INOVASI TIADA HENTI MENGENAL KOPI DURIAN INSTANT DI GREBEG LEBARAN PAKUALAMAN YOGYAKARTA

kopi durian wedang redjo-min (1)
kopi durian wedang redjo-min (1)
kopi durian wedang redjo – doc pri

Kopi Durian Instan, Inovasi Pangan Oleh-Oleh Khas Jogja

“Pak, Pak, sebentar! Wong Kopi Robusta itu apa saya juga belum paham, apalagi kopi Arabica! Bedanya apa sih, Pak?” Sejenak diskusi kami pun terjeda.

“Hehehe… “ Semua yang terlibat diskusi di sore menjelang berbuka puasa itu terkekeh mendengar pertanyaan remehku. Spontan, wajah pun saya pasang selugu mungkin karena memang belum tahu apa bedanya kedua jenis kopi yang sedang seru diperbincangkan itu.

Sebenarnya, agar diskusi tidak mengalami gagal paham, maka saya harus interupsi.

“Hmmm, apa ya bedanya? Jadi kopi Robusta itu adalah kopi yang lebih banyak digunakan oleh masyarakat secara umum. Apa ya bedanya?” laki-laki murah senyum itu justru kebingungan sendiri saat menjelaskannya ke kami.

“Oke, gini saja Pak, lebih pahit mana antara Robusta dan Arabica?” tanyaku lagi dengan maksud agar lebih memudahkannya untuk menjawab.

“Bukan masalah pahitnya, Mbak! Jadi kopi Robusta itu, ya hanya bisa dijawab dengan dirasakan langsung hehe. Tetapi kebanyakan orang pasti mengatakan bahwa kopi Arabica lebih enak” jawabnya panjang meski masih menyisakan pertanyaan yang makin beranak pinak. “Sedangkan pahitnya kopi itu dipengaruhi oleh besarnya granul kopi yang ditumbuk, semakin halus garnulnya maka rasa kopi akan semakin pahit,” lanjutnya semakin panjang.

“Baik, Pak. Dari pada makin susah menjelaskannya, saya ambil satu saja, deh, Kopi Durian instannya!” pinta saya ke laki-laki yang sering disapa Pak Dwi.

“Baik, Mbak!” Bapak yang mengaku tinggal di Pakualaman itu menyerahkan satu kemasan berwarna cokelat muda bertuliskan Kopi Durian Instan dengan merk Wedang Redjo.

“Kemasannya bagus banget e, Pak! Kok bisa kepikiran mengemasnya seperti ini?” saya menimang bungkusan apik itu.

“Iya, Mbak. Alhamdulillah saya dan teman-teman UKM beberapa kali ikut pelatihan tentang packaging, jadi tahu bagaimana cara mengemas produk agar menumbuhkan kesan dan pesan ‘Cinta pada pandangan pertama’ kepada calon pembeli.” Ujarnya.

“Oh, ya? Ada ya pelatihan semacam itu? Pasti mahal bayarnya ya, Pak?” Tanya saya antusias.

“Gratis, Mbak! Jadi hampir setiap bulan PLUT-KUMKM DI Yogyakarta mengadakan bermacam pelatihan untuk membantu kami meningkatkan kualitas produk yang kami rintis,” terangnya.

“Serius?” saya masih tak percaya dengan apa yang saya dengar barusan.

“Betul, Mbak! Mulai dari pelatihan packaging, pelatihan marketing online / offline, pelatihan membuat iklan dan lain-lain. Pokoknya lengkap, Mbak!” lanjutnya semakin antusias.

“Masya Allah, beruntung banget ya, Pak? Ternyata UMKM di Jogja mendapat dukungan luar biasa untuk mengembangkan bisnis lokalnya. Semoga produk lokal masyarakat kita bisa go international ya, Pak!”

Kentara sekali Pak Dwi begitu bersemangat menjelaskan semuanya. Kami para pengunjung pameran Grebeg Lebaran di Alun-alun Sewandanan Pakualaman Yogyakarta dibuat kagum oleh bapak berbaju merah di depan kami. Bagaimana tidak? Selain menjelaskan bagaimana kisahnya memulai bisnis, beliau juga menjelaskan formula minuman instan yang berbahan baku lokal namun berkelas internasional, sangat beda dari biasanya.

Rupanya dari situlah kreatifnya muncul. Ada semangat di setiap tuturnya. Seolah tak ada kata habis untuk sebuah inovasi. Saat semua orang meniru apa saja yang bisa diproduksi oleh banyak orang, di situlah otak kreatif dibutuhkan. Bagaimana mengkreasikan bahan-bahan baku yang biasa menjadi sediaan makanan atau minuman yang luar biasa dan mampu untuk dipasarkan ke seluruh dunia tanpa khawatir kerusakan barang atau produk dagangan mengalami pembusukan.

Dwi Sudiantono owner kopi durian-min
Dwi Sudiantono owner kopi durian-doc.pri

Namanya Pak Dwi Sudiantono, beliau adalah formulator minuman instan Kopi Durian bermerk Wedang Redjo.  Tak hanya Kopi Durian, Pak Dwi juga memperoduksi produk minuman hasil inovasi lainnya seperti, Kopi Rempah dan Bir Plethok. Semua formula kopi menggunakan Kopi Robusta dari Lampung.

Menurut beliau, kopi Robusta akan berbeda cita rasanya jika kopi itu ditanam di tempat yang berbeda. Rupanya kualitas tanah dan unsur mineral yang terkandung di dalamnya sangat berperan dalam menentukan kualitas rasa kopi Robusta. Kopi Robusta yang ditanam di Lampung akan berbeda cita rasa dengan kopi Robusta yang ditanam di Jawa.  Begitu seterusnya.

sirup dan kopi durian instan-min
sirup dan kopi durian instan-doc.pri

Menurut bapak yang sangat supel itu, untuk memperoleh formula yang pas di masing-masing produk, beliau harus melewati percobaan yang tak sedikit. Dan menurut beliau, Kopi Robusta Lampung lah yang menghasilkan citarasa paling klop dan enak di lidah.

Untuk Kopi Durian, formulanya terdiri dari daging durian matang segar, bubuk kopi Robusta Lampung dan Gula pasir berkualitas bagus kemudian direbus dengan air hingga larutan berubah menjadi butiran-butiran kristal kering yang lebih awet penyimpanannya.

Durian khusus diambil dari durian Medan berkualitas bagus. Dari setiap kilogram durian akan menghasilkan 10 kg Kristal Kopi durian instan siap kemas. Dimana setiap kemasan berisi 100 gram kopi durian instan.

Jika setiap kemasan harganya Rp 15.000,- berapakah total pendapatan Bapak Dwi untuk setiap kilogram durian? Rp 1.500.000,- bukan? Lalu, jika setiap hari berproduksi minimal 1 kg durian? Maka sebulan akan mendapatkan hasil (bruto) Rp 45.000.000,- Luar biasa! Hayoo, yang mupeng segera wawancara langsung sama beliau di Grebeg lebaran Alun-alun Sewandanan Pakualaman Yogyakarta yang berlangsung selama 2 hari mulai tanggal 24 s/d 25 Mei 2019 pukul 10.00 – 17.00 WIB.

bir plethok syrup
Sirup Bir Plethok – doc. pri

Pak Dwi memulai bisnis kopi durian sejak tahun 2017. Selain di pameran-pameran Pak Dwi juga memasarkan produknya melalui toko-toko modern yang ada di Jogja seperti Ramai Mal dan lain-lain. Ke depan, saat bandara internasional ‘New Yogyakarta International Airport (NYIA)’ beroperasi, Pak Dwi mewacanakan untuk membuka counter penjualannya di salah satu stand di sana. Berharap, semoga minuman instan hasil inovasinya akan terus berkembang dan menguasai pasar dunia melaluinya.

Bagaimana nih, kaum muda? Jangan sampai ketinggalan kreatif dengan para pebisnis senior yuk! Belajar, niat dan mulai bisnis!

Bagi kebanyakan orang, terutama mahasiswa yang berasal dari Indonesia bagian barat, minum kopi hitam dicampur dengan daging durian yang matang memang sudah familiar. Namun tidak bagi kami yang tinggal di pulau Jawa. Yah, kini bahkan inovasi minuman itu mulai tumbuh di sini Yogyakarta.

Dari citarasanya, antara segarnya kopi yang cenderung membuat semangat berpadu dengan wangi dan legitnya durian sangat nge-blend dilidah. Ada gelora yang bercampur dengan gurih legit di empuknya daging durian. Dan ini, lagi-lagi juga hanya bisa dijelaskan dengan mencicipinya langsung hehe.

Sempol Cinta

Sempol Cinta Bu Susi-min
Sempol Cinta Bu Susi-doc.pri

Agak jauh dari stand Kopi Durian, ada stand unik yang tak kalah seru. Kalau kopi durian berada di bagian minuman, maka Sempol Cinta ini berada di deretan belakang bersebelahan dengan stand makanan lainnya.

Dari namanya sudah terlihat centil ya? Sempol Cinta. Menurut Bu Susi, owner sekaligus formulator sempol ayam istimewa yang bisa tahan 2 minggu di dalam freezer ini, dinamakan Sempol Cinta karena memang semua orang butuh cinta. Harapannya, orang-orang akan cinta dan ketagihan dengan gurihnya Sempol Cinta karyanya.

Bu Susi memulai usaha sempolnya sejak 3 tahun yang lalu. Bertahan hingga sekarang karena permintaan pelanggan semakin bertambah. Awalnya memang agak sabar dan membutuhkan ketelatenan saat membangun pasar. Namun hingga sekarang, setiap hari semakin bertambah permintaan. Sejak awal dirintis hingga sekarang, setiap hari Bu Susi mampu membuat dan memasarkan sempol dari 3-6 kilogram daging dada ayam segar.

Untuk setiap 6 kg daging dada ayam, ibu berjilbab yang lebih terkenal dengan panggilan Bu Susi Sempol itu mampu menghasilkan 450 tusuk sempol. Satu paket sempol dibanderol Rp 10.000,- di mana berisi 10 tusuk sempol frozen siap goreng. Atau dengan harga yang sama juga untuk 8 tusuk sempol yang siap santap.

Jika harga daging ayam per kilogram Rp 30.000,- maka modal yang dibutuhkan setiap hari sebesar RP 180.000, – untuk mendapatkan hasil Rp 450.000,- . Angka yang cukup fantastis untuk sekadar sebuah bisnis sempol ayam bernama Sempol Cinta itu.

Bu Susi menjamin bahwa sempol buatannya istimewa, lezat, bergizi dan menyehatkan. Menurutnya, tujuan membuat sempol untuk konsumsi anak-anaknya juga, maka semua bahan dipilih yang berkualitas baik dan sehat. Sedikit memberi bocoran, Bu Susi membuat sempolnya menggunakan campuran daging dada ayam berkualitas, sedikit aci (tepung kanji), rempah untuk memperkaya cita rasa dan juga telur ayam. Formula yang sarat gizi bukan?

Chicken Drum Stick

chicken drumstick
chicken drumstick-doc.pri

Hanya bersebelahan meja dengan sempol cinta. Chicken drumstick frozen begitu menggoda. Tampilannya yang bulat segar berbalut tepung panir berwarna orange sangat mengundang kami (saya dan anak laki-laki saya yang sangat hobi makan chicken drumstick) untuk menghampirinya.

Sebetulnya tak hanya Chicken drumstick saja di meja itu. Ada juga Chicken nugget, keripik kentang, bebek frozen dan banyak lagi makanan lainnya. Tetapi namanya anak-anak, tak lagi mampu melihat apapun makanan lainnya. Matanya dan juga nafsu keinginannya akan makanan kesukaan membuat perutnya berteriak-teriak minta diisi karena seharian berpuasa. Jadilah Chicken Drumstick itu langsung dimintanya di bawa pulang untuk berbuka puasa.

Menurut keterangan ibu cantik berbalut jilbab pink itu, hampir semua ibu-ibu (di belakang meja) yang berjumlah sekitar 6 orang ikut dalam komunitas UKM di lingkungannya. Mengusung produk yang berbeda-beda namun memiliki semangat kerjasama untuk memasarkannya dalam satu meja di acara Grebeg Lebaran Alun-alun Semandanan Pakualaman Yogyakarta.

Tentu saja, namanya juga grebeg lebaran, selain bazar produk makanan dan minuman juga ada bazar produk fashion dan craft yang berkualitas tinggi ikut meramaikan acara yang digelar oleh Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta melalui PLUT_KUMKM DI Yogyakarta itu.

Pelatihan Dan Pendampingan Bisnis Apa Saja yang Diadakan oleh PLUT?

Bagi sebagian besar kalangan pelaku UKM di Yogyakarta, PLUT-KUMKM DI Yogyakarta tak asing lagi kedudukannya. Bahkan pendampingannya dan berbagai bentuk supportnya untuk perkembangan bisnis yang baru dirintis pun sangat intens. Para konsultan Plut di masing-masing bidangnya secara periodik siap membagikan ilmu bisnisnya untuk memajukan dunia bisnis lokal khususnya di Yogyakarta.

Beberapa pelatihan bisnis yang baru-baru ini dilangsungkan oleh Dinas Koperasi dan UKM DI Yogyakarta melalui Plut antara lain:

  1. Pelatihan Tips Membuat Kemasan Produk Yang Menarik untuk UMKM “Buatlah Ia Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama” 

    tips membuat kemasan produk yang menarik bagi umkm
    tips membuat kemasan produk yang menarik bagi umkm
  2. Pelatihan Strategi Jitu Optimalisasi Digital Marketing “Keniscayaan, Menguasai atau Mati”

    strategi jitu optimalisasi digital marketing
    strategi jitu optimalisasi digital marketing
  3. Pelatihan 3 Langkah Mudah Optimasi Google Bisnisku “Adakah produk yang Anda jual di halaman Google saat kita mencarinya lewat Google?” 

    tiga langkah mudah optimasi google bisnisku
    Tiga langkah mudah optimasi google bisnisku – doc. pri
  4. Talkshow Cara Melesatkan Omset 100 Kali Lipat Dalam Waktu Singkat”Cegah bisnis anda hilang ditelan waktu” 

    Cara melesatkan omset 100 kali lipat dalam waktu singkat
    Cara melesatkan omset 100 kali lipat dalam waktu singkat – doc. pri
  5. Pelatihan Strategi Efektif Membangun Brand Produk 

PLUT-KUMKM DI Yogyakarta adalah rumah dan pendamping bersama yang memiliki motto “Melayani Mendampingi Memberi Solusi” bagi para pelaku UMKM di Yogyakarta. Sudah banyak sekali pelaku UKM yang tergabung menjadi anggota komunitas besar Plut Jogja. Dengan agenda rutinnya mengadakan pelatihan bisnis maupun memberikan pendampingan dan mentoring bisnis, PLUT secara cuma-cuma memberikan dukungannya kepada para pelaku UKM yang dinaunginya. Salah satu bentuk supportnya yang lain kepada UMKM dalam memasarkan produknya adalah dengan diadakannya pameran rutin seperti acara GREBEG LEBARAN Alun-alun Sewandanan Pakualaman Yogyakarta pada tanggal 24-25 Mei 2019 pukul 10.00 – 17.00 WIB.

Jadi masih takut dan ragu untuk memulai bisnis hari ini? Coba kunjungi Grebeg Lebaran, temukan bermacam inspirasi bisnismu di sana. Bangunlah komunitas, dan segera daftarkan bisnismu bersama PLUT-KUMKM DI Yoggyakarta yang beralamatkan di Jalan HOS Cokroaminoto 162 Yogyakarta Telp (0274) 552149. Secara online bisa dihubungi melalui media sosial Instagram @plutjogja .

Tak ada sesuatu yang besar dapat tumbuh tanpa melalui sebutir benih yang disemaikan dengan cinta dan niat yang kuat, begitu pun dengan bisnis.

Lihat keseruan Grebeg Lebaran Alun-alun Sewandanan Pakualaman Yogyakarta di:

Salam,

-Eka Wahyuni-

*Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog GREBEG LEBARAN Alun-alun Sewandanan Pakualaman Yogyakarta yang diadakan oleh PLUT-KUMKM DI Yogyakarta*

Sumber tulisan:

  • Wawancara langsung dengan pelaku UKM
  • Web PLUT-KUMKM DI Yogyakarta
  • Media Sosial Instagram: @plutjogja

NIKMATI KOPI PAPANDAYAN DAN PHOTOGRAPHY HANYA DI GUDANG KOPI

Kopi Papandayan

Orang pinter masak belum tentu sukses di usaha kuliner. Sebaliknya orang yang nggak bisa masak justru sukses di usaha kuliner. Sepakat ya?

Jadi begini, tidak jarang kita makan di tempat umum, bisa warung, resto, café dan lainnya. Kelihatannya tempat makannya sangat ramai, asyik, tapi begitu kita mencicipi makanannya ternyata sangat biasa, atau malah cenderung tidak enak. Sering, kan? trus kepikiran donk seandainya kita yang buka warung itu pasti akan lebih ramai, karena masakan kita lebih enak! Yakin? Itu sih sepertinya hanya ‘wang sinawang’ saja, iya kan? Ternyata sukses bisnis kuliner tak hanya mengandalkan resep unggulan yang kita kuasai, namun da banyak faktor yang berperan di belakangnya.

Mas Hariyanto Owner Gudang Kopi
Mas Hariyanto Owner Gudang Kopi

Salah satu contohnya adalah Café Gudang Kopi. Menurut  Harianto, owner Gudang Digital dan juga Gudang Kopi Café, kunci utama menjalankan bisnis ialah pertemanan, jejaring, networking. Kita tidak bisa begitu saja membuka bisnis kuliner hanya karena kita jago masak. Tentu saja kita harus menguasai skill manajemen perusahaan dan juga melebarkan jangkauan networking dengan berbagai kalangan.

Seperti halnya merintis sebuah usaha, Gudang Digital yang awalnya dirintis sejak tahun 2007 juga mengalami pasang surut. Toko alat-alat perlengkapan digital yang beralamatkan di Jalan Gejayan No. 08 Demangan Yogyakarta awalnya menamakan usahanya dengan Gudang Studio (2010). Mengaku bukan orang asli Jogja, pun tidak berkuliah atau sekolah di Jogja, Harianto merasa tidak berkembangnya usaha tersebut sangat dipengaruhi oleh eksistensi pertemanan di sekitarnya. Pada saat dirinya mulai membangun relasi dan pertemanan, Gudang digital tumbuh semakin berkibar.

Tak hanya bisnis digital, melihat pangsa pasar yang semakin ramai, membuat pemiliknya berpikir keras. Daripada para pelanggannya yang sering datang ke toko mencari tempat kongkow lain, kenapa tidak dibuka saja café di lantai atas ruko tersebut?

Suasana Cafe Gudang Kopi
Suasana Cafe Gudang Kopi

Rupanya dari analisa yang sederhana itulah kemudian muncul Gudang Kopi yang menyediakan aneka minuman kopi. Beda dengan tempat lain, Gudang Kopi mengambil kopinya dari Jakarta, Malang atau kota lain. Bahkan terakhir dari Singapura dan Hongkong.

Sore itu adalah kali keduaku bertandang ke Café yang selain menyediakan minuman aneka blend kopi juga menyediakan makanan untuk sarapan juga makan siang hingga dinner. Berbeda dengan café lainnya yang hanya menyediakan aneka minuman berbahan dasar kopi dan snack, Gudang Kopi menyediakan aneka menu-menu berat. Menu itu bisa mengenyangkan perut para pelanggan yang sudah kadung jatuh cinta dengan nuansa café.

Dari belasan menu makanan, aku berhasil mencicipi dua jenis makanan besar dan satu jenis jajan (snack) dan juga kopi andalan dari Gudang Kopi. Menu-menu itu (yang sudah berhasil aku pesan) antara lain:

  1. Nasi Cumi Hitam

Dasarnya aku sukanya kalau cumi ya harus dimasak putih bersih. Namun di Gudang Kopi ada menu unik satu ini. Kenapa hitam? Karena tinta cumi memang sengaja tidak dibuang. Ada kelompok suka makan cumi masak hitam, dan suka makan cumi masak putih. Hehe kamu gabung yang mana?

Rasanya khas ada pulen-pulennya, meski rasanya daging cuminya tetap sama, kalau masaknya pas bisa lembut dan enak, seperti menu Cumi Hitam di Gudang Kopi ini. Nah, kan nggak perlu repot harus ke daerah pantai hanya sekadar untuk menikmati Nasi Cumi Hitam.

  1. Bakmi Goreng Gudang Kopi

Nah, ini lucu. Bukannya aku fanatik sama Bakmi goreng Jogja. Meski di acara buka bersama teman-teman bloger Jogja bersama Gudang Kopi sore itu menyuguhkan aneka makanan modern, apalah daya ketika si gadis imut Aishya justru milihnya Bakmi goring. Heheh… Asihya yang sedari sore sudah mulai manyun karena lapar langsung memilih menu favoritnya itu. Makanan kekinian juga melengkapi menu yang ditawarkan oleh Café Gudang Kopi, seperti Omurice (Nasi putih berbalut telur dadar yang dikombinasi dengan Chicken Katsu), juga Nasi IKan Dori Dabu-Dabu yang aslinya pengin banget cobain karena sambal Dabu-Dabunya yang segar, juga ada puluhan macam lagi jenis makanan yang pas di lidah kita.

  1. Red Velvet

Untuk snack satu ini, aku kasih dua jempol deh. Rasanya yang lezat, lembut, gurih manis dan creamy di mulut, membuatku tak henti untuk mencoleknya. Pssttt! Yang ini juga Aishya yang request, loh! Harganya wajar meskipun di café. Per slicenya dibanderol 25 ribu saja. Alhamdulillah! Tapi maaf, Red Velvet yang lezatos belum sempat difoto sudah ludes duluan, sama Aishya dan emaknya. Aslik lupa! Maaf ya!

  1. Es Kopi Papandayan Istimewa

Es Kopi Arjuna, Papandayan dan Es Foto Kopi
Es Kopi Arjuna, Papandayan dan Es Foto Kopi

Jangan kaget kalau nanti ada yang kebetulan dapatnya Es Kopi Papandayan, ya! Karena rasa jadi lebih mirip dengan es cendol!

Benar saja, begitu saya cicipi Es Kopi berwarna crem itu, aroma cendolnya dapat banget. Rupanya memang Es Kopi tersbut dikombinasi dengan sirup Coco pandan yang membuat sendiri, bukan beli jadi.

Selain Es Kopi Papandayan, Café Gudang Kopi juga memiliki dua jenis Es Kopi andalan lainnya, ialah Es Kopi Arjuna dan Es Foto Kopi. Hayoo! Penasaran sama rasa ketiga kopi itu kan? Ayo, ngaku!

  1. Es Teh

Enggak di café, warung, resto, atau lesehan, kenikmatan es teh memang tak ada duanya. Dan, lagi-lagi ini juga request Aishya yang tiba-tiba jadi doyan makan dan minum itu. Judulnya pokoknya ngajakin Aishya Buka Bersama dengan teman-temannya Bunda, sambil kita mencari ilmu tentang Foods Influencer langsung dari Mas Andre C selaku Foods Enthusiast di Acara Ngabuburit produktif bersama Kemunitas Bloger Jogja bersama Gudang Kopi. Gudang Kopi because Your PhotoCopy begins here!

Hmm, daripada cuma ngebayangin, mendingan tonton keseruan ngabuburit dan bukber kita dengan aneka menu istimewa dari Gudang Kopi di sini, ya!

Inspirasi Bisnis Dari Telur Gulung Di Gelar Produk UKM Kampus 4 UAD Yogyakarta

Inspirasi Bisnis Dari Sekotak Telur Gulung Di Gelar Produk UKM

Mas Yusuf Penjual Telur Gulung di Gelar Produk Makanan Minuman Craft dan Fashion Istimewa Yogyakarta
Mas Yusuf Penjual Telur Gulung di Gelar Produk Makanan Minuman Craft dan Fashion Istimewa Yogyakarta

“Sehari bisa habis berapa kilo telur,Mas?” tanyaku pada laki-laki yang akrab dipanggil Mas Yusuf ini.

“Ya, enggak pasti, Mbak. Rata-rata ya 4 kilo, lah!” jawabnya sambil tersipu.

Sik-sik, bentar, Mas! 4 kilo itu berarti sekitar 60-65 butir telur sehari?” mataku hampir melotot, kagum dan tak mengira bisa segitu banyaknya.

“Iya, sekitar segitu, Mbak!” tuturnya sambil memberikan seulas senyum.

“Masnya kok bisa tahu ada pameran ini?” tanyaku lagi.

“Iya, Mbak, kebetulan saya ikut komunitas bisnis Yogyakarta, jadi pas ada informasi ini saya langsung tahu. Saya juga sudah sering mengikuti pameran semacam ini,” jawabnya yakin.

“Cara daftarnya gimana sih Mas?”

“Kita langsung mendaftar di PLUT-KUMKM DI Yogyakarta Mbak, sekitar sebulan sebelum acara berlangsung,” paparnya.

“Oh, berarti informasinya update terus ya, Mas?”

“Betul, Mbak. Banyak sekali kegiatannya, Alhamdulillah jadi banyak saudara dan bisnis juga semakin lancar.” Dia memungkasi obrolan kami.

Tangannya masih saja sibuk memutar-mutar lidi panjang menggulung adonan telur yang sedang mengapung di permukaan minyak panas di wajan.

Aku menyerahkan satu paket telur gulung yang terbungkus mika ke Aishya. Dia balitaku yang kuajak berkeliling di “Gelar Produk UKM Makanan, Minuman, Craft dan Fashion Istimewa” pada hari Selasa, 30 April 2019 sekira pukul 14.00 WIB di Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan Ringroad Selatan Yogyakarta. Jajanan yang paling disukainya itu langsung dilahapnya, tanpa saos maupun kecap. Dia lebih suka yang original.

Mas Yusuf termasuk generasi muda pandai membaca situasi dan peluang. Dia sudah melakoni bisnis yang sering digolongkan sepele ini sejak 4 tahun yang lalu. Iya tak pernah malu menjalaninya. Menurutnya, generasi muda yang masih mengutamakan malu untuk melakukan bisnis kecil semacam ini akan ketinggal jauh dengan para pemuda yang lebih cerdas mengambil kesempatan seperti ini.

Selain di pameran-pameran, pemuda yang baru menikah 3 bulan ini mengaku setiap hari berjualan di sekolah-sekolah SD, sedangkan hari Minggu di mana sekolah-sekolah libur, ia akan bergeser mencari tempat yang juga ramai dikunjungi oleh banyak orang. Dia memilih berjualan di lokasi depan JEC (Jogja Expo Center) setiap hari Minggu.

Memang, bisnis ini terlihat sepele namun ternyata sangat digemari oleh masyarakat terutama anak-anak hingga mahasiswa. Dengan harga cukup 5 ribu saja kita sudah bisa mendapatkan sepaket telur gulung berbungkus mika yang berisi 4 pcs telur gulung.

“O, iya Mas, Tanya lagi ya, untuk setiap butirnya bisa disulap menjadi berapa tusuk telur gulung?” pertanyaan saya menyelidik.

“Biasanya untuk 1 butir telur bisa jadi 4 tusuk telur gulung, satu porsi Mbak!” jawabnya menjelaskan.

Hmm, jadi kalau sehari saja mampu menghabiskan 4 kg telur alias 60-65 butir telur, maka pendapatan kotornya bisa mencapai 300.000 hingga 325.000 rupiah. Tuh kan! kalau dilihat dari tusukan telur gulungnya memang kecil tapi begitu menghitung akumulasi pendapatan sehari bisa mencapai 300ribu, ada yang masih berpikir bahwa bisnis ini sepele?

Bisa dimudahkan lagi simulasi penghitungannya. Karena biasanya pendapatan atau income dihitungnyanya per bulan, maka jika sehari 300ribu – 325ribu, untuk sebulan bisa 9 juta – 9.75 juta, loh! Masih menganggapnya remeh?

Pisang Tuman Rasanya Bikin Tuman

Pisang Tuman Selingkuh Aneka Rasa
Pisang Tuman (Sayang, Selingkuh, Baper, Hoax) Aneka Rasa

Selain telur gulung ada banyak sekali pelaku UKM lainnya. Tepat di sebelah kanan telur gulung terdapat stand Pisang Tuman. Tuman diambil dari Bahasa Jawa yang artinya ketagihan. Dari lirikan pertama pandanganku langsung tertuju pada nama masing-masing menu pisang nugget itu. Ada pisang Tuman Sayang, Pisang Tuman Baper, Pisang Tuman Selingkuh, dan Juga Pisang Tuman Hoax.

Pisang Tuman
Pisang Tuman

Menurut Tia, pelaku usaha pisang nugget ini yang sudah menjalani bisnisnya sejak 5 baulan yang lalu, memilih nama-nama tersebut agar mendapat perhatian khusus bagi para calon pelanggannya. Iya sih, sama-sama pisang nugget, rasanya juga sama dengan aneka toping mulai dari cokelat, greentea, oreo, chocochips dan lain-lain, tapi dengan nama yang unik terkadang bisa membuat orang jatuh hati dan lebih memilihnya hanya karena sedang baper, atau sayang atau selingkuh? Jadi, silakan memilih sesuai dengan suasa hati yang kamu rasakan ya! Ada-ada saja ya kreasi anak zaman now!

Di depannya stand telur gulung ada sate cumi yang lagi ngehits. Sate ini dibakar langsung saat kita memesannya. Pembakarannya pun unik, menggunakan api bawah (kompor) dan api atas yang langsung dipantik dari tabung gas kecil. Unik sekali cara masaknya. Makanan ini mungkin ada sekitar 3 atau 4 yang stand dengan menu serupa.

Cao Kelor Pegagan

Mencicipi Cao Kelor Pegagan Bu Fat Yogyakarta
Mencicipi Cao Kelor Pegagan Bu Fat Yogyakarta

Beberapa langkah dari stand Sate Cumi ada produk minuman yang juga cukup unik dan tradisional. Cao kelor Pegagan. Namanya Mbak Shita, penjual minuman sehat ini mengaku sudah sekitar 2 tahunan menjalani bisnis itu. Bisnis yang dijalankan melalui kolaborasi dengan Bu Fat sebagai formulator ini melayani pesanan-pesanan dari ibu-ibu arisan. Juga rutin memasarkannya lewat WA maupun media sosial seperti Instagram.

Cao Daun Kelor dan Daun Pegagan
Cao Daun Kelor dan Daun Pegagan

Selain rasanya yang segar, minuman ini ternyata memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Diantara manfaat daun kelor antara lain,  memiliki kandungan 7 kali vitamin C pada jeruk, 4 kali kandungan calcium pada susu, 4 kali kandungan vitamin A pada wortel, 2 kali kandungan protein dalam susu, serta 3 kali kandungan potasium dalam pisang.

Sedangkan manfaat daun pegagan antara lain: meningkatkan daya ingat dan kecerdasan, mempercepat penyembuhan luka, anti thrombosis, antiseptik dan juga melancarkan peredaran darah.

Ternyata jika kita telusuri lebih dalam, banyak sekali tumbuhan yang bisa kita manfaatkan sebagai bahan makanan atau minuman yang di dalamnya banyak sekali kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh kita.

Es Jeruk Baby Segar Alami

Jeruk Baby Kaya Serat Anti Sembelit dan Meningkatkan Daya Tahan tubuh
Jeruk Baby Kaya Serat Anti Sembelit dan Meningkatkan Daya Tahan tubuh

Tak jauh dari es Cao Kelor Pegagan, tampak stand minuman lain yang tak kalah segarnya. Es Jeruk Baby Orange Segar Alami. Dari tumpukan butiran jeruk baby terbelah yang segar bisa dibayangkan betapa segar perasan jeruk itu dipadu dengan es batu. Meski cuaca mendung, rupanya es tetap menjadi pilihan untuk menghalau rasa haus yang diakibatkan oleh gerahnya cuaca.

Es Jeruk Baby Orange Segar Alami
Es Jeruk Baby Orange Segar Alami

Pak Indra namanya, mengaku lebih memilih menu minuman ini untuk dijual karena cara menyajikannya simpel dan banyak dicari pembeli. Minuman 100% air jeruk ini sehat karena tidak ditambahkan gula sedikitpun. Bapak ini mengaku sudah mengikuti kegiatan pameran semacam ini sejak 5 tahun yang lalu. Bahkan tak hanya dalam kota Jogja saja, beberapa kali mengikuti pameran serupa di Purwokerto, Wonosobo, Salatiga dan Kebumen.

Tentang jeruk baby ini sebenarnya memang tak asing lagi. Selain rasanya yang segar, manfaatnya untuk kesehatan juga sudah lama saya buktikan. Kandungan vitamin C-nya memang tinggi. Jadi untuk meningkatkan daya tahan tubuh kerap kali saya perlukan saat anggota keluarga sedang menderita flu atau batuk. Abiyyu, anak kedua saya, setiap muncul gejala awal flu langsung saya boom dengan perasan jeruk baby minimal sehari 2 kali. Alhamdulillah gejala flu tak jadi memberat dan seringnya malah langsung hilang dan tidak jadi jatuh sakit.

Selain meningkatkan daya tahan tubuh jeruk baby ini juga banyak mengandung serat yang dibutuhkan untuk melancarkan BAB. Terkait pengalaman ini saya pun telah membuktikannya semenjak Aishya, anak bungsu saya berusia 8 bulan. Semenjak konsumsi makanan pendamping ASI pola defekasi Aishya menjadi keras dan sulit keluar. Saat itu saya disarankan oleh ahli gizi untuk memberikan jeruk baby itu sehari 2 kali. Alhamdulillah semenjak itu BAB-nya lancar dan hingga kini masih dipertahankan untuk mengkonsumsi perasan air jeruk baby ini sehari 2 kali.

Ada banyak lagi makanan dan minuman lain di bazzar produk itu. Mides Pundong, sosis bakar, takoyaki, nasi kuning dan aneka jajan lain yang bergizi dengan harga yang terjangkau.

Selain produk makanan dan minuman, bazzar ini juga menyajikan stand craft dan fashion lokal dari Yogayakarta. Diantara produk craft itu ada batik, tas, juga aneka pernak-pernik hiasan maupun souvenir produk lokal Yogyakarta.

Tentang UMKM dan PLUT-KUMKM Selaku Rumah Bersama dan Pendamping Bersama

Ramainya pengunjung Gelar Produk Makanan Minuman Craft dan Fashion Istimewa Yogyakarta
Ramainya pengunjung Gelar Produk Makanan Minuman Craft dan Fashion Istimewa Yogyakarta

Sebagai masyarakat, setiap hari pasti kita berinteraksi dengan pelaku bisnis UMKM, baik untuk membeli produknya atau hanya sekadar melihat sibuknya transaksi mereka di setiap ruas jalan. Dari pengamatan saya, di era modern seperti sekarang ini dunia UMKM memang mulai menggeliat. Dari yang awalnya remeh menjadi sangat bergengsi. Zaman sekarang mahasiswa lebih banyak yang sudah aktif dalam menjalani bisnis. Setidaknya setelah lulus nanti tinggal melanjutkan bisnisnya dengan lebih bisa mengaplikasikan ilmu-ilmu yang didapat di bangku kuliah untuk semakin menumbuhkembangkan bisnisnya yang sudah dirintis sejak awal.

Interaksi antusias antara peserta dengan pengunjung pameran gelar produk UKM makanan minuman craft dan fashion istimewa yogyakarta
Interaksi antusias antara peserta dengan pengunjung pameran gelar produk UKM makanan minuman craft dan fashion istimewa yogyakarta

Kemajuan UMKM terutama di Yogyakarta tentu saja tak jauh dari peran serta pemerintah yang aktif mendukung kegiatan UMKM di seluruh pelosok Yogyakarta. Para pelaku UMKM didampingi langsung oleh Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta melalui PLUT-KUMKM DI Yogyakarta. Salah satu bentuk support juga dukungan dari PLUT Jogja kepada UMKM adalah kegiatan Gelar Produk UKM di Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan ini yang berlangsung 2 hari mulai tanggal 30 April hingga 1 Mei 2019 pukul 09.00 s/d 16.oo WIB. Jadi masih ada waktu hingga nanti sore. Yuk, ramaikan acaranya. Selain menemukan inspirasi bisnis, kita juga mengajari anak untuk langsung belajar bertransaksi jual beli di sana.

Belajar bertransaksi di Bazzar Makanan Gelar Produk Makanan Minuman Craft dan Fashion Istimewa Yogyakarta
Belajar bertransaksi di Bazzar Makanan Gelar Produk Makanan Minuman Craft dan Fashion Istimewa Yogyakarta

Sejalan dengan motto “Melayani Mendampingi Memberi Solusi” PLUT-KUMKM DI Yogyakarta memberikan layanan kepada pelaku bisnis di Yogyakarta secara gratis. Diantara layanan tersebut adalah:

  1. Konsultasi Bisnis KUMKM
  2. Pendampingan / Mentoring BIsnis
  3. Fasilitas Akses Pembiayaan
  4. Pemasaran dan Promosi
  5. Pelatihan Bisnis
  6. Networking
  7. Layanan Pustaka Entrepreuner

PLUT-KUMKM DI Yogyakarta sebagai Rumah Bersama dan Pendamping UMKM siap wujudkan UMKM naik kelas. Dengan pendampingan, support serta berbagai pelatihan bisnis mulai dari pemasaran, pengembangan desain, juga packaging bagi para pelaku UMKM, saya yakin hal ini akan semakin menjamin dan memperkuat perekonomian Indonesia ke depan.

Kamu punya bisnis apa? Segera daftarkan ke PLUT-KUMKM DI Yogyakarta yang beralamatkan di Jalan HOS Cokroaminoto 162 Yogyakarta Telp (0274)552149. Mari maju bersama, semaikan bisnis kita mulai dari kecil hingga nanti bisa menjadi bisnis raksasa  untuk anak cucu kita.

Berkeliling di Bazar Gelar Produk Pelaku Makanan Minuman Craft dan Fashion Istimewa Yogyakarta
Berkeliling di Bazar Gelar Produk Pelaku Makanan Minuman Craft dan Fashion Istimewa Yogyakarta

Salam,

-Eka Wahyuni-

*Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba blog Gelar Produk UKM Pelaku Makanan, Minuman, Craft dan Fashion Istimewa yang diadakan oleh PLUT-KUMKM DI Yogyakarta*

Sumber tulisan:

  • Wawancara langsung dengan pelaku usaha
  • Web PLUT-KUMKM DI Yogyakarta

Warung Omah Sawah Tembi, Tempat Selfie Bersama Sawah Dan Padi

Omah Sawah Tembi. Warung Omah Sawah Tembi tempat selfie bersama sawah dan padi. Kakinya tak sabar meniti pematang sawah yang lebarnya hanya sekitar 20cm. Kanan dan kiri jalan setapak itu tentu saja dipenuhi tanaman padi menghijau. Lalang daunnya melambai hingga menyebrang ke pematang. Membuat tangan juga kakinya terasa geli terseret lembaran lalang daun padi.

Jus Omah Sawah Tembi
Gambar: dokumentasi pribadi

“Bunda, aku mau ke sana!” telunjuknya mengarah ke 100 m di belakang saung utama Warung Omah Sawah Tembi. Ah, gadis kecil itu mulai menyukai lingkungan ini. Tak takut ada ulat atau belalang, kah? Sendal jepit mungil berwarna biru dengan gambar Sofia si tokoh kartun dipegangnya erat di tangan kiri. Ia sedikit berlari sambil menjaga keseimbangan. Terkadang tangannya menyentuh kuntum pada yang masih hijau. Padi muda.

Rupanya replika gajah gagah bertengger di tengah hamparan sawah luas. Tiang-tiang lampu listrik berjajar sepanjang pematang menuju ke tempat gajah berdiri. Gadis kecil menuju ke sana.

Hmm, spot selfie yang lumayan keren, pikirku.

Outdoor Omah Sawah tembi
Gambar: dokumentasi pribadi

Sore itu, memang pas sekali. Bukan Sabtu atau Minggu sore, namun tempat makan tradisional ini dipenuhi pengunjung. Pantes saja, suasananya yang begitu adem, tenang dan nyaman begitu dirindukan, terutama bagi mereka yang sempat merasakan hidup di era pra teknologi hingga kini semua serba online, seperti aku. Merasakan suasana di Omah Sawah Tembi membuat memori kita terlempar berpuluh tahun yang lalu, di mana hidup kita masih serba tradisional belum mengenal kemajuan teknologi. Hiburan hanya berupa makan di gubug di sawah sepulang sekolah. Sambil menunggui tanaman padi dari serbuan burung-burung. Atau sorenya akan berlarian sepanjang pematang untuk menangkap belelang, capung atau mencari belut di sela-sela tanaman padi? Ah, tidak aku biasanya “bruwun” mencari dan memetik batang sayur kangkung di sela-sea rumput di pematang sawah. Itu sangat seru!

Menyeruput wedang jahe sere
Gambar: dokumentasi pribadi

Suasana pedesaan yang hijau dan segar juga aneka menu tradisional melengkapi warung bernuansa sawah ini. Sengaja mendirikan warung tersebut di tengah sawah dengan harapan dapat memberikan fasilitas yang nyaman dan eksotik pada orang-orang yang merindukan semacam rumah desa namun sudah sangat sulit didapatkan di area perkotaan yang semakin padat dengan bangunan hingga jadwal kerja.

Omah Sawah tembi, alternatif pilihan untuk bersantai dan juga melepas penat di siang, sore maupun malam hari bersama teman kerja, keluarga atau sesama anggota arisan emak-emak zaman now. Omah Sawah Tembi, letaknya tak jauh dari Pasar Gabusan di daerah Jalan Parangtritis Bantul Yogyakarta.

Apa saja yang bisa kita nikmati di sana?

  1. Menu Makan dan MinumTradisional
Ikan Asam Manis Omah Sawah Tembi
Gambar: dokumentasi pribadi

Aku hobi makan, tapi bosan dengan aneka makanan modern. Pas banget! Karena aku lebih suka menu aneka sayur, juga masakan rumahan yang jarang sekali bisa kita temukan di kota. Di sini menu makanan ndeso sangat lengkap. Menu yang selalu bikin lidah kita menyerah untuk berhenti. Sebut saja mangut lele pedas, ada yang nggak suka? Ya bagi yang nggak suka memang susah untuk dibuat suka. Tapi buat yang suka, menu pedas berkuah ini mampu membuat nasi di bakul langsung ludes habis. Belum lagi ikan nila bakar, sambal terasi, oseng bunga papaya, oseng daun pepaya teri, sayur lodeh, tempe garit dan lain-lain. Hmm, baru liat saja sudah bikin perut melonjak-lonjak keroncongan. Selain makanan, Omah Sawah Tembi juga menyediakan berbagai minuman tradisional yang bikin kangen. Ada wedang jahe sere, wedang secang, jus Omah Sawah perpaduan sayuran dan buah yang membuat rasanya semakin segar dan menyehatkan. Gula yang dipakai adalah gula batu, tahu kan nikmatnya minuman yang memakai gula batu? Wedang jahe atau teh, sama nikmatnya. Cobalah, pasti ketagihan!

Oseng Bunga Pepaya
Gambar: dokumentasi pribadi
Wedang Secang
Gambar: dokumentasi pribadi
  1. Suasana Pedesaan yang Asri, Nyaman dan Adem

Pergi pagi pulang petang, melewati berbagai gedung tinggi dan perempatan lampu merah yang padat dan penuh polusi. Begitu seterusnya aktifitas harian kita. Wajar jika kita kerap stress dan tak sabaran saat menghadapi celotehan anak yang menurut kita mengganggu, tapi bagi mereka adalah hal yang luar biasa seru.

Saat itulah kita butuh piknik. Bukan mengenai ke mana lokasi yang mahal dan mewah. Namun sebenarnya adalah kita butuh rileks saja, melihat sesuatu yang beda dari rutinitas. Sawah hijau segar, tanaman padi, bunyi-bunyian burung, jangkrik juga katak di sore hingga malam hari. Hal sepele itu justru jarang terpikirkan oleh kita. Padahal justru hal sepele itu lah yang kerap bisa kita andalakan sebagai mood booster untuk mengobati stress kita.

Di sini, Omah Sawah Tembi aku mendapatkannya semua. Suasana itu, suasana yang romantis buat keluarga.

  1. Spot Selfie Kekinian

Jika dulu kita selalu hunting spot selfie yang berbau modern, mal, bioskop, rumah makan modern. Maka beda lagi dengan sekarang. Sering kita lihat foto-foto teman kita berseliweran di beranda kita? Ada yang di gubug, ada yang di hutan pinus, ada yang di sawah?

Nah, di Omah Sawah Tembi juga mneyediakan semua keunikan spot selfie itu. Sawah luas? Ada. Aneka peralatan makan tradisional? Ada. Tempat duduk dari kayu? Ada, kentongan kayu? Ada. Vespa jadul? Ada. Bahkan replika gajah khusus disediakan untuk anak-anak yang hampir semuanya suka dengan binatang super besar itu pun, ada.

Jadi mau sekadar berlarian di pematang sawah yang hijau sambil disyuting atau difoto? Sangat difasilitasi dan bebas mau berapa lama saja di sana, gratis!

Spot Selfie Omah Sawah Tembi
Gambar: dokumentasi pribadi
  1. Suasana Romantis

Suasana romantis itu yang seperti apa? Bagi aku adalah yang jauh dari hingar-bingar apapun gangguan. Tidak ada deru kendaraan yang mendominasi, tidak ada rutinitas yang membosankan. Suasana adem dan segar dengan suplai oksigen alami tanpa batas juga sangat menyokong keromantisan. Kecukupan oksigen yang kita hirup yang disediakan oleh tumbuhan adalah alasan yang paling masuk akal kenapa kita bisa memperbaiki mood. Saat kebutuhan oksigen kita tercukupi, maka otak kita akan segera optimal bekerja, stress yang membebani pun akan segera lenyap oleh kemampuan kerja otak yang kembali optimal. Pemandangan jauh melintasi hamparan sawah hijau, juga aroma alam yang membuat kita menyatu juga membuat perasaan dan suasana di sekitar kita menjadi romantis.

  1. Sunset Jingga

Omah Sawah Tembi terdiri dari saung utama berukuran besar dengan ke empat sisinya tanpa dinding. Langsung terbuka ke alam. Sehingga pemandangan lingkungan luar yang bersih dan hijau sangat bisa dinikmati dari dalam saung atau pendopo. Sisi barat, hamparan sawah sangat luas, berbatasan dengan kampung yang jaraknya mungkin sekitar satu kilometer. Persawahan luas itu memungkinkan sekali untuk kita melihat langit jingga di sore hari menjelang matahari masuk ke ufuk barat.

Saat matahari perlahan menurun di ufuk barat, langit mulai menunjukkan keindahannya. Gradasi warna mulai dari kuning emas, jingga hingga kemerahan menuju ke satu titik di mana bulatan sempurna matahari mulai tertelan bumi. Semilir angin yang menyertai menambah kesempurnaan sore yang dinanti. Seiring pula bunyi-bunyi jangkrik juga katak dan kodok mulai diperdengarkan untuk memanggil para kawan yang masih saja santai beristirahat. Saatnya bernyanyi! Omah Sawah Tembi begitu alami. Weekend ini mau ke mana?

Resep Tumis Bawang Merah Teri Medan Super Lezat yang Lagi Hits

Resep tumis bawang merah teri medan super lezat yang lagi hits, membuat jiwa penasaranku ingin mencobanya dengan beberapa versi. Kali ini mencoba kupadukan dengan lezatnya teri medan yang tak ada duanya.

Semua berawal saat belakangan ini, bermunculan status mengenai lezatnya menu baru super simpel bernama “Tumis Bawang Merah”.

Mencoba mengeksekusi resep ini dengan versi tumisku sendiri, rupanya memang membuat nasi sebakul habis hanya dengan sepiring kecil tumis fenomenal ini.

Beberapa improvisasi sengaja ditambahkan untuk lebih membuat rasa tumis ini semakin lezat tentu saja.

Awalnya, suami dan anak-anak hanya melirik sebelah mata melihat tampilan tumis tak biasa ini. Tapi, nyatanya bahkan keringat enak bercucuran dari dahi, kepala, pipi hingga kumis belum juga menghentikan perjuangan mereka menghabiskan suapan terakhir berupa irisan tipis bawang merah, cabe setan juga pete setengah matang yang beraroma teri lezat, beradu dengan secomot nasi putih kebul-kebul yang semakin bikin “kemrucuk” perut saat melihatnya. Tapi hati-hati ya, bagi yang punya sakit lambung, sepertinya pedesnya masakan ini kurang bersahabat dengan lambung, hehe

Tanpa ba bi bu, yuk langsung saja kita praktekkan resep simpel nan lezat ini.

Bahan:

Bawang merah 2ons, bawang putih 2siung, cabe rawit orange 1ons, tomat 1buah, pete 1 papan,  garam setengah sendok teh, gula pasir 1 sendok teh, kecap ikan, minyak goreng 2 sendok makan. Teri medan 1/2 ons, air matang 2 sendok makan.

Cara memasak:

Iris tipis bawang merah, bawang putih, cabe rawit

Iris kasar tomat

Teri medan digoreng lebih dulu hingga setengah matang, sisihkan.

Tumis bawang merah dan bawang putih dengan minyak panas, hingga layu dan setengah matang.

Masukkan irisan cabe, tomat, garam, dan percikkan kecap ikan sebanyak tiga kali ke wajan, aduk hingga layu dan harum.

Masukkan, gula pasir, teri medan dan pete. Berikan sedikit air matang, aduk lagi dan cicipi. Angkat tumisan jika sudah matang.

Sajikan panas-panas bersama nasi putih hangat dan kerupuk.

Percaya deh, meski biasanya dalam tumisan, bawang merah yang menyembul akan berusaha disingkirkan, namun khusus pada masakan ini justru bawang merah menjadi idolak. Lezatnya tak ada bandingnya. Gimana? Berani mencoba? Untuk lebih jelasnya, resep Tumis Bawang Merah Teri Medan yang lezat itu bisa di klik  di sini.

RESEP TUMIS PARE PEDAS LEZAT DAN TIDAK PAHIT

Kamu suka pare?? Ini dia tips masak pare agar tidak pahit, pedas, lezat dan bikin ketagihan. Pasti pengin tahu cara masak pare agar tidak pahit. Hmm, sepertinya penyuka pare cukup banyak juga. Sayur satu ini, meskipun rasanya pahit namun memiliki daya pikat melalui rasa yang tak biasa. Pahit cenderung dihindari oleh sebagian besar. Terutama adalah pahitnya hidup! Ahai…!

Pahit, sebenarnya rasa dominan yang dimiliki pare ini justru membantu menetralkan asam lambung, tahu kan artinya?? Asam lambung yang tinggi dapat membuat perut bagian ulu hati atau peurt bagian kiri atas sakit, perih, panas dan rasa tidak nyaman lainnya. Nah, pahitnya pare disini justru membantu menetralkannya, sehingga memberi kenyamanan tersendiri terhadap lambung kita. Percaya kan? Banyak orang justru mengambil sari pare (yang rasanya pasti super pahit) untuk mengobati problem sakit perut mereka.

Nah, ngomong-ngomong masalah pare, semua anakku pada doyan banget sama sayur ini, “tapi harus maskan bunda,” kata mereka, apa iya, pare bisa dimasak dengan minim rasa pahit? Yes, sangat bisa! Kuncinya hanya diperlakuan awal saat menyiapkan pare sebelum dimasak.

Pare harus diiris tipis, diuleni dengan garam(1sendok teh) hingga keluar banyak air+busa, lanjutkan hingga pare benar-benar lemas dan warna pare cenderung berubah jadi hijau transparan. Setelah itu, cuci beraih pare dengan air bersih, hingga rasa asin dari garam hilang. Peras hingga kering dan tiriskan. Trus, kita siapkan bumbunya dulu ya sekarang! Oiya, bumbu disini kubuat selengkap mungkin untuk mendapatkan rasa oseng oare yang maksimal enaknya, ya. Yuks, kita siapkan bumbunya!

Bumbu:

Bawang merah 4siung, iris tipis

Bawang putih 1siung, iris tipis

Cabe rawit 10buah, iris serong(bisa ditambah atau dikurangi sesuai selera pedasmu ya)

Tomat mateng ukuran sedang 1 buah

Pete 1papan, iris serong

Rese/udang kering yang lembut 1sendok teh

Kecap ikan merah 3tetes/percik,(optional, tapi kalau ada lebih diutamakan, karena bikin osengmu tambah uenak!)

Pare 2buah ( yang sudah diiris tipis dan diuleni)

Garam, 1 sendok teh(jika kurang asin bisa ditambah dikit2)

Vetsin 1/4 sendok teh

Gula merah/gula pasir 2 sendok makan (jika dicicipi masih pahit bisa ditambah gula lagi)

Kecap manis secukupnya, sesuai selera) kalau aku sekedar memerahkan sedikit tampilan pare agar tidak pucat dan akan terlihat menggiurkan untuk dimakan.

Minyak goreng 1/2ons untuk menumis (perlu minyak agak banyak,tapi jangan terlalu banyak) usahakan matangnya pare karena dimasak oseng, dan agar tidak gosong karena dalam memasak pare ini dihindari adanya penambahan air saat memasak, agar tidak pahit).

Cara memasak:

Tumis bawang merah+bawang outih hingga harum dan sedikit kekuningan

Masukkan bumbu lainnya, terakhir perciki dengan minyak ikan, cukup 3percik/tetes dan arahkan hanya pada wajan saja, tidak perlu pada bumbu agar tidak menambah asin.

Setelah bumbu layu dan wangi, masukkan pare, aduk-aduk, jika gula merah, gula dibarengkan dengan bumbu di awal, jika gula pasir maka masukkan gula pasirnya saat pare sudah dimasukkan, agar gula tidak gosong. Aduk hingga setengah mateng, beri kecap manis secukupnya agar pare tidak pucat. Cicipi, peroleh rasa yang pas sesuai seleramu. Jika hampir mateng dan pare terasa kering banget hingga hampir gosong, bisa ditambahkan air sedikit saja, hanya agar tidak gosong, bukan untuk mematangkan pare.

Oseng pare yang sudah matang, bisa langsung disajikan dalam keadaan hangat.

Nah, resep itu yang selama ini kupakai, hingga anak-anakku akhirnya pun ikutan  jadi penggemar pare, mulai yang balita hingga remaja. Kalau suami? Jangan tanya, bisa ngabisin sepiring oseng pare, bahkan tanpa nasi pun! Hehe sadis kan?!

Selamat mencoba ya, semoga bermanfaat, oiya, di channel Youtube juga sudah saya share ya, untuk yang penasaran seperti ala penampakan kecap ikan merah, bisa langsung cuss ke sana! Oke! video resepnya di sini.

RESEP KEPITING GORENG BUMBU BAWANG GURIH NIKMAT

Assalamu’alaikum …

Lama banget nggak bikin kepiting goreng nih. Sampai lupa, entah kapan tepatnya, terakhir makan kepiting goreng bikinan sendiri. 

Sebenarnya, yang jago goreng kepiting suami, entah diapain, padahal bumbu sama dan cara nggorengnya juga sama. Beda tangan, beda hasil, kepiting goreng bikinan suami bisa guriiihhh, berasa banget kepitingnya. 

Ini yang aku share resep andalan suami. Kebetulan tadi siang eksekusi 2kg kepiting. Hmmm, baunya sedap?! Kepiting banget deh! 

O, iya rekomendasi kalau cari kepiting,pilihlah kepiting Kalimantan atau kepiting Papua sekalian, dijamin dagingnya padat dan manis kalau di goreng. 

Resep ini untuk per Kg kepiting ya:

Bahan: Kepiting Kalimantan/Kepiting Papua 1kg

Bumbu:

Bawang putih 4siung

Garam 2sendok makan

Air 2liter (bumbu di haluskan, dan masukkan ke dalam air ini, untuk merendam kepiting) 

Cara memasak:

– Kepiting dibersihkan, bagi kepiting menjadi 2bagian kanan kiri (belah pada bagaian perut, usahakan cangkang /punggung kepiting tetap utuh, sehingga pada saat penyajian bisa seolah2 kepitingnya tidak dibelah. 

– Setelah kepiting diberaihkan, cuci dengan air hingga bersih

– Panaskan air dalam panci, setelah mendidih, celupkan kepiting ke dalam air mendidih selama kurang lebih 15detik, agar daging kepiting saat digoreng tidak lengket di cangkang

– Setelah kepiting dicelupkan, dan warna sudah sedikit orange, segera angkat kepiting dan masukkan ke dalam air bumbu, selama 10-15 menit. 

– Goreng kepiting hingga matang, jangan terlalu matang karena daging kepiting akan alot. 

– Tiriskan dalam wadah, dan kepiting goreng siap disajikan dalam keadaan hangat, bersama sambal atau saus. 

Semoga bermanfaat, setidaknya bisa hemat sekian puluh ribu rupiah, kalau kita bisa memasaknya sendiri. Kepiting goreng ini juga bisa disajikan dengan kuah asam manis atau blackpepper sesuai selera Anda. 

Salam

-ew-170118

RESEP SOP BUNTUT (IGA) SAPI ALA HOTEL SUPER LEZAT

Kok bisa sih sop buntut (Iga) sapi di otel rasanya super lezat? Ah, kamu tahu kan lezatnya sop iga sapi? Dagingnya kok bisa lembut? Yes, Sop Buntut (Iga) rasanya lebih yahud dibanding dengan bakso terenak sekalipun, #eh selera dink ya??

Kalau menurut aku sih, jelas karena sop iga sapi murni daging, sedang bakso masih ada campuran tepung nya meski sedikit. Hehe yang jelas, kalau ditanya milih bakso apa milih sop iga sapi? Jelas, aku pilih sop iga sapi!

So, nggak akan bertele2 deh untuk bagi resep Sop Iga Sapi ini buat temen2 pecinta kuliner Indonesia, terutama pecinta aneka olahan sapi.

Yess! Kali ini aku akan bagi resep ini dengan sukaaa relaa, tahu kenapa? Karena baru tadi siang, eh kemarin siang dink, tadi cuma manasin doank! Aku masak ini. Iga nya dibeliin suami di pasar, pagi2 uda kasi surprise, duh surprise atau apa ni ya? Tadinya mau santai2 jadi kudu berjibaku dengan dapur deh! Duh, kelamaan!

Oke oke, nih dia resepnya:

Bahan:

1/2 kg iga sapi

1/4 tetelan sapi(biar kaldunya mantab!)

Bahan pelengkap:

Kentang 2buah, kupas iris dadu, rebus,tiriskan

Wortel 2buah, kupas, iris dadu, rebus,tiriskan

Daun bawang, daun seledri iris halus (untuk taburan saat penyajian)

Bawang merah goreng(untuk taburan)

Sambal, jeruk nipis dan kecap manis sesuai selera,bisa ditambahkan saat disajikan

Sambal: 10 cabe rawit, goreng hingga matang(tidak gosong), haluskan, siram dengan kuah sop panas

Emping melinjo juga rekomended untuk melengkapi penyajian.
Bumbu:

Bawang putih 3siung

Merica bulat 15 butir

Garam 3sendok teh (jangan langsung dimasukkan semua ya, mending bertahap saja,menyesuaikan rasa selera kita, kalau kurang asin baru ditambah dikit2)

Moto 1/4 sendok teh atau bagi yang menghindari bisa diskip, ganti dengan gula pasir,semua bumbu di atas dihaluskan

Gula pasir secukupnya, sesuai selera

Minyak goreng 2sendok makan untuk menumis bumbu

Bumbu tidak dihaluskan:

Kapulaga 2butir, kayu manis 2cm,  dan cengkeh 3butir

Bawang bombay 1/2 buah(kalau besar) iris dadu

Bumbu halus dan bumbu tidak halus dijadikan satu,sisihkan.

Bumbu tambahan:

Bawang putih 4siung, kuoas, iris tipis, goreng kering, haluskan, sisihkan

Cara memasak:

Iga sapi dan tetelan sapi dibersihkan, rebua hingga mendidih 5-10menit, matikan api, buang airnya, cuci kembali iga sapi dan tetelan, setelah dicuci, untuk tetelan bisa diiris kecil2 dan iga sapi diiris sesuai dengan bentuk iga, rebus kembali hingga mendidih selama 1jam mendidih. Akan lebih bagus jika iga sapi dan tetelan sudah kita rebus kemarin atau tadi malam.

Jika rebusan iga sapi dan tetelan sudah mendidih selama 1 jam, kecilkan api, biarkan mendidih. Sementara kita sambil siapkan bumbu tumisnya ya.

Tumis bawang bombay pada minyak panas hingga layu dan harum, masukkan bumbu halus dan bumbu tidak halus dalam minyak panas, aduk2 jangan sampai gosong, tunggu harum, segera matikan api. Angkat dan masukkan bumbu beserta minyak yang buat menumis bumbu, ke dalam panci tempat iga dan tetelan sedang mendidih tadi, aduk aduk. Masukkan gula pasir sesuai selera (kalo aku karena suka agak manis kukasi 2sendok makan) kalo tidak suka manis mungkin cukup sedikit saja. Intinya adalah, cicipilah sop kita sekarang, saat bumbu sudah dimasukkan dan sop sudah dalam keadaan mendidih.

Jika kurang asin tambah hingga asinnya pas, jika sudah asin dan tetap kurang sedap bisa ditambah gula pasir dikit2 sampai tingkat manis yang pas dengan selera lidah kamu ya. Terakhir saat dipastikan kuah sudah lezat dan daging iga empuk, masukkan gerusan bawang putih goreng ke dalam panci sop.

Sajikan saat sop masih panas dengan meracik di mangkok:

Kentang rebus, wortel rebus, sop iga+tetelan, taburi dengan daun bawang iris dan seledri, juga percikan air jeruk nipis serta sambal dan kecap manis sesuai selera.

Jangan patah semangat, jika masak pertama kurang memuaskan selera, kamu hanya butuh mengulanginya, mainkan perasaan untuk setiap takaran bumbu, dengan sering-sering mengulangi masak yang sama. Mungkin diagendakan setiap akhir pekan, saat banyak waktu luang dan anggota keluarga sedang libur. Atau bisa undang temen2 untuk diajak masak bareng?! Pasti seru deh!

Lebih mudah lagi, kamu juga bisa lihat video masak resep Sop Buntut (Iga) Ala Hotel Yang Super lezat ini loh. Klik di sini ya!

Dan pastinya, akan menjadi pengalaman tak terlupa,  jika akhirnya kelak Kamu menemukan formulasi yang pas dengan lidah kamu sendiri dan keluarga.

Selamat mencoba!

Kalau masakanku kemarin, kata adekku paling TOP, kuahnya bener2 taste banget, kaya rasa, daging iga nya super lembut!! Anak bungsu lahap banget, dan kakak2nya juga berhasil melibas habis iga2 sapi yang super lezat itu.

Hemmm, jadi ngiler lagi neh, eh perut krucuk2 pulaaa! Duh, jam segini mana ada makanan yak?

untuk video cara memasaknya bisa dilihat di link: di sini

Semoga bermanfaat!

Salam,

-ew- 1901180240