Warung Omah Sawah Tembi, Tempat Selfie Bersama Sawah Dan Padi

Omah Sawah Tembi. Warung Omah Sawah Tembi tempat selfie bersama sawah dan padi. Kakinya tak sabar meniti pematang sawah yang lebarnya hanya sekitar 20cm. Kanan dan kiri jalan setapak itu tentu saja dipenuhi tanaman padi menghijau. Lalang daunnya melambai hingga menyebrang ke pematang. Membuat tangan juga kakinya terasa geli terseret lembaran lalang daun padi.

Jus Omah Sawah Tembi
Gambar: dokumentasi pribadi

“Bunda, aku mau ke sana!” telunjuknya mengarah ke 100 m di belakang saung utama Warung Omah Sawah Tembi. Ah, gadis kecil itu mulai menyukai lingkungan ini. Tak takut ada ulat atau belalang, kah? Sendal jepit mungil berwarna biru dengan gambar Sofia si tokoh kartun dipegangnya erat di tangan kiri. Ia sedikit berlari sambil menjaga keseimbangan. Terkadang tangannya menyentuh kuntum pada yang masih hijau. Padi muda.

Rupanya replika gajah gagah bertengger di tengah hamparan sawah luas. Tiang-tiang lampu listrik berjajar sepanjang pematang menuju ke tempat gajah berdiri. Gadis kecil menuju ke sana.

Hmm, spot selfie yang lumayan keren, pikirku.

Outdoor Omah Sawah tembi
Gambar: dokumentasi pribadi

Sore itu, memang pas sekali. Bukan Sabtu atau Minggu sore, namun tempat makan tradisional ini dipenuhi pengunjung. Pantes saja, suasananya yang begitu adem, tenang dan nyaman begitu dirindukan, terutama bagi mereka yang sempat merasakan hidup di era pra teknologi hingga kini semua serba online, seperti aku. Merasakan suasana di Omah Sawah Tembi membuat memori kita terlempar berpuluh tahun yang lalu, di mana hidup kita masih serba tradisional belum mengenal kemajuan teknologi. Hiburan hanya berupa makan di gubug di sawah sepulang sekolah. Sambil menunggui tanaman padi dari serbuan burung-burung. Atau sorenya akan berlarian sepanjang pematang untuk menangkap belelang, capung atau mencari belut di sela-sela tanaman padi? Ah, tidak aku biasanya “bruwun” mencari dan memetik batang sayur kangkung di sela-sea rumput di pematang sawah. Itu sangat seru!

Menyeruput wedang jahe sere
Gambar: dokumentasi pribadi

Suasana pedesaan yang hijau dan segar juga aneka menu tradisional melengkapi warung bernuansa sawah ini. Sengaja mendirikan warung tersebut di tengah sawah dengan harapan dapat memberikan fasilitas yang nyaman dan eksotik pada orang-orang yang merindukan semacam rumah desa namun sudah sangat sulit didapatkan di area perkotaan yang semakin padat dengan bangunan hingga jadwal kerja.

Omah Sawah tembi, alternatif pilihan untuk bersantai dan juga melepas penat di siang, sore maupun malam hari bersama teman kerja, keluarga atau sesama anggota arisan emak-emak zaman now. Omah Sawah Tembi, letaknya tak jauh dari Pasar Gabusan di daerah Jalan Parangtritis Bantul Yogyakarta.

Apa saja yang bisa kita nikmati di sana?

  1. Menu Makan dan MinumTradisional
Ikan Asam Manis Omah Sawah Tembi
Gambar: dokumentasi pribadi

Aku hobi makan, tapi bosan dengan aneka makanan modern. Pas banget! Karena aku lebih suka menu aneka sayur, juga masakan rumahan yang jarang sekali bisa kita temukan di kota. Di sini menu makanan ndeso sangat lengkap. Menu yang selalu bikin lidah kita menyerah untuk berhenti. Sebut saja mangut lele pedas, ada yang nggak suka? Ya bagi yang nggak suka memang susah untuk dibuat suka. Tapi buat yang suka, menu pedas berkuah ini mampu membuat nasi di bakul langsung ludes habis. Belum lagi ikan nila bakar, sambal terasi, oseng bunga papaya, oseng daun pepaya teri, sayur lodeh, tempe garit dan lain-lain. Hmm, baru liat saja sudah bikin perut melonjak-lonjak keroncongan. Selain makanan, Omah Sawah Tembi juga menyediakan berbagai minuman tradisional yang bikin kangen. Ada wedang jahe sere, wedang secang, jus Omah Sawah perpaduan sayuran dan buah yang membuat rasanya semakin segar dan menyehatkan. Gula yang dipakai adalah gula batu, tahu kan nikmatnya minuman yang memakai gula batu? Wedang jahe atau teh, sama nikmatnya. Cobalah, pasti ketagihan!

Oseng Bunga Pepaya
Gambar: dokumentasi pribadi
Wedang Secang
Gambar: dokumentasi pribadi
  1. Suasana Pedesaan yang Asri, Nyaman dan Adem

Pergi pagi pulang petang, melewati berbagai gedung tinggi dan perempatan lampu merah yang padat dan penuh polusi. Begitu seterusnya aktifitas harian kita. Wajar jika kita kerap stress dan tak sabaran saat menghadapi celotehan anak yang menurut kita mengganggu, tapi bagi mereka adalah hal yang luar biasa seru.

Saat itulah kita butuh piknik. Bukan mengenai ke mana lokasi yang mahal dan mewah. Namun sebenarnya adalah kita butuh rileks saja, melihat sesuatu yang beda dari rutinitas. Sawah hijau segar, tanaman padi, bunyi-bunyian burung, jangkrik juga katak di sore hingga malam hari. Hal sepele itu justru jarang terpikirkan oleh kita. Padahal justru hal sepele itu lah yang kerap bisa kita andalakan sebagai mood booster untuk mengobati stress kita.

Di sini, Omah Sawah Tembi aku mendapatkannya semua. Suasana itu, suasana yang romantis buat keluarga.

  1. Spot Selfie Kekinian

Jika dulu kita selalu hunting spot selfie yang berbau modern, mal, bioskop, rumah makan modern. Maka beda lagi dengan sekarang. Sering kita lihat foto-foto teman kita berseliweran di beranda kita? Ada yang di gubug, ada yang di hutan pinus, ada yang di sawah?

Nah, di Omah Sawah Tembi juga mneyediakan semua keunikan spot selfie itu. Sawah luas? Ada. Aneka peralatan makan tradisional? Ada. Tempat duduk dari kayu? Ada, kentongan kayu? Ada. Vespa jadul? Ada. Bahkan replika gajah khusus disediakan untuk anak-anak yang hampir semuanya suka dengan binatang super besar itu pun, ada.

Jadi mau sekadar berlarian di pematang sawah yang hijau sambil disyuting atau difoto? Sangat difasilitasi dan bebas mau berapa lama saja di sana, gratis!

Spot Selfie Omah Sawah Tembi
Gambar: dokumentasi pribadi
  1. Suasana Romantis

Suasana romantis itu yang seperti apa? Bagi aku adalah yang jauh dari hingar-bingar apapun gangguan. Tidak ada deru kendaraan yang mendominasi, tidak ada rutinitas yang membosankan. Suasana adem dan segar dengan suplai oksigen alami tanpa batas juga sangat menyokong keromantisan. Kecukupan oksigen yang kita hirup yang disediakan oleh tumbuhan adalah alasan yang paling masuk akal kenapa kita bisa memperbaiki mood. Saat kebutuhan oksigen kita tercukupi, maka otak kita akan segera optimal bekerja, stress yang membebani pun akan segera lenyap oleh kemampuan kerja otak yang kembali optimal. Pemandangan jauh melintasi hamparan sawah hijau, juga aroma alam yang membuat kita menyatu juga membuat perasaan dan suasana di sekitar kita menjadi romantis.

  1. Sunset Jingga

Omah Sawah Tembi terdiri dari saung utama berukuran besar dengan ke empat sisinya tanpa dinding. Langsung terbuka ke alam. Sehingga pemandangan lingkungan luar yang bersih dan hijau sangat bisa dinikmati dari dalam saung atau pendopo. Sisi barat, hamparan sawah sangat luas, berbatasan dengan kampung yang jaraknya mungkin sekitar satu kilometer. Persawahan luas itu memungkinkan sekali untuk kita melihat langit jingga di sore hari menjelang matahari masuk ke ufuk barat.

Saat matahari perlahan menurun di ufuk barat, langit mulai menunjukkan keindahannya. Gradasi warna mulai dari kuning emas, jingga hingga kemerahan menuju ke satu titik di mana bulatan sempurna matahari mulai tertelan bumi. Semilir angin yang menyertai menambah kesempurnaan sore yang dinanti. Seiring pula bunyi-bunyi jangkrik juga katak dan kodok mulai diperdengarkan untuk memanggil para kawan yang masih saja santai beristirahat. Saatnya bernyanyi! Omah Sawah Tembi begitu alami. Weekend ini mau ke mana?

Resep Tumis Bawang Merah Teri Medan Super Lezat yang Lagi Hits

Resep tumis bawang merah teri medan super lezat yang lagi hits, membuat jiwa penasaranku ingin mencobanya dengan beberapa versi. Kali ini mencoba kupadukan dengan lezatnya teri medan yang tak ada duanya.

Semua berawal saat belakangan ini, bermunculan status mengenai lezatnya menu baru super simpel bernama “Tumis Bawang Merah”.

Mencoba mengeksekusi resep ini dengan versi tumisku sendiri, rupanya memang membuat nasi sebakul habis hanya dengan sepiring kecil tumis fenomenal ini.

Beberapa improvisasi sengaja ditambahkan untuk lebih membuat rasa tumis ini semakin lezat tentu saja.

Awalnya, suami dan anak-anak hanya melirik sebelah mata melihat tampilan tumis tak biasa ini. Tapi, nyatanya bahkan keringat enak bercucuran dari dahi, kepala, pipi hingga kumis belum juga menghentikan perjuangan mereka menghabiskan suapan terakhir berupa irisan tipis bawang merah, cabe setan juga pete setengah matang yang beraroma teri lezat, beradu dengan secomot nasi putih kebul-kebul yang semakin bikin “kemrucuk” perut saat melihatnya. Tapi hati-hati ya, bagi yang punya sakit lambung, sepertinya pedesnya masakan ini kurang bersahabat dengan lambung, hehe

Tanpa ba bi bu, yuk langsung saja kita praktekkan resep simpel nan lezat ini.

Bahan:

Bawang merah 2ons, bawang putih 2siung, cabe rawit orange 1ons, tomat 1buah, pete 1 papan,  garam setengah sendok teh, gula pasir 1 sendok teh, kecap ikan, minyak goreng 2 sendok makan. Teri medan 1/2 ons, air matang 2 sendok makan.

Cara memasak:

Iris tipis bawang merah, bawang putih, cabe rawit

Iris kasar tomat

Teri medan digoreng lebih dulu hingga setengah matang, sisihkan.

Tumis bawang merah dan bawang putih dengan minyak panas, hingga layu dan setengah matang.

Masukkan irisan cabe, tomat, garam, dan percikkan kecap ikan sebanyak tiga kali ke wajan, aduk hingga layu dan harum.

Masukkan, gula pasir, teri medan dan pete. Berikan sedikit air matang, aduk lagi dan cicipi. Angkat tumisan jika sudah matang.

Sajikan panas-panas bersama nasi putih hangat dan kerupuk.

Percaya deh, meski biasanya dalam tumisan, bawang merah yang menyembul akan berusaha disingkirkan, namun khusus pada masakan ini justru bawang merah menjadi idolak. Lezatnya tak ada bandingnya. Gimana? Berani mencoba? Untuk lebih jelasnya, resep Tumis Bawang Merah Teri Medan yang lezat itu bisa di klik  di sini.

RESEP TUMIS PARE PEDAS LEZAT DAN TIDAK PAHIT

Kamu suka pare?? Ini dia tips masak pare agar tidak pahit, pedas, lezat dan bikin ketagihan. Pasti pengin tahu cara masak pare agar tidak pahit. Hmm, sepertinya penyuka pare cukup banyak juga. Sayur satu ini, meskipun rasanya pahit namun memiliki daya pikat melalui rasa yang tak biasa. Pahit cenderung dihindari oleh sebagian besar. Terutama adalah pahitnya hidup! Ahai…!

Pahit, sebenarnya rasa dominan yang dimiliki pare ini justru membantu menetralkan asam lambung, tahu kan artinya?? Asam lambung yang tinggi dapat membuat perut bagian ulu hati atau peurt bagian kiri atas sakit, perih, panas dan rasa tidak nyaman lainnya. Nah, pahitnya pare disini justru membantu menetralkannya, sehingga memberi kenyamanan tersendiri terhadap lambung kita. Percaya kan? Banyak orang justru mengambil sari pare (yang rasanya pasti super pahit) untuk mengobati problem sakit perut mereka.

Nah, ngomong-ngomong masalah pare, semua anakku pada doyan banget sama sayur ini, “tapi harus maskan bunda,” kata mereka, apa iya, pare bisa dimasak dengan minim rasa pahit? Yes, sangat bisa! Kuncinya hanya diperlakuan awal saat menyiapkan pare sebelum dimasak.

Pare harus diiris tipis, diuleni dengan garam(1sendok teh) hingga keluar banyak air+busa, lanjutkan hingga pare benar-benar lemas dan warna pare cenderung berubah jadi hijau transparan. Setelah itu, cuci beraih pare dengan air bersih, hingga rasa asin dari garam hilang. Peras hingga kering dan tiriskan. Trus, kita siapkan bumbunya dulu ya sekarang! Oiya, bumbu disini kubuat selengkap mungkin untuk mendapatkan rasa oseng oare yang maksimal enaknya, ya. Yuks, kita siapkan bumbunya!

Bumbu:

Bawang merah 4siung, iris tipis

Bawang putih 1siung, iris tipis

Cabe rawit 10buah, iris serong(bisa ditambah atau dikurangi sesuai selera pedasmu ya)

Tomat mateng ukuran sedang 1 buah

Pete 1papan, iris serong

Rese/udang kering yang lembut 1sendok teh

Kecap ikan merah 3tetes/percik,(optional, tapi kalau ada lebih diutamakan, karena bikin osengmu tambah uenak!)

Pare 2buah ( yang sudah diiris tipis dan diuleni)

Garam, 1 sendok teh(jika kurang asin bisa ditambah dikit2)

Vetsin 1/4 sendok teh

Gula merah/gula pasir 2 sendok makan (jika dicicipi masih pahit bisa ditambah gula lagi)

Kecap manis secukupnya, sesuai selera) kalau aku sekedar memerahkan sedikit tampilan pare agar tidak pucat dan akan terlihat menggiurkan untuk dimakan.

Minyak goreng 1/2ons untuk menumis (perlu minyak agak banyak,tapi jangan terlalu banyak) usahakan matangnya pare karena dimasak oseng, dan agar tidak gosong karena dalam memasak pare ini dihindari adanya penambahan air saat memasak, agar tidak pahit).

Cara memasak:

Tumis bawang merah+bawang outih hingga harum dan sedikit kekuningan

Masukkan bumbu lainnya, terakhir perciki dengan minyak ikan, cukup 3percik/tetes dan arahkan hanya pada wajan saja, tidak perlu pada bumbu agar tidak menambah asin.

Setelah bumbu layu dan wangi, masukkan pare, aduk-aduk, jika gula merah, gula dibarengkan dengan bumbu di awal, jika gula pasir maka masukkan gula pasirnya saat pare sudah dimasukkan, agar gula tidak gosong. Aduk hingga setengah mateng, beri kecap manis secukupnya agar pare tidak pucat. Cicipi, peroleh rasa yang pas sesuai seleramu. Jika hampir mateng dan pare terasa kering banget hingga hampir gosong, bisa ditambahkan air sedikit saja, hanya agar tidak gosong, bukan untuk mematangkan pare.

Oseng pare yang sudah matang, bisa langsung disajikan dalam keadaan hangat.

Nah, resep itu yang selama ini kupakai, hingga anak-anakku akhirnya pun ikutan  jadi penggemar pare, mulai yang balita hingga remaja. Kalau suami? Jangan tanya, bisa ngabisin sepiring oseng pare, bahkan tanpa nasi pun! Hehe sadis kan?!

Selamat mencoba ya, semoga bermanfaat, oiya, di channel Youtube juga sudah saya share ya, untuk yang penasaran seperti ala penampakan kecap ikan merah, bisa langsung cuss ke sana! Oke! video resepnya di sini.

RESEP KEPITING GORENG BUMBU BAWANG GURIH NIKMAT

Assalamu’alaikum …

Lama banget nggak bikin kepiting goreng nih. Sampai lupa, entah kapan tepatnya, terakhir makan kepiting goreng bikinan sendiri. 

Sebenarnya, yang jago goreng kepiting suami, entah diapain, padahal bumbu sama dan cara nggorengnya juga sama. Beda tangan, beda hasil, kepiting goreng bikinan suami bisa guriiihhh, berasa banget kepitingnya. 

Ini yang aku share resep andalan suami. Kebetulan tadi siang eksekusi 2kg kepiting. Hmmm, baunya sedap?! Kepiting banget deh! 

O, iya rekomendasi kalau cari kepiting,pilihlah kepiting Kalimantan atau kepiting Papua sekalian, dijamin dagingnya padat dan manis kalau di goreng. 

Resep ini untuk per Kg kepiting ya:

Bahan: Kepiting Kalimantan/Kepiting Papua 1kg

Bumbu:

Bawang putih 4siung

Garam 2sendok makan

Air 2liter (bumbu di haluskan, dan masukkan ke dalam air ini, untuk merendam kepiting) 

Cara memasak:

– Kepiting dibersihkan, bagi kepiting menjadi 2bagian kanan kiri (belah pada bagaian perut, usahakan cangkang /punggung kepiting tetap utuh, sehingga pada saat penyajian bisa seolah2 kepitingnya tidak dibelah. 

– Setelah kepiting diberaihkan, cuci dengan air hingga bersih

– Panaskan air dalam panci, setelah mendidih, celupkan kepiting ke dalam air mendidih selama kurang lebih 15detik, agar daging kepiting saat digoreng tidak lengket di cangkang

– Setelah kepiting dicelupkan, dan warna sudah sedikit orange, segera angkat kepiting dan masukkan ke dalam air bumbu, selama 10-15 menit. 

– Goreng kepiting hingga matang, jangan terlalu matang karena daging kepiting akan alot. 

– Tiriskan dalam wadah, dan kepiting goreng siap disajikan dalam keadaan hangat, bersama sambal atau saus. 

Semoga bermanfaat, setidaknya bisa hemat sekian puluh ribu rupiah, kalau kita bisa memasaknya sendiri. Kepiting goreng ini juga bisa disajikan dengan kuah asam manis atau blackpepper sesuai selera Anda. 

Salam

-ew-170118

RESEP SOP BUNTUT (IGA) SAPI ALA HOTEL SUPER LEZAT

Kok bisa sih sop buntut (Iga) sapi di otel rasanya super lezat? Ah, kamu tahu kan lezatnya sop iga sapi? Dagingnya kok bisa lembut? Yes, Sop Buntut (Iga) rasanya lebih yahud dibanding dengan bakso terenak sekalipun, #eh selera dink ya??

Kalau menurut aku sih, jelas karena sop iga sapi murni daging, sedang bakso masih ada campuran tepung nya meski sedikit. Hehe yang jelas, kalau ditanya milih bakso apa milih sop iga sapi? Jelas, aku pilih sop iga sapi!

So, nggak akan bertele2 deh untuk bagi resep Sop Iga Sapi ini buat temen2 pecinta kuliner Indonesia, terutama pecinta aneka olahan sapi.

Yess! Kali ini aku akan bagi resep ini dengan sukaaa relaa, tahu kenapa? Karena baru tadi siang, eh kemarin siang dink, tadi cuma manasin doank! Aku masak ini. Iga nya dibeliin suami di pasar, pagi2 uda kasi surprise, duh surprise atau apa ni ya? Tadinya mau santai2 jadi kudu berjibaku dengan dapur deh! Duh, kelamaan!

Oke oke, nih dia resepnya:

Bahan:

1/2 kg iga sapi

1/4 tetelan sapi(biar kaldunya mantab!)

Bahan pelengkap:

Kentang 2buah, kupas iris dadu, rebus,tiriskan

Wortel 2buah, kupas, iris dadu, rebus,tiriskan

Daun bawang, daun seledri iris halus (untuk taburan saat penyajian)

Bawang merah goreng(untuk taburan)

Sambal, jeruk nipis dan kecap manis sesuai selera,bisa ditambahkan saat disajikan

Sambal: 10 cabe rawit, goreng hingga matang(tidak gosong), haluskan, siram dengan kuah sop panas

Emping melinjo juga rekomended untuk melengkapi penyajian.
Bumbu:

Bawang putih 3siung

Merica bulat 15 butir

Garam 3sendok teh (jangan langsung dimasukkan semua ya, mending bertahap saja,menyesuaikan rasa selera kita, kalau kurang asin baru ditambah dikit2)

Moto 1/4 sendok teh atau bagi yang menghindari bisa diskip, ganti dengan gula pasir,semua bumbu di atas dihaluskan

Gula pasir secukupnya, sesuai selera

Minyak goreng 2sendok makan untuk menumis bumbu

Bumbu tidak dihaluskan:

Kapulaga 2butir, kayu manis 2cm,  dan cengkeh 3butir

Bawang bombay 1/2 buah(kalau besar) iris dadu

Bumbu halus dan bumbu tidak halus dijadikan satu,sisihkan.

Bumbu tambahan:

Bawang putih 4siung, kuoas, iris tipis, goreng kering, haluskan, sisihkan

Cara memasak:

Iga sapi dan tetelan sapi dibersihkan, rebua hingga mendidih 5-10menit, matikan api, buang airnya, cuci kembali iga sapi dan tetelan, setelah dicuci, untuk tetelan bisa diiris kecil2 dan iga sapi diiris sesuai dengan bentuk iga, rebus kembali hingga mendidih selama 1jam mendidih. Akan lebih bagus jika iga sapi dan tetelan sudah kita rebus kemarin atau tadi malam.

Jika rebusan iga sapi dan tetelan sudah mendidih selama 1 jam, kecilkan api, biarkan mendidih. Sementara kita sambil siapkan bumbu tumisnya ya.

Tumis bawang bombay pada minyak panas hingga layu dan harum, masukkan bumbu halus dan bumbu tidak halus dalam minyak panas, aduk2 jangan sampai gosong, tunggu harum, segera matikan api. Angkat dan masukkan bumbu beserta minyak yang buat menumis bumbu, ke dalam panci tempat iga dan tetelan sedang mendidih tadi, aduk aduk. Masukkan gula pasir sesuai selera (kalo aku karena suka agak manis kukasi 2sendok makan) kalo tidak suka manis mungkin cukup sedikit saja. Intinya adalah, cicipilah sop kita sekarang, saat bumbu sudah dimasukkan dan sop sudah dalam keadaan mendidih.

Jika kurang asin tambah hingga asinnya pas, jika sudah asin dan tetap kurang sedap bisa ditambah gula pasir dikit2 sampai tingkat manis yang pas dengan selera lidah kamu ya. Terakhir saat dipastikan kuah sudah lezat dan daging iga empuk, masukkan gerusan bawang putih goreng ke dalam panci sop.

Sajikan saat sop masih panas dengan meracik di mangkok:

Kentang rebus, wortel rebus, sop iga+tetelan, taburi dengan daun bawang iris dan seledri, juga percikan air jeruk nipis serta sambal dan kecap manis sesuai selera.

Jangan patah semangat, jika masak pertama kurang memuaskan selera, kamu hanya butuh mengulanginya, mainkan perasaan untuk setiap takaran bumbu, dengan sering-sering mengulangi masak yang sama. Mungkin diagendakan setiap akhir pekan, saat banyak waktu luang dan anggota keluarga sedang libur. Atau bisa undang temen2 untuk diajak masak bareng?! Pasti seru deh!

Lebih mudah lagi, kamu juga bisa lihat video masak resep Sop Buntut (Iga) Ala Hotel Yang Super lezat ini loh. Klik di sini ya!

Dan pastinya, akan menjadi pengalaman tak terlupa,  jika akhirnya kelak Kamu menemukan formulasi yang pas dengan lidah kamu sendiri dan keluarga.

Selamat mencoba!

Kalau masakanku kemarin, kata adekku paling TOP, kuahnya bener2 taste banget, kaya rasa, daging iga nya super lembut!! Anak bungsu lahap banget, dan kakak2nya juga berhasil melibas habis iga2 sapi yang super lezat itu.

Hemmm, jadi ngiler lagi neh, eh perut krucuk2 pulaaa! Duh, jam segini mana ada makanan yak?

untuk video cara memasaknya bisa dilihat di link: di sini

Semoga bermanfaat!

Salam,

-ew- 1901180240