INOVASI TIADA HENTI MENGENAL KOPI DURIAN INSTANT DI GREBEG LEBARAN PAKUALAMAN YOGYAKARTA

kopi durian wedang redjo-min (1)
kopi durian wedang redjo-min (1)
kopi durian wedang redjo – doc pri

Kopi Durian Instan, Inovasi Pangan Oleh-Oleh Khas Jogja

“Pak, Pak, sebentar! Wong Kopi Robusta itu apa saya juga belum paham, apalagi kopi Arabica! Bedanya apa sih, Pak?” Sejenak diskusi kami pun terjeda.

“Hehehe… “ Semua yang terlibat diskusi di sore menjelang berbuka puasa itu terkekeh mendengar pertanyaan remehku. Spontan, wajah pun saya pasang selugu mungkin karena memang belum tahu apa bedanya kedua jenis kopi yang sedang seru diperbincangkan itu.

Sebenarnya, agar diskusi tidak mengalami gagal paham, maka saya harus interupsi.

“Hmmm, apa ya bedanya? Jadi kopi Robusta itu adalah kopi yang lebih banyak digunakan oleh masyarakat secara umum. Apa ya bedanya?” laki-laki murah senyum itu justru kebingungan sendiri saat menjelaskannya ke kami.

“Oke, gini saja Pak, lebih pahit mana antara Robusta dan Arabica?” tanyaku lagi dengan maksud agar lebih memudahkannya untuk menjawab.

“Bukan masalah pahitnya, Mbak! Jadi kopi Robusta itu, ya hanya bisa dijawab dengan dirasakan langsung hehe. Tetapi kebanyakan orang pasti mengatakan bahwa kopi Arabica lebih enak” jawabnya panjang meski masih menyisakan pertanyaan yang makin beranak pinak. “Sedangkan pahitnya kopi itu dipengaruhi oleh besarnya granul kopi yang ditumbuk, semakin halus garnulnya maka rasa kopi akan semakin pahit,” lanjutnya semakin panjang.

“Baik, Pak. Dari pada makin susah menjelaskannya, saya ambil satu saja, deh, Kopi Durian instannya!” pinta saya ke laki-laki yang sering disapa Pak Dwi.

“Baik, Mbak!” Bapak yang mengaku tinggal di Pakualaman itu menyerahkan satu kemasan berwarna cokelat muda bertuliskan Kopi Durian Instan dengan merk Wedang Redjo.

“Kemasannya bagus banget e, Pak! Kok bisa kepikiran mengemasnya seperti ini?” saya menimang bungkusan apik itu.

“Iya, Mbak. Alhamdulillah saya dan teman-teman UKM beberapa kali ikut pelatihan tentang packaging, jadi tahu bagaimana cara mengemas produk agar menumbuhkan kesan dan pesan ‘Cinta pada pandangan pertama’ kepada calon pembeli.” Ujarnya.

“Oh, ya? Ada ya pelatihan semacam itu? Pasti mahal bayarnya ya, Pak?” Tanya saya antusias.

“Gratis, Mbak! Jadi hampir setiap bulan PLUT-KUMKM DI Yogyakarta mengadakan bermacam pelatihan untuk membantu kami meningkatkan kualitas produk yang kami rintis,” terangnya.

“Serius?” saya masih tak percaya dengan apa yang saya dengar barusan.

“Betul, Mbak! Mulai dari pelatihan packaging, pelatihan marketing online / offline, pelatihan membuat iklan dan lain-lain. Pokoknya lengkap, Mbak!” lanjutnya semakin antusias.

“Masya Allah, beruntung banget ya, Pak? Ternyata UMKM di Jogja mendapat dukungan luar biasa untuk mengembangkan bisnis lokalnya. Semoga produk lokal masyarakat kita bisa go international ya, Pak!”

Kentara sekali Pak Dwi begitu bersemangat menjelaskan semuanya. Kami para pengunjung pameran Grebeg Lebaran di Alun-alun Sewandanan Pakualaman Yogyakarta dibuat kagum oleh bapak berbaju merah di depan kami. Bagaimana tidak? Selain menjelaskan bagaimana kisahnya memulai bisnis, beliau juga menjelaskan formula minuman instan yang berbahan baku lokal namun berkelas internasional, sangat beda dari biasanya.

Rupanya dari situlah kreatifnya muncul. Ada semangat di setiap tuturnya. Seolah tak ada kata habis untuk sebuah inovasi. Saat semua orang meniru apa saja yang bisa diproduksi oleh banyak orang, di situlah otak kreatif dibutuhkan. Bagaimana mengkreasikan bahan-bahan baku yang biasa menjadi sediaan makanan atau minuman yang luar biasa dan mampu untuk dipasarkan ke seluruh dunia tanpa khawatir kerusakan barang atau produk dagangan mengalami pembusukan.

Dwi Sudiantono owner kopi durian-min
Dwi Sudiantono owner kopi durian-doc.pri

Namanya Pak Dwi Sudiantono, beliau adalah formulator minuman instan Kopi Durian bermerk Wedang Redjo.  Tak hanya Kopi Durian, Pak Dwi juga memperoduksi produk minuman hasil inovasi lainnya seperti, Kopi Rempah dan Bir Plethok. Semua formula kopi menggunakan Kopi Robusta dari Lampung.

Menurut beliau, kopi Robusta akan berbeda cita rasanya jika kopi itu ditanam di tempat yang berbeda. Rupanya kualitas tanah dan unsur mineral yang terkandung di dalamnya sangat berperan dalam menentukan kualitas rasa kopi Robusta. Kopi Robusta yang ditanam di Lampung akan berbeda cita rasa dengan kopi Robusta yang ditanam di Jawa.  Begitu seterusnya.

sirup dan kopi durian instan-min
sirup dan kopi durian instan-doc.pri

Menurut bapak yang sangat supel itu, untuk memperoleh formula yang pas di masing-masing produk, beliau harus melewati percobaan yang tak sedikit. Dan menurut beliau, Kopi Robusta Lampung lah yang menghasilkan citarasa paling klop dan enak di lidah.

Untuk Kopi Durian, formulanya terdiri dari daging durian matang segar, bubuk kopi Robusta Lampung dan Gula pasir berkualitas bagus kemudian direbus dengan air hingga larutan berubah menjadi butiran-butiran kristal kering yang lebih awet penyimpanannya.

Durian khusus diambil dari durian Medan berkualitas bagus. Dari setiap kilogram durian akan menghasilkan 10 kg Kristal Kopi durian instan siap kemas. Dimana setiap kemasan berisi 100 gram kopi durian instan.

Jika setiap kemasan harganya Rp 15.000,- berapakah total pendapatan Bapak Dwi untuk setiap kilogram durian? Rp 1.500.000,- bukan? Lalu, jika setiap hari berproduksi minimal 1 kg durian? Maka sebulan akan mendapatkan hasil (bruto) Rp 45.000.000,- Luar biasa! Hayoo, yang mupeng segera wawancara langsung sama beliau di Grebeg lebaran Alun-alun Sewandanan Pakualaman Yogyakarta yang berlangsung selama 2 hari mulai tanggal 24 s/d 25 Mei 2019 pukul 10.00 – 17.00 WIB.

bir plethok syrup
Sirup Bir Plethok – doc. pri

Pak Dwi memulai bisnis kopi durian sejak tahun 2017. Selain di pameran-pameran Pak Dwi juga memasarkan produknya melalui toko-toko modern yang ada di Jogja seperti Ramai Mal dan lain-lain. Ke depan, saat bandara internasional ‘New Yogyakarta International Airport (NYIA)’ beroperasi, Pak Dwi mewacanakan untuk membuka counter penjualannya di salah satu stand di sana. Berharap, semoga minuman instan hasil inovasinya akan terus berkembang dan menguasai pasar dunia melaluinya.

Bagaimana nih, kaum muda? Jangan sampai ketinggalan kreatif dengan para pebisnis senior yuk! Belajar, niat dan mulai bisnis!

Bagi kebanyakan orang, terutama mahasiswa yang berasal dari Indonesia bagian barat, minum kopi hitam dicampur dengan daging durian yang matang memang sudah familiar. Namun tidak bagi kami yang tinggal di pulau Jawa. Yah, kini bahkan inovasi minuman itu mulai tumbuh di sini Yogyakarta.

Dari citarasanya, antara segarnya kopi yang cenderung membuat semangat berpadu dengan wangi dan legitnya durian sangat nge-blend dilidah. Ada gelora yang bercampur dengan gurih legit di empuknya daging durian. Dan ini, lagi-lagi juga hanya bisa dijelaskan dengan mencicipinya langsung hehe.

Sempol Cinta

Sempol Cinta Bu Susi-min
Sempol Cinta Bu Susi-doc.pri

Agak jauh dari stand Kopi Durian, ada stand unik yang tak kalah seru. Kalau kopi durian berada di bagian minuman, maka Sempol Cinta ini berada di deretan belakang bersebelahan dengan stand makanan lainnya.

Dari namanya sudah terlihat centil ya? Sempol Cinta. Menurut Bu Susi, owner sekaligus formulator sempol ayam istimewa yang bisa tahan 2 minggu di dalam freezer ini, dinamakan Sempol Cinta karena memang semua orang butuh cinta. Harapannya, orang-orang akan cinta dan ketagihan dengan gurihnya Sempol Cinta karyanya.

Bu Susi memulai usaha sempolnya sejak 3 tahun yang lalu. Bertahan hingga sekarang karena permintaan pelanggan semakin bertambah. Awalnya memang agak sabar dan membutuhkan ketelatenan saat membangun pasar. Namun hingga sekarang, setiap hari semakin bertambah permintaan. Sejak awal dirintis hingga sekarang, setiap hari Bu Susi mampu membuat dan memasarkan sempol dari 3-6 kilogram daging dada ayam segar.

Untuk setiap 6 kg daging dada ayam, ibu berjilbab yang lebih terkenal dengan panggilan Bu Susi Sempol itu mampu menghasilkan 450 tusuk sempol. Satu paket sempol dibanderol Rp 10.000,- di mana berisi 10 tusuk sempol frozen siap goreng. Atau dengan harga yang sama juga untuk 8 tusuk sempol yang siap santap.

Jika harga daging ayam per kilogram Rp 30.000,- maka modal yang dibutuhkan setiap hari sebesar RP 180.000, – untuk mendapatkan hasil Rp 450.000,- . Angka yang cukup fantastis untuk sekadar sebuah bisnis sempol ayam bernama Sempol Cinta itu.

Bu Susi menjamin bahwa sempol buatannya istimewa, lezat, bergizi dan menyehatkan. Menurutnya, tujuan membuat sempol untuk konsumsi anak-anaknya juga, maka semua bahan dipilih yang berkualitas baik dan sehat. Sedikit memberi bocoran, Bu Susi membuat sempolnya menggunakan campuran daging dada ayam berkualitas, sedikit aci (tepung kanji), rempah untuk memperkaya cita rasa dan juga telur ayam. Formula yang sarat gizi bukan?

Chicken Drum Stick

chicken drumstick
chicken drumstick-doc.pri

Hanya bersebelahan meja dengan sempol cinta. Chicken drumstick frozen begitu menggoda. Tampilannya yang bulat segar berbalut tepung panir berwarna orange sangat mengundang kami (saya dan anak laki-laki saya yang sangat hobi makan chicken drumstick) untuk menghampirinya.

Sebetulnya tak hanya Chicken drumstick saja di meja itu. Ada juga Chicken nugget, keripik kentang, bebek frozen dan banyak lagi makanan lainnya. Tetapi namanya anak-anak, tak lagi mampu melihat apapun makanan lainnya. Matanya dan juga nafsu keinginannya akan makanan kesukaan membuat perutnya berteriak-teriak minta diisi karena seharian berpuasa. Jadilah Chicken Drumstick itu langsung dimintanya di bawa pulang untuk berbuka puasa.

Menurut keterangan ibu cantik berbalut jilbab pink itu, hampir semua ibu-ibu (di belakang meja) yang berjumlah sekitar 6 orang ikut dalam komunitas UKM di lingkungannya. Mengusung produk yang berbeda-beda namun memiliki semangat kerjasama untuk memasarkannya dalam satu meja di acara Grebeg Lebaran Alun-alun Semandanan Pakualaman Yogyakarta.

Tentu saja, namanya juga grebeg lebaran, selain bazar produk makanan dan minuman juga ada bazar produk fashion dan craft yang berkualitas tinggi ikut meramaikan acara yang digelar oleh Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta melalui PLUT_KUMKM DI Yogyakarta itu.

Pelatihan Dan Pendampingan Bisnis Apa Saja yang Diadakan oleh PLUT?

Bagi sebagian besar kalangan pelaku UKM di Yogyakarta, PLUT-KUMKM DI Yogyakarta tak asing lagi kedudukannya. Bahkan pendampingannya dan berbagai bentuk supportnya untuk perkembangan bisnis yang baru dirintis pun sangat intens. Para konsultan Plut di masing-masing bidangnya secara periodik siap membagikan ilmu bisnisnya untuk memajukan dunia bisnis lokal khususnya di Yogyakarta.

Beberapa pelatihan bisnis yang baru-baru ini dilangsungkan oleh Dinas Koperasi dan UKM DI Yogyakarta melalui Plut antara lain:

  1. Pelatihan Tips Membuat Kemasan Produk Yang Menarik untuk UMKM “Buatlah Ia Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama” 

    tips membuat kemasan produk yang menarik bagi umkm
    tips membuat kemasan produk yang menarik bagi umkm
  2. Pelatihan Strategi Jitu Optimalisasi Digital Marketing “Keniscayaan, Menguasai atau Mati”

    strategi jitu optimalisasi digital marketing
    strategi jitu optimalisasi digital marketing
  3. Pelatihan 3 Langkah Mudah Optimasi Google Bisnisku “Adakah produk yang Anda jual di halaman Google saat kita mencarinya lewat Google?” 

    tiga langkah mudah optimasi google bisnisku
    Tiga langkah mudah optimasi google bisnisku – doc. pri
  4. Talkshow Cara Melesatkan Omset 100 Kali Lipat Dalam Waktu Singkat”Cegah bisnis anda hilang ditelan waktu” 

    Cara melesatkan omset 100 kali lipat dalam waktu singkat
    Cara melesatkan omset 100 kali lipat dalam waktu singkat – doc. pri
  5. Pelatihan Strategi Efektif Membangun Brand Produk 

PLUT-KUMKM DI Yogyakarta adalah rumah dan pendamping bersama yang memiliki motto “Melayani Mendampingi Memberi Solusi” bagi para pelaku UMKM di Yogyakarta. Sudah banyak sekali pelaku UKM yang tergabung menjadi anggota komunitas besar Plut Jogja. Dengan agenda rutinnya mengadakan pelatihan bisnis maupun memberikan pendampingan dan mentoring bisnis, PLUT secara cuma-cuma memberikan dukungannya kepada para pelaku UKM yang dinaunginya. Salah satu bentuk supportnya yang lain kepada UMKM dalam memasarkan produknya adalah dengan diadakannya pameran rutin seperti acara GREBEG LEBARAN Alun-alun Sewandanan Pakualaman Yogyakarta pada tanggal 24-25 Mei 2019 pukul 10.00 – 17.00 WIB.

Jadi masih takut dan ragu untuk memulai bisnis hari ini? Coba kunjungi Grebeg Lebaran, temukan bermacam inspirasi bisnismu di sana. Bangunlah komunitas, dan segera daftarkan bisnismu bersama PLUT-KUMKM DI Yoggyakarta yang beralamatkan di Jalan HOS Cokroaminoto 162 Yogyakarta Telp (0274) 552149. Secara online bisa dihubungi melalui media sosial Instagram @plutjogja .

Tak ada sesuatu yang besar dapat tumbuh tanpa melalui sebutir benih yang disemaikan dengan cinta dan niat yang kuat, begitu pun dengan bisnis.

Lihat keseruan Grebeg Lebaran Alun-alun Sewandanan Pakualaman Yogyakarta di:

Salam,

-Eka Wahyuni-

*Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog GREBEG LEBARAN Alun-alun Sewandanan Pakualaman Yogyakarta yang diadakan oleh PLUT-KUMKM DI Yogyakarta*

Sumber tulisan:

  • Wawancara langsung dengan pelaku UKM
  • Web PLUT-KUMKM DI Yogyakarta
  • Media Sosial Instagram: @plutjogja

Karena Hijrah Hanya Butuh Kata “Sekarang” Jangan Tunda #AyoHijrah Bersama Bank Muamalat Indonesia

Ayo Hijrah Bank Muamalat
Ayo Hijrah Bank Muamalat
Ayo Hijrah Bank Muamalat

“Duaarr! Brraaakk!” kardus kosong berwarna cokelat itu melesat, menabrak dinding yang terbuat dari tripleks berwarna cokelat. Badanku gemetar karena marah. Entah marah pada diri sendiri atau marah kepada siapa.

Mama menolak semua argumen saya untuk meminjam uang ke bank. Bukan kah kemarin mama sendiri yang membuka ide ini? Juga menyuruhku untuk hunting informasi mengenai peminjaman uang?

Setidaknya dari seratus juta yang kita ajukan sudah di-acc oleh sebuah bank sebesar 60 juta. Jumlah yang menurutku masih cukup untuk merealisasikan pembangunan ruko yang kita impikan. Kita peroleh mudah hanya dengan membayar angsuran selama 5 tahun.

Mama menggeleng, tetap bersikeras untuk tidak memberikan sertifikat rumah yang kami tempati.

Mama masuk kamar dengan hati yang remuk. Sedangkan aku tak tahu harus berkata apa.

Seperti biasa hanya dengan saling diam beberapa waktu saja, kami sudah lumer lagi. Akrab lagi, tanpa ada yang perlu dibahas atau siapa meminta maaf pada siapa.

***

“Mbak, bagus ndak? Kegedean, ya?” pertanyaannya memberondong. Seolah menuntut untuk kujawab, “Bagus! Enggak kegedan, kok!”

Mama masih saja berputar mematut diri di depanku yang masih bingung mau jawab apa.

Hanya senyuman sinis yang sekuat tenaga kusembunyikan.

Ya iyalah, enggak cuma kegedean, tapi kegedean banget! Batinku berteriak. Sedangkan bibirku masih saja senyum separo. Tahu kan artinya senyum separo?

Gimana enggak, aku tu masih belum bisa menerima mama memakai jilbab yang panjangnya melampaui lipat lutut di bagian belakang.

“Kedodoran, Mama! Enggak risih apa?” Aku berusaha memberi penilaian semanis mungkin, namun entah mengapa yang keluar tetap saja kalimat jahat!

Bukan karena aku tak suka, tapi karena aku yakin semua itu akan berbuntut juga padaku. Memakai baju longgar dan jilbab super lebar? Dan, aku enggak suka!

Ternyata benar, meski tak pernah sekali pun mengungkapkannya, mama selalu menginginkan aku untuk mengikuti gaya pakaiannya.

Hijrah, istilah yang dipakainya. Sedangkan aku, aaarrgghh! Ribeet!

Aku lebih suka penampilan yang rapi, simpel, energik dan tomboy tapi cantik. Gimana mau pakai baju kedodoran seperti itu sedangkan aku naik motor tiger yang mengharuskan pakai celana?

Lagi-lagi mama tidak suka aku mengendarai motor tiger. Selain “saru” naik motor tiger juga menurutnya terlalu memaksakan diri. Seberapa kuat sih tangan perempuan untuk menguasai motor segede itu?

Khawatir, sebenarnya mungkin itulah yang pengin diungkapkannya tapi tak pernah terucap.

Mama tak bergeming, seolah tak mempedulikan apa pun jawabanku. Dia masih saja senyum-senyum puas sambil sesekali memutar badan. Gamis dan jilbab bunga-bunga orange yang sedang di-fitting itu memang baru dibelinya. Melebihi besarnya ukuran jilbab yang sudah besar sebelum-sebelumnya. Mama tak peduli dengan penolakan halusku terhadap semua ajakannya untuk memperbaiki pakaian.

Tentu saja Mama tak serta merta protes dengan jilbabku yang masih kuikat ke belakang leher. Boro-boro jilbab besar menjuntai menutupi dada dan pantat, lengan baju saja masih ¾ atau paling panjang ya 7/8 lah. Apalagi kaos kaki? Kaos kaki itu musuh buatku. Aku paling risih memakai kaos kaki, kayak orang sakit! Ndeso!

Namun, Mama selalu punya cara, ia sengaja membiarkan pikiranku kepo (Knowing Every of Particular Obaject). Ia terus saja fokus dan menikmati proses hijrahnya. Baju longgar, kerudung besar, kaos kaki dan di setiap waktu luang ia akan sibuk dengan gadgetnya.

“Yeay, katanya hijrah, tapi masih aja main gadget!” sindirku.

Ah paling WA-an, youtube atau baca gosip-gosip artis tak bermutu,” lanjutku lagi.

Mama hanya senyum sekilas.

Siapa sangka, kesibukan mama dengan gawai barunya ternyata untuk mendengarkan lantunan ayat suci al quran. Mama mulai menghafalkan juz 30. Dan mama sudah berhasil menghafalkan surat An-Naba?

Ampuni aku, Ya Rabb telah su’udzan pada Mama! Diam-diam aku mengikuti jejaknya, mulai menghafalkan surat-surat di juz 30 meskipun jilbabku masih sebatas bahu dan diikat ke belakang leher.

Perempuan sabar yang menurutku paling cantik sedunia itu tak pernah protes dengan semua prasangkaku. Dia terus saja menikmati setiap detik yang berjalan, tak pernah sedikit pun memaksaku untuk mengikuti kemauannya tanpa aku sendiri menyadarinya.

Tapi kapan?? Ah, Mama!

Tiba-tiba, tanpa disuruh lagi, kini aku lebih nyaman dengan semua pakaian yang mama pamerkan tempo hari. Baju bunga orange longgar, kerudung super besar, kaos kaki, baju lengan panjang menutupi pergelangan tangan.

“Ma, bahkan semua baju yang mama beli terakhir, yang kau pamer-pamerkan agar aku ikut menyukainya, kini aku memakainya tanpa kau minta,” bisikku lirih pada diri sendiri.

“Aku memakainya, Mama. Lihat!” lagi-lagi hanya bayanganku sendiri yang dapat kulihat di cermin lemari yang biasanya aku dan mama berkaca bersama.

Dengan suka rela, dengan kesadaran diri yang penuh, dengan perasaan rindu hijrah yang nyata.

Tapi, kenapa tak ada senyum lagi yang menyungging tanda bangga? Ke mana senyum itu Mama? Apakah aku yang terlambat? Aku terlambat hijrah?

Mamaa! Dengarkan aku! Putrimu kini hijrah, Ma! Tolong lihat lah sejenak! Didikanmu tak pernah sia-sia.

“Mamaaa, harusnya dulu aku lebarkan senyuman dan mengajakmu berdandan yang cantik dengan pakaian baru kita! Pakaian yang menutupi seluruh aurat kita, Ma! Harusnya dulu kujawab bagus banget dengan penuh takzim saat mama mencoba baju baru itu, harusnyaa….” Aku hanya bisa menelungkupkan wajah di lipatan baju-baju hijrahmu, yang lunglai tanpa ragamu menegakkannya.

Kata siapa, tak ada kata terlambat! Bohong!! Bagiku, semua begitu terlambat!

Aku menyadari semuanya setelah mama yang tak pernah mengeluh tiba-tiba tak berdaya.

Helaan nafasnya yang terkahir kalinya, bahkan begitu lekat di pelupuk mata ini.

Mama dipilih Allah untuk dipanggil lebih dulu menghadap-Nya. Tanpa apapun tanda, tanpa apapun isyarat. Tiba-tiba di kala semua bahagia.

Maafkan aku yang durhaka, Ma!

Sampai kapan pun pesanmu tak akan pernah usang buatku. Biarkan kuteruskan!

Biarlah baju dan kerudung baru super kedodoran yang dulu kubenci namun begitu kaucintai, menjadi usang di tubuhku, Mama. Semoga seberapa pun pahala yang dihasilkan dari memakainya akan mengalir seluruhnya untukmu, di sana!

Aku sangat merindumu, Ma!

***

Apa pun bentuknya hijrah, selalu tak mampu sendirian. Harus ada teman, harus ada kawan untuk terus saling mengingatkan. Hijrah itu anugrah. Hijrah itu rahmat yang tak ternilai. Hijrah itu tenang dan damai antara lahiriah juga batiniah.

bank muamalat
Bank Muamalat

Dalam rangka mendukung hijrah dari pola kehidupan yang kurang baik menjadi kehidupan yang lebih baik dan berkah, Bank Muamalat mengajak masyarakat untuk mengikuti gerakan #AyoHijrah.

Bank syariah pertama di Indonesia ini menyelenggarakan Grand Launching Ayo Hijrah pada tanggal 8 Oktober 2018. Siap menjadi partner yang mendukung 100% perubahan dari segala aspek kehidupan. Mulai dari hijrah ibadah, hijrah cara berpakaian, hingga hijrah cara bertransaksi keuangan yang tak bisa lepas dari seluruh rangkaian kehidupan umat Islam di mana pun berada.

Apa Itu #AyoHijrah?

#Ayohijrah
#Ayohijrah
Ayo Hijrah Bank Muamalat
Ayo Hijrah Bank Muamalat

Wah si Fulan sudah hijrah, loh! Masa kamu mau gini-gini saja? terkadang obrolan ringan seperti itu sering kita dengar di sekitar kita. Artis hijrah, pejabat hijrah, seniman hijrah, dokter hijrah, polisi hijrah dan masih banyak lagi lainnya. Lalu, apa sih sebenarnya arti hijrah yang sesungguhnya?

Kita sering mengartikan kata hijrah dengan berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Namun bisa jadi hijrah kita artikan berpindah dari satu hal kurang baik menjadi hal yang lebih baik.

Makna yang kedua inilah yang akhir-akhir ini mulai menggaung di telinga masyarakaat. Hijrah berbondong-bondong. Bukan karena trend atau gaya, tentu saja ada pengaruh teknologi kekinian yang menyebabkan media sosial begitu menguasai segala aspek kebutuhan hidup. Apapun berita yang terjadi di dunia ini bisa dengan mudah di akses oleh seluruh manusia.

Termasuk dengan hijrah yang sekarang mengalami peningkatan value. Hijrah itu keren, demikian yang ditunjukkan oleh banyak orang yang lebih dulu melakukan tindakan positif itu. Rupanya hijrah merupakan satu langkah yang membuat seseorang menjadi lebih baik dari sebelumnya. Menjadi tenang, sabar, tenteram dan banyak perasaan nyaman lainnya. Orang yang hijrah akan memberikan nuansa yang positif di mana pun dirinya berada.

Hal inilah yang menyebabkan hijrah menjadi hal yang mulai dilirik oleh masyarakat terutama anak muda yang sedang mulai mencari jati diri.

Bank Muamalat tak ingin ketinggalan dengan animo positif ini. Melalui berbagai programnya, Bank Muamalat Indonesia juga mensupport gerakan #AyoHijrah untuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang ingin berpindah dari keadaan yang kurang baik menjadi keadaan yang lebih baik.

Apa Itu Bank Muamalat?

bank muamalat
Bank Muamalat

Bank Muamalat Indonesia merupakan Bank pertama yang menggunakan sistem murni syariah. Dalam gerakan #Ayo Hijrah Bank Muamalat Indonesia memiliki dua fungsi utama, yaitu:

  1. Sebagai penyedia layanan perbankan syariah
  2. Menjadi agen penyemangat umat untuk terus meningkatkan diri ke arah ajaran Islam yang baik, sempurna dan menyeluruh (Kaffah) dengan cara melakukan tindakan untuk hijrah dalam hal ibadah dan juga tata kelola keuangan.

Cara Kerja Bank Muamalat Indonesia

Bank Muamalat Indonesia menjaga seluruh transaksi keuangan dengan nasabahnya dari segala macam unsur riba yang memungkinkan terkandung di dalamnya. Bank ini memulai seluruh transaksinya dengan memilih akad-akad yang dibenarkan menurut syariat Islam.

Akad adalah perikatan antara Bank dan Nasabah dengan cara yang disyariatkan dan memiliki dampak hukum yang sah.

Sebagaimana bank pada umumnya, kedudukan bunga pada investasi maupun tabungan menjadi daya tarik tersendiri yang ditawarkan. Bank ini menjaganya semenjak akad di awal.

Saat bank lain mengunggulkan bunga yang tinggi, justru Bank Muamalat ini memberikan pilihan untuk akad tabungan di awal hanya sebatas menitipkan uang saja tanpa adanya bagi hasil di dalamnya, atau pengelolaan uang dengan bagi hasil di dalamnya yang memenuhi kaidah-kaidah sesuai dengan syariat Islam.

Bank Muamalat mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama meningkatkan kualitas hidup ke arah yang lebih baik dalam segala hal. Menggunakan nilai Islam sebagai hubungan kita dengan Sang Pencipta juga sebagai Jalan hidup (Way of Life) untuk mengajak semua menjalani hidup sesuai tuntunan Islam yang baik dan berkah.

#AyoHijrah Bank Muamalat hadir dalam layanan perbankan melalui layanan perbankan syariah untuk hidup yang lebih berkah.

Tujuan Gerakan #AyoHijrah

Tujuannya dicetuskannya gerakan #AyoHijrah adalah untuk meningkatkan kualitas diri baik sebagai individu maupun sebagai oraganisasi. Mengajak masyarakat untuk kaffah (menyeluruh) dalam menjalankan syariat islam khususnya dalam konteks layanan perbankan syariah.

Bank Muamalat memiliki cita-cita untuk menyetarakan pertumbuhan nasabah Bank Syariah agar setara dengan kondisi rakyat Indonesia yang mayoritas muslim.

Bentuk dan Gerakan #AyoHijrah

Bank Muamalat mengajak masyarakat untuk meningkatkan diri dalam berbagai bidang, khususnya berpindah menggunakan layanan Bank Syariah untuk hidup tenang dan berkah.

Berikut ini berbagai kegiatan yang dilakukan dalam gerakan #AyoHijrah antara lain:

  • Seminar / edukasi tentang perbankan syariah
  • Open Booth di pusat kegiatan masyarakat
  • Kajian Islami dengan narasumber dari kalangan ulama
  • Pemberdayaan masjid sebagai salah satu agen perbankan syariah.

Mengapa masyarakat harus hijrah berpindah ke Bank Muamalat?

Alasan mendasar bagi masyarakat harus hijrah ke Bank Muamalat, karena:

  • Bank Muamalat Indonesia adalah Bank pertama murni syariah di Indonesia yang berdiri sejak 1992
  • Bank Muamalat tidak menginduk dari Bank lain, sehingga terjaga kemurniannya.
  • Pengelolaan dana berdasar prinsip-prinsip ekonomi syariah, dikawal dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah
  • Memiliki produk dan layanan lengkap dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas Mobile Banking, Internet Banking Muamalat dan Jaringan ATM, serta kantor cabang hingga ke luar negeri.

Semua produk Bank Muamalat semenjak adanya gerakan #AyoHijrah diganti dengan nama baru dengan tujuan agar lebih mendapatkan berkah dari Allah SWT. Nama-nama produk Bank Muamalat yang baru antara lain:

  • Tabungan iB HIjrah
  • Tabungan iB Hijrah Haji & Umrah
  • Tabungan iB Rencana
  • Tabungan iB Prima
  • Tabungan iB Prima Berhadiah
  • Tabungan Deposito iB HIjrah
  • Tabungan Giro iB HIjrah
  • Pembiayaan Rumah iB Hijrah Angsuran Super Ringan

Bank Muamalat memiliki impian dengan adanya gerakan #AyoHijrah untuk memperbaiki tata kelola keuangan masyarakat Indonesa yang mayoritas muslim, yaitu menjadikan Bank Muamalat sebagai pusat dari Ekosistem Ekonomi Syariah & turut membangun industri halal di Indonesia dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.

Bagaimana masyarakat dapat mengakses dan mempelajari gerakan #AyoHIjrah beserta produk dan program Bank Muamalat? Secara lengkap bank Muamalat aktif melakukan dan membagi bermacam informasi terkait aktifitas keuangan maupun transaksi keuangan masyarakat yang diupayakan selalu mengikuti syariat Islam.

Media sosial Bank Muamalat dapat diakses di alamat berikut:

Facebook: Bank Muamalat Indonesia

Instagram: Bank.Muamalat

Twitter: Bank.Muamalat

Youtube: Bank Muamalat

Web: www.bankmuamalat.co.id

Pengalamanku menjadi Nasabah Bank Muamalat Indonesia:

Buku Rekening Bank Muamalat iB Hijrah
Buku Rekening Bank Muamalat iB Hijrah

“Ibu mau mengambil akad yang mana? Yang pertama akad Wadiah Yad Dhamanah, kedua adalah akad Mudharabah Muthlaqah,” tutur petugas berbaju batik itu sopan.

Entah berapa tahun yang lalu saya pernah membuka rekening di bank ini tapi sekarang sudah hangus karena lama tidak digunakan.

“Ehm, bedanya apa ya, Mas?” tanya saya bingung.

“Kalau akad yang pertama Pemilik Dana menitipkan uangnya di Penyimpan Dana, namun tidak ada porsi bagi hasil di dalamnya. Akad yang kedua Pemilik Dana (Nasabah) menanamkan dananya kepada Pengelola Dana untuk kegiatan usaha yang sesuai syariah, dan ada porsi bagi hasil di dalamnya,” paparnya.

“Itu rekening tabungan?”

“Iya, betul!”

“Ehm, untuk fasilitas atm atau besaran transaksi per hari adakah perbedaan di antara kedua akad tersebut?”

“Tidak, Bu. Untuk fasilitas ATM beserta limit transaksi per hari sampai biaya administrasi ikut ke jenis ATM yang ibu pilih, Oiya sebagai tambahan informasi , Bu, untuk akad yang Ibu pilih tadi (Wadiah Yad Dhamanah) tidak dikenakan biaya administrasi bulanan,”jelasnya lagi.

ATM Bank Mualamat SharE IHRAM
ATM Bank Mualamat SharE IHRAM

“Oke, saya ambil akad menitipkan saja, Mas!” jawab saya yakin.

“Baik, Bu! Saya izin menyiapkan semua berkasnya dulu ya!” pamitnya.

“Silakan, Mas!” ucap saya sambil menimang-nimang contoh ATM yang diberikan oleh Mas petugas itu.

Semenjak saya tahu mengenai keburukan riba, saya jadi takut untuk melakukan transaksi keuangan.  Sedikit saja ada unsur riba akan menyebabkan ketidaktenangan hingga kehancuran hidup kita. Insyaallah, dengan menjadi nasabah Bank Muamalat Indonesia saya semakin yakin dengan keamanan transaksi keuangan saya, baik keamanan yang bersifat dunia maupun keamanan yang bersifat akhirat.

***

Ada 4 macam ATM yang ditawarkan oleh Bank Muamalat dengan masing-masing fasilitas di dalamnya:

ATM Bank Muamalat
ATM Bank Muamalat

Kartu SharE Debit – Limit Transaksi Harian:

Keterangan SharE Debit Reguler & Classic SharE Debit Gold & IHRAM
Tarik Tunai Rp 5.000.000,- Rp 10.000.000,-
Transfer Sesama Bank Muamalat Rp 25.000.000,- Rp 50.000.000,-
Transfer ke Bank Lain Rp 10.000.000,- Rp 25.000.000,-
Belanja di toko/merchant/EDC Rp 25.000.000,- Rp 50.000.000,-
Pembelian Sesuai Saldo
Pembayaran Sesuai Saldo

Catatan:

  1. ATM SharE Debit Reguler hanya dapat digunakan untuk bertransaksi di level nasional dalam negeri
  2. ATM SharE Debit Classic dapat digunakan untuk bertransaksi di level nasional Indonesia dan sebagian luar negeri (Malaysia)
  3. ATM SharE Debit Gold dan IHRAM dapat digunakan untuk bertransaksi di mancanegara

Saya mengenal bank Muamalat semenjak tahun 2008. Waktu itu saya membuka rekening ini di Jogja untuk keperluan transfer gaji kerja saya. Semenjak saya berpindah tempat kerja hingga sekarang, rupanya dilacak lagi sudah tidak available. Sudah hangus, kata masnya.

Dulu, sebelum saya tahu apa itu hukum bertransaksi riba, bagi hasil atau bunga tabungan tak pernah saya hiraukan dan saya tak ambil pusing. Baru sekarang lah saya sangat hati-hati terhadap apapun transaksi keuangan saya.

Tentang Riba dan Cara Bank Muamalat Menyelamatkan Nasabah dari Keburukannya.

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang beriman. Jika kamu tidak melaksanakannya, maka umumkanlah perang dari Allah dan Rasul-Nya. Tetapi jika kamu bertaubat, maka kamu berhak atas pokok hartamu. Kamu tidak berbuat zalim (merugikan) dan tidak dizalimi (dirugikan).

(Q.S: Al Baqarah: 278-279)

Bertumpu ada ayat mengenai riba itulah Bank Muamalat berupaya sedemikian rupa untuk menyelamatkan pengelolaan uang masyarakatdari keburukan riba. Bank Muamalat ingin mengajak masyarakat Indonesia secara umum untuk dapat berhijrah memilih jalan yang lebih baik dari sebelumnya, agar tercapai kualitas hidup yang lebih baik dan berkah di mata Allah SWT.

Jadi sudahkah kamu buka rekening di Bank Muamalat? Selamatkan transaksimu sekarang juga! Kunjungi Bank Muamalat terdekat, insyaallah penuh berkah!

Wassalamu’alaikum wr.wb

Hormat saya,

Eka Wahyuni

Sumber informasi:

  1. Wawancara langsung dengan Customer Service Bank Muamalat Indonesia
  2. Website Bank Muamalat Indonesia

*Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog #AyoHijrah Berani Lebih Baik yang diadakan oleh Bank Muamalat Indonesia

Inspirasi Bisnis Dari Telur Gulung Di Gelar Produk UKM Kampus 4 UAD Yogyakarta

Inspirasi Bisnis Dari Sekotak Telur Gulung Di Gelar Produk UKM

Mas Yusuf Penjual Telur Gulung di Gelar Produk Makanan Minuman Craft dan Fashion Istimewa Yogyakarta
Mas Yusuf Penjual Telur Gulung di Gelar Produk Makanan Minuman Craft dan Fashion Istimewa Yogyakarta

“Sehari bisa habis berapa kilo telur,Mas?” tanyaku pada laki-laki yang akrab dipanggil Mas Yusuf ini.

“Ya, enggak pasti, Mbak. Rata-rata ya 4 kilo, lah!” jawabnya sambil tersipu.

Sik-sik, bentar, Mas! 4 kilo itu berarti sekitar 60-65 butir telur sehari?” mataku hampir melotot, kagum dan tak mengira bisa segitu banyaknya.

“Iya, sekitar segitu, Mbak!” tuturnya sambil memberikan seulas senyum.

“Masnya kok bisa tahu ada pameran ini?” tanyaku lagi.

“Iya, Mbak, kebetulan saya ikut komunitas bisnis Yogyakarta, jadi pas ada informasi ini saya langsung tahu. Saya juga sudah sering mengikuti pameran semacam ini,” jawabnya yakin.

“Cara daftarnya gimana sih Mas?”

“Kita langsung mendaftar di PLUT-KUMKM DI Yogyakarta Mbak, sekitar sebulan sebelum acara berlangsung,” paparnya.

“Oh, berarti informasinya update terus ya, Mas?”

“Betul, Mbak. Banyak sekali kegiatannya, Alhamdulillah jadi banyak saudara dan bisnis juga semakin lancar.” Dia memungkasi obrolan kami.

Tangannya masih saja sibuk memutar-mutar lidi panjang menggulung adonan telur yang sedang mengapung di permukaan minyak panas di wajan.

Aku menyerahkan satu paket telur gulung yang terbungkus mika ke Aishya. Dia balitaku yang kuajak berkeliling di “Gelar Produk UKM Makanan, Minuman, Craft dan Fashion Istimewa” pada hari Selasa, 30 April 2019 sekira pukul 14.00 WIB di Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan Ringroad Selatan Yogyakarta. Jajanan yang paling disukainya itu langsung dilahapnya, tanpa saos maupun kecap. Dia lebih suka yang original.

Mas Yusuf termasuk generasi muda pandai membaca situasi dan peluang. Dia sudah melakoni bisnis yang sering digolongkan sepele ini sejak 4 tahun yang lalu. Iya tak pernah malu menjalaninya. Menurutnya, generasi muda yang masih mengutamakan malu untuk melakukan bisnis kecil semacam ini akan ketinggal jauh dengan para pemuda yang lebih cerdas mengambil kesempatan seperti ini.

Selain di pameran-pameran, pemuda yang baru menikah 3 bulan ini mengaku setiap hari berjualan di sekolah-sekolah SD, sedangkan hari Minggu di mana sekolah-sekolah libur, ia akan bergeser mencari tempat yang juga ramai dikunjungi oleh banyak orang. Dia memilih berjualan di lokasi depan JEC (Jogja Expo Center) setiap hari Minggu.

Memang, bisnis ini terlihat sepele namun ternyata sangat digemari oleh masyarakat terutama anak-anak hingga mahasiswa. Dengan harga cukup 5 ribu saja kita sudah bisa mendapatkan sepaket telur gulung berbungkus mika yang berisi 4 pcs telur gulung.

“O, iya Mas, Tanya lagi ya, untuk setiap butirnya bisa disulap menjadi berapa tusuk telur gulung?” pertanyaan saya menyelidik.

“Biasanya untuk 1 butir telur bisa jadi 4 tusuk telur gulung, satu porsi Mbak!” jawabnya menjelaskan.

Hmm, jadi kalau sehari saja mampu menghabiskan 4 kg telur alias 60-65 butir telur, maka pendapatan kotornya bisa mencapai 300.000 hingga 325.000 rupiah. Tuh kan! kalau dilihat dari tusukan telur gulungnya memang kecil tapi begitu menghitung akumulasi pendapatan sehari bisa mencapai 300ribu, ada yang masih berpikir bahwa bisnis ini sepele?

Bisa dimudahkan lagi simulasi penghitungannya. Karena biasanya pendapatan atau income dihitungnyanya per bulan, maka jika sehari 300ribu – 325ribu, untuk sebulan bisa 9 juta – 9.75 juta, loh! Masih menganggapnya remeh?

Pisang Tuman Rasanya Bikin Tuman

Pisang Tuman Selingkuh Aneka Rasa
Pisang Tuman (Sayang, Selingkuh, Baper, Hoax) Aneka Rasa

Selain telur gulung ada banyak sekali pelaku UKM lainnya. Tepat di sebelah kanan telur gulung terdapat stand Pisang Tuman. Tuman diambil dari Bahasa Jawa yang artinya ketagihan. Dari lirikan pertama pandanganku langsung tertuju pada nama masing-masing menu pisang nugget itu. Ada pisang Tuman Sayang, Pisang Tuman Baper, Pisang Tuman Selingkuh, dan Juga Pisang Tuman Hoax.

Pisang Tuman
Pisang Tuman

Menurut Tia, pelaku usaha pisang nugget ini yang sudah menjalani bisnisnya sejak 5 baulan yang lalu, memilih nama-nama tersebut agar mendapat perhatian khusus bagi para calon pelanggannya. Iya sih, sama-sama pisang nugget, rasanya juga sama dengan aneka toping mulai dari cokelat, greentea, oreo, chocochips dan lain-lain, tapi dengan nama yang unik terkadang bisa membuat orang jatuh hati dan lebih memilihnya hanya karena sedang baper, atau sayang atau selingkuh? Jadi, silakan memilih sesuai dengan suasa hati yang kamu rasakan ya! Ada-ada saja ya kreasi anak zaman now!

Di depannya stand telur gulung ada sate cumi yang lagi ngehits. Sate ini dibakar langsung saat kita memesannya. Pembakarannya pun unik, menggunakan api bawah (kompor) dan api atas yang langsung dipantik dari tabung gas kecil. Unik sekali cara masaknya. Makanan ini mungkin ada sekitar 3 atau 4 yang stand dengan menu serupa.

Cao Kelor Pegagan

Mencicipi Cao Kelor Pegagan Bu Fat Yogyakarta
Mencicipi Cao Kelor Pegagan Bu Fat Yogyakarta

Beberapa langkah dari stand Sate Cumi ada produk minuman yang juga cukup unik dan tradisional. Cao kelor Pegagan. Namanya Mbak Shita, penjual minuman sehat ini mengaku sudah sekitar 2 tahunan menjalani bisnis itu. Bisnis yang dijalankan melalui kolaborasi dengan Bu Fat sebagai formulator ini melayani pesanan-pesanan dari ibu-ibu arisan. Juga rutin memasarkannya lewat WA maupun media sosial seperti Instagram.

Cao Daun Kelor dan Daun Pegagan
Cao Daun Kelor dan Daun Pegagan

Selain rasanya yang segar, minuman ini ternyata memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Diantara manfaat daun kelor antara lain,  memiliki kandungan 7 kali vitamin C pada jeruk, 4 kali kandungan calcium pada susu, 4 kali kandungan vitamin A pada wortel, 2 kali kandungan protein dalam susu, serta 3 kali kandungan potasium dalam pisang.

Sedangkan manfaat daun pegagan antara lain: meningkatkan daya ingat dan kecerdasan, mempercepat penyembuhan luka, anti thrombosis, antiseptik dan juga melancarkan peredaran darah.

Ternyata jika kita telusuri lebih dalam, banyak sekali tumbuhan yang bisa kita manfaatkan sebagai bahan makanan atau minuman yang di dalamnya banyak sekali kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh kita.

Es Jeruk Baby Segar Alami

Jeruk Baby Kaya Serat Anti Sembelit dan Meningkatkan Daya Tahan tubuh
Jeruk Baby Kaya Serat Anti Sembelit dan Meningkatkan Daya Tahan tubuh

Tak jauh dari es Cao Kelor Pegagan, tampak stand minuman lain yang tak kalah segarnya. Es Jeruk Baby Orange Segar Alami. Dari tumpukan butiran jeruk baby terbelah yang segar bisa dibayangkan betapa segar perasan jeruk itu dipadu dengan es batu. Meski cuaca mendung, rupanya es tetap menjadi pilihan untuk menghalau rasa haus yang diakibatkan oleh gerahnya cuaca.

Es Jeruk Baby Orange Segar Alami
Es Jeruk Baby Orange Segar Alami

Pak Indra namanya, mengaku lebih memilih menu minuman ini untuk dijual karena cara menyajikannya simpel dan banyak dicari pembeli. Minuman 100% air jeruk ini sehat karena tidak ditambahkan gula sedikitpun. Bapak ini mengaku sudah mengikuti kegiatan pameran semacam ini sejak 5 tahun yang lalu. Bahkan tak hanya dalam kota Jogja saja, beberapa kali mengikuti pameran serupa di Purwokerto, Wonosobo, Salatiga dan Kebumen.

Tentang jeruk baby ini sebenarnya memang tak asing lagi. Selain rasanya yang segar, manfaatnya untuk kesehatan juga sudah lama saya buktikan. Kandungan vitamin C-nya memang tinggi. Jadi untuk meningkatkan daya tahan tubuh kerap kali saya perlukan saat anggota keluarga sedang menderita flu atau batuk. Abiyyu, anak kedua saya, setiap muncul gejala awal flu langsung saya boom dengan perasan jeruk baby minimal sehari 2 kali. Alhamdulillah gejala flu tak jadi memberat dan seringnya malah langsung hilang dan tidak jadi jatuh sakit.

Selain meningkatkan daya tahan tubuh jeruk baby ini juga banyak mengandung serat yang dibutuhkan untuk melancarkan BAB. Terkait pengalaman ini saya pun telah membuktikannya semenjak Aishya, anak bungsu saya berusia 8 bulan. Semenjak konsumsi makanan pendamping ASI pola defekasi Aishya menjadi keras dan sulit keluar. Saat itu saya disarankan oleh ahli gizi untuk memberikan jeruk baby itu sehari 2 kali. Alhamdulillah semenjak itu BAB-nya lancar dan hingga kini masih dipertahankan untuk mengkonsumsi perasan air jeruk baby ini sehari 2 kali.

Ada banyak lagi makanan dan minuman lain di bazzar produk itu. Mides Pundong, sosis bakar, takoyaki, nasi kuning dan aneka jajan lain yang bergizi dengan harga yang terjangkau.

Selain produk makanan dan minuman, bazzar ini juga menyajikan stand craft dan fashion lokal dari Yogayakarta. Diantara produk craft itu ada batik, tas, juga aneka pernak-pernik hiasan maupun souvenir produk lokal Yogyakarta.

Tentang UMKM dan PLUT-KUMKM Selaku Rumah Bersama dan Pendamping Bersama

Ramainya pengunjung Gelar Produk Makanan Minuman Craft dan Fashion Istimewa Yogyakarta
Ramainya pengunjung Gelar Produk Makanan Minuman Craft dan Fashion Istimewa Yogyakarta

Sebagai masyarakat, setiap hari pasti kita berinteraksi dengan pelaku bisnis UMKM, baik untuk membeli produknya atau hanya sekadar melihat sibuknya transaksi mereka di setiap ruas jalan. Dari pengamatan saya, di era modern seperti sekarang ini dunia UMKM memang mulai menggeliat. Dari yang awalnya remeh menjadi sangat bergengsi. Zaman sekarang mahasiswa lebih banyak yang sudah aktif dalam menjalani bisnis. Setidaknya setelah lulus nanti tinggal melanjutkan bisnisnya dengan lebih bisa mengaplikasikan ilmu-ilmu yang didapat di bangku kuliah untuk semakin menumbuhkembangkan bisnisnya yang sudah dirintis sejak awal.

Interaksi antusias antara peserta dengan pengunjung pameran gelar produk UKM makanan minuman craft dan fashion istimewa yogyakarta
Interaksi antusias antara peserta dengan pengunjung pameran gelar produk UKM makanan minuman craft dan fashion istimewa yogyakarta

Kemajuan UMKM terutama di Yogyakarta tentu saja tak jauh dari peran serta pemerintah yang aktif mendukung kegiatan UMKM di seluruh pelosok Yogyakarta. Para pelaku UMKM didampingi langsung oleh Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta melalui PLUT-KUMKM DI Yogyakarta. Salah satu bentuk support juga dukungan dari PLUT Jogja kepada UMKM adalah kegiatan Gelar Produk UKM di Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan ini yang berlangsung 2 hari mulai tanggal 30 April hingga 1 Mei 2019 pukul 09.00 s/d 16.oo WIB. Jadi masih ada waktu hingga nanti sore. Yuk, ramaikan acaranya. Selain menemukan inspirasi bisnis, kita juga mengajari anak untuk langsung belajar bertransaksi jual beli di sana.

Belajar bertransaksi di Bazzar Makanan Gelar Produk Makanan Minuman Craft dan Fashion Istimewa Yogyakarta
Belajar bertransaksi di Bazzar Makanan Gelar Produk Makanan Minuman Craft dan Fashion Istimewa Yogyakarta

Sejalan dengan motto “Melayani Mendampingi Memberi Solusi” PLUT-KUMKM DI Yogyakarta memberikan layanan kepada pelaku bisnis di Yogyakarta secara gratis. Diantara layanan tersebut adalah:

  1. Konsultasi Bisnis KUMKM
  2. Pendampingan / Mentoring BIsnis
  3. Fasilitas Akses Pembiayaan
  4. Pemasaran dan Promosi
  5. Pelatihan Bisnis
  6. Networking
  7. Layanan Pustaka Entrepreuner

PLUT-KUMKM DI Yogyakarta sebagai Rumah Bersama dan Pendamping UMKM siap wujudkan UMKM naik kelas. Dengan pendampingan, support serta berbagai pelatihan bisnis mulai dari pemasaran, pengembangan desain, juga packaging bagi para pelaku UMKM, saya yakin hal ini akan semakin menjamin dan memperkuat perekonomian Indonesia ke depan.

Kamu punya bisnis apa? Segera daftarkan ke PLUT-KUMKM DI Yogyakarta yang beralamatkan di Jalan HOS Cokroaminoto 162 Yogyakarta Telp (0274)552149. Mari maju bersama, semaikan bisnis kita mulai dari kecil hingga nanti bisa menjadi bisnis raksasa  untuk anak cucu kita.

Berkeliling di Bazar Gelar Produk Pelaku Makanan Minuman Craft dan Fashion Istimewa Yogyakarta
Berkeliling di Bazar Gelar Produk Pelaku Makanan Minuman Craft dan Fashion Istimewa Yogyakarta

Salam,

-Eka Wahyuni-

*Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba blog Gelar Produk UKM Pelaku Makanan, Minuman, Craft dan Fashion Istimewa yang diadakan oleh PLUT-KUMKM DI Yogyakarta*

Sumber tulisan:

  • Wawancara langsung dengan pelaku usaha
  • Web PLUT-KUMKM DI Yogyakarta

Berbagilah! Allah Akan Mencukupkan Semua Kebutuhanmu Sebesar Apapun Itu

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari, secara sembunyi dan terang-terangan maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”

(QS. Al Baqarah: 274)

“Maaf, Mbak. Uang saya kurang dua puluh ribu,” perasaan tidak enak jelas sekali terdengar, meski si ibu sudah berusaha berbisik ke mbak-mbak kasir berkerudung biru.

Perempuan yang bertugas sebagai kasir hanya tersenyum masam tanpa berkomentar.

Sebelumnya, ibu berjilbab coklat muda itu mendorong keranjang belanjanya yang sudah terisi bermacam bahan pokok ke arah kasir. Di sebelahnya, anak laki-laki berusia sekitar 6 tahun menarik-narik baju si ibu, raut wajahnya memohon, juga tangan kanan mungilnya menunjuk ke sebuah kotak merah berisi bermacam rasa es krim lezat. Kotak itu berada di sisi kiri agak jauh dari meja kasir. Si ibu dengan lembut mengangguk dan tersenyum. Sontak, si anak berjingkrak berlarian menuju lemari es krim yang dimaksud. Dengan tangan kanannya ia ambil sekotak es krim rasa coklat.

Sesaat kemudian petugas kasir dengan cekatan menghitung total harga belanjaan yang didekatkan ke meja kasir. Satu persatu  barang belanjaan diangsurkan perempuan yang kini mulai gelisah melihat monitor angka yang menunjukkan total biayanya.

“Dua ratus tiga puluh empat ribu delapan ratus rupiah,” batin si ibu mengeja. Semenjak awal sepertinya sudah diperhitungkan total belanjanya, hingga ia lupa saat anak laki-lakinya meminta es krim yang tidak ia duga.

Ia keluarkan semua isi dompet, beberapa lembar uang ribuan di saku gamis, juga uang koin lima ratusan dan ratusan yang ia temukan di kantong kecil depan tas yang di cangklongnya.

Beberapa kali dihitung ulang uang-uang itu. Tetap sama. Si ibu semakin gelisah, tangan kirinya mengelus kepala anak laki-laki yang kini sibuk menjilat es krim yang mulai meleleh.

 “Gimana kalau belanjaan ini saya kurangi senilai uang yang ada saja, Mbak?” pinta ibu itu.

Petugas kasir menghela napasnya. Mungkin lelah, atau malas melakukan hal yang sama harus berulang.

“Jadi yang mau dikurangi yang mana?” tanyanya datar kepada perempuan yang kini mulai terlihat kikuk.

Tak diketahui siapa pun. Seorang pemuda yang berdiri tepat di belakang si ibu sudah memperhatikan semua yang terjadi.

“Mbak, biar yang dua puluh ribu dimasukkan ke tagihan saya saja nanti, ya!” pengin rasanya pemuda berbaju hitam bilang seperti itu ke kasirnya. Pasti si ibu sangat lega. Atau malah tidak enak? Namun ternyata tidak! Pemuda itu urung melakukannya!

Diam-diam pemuda itu mengambil selembar uang Rp. 20.000,- an dari dalam sakunya. Diremas-remasnya lembar uang berwarna hijau itu, kemudian ia jatuhkan ke lantai, tepat di sebelah kaki si ibu.

“Maaf, Bu! Barusan saya lihat ada yang jatuh dari saku ibu,” pemuda itu dengan sopan berbisik dan mengarahkan telunjuk tangan kanannya ke arah bawah, ke tempat uang yang tadi dilemparnya berada.

“Oh, ya Allah, Alhamdulillah!” seolah ia ingin berteriak lega namun ditahannya. Segera ibu itu memungutnya dengan tangan gemetar.

“Ini ya, Mbak! Terima kasih, Mas!” Nampak sekali kelegaan di raut mukanya, ia pandangi anak laki-laki yang masih juga sibuk makan es krim di sebelahnya. Sengaja ia biarkan anaknya memakan es krim dulu setelah barkodenya berhasil di-scan di mesin kasir.

***

Bisa saja pemuda itu melakukan kebaikan yang pertama. Namun mengapa pemuda itu mengambil pilihan kedua untuk membantu si ibu membayar kekurangannya? Ternyata pemuda itu lebih yakin hatinya bahwa Allah Maha Melihat. Dengan pilihan itu pun perasaan si ibu masih tetap terjaga, tidak perlu sungkan merasa berhutang budi. Biarlah Allah saja yang tahu.

***

Semua jamaah serempak menghembuskan napas, seolah tarikan napas yang tadi diambilnya lupa untuk dikeluarkan. Kisah nyata yang diceritakan oleh ustadz di depan terdengar mengharu biru. Termasuk saya yang tak henti merinding mendengar bagian akhir yang dikisahkan laki-laki berbaju koko di depan sana. Ah, Alhamdulillah, banyak hikmah dan manfaat meski kita hanya duduk mendengarkan di majelis mengaji itu.

Ingat beberapa malam lalu saat saya bersama suami dan dua anak kami sedang mencari makan di seputar Mandala Krida.

Tiba-tiba motor yang kami naiki menepi dan berhenti. Suami mematikan mesin motor dan diam tanpa bicara apa pun. Hanya kepalanya yang beberapa kali menoleh ke belakang. Aku pun mengikuti gerakan itu.

Tak selang berapa lama sebuah gerobak rongsok ditarik oleh seorang ibu tua. Terlihat kepayahan dan lelah. Di atas gerobak seorang bocah perempuan yang juga tampak lebih lelah dan mengantuk duduk di antara rongsok yang mereka bawa. Gerobak itu berjalan perlahan melewati kami.

Waktu itu sekitar pukul 8.30 malam. Tiba-tiba suami merogoh saku belakangnya, dari dalam dompet ia ambil dua lembar uang berwarna merah. Lalu disodorkannya kepada saya.

“Cepat, kasihkan ke adek itu!” perintahnya.

Tumben, biasanya dia tak sedikitpun mau merepotkanku yang sedang menggendong anak bungsu kami yang tertidur. Tapi karena posisinya juga lebih sulit untuk berdiri karena menahan anak kami yang lebih besar sedang tertidur di depannya, maka ia meminta tolong agar saya yang mengejarnya.

Refleks, entah karena takut kehilangan jejak atau rasa iba yang tiba-tiba muncul yang memberiku kekuatan untuk segera turun dari motor dan berlari mengejarnya.

“Ini, Dek! Buat sarapan besok” Kuangsurkan dua lembar uang itu sambil tersenyum setelah meminta sang ibu untuk berhenti sejenak.

Anak kecil itu terdiam, ragu, kedua matanya melihat ke arah tanganku yang masih mengambang di udara. Pandangan dialihkan ke ibunya yang masih juga membisu di depan gerobak. Bingung! Raut muka yang sejenak kutebak.

“Ini…!” kuangsurkan uang itu lagi. Sekali lagi bocah perempuan itu memandang ibunya meminta pendapat. Baru tangan mungilnya mengambil dengan sangat perlahan uang yang kusodorkan setelah ibunya yang tampak letih mengangguk tersenyum. Ada binar yang tiba-tiba muncul. Ada bahagia yang meluap namun tertahan.

“Terima kasih!” suara itu hampir tak bisa kudengar. Tapi begitu merdu. Begitu menyejukkan. Aku terpaku. Baru setelah klakson berbunyi aku lari menuju motor yang masih berhenti di belakangku.

Kami memutar arah untuk kembali. Namun kami putuskan untuk mampir ke warung bakso di perempatan jalan. Bakso yang kami pesan hampir tak dapat kurasakan. Ada bahagia lembut yang menelusup entah ke dalam sana. Bukan bahagia yang menghentak.

Kami masih sama-sama diam. Hanya tangan kami yang erat saling menggenggam. Seolah kami sepakat. Tak perlu saling tanya nama, apalagi alamat. Biarlah kami segera lupa. Kami hanya ingin menabung “rasa”nya berbagi.

Rasa yang tidak bisa kami ungkapkan, namun bisa kami rasakan. Saat betapa orang yang kita beri hampir tak tahu caranya meluapkan bahagia. Biarlah itu menjadi kenangan manisnya yang menggunung, yang semoga hanya Allah saja yang tahu.

Bahkan, meski entah berapa lembar dan warna apa uang yang tersisa di dompet suami, sungguh bukan hal yang mengkhawatirkan lagi bagi kami.

Semenjak kami “berbagi” untuk Allah, tak lagi ada rumus matematika manusia yang kami berlakukan, kami memilih menggantinya dengan rumus matematika Allah SWT. Saat rumus manusia mengatakan 10 dikurangi 2 sama dengan delapan, maka rumus matematika Allah bisa saja 10 dikurangi 2 sama dengan 28 atau bahkan 208? Masya Allah, Allah Maha Kaya!

Dengan berbagi setidaknya kami memperoleh ketenangan yang belum pernah kami temui sebelumnya. Hanya perlu yakin dan percaya bahwa Allah itu yang Paling Maha Melihat, Allah Maha Kaya, Allah Maha Penyantun.

Dulu, kami hanya akan merogoh kocek yang sangat dangkal, mencari selembar uang yang sudah sangat lusuh dan tak cukup untuk membeli sebungkus nasi angkringan pun. Untuk kami bagi dengan orang yang meminta-minta. Terkadang jika tak menemukan selembar pun uang lusuh atau beberapa koin, kami urungkan ‘berbagi”.

Kami ketakutan jika akan berbagi. Nanti gimana untuk makan siang? Jangan-jangan nanti nggak bisa bayar ini atau bayar itu? Nyatanya memang banyak sekali sesuatu yang tak bisa kami bayar meski kami sudah super ‘irit” untuk berbagi, padahal secara nominal gaji yang kita terima setiap bulan cukup besar.

Kami lupa bahwa berbagi itu untuk Allah SWT, tapi melalui tangan dan air mata kaum fakir dan dhuafa. Hanya dengan berbagilah harta kita utuh sampai sana (akhirat).

Kini, setelah berusaha tak lagi hitung-hitungan sama Allah, saat kami berpikir tak ada lagi jalan keluar dari semua masalah berat, Allah SWT yang memberi petunjuk. Saat kami berpikir dari mana rejeki untuk membayar sekolah anak-anak? Allah lah yang tiba-tiba menggelontorkan sejumlah rejeki, tepat dengan jumlah yang kita butuhkan saat itu dari arah yang tak kita duga sangka. Saat kami berpikir semua hal mustahil, ada asa yang selalu Allah janjikan melalui ayat-ayat-Nya.

Kami tak lagi memilih lembaran uang paling lusuh, justru kami memilih yang paling besar dan paling baru di dompet kami saat itu untuk berbagi. Ke ibu-ibu tua, kakek-kakek renta yang berjualan koran, atau anak kecil yang menjajakan keripik di setiap masjid selepas shalat Jumat. Juga untuk pembangunan dan perawatan masjid melalui kotak infak di setiap lima waktu shalat.

Kami tak takut lagi untuk berbagi, karena kami yakin harta itu bisa kami bawa mati. Harta itu akan kembali kita miliki di sana, menjadi saksi amal kebaikan kita. Harta yang kita bagi itulah yang sejatinya utuh menjadi milik kita atas izin Allah SWT.

Apakah kami mejadi kaya? Iya, kami menjadi kaya, kaya hati! Alhamdulillah, kami lebih bisa merasakan ketenangan dan kebahagiaan hidup. Kami lebih diberi kesehatan oleh Allah SWT. Anak-anak dijaga Allah saat bermain maupun saat berada jauh dari pantauan kami orangtuanya. Dan hubungan keluarga menjadi lebih harmonis, saling menyayangi, menghargai dan menghormati.

Kami menjadi serba berkecukupan tanpa kami merasa khawatir menjaga harta di dunia karena takut dicuri. Nyatanya, setiap apapun kebutuhan kami, selalu Allah penuhi pada waktunya. Insyaallah!

Apa pun yang kita niatkan hanya untuk mendapat ridla-Nya, Allah lah yang akan menyulap semuanya baik-baik saja. Biarlah hina di depan manusia karena kita tak punya harta, yang terpenting di depan Allah kita punya angka. Sungguh saat kita jalani semua hal di kehidupan dengan lapang dada dan ikhlas, Allah yang akan membayarnya dengan ketenangan dan kenyamanan yang tak disangka-sangka.

Berbagi, merupakan hal yang paling Allah cintai. Berbagi terhadap sesama yang membutuhkan. Dan yakinlah, Allah tak pernah ingkar janji. Kita percayakan saja semua pada rumus matematika Allah. Rumus yang bahkan tak pernah mengenal masuk akal atau tidak. Nyatanya memang Allah-lah Maha Kaya, Allah-lah Maha Penyantun. Kita berbagi menyantuni sesama manusia yang membutuhkan maka kita akan disantuni oleh Allah, dan hanya Allah lah yang Maha Mengetahui jumlah yang pantas bagi kita.

”Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa saja yang Dia kehendaki dan Allah Maha Luas Maha Mengetahui.” (QS: Al Baqarah: 261)

Kriteria infak atau sedekah yang seperti apa yang diterima Allah SWT?

Berikut ciri atau syarat-syarat infak yang diterima Allah SWT, (berdasarkan QS. Al Baqarah : 262 – 274):

  1. Infak yang tidak disebut-sebut atau yang tidak diikuti tindakan menyakiti orang yang diberi infak
  2. Infak yang diberikan hanya dengan niat untuk mendapat ridla Allah SWT
  3. Infak dari harta atau hasil usaha yang baik bukan yang buruk
  4. Boleh dilakukan dengan terang-terangan atau sembunyi-sembunyi, siang atau malam hari
  5. Jika ada sedikit kebaikan dari harta yang diinfakkan, maka semuanya untuk dirimu sendiri
  6. Apa pun harta yang diinfakkan, niscaya Allah akan memberimu (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan)

Jangan takut berbagi, karena berbagi merupakan salah satu yang ditakuti oleh setan dari manusia.

“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan  kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir) sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu. Dan Allah Maha Luas Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 268)

BERBAGI, TAKUT SALAH SASARAN?

Kini, berbagi menjadi lebih mudah, karena Dompet Dhuafa memberikan bantuan dengan banyak pilihan layanan untuk menyalurkan donasi bagi pihak yang tepat, melalui:

  1. Kanal donasi online (donasi.dompetdhuafa.org)
  2. Transfer bank
  3. Counter
  4. Care visit (meninjau langsung lokasi program)
  5. Tanya jawab zakat
  6. Edukasi zakat
  7. Laporan donasi

Jadi bukan lagi mengenai kelebihan, cukup atau kekurangan harta? Namun tentang mau apa tidak kita lakukan, sekarang! Mari berbagi!

Mulailah dengan yang sangat kecil yang kita mampu (bahkan hanya dengan uang sebesar 10 ribu pun kita bisa mendonasikannya melalui Dompet Dhuafa), selebihnya kamu akan merasakan kecanduan dan semakin berusaha meningkatkan dosis berbagi yang lebih besar lagi untuk mendapatkan ketenangan yang lebih tinggi. Allah tak pernah ingkar janji! Insyaallah, Allah yang akan semakin memampukan!

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog Jangan Takut Berbagi yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa.”

TAS BOLA BATHOK KELAPA GOES TO JAMAICA? JOGJA MEMANG GUDANGNYA KREATIFITAS ANAK BANGSA

TAS BOLA BATHOK GOES TO JAMAICA? JOGJA MEMANG GUDANGNYA KREATIFITAS!

“Pak, ini serius semua bahan bakunya dari bathok kelapa?” Saya masih tercengang dengan apa yang kulihat. Sejumlah tas cantik berwarna cokelat tua dengan beberapa titik kombinasi warna krem cenderung putih semakin menambah aksen unik dan etnis.

Bapak berpostur ideal menyunggingkan senyum seraya mengangguk membenarkan pertanyaanku. Bapak yang kemudian kuketahui sebagai owner dari sebuah perusahaan kerajinan bernama “Yanti Bathok and Craft” itu dengan cekatan menjelaskan tanpa diminta.

“Betul sekali, Mbak! Ini semua dari bathok kelapa, tas jinjing, tas selempang, dompet, tas bola, sabuk, teko beserta seperangkat cangkir juga terbuat dari batok kelapa kecil.” Laki-laki yang kemudian kuketahui namanya Pak Ahyani itu dengan runtut menjelaskan.

Penampakan tas bola berbahan bathok yang berhasil goes to Jamaica
(doc. pribadi)

Dari caranya menjelaskan saya bisa menebak bahwa, beliau sudah profesional dalam dunia craft lengkap beserta teknik marketing maupun manajemen perusahaannya.

Gelar Produk Craft & Fashion Istimewa

Replika unta dan anak-anak di Pyramid Bantul Yogyakarta (doc. pri)

Aku melangkah menaiki anak tangga satu per satu menuju ruangan utama diadakannya acara gelar Produk Craft & Fashion Istimewa. Replika unta terihat di kanan dan kiri tangga seolah menyambut para pengunjung untuk berada dalam suasana yang tenang dan santai. Ya, replika ini melengkapi atmosfer Pyramid menjadi semakin tradisional dan bersahaja.  Mengajak pengunjung untuk pelan-pelan menikmati setiap keistimewaan produk unggulan daerah Yogyakarta yang ditawarkan.

Acara yang digelar di halaman Pyramid Museum History of Java ini diprakarsai oleh Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta. Sebagai bentuk kepedulian, pendampingan dan pembinaan terpadu kepada para pelaku UKM guna mendukung perkembangan dunia usaha di kalangan masyarakat, mulai dari usaha mikro, kecil hingga usaha menengah. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mendukung tingkat kreatifitas yang harus bisa bersinergi dengan aneka kemajuan teknologi yang semakin cangggih di era revolusi industri 4.0 yang akan kita hadapi.

Mendekati panggung utama, saat itu sedang ada pemaparan materi mengenai Product packaging. Para pelaku usaha tampak antusias memenuhi kursi yang tepat berada di depan panggung utama. Diskusi dan sharing pengalaman begitu seru, terlihat dari komunikasi dua arah antara pemateri dengan para audiens yang mayoritas dari anggota pelaku usaha yang ikut serta meramaikan acara pameran itu.

Bu Yanti adalah salah satu peserta yang aktif bertanya maupun menjawab berbagai pertanyaan terkait dengan packaging. Benar saja, rupanya beliau adalah istri Pak Ahmadi, owner “Yanti Bathok & Craft” yang stand pamerannya berada tepat di sebelah selatan dari deretan kursi di depan panggung.

Pak Ahyani, owner Yanti Bathok and Craft Yogyakarta, tampak sedang berbincang dengan salah satu pengunjung. (doc. pribadi)

Sempat mengikuti beberapa menit, dapat saya simpulkan bahwa materi yang disampaikan oleh anak muda supel yang berbicara di depan, semata untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam meningkatkan kualitas produk dengan cara pengemasan produk barang yang aman dan menarik.

Ruangan itu luas dan adem, cukup memberikan kenyamanan di tengah pajangan aneka kecantikan produk lokal baik bentuk kerajinan maupun fashion.

Rasanya tak sabar ingin membahas satu per satu produk asli masyarakat Yogyakarta yang mendadak begitu aku kagumi ini. Kita mulai dari kerajinan, ya:

  1. Yanti Bathok and Craft

Stand ini begitu mencolok dan menarik kakiku untuk memilihnya menjadi tujuan pertama. Bukan karena paling dekat, tapi pajangan tas uniknya mengingatkan pada suatu masa di mana saya pernah berjualan tas serupa berbahan dasar bathok kelapa. Bedanya, jika dulu bathok itu disusun dalam potongan ukuran besar sekarang justru ukuran kepingan bathoknya begitu mungil dan rumit. Sampai-sampai saya harus memastikannya bahwa benar itu terbuat dari untaian kepingan bathok berukuran diameter 0.6 cm. Ukuran yang begitu kecil dan membutuhkan kerumitan lebih, namun menghasilkan produk yang lebih elegan dan detail.

Motif rumit dan mungil dari kepingan bathok kelapa yang tersusun dalam bentuk sebuah tas wanita yang cantik.
(doc.pribadi)

Tas dompet wanita two in one tampak dari samping. (doc.pribadi)

Menurut penuturan Pak Ahyani, usahanya sudah dimulai semenjak tahun 2002. Namun, seperti usaha lainnya di area Bantul, Yanti Bathok yang waktu itu masih dalam bentuk badan usaha CV mengalami kerugian besar terkena dampak gempa tektonik yang melanda Bantul dan sekitarnya pada tanggal 27 Mei 2006.

Ingatanku melayang di tahun yang sama. Memang, saat itu pusat kerajinan yang berada di desa Kasongan semuanya luluh lantak, rata dengan tanah. Semua perabotan tertimbun bangunan rumah yang menyisakan rentetan genteng yang berbaris rapi namun merebah seluruhnya mendekat ke bumi.

Efek gempa sempat membuat UKM yang awalnya hanya memproduksi kancing baju bathok ini mengalami vakum sekian tahun. Hingga akhirnya pada tahun 2012 Yanti Bathok & Craft ditata kembali. Berbenah mulai dari mengerucutkan bentuk usaha menjadi perorangan, Pak Ahyani mengelolanya bersama istri. Ia menambah kreasi produksi tak hanya kancing baju etnis, namun merambah ke kerajinan tas bathhok dan aneka pernak-pernik asesoris yang mampu mempercantik ruang tamu hingga dapur.

Produk termurah yang diproduksi adalah souvenir berupa gantungan kunci cantik dari bathok dalam aneka bentuk lucu dengan finishing menggunakan vernis. Untuk sebuah gantungan kunci mereka membanderolnya dengan harga mulai Rp 2.000,-. Sedangkan produk tas bathok mulai dari harga Rp 200.000,- hingga Rp 350.000,-

Aku bergeser ke bagian kiri meja display. Di sana ada 3 buah tas yang menurutku paling unik. Berbentuk bola dengan bagian tengahnya terpasang resleting untuk membuka tutup tas bola tersebut sehingga mampu menyimpan benda-benda pribadi cukup aman. Bathok separuh utuh itu dihiasi gambar bunga cantik yang semakin membuatnya nyeni.

Indahnya tas bathok bola dari Jogja goes to Jamaica (doc.pribadi)

“Nah, tas itu (saya menyebutnya tas bola, karena memang bentuknya bulat seperti bola) yang paling banyak peminatnya dari luar negeri,” ujar Bapak itu kalem.

“Wow! Luar negeri? Kirim ke mana, Pak?” tanyaku tak bisa sedikit pun menyembunyikan kekagumanku pada sosok yang bersahaja itu.

“Jamaica,” senyum bangganya terlihat begitu kentara.

Luar biasa, sekelas bathok, limbahnya kelapa, saat mendapatkan sentuhan cinta orang-orang kreatif, mampu melipatgandakan nasib baik hingga tak disangka mendapat cinta dari penduduk yang bahkan letak negaranya dalam peta dunia pun entah di mana.

Seolah tak ada habisnya, Pak Ahyani pun terus saja melanjutkan ceritanya tentang perjuangannya mengalami jatuh bangun hingga akhirnya sekarang memetik buah kegigihanya bersama istri.

Orderan tas serupa untuk dikirim ke Jamaica mampu mengisi agenda ekspedisi bahkan dengan frekuensi 3-4 kali pengiriman per bulan.

Selain Jamaica, tas etnis berbahan bathok itu juga pernah satu kali dikirim ke Republik Dominica, namun hingga saat ini belum ada permintaan lagi dari sana.

Tak menyurutkan semangat, karena selain menjual produk, Pak Ahyani dan Bu Yanti juga sering diundang untuk mengisi pelatihan dari berbagai kota maupun daerah mulai dari Sabang hingga Biak, belum Merauke, lanjutnya.

Selain mengisi pelatihan, pasangan suami istri itu juga aktif ikut serta dalam setiap pameran yang diadakan oleh dinas setempat maupun daerah lain. Bahkan sekali waktu, Bu Yanti pernah mengikuti pameran kerajinan di Belanda. Wow!

Menurutnya lagi, bahan baku bathok UKM tersebut sudah mempunyai supplier sendiri dengan kriteria bathok yang tak terlalu rumit. Untuk membuat aneka kerajinan bathok tersebut bisa menggunakan bathok kelapa tua berwarna coklat tua yang bisa langsung diproses, maupun bathok kelapa yang masih putih yang prosesnya mengharuskannya dijemur dahulu hingga kering baru kemudian diproses cetak menggunakan mesin semacam mesin bubut.

Warna coklat tua dan putih disusun sedemikian rupa sehingga saling memberi kombinasi warna yang semakin cantik. Sedangkan limbahnya berupa serpihan bathok, dimanfaatkan untuk dibuat briket arang sebagai bahan bakar.

Kartu nama Yanti Bathok and Craft Yogyakarta (doc. pribadi)

Belakangan, pasangan suami istri ini juga mulai mengembangkan kreasinya tak hanya produk bathok saja, namun segala bentuk produk kelapa mulai dari sabut kelapa hingga akarnya, agar mendapat nilai tambah. Mereka juga berharap bisa menularkan ilmu kreasi tersebut kepada seluruh warga di Indonesia. Biarlah rejeki Allah yang mengatur, yang penting ilmu yang dibagi bisa memberi manfaat dan juga menambah saudara dari berbagai kepulauan Indonesia, pungkasnya.

Aamiin, Pak! Semoga Allah ijabah, ya Pak! Niat bapak mengentaskan banyak masyarakat dengan cara yang indah. Pertahankan selalu dan tingkatkan kreatifitas tanpa batas!

  1. Decoupage Pandan

Mbak Asri dengan aneka produk decoupage anyaman daun pandan andalannya. (doc.pribadi)

Perempuan berjilbab ungu itu lincah memindahkan tas. Namanya Mbak Asri. Dia menuturkan bahwa menggeluti dunia usaha kerajinan tas hampir satu tahun ini. Namun, bukan lagi tas berbahan bathok. Kali ini tas berbahan daun pandan yang dianyam kemudian diberi sentuhan bermacam ornamen gambar floral warna-warni.

Awalnya saya mengira gambar bunga merah mekar dan dedaunan hijau pupus itu adalah sebuah lukisan yang diaplikasikan untuk mempercantik pandan kering yang warnanya putih tulang itu.

Rupanya, itu bukanlah lukisan seperti yang kukira.

“Bukan, itu bukan lukisan, Mbak. Itu adalah gambar motif dari sebuah tissue decoupage yang ditempelkan ke anyaman daun pandan kering (bisa kayu, dauh kering, plastik atau bahan lainnya) kemudian dilem dan diproses deco,” jelas mbak Asri.

“Oh, ya?” aku hanya melongo. “Tempelan tissue?” sekali lagi kupastikan.

Mbak Asri mengangguk tersenyum. Kedua tangannya sibuk mencari sesuatu di layar gawai berwarna putih di tangannya.

“Ini loh, Mbak!” ujarnya menunjukkan sesuatu. Anganku melayang menuju ke suatu peristiwa di mana aku menyaksikan embak-embak yang sedang mempraktekkan teknik decoupage step by step di layar kaca.

“Oh, I see. Masya Allah, bagus banget, Mbak!” pungkasku.

Rupanya Mbak berperawakan tinggi itu mendapatkan semua idenya dari internet. Selain anyaman pandan, proses deco juga dia lakukan pada telenan kayu, botol dan lainnya.

Teknik decoupage pada botol (doc.pribadi)

Mbak Asri membuka usaha ini sejak hampir setahun ini. Meski mengandalkan pemasaran via online dan offline, namun menurut dia pasaran yang lebih menjanjikan justru yang via online.

“Pernah, waktu itu kita mengirimkan orderan ke Papua. Ya, sementara jarak terjauh pemasaran kami memang Papua, belum sampai tahap internasional.” Mbak Astri menjelaskan tanpa keraguan sedikit pun mengenai kualitas yang kini sudah menembus pasar nasional itu.

Kedua matanya optimis. Dara asal Bantul itu mampu memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk memfasilitasi daya kreatifitasnya yang mampu menghasilkan sebuah karya, memperkaya sumber daya manusia, juga membuka peluang kerja bagi sekitarnya.

Tak hanya belajar dari internet, usahanya juga dia kembangkan terus melalui pembinaan langsung dari dinas koperasi dan UKM DI Yogyakarta. Berbagai pelatihan yang diadakan oleh dinas tersebut kerap diikutinya. Pelatihan packaging, pelatihan marketing dan juga pelatihan lain yang mendukung berkembangnya usaha-usaha kecil menengah di area DIY.

Dengan aktif berkomunitas yang positif, juga mengikuti berbagai kegiatan, saya pikir tak menunggu lama usaha semacam decoupage tas anyaman pandan ini bisa menembus pasar internasional, semoga!

Kartu nama Asri Pamungkas, decoupage Jogja (doc.pribadi)

Mbak Asri Pamungkas, yang menamai akun facebooknya sama dengan nama lengkapnya dan menandai akun instagramnya dengan nama Gias_olshop membuka stand-nya di Museum Pyramid, jalan Parangtritis, Bantul Yogyakarta.

  1. Kain Jumputan [Bukan] Batik

Kain jumputan dengan pewarnaan alami yang indah (doc.pribadi)

Tepat bersebelahan meja dengan tas pandan. Saya hanya butuh bergeser beberapa langkah saja menuju meja penuh dengan kain berwarna cokelat lembut dengan aneka motif apik itu. Tentu saja, sebagai wanita, saya langsung tertarik dengan kain [bukan] batik jumputan itu.

“Oh, bukan! Ini bukan batik Mbak, kalau batik kan harus melibatkan canting dan malam yang menutupi sebagian permukaan kainnya, baru kemudian diberi warna. Ini namanya kain jumputan,” ibu berkaca mata menjelaskan sambil terus tersenyum.

“Ramah banget, ibu ini!” batin saya.

Keramahan ibu yang bernama Supadmi ini membuatku ingin bertanya lebih mengenai kain indah elegan yang tersampir di beberapa papan display di sampingnya.

“Bu, boleh diceritakan proses pembuatannya?” pinta saya dengan senyum tak kalah manis.

Rupanya saat dua perempuan bertemu membahas sesuatu yang indah pasti akan berujung seru. Beliau mengangguk sambil tangannya mengambil kain jumputan berwarna kuning terang.

“Kalau yang ini pewarnanya sintesis.  Bedanya dengan yang pewarna alami adalah dari hasil pewarnaannya. Kalau sintetis warna yang dihasilkan akan terang dan genjreng, namun pewarna alami dari daun-daun akan menghasilkan warna yang lebih pudar dan kalem, seperti ini!” Bu Supadmi mengambil satu lembar kain berwarna cokelat lembut bermotif bulat dengan tepi bertajuk.

“Wow, masya Allah, ini indah banget, Bu! Manis! Bagus banget dibuat gamis atau rok,” saya meraih kain yang sedang dipegang owner kain jumputan itu dengan hati-hati. Kainnya lembut, cukup tebal untuk membuat sebuah gamis terusan atau atasan bahkan dibuat rok. Kainnya halus dan lembut, juga tidak panas saat dipakai.

Kain jumputan dengan pewarnaan alami menjuntai indah pada papan display di belakang stand (doc.pribadi)

Meski dibanderol antara 200 ribu hingga 350 ribu per lembar, menurut ibu berkaos putih itu kain jumputan warna alami lebih diminati oleh masyarakat. Pewarnaan alami biasanya menggunakan daun Jati, Jambal, Jolawe, Mahoni, Secang, juga daun Mangga dan Alpukat.

Masing-masing daun menghasilkan warna yang berbeda. Untuk warna cenderung merah Bu Supadmi menggunakan daun jati dan secang. Sedang untuk warna coklat bisa menggunakan daun mahoni dan lainnya.

Pewarnaan alami menggunakan daun juga membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan pewarna sintetis. Jika pewarna sintetis hanya membutuhkan satu kali proses mewarnai, pewarnaan alami kain jumputan bisa sampai lima kali proses pewarnaan untuk mendapatkan warna yang lebih pekat.

Kain Jumputan yang telah diwarnai dengan pewarna sintetis dan masih dalam keadaan penuh ikatan tali rafia (doc.pribadi)

Ikatan jumputan dari dekat (doc.pribadi)

Sambil mengambil kain berwarna hijau yang masih banyak terdapat ikatan di sana-sini, Bu Padmi menjelaskan beberapa langkah pembuatan kain jumputan secara lengkap dan runtut.

Jadi langkah-langkah membuat kain jumputan antara lain:

  1. Pembuatan pola sesuai yang diinginkan
  2. Pengikatan kain di titik-titik pola menggunakan tali raffia
  3. Pewarnaan dengan cara direbus menggunakan air yang dicampur dengan pewarna baik sintetis atau tumbukan daun
  4. Mengunci warna dengan tunjung dan tawas
  5. Mencuci kain yang sudah terwarnai
  6. Menjemur kain hingga kering tidak di bawah panas matahari langsung
  7. Membuka ikatan tali raffia, dan
  8. Kain indah dengan motif warna aneka bentuk pola sudah kita dapatkan.

Seperti pelaku usaha lain, Bu Padmi juga kerap mengikuti pameran yang diadakan oleh Dinas Koperasi dan UKM  juga pembinaan dan pendampingan PLUT-KUMKM DI Yogyakarta secara periodik.

Usaha yang dinamai dengan Mekar Abadi ini terus dikembangkannya sejak tahun 2017 hingga sekarang. Selain memproduksi kain jumputan yang langsung dijual, Bu Padmi juga membuka kelas-kelas pelatihan untuk masyarakat yang ingin bisa membuat kain jumputan tersebut. Pelatihan ini dapat diikuti mulai dengan biaya Rp 50.000,- per orang dengan minimal 25-30 orang per kelas, atau dengan pelatihan privat dengan biaya sekitar 400 ribu – 450 ribu rupiah untuk beberapa teknik jumputan yang akan diajarkan.

Kartu nama Mekar Abadi Jumputan Yogyakarta (doc.pribadi)

Kain jumputan dengan pewarna sintetis.
Kuning: baru saja dilepas dari ikatan tali rafia
Hijau: Masih lengkap dengan tali-tali rafia yang kuat mengikat pola (doc.pribadi)

Duh, jadi pengin ikuti kelasnya nih! Perempuan kalau lihat yang indah-indah memang suka nggak tahan untuk memilikinya. Memiliki ilmu membuat kain jumputan kayaknya menyenangkan, ya! Bisa membuat berbagai motif sesuka hati kita!

Tak hanya kaum muda saja, saat orang yang lebih berusia namun semangat mencari ilmu dan kreatifitas terus dijaga, maka hasil tak akan pernah mengkhianati usaha. Semangat ya, Embak, ibu, Bapak!

Menggeliatnya usaha kecil menengah di tengah masyarakat Yogyakarta yang sangat kita rasakan tidak jauh dari hasil kerja kolaborasi antara pemerintah melalui Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta, PLUT-KUMKM DI Yogyakarta dan juga antusiasme masyarakat untuk bersinergi mengembangkan kreatifitas karya yang kelak akan berhasil eksis di pasar global. Semoga kegiatan positif semacam akan terus diupayakandan mendapat respon yang semakin antusias dari masyarakat. Sehingga akan menghasilkan masyarakat industri yang mandiri dan berkualitas, yang siap untuk ikut berkompetisi di pasar dunia. Insya Allah!

Jogja memang gudangnya kreatifitas!

Pyramid Museum History of Java
Jalan Parangtritis Bantul Yogyakarta
(doc.pribadi)

Alhamdulillah, sesorean mengunjungi acara Gelar Produk Craft & Fashion di halaman Pyramid Museum History of Java yang berlokasi di jalan Parangtritis Bantul Yogyakarta pada tanggal 22-23  Maret 2019 ini, membuka mata saya akan pentingnya terus berupaya mengembangkan potensi diri memperkaya kreatifitas yang akan semakin membuat kita berkualitas. Bermanfaat di masyarakat juga bentuk mensyukuri atas diciptakannya kita sebagai manusia yang kaya akal oleh Allah Tuhan Yang Maha Menciptakan segala sesuatu.

Bagaimana ASI, Domain dan Hosting Bersinergi di Era Digital Masa Kini

Air susu itu muncrat ke segala arah. Membasahi karpet beludru berwarna cokelat yang mengalasiku duduk bersila. Bau manis bercampur amis segera menyeruak memenuhi sepetak ruang di belakang lemari ruanganku. Ya, tempat favorit kami para ibu pekerja yang menyusui untuk bersembunyi, berusaha menyalurkan cinta kepada buah hati melalui sebotol ASI.

Tak heboh seperti biasanya, aku justru hanya menahan semua dengan embusan napas panjang yang rasanya tersendat di pertengahan hela. Sesak! Bagaimana tidak? Sepertinya hampir tak lagi ada ekspresi apapun yang mampu menggambarkan perasaanku kala itu.

Nelangsa!

Tanganku perlahan bergerak dalam getar, meraih beberapa lembar tissue yang berada di sebelahku. Di antara aku dan temanku yang juga sedang memerah air susunya (ASI) menggunakan alat kecil yang bekerja dengan system vakum. Cadangan makanan satu-satunya untuk bayi kami yang belum juga genap 6 bulan, yang terpaksa kami tinggal di rumah. Bersama orang yang biasa kami sebut “simbok”. Tentu saja karena tuntutan kerja setiap PNS tidak memungkinkan membawa bayi turut serta. Jadilah kita tergantikan dengan sebotol ASI setiap pagi hingga sorenya.

Temanku melongo, tangan kanannya memegang erat lengan kiriku, seolah mau berkata, “Mbak, …” selebihnya tak ada satu kata pun yang terucap dari bibirnya. Setidaknya eratnya cengkeraman jemarinya dapat kuartikan bahwa betapa dia ikut merasakan nelangsa. Aku hanya bisa membalasnya dengan senyuman kecut, yang entah apa artinya.

Ya, entah besok bayiku mau minum apa jika persediaan yang kuhasilkan siang ini terbuang percuma.

90cc ASI tumpah begitu saja saat tutup botol berwarna abu-abu berbahan karet itu berusaha kurapatkan ke mulut botol kaca yang sudah penuh terisi.

Tiba-tiba dadaku terasa sakit, tenggorokan tercekat! Senyum ceria bayi perempuanku segera membayang dengan gamblang di pelupuk mata. Matanya bulat dengan bulu mata lentik hitam.

“Ah, Aishyaku, maafin bunda, Nak!”

Kupunguti lagi cairan putih itu dengan meresapkannya ke setiap sela-sela jaringan tissue, berharap kemudian bisa kuperas lagi dan kusaring untuk dimasukkan kembali ke dalam botol. Dadaku semakin bergemuruh setiap membayangkan ide gila yang begitu saja terlintas.

Baiklah, napas panjang! Rileks! Aku telungkupkan mukaku ke lutut. Aku peluk erat-erat lututku sambil beristighfar. Berharap tiba-tiba Allah kirimkan berjuta kekuatan untuk kembali menyusun semangatku memerah ASI yang sudah kering terkuras. Akankah Allah dengan kuasanya akan kembali memenuhi ratusan kelenjar susu di dadaku?

Sebenarnya memerah ASI benar-benar aktifitas yang begitu menyenangkan sekaligus membanggakan bagi perempuan bekerja sepertiku. Apalagi ASI yang kuhasilkan terbilang cukup banyak dan mudah diperah manual. Satu dari tiga cara memerah ASI selain menggunakan alat sederhana atau menggunakan alat elektrik yang canggih.

Sama-sama menghasilkan ASI sebanyak 90ml, rasanya apa yang kuusahakan lebih memerlukan effort yang besar dibandingkan dengan teman di sebelahku yang menggunakan alat sederhana berbahan silicon itu. Dia tinggal memasang cup lembut dalam keadaan kempes atau bertekanan negative, maka ASI akan keluar deras dengan sendirinya, memenuhi balon yang juga dari silicon yang menggembung di bawahnya.

Aku terpukau!

Bahkan aku buru-buru meminjam alat itu untuk aku foto, dan mengulasnya lengkap ke sebuah website gratisan yang kubuat beberapa hari sebelumnya. Postingan artikel pertamaku. Bahagianya bias berbagi!

Sayangnya, tulisanku sendiri bahkan tidak dapat kulacak beberapa waktu setelahnya. Aku kehilangan alamat web beserta passwordnya. Hingga kini pun begitu sulitnya aku menemukan artikel yang mengulas perbandingan memerah ASI dengan cara manual dan menggunakan alat sederhana yang harganya cukup terjangkau itu.

Berawal dari kejadian itu, aku mulai menyukai menulis untuk berbagi apapun yang kutahu. Aku belajar membuat sebuah blog yang dengannya harapanku berbagi manfaat ke semua orang dapat tercapai. Mengisinya dengan berbagai informasi yang baik. Juga mengelolanya agar tak lagi terulang kejadian lupa alamat blog, apalagi passwordnya.

Setidaknya dengan memiliki alamat website sendiri dengan nama pilihanku, semakin memberiku semangat baru untuk terus menulis dan memenuhi ruang yang ada di dalamnya. Meski berbayar, tapi aku lebih merasa memilikinya, dan bersemangat untuk terus mengelolanya hingga kelak semakin besar dan memberi manfaat bagi orang banyak.

Awalnya aku buta tentang apa itu domain, apa itu hosting. Dan sekarang pun masih saja buta teknologi jika saja beberapa hari lalu Qwords Cloud Web Hosting Indonesia tidak mengundangku di acara mini gathering bersama Bloger dalam Fun sharing & Discussion “ Be a Creativepreneur in Digital Era”. Event ini diselenggarakan sebagai dukungan Qwords kepada para pegiat Creativepreneur untuk mengembangkan bisnisnya di dunia digital, juga untuk menjalin hubungan yang erat dan kekeluargaan antara Qwords dengan para komunitas khususnya blogger.

Qwords hadir membuka kebutaanku tentang pentingnya website di era digital seperti sekarang ini. Tidak ada alasan gaptek. Nyatanya semua hal mulai dari hal remeh hingga yang begitu kompleks mengandalkan yang namanya layar gawai, layar laptop. Jadi enggak ada alasan lagi untuk tidak mau belajar, kan?

Internet!

Meski berbayar, namun sedikit rupiah yang kita keluarkan akan berpengaruh terhadap semangat kita menghuninya, juga meramaikannya seperti rumah kita sendiri.

Qwords memberi banyak informasi tentang segala hal yang berhubungan dengan website, baik untuk bisnis, company profile atau sekadar website untuk membranding diri kita. Sharing tentang Domain, Hosting dan bagaimana cara merawatnya agar tampil cantik dan berisi juga melengkapi acara siang hingga sore itu. Mengoptimasinya agar semakin berkualitas juga pendampingan pengelolaan website. Termasuk siaga dalam membantu para kliennya yang memerlukan bantuan, 24 jam.

Qword mendukung perkembangan komunitas dengan cara meningkatkan layanan melalui pembaharuan fitur dan juga meluncurkan produk-produk baru. Sebagaimana sebuah perusahaan, Qwords juga memiliki berbagai keunggulan yang menarik dan menguntungkan bagi penggunanya.

Di antaranya keunggulan Qwords adalah:

  1. Cloud Web Hosting / Cloud Base Technology

Qwords melayani penyimpanan data website di dalam server yang terkoneksi dengan internet berkecepatan tinggi. Layanan Web hosting menggunakan teknologi Cloud dengan jaminan uptime 99.99%.

Jika suatu saat website kita yang biasa akan kita tingkatkan, maka dengan teknologi ini bias saja langsung ditingkatkan tanpa menyebabkan website kita mengalami down time.

Tersedia dalam banyak pilihan paket mulai dari Value Performance Cloud Hosting, Medium Performance High Storage, High Performance Cloud Hosting, dan WordPress Hosting.

  1. Free Domain Name

Siapa sih yang enggak pengin punya website sendiri? Qword memungkinkan kita memiliki nama domain sendiri untuk kebutuhan branding kita. Membuat bisnis lebih professional dengan alamat website yang mudah diingat. Pilihlah ekstensi Domain sesuai kebutuhan dan klaim Nama Domain kita.

  1. Free SSL (Secured Sockets Layer)

Pernahkan saat kita mengakses website tertentu entah saat kita transaksi atau mengirim data penting ke sebuah website, lalu muncul peringatan di layar berupa, “this is not secure”? itu artinya data yang kita kirimkan entah berupa nomor rekening, nomor kartu kredit atau data penting lainnya, tidak terjamin keamanannya selama dalam perjalanan kita mengirim data menuju website tersebut. Bias saja orang-orang cerdas tak bertanggungjawab menyalahgunakan data kita untuk kepentingannya sendiri.

Qwords dengan layanan free SSL memberikan layanan keamanan transfer aliran data user ke website.

Qwords.com merupakan Authorized Reseller dari Brand SSL ternama di Indonesia.

Di awal tahun 2019, Qwords telah meluncurkan Unlimited Hosting, yaitu paket hosting yang dapat diandalkan dan tanpa batasan. Fitur unlimited hosting ini tidak lagi mengisolasi pengguna dengan batasan disk space. Paket ini sudah dilengkapi dengan Web Accelerator yang membuat website lebih cepat untuk diakses.

Selain itu, Qwords juga telah meningkatkan fitur produk unggulan terbaru, yaitu WordPress Hosting. Paket hosting yang didesain khusus untuk engine WordPress ini bias dinikmati dengan Disk Space yang lebih besar. Membuat website yang berbasis WordPress bekerja jauh lebih optimal.

Qwords memiliki tagline “Reliable Fast Web Hosting with Reasonable Price”, yang itu berarti Qwords akan selalu memberikan layanan Hosting yang dapat diandalkan, cepat diakses serta harga yang terjangkau. Bahkan, Qwords memberikan penawaran yang menarik melalui paket Bundling Hosting 1GB dan Domain .COM dengan biaya mulai dari Rp 10.500/bulan. Benar-benar kombinasi yang praktis dan ekonomis untuk kita yang ingin membangun website baru.

Qwords terus berupaya agar dapat menjadi partner terbaik bagi pelanggan, komunitas, rekan blogger, pemerintah, UKM dan perusahaan-perusahaan.

Jadi gimana? Berani Go online di era digital? Harus, ya! Ayo gunakan Hosting Indonesia, Qwords.

Alhamdulillah, meski menurutku aku tak punya apa-apa untuk dibagi, aku masih memiliki isi otak untuk dituangkan dalam baris-baris kata yang memiliki makna. Aku bangga menjadi seorang blogger! Terima kasih Qwords!

Mc handal sedang menghipnotis para blogger

Halal Is A Special Gift From AZALEA Shampoo Hijab

“Konsumsilah minyak zaitun dan gunakan sebagai minyak rambut, karena minyak zaitun dibuat dari pohon yang penuh berkah.”(HR. At Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Kamu bisa bayangkan saat siang bolong yang gerah, badan dan rambut berhijab berkeringat, tahu-tahu suami mencium-cium kepalamu karena gemes atau kangen? Seneeng sih, tapi lama-lama pasti pengin kabuuur! Ya, kan? Entah se-apek apa rambut dan kepalamu kala itu. Uda bau solar, keringat, debu dan lain-lain campur aduk menjadi satu.

Bahkan mau potong rambut saja harus minta izin dulu sama si dia. Hmm, gitu amat ya ternyata! Namanya suami, maunya ngaku-ngaku bahwa apa saja yang nempel di tubuh kita itu miliknya. Makanya nggak boleh asal potong rambut atau lepas jilbab sembarangan! Yes! Aku berjilbab semenjak aku SMA. Tahu kan artinya? Berbagai masalah rambut sudah tidak asing lagi menyapaku. Aku butuh shampoo hijab!

Masalah Umum Rambut Berhijab
Sumber: Azalea

Tak peduli jenis rambut istrinya jauh banget dari kata sempurna, apalagi bila dibanding rambut para artis shampoo di TV. Hmm, ya sudah lah. Suamiku memang selalu keberatan jika kumintai izin untuk potong rambut, meski panjangnya sudah melebihi batas bahu. Siapa sangka, (Ssst! Meski jarang banget mau mengakui) suami begitu menyukai rambutku. Cieehh, siapa lagi yang mau dibelai kalau bukan rambut berhijab istrinya, ya kan, ya kan?

OK, fiks! Ternyata seperti apapun bentuknya, suami tetap mengidolakan rambutku. Dan aku mau donk setiap dia menciumi kepala saat gemes atau kangen, dia akan mencium aroma yang tak biasa. Wangiii!

Aku baru tahu kalau ternyata rambut juga punya parfum. Iya, itu pun pas aku dapat undangan bloger gathering bersama Azalea di Kunena Eatery Yogyakarta (ssst! Wajib sudah mendapat izin suami tercinta donk sebelum acara heheh). Aku dapat Special Gift dari Azalea!

Dalam Acara Bloger Gathering with Azalea
Sumber: doc. pribadi

Nama Azalea berasal dari kata Saliyah atau Azalea adalah jenis tanaman berbunga dari keluarga Ericaceae dan genus Rhododendron yang tumbuh di wilayah beriklim sedang. Azalea tumbuh di sebagian besar Asia Timur dan Amerika Utara.

Beauty Pink Azalea
Sumber: directgardening.com

Azalea, namanya secantik rupa bunga itu. Pas banget untuk menamai Shampoo dan Hair Hijab Body Mist ini yang memiliki misi untuk mempercantik dan memperwangi para muslimah di mana pun berada. Dari kemasan yang waktu itu pertama kali kunikmati, kesan yang kuingat adalah istimewa & eksklusif! Azalea The Real Hijab Hair Care. Perawatan rambut lengkap mulai dari shampoo antidandruff hingga Azalea hair, hijab & body Mist  yang begitu wangi dicium. Ya gimana mau langsung cobain ya, rempong banget di café mau keramas. Akhirnya aku pun harus menunggu sore harinya untuk mencoba semua produk dari Gondowangi itu.

Gondowangi
Sumber: Azalea

Azalea The Real Hijab Hair Care

“Mmmm, mmm… wangiii… wangi, Bund!” suami mengacak-acak rambutku yang mulai kering. Mengendus-endusnya, sebelum akhirnya dia lari ke kamar mandi untuk mencobanya sendiri shampoo dan parfum rambut baru dari Azalea. Yes! Sore itu aku berhasil mencoba Azalea Shampoo antidandruff juga Azalea Hair Hijab & Body Mist.

Azalea Shampoo Antidandruff, Hair Hijab & Body Mist
Sumber: doc. pribadi

Awalnya aku rada-rada pesimis sama shampoo yang berwarma coklat itu. Saat kuusap dirambut kok busanya sedikit, beda sama shampoo lain. Duh, tahu kan kalau shampoo-an kudu banyak busa biar makin mantep! E, tapi kan,  bentar, bukannya shampoo yang ramah kesehatan memang yang tak terlalu banyak mengandung busa, ya kan? oke kita buktikan. Bukan rahasia lagi kalau rambutku kerap gatal karena ketombe yang bolak-balik datang.

Rupanya setelah pemakaian beberapa kali (dengan catatan diusahakan setelah keramas tunggu rambut kering dulu baru memakai jilbab), gatal-gatal benar mulai berkurang. Dan Azalea hair, hijab & body mist menyehatkan dan menutrisi rambut di setiap helainya. Juga menyegarkan dan mengharumkan rambut sehingga terbebas dari bau lembab dan apek. Hair Hijab Mist ini bisa disemprot-semprot sesuka kita kapan pun kita terancam dicium wkwkwk. Sengaja banget diwangi-wangiin deh pokoknya, siapa sih yang nggak suka dicium-cium sama suami juga sama anak-anak kita? 

Azalea Hijab Hair Mist
Sumber: Azalea

Beruntung banget ada perusahaan yang mau penelitian dan menemukan permasalahan rambut berhijab ini untuk kemudian dicarikan solusi cerdasnya. Azalea inspired by Nature ini mulai dirilis sejak tahun 2016, saat perempuan berhijab mulai mendominasi di setiap sudut wilayah Indonesia di mana pun berada. Rambut berhijab jelas butuh Shampoo Hijab, yang halal! Setuju? Wajib!

Aneka macam produk Natur, Andalan perawatan rambut zaman mamah2 kita
Sumber: Azalea

Thibbun Nabawi

Apakah itu? Thibbun Nabawi merupakan metode kesehatan mengenai pencegahan penyakit maupun pengobatan yang menggunakan prinsip-prinsip sunnah Nabi Muhammad SAW. Bahan-bahan yang digunakan pun memilih bahan-bahan alam yang sering dimanfaatkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam menjaga kesehatan.

Antara lain Zaitun oil, Ginseng, Lidah buaya juga Citrus Ekstrak yang dikombinsaikan dalam formula yang diprioritaskan untuk rambut berhijab bagi setiap muslimah. Manfaat dari bahan-bahan alami tersebut untuk menjaga kebersihan, kesehatan dan kecantikan rambut muslimah.

Bahan alami Azalea Shampoo juga Hair Hijab&Body Mist
Sumber: Azalea

Tentu saja selain bahannya yang mengikuti sunnah Nabi, formula Shampoo dan Hair Hijab & Body Mist ini pun layak mendapatkan sertifikat halal MUI. Benar memang, embel-embel hijab di belakang Azalea shampoo ini cukup memberi garansi kepada kita bahwa selain aman, produk ini pun terjamin halal dan baik.

Kenapa halal menjadi prioritas? Alhamdulillah semenjak mengikuti kuliah halal haram yang diadakan oleh Fakultas Peternakan UGM kewaspadaan hati akan segala sesuatu yang masuk ke dalam tubuh menjadi nomor satu. Kuliah  sebanyak 14 kali pertemuan itu membuka mata betapa banyak sekali jalan yang membuat sebuah produk menjadi tidak halal.

Tidak halal berarti tidak baik bagi kita. Bukan hanya terbatas pada bahan atau cara membuatnya. Setidaknya dengan logo halal MUI yang sudah terpampang di kemasan membantu meringankan kita untuk menilai apakah suatu produk itu membawa berkah atau justru mencelakakan kita? Halal, is number one!

Azalea berlogo Halal MUI
Sumber: doc. pribadi

Kalau aku, memang bahagia banget kenal dengan produk ini. Ibaratnya, selama ini nyaman dengan shampoo yang mungkin sama-sama baik, tapi bahan-bahan yang digunakan belum tahu dari apa saja, apakah alami atau kimia. Trus, limbahnya saat kita menggunakannya setiap hari apakah merusak lingkungan atau tidak, juga entah! Ya, kan?

Saat kita menggunakan bahan-bahan yang jelas sumbernya dari bahan alami, kemungkinan limbah yang dihasilkan pun lebih ramah terhadap lingkungan sekitar kita.

Azalea Shampoo Anti Dandruff

Azalea Shampoo Anti Dandruff
Sumber: Azalea

“Bye… bye… ketombe!” Dua pekan memakai shampoo ini cukup membuktikan seberapa berkurang gatal di rambut dan kulit kepalaku. Terkadang, saat urgent memeriksa pasien dan tiba-tiba di kulit kepala terasa ada yang menggelitiki itu rasanya parah banget! Merah padam muka menahan gatal yang disebabkan oleh ketombe yang tak bosan datang dan pergi.

Ya kan nggak mungkin di depan klien kita garuk-garuk kepala, apalagi saat klien betah berkonsultasi, duh dilema banget. Mau nggak digaruk, gatalnya luar biasa, mau digaruk bakal ketagihan sampai garuknya nggak mempan dengan garuk-garuk cantik, harus yang super power hingga kadang berujung lecet-lecet di kulit kepala. Ih serem banget, ya?

Belakangan hampir lupa sama kulit kepala. Biasa saja, seperti tidak terjadi apa-apa, tapi eits! aku jadi semakin jarang garuk-garuk kepala. Tuh kan, memang kalau tidak bermasalah seolah tidak menyadari bahwa kita baik-baik saja.

Ketombeku bye bye! Azalea Shampoo Anti Dandruff dengan bahannya yang diperkaya Zaitun oil dan Citrus extract selain adem dikulit kepala, juga mengusir ketombe maksimal. Ketombe, I am sorryYou and Me, end! Dan sekarang, rambutku lebih lembut, wangi, segar, mudah diatur dan juga tidak lepek.

Jelas asal, jelas hukum kehalalan, dan jelas manfaatnya. Kurang apa lagi coba? Oiya, kurang informasi harga dink, ya? Produk ini, kenapa kusuka? Tentu saja selain kualitas juga karena harganya begitu terjangkau. Meski komposisi bahannya semua alami, harga yang dibanderol untuk produk ini hanya sekitar 19 – 23K saja. Sangat terjangkau! Kamu bisa tampil fresh dan selalu wangi rambut juga hijabmu hanya dengan anggaran yang ekonomis. Gimana? Penasaran pengin cobain? Ah, kalo menurutku wajib coba!

Makin penasaran? Coba deh kepoin akun IG nya di @azaleabeautyhijab dan like Fanpage-nya di Azalea Beauty Hijab.

Ah, serunya seharian mendengarkan ilmu kesehatan rambut dari Mbak Eby dari Azalea. Juga dari Mbak Dian Farida Ismyama yang kupas tuntas mengenai Gimana sih cara untuk Membranding diri? gathering yang penuh manfaat bersama Azalea dan X Bloger Jogja.

Thanks a lot Azalea! Mulai sekarang aku lebih mengenal shampoo untuk rambut berhijab kesayanganku.

Muslimah Aktif Bergerak
Sumber: Azalea

Hai, Ladies! Kamu masih pengin aktif gerak terus mengikuti gejolak energi positifmu, kan? Ayoo terus bergerak! Jangan takut keringetan, apalagi takut rambut lepek dan apek, ya! Kan uda ada Azalea Shampoo Hijab, yang recomended pake bangeeeeet! Cocok buat muslimah super aktif kayak kamu. Siap?

 

PAUD Kemuning, Pembentukan Karakter Sejak Dini Pondasi Kecerdasan Anak Negeri Masa Kini

Pembentukan Karakter Sejak Dini, Pondasi Kecerdasan Anak Negeri Masa Kini

  ‘Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS.ar-Ra’d:11)

Kaki mungil berbalut sepatu kets berwarna pink, berjingkat memilih beberapa bebatuan yang berserak di sepanjang jalan beton di kampung Kemuning. Terik matahari sangat terasa di daerah berbatu itu. Aishya, anak usia tiga tahun dengan rambut pirang itu terpaksa kuajak karena ayahnya sedang berangkat ke Palu untuk menjadi salah satu relawan di sana.

Aishya mencium buah mangga, belajar tentang motorik halus dari alam
(gambar: dok. pribadi)

Berkeliling kampung bersama rombongan Roadshow Kampung Berseri Astra, membuatnya melupakan lelah. Alhamdulillah Allah memberi kekuatan padanya, Semangatnya mengikuti Roadshow ini tak melemah sedikit pun. Ia hanya tahu semua yang ia temui adalah hal menyenangkan baginya. Menyentuh tanaman Putri malu, melihat sapi memamah rumput, mencium buah mangga yang masih di pohon hanya dengan posisinya berdiri. Adakalanya ia menunjuk jambu air di depan rumah warga, memintaku untuk memetik sekadar untuk melepas keingintahuannya.

Tiba-tiba langkahnya terpaku di depan sebuah bangunan berwarna kuning. Banyak anak seusianya berlarian di sana. Paud Kemuning. Satu-satunya Paud di kampung Kemuning yang menfasilitasi pendidikan anak usia dini bagi anak-anak balita di seluruh pelosok kampung tersebut. Jika biasanya kita mendengar anak yang dititipkan di TPA atau Paud karena ibunya bekerja sebagai karyawan atau pegawai, berbeda dengan Paud ini. Mayoritas, ibu dari anak-anak ini, yang jika lengkap berjumlah 15 orang saja dalam satu sekolahan, adalah petani, atau buruh tani. Beruntung sekali ya, bahkan di pelosok desa sekarang juga digalakkan pendidikan dini untuk menyelamatkan generasi dengan pembentukan karakter yang kuat sebagai pondasi pendidikan anak dijenjang berikutnya.

Salah satu Pilar Program CSR Astra
Gambar: infografis www.healthymomy.com

Pagi belum begitu terang. Namun sepasang kaki kecil sudah harus melangkah menjauh dari pintu rumahnya. Tangan imutnya digandeng oleh ibu yang juga telah bersiap dengan baju kerjanya. Jangan membayangkan baju kerjanya berdasi atau berkemeja, karena kerjanya memang tak di kantoran. Kerjanya di sawah, namun betapa keteguhan hatinya ingin menyamakan anaknya dengan anak-anak lain yang sekolah, agar mengenal kawan, mengenal antre, juga mengenal berbagi itu seperti apa, dapat ia rasakan sejak dini. Meski harus berjalan setiap hari sepanjang 4 km dari rumah, tetap ia lakoni dengan semangat dan bahagia. Rasanya tak ada hal apapun yang lebih berat dari sekadar berjalan setiap hari melewati rute yang sama menuju sekolah sejauh itu.

Karena sekolah dimulai jam 08.00 WIB, maka paling siang jam 06.00 WIB sudah harus bertolak dari rumah menuju sekolah yang berada di pusat kampung. Itu artinya, persiapan pun harus dilakukan jauh sebelum jam keberangkatan. Bu Yeni, Kepala Sekolah PAUD dan TK dengan nama RA. Masyitoh di kampung Kemuning,  menceritakan kisah salah satu warga di kecamatan itu, beberapa tahun yang lalu saat belum ada satu pun motor yang masuk ke sana.

Tangan bu Yeni terus bergerak mengikuti permainan dakon yang ia jalani bersama anak didiknya yang mengenakan jilbab warna merah.

“Dulu, sekolah ini hampir tak layak di sebut sekolah, Bu!” terangnya. Sesekali senyumnya mengembang, merasakan betapa perkembangan yang terjadi selama ini begitu besar. Tak sia-sia ia mendedikasikan sebagian besar waktunya di sekolah itu. Bu Yeni bersama kedua rekannya, Bu Purwanti dan Bu Badriyah, membangun sekolah dengan ikhlas dan bahagia. Berjuang keras agar bisa berkiprah besar dalam membantu mencerdaskan generasi muda Indonesia, meski dari desa paling pelosok dan sukar dijangkau sekali pun.

Tak jarang, karena begitu jauh tempat tinggalnya dari sekolahan, kerap jika pagi diawali dengan hujan deras, maka kegiatan belajar hari itu cukup di rumah masing-masing saja, alias anak-anak diliburkan. Mengingat jika tetap dipaksa berangkat justru akan lebih membahayakan kesehatan anak.

“Semenjak Astra masuk, Alhamdulillah perkembangan kampung ini sangat besar, Bu! Sekolah ini contohnya, dulu sebelum direhab sangat memprihatinkan. Ruangannya rusak, dindingnya reyot, atapnya bocor di sana-sini, juga kursi-kursi siswa belum ada,” lanjutnya. “Juga, sekarang hampit taka da lagi anak PAUD atau TK yang berangkatnya jalan kaki. Karena selain jalan yang sudah bagus, motor pun sudah banyak yang masuk ke kampung. Anak-anak banyak yang diantar naik motor atau naik ojek.” Bu yeni mengakhiri obrolan itu tepat saat tanda jam sekolah berakhir.

(Dulu) Paud & TK Kemuning sebelum direhab oleh Astra
gambar: Kepala Sekolah PAUD &TK RA. Masyitoh

(Kini) Salah satu siswa TK RA. Masyitoh ceria bermain dakon
Gambar: dok. pribadi

Kulihat sekeliling, dinding sudah semi permanen, atap sudah rapi, cat juga cerah berwarna-warni khas sekolah anak-anak balita. Permainan meski sederhana juga sudah lengkap dengan berbagai permainan edukasi seperti puzzle hewan, puzzle tumbuhan, dakon, susun balok dan lain-lain. Meski sederhana, permainan outdoor seperti komedi putar mini, jembatan palet kayu warna-warni nampak menghiasai halaman dan teras PAUD TK RA. Masyitoh Kemuning. Aishya ikut berkerumun di meja kecil berwarna merah di tengah ruangan, rambut poninya sesekali dirapikan saat terbang terknea kipas angin. Ia bersama dengan siswa lain sedang bermain puzzle hewan. Anak itu memang cepat sekali membaur. Gurunya begitu sabar menjelaskan semua pertanyaan-pertanyaan yang ia lontarkan sambil sesekali matanya melirik ke arahku, memastikan bunda masih dalam satu lokasi bersamanya.

Bermain Puzzle hewan bersama teman-teman baru
gambar: dok. pribadi

Hebatnya, dengan segala keterbatasan, ternyata PAUD dan TK tersebut cukup berprestasi. Di Antara prestasi yang telah diraih adalah Juara III lomba tahfidz Quran oleh Bu Badriyah, salah satu guru di sana. Juga juara II lomba tari Islami berkelompok. Hal yang semakin membuatku takjub adalah Bu Badriyah, yang kerap menjuarai berbagai lomba tahfidz, ternyata hafal Al Quran. Masya Allah, Bu! Semoga berkah, ya! Mendedikasikan tenaga, waktu dan ilmunya yang mulia di tempat terpencil namun kaya kasih sayang dan semangat ini.

Gunung Kidul dulu dan Kini

Peta Administrasi Gunung Kidul
Sumber:www.gunungkidulkab.go.id

Satu kata tentang Gunung Kidul, tandus! Entah berapa puluh tahun yang lalu kudengar hal itu menjadi trending topik di kota tempatku mencari ilmu ini. Tak ada yang menyangka, hanya selang beberapa tahun dari doktrin yang melekat itu keadaan dibalik oleh Allah.

Sekarang, siapa yang nggak tahu Goa Pindul? Siapa yang nggak kenal Pantai Indrayanti? Air Terjun Sri gethuk? Dan masih banyak lagi destinasi wisata di Gunung Kidul yang hingga kini pengunjungnya semakin meroket. Bahkan tiap akhir pekan, hampir dipastikan akses sepanjang jalan menuju Gunung Kidul selalu dipadati oleh berbagai kendaraan dari berbagai kota. Macet!

Gunung kidul, mengapa diberi nama demikian? Daerah berbatu ini merupakan rangkaian Pegunungan Kapur Selatan yang membentang di selatan Pulau Jawa. Komposisi bebatuan berwarna putih atau sering disebut dengan batu gamping ini menandakan bahwa dahulu kala daerah ini merupakan dasar laut yang mengalami pengangkatan tektonik dan vulkanik. Jadi tak heran jika memang aslinya tempat itu merupakan tempat yang tandus.

Kampung Berseri Astra (KBA)

Logo Kampung Berseri Astra
Gambar: www.satu-indonesia.com

Kemuning, adalah salah satu kampung yang berlokasi di Gunung Kidul. Tepatnya di Desa Bunder Kecamatan Patuk. Kampung ini terpilih menjadi salah satu Kampung Berseri Astra (KBA) yang merupakan salah satu dari 76 kampung bagian Corporate Social Responsibility (CSR) di seluruh Indonesia. Kenapa kampung ini terpilih? Jadi ada beberapa tahap sebuah kampung dapat dipilih untuk menjadi Kampung Berseri Astra:

Dalam menentukan dan memilih calon KBA, terdapat beberapa tahap yang harus dilewati:

  1. Koordinasi perusahaan Group Astra
  2. Pembentukan Tim KBA
  3. Koordinasi dengan pemerintah daerah
  4. Social Mapping
  5. Penentuan lokasi KBA

Apa itu KBA?

Infografis www.healthymomy.com
Sumber: www.satu-indonesia.com

Kampung Berseri Astra (KBA) merupakan program kontribusi sosial berkelanjutan Astra yang diimplementasikan kepada masyarakat dengan konsep pembangunan yang mengintegrasikan 4 pilar program, yaitu: Pendidikan, Kewirausahaan, Lingkungan dan Kesehatan.

Melalui KBA, masyarakat dan perusahaan bekerjasama untuk mewujudkan wilayah yang bersih, sehat, cerdas dan produktif sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah Kampung Berseri Astra.

Jadi, apa yang kamu dengar sekarang tentang Gunung Kidul? Daerah yang kaya destinasi wisata indah. Pantai, Goa, Karst peninggalan kebudayaan purba? Ya begitulah, semua sudah berubah seiring perkembangan zaman, juga seiring dengan semakin cerdasnya masyarakat Gunung kidul di bawah kepemimpinan pemerintahan Bupati dalam membangun rumahnya sendiri.

Sekarang, jika kamu bertanya padaku seperti apa rasanya sekolah TK, pasti kujawab dengan lantang, “Aku tidak tahu!” Dulu, bahkan di desaku sama sekali tidak ada sekolah TK. Aku langsung masuk ke SD saat usiaku menginjak 6 tahun, yang itu artinya 36 tahun yang lalu. Jadi aku pun tak tahu betapa asyiknya bermain di TK, menggambar kupu-kupu, mewarnai, dibacakan cerita. Aku menghabiskan masa balitaku bersama ibuku tercinta sebagai madrasah pertamaku. Aku mengenal Alif-Ba-Ta-Tsa, juga langsung dari mulut ibuku setiap aku mau tidur. Aku juga mengenal jam dari kakekku. Mengenal kasih sayang dan berbagi dari nenekku. Dan, aku mengenal ketegaran serta kesabaran dari bapakku.

Bukti, kenapa pendidikan begitu penting diberikan sedini mungkin. Inilah yang menumbuhkan cita-cita Astra, Sejahtera Bersama Bangsa.

~

ew

*Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Anugerah Pewarta Astra 2018. 

 

TERBANGKAN MIMPI MENJADI TRAVEL BLOGGER KECE DENGAN LAPTOP IDAMAN

Oh my God! Rasanya pengin turun saja dari mobil, ajak anak-anak untuk berjalan kaki. Entah di depan atau di belakang mobil yang disetir sama suami, sendirian. Tapi, tidak mungkin, toh kalau misalnya pikiran buruk itu terjadi, kasihan suami sendirian mengalaminya. Na’udzubillah, jangan sampai! Allah lindungi kami!

Namun untuk berhenti dan berputar balik arah agar tidak melewati jalur itu? Itu sama halnya mengulang perjalanan yang entah berapa puluh jam yang lalu kita awali. Sebenarnya bukan karena dikejar waktu atau harus buru-buru, kita semua bisa enjoy sepanjang perjalanan karena seluruh anggota keluarga jelas sudah ikut menikmati serunya perjalanan itu. Jadi mau terlambat atau mau cepat, sudah tak ada lagi yang menjadi alasan untuk panik.

Ok, kita lanjut! Dan aku harus tetap bertahan di dalam mobil ini, di dalam entah hutan apa namanya, di pedalaman Purworejo yang baru sekali itu kami lewati. Napas rasanya tak mampu kuhela saat perlahan suami mulai mengarahkan kemudinya menyusuri setengah ruas jalan yang masih disisakan oleh longsor beberapa waktu sebelumnya. Apapun yang terjadi, bismillah. Dan tiba-tiba aku ingat tentang satu hal,

“Pedang yang sudah di arahkan ke lehermu pun tak bisa mematikanmu kalau Allah tidak meng”iya” kan.”

Itu artinya, ruas separuh jalan berbatu bekas longsor yang terlanjur kami pilih ini tidak akan menggelincirkan untuk mati konyol hanya karena menghindari jalur macet lebaran. Kulirik anak-anak yang tertidur pulas di belakang. Perlahan kuarahkan pandanganku ke arah suami yang sedari tadi menunggu anggukan kepalaku. Bismillah! jalan longsong dengan sebelah tebing dan sebelah lainnya jurang terjal! Aaaggrrhh!

Berhasilkah?

Alhamdulillah, jika tak berhasil, maka tulisan ini insyaallah tidak akan pernah ada. Allah masih melindungi kami semua, dan anak-anak tak satu pun yang terbangun untuk menyaksikan kengerian berpacu dengan adrenalin kami.

Travelling memang sudah menjadi hobi kami yang tak pernah menjemukan. Minimal setahun sekali kita semua pasti melakukan perjalanan jauh yang sering kita sebut dengan istilah travelling. Bagi yang sudah berkeluarga di mana mertua dan orang tua berjauhan tempat tinggal meski masih dalam satu pulau, membuat aktifitas rutin tahunan ini wajib banget untuk selalu dapat ditunaikan. Birrulwalidain-lah sebutannya. Berbakti kepada kedua orang tua. Seperti aku, ujung barat Jawa tengah menuju ujung timur Jawa Tengah. Setiap tahun minimal sekali melewati rute yang berbeda. Jadi meski tiap tahun tujuannya sama, namun kita selalu menemukan jalur baru yang selalu berbeda dari tahun ke tahun.

Hal unik yang ditemui sepanjang jalan selalu menarik untuk kubagi dengan semua orang. Hal unik yang membuat kita selalu semangat meniti hari bersama keluarga. Sayang sekali kan hobi ini jika dibiarkan terendap begitu saja di dalam memori kita? Makanya mulai beberapa bulan ini seiring dengan tumbuhnya minat untuk belajar menulis, aku ingin selalu membagi semua hal, terutama mengenai travelling, dan lebih keren sekarang dengan sebutan travel blogger. Minimal berbagi informasi yang bermanfaat terkait semua hal.

Produktif Menulis dengan ASUS
Gambar: Doc. Pribadi

Tuh kan, menulis adalah hal baru (lagi) yang membuatku terus semakin bersemangat. Bersemangat memasuki dunia baru yang menurutku makin berwarna di dalamnya. Ya, memang menulis termasuk salah satu terapi untuk membarukan semangat dalam jiwa.

Laptop ASUS
Gambar: Doc. Pribadi

Alhamdulillah berbekal laptop ASUS X541U aku mulai produktif menulis. Menulis apa saja yang ada di dalam kepalaku. Tak terasa semua hal bisa menjadi ide segar buatku, meski cara menuangkannya belum semulus yang dibayangkan. Menulis menjadi rutinitas baru yang begitu menyenangkan bagiku.

ASUS, merk laptop terkenal di Indonesia yang menurutku sudah paling canggih, rupanya selalu mengeluarkan seri baru untuk lebih memberi fasilitas unggul demi memfasilitai para pecandu menulis.

Sebut saja ASUS ZenBook 13 UX331UAL yang saat ini sudah masuk pasaran Indonesia.

Sepertinya itulah laptop impianku, laptop lembut, ringan namun powerfull. Kabarnya laptop ini sudah diuji kekuatannya oleh artis beken Raditya Dika.

Berikut sedikit spesifikasi ASUS ZenBook 13 UX331UAL :

ZenBook 13 UX331UAL memiliki ketebalan yang sama seperti saudaranya, ZenBook UX331UN yakni hanya 13,9 milimeter. Tetapi ia berhasil menembus angka di bawah 1 kilogram untuk bobot keseluruhan. Tepatnya, hanya 985 gram saja.

ASUS ZenBook 13 UX331UAL Yang Super Tipis dan Ringan
Gambar: Channel.asus.com

Gambar: Channel.asus.com

Masya Allah, ini si ringan banget! nggak bakal membuat punggung kita bungkuk seharian menggendong laptop ini mah! meski dibawa keliling Indonesia. Duh, makin mupeng kan jadinya?

Dibanding ZenBook 13 sebelumnya yang menggunakan aluminium chassis, konstruksi berbasis magnesium alloy pada ZenBook 13 UX331UAL membuatnya sangat tangguh.

Bahkan ia memenuhi standar military-grade MIL-STD 810G dan lolos uji daya tahan untuk memastikan kemampuannya beroperasi dalam berbagai kondisi.

Meskipun punya tampilan yang sangat lembut, ZenBook 13 UX331UAL telah lolos pengujian berat standar daya tahan military-grade MIL-STD 810G. serius ini? Hmm, pantesan di channel Raditya Dika, laptop ini mah masih bertengger meski dilindas oleh motor, amazing!

Trus, masih banyak lagi keunggulan ZenBokk 13 UX331UAL. Dibawah ini alasan kenapa laptop ini menjadi laptop impian sobat traveler:

Laptop tipis, ringan dan powerfull

Saat bepergian, pastinya kita menginginkan laptop yang paling tipis, paling ringan, dan paling ringkas. Inilah yang ditawarkan ZenBook UX331UAL dengan bobotnya yang hanya 985g (kurang dari berat rata-rata sepasang sepatu!) ketipisan 13.9mm, sehingga sangat nyaman saat bepergian. Desain bingkai NanoEdge juga sangat ringkas untuk laptop ukuran 13 inchi: ZenBook UX331UAL ini tentunya adalah teman perjalanan Anda yang setia, ke mana pun Anda pergi!

Wi-Fi Master

Dengan aplikasi ini, laptop mampu mendapat kecepatan transfer yang lebih tinggi dan jarak yang lebih jauh dibanding laptop lain pada umumnya. Dari jarak 300 meter atau lebih masih bisa mengakses Wi-Fi yang meski mendapat interferensi dari perangkat USB 3.0. Jarak ini 65 meter lebih jauh dibandingkan dengan laptop lain pada umumnya yang tidak memiliki Wi-Fi Master.

Kinerja Laptop Mumpuni

Meskipun desainnya yang ringkas dan ultraportabel, ZenBook UX331UAL ini tidak berkompromi dengan kinerjanya: Prosesor Intel® Core™ i5 Generasi ke-8 yang supercepat, RAM 8GB, dan SSD 256GB PCIe® memungkinkan kita untuk menyelesaikan seluruh tugas dengan mudah. Plus, system audio Harman Kardon-nya juga memberikan suara imersif yang kencang dan kuat. Keren kan!

Baterai Yang Super Awet

ZenBook UX331UAL ini memang dirancang untuk mereka yang memiliki gaya hidup non-stop, karena ZenBook ini menawarkan kebebasan pemakaian baterai sepanjang hari. Ohoho, laptop ini dilengkapi dengan baterai lithium-polymer 50Wh yang dirancang khusus untuk memberikan ZenBook UX331UAL daya tahan baterai hingga 15 jam.

Sensor Sidik Jari dengan Windows Hello

Mengakses ZenBook UX331UAL menjadi lebih aman lagi berkat sensor sidik jari yang ada di touchpad dan Windows Hello. Nggak perlu lagi mengetikkan kata sandi setiap kali masuk: Cukup satu sentuhan saja. Cepat dan praktis!

Kenyamanan Saat Mengetik

ZenBook UX331UAL ini dilengkapi dengan keyboard backlit ukuran penuh dengan desain yang kokoh, memberi pengguna pengalaman mengetik yang luar biasa dalam segala kondisi pencahayaan. Boleh dibilang ini adalah mahakarya ergonomi, dengan jarak penekanan tombol keyboard 1,4 mm yang dioptimalkan untuk kenyamanan saat mengetik. Laptop ini juga didukung dengan teknologi palm-rejection dan mendukung gerakan multi-jari dan tulisan tangan. Yes, kenyamanan mengetik mempertahankan kita dalam posisi yang sama dalam waktu lebih lama. Itu artinya apa? Artinya kita akan semakin produktif menulis kawan!

Kenyamanan Mengetik dengan ASUS ZenBook 13 UX331UAL
Gambar: Channel.asus.com

Duh, mimpi apa ya aku, kalau tahun ini mendapat laptop idaman se-keren ZenBook 13 UX331UAL? Allahuakbar, Shalawatin dulu! Allahummashalli’ala Muhammad! Bismillah!

NAIK BUS MEWAH INI, HANYA MEMBAYAR DENGAN 3 BUAH SAMPAH! AH, MASA?

Ada bus kota yang naiknya hanya dibayar dengan sampah? Ini gokil banget! Semoga bukan karena akunya saja yang kudet alias kurang update. Bus dengan fasilitas modern super lengkap, ramah anak, ramah bumil (Ibu hamil, red), ramah lansia(lanjut usia) juga ramah difabel ini sangat memanjakan fasilitasnya. Dan, biaya naiknya hanya dengan menukarkan sampah plastik berupa botol bekas saja! Percaya? Aku berkali-kali mengulang kalimat itu di sebuah media sosial Instagram resmi dari Dinas Perhubungan kota Surabaya. Serius bayarnya hanya pakai botol plastik bekas? Kalau bener, amazing pakai banget! Benar-benar langkah baru dalam upaya mencintai lingkungan. Langkah pionir yang berani mengambil keberanian yang luar biasa. Apakah di daerah lain sudah ada yang menggunakan metode pembayaran bus dengan menukarnya dengan sampah?

Gambar: Detik.com

Namanya Suroboyo Bus. Sesuai dengan namanya, tentu saja bus ini beroperasi di kota Surabaya. Yah, kota yang akhir-akhir ini sedang galak melakukan kegiatan dalam rangka mengelola lingkungan secara sehat dan bertanggungjawab. Asli, aku memang belum pernah sekali pun menginjakkan kaki ke daerah Surabaya. Tapi begitu ada informasi ini, jadi sangat antusias pengin mencoba ke sana juga.

Berkat Kerjasama Antar Dinas dan Tata Kota Surabaya

Dinas Perhubungan Kota Surabaya bekerjasama dengan Dinas Kebersihan dan Tata Ruang Kota, bersama-sama mencetuskan untuk pertama kalinya di Indonesia dalam mengoptimalkan pemanfaatan dan pemilahan sampah pada sektor transportasi. Memberikan layanan publik sekaligus mengupayakan peningkatan kebersihan lingkungan dalam waktu yang bersamaan.

Suroboyo Bus yang menjadi ikon transportasi di kota Surabaya ini di launching pada hari Sabtu tanggal 07 April 2018 lalu. Bus bermesin matic ini semenjak awal beroperasi sangat dinantikan oleh para penumpangnya yang antusias. Sampai-sampai bus yang seharusnya menjadi alat transportasi publik ini beralih menjadi city tour bus. Beberapa penumpang sengaja mengajak anak-anaknya untuk berputar-putar keliling kota Surabaya dengan naik Suroboyo Bus.

Gambar: instagram Suroboyobus

Meskipun halte masih memanfaatkan yang lama karena masih membutuhkan waktu yang cukup untuk membangun halte baru, namun secara lengkap pengoperasian moda transportasi baru di kta Surabaya ini terbilang sempurna. Halte baru yang lebih bagus dan aman bagi penumpang, segera dibangunn. Halte yang melindungi penumpang dari kehujanan.

Fasilitas modern dan lengkap begitu memanjakan warga kota Surabaya atau warga daerah lain yang sedang berkunjung ke kota Surabaya. Design bus yang mewah, nyaman juga terdapatnya jendela kaca yang lebar sangat memberi kepuasan bagi penumpangnya untuk menikmati keindahan kota Surabaya. Duh, sudah mirip banget dengan bus-bus di luar negeri kan? Makin pengin ke sana, deh, jadinya.

Bus Nyaman dan Aman

Paling seru saat naik bus adalah rasa nyaman yang dijamin. Bukannya was-was seperti kita naik bus pada umumnya. Pencopet, pencuri, penjambret dan lainnya bisa bebas berkeliaran di dalamnya. Bahkan tak jarang, kondektur bus yang tahu kejadian itu pun tak bisa berkutik lantaran lebih takut sama tampang dan perilaku pencopet itu.

Lain halnya dengan bus modern satu ini. Bus bertingkat ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan keunggulan sebagai berikut:

CCTV sebanyak 12 buah untuk menjamin keamanan

Delapan buah CCTV berada di dalam bus, dan 4 sisanya berada di luar bus. CCTV ini akan terpantau dari darat sehingga bila di dalam perjalan bus itu terdapat tindakan perampokan, penjambretan, atau pencurian, makan tindakan itu akan segera terlacak dan pelakunya akan tertangkap di halte berikutnya.

Low Deck

Pijakan tangga untuk masuk ke dalam bus yang pendek ini akan memudahkan penumpang untuk turun langsung di area pedestrian kota Surabaya. Konsep ini juga begitu memudahkan bagi penumpang perempuan yang hamil, membawa anak kecil, orang dengan disabilitas, lansia juga bagi mereka yang menggunakan kursi roda untuk masuk ke dalam bus.

Kursi warna-warni

Gambar: instagram Suroboyobus

Gambar: instagram Suroboyobus

Suroboyo Bus di-design dengan kursi single seat warna-warni yang ramah terhadap perempuan maupun kaum lansia juga disabilitas. Masing-masing kursi mempunyai warna sesuai dengan penempatan penumpang:

Kursi Pink: Khusus bagi perempuan

Kursi Merah: Untuk Ibu hamil dan Lansia

Kursi Oren: Untuk penumpang umum, laki-laki atau perempuan.

Selain kursi, bus ini juga memfasilitasi bagi penumpang yang sehat untuk berdiri selama perjalanan, dengan berpegangan pada pegangan yang tersedia bergelantung di atap bus.

Sedangkan ruang khusus untuk disabilitas dengan kursi roda ditempatkan di bagian tengah bus dengan fasilitas pengaman kursi roda secara khusus yang telah disiapkan.

Panic button

Bus dengan konsep modern ini juga dilengkapi dengan “Panic Button” atau tombol darurat. Tombol ini bisa dipencet saat terjadi kebakaran di dalam bus. Jika tombol ini dipencet, maka bus akan berhenti, mesin mati dan pintu segera membuka secara otomatis.

Jendela kaca yang lebar

Jendela ini memberi keleluasaan bagi penumpang untuk menikmati indahnya kota Surabaya.

Jalan bebas hambatan

Bus ini melaju bebas hambatan karena tidak pernah terkendala dengan lampu traffic light yang menyala merah.

Petugas Yang Super Ramah

Gambar: instagram Suroboyobus

Petugas Suroboyo bus selalu siap membantu penumpang dengan senang hati, demi terciptanya kenyamanan dalam perjalanan.

Oh iya, untuk cara penukaran sampah plastik botol air mineral bekas, begini mekanismenya:

Gambar: instagram Suroboyo bus

  1. Penumpang membawa sampah plastik yang sudah dibersihkan ke halte terdekat atau bank-bank sampah.
  2. Sampah plastik yang sudah dibersihkan diserahkan kepada petugas yang ada di halte.
  3. Petugas akan memberikan satu tiket naik untuk ditukarkan dengan 3 buah botol plastik besar atau 6 botol plastik kecil atau 10 gelas plastik.
  4. Satu tiket berlaku untuk satu kali perjalanan dengan penghitungan waktu maksimal 2 jam untuk setiap tiketnya. Batas waktu berlakunya tiket tertera pada tiket.

Kartu tukar sampah Suroboyo Bus
Gambar: instagram Suroboyobus

Meski, pembayaran dengan sampah sifatnya tidak permanen, namun langkah ini begitu menggembirakan warga. Langkah ini jelas akan memberi perubahan pada perilaku warga terhadap pengelolaan sampah plastik pada khususnya. Setelah nanti sistem lebih dimatangkan, maka akan berlaku tarif sama jauh dekat, yaitu sekitar Rp 6.000,- saja sekali jalan. Tentu saja itu masih saja terjangkau untuk semua fasilitas yang ditawarkan.

Bus Berteknologi Modern

Bus berukuran panjang 12 meter dan lebar 2.4 m ini ternyata harganya fantastis. Per unit bus seharga 2.4 M. Luar biasa! Bus ini memiliki koneksi langsung dengan Surabaya Intelijen Transportasi System (SiTS). Koneksi ini mampu mengatur traffic light yang ada di depannya. Dalam jarak beberapa meter, koneksi ini akan dengan otomatis mengatur traffic light akan menyala hijau sedangkan traffic light di seberangnya akan mernyala merah. Sehingga Suroboyo bus akan dapat terus melaju tanpa ada hambatan lampu merah. Sampainya bus dari satu halte berjarak sekitar 20 menit saja dengan sistem pengendali traffic light ini.

Duh, kebayang nggak sih, naik bus serasa naik kereta yang bebas hambatan? Seru banget nih!

Hanya saja jumlah unit yang disediakan masih terbatas, yaitu baru terdapat sekitar 8 unit bus saja, sehingga jadwal keberangkatan masih lumayan jarang. Dari awal launching, pemerintah kota Surabaya sudah bertekad bahwa ada atau tidak ada penumpang, Suroboyo Bus akan terus melaju sesuai dengan jadwal keberangkatan yang telah diatur. Pada kenyataannya bus ini semenjak awal peluncuran selalu dipenuhi penumpang, baik yang memang berkepentingan untuk bepergian atau hanya sekadar jalan-jalan saja.

Dari 8 unit yang sudah berjalan, masih terlalu kurang dibandingkan dengan jumlah penumpang yang ingin naik. Penumpang membludak dari prediksi. Banyak yang menyesalkan dengan jumlah unit yang terlalu sedikit. Dinas Perhubungan Kota Surabaya pun memberikan jawaban yang menggembirakan. Masih di tahun ini juga, rencananya jumlah armada Suroboyo Bus mau ditambah sekitar 10 unit lagi, memenuhi permintaan para penumpang yang sudah antusias berlangganan.

Hmm, benera ya, baru kali ini ada bus dengan fasilitas yang luar biasa. Setidaknya jika konsep ini bisa berlangsung sempurna, akan memberikan banyak manfaat besar bagi kota Surabaya pada khususnya, antara lain:

Suroboyo Bus dan Kemacetannya
Gambar: instagram Suroboyobus

  1. Mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas karena banyak penumpang yang lebih memilih naik bus dari pada mengendarai kendaraan pribadi.
  2. Menurunkan angka kemacetan lalu lintas. Bayangkan jika satu unit bus ini saja mampu membawa lebih dari 60 penumpang, hitung berapa penyusutan penggunaan motor maupun mobil pribadi dalam satu kali jalan? Sangat signifikan!
  3. Meningkatkan kebersihan lingkungan, terutama dari sampah plastik yang sekarang menjadi masalah tersendiri bagi lingkungan yang semakin rusak.
  4. Mengurangi angka polusi udara. Berkurangnya jumlah kendaraan bermotor karena banyaknya penumpang yang lebih memilih naik bus, akan memberi dampak positif terhadap jumlah asap kendaraan yang mengotori atmosfer kota Surabaya.
  5. Meningkatkan jumlah kunjungan wisata baik dari dalam negeri mau pun luar negeri. Kebersihan dan apiknya tata ruang kota Surabaya memberikan kenyamanan tersendiri bagi para pengunjung. Mereka akan semakin betah dan semakin banyak merekomendasikan ke teman dan saudaranya karena kota Surabaya kini menjadi kota yang sangat bersih, aman dan nyaman.

Duh, harus segera bikin resolusi nih, minimal tahun depan harus bisa berkunjung dan merasakan serunya naik bus bergambar ikan Suro (Hiu) dan Boyo ini di kota Surabaya. Untuk pertama kalinya. InsyaAllah!