKM beberapa kali ikut pelatihan tentang packaging, jadi tahu bagaimana cara mengemas produk agar menumbuhkan kesan dan pesan ‘Cinta pada pandangan pertama’ kepada calon pembeli.” Ujarnya.

“Oh, ya? Ada ya pelatihan semacam itu? Pasti mahal bayarnya ya, Pak?” Tanya saya antusias.

“Gratis, Mbak! Jadi hampir setiap bulan PLUT-KUMKM DI Yogyakarta mengadakan bermacam pelatihan untuk membantu kami meningkatkan kualitas produk yang kami rintis,” terangnya.

“Serius?” saya masih tak percaya dengan apa yang saya dengar barusan.

“Betul, Mbak! Mulai dari pelatihan packaging, pelatihan marketing online / offline, pelatihan membuat iklan dan lain-lain. Pokoknya lengkap, Mbak!” lanjutnya semakin antusias.

“Masya Allah, beruntung banget ya, Pak? Ternyata UMKM di Jogja mendapat dukungan luar biasa untuk mengembangkan bisnis lokalnya. Semoga produk lokal masyarakat kita bisa go international ya, Pak!”

Kentara sekali Pak Dwi begitu bersemangat menjelaskan semuanya. Kami para pengunjung pameran Grebeg Lebaran di Alun-alun Sewandanan Pakualaman Yogyakarta dibuat kagum oleh bapak berbaju merah di depan kami. Bagaimana tidak? Selain menjelaskan bagaimana kisahnya memulai bisnis, beliau juga menjelaskan formula minuman instan yang berbahan baku lokal namun berkelas internasional, sangat beda dari biasanya.

Rupanya dari situlah kreatifnya muncul. Ada semangat di setiap tuturnya. Seolah tak ada kata habis untuk sebuah inovasi. Saat semua orang meniru apa saja yang bisa diproduksi oleh banyak orang, di situlah otak kreatif dibutuhkan. Bagaimana mengkreasikan bahan-bahan baku yang biasa menjadi sediaan makanan atau minuman yang luar biasa dan mampu untuk dipasarkan ke seluruh dunia tanpa khawatir kerusakan barang atau produk dagangan mengalami pembusukan.

Dwi Sudiantono owner kopi durian-min
Dwi Sudiantono owner kopi durian-doc.pri

Namanya Pak Dwi Sudiantono, beliau adalah formulator minuman instan Kopi Durian bermerk Wedang Redjo.  Tak hanya Kopi Durian, Pak Dwi juga memperoduksi produk minuman hasil inovasi lainnya seperti, Kopi Rempah dan Bir Plethok. Semua formula kopi menggunakan Kopi Robusta dari Lampung.

Menurut beliau, kopi Robusta akan berbeda cita rasanya jika kopi itu ditanam di tempat yang berbeda. Rupanya kualitas tanah dan unsur mineral yang terkandung di dalamnya sangat berperan dalam menentukan kualitas rasa kopi Robusta. Kopi Robusta yang ditanam di Lampung akan berbeda cita rasa dengan kopi Robusta yang ditanam di Jawa.  Begitu seterusnya.

sirup dan kopi durian instan-min
sirup dan kopi durian instan-doc.pri

Menurut bapak yang sangat supel itu, untuk memperoleh formula yang pas di masing-masing produk, beliau harus melewati percobaan yang tak sedikit. Dan menurut beliau, Kopi Robusta Lampung lah yang menghasilkan citarasa paling klop dan enak di lidah.

Untuk Kopi Durian, formulanya terdiri dari daging durian matang segar, bubuk kopi Robusta Lampung dan Gula pasir berkualitas bagus kemudian direbus dengan air hingga larutan berubah menjadi butiran-butiran kristal kering yang lebih awet penyimpanannya.

Durian khusus diambil dari durian Medan berkualitas bagus. Dari setiap kilogram durian akan menghasilkan 10 kg Kristal Kopi durian instan siap kemas. Dimana setiap kemasan berisi 100 gram kopi durian instan.

Jika setiap kemasan harganya Rp 15.000,- berapakah total pendapatan Bapak Dwi untuk setiap kilogram durian? Rp 1.500.000,- bukan? Lalu, jika setiap hari berproduksi minimal 1 kg durian? Maka sebulan akan mendapatkan hasil (bruto) Rp 45.000.000,- Luar biasa! Hayoo, yang mupeng segera wawancara langsung sama beliau di Grebeg lebaran Alun-alun Sewandanan Pakualaman Yogyakarta yang berlangsung selama 2 hari mulai tanggal 24 s/d 25 Mei 2019 pukul 10.00 – 17.00 WIB.

bir plethok syrup
Sirup Bir Plethok – doc. pri

Pak Dwi memulai bisnis kopi durian sejak tahun 2017. Selain di pameran-pameran Pak Dwi juga memasarkan produknya melalui toko-toko modern yang ada di Jogja seperti Ramai Mal dan lain-lain. Ke depan, saat bandara internasional ‘New Yogyakarta International Airport (NYIA)’ beroperasi, Pak Dwi mewacanakan untuk membuka counter penjualannya di salah satu stand di sana. Berharap, semoga minuman instan hasil inovasinya akan terus berkembang dan menguasai pasar dunia melaluinya.

Bagaimana nih, kaum muda? Jangan sampai ketinggalan kreatif dengan para pebisnis senior yuk! Belajar, niat dan mulai bisnis!

Bagi kebanyakan orang, terutama mahasiswa yang berasal dari Indonesia bagian barat, minum kopi hitam dicampur dengan daging durian yang matang memang sudah familiar. Namun tidak bagi kami yang tinggal di pulau Jawa. Yah, kini bahkan inovasi minuman itu mulai tumbuh di sini Yogyakarta.

Dari citarasanya, antara segarnya kopi yang cenderung membuat semangat berpadu dengan wangi dan legitnya durian sangat nge-blend dilidah. Ada gelora yang bercampur dengan gurih legit di empuknya daging durian. Dan ini, lagi-lagi juga hanya bisa dijelaskan dengan mencicipinya langsung hehe.

Sempol Cinta

Sempol Cinta Bu Susi-min
Sempol Cinta Bu Susi-doc.pri

Agak jauh dari stand Kopi Durian, ada stand unik yang tak kalah seru. Kalau kopi durian berada di bagian minuman, maka Sempol Cinta ini berada di deretan belakang bersebelahan dengan stand makanan lainnya.

Dari namanya sudah terlihat centil ya? Sempol Cinta. Menurut Bu Susi, owner sekaligus formulator sempol ayam istimewa yang bisa tahan 2 minggu di dalam freezer ini, dinamakan Sempol Cinta karena memang semua orang butuh cinta. Harapannya, orang-orang akan cinta dan ketagihan dengan gurihnya Sempol Cinta karyanya.

Bu Susi memulai usaha sempolnya sejak 3 tahun yang lalu. Bertahan hingga sekarang karena permintaan pelanggan semakin bertambah. Awalnya memang agak sabar dan membutuhkan ketelatenan saat membangun pasar. Namun hingga sekarang, setiap hari semakin bertambah permintaan. Sejak awal dirintis hingga sekarang, setiap hari Bu Susi mampu membuat dan memasarkan sempol dari 3-6 kilogram daging dada ayam segar.

Untuk setiap 6 kg daging dada ayam, ibu berjilbab yang lebih terkenal dengan panggilan Bu Susi Sempol itu mampu menghasilkan 450 tusuk sempol. Satu paket sempol dibanderol Rp 10.000,- di mana berisi 10 tusuk sempol frozen siap goreng. Atau dengan harga yang sama juga untuk 8 tusuk sempol yang siap santap.

Jika harga daging ayam per kilogram Rp 30.000,- maka modal yang dibutuhkan setiap hari sebesar RP 180.000, – untuk mendapatkan hasil Rp 450.000,- . Angka yang cukup fantastis untuk sekadar sebuah bisnis sempol ayam bernama Sempol Cinta itu.

Bu Susi menjamin bahwa sempol buatannya istimewa, lezat, bergizi dan menyehatkan. Menurutnya, tujuan membuat sempol untuk konsumsi anak-anaknya juga, maka semua bahan dipilih yang berkualitas baik dan sehat. Sedikit memberi bocoran, Bu Susi membuat sempolnya menggunakan campuran daging dada ayam berkualitas, sedikit aci (tepung kanji), rempah untuk memperkaya cita rasa dan juga telur ayam. Formula yang sarat gizi bukan?

Chicken Drum Stick

chicken drumstick
chicken drumstick-doc.pri

Hanya bersebelahan meja dengan sempol cinta. Chicken drumstick frozen begitu menggoda. Tampilannya yang bulat segar berbalut tepung panir berwarna orange sangat mengundang kami (saya dan anak laki-laki saya yang sangat hobi makan chicken drumstick) untuk menghampirinya.

Sebetulnya tak hanya Chicken drumstick saja di meja itu. Ada juga Chicken nugget, keripik kentang, bebek frozen dan banyak lagi makanan lainnya. Tetapi namanya anak-anak, tak lagi mampu melihat apapun makanan lainnya. Matanya dan juga nafsu keinginannya akan makanan kesukaan membuat perutnya berteriak-teriak minta diisi karena seharian berpuasa. Jadilah Chicken Drumstick itu langsung dimintanya di bawa pulang untuk berbuka puasa.

Menurut keterangan ibu cantik berbalut jilbab pink itu, hampir semua ibu-ibu (di belakang meja) yang berjumlah sekitar 6 orang ikut dalam komunitas UKM di lingkungannya. Mengusung produk yang berbeda-beda namun memiliki semangat kerjasama untuk memasarkannya dalam satu meja di acara Grebeg Lebaran Alun-alun Semandanan Pakualaman Yogyakarta.

Tentu saja, namanya juga grebeg lebaran, selain bazar produk makanan dan minuman juga ada bazar produk fashion dan craft yang berkualitas tinggi ikut meramaikan acara yang digelar oleh Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta melalui PLUT_KUMKM DI Yogyakarta itu.

Pelatihan Dan Pendampingan Bisnis Apa Saja yang Diadakan oleh PLUT?

Bagi sebagian besar kalangan pelaku UKM di Yogyakarta, PLUT-KUMKM DI Yogyakarta tak asing lagi kedudukannya. Bahkan pendampingannya dan berbagai bentuk supportnya untuk perkembangan bisnis yang baru dirintis pun sangat intens. Para konsultan Plut di masing-masing bidangnya secara periodik siap membagikan ilmu bisnisnya untuk memajukan dunia bisnis lokal khususnya di Yogyakarta.

Beberapa pelatihan bisnis yang baru-baru ini dilangsungkan oleh Dinas Koperasi dan UKM DI Yogyakarta melalui Plut antara lain:

  1. Pelatihan Tips Membuat Kemasan Produk Yang Menarik untuk UMKM “Buatlah Ia Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama” 

    tips membuat kemasan produk yang menarik bagi umkm
    tips membuat kemasan produk yang menarik bagi umkm
  2. Pelatihan Strategi Jitu Optimalisasi Digital Marketing “Keniscayaan, Menguasai atau Mati”

    strategi jitu optimalisasi digital marketing
    strategi jitu optimalisasi digital marketing
  3. Pelatihan 3 Langkah Mudah Optimasi Google Bisnisku “Adakah produk yang Anda jual di halaman Google saat kita mencarinya lewat Google?” 

    tiga langkah mudah optimasi google bisnisku
    Tiga langkah mudah optimasi google bisnisku – doc. pri
  4. Talkshow Cara Melesatkan Omset 100 Kali Lipat Dalam Waktu Singkat”Cegah bisnis anda hilang ditelan waktu” 

    Cara melesatkan omset 100 kali lipat dalam waktu singkat
    Cara melesatkan omset 100 kali lipat dalam waktu singkat – doc. pri
  5. Pelatihan Strategi Efektif Membangun Brand Produk 

PLUT-KUMKM DI Yogyakarta adalah rumah dan pendamping bersama yang memiliki motto “Melayani Mendampingi Memberi Solusi” bagi para pelaku UMKM di Yogyakarta. Sudah banyak sekali pelaku UKM yang tergabung menjadi anggota komunitas besar Plut Jogja. Dengan agenda rutinnya mengadakan pelatihan bisnis maupun memberikan pendampingan dan mentoring bisnis, PLUT secara cuma-cuma memberikan dukungannya kepada para pelaku UKM yang dinaunginya. Salah satu bentuk supportnya yang lain kepada UMKM dalam memasarkan produknya adalah dengan diadakannya pameran rutin seperti acara GREBEG LEBARAN Alun-alun Sewandanan Pakualaman Yogyakarta pada tanggal 24-25 Mei 2019 pukul 10.00 – 17.00 WIB.

Jadi masih takut dan ragu untuk memulai bisnis hari ini? Coba kunjungi Grebeg Lebaran, temukan bermacam inspirasi bisnismu di sana. Bangunlah komunitas, dan segera daftarkan bisnismu bersama PLUT-KUMKM DI Yoggyakarta yang beralamatkan di Jalan HOS Cokroaminoto 162 Yogyakarta Telp (0274) 552149. Secara online bisa dihubungi melalui media sosial Instagram @plutjogja .

Tak ada sesuatu yang besar dapat tumbuh tanpa melalui sebutir benih yang disemaikan dengan cinta dan niat yang kuat, begitu pun dengan bisnis.

Lihat keseruan Grebeg Lebaran Alun-alun Sewandanan Pakualaman Yogyakarta di:

Salam,

-Eka Wahyuni-

*Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog GREBEG LEBARAN Alun-alun Sewandanan Pakualaman Yogyakarta yang diadakan oleh PLUT-KUMKM DI Yogyakarta*

Sumber tulisan:

  • Wawancara langsung dengan pelaku UKM
  • Web PLUT-KUMKM DI Yogyakarta
  • Media Sosial Instagram: @plutjogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *