Berbagilah! Allah Akan Mencukupkan Semua Kebutuhanmu Sebesar Apapun Itu

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari, secara sembunyi dan terang-terangan maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”

(QS. Al Baqarah: 274)

 

“Maaf, Mbak. Uang saya kurang dua puluh ribu,” perasaan tidak enak jelas sekali terdengar, meski si ibu sudah berusaha berbisik ke mbak-mbak kasir berkerudung biru.

Perempuan yang bertugas sebagai kasir hanya tersenyum masam tanpa berkomentar.

Sebelumnya, ibu berjilbab coklat muda itu mendorong keranjang belanjanya yang sudah terisi bermacam bahan pokok ke arah kasir. Di sebelahnya, anak laki-laki berusia sekitar 6 tahun menarik-narik baju si ibu, raut wajahnya memohon, juga tangan kanan mungilnya menunjuk ke sebuah kotak merah berisi bermacam rasa es krim lezat. Kotak itu berada di sisi kiri agak jauh dari meja kasir. Si ibu dengan lembut mengangguk dan tersenyum. Sontak, si anak berjingkrak berlarian menuju lemari es krim yang dimaksud. Dengan tangan kanannya ia ambil sekotak es krim rasa coklat.

Sesaat kemudian petugas kasir dengan cekatan menghitung total harga belanjaan yang didekatkan ke meja kasir. Satu persatu  barang belanjaan diangsurkan perempuan yang kini mulai gelisah melihat monitor angka yang menunjukkan total biayanya.

“Dua ratus tiga puluh empat ribu delapan ratus rupiah,” batin si ibu mengeja. Semenjak awal sepertinya sudah diperhitungkan total belanjanya, hingga ia lupa saat anak laki-lakinya meminta es krim yang tidak ia duga.

Ia keluarkan semua isi dompet, beberapa lembar uang ribuan di saku gamis, juga uang koin lima ratusan dan ratusan yang ia temukan di kantong kecil depan tas yang di cangklongnya.

Beberapa kali dihitung ulang uang-uang itu. Tetap sama. Si ibu semakin gelisah, tangan kirinya mengelus kepala anak laki-laki yang kini sibuk menjilat es krim yang mulai meleleh.

 “Gimana kalau belanjaan ini saya kurangi senilai uang yang ada saja, Mbak?” pinta ibu itu.

Petugas kasir menghela napasnya. Mungkin lelah, atau malas melakukan hal yang sama harus berulang.

“Jadi yang mau dikurangi yang mana?” tanyanya datar kepada perempuan yang kini mulai terlihat kikuk.

Tak diketahui siapa pun. Seorang pemuda yang berdiri tepat di belakang si ibu sudah memperhatikan semua yang terjadi.

“Mbak, biar yang dua puluh ribu dimasukkan ke tagihan saya saja nanti, ya!” pengin rasanya pemuda berbaju hitam bilang seperti itu ke kasirnya. Pasti si ibu sangat lega. Atau malah tidak enak? Namun ternyata tidak! Pemuda itu urung melakukannya!

Diam-diam pemuda itu mengambil selembar uang Rp. 20.000,- an dari dalam sakunya. Diremas-remasnya lembar uang berwarna hijau itu, kemudian ia jatuhkan ke lantai, tepat di sebelah kaki si ibu.

“Maaf, Bu! Barusan saya lihat ada yang jatuh dari saku ibu,” pemuda itu dengan sopan berbisik dan mengarahkan telunjuk tangan kanannya ke arah bawah, ke tempat uang yang tadi dilemparnya berada.

“Oh, ya Allah, Alhamdulillah!” seolah ia ingin berteriak lega namun ditahannya. Segera ibu itu memungutnya dengan tangan gemetar.

“Ini ya, Mbak! Terima kasih, Mas!” Nampak sekali kelegaan di raut mukanya, ia pandangi anak laki-laki yang masih juga sibuk makan es krim di sebelahnya. Sengaja ia biarkan anaknya memakan es krim dulu setelah barkodenya berhasil di-scan di mesin kasir.

***

Bisa saja pemuda itu melakukan kebaikan yang pertama. Namun mengapa pemuda itu mengambil pilihan kedua untuk membantu si ibu membayar kekurangannya? Ternyata pemuda itu lebih yakin hatinya bahwa Allah Maha Melihat. Dengan pilihan itu pun perasaan si ibu masih tetap terjaga, tidak perlu sungkan merasa berhutang budi. Biarlah Allah saja yang tahu.

***

Semua jamaah serempak menghembuskan napas, seolah tarikan napas yang tadi diambilnya lupa untuk dikeluarkan. Kisah nyata yang diceritakan oleh ustadz di depan terdengar mengharu biru. Termasuk saya yang tak henti merinding mendengar bagian akhir yang dikisahkan laki-laki berbaju koko di depan sana. Ah, Alhamdulillah, banyak hikmah dan manfaat meski kita hanya duduk mendengarkan di majelis mengaji itu.

Ingat beberapa malam lalu saat saya bersama suami dan dua anak kami sedang mencari makan di seputar Mandala Krida.

Tiba-tiba motor yang kami naiki menepi dan berhenti. Suami mematikan mesin motor dan diam tanpa bicara apa pun. Hanya kepalanya yang beberapa kali menoleh ke belakang. Aku pun mengikuti gerakan itu.

Tak selang berapa lama sebuah gerobak rongsok ditarik oleh seorang ibu tua. Terlihat kepayahan dan lelah. Di atas gerobak seorang bocah perempuan yang juga tampak lebih lelah dan mengantuk duduk di antara rongsok yang mereka bawa. Gerobak itu berjalan perlahan melewati kami.

Waktu itu sekitar pukul 8.30 malam. Tiba-tiba suami merogoh saku belakangnya, dari dalam dompet ia ambil dua lembar uang berwarna merah. Lalu disodorkannya kepada saya.

“Cepat, kasihkan ke adek itu!” perintahnya.

Tumben, biasanya dia tak sedikitpun mau merepotkanku yang sedang menggendong anak bungsu kami yang tertidur. Tapi karena posisinya juga lebih sulit untuk berdiri karena menahan anak kami yang lebih besar sedang tertidur di depannya, maka ia meminta tolong agar saya yang mengejarnya.

Refleks, entah karena takut kehilangan jejak atau rasa iba yang tiba-tiba muncul yang memberiku kekuatan untuk segera turun dari motor dan berlari mengejarnya.

“Ini, Dek! Buat sarapan besok” Kuangsurkan dua lembar uang itu sambil tersenyum setelah meminta sang ibu untuk berhenti sejenak.

Anak kecil itu terdiam, ragu, kedua matanya melihat ke arah tanganku yang masih mengambang di udara. Pandangan dialihkan ke ibunya yang masih juga membisu di depan gerobak. Bingung! Raut muka yang sejenak kutebak.

“Ini…!” kuangsurkan uang itu lagi. Sekali lagi bocah perempuan itu memandang ibunya meminta pendapat. Baru tangan mungilnya mengambil dengan sangat perlahan uang yang kusodorkan setelah ibunya yang tampak letih mengangguk tersenyum. Ada binar yang tiba-tiba muncul. Ada bahagia yang meluap namun tertahan.

“Terima kasih!” suara itu hampir tak bisa kudengar. Tapi begitu merdu. Begitu menyejukkan. Aku terpaku. Baru setelah klakson berbunyi aku lari menuju motor yang masih berhenti di belakangku.

Kami memutar arah untuk kembali. Namun kami putuskan untuk mampir ke warung bakso di perempatan jalan. Bakso yang kami pesan hampir tak dapat kurasakan. Ada bahagia lembut yang menelusup entah ke dalam sana. Bukan bahagia yang menghentak.

Kami masih sama-sama diam. Hanya tangan kami yang erat saling menggenggam. Seolah kami sepakat. Tak perlu saling tanya nama, apalagi alamat. Biarlah kami segera lupa. Kami hanya ingin menabung “rasa”nya berbagi.

Rasa yang tidak bisa kami ungkapkan, namun bisa kami rasakan. Saat betapa orang yang kita beri hampir tak tahu caranya meluapkan bahagia. Biarlah itu menjadi kenangan manisnya yang menggunung, yang semoga hanya Allah saja yang tahu.

Bahkan, meski entah berapa lembar dan warna apa uang yang tersisa di dompet suami, sungguh bukan hal yang mengkhawatirkan lagi bagi kami.

Semenjak kami “berbagi” untuk Allah, tak lagi ada rumus matematika manusia yang kami berlakukan, kami memilih menggantinya dengan rumus matematika Allah SWT. Saat rumus manusia mengatakan 10 dikurangi 2 sama dengan delapan, maka rumus matematika Allah bisa saja 10 dikurangi 2 sama dengan 28 atau bahkan 208? Masya Allah, Allah Maha Kaya!

Dengan berbagi setidaknya kami memperoleh ketenangan yang belum pernah kami temui sebelumnya. Hanya perlu yakin dan percaya bahwa Allah itu yang Paling Maha Melihat, Allah Maha Kaya, Allah Maha Penyantun.

Dulu, kami hanya akan merogoh kocek yang sangat dangkal, mencari selembar uang yang sudah sangat lusuh dan tak cukup untuk membeli sebungkus nasi angkringan pun. Untuk kami bagi dengan orang yang meminta-minta. Terkadang jika tak menemukan selembar pun uang lusuh atau beberapa koin, kami urungkan ‘berbagi”.

Kami ketakutan jika akan berbagi. Nanti gimana untuk makan siang? Jangan-jangan nanti nggak bisa bayar ini atau bayar itu? Nyatanya memang banyak sekali sesuatu yang tak bisa kami bayar meski kami sudah super ‘irit” untuk berbagi, padahal secara nominal gaji yang kita terima setiap bulan cukup besar.

Kami lupa bahwa berbagi itu untuk Allah SWT, tapi melalui tangan dan air mata kaum fakir dan dhuafa. Hanya dengan berbagilah harta kita utuh sampai sana (akhirat).

Kini, setelah berusaha tak lagi hitung-hitungan sama Allah, saat kami berpikir tak ada lagi jalan keluar dari semua masalah berat, Allah SWT yang memberi petunjuk. Saat kami berpikir dari mana rejeki untuk membayar sekolah anak-anak? Allah lah yang tiba-tiba menggelontorkan sejumlah rejeki, tepat dengan jumlah yang kita butuhkan saat itu dari arah yang tak kita duga sangka. Saat kami berpikir semua hal mustahil, ada asa yang selalu Allah janjikan melalui ayat-ayat-Nya.

Kami tak lagi memilih lembaran uang paling lusuh, justru kami memilih yang paling besar dan paling baru di dompet kami saat itu untuk berbagi. Ke ibu-ibu tua, kakek-kakek renta yang berjualan koran, atau anak kecil yang menjajakan keripik di setiap masjid selepas shalat Jumat. Juga untuk pembangunan dan perawatan masjid melalui kotak infak di setiap lima waktu shalat.

Kami tak takut lagi untuk berbagi, karena kami yakin harta itu bisa kami bawa mati. Harta itu akan kembali kita miliki di sana, menjadi saksi amal kebaikan kita. Harta yang kita bagi itulah yang sejatinya utuh menjadi milik kita atas izin Allah SWT.

Apakah kami mejadi kaya? Iya, kami menjadi kaya, kaya hati! Alhamdulillah, kami lebih bisa merasakan ketenangan dan kebahagiaan hidup. Kami lebih diberi kesehatan oleh Allah SWT. Anak-anak dijaga Allah saat bermain maupun saat berada jauh dari pantauan kami orangtuanya. Dan hubungan keluarga menjadi lebih harmonis, saling menyayangi, menghargai dan menghormati.

Kami menjadi serba berkecukupan tanpa kami merasa khawatir menjaga harta di dunia karena takut dicuri. Nyatanya, setiap apapun kebutuhan kami, selalu Allah penuhi pada waktunya. Insyaallah!

Apa pun yang kita niatkan hanya untuk mendapat ridla-Nya, Allah lah yang akan menyulap semuanya baik-baik saja. Biarlah hina di depan manusia karena kita tak punya harta, yang terpenting di depan Allah kita punya angka. Sungguh saat kita jalani semua hal di kehidupan dengan lapang dada dan ikhlas, Allah yang akan membayarnya dengan ketenangan dan kenyamanan yang tak disangka-sangka.

Berbagi, merupakan hal yang paling Allah cintai. Berbagi terhadap sesama yang membutuhkan. Dan yakinlah, Allah tak pernah ingkar janji. Kita percayakan saja semua pada rumus matematika Allah. Rumus yang bahkan tak pernah mengenal masuk akal atau tidak. Nyatanya memang Allah-lah Maha Kaya, Allah-lah Maha Penyantun. Kita berbagi menyantuni sesama manusia yang membutuhkan maka kita akan disantuni oleh Allah, dan hanya Allah lah yang Maha Mengetahui jumlah yang pantas bagi kita.

”Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa saja yang Dia kehendaki dan Allah Maha Luas Maha Mengetahui.” (QS: Al Baqarah: 261)

Kriteria infak atau sedekah yang seperti apa yang diterima Allah SWT?

Berikut ciri atau syarat-syarat infak yang diterima Allah SWT, (berdasarkan QS. Al Baqarah : 262 – 274):

  1. Infak yang tidak disebut-sebut atau yang tidak diikuti tindakan menyakiti orang yang diberi infak
  2. Infak yang diberikan hanya dengan niat untuk mendapat ridla Allah SWT
  3. Infak dari harta atau hasil usaha yang baik bukan yang buruk
  4. Boleh dilakukan dengan terang-terangan atau sembunyi-sembunyi, siang atau malam hari
  5. Jika ada sedikit kebaikan dari harta yang diinfakkan, maka semuanya untuk dirimu sendiri
  6. Apa pun harta yang diinfakkan, niscaya Allah akan memberimu (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan)

Jangan takut berbagi, karena berbagi merupakan salah satu yang ditakuti oleh setan dari manusia.

“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan  kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir) sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu. Dan Allah Maha Luas Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 268)

BERBAGI, TAKUT SALAH SASARAN?

Kini, berbagi menjadi lebih mudah, karena Dompet Dhuafa memberikan bantuan dengan banyak pilihan layanan untuk menyalurkan donasi bagi pihak yang tepat, melalui:

  1. Kanal donasi online (donasi.dompetdhuafa.org)
  2. Transfer bank
  3. Counter
  4. Care visit (meninjau langsung lokasi program)
  5. Tanya jawab zakat
  6. Edukasi zakat
  7. Laporan donasi

Jadi bukan lagi mengenai kelebihan, cukup atau kekurangan harta? Namun tentang mau apa tidak kita lakukan, sekarang! Mari berbagi!

Mulailah dengan yang sangat kecil yang kita mampu (bahkan hanya dengan uang sebesar 10 ribu pun kita bisa mendonasikannya melalui Dompet Dhuafa), selebihnya kamu akan merasakan kecanduan dan semakin berusaha meningkatkan dosis berbagi yang lebih besar lagi untuk mendapatkan ketenangan yang lebih tinggi. Allah tak pernah ingkar janji! Insyaallah, Allah yang akan semakin memampukan!

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog Jangan Takut Berbagi yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa.”

Ayo Minum Air, Danone AQUA luncurkan ‘Zona Kebaikan Air’ di Taman Pintar Yogyakarta

Aku mau air… aku sehat … Aku mau air … aku sehat …

Aku mau air … aku sehat … Aku mau air… aku sehat…

Satu, dua, tiga, empat, lima, enam gelas! Aaaku sehat! Aaaku kuat!l

Lagu yang simple dan gerakan senam yang ceria. Senam AMIR (Ayo Minum Air) menjadi ikon peresmian “Zona Kebaikan Air” yang diluncurkan oleh Danone Aqua bekerjasama dengan Taman Pintar Yogyakarta pada hari Senin, 8 April 2019. Zona ini merupakan pembaruan dari Zona Air sebelumnya yang sudah dibuat pada tahun 2013 lalu. Peresmian Zona Kebaikan Air oleh Haryadi Suyuti Walikota Yogyakarta berlokasi di lantai 2 Gedung Kotak Taman Pintar, Yogyakarta.

Kenapa Harus Air Putih?

Acara Peresmian Zona Kebaikan Air Taman Pintar Yogyakarta – doc. pri

“Aku nggak suka air putih, pahit!” begitu kebanyakan jawaban anak saat disuruh minum air putih.

Alhamdulillah, mengajak Aishya di acara ini bersama puluhan teman-teman blogger juga media, secara otomatis mengedukasinya untuk membiasakan minum air putih sejak dini. Gerakan senam dan lagunya sangat dia suka. Juga saat berkeliling di Zona Kebaikan Air, matanya selalu berbinar antusias melihat semua gambar dan video yang menjelaskan tentang semua kebaikan air. Semenjak itu, dia selalu termotivasi untuk minum air putih agar tubuhnya sehat, katanya.

Ternyata anak mau berlaku apa saja sesuai dengan mindset yang dibentuk di otak mereka. Saat informasi yang masuk diberikan melalui cara yang mereka suka, maka secara otomatis akan merubah kebiasaan mereka dari yang pola hidup tidak sehat menjadi pola hidup sehat. AMIR, gerakan Ayo Minum Air ini sangat pas untuk merubah mindset anak tentang pentingnya minum air putih. Mereka tidak suka disuruh, tapi mereka akan lebih tertarik untuk ikut mencobanya saat mereka diajak bukan disuruh.

Kebiasaan minum air putih, salah satu kebiasaan yang harus kita terapkan pada mereka untuk membentuk generasi yang lebih sehat yang memiliki fungsi kognitif, fungsi memori dan ketahanan fisik yang mendukung performa mereka di sekolah.

Menurut dr. Tria Rosemiarti, selaku Hydration Director PT. Tirta Investama (Danone-Aqua), kebutuhan air putih pada anak sebanyak 6 gelas setiap harinya untuk menjaga hidrasi tubuh agar memenuhi kebutuhan hidrasi yang sehat guna membantu meningkatkan taraf kesehatan di Indonesia. Kapan saja waktu yang tepat untuk minum air? Adalah saat bangun tidur pagi hari, saat makan, saat bermain dan saat belajar. Jangan menunggu haus untuk minum air putih.

Kenapa harus air putih? Karena air putih merupakan bagian dari nutrisi yang berperan penting dalam fungsi fisiologis tubuh. Fungsi normal tubuh akan berjalan jika 60% komposisi tubuh yang terdiri dari air tetap terjaga.

Fungsi kognitif anak yang paginya minum cukup air putih sebelum berangkat sekolah akan lebih optimal dibandingkan dengan anak yang tidak minum air putih di pagi hari. Karena komposisi tubuh kita 60% terdiri dari air, menuntut kebutuhan hidrasi sehat dengan minum air putih untuk menjaganya tetap berfungsi dengan baik.

Zona Kebaikan Air

Sesuai dengan visi Danone, “One Planet One Health” di mana dipercaya bahwa kesehatan masyarakat ditentukan oleh gaya hidup dan lingkungan yang juga sehat. Perusahaan ini selalu berusaha memberikan kebaikan kepada masyarakat dengan menyediakan hidrasi sehat sekaligus memelihara keberlangsungan alam.

Memilih Taman Pintar sebagai wahana sarana edukasi merupakan tindakan yang tepat karena selain sebagai tempat bermain, Taman Pintar juga sangat strategis untuk memberikan edukasi sekaligus mendorong gaya hidup sehat, juga pemenuhan hidrasi sehat serta tidak lupa akan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan kepada anak-anak sejak usia dini, ungkap Jeffri Ricardo, selaku Marketing PT. Tirta Investama (Danone-Aqua).

Selain pengetahuan mengenai bagaimana cara pemilahan air, merawat air, di zona kebaikan air ini juga dijelaskan bagaimana cara pengambilan air yang sehat untuk pemenuhan hidrasi sehat untuk tubuh. Juga pengetahuan cara perawatan kualitas air tanah agar tetap terjaga dari kontaminasi sampah yang akan menurunkan kualitas air tanah yang kita konsumsi. Danone-Aqua semenjak tahun 1993 mempromosikan inisiatif daur ulang  pertama melalui program AQUA Peduli.

“Sekarang kami dapat mengumpulkan 12.000 ton plastic setiap tahunnya melalui 6 Recycling Business Unit di berbagai lokasi di Indonesia sambil menciptakan manfaat ekonomi bagi ratusan pemulung dan pendaur ulang.” Papar satu-satunya lelaki yang ikut duduk di sofa panggung bersama dengan tiga narasumber lainnya di acara Peresmian Zona Kebaikan Air ini.

Pada tahun 2018, Danone-Aqua telah menginisiasi gerakan #BijakBerplastik yang memperkuat komitmen Danone-Aqua untuk mewujudkan Indonesia yang lebih bersih, dan mendukung tujuan pemerintah Indonesia untuk mengurangi sampah di lautan melaui tiga aspek inti, yaitu: pendidikan, inovasi produk dan pengembangan infrastruktur pengumpulan sampah. Memilih Taman Pintar sebagai tempat edukasi ini bertujuan untuk memperkuat focus Danone-Aqua dalam pendidikan seputar pengelolaan sampah plastic secara bijak sejak usia dini.

Bedanya Dengan Zona Kebaikan Air Sebelumnya?

Zona Kebaikan Air yang baru saja diperbarui memiliki beragam wahana yang semakin interaktif dilengkapi dengan bermacam area edukasi seperti:

Area Edukasi PIJAR (Pilih, Jaga, Rawat yang memebrikan pengetahuan bagaimana cara menjaga kualitas dan kuantitas air. Dijelaskan dengan berbagai alat peraga juga audio visual berupa video yang lebih membuat suasana belajar menjadi menyenangkan dan mengasyikan.

Area berikutnya adalah Area Gerakan AMIR (Ayo Minum Air) & Edukasi pentingnya menjaga hidrasi dan fungsi meniral dalam tubuh. Video senam Ayo Minum Air yang sangat mudah dan sederhana membuat anak-anak lebih mudah menghafal dan mengikuti gerakannya sekaligus. Gerakan ini secara otomatis akan memberikan semangat baru bagi anak agar membiasakan minum air putih 6 gelas setp hari. Juga dilengkapi dengan gambar besar yang menjelaskan bahwa kebutuhan setiap anggota keluarga memiliki jumlah kebutuhan air putih masing-masing. Ayah membutuhkan 10 gelas air putih setiap hari, wanita dewasa 8 gelas sehari, ibu hamil 10 gelas setiap hari, dan kakek nenek serta anak-anak membutuhkan hanya 6 gelas setiap hari. Kebutuhan itu harus dipenuhi agar tubuh kita tetap bekerja secara optimal dengan menjaga hidrasi tubuh tetap sehat.

Jadi, mau belajar tentang seluk beluk air sehat bersama anak? Siapa sih nggak pengin anak-anak kita mempunyai kebiasaan minum air putih sejak dini? Yuk, ah ajak anak-anak untuk bermain dan belajar tentang kebaikan air di Zona Kebaikan Air Taman Pintar Yogyakarta! Jangan ketinggalan, ya! Karena pada Desember tahun 2018 lalu, kunjungan wisatawan ke Taman Pintar telah menembus angka satu juta pengunjung.

Menurut Haryadi Suyuti selaku Walikota Yogyakarta, dengan adanya pembaruan zona-zona seperti Zona Kebaikan Air ini, ke depannya angka kunjungan ke Taman Pintar akan terus meningkat dan menjadi salah satu destinasi wisata anak dan keluarga sekaligus wisata edukasi popular di Indonesia bahkan Asia Tenggara.

Nah, ada yang mau ketinggalan? Pasti enggak, kan!

JELANG RAMADHAN IBIS MALIOBORO HOTEL LAUNCHING TIGA MENU BARU ISTIMEWA

Breakfast di hotel bersama mama juga bapak serta suami dan anak-anak, dulu kukira hanya bisa dinikmati kalau kita menginap di hotel tersebut. Keterbatasan informasi ini rupanya yang membuatku menutup kemungkinan sepele yang bagiku adalah impian besar. Mama dan bapak adalah orang pertama yang menurutku harus ikut merasakan bahagianya bisa menikmati fasilitas istimewa yang pernah kurasakan. Gimana tidak? Hotel merupakan tempat mewah yang  belum pernah sekalipun kita masuki sebelumnya. Apalagi menginap, bahkan hanya makan di hotel pun kami hampir tidak pernah.

Tidak salah jika hal itu menjadi agenda yang luar biasa yang bisa dirasakan oleh orang kampung sepertiku. Berkat sekolah tinggi yang diperjuangkan merekalah aku bisa mengikuti seminar-seminar di hotel berikut fasilitas restoran yang semenjak kecil belum pernah kulihat.

“Ma, nanti sore kita buka bersama di hotel ini, ya! Siap-siap lebih awal, jam 17.00 WIB sudah harus berangkat dari rumah, ajak bapak dan adik-adik sekalian,” pesan itu kukirim via whatsapp.

Bayangan wajah mama melintas begitu saja saat sebuah iklan baliho yang menawarkan paket bukber (buka bersama) all you can eat di sebuah hotel.

“Alhamdulillah, iya, Mbak!” balasan itu segera kuterima tak sampai satu menit.

Mama memang selalu memanggilku Mbak, sebutan untuk memanggilkan adek-adekku yang berjumlah 5 orang. Keterusan, bahkan saat kami hanya berdua saja, panggilan itu tetap akrab di telingaku. Menurut mama, memanggilku ‘mbak’ merupakan bentuk sayangnya ke anak pertamanya. Aku dan mama begitu dekat dan akrab, meski terkadang berbagai pertengkaran kecil tak luput dari kami. Pertengkaran yang selalu membuat kami semakin dekat, hingga setiap kali aku pulang liburan kuliah, tidak ada malam yang kami lewati dengan tidak menghabiskan waktu untuk ngobrol membicarakan segala hal.

Mama yang masakan oseng nangka mudanya selalu kurindu, yang setiap pulang tidak pernah absen dari meja makan.

“Mbak, ternyata bapak nanti malam kejadwal ngisi kultum di masjid, jadi kayaknya nggak bisa sore ini deh buka bersamanya, gimana? Dijadwal ulang lagi aja, ya!” pintanya. Ada sedikit nada sesal di pesan itu.

Hampir saja aku memesan tempat di hotel yang namanya masih terngiang setelah aku tak sengaja membaca iklan buka bersama di perempatan jalan yang baru saja kulalui. Ah Mama, sulitnya pengin bahagiain mama.

“Ya udah, Ma. Engggak apa-apa, besok insyaallah masih bisa kita atur jadwal lagi, semoga Allah beri rejeki waktu, aamiin.” Aku membalasnya dengan sedikit rasa kecewa.

***

Jelang Ramadhan, all you can eat package Jadi Primadona

Bukber, singkatan dari buka bersama, merupakan tradisi baru di Jogja yang mulai rame diadakan semenjak beberapa tahun belakangan ini. Semua hotel berlomba-lomba menawarkan berbagai menu istimewa all you can eat dengan masing-masing keunggulan dan harga yang bersaing.

Selain tempat strategis, harga yang kompetitif untuk menu andalan juga menjadi daya tarik yang ditawarkan dan memberi iming-iming tersendiri. Rata-rata orang-orang akan memilihnya dalam rangka merayakan hari istimewa berpuasa di bulan Ramadhan bersama orang-orang terkasih. Rekan kerja, sahabat lama, komunitas nongkrong, teman haha hihi atau sekadar reuni dengan teman-teman sekolah yang sudah bertahun-tahun tidak berjumpa. Momen istimewa ini semakin banyak difasilitasi oleh hampir semua hotel di Jogja.

Ah, sebentar lagi insyaallah bulan Ramadhan kembali menyapa kita. Jauh hari sebelumnya, tepatnya di tanggal 12 Maret 2019, Ibis Malioboro Jogja yang berlokasi tepat di belakang Mal Malioboro, meluncurkan tiga menu baru andalan. Menu tersebut untuk melengkapi menu buffet yang disediakan untuk acara istimewa buka bersama  bulan Ramadhan.

Tiga menu baru yang menurutku istimewa itu dilaunching khusus untuk menyambut bulan Ramadhan tahun ini. Menu-menu tersebut antara lain:

  1. Bebek Manalagi

Bebek Manalagi, ibis Malioboro (Koleksi pribadi)

Dibanderol dengan harga super murah, kita sudah bisa menikmati sepotong bebek goreng gurih dan lembut beserta kremes kriuk, sambal orek dan juga lalapan. Paket lauk ini disajikan dengan segunung nasi putih yang sengaja dibentuk kerucut beratap daun pisang di puncaknya. Wangi daun pisang membuat cita rasa pedesaan yang khas mampu mengobati rindu kita akan nuansa damai alam kampung yang sudah lama ditinggalkan.

Tak hanya itu, dengan harga yang super duper murah tersebut, kita juga sudah tidak perlu memesan lagi minuman untuk menghalau rasa pedas dari sambal orek yang pedasnya level 10 itu. Ada free 1 gelas es teh di setiap satu paket Bebek Manalagi yang kita pesan. Berapakah banderolnya? Kamu hanya perlu merogoh saku seharga 65 K untuk sepaket makanan favoritmu ini.

  1. Sandwich Favorito

Sandwich Favorito ibis Malioboro
(koleksi pribadi)

Sandwich, merupakan makanan modern yang memenuhi kebutuhan asupan nutrisi karbohidrat dari setangkep roti, juga protein dari daging dan bermacam vitamin dari aneka sayuran mentah yang dilapiskan di dalamnya. Semakin gurih dan enak lagi dengan guyuran saus mayonais dan juga saus sambal untuk cita rasa pedas gurih. Pada umumnya satu porsi sandwich hanya bisa memenuhi kebutuhan nutrisi (kenyang) untuk satu orang saja.

Hotel ibis Malioboro ini, membuat satu porsi Sandwich Favorito yang bisa penuhi kebutuhan kenyang dua orang. Selain ukurannya yang jumbo dengan aneka isian daging dan sayuran lengkap, paket sandwich ini juga masih berbonus satu porsi French fries / kentang goring gurih yang juga menambah porsi karbohidratmu. Coba tebak berapa harga yang dipasang untuk sepaket sandwich ini! Kamu pasti nggak percaya. Hotel ibis Malioboro hanya mematok 35K untuk sekian banyak makanan yang bisa mengenyangkan dua orang sekaligus. Ajib, kan?

  1. Milky Yuzu

Milky Yuzu ibis Malioboro
(koleksi pribadi)

Setelah dua menu sebelumnya berupa makanan, tak lengkap rasanya kalau tak dengan minuman istimewanya sekaligus. Milky Yuzu, dari namanya mungkin akan terlintas rasa “eneg” bagi yang tidak suka dengan susu. Namun saat melihat dan mencicipi rasanya, siapa yang menyangka kalau minuman ini mengandung susu? Seandainya namanya tak mengandung unsur “milk”nya mungkin tak ada yang tahu kalau minuman ini mengandung susu.

Yes! Milky Yuzu. Milky berarti susu dan Yuzu merupakan Bahasa Jepang yang berarti orange, citrus Mandarin. Perpaduan perasan utuh jeruk Sunkist segar yang dipadu dengan sedikit susu fermentasi, sedikit soda dan beberapa butir es polar akan memberikan kesegaran tropical mulai dari tegukan pertama hingga tetes terakhir. Sama sekali tidak eneg, justru segar dan segera mengobati rasa haus yang melanda tenggorokan saat berpuasa. Satu porsi Milky Yuzu dipatok dengan harga 25K. Kesegaran tropical yang asli ditawarkan ibis Malioboro dalam bentuk segelas Milky Yuzu.

Menu-menu tersebut tentu saja sudah dapat dinikmati di ibis Malioboro semenjak beberapa hari yang lalu di launching. Selain menu baru, banyak juga menu yang telah ada sebelumnya. Salah satu menu istimewa lainnya adalah paket BBQ lengkap mulai dari sosis, jagung, daging ayam, daging sapi, seafood dll. Tak juga mahal untuk sepaket BBQ di balkon ibis kitchen Malioboro, tidak sampai 100K sudah bisa menikmati indahnya sunset ditemani menu BBQ istimewa.

***

“Ma, buka bersamanya jadinya kapan?” sebuah pesan WA yang harusnya kukirim beberapa tahun yang lalu. Tak pernah terketik, hanya terkonsep dalam hati.

Bahkan balasan pesan WA mu masih jelas sekali mampu kubaca. Kekhawatiranmu tentang anak-anakku. Yang katamu waktu itu tak lagi bisa membantu menjagai.

Balasan WA terakhir, yang tak akan pernah lagi bertambah, sebuah pesan hasil dari tarian jari-jarimu yang lincah di layar gawai itu.

Apalagi sekadar buka bersama yang masih beberapa hari di depan mata. Yang dengannya kita sudah merangkai beberapa rencana. Buka bersama itu tak akan pernah lagi tertunai. Engkau lebih dahulu menghadap Allah, bahkan di hari ke 25 menjelang Ramadhan tahun itu datang. Meski, di setiap akhirnya kamu selalu berdoa, “Semoga kita kembali dipertemukan dengan Ramadhan tahun depan.” Seolah dengan doa itu kita meminta Allah untuk memundurkan ajal, entah sampai kapan?

“Doa yang sama yang engkau ulang di setiap akhir Ramadhan, namun betapa pun menyangkal, kita semua akan menemui juga doa terakhir yang kita ucapkan, namun menurut Allah itu bukan yang terbaik buat kita.”

“Allah menjagamu di sana, Ma. Tersenyumlah selalu, karena aku akan terus berusaha selalu mengirim pahala indah buatmu. Allahumaghfir lii wali wali dayya warhamhumma kama rabbayani shasghira, Aamiin!”

 

Bagaimana ASI, Domain dan Hosting Bersinergi di Era Digital Masa Kini

Air susu itu muncrat ke segala arah. Membasahi karpet beludru berwarna cokelat yang mengalasiku duduk bersila. Bau manis bercampur amis segera menyeruak memenuhi sepetak ruang di belakang lemari ruanganku. Ya, tempat favorit kami para ibu pekerja yang menyusui untuk bersembunyi, berusaha menyalurkan cinta kepada buah hati melalui sebotol ASI.

Tak heboh seperti biasanya, aku justru hanya menahan semua dengan embusan napas panjang yang rasanya tersendat di pertengahan hela. Sesak! Bagaimana tidak? Sepertinya hampir tak lagi ada ekspresi apapun yang mampu menggambarkan perasaanku kala itu.

Nelangsa!

Tanganku perlahan bergerak dalam getar, meraih beberapa lembar tissue yang berada di sebelahku. Di antara aku dan temanku yang juga sedang memerah air susunya (ASI) menggunakan alat kecil yang bekerja dengan system vakum. Cadangan makanan satu-satunya untuk bayi kami yang belum juga genap 6 bulan, yang terpaksa kami tinggal di rumah. Bersama orang yang biasa kami sebut “simbok”. Tentu saja karena tuntutan kerja setiap PNS tidak memungkinkan membawa bayi turut serta. Jadilah kita tergantikan dengan sebotol ASI setiap pagi hingga sorenya.

Temanku melongo, tangan kanannya memegang erat lengan kiriku, seolah mau berkata, “Mbak, …” selebihnya tak ada satu kata pun yang terucap dari bibirnya. Setidaknya eratnya cengkeraman jemarinya dapat kuartikan bahwa betapa dia ikut merasakan nelangsa. Aku hanya bisa membalasnya dengan senyuman kecut, yang entah apa artinya.

Ya, entah besok bayiku mau minum apa jika persediaan yang kuhasilkan siang ini terbuang percuma.

90cc ASI tumpah begitu saja saat tutup botol berwarna abu-abu berbahan karet itu berusaha kurapatkan ke mulut botol kaca yang sudah penuh terisi.

Tiba-tiba dadaku terasa sakit, tenggorokan tercekat! Senyum ceria bayi perempuanku segera membayang dengan gamblang di pelupuk mata. Matanya bulat dengan bulu mata lentik hitam.

“Ah, Aishyaku, maafin bunda, Nak!”

Kupunguti lagi cairan putih itu dengan meresapkannya ke setiap sela-sela jaringan tissue, berharap kemudian bisa kuperas lagi dan kusaring untuk dimasukkan kembali ke dalam botol. Dadaku semakin bergemuruh setiap membayangkan ide gila yang begitu saja terlintas.

Baiklah, napas panjang! Rileks! Aku telungkupkan mukaku ke lutut. Aku peluk erat-erat lututku sambil beristighfar. Berharap tiba-tiba Allah kirimkan berjuta kekuatan untuk kembali menyusun semangatku memerah ASI yang sudah kering terkuras. Akankah Allah dengan kuasanya akan kembali memenuhi ratusan kelenjar susu di dadaku?

Sebenarnya memerah ASI benar-benar aktifitas yang begitu menyenangkan sekaligus membanggakan bagi perempuan bekerja sepertiku. Apalagi ASI yang kuhasilkan terbilang cukup banyak dan mudah diperah manual. Satu dari tiga cara memerah ASI selain menggunakan alat sederhana atau menggunakan alat elektrik yang canggih.

Sama-sama menghasilkan ASI sebanyak 90ml, rasanya apa yang kuusahakan lebih memerlukan effort yang besar dibandingkan dengan teman di sebelahku yang menggunakan alat sederhana berbahan silicon itu. Dia tinggal memasang cup lembut dalam keadaan kempes atau bertekanan negative, maka ASI akan keluar deras dengan sendirinya, memenuhi balon yang juga dari silicon yang menggembung di bawahnya.

Aku terpukau!

Bahkan aku buru-buru meminjam alat itu untuk aku foto, dan mengulasnya lengkap ke sebuah website gratisan yang kubuat beberapa hari sebelumnya. Postingan artikel pertamaku. Bahagianya bias berbagi!

Sayangnya, tulisanku sendiri bahkan tidak dapat kulacak beberapa waktu setelahnya. Aku kehilangan alamat web beserta passwordnya. Hingga kini pun begitu sulitnya aku menemukan artikel yang mengulas perbandingan memerah ASI dengan cara manual dan menggunakan alat sederhana yang harganya cukup terjangkau itu.

Berawal dari kejadian itu, aku mulai menyukai menulis untuk berbagi apapun yang kutahu. Aku belajar membuat sebuah blog yang dengannya harapanku berbagi manfaat ke semua orang dapat tercapai. Mengisinya dengan berbagai informasi yang baik. Juga mengelolanya agar tak lagi terulang kejadian lupa alamat blog, apalagi passwordnya.

Setidaknya dengan memiliki alamat website sendiri dengan nama pilihanku, semakin memberiku semangat baru untuk terus menulis dan memenuhi ruang yang ada di dalamnya. Meski berbayar, tapi aku lebih merasa memilikinya, dan bersemangat untuk terus mengelolanya hingga kelak semakin besar dan memberi manfaat bagi orang banyak.

Awalnya aku buta tentang apa itu domain, apa itu hosting. Dan sekarang pun masih saja buta teknologi jika saja beberapa hari lalu Qwords Cloud Web Hosting Indonesia tidak mengundangku di acara mini gathering bersama Bloger dalam Fun sharing & Discussion “ Be a Creativepreneur in Digital Era”. Event ini diselenggarakan sebagai dukungan Qwords kepada para pegiat Creativepreneur untuk mengembangkan bisnisnya di dunia digital, juga untuk menjalin hubungan yang erat dan kekeluargaan antara Qwords dengan para komunitas khususnya blogger.

Qwords hadir membuka kebutaanku tentang pentingnya website di era digital seperti sekarang ini. Tidak ada alasan gaptek. Nyatanya semua hal mulai dari hal remeh hingga yang begitu kompleks mengandalkan yang namanya layar gawai, layar laptop. Jadi enggak ada alasan lagi untuk tidak mau belajar, kan?

Internet!

Meski berbayar, namun sedikit rupiah yang kita keluarkan akan berpengaruh terhadap semangat kita menghuninya, juga meramaikannya seperti rumah kita sendiri.

Qwords memberi banyak informasi tentang segala hal yang berhubungan dengan website, baik untuk bisnis, company profile atau sekadar website untuk membranding diri kita. Sharing tentang Domain, Hosting dan bagaimana cara merawatnya agar tampil cantik dan berisi juga melengkapi acara siang hingga sore itu. Mengoptimasinya agar semakin berkualitas juga pendampingan pengelolaan website. Termasuk siaga dalam membantu para kliennya yang memerlukan bantuan, 24 jam.

Qword mendukung perkembangan komunitas dengan cara meningkatkan layanan melalui pembaharuan fitur dan juga meluncurkan produk-produk baru. Sebagaimana sebuah perusahaan, Qwords juga memiliki berbagai keunggulan yang menarik dan menguntungkan bagi penggunanya.

Di antaranya keunggulan Qwords adalah:

  1. Cloud Web Hosting / Cloud Base Technology

Qwords melayani penyimpanan data website di dalam server yang terkoneksi dengan internet berkecepatan tinggi. Layanan Web hosting menggunakan teknologi Cloud dengan jaminan uptime 99.99%.

Jika suatu saat website kita yang biasa akan kita tingkatkan, maka dengan teknologi ini bias saja langsung ditingkatkan tanpa menyebabkan website kita mengalami down time.

Tersedia dalam banyak pilihan paket mulai dari Value Performance Cloud Hosting, Medium Performance High Storage, High Performance Cloud Hosting, dan WordPress Hosting.

  1. Free Domain Name

Siapa sih yang enggak pengin punya website sendiri? Qword memungkinkan kita memiliki nama domain sendiri untuk kebutuhan branding kita. Membuat bisnis lebih professional dengan alamat website yang mudah diingat. Pilihlah ekstensi Domain sesuai kebutuhan dan klaim Nama Domain kita.

  1. Free SSL (Secured Sockets Layer)

Pernahkan saat kita mengakses website tertentu entah saat kita transaksi atau mengirim data penting ke sebuah website, lalu muncul peringatan di layar berupa, “this is not secure”? itu artinya data yang kita kirimkan entah berupa nomor rekening, nomor kartu kredit atau data penting lainnya, tidak terjamin keamanannya selama dalam perjalanan kita mengirim data menuju website tersebut. Bias saja orang-orang cerdas tak bertanggungjawab menyalahgunakan data kita untuk kepentingannya sendiri.

Qwords dengan layanan free SSL memberikan layanan keamanan transfer aliran data user ke website.

Qwords.com merupakan Authorized Reseller dari Brand SSL ternama di Indonesia.

Di awal tahun 2019, Qwords telah meluncurkan Unlimited Hosting, yaitu paket hosting yang dapat diandalkan dan tanpa batasan. Fitur unlimited hosting ini tidak lagi mengisolasi pengguna dengan batasan disk space. Paket ini sudah dilengkapi dengan Web Accelerator yang membuat website lebih cepat untuk diakses.

Selain itu, Qwords juga telah meningkatkan fitur produk unggulan terbaru, yaitu WordPress Hosting. Paket hosting yang didesain khusus untuk engine WordPress ini bias dinikmati dengan Disk Space yang lebih besar. Membuat website yang berbasis WordPress bekerja jauh lebih optimal.

Qwords memiliki tagline “Reliable Fast Web Hosting with Reasonable Price”, yang itu berarti Qwords akan selalu memberikan layanan Hosting yang dapat diandalkan, cepat diakses serta harga yang terjangkau. Bahkan, Qwords memberikan penawaran yang menarik melalui paket Bundling Hosting 1GB dan Domain .COM dengan biaya mulai dari Rp 10.500/bulan. Benar-benar kombinasi yang praktis dan ekonomis untuk kita yang ingin membangun website baru.

Qwords terus berupaya agar dapat menjadi partner terbaik bagi pelanggan, komunitas, rekan blogger, pemerintah, UKM dan perusahaan-perusahaan.

Jadi gimana? Berani Go online di era digital? Harus, ya! Ayo gunakan Hosting Indonesia, Qwords.

Alhamdulillah, meski menurutku aku tak punya apa-apa untuk dibagi, aku masih memiliki isi otak untuk dituangkan dalam baris-baris kata yang memiliki makna. Aku bangga menjadi seorang blogger! Terima kasih Qwords!

Mc handal sedang menghipnotis para blogger

Halal Is A Special Gift From AZALEA Shampoo Hijab

“Konsumsilah minyak zaitun dan gunakan sebagai minyak rambut, karena minyak zaitun dibuat dari pohon yang penuh berkah.”(HR. At Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Kamu bisa bayangkan saat siang bolong yang gerah, badan dan rambut berhijab berkeringat, tahu-tahu suami mencium-cium kepalamu karena gemes atau kangen? Seneeng sih, tapi lama-lama pasti pengin kabuuur! Ya, kan? Entah se-apek apa rambut dan kepalamu kala itu. Uda bau solar, keringat, debu dan lain-lain campur aduk menjadi satu.

Bahkan mau potong rambut saja harus minta izin dulu sama si dia. Hmm, gitu amat ya ternyata! Namanya suami, maunya ngaku-ngaku bahwa apa saja yang nempel di tubuh kita itu miliknya. Makanya nggak boleh asal potong rambut atau lepas jilbab sembarangan! Yes! Aku berjilbab semenjak aku SMA. Tahu kan artinya? Berbagai masalah rambut sudah tidak asing lagi menyapaku. Aku butuh shampoo hijab!

Masalah Umum Rambut Berhijab
Sumber: Azalea

Tak peduli jenis rambut istrinya jauh banget dari kata sempurna, apalagi bila dibanding rambut para artis shampoo di TV. Hmm, ya sudah lah. Suamiku memang selalu keberatan jika kumintai izin untuk potong rambut, meski panjangnya sudah melebihi batas bahu. Siapa sangka, (Ssst! Meski jarang banget mau mengakui) suami begitu menyukai rambutku. Cieehh, siapa lagi yang mau dibelai kalau bukan rambut berhijab istrinya, ya kan, ya kan?

OK, fiks! Ternyata seperti apapun bentuknya, suami tetap mengidolakan rambutku. Dan aku mau donk setiap dia menciumi kepala saat gemes atau kangen, dia akan mencium aroma yang tak biasa. Wangiii!

Aku baru tahu kalau ternyata rambut juga punya parfum. Iya, itu pun pas aku dapat undangan bloger gathering bersama Azalea di Kunena Eatery Yogyakarta (ssst! Wajib sudah mendapat izin suami tercinta donk sebelum acara heheh). Aku dapat Special Gift dari Azalea!

Dalam Acara Bloger Gathering with Azalea
Sumber: doc. pribadi

Nama Azalea berasal dari kata Saliyah atau Azalea adalah jenis tanaman berbunga dari keluarga Ericaceae dan genus Rhododendron yang tumbuh di wilayah beriklim sedang. Azalea tumbuh di sebagian besar Asia Timur dan Amerika Utara.

Beauty Pink Azalea
Sumber: directgardening.com

Azalea, namanya secantik rupa bunga itu. Pas banget untuk menamai Shampoo dan Hair Hijab Body Mist ini yang memiliki misi untuk mempercantik dan memperwangi para muslimah di mana pun berada. Dari kemasan yang waktu itu pertama kali kunikmati, kesan yang kuingat adalah istimewa & eksklusif! Azalea The Real Hijab Hair Care. Perawatan rambut lengkap mulai dari shampoo antidandruff hingga Azalea hair, hijab & body Mist  yang begitu wangi dicium. Ya gimana mau langsung cobain ya, rempong banget di café mau keramas. Akhirnya aku pun harus menunggu sore harinya untuk mencoba semua produk dari Gondowangi itu.

Gondowangi
Sumber: Azalea

Azalea The Real Hijab Hair Care

“Mmmm, mmm… wangiii… wangi, Bund!” suami mengacak-acak rambutku yang mulai kering. Mengendus-endusnya, sebelum akhirnya dia lari ke kamar mandi untuk mencobanya sendiri shampoo dan parfum rambut baru dari Azalea. Yes! Sore itu aku berhasil mencoba Azalea Shampoo antidandruff juga Azalea Hair Hijab & Body Mist.

Azalea Shampoo Antidandruff, Hair Hijab & Body Mist
Sumber: doc. pribadi

Awalnya aku rada-rada pesimis sama shampoo yang berwarma coklat itu. Saat kuusap dirambut kok busanya sedikit, beda sama shampoo lain. Duh, tahu kan kalau shampoo-an kudu banyak busa biar makin mantep! E, tapi kan,  bentar, bukannya shampoo yang ramah kesehatan memang yang tak terlalu banyak mengandung busa, ya kan? oke kita buktikan. Bukan rahasia lagi kalau rambutku kerap gatal karena ketombe yang bolak-balik datang.

Rupanya setelah pemakaian beberapa kali (dengan catatan diusahakan setelah keramas tunggu rambut kering dulu baru memakai jilbab), gatal-gatal benar mulai berkurang. Dan Azalea hair, hijab & body mist menyehatkan dan menutrisi rambut di setiap helainya. Juga menyegarkan dan mengharumkan rambut sehingga terbebas dari bau lembab dan apek. Hair Hijab Mist ini bisa disemprot-semprot sesuka kita kapan pun kita terancam dicium wkwkwk. Sengaja banget diwangi-wangiin deh pokoknya, siapa sih yang nggak suka dicium-cium sama suami juga sama anak-anak kita? 

Azalea Hijab Hair Mist
Sumber: Azalea

Beruntung banget ada perusahaan yang mau penelitian dan menemukan permasalahan rambut berhijab ini untuk kemudian dicarikan solusi cerdasnya. Azalea inspired by Nature ini mulai dirilis sejak tahun 2016, saat perempuan berhijab mulai mendominasi di setiap sudut wilayah Indonesia di mana pun berada. Rambut berhijab jelas butuh Shampoo Hijab, yang halal! Setuju? Wajib!

Aneka macam produk Natur, Andalan perawatan rambut zaman mamah2 kita
Sumber: Azalea

Thibbun Nabawi

Apakah itu? Thibbun Nabawi merupakan metode kesehatan mengenai pencegahan penyakit maupun pengobatan yang menggunakan prinsip-prinsip sunnah Nabi Muhammad SAW. Bahan-bahan yang digunakan pun memilih bahan-bahan alam yang sering dimanfaatkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam menjaga kesehatan.

Antara lain Zaitun oil, Ginseng, Lidah buaya juga Citrus Ekstrak yang dikombinsaikan dalam formula yang diprioritaskan untuk rambut berhijab bagi setiap muslimah. Manfaat dari bahan-bahan alami tersebut untuk menjaga kebersihan, kesehatan dan kecantikan rambut muslimah.

Bahan alami Azalea Shampoo juga Hair Hijab&Body Mist
Sumber: Azalea

Tentu saja selain bahannya yang mengikuti sunnah Nabi, formula Shampoo dan Hair Hijab & Body Mist ini pun layak mendapatkan sertifikat halal MUI. Benar memang, embel-embel hijab di belakang Azalea shampoo ini cukup memberi garansi kepada kita bahwa selain aman, produk ini pun terjamin halal dan baik.

Kenapa halal menjadi prioritas? Alhamdulillah semenjak mengikuti kuliah halal haram yang diadakan oleh Fakultas Peternakan UGM kewaspadaan hati akan segala sesuatu yang masuk ke dalam tubuh menjadi nomor satu. Kuliah  sebanyak 14 kali pertemuan itu membuka mata betapa banyak sekali jalan yang membuat sebuah produk menjadi tidak halal.

Tidak halal berarti tidak baik bagi kita. Bukan hanya terbatas pada bahan atau cara membuatnya. Setidaknya dengan logo halal MUI yang sudah terpampang di kemasan membantu meringankan kita untuk menilai apakah suatu produk itu membawa berkah atau justru mencelakakan kita? Halal, is number one!

Azalea berlogo Halal MUI
Sumber: doc. pribadi

Kalau aku, memang bahagia banget kenal dengan produk ini. Ibaratnya, selama ini nyaman dengan shampoo yang mungkin sama-sama baik, tapi bahan-bahan yang digunakan belum tahu dari apa saja, apakah alami atau kimia. Trus, limbahnya saat kita menggunakannya setiap hari apakah merusak lingkungan atau tidak, juga entah! Ya, kan?

Saat kita menggunakan bahan-bahan yang jelas sumbernya dari bahan alami, kemungkinan limbah yang dihasilkan pun lebih ramah terhadap lingkungan sekitar kita.

Azalea Shampoo Anti Dandruff

Azalea Shampoo Anti Dandruff
Sumber: Azalea

“Bye… bye… ketombe!” Dua pekan memakai shampoo ini cukup membuktikan seberapa berkurang gatal di rambut dan kulit kepalaku. Terkadang, saat urgent memeriksa pasien dan tiba-tiba di kulit kepala terasa ada yang menggelitiki itu rasanya parah banget! Merah padam muka menahan gatal yang disebabkan oleh ketombe yang tak bosan datang dan pergi.

Ya kan nggak mungkin di depan klien kita garuk-garuk kepala, apalagi saat klien betah berkonsultasi, duh dilema banget. Mau nggak digaruk, gatalnya luar biasa, mau digaruk bakal ketagihan sampai garuknya nggak mempan dengan garuk-garuk cantik, harus yang super power hingga kadang berujung lecet-lecet di kulit kepala. Ih serem banget, ya?

Belakangan hampir lupa sama kulit kepala. Biasa saja, seperti tidak terjadi apa-apa, tapi eits! aku jadi semakin jarang garuk-garuk kepala. Tuh kan, memang kalau tidak bermasalah seolah tidak menyadari bahwa kita baik-baik saja.

Ketombeku bye bye! Azalea Shampoo Anti Dandruff dengan bahannya yang diperkaya Zaitun oil dan Citrus extract selain adem dikulit kepala, juga mengusir ketombe maksimal. Ketombe, I am sorryYou and Me, end! Dan sekarang, rambutku lebih lembut, wangi, segar, mudah diatur dan juga tidak lepek.

Jelas asal, jelas hukum kehalalan, dan jelas manfaatnya. Kurang apa lagi coba? Oiya, kurang informasi harga dink, ya? Produk ini, kenapa kusuka? Tentu saja selain kualitas juga karena harganya begitu terjangkau. Meski komposisi bahannya semua alami, harga yang dibanderol untuk produk ini hanya sekitar 19 – 23K saja. Sangat terjangkau! Kamu bisa tampil fresh dan selalu wangi rambut juga hijabmu hanya dengan anggaran yang ekonomis. Gimana? Penasaran pengin cobain? Ah, kalo menurutku wajib coba!

Makin penasaran? Coba deh kepoin akun IG nya di @azaleabeautyhijab dan like Fanpage-nya di Azalea Beauty Hijab.

Ah, serunya seharian mendengarkan ilmu kesehatan rambut dari Mbak Eby dari Azalea. Juga dari Mbak Dian Farida Ismyama yang kupas tuntas mengenai Gimana sih cara untuk Membranding diri? gathering yang penuh manfaat bersama Azalea dan X Bloger Jogja.

Thanks a lot Azalea! Mulai sekarang aku lebih mengenal shampoo untuk rambut berhijab kesayanganku.

Muslimah Aktif Bergerak
Sumber: Azalea

Hai, Ladies! Kamu masih pengin aktif gerak terus mengikuti gejolak energi positifmu, kan? Ayoo terus bergerak! Jangan takut keringetan, apalagi takut rambut lepek dan apek, ya! Kan uda ada Azalea Shampoo Hijab, yang recomended pake bangeeeeet! Cocok buat muslimah super aktif kayak kamu. Siap?

 

Warung Omah Sawah Tembi, Tempat Selfie Bersama Sawah Dan Padi

Omah Sawah Tembi. Warung Omah Sawah Tembi tempat selfie bersama sawah dan padi. Kakinya tak sabar meniti pematang sawah yang lebarnya hanya sekitar 20cm. Kanan dan kiri jalan setapak itu tentu saja dipenuhi tanaman padi menghijau. Lalang daunnya melambai hingga menyebrang ke pematang. Membuat tangan juga kakinya terasa geli terseret lembaran lalang daun padi.

Jus Omah Sawah Tembi
Gambar: dokumentasi pribadi

“Bunda, aku mau ke sana!” telunjuknya mengarah ke 100 m di belakang saung utama Warung Omah Sawah Tembi. Ah, gadis kecil itu mulai menyukai lingkungan ini. Tak takut ada ulat atau belalang, kah? Sendal jepit mungil berwarna biru dengan gambar Sofia si tokoh kartun dipegangnya erat di tangan kiri. Ia sedikit berlari sambil menjaga keseimbangan. Terkadang tangannya menyentuh kuntum pada yang masih hijau. Padi muda.

Rupanya replika gajah gagah bertengger di tengah hamparan sawah luas. Tiang-tiang lampu listrik berjajar sepanjang pematang menuju ke tempat gajah berdiri. Gadis kecil menuju ke sana.

Hmm, spot selfie yang lumayan keren, pikirku.

Outdoor Omah Sawah tembi
Gambar: dokumentasi pribadi

Sore itu, memang pas sekali. Bukan Sabtu atau Minggu sore, namun tempat makan tradisional ini dipenuhi pengunjung. Pantes saja, suasananya yang begitu adem, tenang dan nyaman begitu dirindukan, terutama bagi mereka yang sempat merasakan hidup di era pra teknologi hingga kini semua serba online, seperti aku. Merasakan suasana di Omah Sawah Tembi membuat memori kita terlempar berpuluh tahun yang lalu, di mana hidup kita masih serba tradisional belum mengenal kemajuan teknologi. Hiburan hanya berupa makan di gubug di sawah sepulang sekolah. Sambil menunggui tanaman padi dari serbuan burung-burung. Atau sorenya akan berlarian sepanjang pematang untuk menangkap belelang, capung atau mencari belut di sela-sela tanaman padi? Ah, tidak aku biasanya “bruwun” mencari dan memetik batang sayur kangkung di sela-sea rumput di pematang sawah. Itu sangat seru!

Menyeruput wedang jahe sere
Gambar: dokumentasi pribadi

Suasana pedesaan yang hijau dan segar juga aneka menu tradisional melengkapi warung bernuansa sawah ini. Sengaja mendirikan warung tersebut di tengah sawah dengan harapan dapat memberikan fasilitas yang nyaman dan eksotik pada orang-orang yang merindukan semacam rumah desa namun sudah sangat sulit didapatkan di area perkotaan yang semakin padat dengan bangunan hingga jadwal kerja.

Omah Sawah tembi, alternatif pilihan untuk bersantai dan juga melepas penat di siang, sore maupun malam hari bersama teman kerja, keluarga atau sesama anggota arisan emak-emak zaman now. Omah Sawah Tembi, letaknya tak jauh dari Pasar Gabusan di daerah Jalan Parangtritis Bantul Yogyakarta.

Apa saja yang bisa kita nikmati di sana?

  1. Menu Makan dan MinumTradisional

Ikan Asam Manis Omah Sawah Tembi
Gambar: dokumentasi pribadi

Aku hobi makan, tapi bosan dengan aneka makanan modern. Pas banget! Karena aku lebih suka menu aneka sayur, juga masakan rumahan yang jarang sekali bisa kita temukan di kota. Di sini menu makanan ndeso sangat lengkap. Menu yang selalu bikin lidah kita menyerah untuk berhenti. Sebut saja mangut lele pedas, ada yang nggak suka? Ya bagi yang nggak suka memang susah untuk dibuat suka. Tapi buat yang suka, menu pedas berkuah ini mampu membuat nasi di bakul langsung ludes habis. Belum lagi ikan nila bakar, sambal terasi, oseng bunga papaya, oseng daun pepaya teri, sayur lodeh, tempe garit dan lain-lain. Hmm, baru liat saja sudah bikin perut melonjak-lonjak keroncongan. Selain makanan, Omah Sawah Tembi juga menyediakan berbagai minuman tradisional yang bikin kangen. Ada wedang jahe sere, wedang secang, jus Omah Sawah perpaduan sayuran dan buah yang membuat rasanya semakin segar dan menyehatkan. Gula yang dipakai adalah gula batu, tahu kan nikmatnya minuman yang memakai gula batu? Wedang jahe atau teh, sama nikmatnya. Cobalah, pasti ketagihan!

Oseng Bunga Pepaya
Gambar: dokumentasi pribadi

Wedang Secang
Gambar: dokumentasi pribadi

  1. Suasana Pedesaan yang Asri, Nyaman dan Adem

Pergi pagi pulang petang, melewati berbagai gedung tinggi dan perempatan lampu merah yang padat dan penuh polusi. Begitu seterusnya aktifitas harian kita. Wajar jika kita kerap stress dan tak sabaran saat menghadapi celotehan anak yang menurut kita mengganggu, tapi bagi mereka adalah hal yang luar biasa seru.

Saat itulah kita butuh piknik. Bukan mengenai ke mana lokasi yang mahal dan mewah. Namun sebenarnya adalah kita butuh rileks saja, melihat sesuatu yang beda dari rutinitas. Sawah hijau segar, tanaman padi, bunyi-bunyian burung, jangkrik juga katak di sore hingga malam hari. Hal sepele itu justru jarang terpikirkan oleh kita. Padahal justru hal sepele itu lah yang kerap bisa kita andalakan sebagai mood booster untuk mengobati stress kita.

Di sini, Omah Sawah Tembi aku mendapatkannya semua. Suasana itu, suasana yang romantis buat keluarga.

  1. Spot Selfie Kekinian

Jika dulu kita selalu hunting spot selfie yang berbau modern, mal, bioskop, rumah makan modern. Maka beda lagi dengan sekarang. Sering kita lihat foto-foto teman kita berseliweran di beranda kita? Ada yang di gubug, ada yang di hutan pinus, ada yang di sawah?

Nah, di Omah Sawah Tembi juga mneyediakan semua keunikan spot selfie itu. Sawah luas? Ada. Aneka peralatan makan tradisional? Ada. Tempat duduk dari kayu? Ada, kentongan kayu? Ada. Vespa jadul? Ada. Bahkan replika gajah khusus disediakan untuk anak-anak yang hampir semuanya suka dengan binatang super besar itu pun, ada.

Jadi mau sekadar berlarian di pematang sawah yang hijau sambil disyuting atau difoto? Sangat difasilitasi dan bebas mau berapa lama saja di sana, gratis!

Spot Selfie Omah Sawah Tembi
Gambar: dokumentasi pribadi

  1. Suasana Romantis

Suasana romantis itu yang seperti apa? Bagi aku adalah yang jauh dari hingar-bingar apapun gangguan. Tidak ada deru kendaraan yang mendominasi, tidak ada rutinitas yang membosankan. Suasana adem dan segar dengan suplai oksigen alami tanpa batas juga sangat menyokong keromantisan. Kecukupan oksigen yang kita hirup yang disediakan oleh tumbuhan adalah alasan yang paling masuk akal kenapa kita bisa memperbaiki mood. Saat kebutuhan oksigen kita tercukupi, maka otak kita akan segera optimal bekerja, stress yang membebani pun akan segera lenyap oleh kemampuan kerja otak yang kembali optimal. Pemandangan jauh melintasi hamparan sawah hijau, juga aroma alam yang membuat kita menyatu juga membuat perasaan dan suasana di sekitar kita menjadi romantis.

  1. Sunset Jingga

Omah Sawah Tembi terdiri dari saung utama berukuran besar dengan ke empat sisinya tanpa dinding. Langsung terbuka ke alam. Sehingga pemandangan lingkungan luar yang bersih dan hijau sangat bisa dinikmati dari dalam saung atau pendopo. Sisi barat, hamparan sawah sangat luas, berbatasan dengan kampung yang jaraknya mungkin sekitar satu kilometer. Persawahan luas itu memungkinkan sekali untuk kita melihat langit jingga di sore hari menjelang matahari masuk ke ufuk barat.

Saat matahari perlahan menurun di ufuk barat, langit mulai menunjukkan keindahannya. Gradasi warna mulai dari kuning emas, jingga hingga kemerahan menuju ke satu titik di mana bulatan sempurna matahari mulai tertelan bumi. Semilir angin yang menyertai menambah kesempurnaan sore yang dinanti. Seiring pula bunyi-bunyi jangkrik juga katak dan kodok mulai diperdengarkan untuk memanggil para kawan yang masih saja santai beristirahat. Saatnya bernyanyi! Omah Sawah Tembi begitu alami. Weekend ini mau ke mana?

Secangkir Kopi Robusta Susu Dari Barista Inklusif Jogja

Kulirik lagi penyaji kopi istimewa itu. Kopi Robusta? Bahkan, namanya saja baru kudengar. Mungkin karena aku tak termasuk orang-orang yang gemar nongkrong di café sekadar untuk ngopi bersama di Sabtu sore. Ya, pesan Kopi Robusta pun hanya ikut-ikutan teman yang lebih dulu memesan. Kopi cenderung pahit, namun saat dipadu dengan susu manis akan tercipta rasa baru yang nge-blend, itu penjelasan yang kudapat untuk secangkir kopi Robusta susu. Barista Inklusif, Stand Kopi di acara temu Inklusi 2018, satu di antara bukti lainnya yang menggaungkan inklusi sosial, menyetarakan harkat sesama warga tanpa membedakan maupun mencaci keterbatasan, menuju Indonesia Inklusi, #IDInklusif.

Sumber: Dokumentasi Pribadi
(Kopi Robusta Susu dari Barista Inklusif Jogja)

Di stand sebelah kanan panggung utama, Mbak itu sangat cekatan. Menulis, mengambil gelas, menandai dan memindahkannya ke meja sebelah. Hingga entah detik ke berapa, aku terpaku. Kecepatan gerakan tangannya menutupi sesuatu. Tangan kirinya tak sempurna. Masya Allah! Sejenak pandanganku terhenti di satu titik, tangan itu. Telapak tangannya hanya seukuran separuh telapak tangan normal, pun jemarinya hanya terdapat dua atau tiga saja, bukan lima. Aku tak berani lebih jeli menghitung tepat jumlahnya berapa.

Sungguh, keberadaannya yang tak sempurna tak menyusutkan semangat juga kepercayaan diri. Aku masih tertegun saat mbaknya memanggil namaku. Buru-buru kualihkan pandangan, aku takut pandanganku akan membuatnya risau. Aku takut, pandanganku akan menyakiti hatinya, membuatnya tak nyaman, meski aku tak bermaksud begitu.

Sumber: Dokumentasi Pribadi
(Seorang perempuan istimewa yang cantik, penuh semangat, juga cekatan dalam melayani pelanggan Kopi Robusta dari Barista Inklusif)

Belum habis decak kagumku, mataku menangkap bayangan lain. Kali ini sosok pria bertubuh gempal. Dia tak kalah cekatannya dengan si mbak. Namun kali ini bukan menulis atau membuat daftar nama di masing-masing gelas plastik single use. Lebih rumit dari itu. Sigap kedua tangannya mengelap meja, menyiapkan cangkir dan meracik biji kopi untuk dimasukkan ke dalam penggilingan kopi mini di atas meja. Juga mengangkat teko panas berisi air mendidih yang kemudian dituangkan perlahan dengan menyusuri tepi penyaringan dari kertas berbentuk kerucut. Air hitam kecoklatan mengalir mengisi gelas ukur berbentuk piala. Dalam sekejap, aroma khas kopi murni yang legit menyeruak, mengusik indera penciuman, dan merangsang otakku untuk memproduksi hormon bahagia. Cafein itu sukses membuatku ingin mencicipinya.

Tak ada jari di sana yang menjaga agar teko tak jatuh. Pun tak ada telapak tangan yang menopang teko panas beralas kain agar panasnya tak melukai. Hatiku mencelos. Melihat betapa orang-orang itu selalu bersemangat. Namanya Eko Sugeng. Nyaris tak terlihat berbeda dengan kecekatan tangan orang normal, selain sepasang tangannya yang hanya sampai pada lengan bawah atau sedikit turun dari siku. Mengerucut khas luka yang sengaja dibuat saat operasi amputasi. Tanpa satu pun jari-jemari. Yah, dia tak punya telapak tangan, bahkan dia tak punya pergelangan tangan. Tapi, Ya Allah, dia begitu cekatan!

Sumber: Dokumentasi Pribadi
(Eko Sugeng, namanya. Orang yang selalu bersemangat belajar dan akhirnya mahir dalam meracik kopi istimewa berbagai rasa)

Allah Yang Maha Baik. Allah mudahkan segala urusan. Eko, yang bahkan tak punya satu pun jari tangan? Gimana caranya mandi? Gimana caranya… Ah, terlalu banyak pertanyaan bodoh yang berkelebat. Pertanyaan yang mungkin tak bernilai sama sekali, dibandingkan keberadaan jiwa yang masih setia pada raga ini. Pertanyaan yang tak seharusnya dipertanyakan. Pertanyaan yang hanya mengurangi rasa syukur kita kepada Allah Swt.

Pahit beradu manis. Kusesap perlahan kopi pesananku. Cuaca masih begitu terik saat kopi Robusta yang pertama kali kukenali ini tinggal separuhnya saja. Aku masih berteduh di bawah atap stand kopi istimewa dari Jogja ini. Kopi #BaristaInklusif ini merupakan tim @Staracoffee, dampingan salah satu mitra Program Peduli yaitu Pusat Rehabilitasi YAKKUM. (Instagram @pryakkum dan Fb: Pusat Rehabilitasi Yakkum). Salah satu Video Program Peduli menceritakan kegiatan pelatihan Kopi yang meruntuhkan dinding pembatas orang normal dengan difabel.

Ya, Gunung kidul. Tepatnya di desa Plembutan, merupakan desa pertama yang mengumumkan dan meresmikan kepeduliannya terhadap keberadaan kelompok rentan masyarakat disabilitas. Desa tersebut memberi peluang dan melibatkan seluruh kelompok masyarakat difabel dalam agenda pembangunan desa. Kiprahnya telah membuktikan bahwa kelompok orang berkebutuhan khusus itu setara dengan orang normal, mampu dengan cerdas dan optimal untuk turut serta aktif dalam pembangunan desa.

Sumber: Dokumentasi Pribadi (Kepala Desa Plembutan, Bu Edi sedang presentasi mengenai Desa Inklusi)

Desa Plembutan, Playen, Gunungkidul, tempat digelarnya acara Temu Inklusi #3. Pertemuan difabel tingkat nasional baik secara individu, organisasi maupun para pemerhati isu difabel ini dihadiri perwakilan dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara dan Papua. Forum Diskusi yang dipimpin oleh Pak Suharto, salah satu warga Gunungkidul dengan difabel netra, mengusung tema Menuju Indonesia Inklusi 2030 Melalui Inovasi dan Kolaborasi.

Presentasi pertama oleh Bapak Sutrisna, Kepala Desa Sidoarjo Purworejo. Menurut data yang disajikan, Desa Sidoarjo memiliki 360 jiwa difabel dengan berbagai macam kedifabelan. Angka tersebut diambil dari total sekitar 8.000 jiwa dalam satu desa.

Bahwa tak selamanya orang-orang dengan segala keterbatasan hanya merepotkan saja. orang-orang pilihan itu mampu menunjukkan karya. Mereka mampu sekadar untuk berunding, menyusun strategi pembangunan maupun secara aktif ikut serta dalam setiap kegiatan pembangunan desa.

Mengapa Temu inklusi #3 di Desa Plembutan Kecamatan Playen Kabupaten Gunung kidul? Desa itu yang pertama kali membuat Peraturan desa (Perdes) tentang kesetaraan hak dan kewajiban seluruh warga tanpa melihat perbedaan apapun. Perdes itu digunakan sebagai acuan legalnya kebijakan dalam rangka melibatkan para difabel di setiap kegiatan desa yang berpayung hukum.

Bu Edi, selaku Kepala Desa Plembutan menjelaskan bahwa, mengapa desa tersebut berani mengambil langkah ini lebih dahulu dibanding dengan desa lainnya di Gunung Kidul maupun di daerah lain? Alasannya adalah, karena semua orang tak terkecuali, pada saatnya nanti pasti akan menjadi anggota dari kelompok orang berkebutuhan khusus. Saat orang tersebut penglihatannya sudah berkurang dan harus memakai kacamata misalnya, maka orang tersebut sudah masuk ke dalam kelompok difabel yang mempunyai kebutuhan khusus, paparnya.

Betul juga, ya?

Desa inklusi tidak serta merta hanya memprioritaskan sebuah kegiatan hanya dikhususkan bagi kelompok difabel, namun bagaimana caranya agar setiap aspek pembangunan desa baik fisik maupun dalam bentuk kegiatan akan ramah dan dapat diakses dengan mudah oleh setiap warga, baik yang normal fisiknya maupun warga dengan keterbatasan fisik/difabel.

Temu inklusi ini juga dihadiri oleh Pak Maman, staf ahli dari istana kepresidenan. Pak Maman mewakili presiden Joko Widodo untuk melakukan pendampingan terhadap jalannya acara istimewa tersebut. Menyampaikan segala aspirasi dari pemerintahan tingkat bawah serta memberi masukan mengenai kebijakan-kebijakan dalam rangka meraih cita-cita menuju Indonesia Inklusi 2030.

Ya, rasanya tak muluk-muluk. Jika setiap desa sudah menjadi desa Inklusi, maka target Indonesia Inklusif tahun 2030 akan sangat mudah untuk tercapai. Semoga.

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Selain Barista Inklusif, desa inklusi Plembutan juga memiliki berbagai kelompok difabel dampingan bernama Kelompok Mutiara Plembutan, yang dilatih dengan berbagai macam ketrampilan yang akan meningkatkan kemampuan diri setiap warga difabel. Menyusun manik-manik, membuat bros, memasak aneka panganan, pelatihan IT dan pelatihan lainnya.

Pahit sedikit manis berpadu. Es kopi sudah tak lagi bersisa. Kutenggak tetesan terakhir kopi Robusta sebelum akhirnya kulangkahkan kaki menuju mobil Hiace yang akan mengantarku turun ke Jogja. Rasa kopinya yang original hanya menipis sedikit saja didesak oleh kucuran susu kental manis. Kusesap beberapa kali kopi itu. Pahit namun membuat ingin menyesapnya lagi. Perlahan kulirik penyaji kopi itu lagi. Tak berkurang, justru pengunjung stand Kopi Barista semakin memadat. Wajar saja, wajah ceria penyaji kopi semakin sumringah, meski peluh semakin bercucuran akibat teriknya matahari beradu dengan hawa panas yang dikeluarkan bersama kepulan asap air mendidih penyeduh kopi.

Sekelumit waktu yang berkualitas, menghadiri acara nasional Temu Inklusi #3 mengajarkanku berjuta rasa, ilmu juga kesetaraan karsa. Bahwa, di sekitar kita ada banyak warga dengan segala keterbatasannya, ingin diperlakukan setara bahkan hanya untuk berbagi rasa dan cinta. Mereka sama dengan kita, butuh bicara, butuh cinta, juga butuh berbagi kasih sayang dalam setiap karya. Mari saling mengisi tangki cinta juga menyalurkannya ke sesama tanpa melihat perbedaan dalam setiap keterbatasan.

CARI GAWAI DENGAN KAMERA TERCANGGIH? KAMU WAJIB BACA INI

Cari gawai dengan kamera tercanggih? Kamu wajib baca ini!

iPhone? Duh mimpi apa ya bakal bisa beli gawai keren beken kayak itu? Iya sih, pegang aja pernah, tapi kalau memiliki rasanya, entah tahun berapa bisa punya sendiri. Gawai nomor satu di dunia itu memang paling depan perihal kemajuan fitur dan teknologinya.

Sebut saja iPhone 8 Plus yang paling anyar keluar. Fiturnya sungguh membuat semua orang terkesima. Mulai dari kebutuhan utama ala penduduk Indonesia akan gawai yakni Selfie, fasilitas kameranya jangan ditanya, tak hanya menghasilkan gambar yang super bening tapi sarana untuk pengambilan gambarnya juga semakin mantab. Teknologi yang diaplikasikan sangat beragam dengan perancangan kamera mutakhir yang mampu merespon berbagai rangsang tak hanya sentuhan pada tombol kamera saja namun bisa melalui deteksi wajah maupun tubuh.

Berikut ini fitur lengkap dari kameran iPhone 8 yang kamu cari-cari:

Kamera

Kamera telefoto dan wide-angle 12 MP

  • Wide-angle:bukaanƒ/1.8
  • Telefoto: bukaan ƒ/2.8
  • Zoom optik;
  • zoom digital hingga 10x
  • Mode Potret
  • Pencahayaan Potret (beta)

Kamera semakin lengkap dengan adanya:

  • Penstabilan gambar optik
  • Lensa enam elemen
  • Flash True Tone Quad-LED dengan Slow Sync
  • Panorama (hingga 63 MP)
  • Penutup lensa kristal safir
  • Sensor penerangan sisi belakang
  • Filter IR hibrida
  • Fokus otomatis dengan Focus Pixels
  • Ketuk untuk fokus dengan Focus Pixels
  • Live Photo dengan penstabilan
  • Pengambilan foto dan Live Photo dengan rentang warna luas
  • Pemetaan warna lokal yang lebih baik
  • Deteksi tubuh dan wajah
  • Kontrol eksposur
  • Pengurangan noise
  • HDR otomatis untuk foto
  • Penstabilan gambar otomatis
  • Mode beruntun
  • Mode timer
  • Penanda lokasi foto
  • Format gambar yang diambil: HEIF dan JPEG

Lagi, bagi yang hobi nge-vlog, pasti pengin banget punya gawai yang juga sangat jago untuk perekaman video. Tanpa harus repot menggunakan stabilizer untuk menghasilkan video yang “anteng” tidak goyang. Selain kualitas videonya jadi super keren, kamu juga bakal dimudahkan dalam pengambilan video dengan menggunakan fitur dalam iPhone 8 Plus.

Perekaman Video

  • Mampu merekam video 4K pada kecepatan 24 fps, 30 fps, atau 60 fps
  • Mampu merekam video HD 1080p pada kecepatan 30 fps atau 60 fps
  • Mampu merekam video HD 720p pada kecepatan 30 fps
  • Penstabilan gambar optik untuk video
  • Zoom optik; zoom digital 6x (khusus iPhone 8 Plus)
  • Flash True Tone Quad LED
  • Dukungan video slo-mo untuk 1080p pada kecepatan 120 fps atau 240 fps
  • Video selang waktu dengan penstabilan
  • Penstabilan video sinematik (1080p dan 720p)
  • Video fokus otomatis kontinu
  • Deteksi tubuh dan wajah
  • Pengurangan noise
  • Mengambil foto 8 MP sambil merekam video 4K
  • Zoom pemutaran
  • Penanda lokasi video
  • Format video yang direkam: HEVC dan H.264

Duh, udah ngebayangi punya iPhone baru nih. Ah, biasanya sangat over protected terhadap gawai keren satu itu. Namun, sayang biasanya hanya bertahan beberapa hari saja protect-nya. Dijauhkan dari jangkauan anak karena takut layarnya tergores, takut kena minyak, takut salah dalam prosedur nge-charge yang bikin baterai gembung. Ih, itu biasa banget. Apalagi yang punya emak-emak ya? Pasti akan sangat dihindarkan dari jangkauan balita. Alih-alih, bukannya menjaga malah iPhone kesayangan kena lempar dan berujung retak, pecah dan bisa jadi mati total. Hi, serem kan?

iPhone LCD Pecah Gambar: sinyaliti.com

Giliran Lcd sudah retak, bingung deh mau servisinnya di mana yang bisa dipercaya dan tidak memainkan harga. Ternyata ada juga ya tempat Service LCD iPhone Pecah yang dapat dipercaya. Kita bisa sepenuhnya mempercayakan penggantian Lcd di sana. Tak hanya harganya yang murah, kualitas pelayanan dengan garansi seumur hidup. Keaslian spare part juga sangat dijamin. Mantab ya?

iPhone Mati Total
Gambar: Sinyaliti.com

Masalah lain yang sering terjadi pada gawai seorang emak adalah iPhone Mati Total. Ini cenderung muncul karena keteledoran atau terkena benturan, dan lain sebagainya. Trus, diapain ya enaknya? Yang pertama harus dilakukan adalah mencari tempat service iPhone Mati Total. Ada? Pasti ada. Tinggal hubungi saja nanti dari pihak sana akan datang ke tempat. Siap untuk menyelesaikan masalah di tempat dengan rentang waktu antara 30 – 45 menit. Namun jika kerusakannya lebih kompleks dan luas, iPhone harus dibawa ke tempat service. Ya iya kan? hanya bedanya, kamu bakal mendapat gantai gawai sementara iPhone mu dibenerin. Enaknya! Kita bisa tetap terhubung dengan semua orang yang membutuhkan kita saat iPhone rusak kita masuk bengkel. Namun, tentu saja ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

Kamera Belakang iPhone
Gambar: Sinyaliti.com

Hmm, beneran ya, namanya juga hasil teknologi, jadi selain punya keterbatasan juga pasti akan bersifat fana sempurnanya. Paling mati gaya kalau iPhone kita trouble pada kamera belakang. Duh, bagi pehobi fotografi ala tipis-tipis, kamera belakang begitu urgent keberadaannya. Kerusakan pada kamera belakang bisa jadi menjadi sumber galau selamanya. Terpaksa mau tidak mau agar bisa melanjutkan hobinya jeprat-jepret, segera Ganti Kamera Belakang iPhone dengan yang baru. Tentu saja harus di tempat yang terpercaya juga.

Hmm, gimana? Makin mupeng ya denger kesempurnaan yang nyaris dimiliki oleh iPhone ini? Yuk nabung mulai sekarang!

TIGA HAL INI BIKIN AKU JATUH CINTA PADA ASUS X555

Tiga hal ini bikin aku jatuh cinta pada ASUS X555. Seperti apa ASUS X555, cekidot!

“Ahahaha… ahahaha…” mereka terpingkal-pingkal baca tulisan laporanku.

Apanya yang salah? Aku hanya menuangkan segala deskripsi yang paling mendekati gambaran objek pemeriksaan bagianku. Aku menggambarkan sedemikian rupa sehingga orang yang membacanya akan dengan mudah mengartikan kondisinya. Aku tak bisa senyum atau ikutan tertawa. Otot mulut ini rasanya kaku. Kupaksa tersenyum pun pasti hasilnya akan sangat masam. Ya, aku hanya bisa diam dan ya, pasrah. Tapi dalam hati, sungguh aku merasa disepelekan dengan gaya tertawanya itu. Tiba-tiba udara dalam kotak ruangan tak begitu luas pun terasa sangat panas, hingga keringat jagung pun bercucuran di tengah suhu AC angka 21. Adrenalin itu telah mengambil alih semuanya.

Entah, pengalaman tak terlupakan itu sudah berapa tahun lamanya. Hingga kini, menulis tiba-tiba menjadi pekerjaan yang begitu menyenangkan bagiku. Berawal dari kesalahan membuat laporan yang berujung ditertawakan banyak orang sepertinya membuatku balas dendam. Dendam untuk terus semakin belajar bagaimana caranya menulis yang benar dan menarik. Cara menulis yang sesuai dengan kebutuhan. Membedakan gaya penulisan yang satu dengan yang lainnya.

Ya, keinginan itu bukan tanpa sebab, meski jika saja kuingat-ingat rasanya sudah lupa, sejak kapan aku suka menulis? Aku hanya ingat, sekarang sudah terbit 4 buku antologiku bersama teman-teman penulis hebat. Setidaknya dari setahun ini mulai intens menulis, hasilnya tak bisa menghianati usahaku.

Dengan ASUS menjadi Penulis Produktif
Sumber: doc. Pribadi

Menulis semakin bersemangat saat suami tiba-tiba menghadiahiku sebuah laptop sederhana. Bukan hanya karena laptopnya saja yang membuatku bahagia, pun karena sinyal izin yang diberikan kepadaku untuk menulis di tengah-tengah tugasku menjadi penjaga dan pendidik utama anak-anak. Bukankah yang paling utama bagi seorang perempuan menikah adalah ridlo suami? Aktifitas sekecil apapun jika atas keridloan suami, insyaallah akan lancar dan hasilnya berkah. Ridlo suami adalah ridlo Allah.

Bahagia menulis with ASUS
Sumber: doc. pribadi

Berbekal laptop yang dibelikan suami ini, aku jadi semakin gila menulis. Bukan hanya main-main, meski hanya berawal mengikuti berbagai lomba menulis antologi true story, buktinya terbitnya beberapa buku antologi membuatku tercengang sendiri. Serius ya sekarang aku bisa nulis?

Aku hampir menyepelekan diriku sendiri dengan pemikiran bahwa, “Ah, paling karena jurinya yang kasihan sama aku, salah menilai, kenapa tulisanku bisa lolos?”

Eits! Sebentar! Itu bukan menyepelekan diriku sendiri ternyata, itu menyepelekan sang juri yang sudah malang melintang di dunia kepenulisan berpuluh tahun dan berhasil menerbitkan buku puluhan judul. Maafkan daku wahai juri, tidak, sangat tidak bermaksud seperti itu. Hanya memang diri ini harus terus berlatih untuk menghargaiku sendiri. Bahwa memang aku mampu. Biarlah orang menertawakan laporanku yang menurut mereka lebay, atau terlalu fiktif bahasanya, atau entahlah alasan yang sebenarnya apa aku pun tak ingin tahu lagi.

Sabar, memang kebiasaan dari dulu susah sekali menghargai diri sendiri. Selalu berpikiran negative terhadap diri sendiri, selalu menganggap diri sepele dan berbagai sikap negative lainnya. Aku baru sadar, setelah beberapa prestasi menulis berhasil mendongkrak tembok ketidak-PD-anku. ASUS-ku sangat berjasa.

Produktif Bersama ASUS X555
Sumber: doc. pribadi

Sudah bukan zamannya emak gaptek lagi. Meski tetap saja kemampuan dalam berteknologi tidak bisa melebihi laki-laki, setidaknya jika setiap hari kita terus berupaya menambah wawasan akan lebih merubah kita menjadi emak melek teknologi.

Nah, ngomong-ngomong tentang teknologi nih, ternyata ASUS sebagai merk laptop paling terkenal di Indonesia mempunyai jenis yang beragam. Salah satunya adalah ASUS X555 yang mempunyai fitur lengkap membuat kita semakin produktif, terutama bagi penulis buku yang juga mulai ingin merambah ke dunia blog atau web seperti aku. Oiya, jangan sampai kamu bingung carinya di mana, ASUS X555 juga dijual di Tokopedia loh! Pengin tahu seperti apa keunggulan ASUS X555 ini?

Berikut adalah fitur – fitur kekinian yang dapat ditemui pada ASUS X555 :

Daya tahan baterai seharian

ASUS X555 ini memiliki baterai dengan jenis Li-Polimer yang memiliki ketahanan baterai sampai dengan 2.5 kali lebih kuat dibandingkan baterai Li-Ion silinder. Bahkan setelah diisi ulang hingga ratusan kali, baterai ini tetap dapat menyimpan sampai 80% dari original kapasitasnya.

Teknologi IceCool

Notebook ASUS memiliki design internal yang unik yang dirancang untuk mengatasi masalah terkait panas yang terjadi pada bagian bawah notebook pada umumnya. Teknologi ASUS IceCool menjaga temperatur notebook diantara 28 derajat sampai 35 derajat, hal ini menunjukkan bahwa panas yang dihasilkan lebih rendah dari temperatur yang dihasilkan oleh tubuh manusia, hal ini membuat Anda dapat mengetik lebih nyaman walaupun dalam waktu yang lama.

Home entertainment pribadi ASUS X Series didukung oleh Prosesor 

Notebook ASUS X555 didukung oleh Prosesor AMD®Quadcore A10 untuk performa yang halus dan responsif. Performa serta didukung dengan grafis yang bagus dan memory controller di bagian dalam yang canggih, membuat X555 ini ideal digunakan untuk kebutuhan komputerisasi Anda sehari-hari atau menonton film dan video. X555 memudahkan Anda dalam menyelesaikan semua pekerjaan tersebut, memberikan Anda performa multifungsi yang Anda butuhkan untuk bekerja atau bermain dengan satu perangkat.

Informasi lebih lanjut terkait ASUS X555 dapat diilihat melalui link terlampir :
https://www.asus.com/id/Laptops/X555QG/
https://www.asus.com/id/Laptops/X555QA/

Jangan baper lagi ya kalau masih ada orang yang menertawakanmu, bisa jadi itu adalah modal awalmu untuk sukses. Biarkan orang lain tertawakan kita, yang penting kita tetap menjaga hati mereka tetap bisa bernapas hehe. Alihkan dendam di hatimu menjadi energi positif untuk semakin produktif dan semakin bermanfaat untuk orang lain. Semangat bangun dari mimpi, jemput kenyatan, sepahit apapun, itu lebih nyata bagimu!

TIPS BORONG BELANJA DI SHOPFEST, DAPATKAN CASHBACK GEDE HANYA DI SHOPBACK

shopfest

Tips borong belanja di ShopFest, dapatkan cashback gede hanya di ShopBack. Belanja popok buat anak, beli lipstik buat mempercantik diri untuk siapa lagi kalau bukan untuk suami. Beli shampo, sabun, baju, laptop, Hp atau bahkan beli motor semua bisa di sini! Di mana? di ShopBack. Stop ngatain emak-emak suka boros ngabisin uang buat belanja. Pernah kan baca postingan yang cukup viral, uang 50.000 dikasih ke laki-laki cuma bisa dapetin sebungkus rokok. Tapi kalau selembar uang berwarna biru itu dikasihkan ke istri (baca: perempuan) bakal bisa dapetin beras, minyak, telur juga beberapa macam sayuran. Bisa buat makan sekeluarga.

See? ini memang kenyataan. Seorang perempuan memang sudah difitrahkan untuk pintar berhemat, juga multitasking. Dalam hal ini, tentu saja multitasking itu adalah berarti belanja sambil berhemat. Kok bisa? Ya, sudah menjadi rahasia umum bahwa seorang perempuan yang memang hobi belanja, juga lebih suka “ngekepi” uang. Oleh karenanya perempuan menjadi dituntut untuk cerdas dalam berbelanja. Belanja murah mendapat cashback misalnya. Selain uang yang kita keluarkan sedikit tapi mendapatkan barang yang kita butuhkan, tak menutup kemungkinan kita akan mendapat cashback yang secara tidak langsung mengembalikan pengeluaran kita sebelumnya. Enak banget ya? Yes, enak pakai banget!

Mamah muda yang hobi belanja mana nih? Ngomong-ngomong belanja-belanji, nggak nyadar ya bentar lagi udah akhir tahun aja. Tahu nggak, entah yang kudet sayanya atau perkembangan teknologi yang terlalu sadis meninggalkan mamah muda yang lelet adaptasi mengikuti berbagai informasi yang berseliweran di gawai ini. Kalau belanja online sih uda lama kenal, hanya saja untuk belanja online yang menghasilkan cashback, baru tahu. Eh bentar belanja tapi dapat cashback? Beneran? Ya, baru kali ini mendengarnya. Ternyata belanja online di ShopBack Indonesia bisa mendapatkan cashback tunai yang bisa diuangkan ke rekening kita. Enggak peduli kalau program ini ternyata sudah ada sejak lama, yang lebih penting adalah informasi ini beredar menjelang acara besar Promo ShopFest di akhir tahun. Jadi, sama sekali nggak terlambat! Ya, kan?

Bentar, ada ShopFest ada juga ShopBack, apaan sih itu? Hmm, baiklah, meski baru tahu semoga informasi ini banyak membantu bagi teman-teman yang kebetulan mau belanja barang yang dibutuhkan menjelang akhir tahun ini. Ingat, belanja hanya untuk barang yang dibutuhkan saja ya, karena kalau tidak dibatasi bakal kalap sekalapnya, apa saja bakal dibeli saking banyaknya tawaran yang begitu menggiurkan.

Yang pertama ShopFest, merupakan event pesta belanja akhir tahun terbesar yang sangat dinantikan, tak hanya di Indonesia, tapi juga beberapa negara tetangga juga merayakan event besar ini. Hehe… sepertinya saya aja yang ketinggalan informasi seperti ini. Karena program promo seperti ini ternyata sudah ada sejak tahun 2012 yang lalu. Nah, tahun ini adalah yang ke 6 pesta belanja akhir tahun ShopFest.

Wajar saja kesempatan ini pasti dinantikan oleh banyak sekali pelanggannya. Ah, baru ingat. Hampir setahun lalu, ada teman yang mborongin beberapa belanjaan, waktu itu saya kenalnya hanya istilah Harbolnas-nya saja. Saking kalapnya, teman saya belanja banyak sekali, mulai dari madu berikut sarangnya, hingga spons filter mesin motor Tiger. Hmm, okey, tahun lalu boleh ketinggalan, tahun ini semoga bisa ikut merasakan belanja murah hanya di ShopBack. Terutama di hari Belanja Online Nasional, atau disingkat dengan Harbolnas. Kapan? Harbolnas jatuh pada hari Rabu, tanggal 12 Desember 2018. Catat ya! Jangan sampai lupa.

Yang kedua adalah ShopBack, merupakan aplikasi belanja online yang bisa kita gunakan dengan mudah. Di aplikasi ini selain banyak dibocorkan kode promo (kode voucher) dari berbagai gerai e-commerce dan restoran, juga ada fasilitas cashback yang beneran bakal ditransfer ke rekening bank kita loh. Kok bisa kita mendapat cashback? Cashback yang diberikan merupakan reward dari ratusan gerai mitra ShopBack karena telah direferensikan untuk berbelanja di portal mereka.

Bagaimana cara kerja ShopBack?

Jika kamu belum pernah punya akun di ShopBack, segera daftar akun ShopBack

daftar akun shopback

Setelah kamu berhasil daftar, kamu tinggal login, kemudian browse barang yang kamu cari di ratusan gerai pilihanmu, klik beli untuk barang yang berhasil kamu cari.

 

Dapatkan cashback di akun ShopBack kamu dalam waktu 72 jam.

Tarik cashback ke akun Bank untuk mendapatkan uang tunai.

So simple! Memang nggak salah ya, yang namanya kemajuan teknologi, kalau sedikit saja kita mau belajar, bakal sangat memudahkan kita. Terutama untuk kebutuhan belanja barang yang kita butuhkan namun waktu kita tak banyak sekadar untuk mencarinya dari toko ke toko. Ya iya lah, sekarang zamannya belanja lebih hemat waktu, tenaga juga biaya. Yang hobi belanja barang mewah harga murah, angkat tangan! Sudah daftar ShopBack?