EGRANG, BUDAYA LOKAL INDONESIA, IKHLAS KAH JIKA KELAK DIAKUI OLEH NEGARA LAIN?

Egrang, Budaya Lokal Indonesia, Ikhlas Jika Kelak Diakui Oleh Negara Lain?

Kalau egrang, permainan sekaligus alat olahraga tradisional kita diakui oleh negara lain, kamu ikhlas nggak? Atau nggak peduli?

Jadi, ini sesuatu banget. Ada seorang bapak sudah berumur, rela menghabiskan waktunya selama 55 hari dengan naik egrang dari Jogja ke Jakarta. Beliau berhasil bertemu muka dan berfoto bersama Presiden kita Joko Widodo. Bayangkan, 55 hari hanya berjalan menyusuri pinggiran jalan raya, melawan panas terik dan juga dinginnya malam demi memperjuangkan agar egrang kembali tenar. Agar egrang kembali dicintai oleh masyarakat Indonesia. Bisa bayangkan lelahnya? Apa nggak lecet-lecet tuh kaki? Ya, bahkan hanya berjalan menggunakan sandal ter-empuk pun kalau untuk berjalan sejauh itu saya rasa pasti akan membuat lecet kaki dan pegal-pegal seluruh tubuh. Iya, kan? Apalagi menggunakan egrang? Tapi itulah upaya Pak Yudi si Raja egrang dari Jogja. Bapak berperwakan tinggi itu ingin kembali membuadayakan egrang sebagai salah satu kekayaan Indonesia.

Sejak aksinya mengenalkan egrang dengan cara unik itu, Pak Yudi makin dikenal dengan Raja Egrang-nya. Pak Yudi melanjutkan dengan membuka stand egrang di Alun-alun Selatan Jogja. Stand yang memberi fasilitas egrang mulai dari egrang bumbung (ruas bambu dengan tali), egrang kecil hingga egrang paling tinggi tersedia di sana. Pak Yudi tidaak mematok harga, hanya infak seikhlasnya untuk pemeliharaan egrang-egrangnya agar selalu diremajakan. Pak Yudi begitu mencintai anak-anak. Siapa pun yang mau belajar bermain egrang di sana dan berhasil meyakinkan bahwa dia mau belajar maksimal dengan membuktikannya bisa naik egrang, akan dapat sepasang egrang sesuai permintaannya, gratis.

Gambar: doc. pribadi

Siapa sangka, banyak sekali anak yang tertarik untuk ikut menaklukkan angkuhnya bambu setinggi 2 meter itu. Hingga sekarang setiap malam tempat itu pasti penuh dengan anak-anak yang bermain egrang. Semua anak kecil itu lihai, ada yang berlari, ada yang sambil duduk dan lainnya. Pak Yudi berhasil membuat anak-anak mencintai egrang sebagai budaya asli Indonesia.

Permainan ini, dulunya merupakan alas kaki yang dipakai oleh kerajaan untuk berjalan. Jadi hanya lingkungan kerajaan yang boleh menggunakan alat egrang ini. Alas kaki itu kini mengalami transformasi menjadi alat olah raga yang cukup digemari. Selain menyehatkan, egrang juga sangat membantu kita menghilangkan stress akibat beban kerja. Ditanggung, seluruh otot tubuhmu bakal gerak dan aktif sehingga bisa menyehatkan raga sekaligus menyehatkan hati. Mulai dari otot betis, otot lengan atas, otot perut, otot jari-jari kaki dan tangan dan juga otot punggung, semua bekerja sama saling bersinergi.

Seperti budaya lainnya, gamelan misalnya, yang sekarang mulai digandrungi oleh para turis mancanegara. Tarian tradisional juga tak ketinggalan, mulai banyak pendatang dari luar negeri yang ingin belajar memperdalam kebudayaan kita yang sering kita lihat sebelah mata. Egrang, juga mulai dilirik oleh para pendatang dari luar negeri. Banyak yang minta kerjasama agar dibuatkan egrang, bahkah mau beli beratus-ratus pasang egrang. Bolehkah? Nanti dulu!

Gambar: doc. pribadi

Pak Yudi sebagai kapten Raja Egrang, punya mimpi kelak egrang yang sedang kembali dibumikan lagi di Indonesia, bisa masuk ke dalam salah satu cabang olah raga yang diakui di Indonesia. Tekadnya mengenalkan egrang terutama pada anak-anak bertujuan agar anak-anak mencintai budaya lokal. Budaya permainan tradisional yang tak hanya mengandalkan keseimbangan namun juga koordinasi antar kerja otot dan otak menjadi titik berat berhasilnya seseorang mampu berjalan dengan egrang.

Tidak hanya itu, dengan egrang juga akan mengalihkan perhatian anak-anak dari gadget, sehingga aktifitas ini bisa menurunkan angka kecanduan terhadap game, video yotutube dan sajian lainnya dari layar gawai yang kini mulai menjadi momok bagi para orangtua.

Gambar: Doc. Pribadi

Sebut saja Abiyyu, anak usia TK B ini dari awal mengenal egrang tak pernah putus asa belajar. Gawai yang hampir setiap saat digenggamnya semakin bisa dialihkan dengan aktifitas fisik itu. Jatuh bangun sama sekali tak menyurutkan semangatnya dalam menaklukkan batang bambu yang tingginya dua kali lipat dari tinggi badannya itu. Nyalinya berkembang seiring dengan beberapa lecet di jari kaki karena menjepit bambu warna-warni itu. Jera kah dia? Tidak!

Tak sampai seminggu, Abiyyu bisa menaklukkan, mulai dari nol hingga akhirnya mahir menjalankan egrang tanpa dibantu siapa pun juga. Kecuali saat naik egrang yang sangat tinggi, biasanya anak kecil itu akan minta digendong dulu untuk naik ke atas. Baru setelah berhasil nangkring di atas, dengan lihai dia melenggang mengelilingi alun-alun selatan Jogja.

Turis domestik, turis mancanegara semua bisa ikut bermain di sana bersama teman-teman kecil dari Raja Egrang. Meski terhalang bahasa, nyatanya anak-anak kecil dari negara berbeda itu kerap bisa akur dan dekat.

Egrang, permainan tradisional yang sangat pantas untuk kembali kita tenarkan. Tak lagi hanya menjadi permainan kalangan Raja, namun alat sederhana itu kini bisa di akses oleh semua kalangan masyarakat.

 “Maaf, egrang ini tidak dijual, saya hanya akan membuatkan bagi sekolah-sekolah, atau wilayah lain selama masih berada di Indonesia. Dan saya bertekad belum akan membuatkan warga negara lain dulu sebelum permintaan kebutuhan egrang dalam negeri terpenuhi,” jawaban yang selalu Pak Yudi berikan pada pengunjung mancanegara yang minta dibuatkan egrang.

Tuh, kan? Egrang saja mulai dilirik, ikhlas kalau nanti egrang menjadi tenar di luar sana? Yuk peduli dengan semua budaya kita! Kuatkan budaya ini di tangan kita sendiri, agar dunia tahu bahwa egrang milik kita. Bagi siapa saja penduduk Indonesia, sangat terbuka untuk belajar gratis membuat egrang yang kuat, agar egrang membumi di negeri kita Indonesia tercinta. Siap tenarkan egrang? Harus siap!

Gambar: Mixagrip

Seru ya? Sehat dan berbudaya bersama egrang. Ngomong-ngomong sehat, terkadang entah beragam alasan membuat status kesehatan kita terganggu. Sebagai contoh penyakit sepele yang sering tidak kita anggap namun sangat mengganggu aktifitas adalah penyakit flu. Penyakit ini begitu mudah menyerang siapa saja. Penyakit yang cara penularannya sangat mudah ini susah dihindari saat stamina dan kekebalan tubuh kita sedang drop. Nah kondisi seperti itu sangat pas kalau kita punya persediaan obat yang aman, contohnya adalah MIXAGRIP. Kandungan obat ini meliputi beberapa obat yang diindikasikan untuk meringankan gejala flu. Komposisi di dalamnya juga tersusun atas obat yang cenderung aman. Obat ini bisa dibeli bebas di apotek tanpa resep. Namun, tetap harus mengindahkan hal-hal yang disarankan di dalamnya. Pastikan bahwa kamu tidak mempunyai riwayat alergi terhadap obat apapun sebelum meminumnya. Juga minum obat hanya seperlunya saja saat dibutuhkan. Dan jika setelah 3 hari keluhan tetap ada, segera konsultasi dengan dokter terdekat. Salam

LIBURAN UNIKKU: TUKIK YANG MINTA MERDEKA

LIBURAN UNIKKU: TUKIK YANG MINTA MERDEKA

Liburan selalu identik dengan perjalanan jauh yang menyenangkan. Bertamasya ke suatu lokasi wisata bersama keluarga. Pun demikian dengan liburan tanggal 17 Agustus 2018, liburan kali ini sangat berbeda. Bersahabat dalam hitungan menit bersama tukik lucu nan menggemaskan.

Tak tahu kah mereka? Sayangnya, gigi-gigi tajam menyeringai, menunggunya berenang tanpa pendamping.

“Pelepasan Tukik? Wow, seruuu! Mau… mauu… mauuu!!” Anak laki-laki itu berjingkrak-jingkrak. Senyum merekah lebar, matanya membulat antusias.

“Eh, bentar, emang udah tahu tukik itu apa?” tanyaku.

“Hahahah… beluum!” Jawabnya polos sambil tangannya menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal. “Emangnya, tukik itu apa, Bund?” tambahnya.

“Kamu tahu penyu? Tukik itu bayi penyu,” kataku.

“Penyu?” dahinya berkerut.

“Iya, penyu, semacam kura-kura…” kulihat wajahnya seperti mengingat-ingat sesuatu.

“Ah, aku tahu! Aku mau… aku mauuu… ayok kita ikut melepas tukik Bund!” aku tersenyum.

***

Liburan 17 Agustus 2018 lalu kami isi dengan mengikuti acara Pelepasan Tukik di Pantai Goa Cemara Bantul Yogyakarta. Sesuai dengan perayaan hari kemerdekaan, acara pun diisi dengan memerdekakan tukik, si bayi penyu yang imut.

Belum memiliki kendaraan pribadi bukan menjadi penghalang kami untuk berbahagia. Ya, memang kami belum mampu untuk membeli mobil dengan cara cash. Namun, hal itu tak menyurutkan niat kami untuk membahagiakan anak-anak. Bukan kah di zaman sekarang banyak sekali perusahaan rental kendaraan yang terjangkau. Salah satunya adalah www.automo.com perusahaan rental ini menawarkan berbagai macam kendaraan yang bisa disewa sepuasnya untuk berwisata atau keperluan lain. Tak hanya mobil, mulai dari sepeda motor, truk bahkan hingga pesawat dan kapal pun bisa dicarter. Sistem sewa dihitung per hari atau per malam. Sangat membantu keluarga bahagia seperti kita untuk tetap memberi kebahagiaan sederhana bagi anak-anak. Perusahaan tersebut mempunyai beberapa cabang di Jakarta, Bali dan Yogyakarta.

Kenapa harus sewa mobil atau kendaraan lain? Tentu saja dengan menyewa mobil kita terhindar dari biaya perawatan, juga terhindar dari biaya setoran (kredit), tapi kadang tak bisa terhindar dari kemacetan haha, ya kan semua orang butuh piknik! Nggak punya mobil pun masih bisa jalan-jalan, bisa ganti-ganti mobil semau kita. Tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan dan budget, iya kan? Seru mana coba?

Kenapa sih semua anak-anak suka piknik? Perjalanan jauh? Anak-anak terlihat antusias setiap kali melakukan perjalanan jauh? Bahkan baru disampaikan niat piknik saja sudah membuat mereka tak bisa tidur saking senangnya. Seolah waktu yang panjang dan medan yang berganti-ganti menjadikan hiburan tersendiri di antara rutinitas harian yang membosankan. Sekolah.

Siang itu berpacu dengan matahari yang berada tepat di atas kepala. Dari kota menuju bagian selatan Jogja. Ke arah pantai. Pantai Goa Cemara. Pantai ini berlokasi di sebelah barat pantai Samas, Bantul. Melewati sawah-sawah dan pedesaan membuat anak-anak melihat banyak hal. Kambing yang sedang digembala, tanaman padi yang mulai menguning, jagung yang sudah siap panen. Banyak sekali pemandangan alam yang tidak dapat dijumpai di kota. Pemandangan yang menyegarkan memori anak. Kebahagiaan pun mulai merangkak menguasai anak-anak. Bernyanyi dan terkadang ngemil makanan mengisi perjalanan yang tak pernah membosankan.

Karena terhadang beberapa kali oleh pawai karnaval kemerdekaan, kemacetan pun tak dapat dielakkan. Kami baru tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 wib. Persis saat jadwal acara pelepasan tukik dimulai. Panitia segera membuka acara meski pengunjung masih belum penuh. Pengunjung hanya dibatasi sebanyak 300 anak (yang semuanya jelas didampingi oleh orangtua mereka).

Acara di awali dengan penjelasan seekor penyu yang ditemukan bertelur di tepi pantai. Hingga akhirnya menetas dan dalam usia beberapa puluh hari siap untuk dilepas, dikembalikan ke habitat aslinya, yaitu laut. Tragisnya, dari 300 ekor tukik, kelak 20 tahun lagi hanya 6 ekor saja yang bertahan hidup. Sisanya? Mati dimakan ikan besar atau mati karena makan sampah plastik yang dikira ubur-ubur oleh tukik. Ya, tukik dan penyu makannya ubur-ubur. Tahu kan ubur-ubur? Bentuknya yang bulat berwarna putih transparan, mengapung, sangat mirip dengan plastik. Tak heran jika banyak tukik yang salah menerka.

Plastik itu kenapa sampai di lautan? Itu lah akibat kesombongan kita. Kesombongan tak mau membuang sampah di tempatnya. Perilaku membuang sampah sembarangan oleh manusia terhadap sampah terutama plastic sangat merugikan regenerasi penyu. Bayangkan, kita menyumbang berapa puluh persen sendiri terhadap kontribusi membunuh penyu dan bayi-bayinya dengan plastic yang kita buang sembarangan? Duh, jangan diulangi lagi ya!

Setengah jam pelajaran tukik dijelaskan panjang lebar. Apakah anak-anak mendengarkan? Ya, setidaknya 10 menit pertama mereka anteng, mendengarkan kisah tukik yang belum pernah mereka lihat. Selebihnya?? Mereka bubar sendiri-sendiri. Ada yang bermain pasir, ada yang kejar-kejaran. Ada yang naik-naik pohon cemara. Namanya anak-anak, saat mereka dilepas ditempat luas rasanya sungguh riang tak ada tandingannya. Mungkin terbebas dari “penjara” peraturan membuat mereka melakukan apapun sesuka mereka.

Setelah hari menjelang sore dan sejarah tukik selesai, semua anak diajak ke tempat penangkaran penyu, tempat ratusan tukik imut dipelihara sementara. Anak-anak berebut mengambil batok kelapa untuk membawa tukik ke pantai. Mereka berjeritan begitu menerima tukiknya masing-masing. Tukik itu terus saja berusaha mendaki tepian batok, tak sabar ingin berlari menuju pantai yang dirindukannya selama ini.

Pantai itu sangat bersih, debur ombaknya besar namun begitu menyentuh kaki berubah menjadi riak kecil yang hangat di telapak. Pelataran pantai yang begitu luas membuat anak-anak bebas berlarian, berkejaran, juga bergulingan. Berebut tempat terbaik untuk melepas tukik. Matahari mendampingi keharuan di sore yang memesona. Ya, matahari seolah memberitahu bahwa di jauh sana, banyak sekali bahaya. Hati-hati anak-anak!

Dengan hitungan 1,2 ,3, semua tukik dilepas bersamaan di tepi pantai. Tukik saling berebut menuju debur ombak yang menjadi genderang semangat di depan mereka. Angin sore pantai menambah birunya perasaan anak-anak melepas sahabat barunya.

“Tukiknya kasihan ya, Kak?” tangis Aishya si gadis kecil hampir pecah, matanya berkaca-kaca. Tukik yang baru merayap di tangannya kini harus terseok-seok berlari menuju tepi pantai yang dingin. Tukik yang terus saja berlomba menuju belaian bundanya yang sekarang entah di mana.

“Tukik nggak takut ya, Bund?”

“Enggak sayang, tukik bahagia, tukik mau ketemu bundanya, kan?”

Gadis kecil itu tersenyum, memeluk bunda yang juga ikut terpana melihat semangat tukik menuju laut lepas. Mereka tak tahu, di sana banyak pemangsa yang sigap menunggu mereka berenang-renang, menari menyambut kematian mereka sendiri. Ah, teganya para predator itu, tak tahu apa kalau mereka begitu rindu kepada bunda dan juga rumah asli mereka? Itu lah kehidupan, meski pahit, terus dijalani dengan penuh senyum kebahagiaan.

Jangan kalah sama tukik! Semangat menjemput bahagia, meski banyak mara bahaya menghadang di depan sana!

HOMESTAY MEWAH HARGA MURAH PALING RECOMENDED DI JOGJA

HOMESTAY MEWAH HARGA MURAH PALING RECOMENDED DI JOGJA.

Cocok buat traveller sejati kayak kamu. hehe. Buat kamu yang suka travelling, nih. Pasti carinya tempat menginap yang bagus, nyaman, murah dan dekat dengan berbagai tempat destinasi wisata yang update. Kalau aku sih, pengennya cari di tempat yang cukup “kota” artinya selain kita bisa untuk berkunjung ke destinasi utama yang kebanyakan berada di luar kota, kita juga bisa donk menambah pengalaman dengan mengisi waktu senggangnya dengan jalan-jalan mengeksplor kota tujuan kita.

Terutama bagi yang lagi pengen berkunjung ke kota Jogja, kali ini aku mau coba ulas sekaligus merekomendasikan tempat menginap yang super nyaman namun harga sangat ramah di kantong. Mengingat beberapa kali ke luar kota aku mengalami kesulitan cari penginapan yang oke punya, maka kali ini aku coba sharing tempatku menginap beberapa hari terakhir ini biar kamu sedikit punya referensi. aku tahu kamu seneng bacanya ini, seperti aku juga bakal suka sekali kalau mau berangkat ke luar kota sudah mengantongi informasi penginapan yang rekomended.

Oke, kita mulai dari fasilitas homestay. Selain sebagai tempat bersih-bersih , homestay juga tempat untuk istirahat. Tentunya harus bisa memfasilitasi kita dengan senyaman mungkin. Nah, mengenai fasilitas penginapan yang mau aku share, yakin sekali kamu juga bakal tercengang sepertiku saat membandingkan antara harga dengan fasilitas yang ditawarkan.

Kamar Mandi

Kenapa fasilitas ini kuulas di nomor satu? Baik, jadi kualitas suatu hotel, homestay atau penginapan menurutku harus dilihat dari kamar mandinya dulu. Karena saat kamar mandi ok pasti yang lainnya juga ok. Secara, kamar mandi biasanya letaknya di paling belakang dari suatu ruangan kan? bisa jadi sebagian orang menganggap ini nggak penting, namun bagiku justru ini sangat penting. Saat kamar mandi yang ditawarkan bagus, maka otomatis yang lainnya juga pasti bagus. Bisa dibuktikan. Nah, di penginapan ini kamar mandinya sangat Ok! Air hangat, shower besar anti macet, dibatasi oleh dinding kaca yang semakin memperlihatkan betapa lux kamar mandi ini. Toilet duduk yang cakep dan bersih. Yah, ini hanya bisa dijelaskan dengan kenyataan di lapangan, setidaknya closet yang dipakai di penginapan ini bermerk, yang jika digunakan pasti sangat nyaman. Ukuran kamar mandi juga cukup besar, leluasa untuk menikmati mandi berlama-lama.

Kamar tidur utama

Nah, poin yang kedua yang musti dipertimbangkan setelah kamar mandi . Adalah bed/ tempat tidur utama. Penginapan ini jelas menggunakan bed bertingkat (dua bed yang disusun hingga ukuran tinggi yang nyaman untuk duduk maupun berbaring santai. Dilengkapi dengan sprei dan bed cover warna putih yang halus, lembut dan bersih ini jelas akan memanjakanmu berlama-lama di atasnya. Sangat nyaman!

doc. pribadi

Lobi / tempat santai

Ruangan untuk menerima tamu sekaligus untuk makan breakfast yang disiapkan setiap pagi dengan menu bervariasi. Ruangan santai ini begitu hommy, layak rumah sendiri yang di design begitu rupa  terlihat nyaman berlama di ruang umum ini. Halaman depan dan lorong samping menuju kamar-kamar juga begitu hidup dengan pepohonan kecil yang tertata apik mempercantik dan memberi suasana segar.

doc. pribadi

Breakfast

Meski tak selengkap menu di hotel berbintang, menu yang disediakan di penginapan ini begitu menggiurkan dan membuat sarapan kita sempurna. Tentu saja masih bervariasi juga, ada roti tawar lengkap dengan toping sesuai selera, ada nasi prasmanan dengan sayur, lauk juga sambal dan kerupuk yang akan memberimu rasa kenyang dan siap beraktifitas seharian, juga buah dan minuman kopi&teh yang bisa kamu seduh sendiri sepuasnya.

Fasilitas pendukung lain

Tak lengkap rasanya saat menginap tanpa fasilitas pendukung yang tenyata cukup crusial kedudukannya. Di antaranya adalah TV kabel, AC, meja rias dan juga lemari baju. Pokoknya disediakan lengkap. Kurang apa lagi untuk menuju kenyamanan yang sempurna?

doc. pribadi

Dekat sekali dengan fasilitas umum

Sebut saja alun-alun, baik selatan yang malamnya selalu bercahaya dan hingar-bingar atau alun-alun utara yang merupakan halaman utama kraton Yogyakarta. Alun-alun ini juga kerap dijadikan sebagai destinsai wisata, terutama buat pasangan yang sedang dimabuk cinta atau yang sudah mempunyai anak kecil. Di alun-alun bisa ikut wisata tradisional bermain egrang, atau mengayuh sepeda lampu yang tiap malam membuatnya menyala. Selain alun-alun, penginapan ini juga sangat dekat dengan wisata Taman Sari (Water Castle) hanya berjarak sekitar 300 m dari lokasi homestay. selain itu semua, di sekitar alun-alun selatan juga banyak sekali tersebar cafe-cafe modern yang sangat nyaman untuk bersantai.

Wifi gratis

Nah, fasilitas satu ini sekarang begitu pentingnya. Hampir semua urusan dapat diselelsaikan dengan cara online. Mencari makan misalnya, pesan ojek online atau mau buka-buka segala informasi melalui internet saat sedang santai di penginapan. Semua bisa dilakukan dengan mudah.

Nah, ulasan yang cukup lengkap ini semoga membantumu menemukan tempat penginapan yang sesuai harapanmu ya. Oiya, belum afdol jika belum dilengkapi informasi harga sewa kamar per malamnya. Karena dari awal saya sudah excited sekali untuk sharing informasi homestay mewah murah dan paling recomended, maka akan saya bocorkan harga sewa homestay ini.

kamu bisa menginap di sini hanya dengan membayar 200k hingga 275k saja per malam. Penghitungan check in check out sama dengan peraturan di mana saja. Sedikit beda saat ketemu dengan hari Raya Idul Fitri lebaran yang bisa naik dua kali lipat (Ssst! jangan keras-keras, tapi bisa jadi saat lebaran pun kamu bisa tetep dapetin harga normal loh, meski kemungkinannya sangat kecil hehe) secara saat lebaran sebagian besar harga pasti meroket, termasuk sewa penginapan maupun sewa kendaraan, ya kan?

Serius? Untuk semua fasilitas di atas hanya dibandrol 200k hingga 275k? Yes! Bener pakai banget. Selain fasilitas fisik yang mengagumkan, fasilitas lainnya juga cukup memuaskan, adalah keramahan petugasnya. Mereka sangat ramah juga cekatan. Pokoknya over all, semuanya luar biasa, pastinya kamu bakal pulang dengan hati berbunga-bunga, karena bisa menghemat sekian rupiah dari perjalanan yang mungkin awalnya diperkirakan akan habis banyak.

Gimana? kurang apalagi coba? Seru kan? oiya, nama penginapannya itu PURI LANGENARJAN. Beralamat di Jalan Langenarjan Lor no 11A. Siap beraksi? Semoga liburanmu mendatang semakin membuatmu semangat dan merefresh segala kegalauan ya! Selamat jalan-jalan, kawan!

Daun Puteri Malu Mampu Melindungi Diri Dengan Menguncupkan Daunnya

Sudah pernah dengar kan ada tanaman yang namanya Puteri Malu? Daun yang tiba-tiba menguncup saat di sentuh ini begitu terkenal di kalangan anak sekolah, terutama SD dan TK. Bagi yang duduk di sekolah dasar pasti pernah mendengar nama tanaman ini. Nah, ingat kan? itu loh tanaman yang bisa melindungi dirinya dari serangan dengan cara menguncupkan daunnya. Dia pura-pura mati untuk mengelabui lawannya.

Daun Puteri Malu (Dokumentasi Pribadi)

Saat daun tersebut disentuh, secara otomatis akan menguncup dan menundukkan tangkai daunnya. Persis seperti daun yang layu.

Bunga dari Puteri Malu berwarna pink-ungu entuknya bulat terdiri dari serabut-serabut lembut. Buah atau biji dari Daun Puteri Malu mirip dengan pete dalam ukuran yang sangat kecil. Biasa untuk pete-petean oleh anak-anak yang sedang bermain pasar-pasaran.

Buah / biji daun puteri malu (Dokumentasi Pribadi)

Tanaman ini mudah sekali ditemukan di daerah pedesaan yang masih banyak terdapat kebun maupun semak-semak. Di kota kita akan sedikit kesulitan mendapatkannya.

Untuk memudahkan mencari, berikut ini ada video seperti apa sih bentuk dan rupa Daun Puteri Malu itu? Klik di sini untuk melihat bentuk dan gerak daun Puteri Malu saat disentuh.

Di Jogja masih dapat dengan mudah ditemukan. Terutama di daerah yang masih banyak terdapat sawah dan kebun seperti di Bantul, Sleman, Kulonprogo maupun Gunung kidul. Di kota sendiri masih bisa kita temukan tanaman unik satu ini. Di tengah kota misalnya, kita masih bisa menemukannya di tepian alun-alun kidul seperti pada gambar. Selamat berburu daun Puteri Malu buat teman-teman yang masih bingung. Anak sekarang di usia TK pun sudah mengenal tanaman satu ini. Beda sekali dengan generasi emaknya di zaman lampau ya? rata-rata baru mengenal tanaman satu ini di kelas, ya kalau enggak kelas tiga ya kelas empat SD kira-kira.