Berbagilah! Allah Akan Mencukupkan Semua Kebutuhanmu Sebesar Apapun Itu

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari, secara sembunyi dan terang-terangan maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”

(QS. Al Baqarah: 274)

 

“Maaf, Mbak. Uang saya kurang dua puluh ribu,” perasaan tidak enak jelas sekali terdengar, meski si ibu sudah berusaha berbisik ke mbak-mbak kasir berkerudung biru.

Perempuan yang bertugas sebagai kasir hanya tersenyum masam tanpa berkomentar.

Sebelumnya, ibu berjilbab coklat muda itu mendorong keranjang belanjanya yang sudah terisi bermacam bahan pokok ke arah kasir. Di sebelahnya, anak laki-laki berusia sekitar 6 tahun menarik-narik baju si ibu, raut wajahnya memohon, juga tangan kanan mungilnya menunjuk ke sebuah kotak merah berisi bermacam rasa es krim lezat. Kotak itu berada di sisi kiri agak jauh dari meja kasir. Si ibu dengan lembut mengangguk dan tersenyum. Sontak, si anak berjingkrak berlarian menuju lemari es krim yang dimaksud. Dengan tangan kanannya ia ambil sekotak es krim rasa coklat.

Sesaat kemudian petugas kasir dengan cekatan menghitung total harga belanjaan yang didekatkan ke meja kasir. Satu persatu  barang belanjaan diangsurkan perempuan yang kini mulai gelisah melihat monitor angka yang menunjukkan total biayanya.

“Dua ratus tiga puluh empat ribu delapan ratus rupiah,” batin si ibu mengeja. Semenjak awal sepertinya sudah diperhitungkan total belanjanya, hingga ia lupa saat anak laki-lakinya meminta es krim yang tidak ia duga.

Ia keluarkan semua isi dompet, beberapa lembar uang ribuan di saku gamis, juga uang koin lima ratusan dan ratusan yang ia temukan di kantong kecil depan tas yang di cangklongnya.

Beberapa kali dihitung ulang uang-uang itu. Tetap sama. Si ibu semakin gelisah, tangan kirinya mengelus kepala anak laki-laki yang kini sibuk menjilat es krim yang mulai meleleh.

 “Gimana kalau belanjaan ini saya kurangi senilai uang yang ada saja, Mbak?” pinta ibu itu.

Petugas kasir menghela napasnya. Mungkin lelah, atau malas melakukan hal yang sama harus berulang.

“Jadi yang mau dikurangi yang mana?” tanyanya datar kepada perempuan yang kini mulai terlihat kikuk.

Tak diketahui siapa pun. Seorang pemuda yang berdiri tepat di belakang si ibu sudah memperhatikan semua yang terjadi.

“Mbak, biar yang dua puluh ribu dimasukkan ke tagihan saya saja nanti, ya!” pengin rasanya pemuda berbaju hitam bilang seperti itu ke kasirnya. Pasti si ibu sangat lega. Atau malah tidak enak? Namun ternyata tidak! Pemuda itu urung melakukannya!

Diam-diam pemuda itu mengambil selembar uang Rp. 20.000,- an dari dalam sakunya. Diremas-remasnya lembar uang berwarna hijau itu, kemudian ia jatuhkan ke lantai, tepat di sebelah kaki si ibu.

“Maaf, Bu! Barusan saya lihat ada yang jatuh dari saku ibu,” pemuda itu dengan sopan berbisik dan mengarahkan telunjuk tangan kanannya ke arah bawah, ke tempat uang yang tadi dilemparnya berada.

“Oh, ya Allah, Alhamdulillah!” seolah ia ingin berteriak lega namun ditahannya. Segera ibu itu memungutnya dengan tangan gemetar.

“Ini ya, Mbak! Terima kasih, Mas!” Nampak sekali kelegaan di raut mukanya, ia pandangi anak laki-laki yang masih juga sibuk makan es krim di sebelahnya. Sengaja ia biarkan anaknya memakan es krim dulu setelah barkodenya berhasil di-scan di mesin kasir.

***

Bisa saja pemuda itu melakukan kebaikan yang pertama. Namun mengapa pemuda itu mengambil pilihan kedua untuk membantu si ibu membayar kekurangannya? Ternyata pemuda itu lebih yakin hatinya bahwa Allah Maha Melihat. Dengan pilihan itu pun perasaan si ibu masih tetap terjaga, tidak perlu sungkan merasa berhutang budi. Biarlah Allah saja yang tahu.

***

Semua jamaah serempak menghembuskan napas, seolah tarikan napas yang tadi diambilnya lupa untuk dikeluarkan. Kisah nyata yang diceritakan oleh ustadz di depan terdengar mengharu biru. Termasuk saya yang tak henti merinding mendengar bagian akhir yang dikisahkan laki-laki berbaju koko di depan sana. Ah, Alhamdulillah, banyak hikmah dan manfaat meski kita hanya duduk mendengarkan di majelis mengaji itu.

Ingat beberapa malam lalu saat saya bersama suami dan dua anak kami sedang mencari makan di seputar Mandala Krida.

Tiba-tiba motor yang kami naiki menepi dan berhenti. Suami mematikan mesin motor dan diam tanpa bicara apa pun. Hanya kepalanya yang beberapa kali menoleh ke belakang. Aku pun mengikuti gerakan itu.

Tak selang berapa lama sebuah gerobak rongsok ditarik oleh seorang ibu tua. Terlihat kepayahan dan lelah. Di atas gerobak seorang bocah perempuan yang juga tampak lebih lelah dan mengantuk duduk di antara rongsok yang mereka bawa. Gerobak itu berjalan perlahan melewati kami.

Waktu itu sekitar pukul 8.30 malam. Tiba-tiba suami merogoh saku belakangnya, dari dalam dompet ia ambil dua lembar uang berwarna merah. Lalu disodorkannya kepada saya.

“Cepat, kasihkan ke adek itu!” perintahnya.

Tumben, biasanya dia tak sedikitpun mau merepotkanku yang sedang menggendong anak bungsu kami yang tertidur. Tapi karena posisinya juga lebih sulit untuk berdiri karena menahan anak kami yang lebih besar sedang tertidur di depannya, maka ia meminta tolong agar saya yang mengejarnya.

Refleks, entah karena takut kehilangan jejak atau rasa iba yang tiba-tiba muncul yang memberiku kekuatan untuk segera turun dari motor dan berlari mengejarnya.

“Ini, Dek! Buat sarapan besok” Kuangsurkan dua lembar uang itu sambil tersenyum setelah meminta sang ibu untuk berhenti sejenak.

Anak kecil itu terdiam, ragu, kedua matanya melihat ke arah tanganku yang masih mengambang di udara. Pandangan dialihkan ke ibunya yang masih juga membisu di depan gerobak. Bingung! Raut muka yang sejenak kutebak.

“Ini…!” kuangsurkan uang itu lagi. Sekali lagi bocah perempuan itu memandang ibunya meminta pendapat. Baru tangan mungilnya mengambil dengan sangat perlahan uang yang kusodorkan setelah ibunya yang tampak letih mengangguk tersenyum. Ada binar yang tiba-tiba muncul. Ada bahagia yang meluap namun tertahan.

“Terima kasih!” suara itu hampir tak bisa kudengar. Tapi begitu merdu. Begitu menyejukkan. Aku terpaku. Baru setelah klakson berbunyi aku lari menuju motor yang masih berhenti di belakangku.

Kami memutar arah untuk kembali. Namun kami putuskan untuk mampir ke warung bakso di perempatan jalan. Bakso yang kami pesan hampir tak dapat kurasakan. Ada bahagia lembut yang menelusup entah ke dalam sana. Bukan bahagia yang menghentak.

Kami masih sama-sama diam. Hanya tangan kami yang erat saling menggenggam. Seolah kami sepakat. Tak perlu saling tanya nama, apalagi alamat. Biarlah kami segera lupa. Kami hanya ingin menabung “rasa”nya berbagi.

Rasa yang tidak bisa kami ungkapkan, namun bisa kami rasakan. Saat betapa orang yang kita beri hampir tak tahu caranya meluapkan bahagia. Biarlah itu menjadi kenangan manisnya yang menggunung, yang semoga hanya Allah saja yang tahu.

Bahkan, meski entah berapa lembar dan warna apa uang yang tersisa di dompet suami, sungguh bukan hal yang mengkhawatirkan lagi bagi kami.

Semenjak kami “berbagi” untuk Allah, tak lagi ada rumus matematika manusia yang kami berlakukan, kami memilih menggantinya dengan rumus matematika Allah SWT. Saat rumus manusia mengatakan 10 dikurangi 2 sama dengan delapan, maka rumus matematika Allah bisa saja 10 dikurangi 2 sama dengan 28 atau bahkan 208? Masya Allah, Allah Maha Kaya!

Dengan berbagi setidaknya kami memperoleh ketenangan yang belum pernah kami temui sebelumnya. Hanya perlu yakin dan percaya bahwa Allah itu yang Paling Maha Melihat, Allah Maha Kaya, Allah Maha Penyantun.

Dulu, kami hanya akan merogoh kocek yang sangat dangkal, mencari selembar uang yang sudah sangat lusuh dan tak cukup untuk membeli sebungkus nasi angkringan pun. Untuk kami bagi dengan orang yang meminta-minta. Terkadang jika tak menemukan selembar pun uang lusuh atau beberapa koin, kami urungkan ‘berbagi”.

Kami ketakutan jika akan berbagi. Nanti gimana untuk makan siang? Jangan-jangan nanti nggak bisa bayar ini atau bayar itu? Nyatanya memang banyak sekali sesuatu yang tak bisa kami bayar meski kami sudah super ‘irit” untuk berbagi, padahal secara nominal gaji yang kita terima setiap bulan cukup besar.

Kami lupa bahwa berbagi itu untuk Allah SWT, tapi melalui tangan dan air mata kaum fakir dan dhuafa. Hanya dengan berbagilah harta kita utuh sampai sana (akhirat).

Kini, setelah berusaha tak lagi hitung-hitungan sama Allah, saat kami berpikir tak ada lagi jalan keluar dari semua masalah berat, Allah SWT yang memberi petunjuk. Saat kami berpikir dari mana rejeki untuk membayar sekolah anak-anak? Allah lah yang tiba-tiba menggelontorkan sejumlah rejeki, tepat dengan jumlah yang kita butuhkan saat itu dari arah yang tak kita duga sangka. Saat kami berpikir semua hal mustahil, ada asa yang selalu Allah janjikan melalui ayat-ayat-Nya.

Kami tak lagi memilih lembaran uang paling lusuh, justru kami memilih yang paling besar dan paling baru di dompet kami saat itu untuk berbagi. Ke ibu-ibu tua, kakek-kakek renta yang berjualan koran, atau anak kecil yang menjajakan keripik di setiap masjid selepas shalat Jumat. Juga untuk pembangunan dan perawatan masjid melalui kotak infak di setiap lima waktu shalat.

Kami tak takut lagi untuk berbagi, karena kami yakin harta itu bisa kami bawa mati. Harta itu akan kembali kita miliki di sana, menjadi saksi amal kebaikan kita. Harta yang kita bagi itulah yang sejatinya utuh menjadi milik kita atas izin Allah SWT.

Apakah kami mejadi kaya? Iya, kami menjadi kaya, kaya hati! Alhamdulillah, kami lebih bisa merasakan ketenangan dan kebahagiaan hidup. Kami lebih diberi kesehatan oleh Allah SWT. Anak-anak dijaga Allah saat bermain maupun saat berada jauh dari pantauan kami orangtuanya. Dan hubungan keluarga menjadi lebih harmonis, saling menyayangi, menghargai dan menghormati.

Kami menjadi serba berkecukupan tanpa kami merasa khawatir menjaga harta di dunia karena takut dicuri. Nyatanya, setiap apapun kebutuhan kami, selalu Allah penuhi pada waktunya. Insyaallah!

Apa pun yang kita niatkan hanya untuk mendapat ridla-Nya, Allah lah yang akan menyulap semuanya baik-baik saja. Biarlah hina di depan manusia karena kita tak punya harta, yang terpenting di depan Allah kita punya angka. Sungguh saat kita jalani semua hal di kehidupan dengan lapang dada dan ikhlas, Allah yang akan membayarnya dengan ketenangan dan kenyamanan yang tak disangka-sangka.

Berbagi, merupakan hal yang paling Allah cintai. Berbagi terhadap sesama yang membutuhkan. Dan yakinlah, Allah tak pernah ingkar janji. Kita percayakan saja semua pada rumus matematika Allah. Rumus yang bahkan tak pernah mengenal masuk akal atau tidak. Nyatanya memang Allah-lah Maha Kaya, Allah-lah Maha Penyantun. Kita berbagi menyantuni sesama manusia yang membutuhkan maka kita akan disantuni oleh Allah, dan hanya Allah lah yang Maha Mengetahui jumlah yang pantas bagi kita.

”Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa saja yang Dia kehendaki dan Allah Maha Luas Maha Mengetahui.” (QS: Al Baqarah: 261)

Kriteria infak atau sedekah yang seperti apa yang diterima Allah SWT?

Berikut ciri atau syarat-syarat infak yang diterima Allah SWT, (berdasarkan QS. Al Baqarah : 262 – 274):

  1. Infak yang tidak disebut-sebut atau yang tidak diikuti tindakan menyakiti orang yang diberi infak
  2. Infak yang diberikan hanya dengan niat untuk mendapat ridla Allah SWT
  3. Infak dari harta atau hasil usaha yang baik bukan yang buruk
  4. Boleh dilakukan dengan terang-terangan atau sembunyi-sembunyi, siang atau malam hari
  5. Jika ada sedikit kebaikan dari harta yang diinfakkan, maka semuanya untuk dirimu sendiri
  6. Apa pun harta yang diinfakkan, niscaya Allah akan memberimu (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan)

Jangan takut berbagi, karena berbagi merupakan salah satu yang ditakuti oleh setan dari manusia.

“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan  kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir) sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu. Dan Allah Maha Luas Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 268)

BERBAGI, TAKUT SALAH SASARAN?

Kini, berbagi menjadi lebih mudah, karena Dompet Dhuafa memberikan bantuan dengan banyak pilihan layanan untuk menyalurkan donasi bagi pihak yang tepat, melalui:

  1. Kanal donasi online (donasi.dompetdhuafa.org)
  2. Transfer bank
  3. Counter
  4. Care visit (meninjau langsung lokasi program)
  5. Tanya jawab zakat
  6. Edukasi zakat
  7. Laporan donasi

Jadi bukan lagi mengenai kelebihan, cukup atau kekurangan harta? Namun tentang mau apa tidak kita lakukan, sekarang! Mari berbagi!

Mulailah dengan yang sangat kecil yang kita mampu (bahkan hanya dengan uang sebesar 10 ribu pun kita bisa mendonasikannya melalui Dompet Dhuafa), selebihnya kamu akan merasakan kecanduan dan semakin berusaha meningkatkan dosis berbagi yang lebih besar lagi untuk mendapatkan ketenangan yang lebih tinggi. Allah tak pernah ingkar janji! Insyaallah, Allah yang akan semakin memampukan!

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog Jangan Takut Berbagi yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa.”

TAS BOLA BATHOK KELAPA GOES TO JAMAICA? JOGJA MEMANG GUDANGNYA KREATIFITAS ANAK BANGSA

TAS BOLA BATHOK GOES TO JAMAICA? JOGJA MEMANG GUDANGNYA KREATIFITAS!

“Pak, ini serius semua bahan bakunya dari bathok kelapa?” Saya masih tercengang dengan apa yang kulihat. Sejumlah tas cantik berwarna cokelat tua dengan beberapa titik kombinasi warna krem cenderung putih semakin menambah aksen unik dan etnis.

Bapak berpostur ideal menyunggingkan senyum seraya mengangguk membenarkan pertanyaanku. Bapak yang kemudian kuketahui sebagai owner dari sebuah perusahaan kerajinan bernama “Yanti Bathok and Craft” itu dengan cekatan menjelaskan tanpa diminta.

“Betul sekali, Mbak! Ini semua dari bathok kelapa, tas jinjing, tas selempang, dompet, tas bola, sabuk, teko beserta seperangkat cangkir juga terbuat dari batok kelapa kecil.” Laki-laki yang kemudian kuketahui namanya Pak Ahyani itu dengan runtut menjelaskan.

Penampakan tas bola berbahan bathok yang berhasil goes to Jamaica
(doc. pribadi)

Dari caranya menjelaskan saya bisa menebak bahwa, beliau sudah profesional dalam dunia craft lengkap beserta teknik marketing maupun manajemen perusahaannya.

Gelar Produk Craft & Fashion Istimewa

Replika unta dan anak-anak di Pyramid Bantul Yogyakarta (doc. pri)

Aku melangkah menaiki anak tangga satu per satu menuju ruangan utama diadakannya acara gelar Produk Craft & Fashion Istimewa. Replika unta terihat di kanan dan kiri tangga seolah menyambut para pengunjung untuk berada dalam suasana yang tenang dan santai. Ya, replika ini melengkapi atmosfer Pyramid menjadi semakin tradisional dan bersahaja.  Mengajak pengunjung untuk pelan-pelan menikmati setiap keistimewaan produk unggulan daerah Yogyakarta yang ditawarkan.

Acara yang digelar di halaman Pyramid Museum History of Java ini diprakarsai oleh Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta. Sebagai bentuk kepedulian, pendampingan dan pembinaan terpadu kepada para pelaku UKM guna mendukung perkembangan dunia usaha di kalangan masyarakat, mulai dari usaha mikro, kecil hingga usaha menengah. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mendukung tingkat kreatifitas yang harus bisa bersinergi dengan aneka kemajuan teknologi yang semakin cangggih di era revolusi industri 4.0 yang akan kita hadapi.

Mendekati panggung utama, saat itu sedang ada pemaparan materi mengenai Product packaging. Para pelaku usaha tampak antusias memenuhi kursi yang tepat berada di depan panggung utama. Diskusi dan sharing pengalaman begitu seru, terlihat dari komunikasi dua arah antara pemateri dengan para audiens yang mayoritas dari anggota pelaku usaha yang ikut serta meramaikan acara pameran itu.

Bu Yanti adalah salah satu peserta yang aktif bertanya maupun menjawab berbagai pertanyaan terkait dengan packaging. Benar saja, rupanya beliau adalah istri Pak Ahmadi, owner “Yanti Bathok & Craft” yang stand pamerannya berada tepat di sebelah selatan dari deretan kursi di depan panggung.

Pak Ahyani, owner Yanti Bathok and Craft Yogyakarta, tampak sedang berbincang dengan salah satu pengunjung. (doc. pribadi)

Sempat mengikuti beberapa menit, dapat saya simpulkan bahwa materi yang disampaikan oleh anak muda supel yang berbicara di depan, semata untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam meningkatkan kualitas produk dengan cara pengemasan produk barang yang aman dan menarik.

Ruangan itu luas dan adem, cukup memberikan kenyamanan di tengah pajangan aneka kecantikan produk lokal baik bentuk kerajinan maupun fashion.

Rasanya tak sabar ingin membahas satu per satu produk asli masyarakat Yogyakarta yang mendadak begitu aku kagumi ini. Kita mulai dari kerajinan, ya:

  1. Yanti Bathok and Craft

Stand ini begitu mencolok dan menarik kakiku untuk memilihnya menjadi tujuan pertama. Bukan karena paling dekat, tapi pajangan tas uniknya mengingatkan pada suatu masa di mana saya pernah berjualan tas serupa berbahan dasar bathok kelapa. Bedanya, jika dulu bathok itu disusun dalam potongan ukuran besar sekarang justru ukuran kepingan bathoknya begitu mungil dan rumit. Sampai-sampai saya harus memastikannya bahwa benar itu terbuat dari untaian kepingan bathok berukuran diameter 0.6 cm. Ukuran yang begitu kecil dan membutuhkan kerumitan lebih, namun menghasilkan produk yang lebih elegan dan detail.

Motif rumit dan mungil dari kepingan bathok kelapa yang tersusun dalam bentuk sebuah tas wanita yang cantik.
(doc.pribadi)

Tas dompet wanita two in one tampak dari samping. (doc.pribadi)

Menurut penuturan Pak Ahyani, usahanya sudah dimulai semenjak tahun 2002. Namun, seperti usaha lainnya di area Bantul, Yanti Bathok yang waktu itu masih dalam bentuk badan usaha CV mengalami kerugian besar terkena dampak gempa tektonik yang melanda Bantul dan sekitarnya pada tanggal 27 Mei 2006.

Ingatanku melayang di tahun yang sama. Memang, saat itu pusat kerajinan yang berada di desa Kasongan semuanya luluh lantak, rata dengan tanah. Semua perabotan tertimbun bangunan rumah yang menyisakan rentetan genteng yang berbaris rapi namun merebah seluruhnya mendekat ke bumi.

Efek gempa sempat membuat UKM yang awalnya hanya memproduksi kancing baju bathok ini mengalami vakum sekian tahun. Hingga akhirnya pada tahun 2012 Yanti Bathok & Craft ditata kembali. Berbenah mulai dari mengerucutkan bentuk usaha menjadi perorangan, Pak Ahyani mengelolanya bersama istri. Ia menambah kreasi produksi tak hanya kancing baju etnis, namun merambah ke kerajinan tas bathhok dan aneka pernak-pernik asesoris yang mampu mempercantik ruang tamu hingga dapur.

Produk termurah yang diproduksi adalah souvenir berupa gantungan kunci cantik dari bathok dalam aneka bentuk lucu dengan finishing menggunakan vernis. Untuk sebuah gantungan kunci mereka membanderolnya dengan harga mulai Rp 2.000,-. Sedangkan produk tas bathok mulai dari harga Rp 200.000,- hingga Rp 350.000,-

Aku bergeser ke bagian kiri meja display. Di sana ada 3 buah tas yang menurutku paling unik. Berbentuk bola dengan bagian tengahnya terpasang resleting untuk membuka tutup tas bola tersebut sehingga mampu menyimpan benda-benda pribadi cukup aman. Bathok separuh utuh itu dihiasi gambar bunga cantik yang semakin membuatnya nyeni.

Indahnya tas bathok bola dari Jogja goes to Jamaica (doc.pribadi)

“Nah, tas itu (saya menyebutnya tas bola, karena memang bentuknya bulat seperti bola) yang paling banyak peminatnya dari luar negeri,” ujar Bapak itu kalem.

“Wow! Luar negeri? Kirim ke mana, Pak?” tanyaku tak bisa sedikit pun menyembunyikan kekagumanku pada sosok yang bersahaja itu.

“Jamaica,” senyum bangganya terlihat begitu kentara.

Luar biasa, sekelas bathok, limbahnya kelapa, saat mendapatkan sentuhan cinta orang-orang kreatif, mampu melipatgandakan nasib baik hingga tak disangka mendapat cinta dari penduduk yang bahkan letak negaranya dalam peta dunia pun entah di mana.

Seolah tak ada habisnya, Pak Ahyani pun terus saja melanjutkan ceritanya tentang perjuangannya mengalami jatuh bangun hingga akhirnya sekarang memetik buah kegigihanya bersama istri.

Orderan tas serupa untuk dikirim ke Jamaica mampu mengisi agenda ekspedisi bahkan dengan frekuensi 3-4 kali pengiriman per bulan.

Selain Jamaica, tas etnis berbahan bathok itu juga pernah satu kali dikirim ke Republik Dominica, namun hingga saat ini belum ada permintaan lagi dari sana.

Tak menyurutkan semangat, karena selain menjual produk, Pak Ahyani dan Bu Yanti juga sering diundang untuk mengisi pelatihan dari berbagai kota maupun daerah mulai dari Sabang hingga Biak, belum Merauke, lanjutnya.

Selain mengisi pelatihan, pasangan suami istri itu juga aktif ikut serta dalam setiap pameran yang diadakan oleh dinas setempat maupun daerah lain. Bahkan sekali waktu, Bu Yanti pernah mengikuti pameran kerajinan di Belanda. Wow!

Menurutnya lagi, bahan baku bathok UKM tersebut sudah mempunyai supplier sendiri dengan kriteria bathok yang tak terlalu rumit. Untuk membuat aneka kerajinan bathok tersebut bisa menggunakan bathok kelapa tua berwarna coklat tua yang bisa langsung diproses, maupun bathok kelapa yang masih putih yang prosesnya mengharuskannya dijemur dahulu hingga kering baru kemudian diproses cetak menggunakan mesin semacam mesin bubut.

Warna coklat tua dan putih disusun sedemikian rupa sehingga saling memberi kombinasi warna yang semakin cantik. Sedangkan limbahnya berupa serpihan bathok, dimanfaatkan untuk dibuat briket arang sebagai bahan bakar.

Kartu nama Yanti Bathok and Craft Yogyakarta (doc. pribadi)

Belakangan, pasangan suami istri ini juga mulai mengembangkan kreasinya tak hanya produk bathok saja, namun segala bentuk produk kelapa mulai dari sabut kelapa hingga akarnya, agar mendapat nilai tambah. Mereka juga berharap bisa menularkan ilmu kreasi tersebut kepada seluruh warga di Indonesia. Biarlah rejeki Allah yang mengatur, yang penting ilmu yang dibagi bisa memberi manfaat dan juga menambah saudara dari berbagai kepulauan Indonesia, pungkasnya.

Aamiin, Pak! Semoga Allah ijabah, ya Pak! Niat bapak mengentaskan banyak masyarakat dengan cara yang indah. Pertahankan selalu dan tingkatkan kreatifitas tanpa batas!

  1. Decoupage Pandan

Mbak Asri dengan aneka produk decoupage anyaman daun pandan andalannya. (doc.pribadi)

Perempuan berjilbab ungu itu lincah memindahkan tas. Namanya Mbak Asri. Dia menuturkan bahwa menggeluti dunia usaha kerajinan tas hampir satu tahun ini. Namun, bukan lagi tas berbahan bathok. Kali ini tas berbahan daun pandan yang dianyam kemudian diberi sentuhan bermacam ornamen gambar floral warna-warni.

Awalnya saya mengira gambar bunga merah mekar dan dedaunan hijau pupus itu adalah sebuah lukisan yang diaplikasikan untuk mempercantik pandan kering yang warnanya putih tulang itu.

Rupanya, itu bukanlah lukisan seperti yang kukira.

“Bukan, itu bukan lukisan, Mbak. Itu adalah gambar motif dari sebuah tissue decoupage yang ditempelkan ke anyaman daun pandan kering (bisa kayu, dauh kering, plastik atau bahan lainnya) kemudian dilem dan diproses deco,” jelas mbak Asri.

“Oh, ya?” aku hanya melongo. “Tempelan tissue?” sekali lagi kupastikan.

Mbak Asri mengangguk tersenyum. Kedua tangannya sibuk mencari sesuatu di layar gawai berwarna putih di tangannya.

“Ini loh, Mbak!” ujarnya menunjukkan sesuatu. Anganku melayang menuju ke suatu peristiwa di mana aku menyaksikan embak-embak yang sedang mempraktekkan teknik decoupage step by step di layar kaca.

“Oh, I see. Masya Allah, bagus banget, Mbak!” pungkasku.

Rupanya Mbak berperawakan tinggi itu mendapatkan semua idenya dari internet. Selain anyaman pandan, proses deco juga dia lakukan pada telenan kayu, botol dan lainnya.

Teknik decoupage pada botol (doc.pribadi)

Mbak Asri membuka usaha ini sejak hampir setahun ini. Meski mengandalkan pemasaran via online dan offline, namun menurut dia pasaran yang lebih menjanjikan justru yang via online.

“Pernah, waktu itu kita mengirimkan orderan ke Papua. Ya, sementara jarak terjauh pemasaran kami memang Papua, belum sampai tahap internasional.” Mbak Astri menjelaskan tanpa keraguan sedikit pun mengenai kualitas yang kini sudah menembus pasar nasional itu.

Kedua matanya optimis. Dara asal Bantul itu mampu memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk memfasilitasi daya kreatifitasnya yang mampu menghasilkan sebuah karya, memperkaya sumber daya manusia, juga membuka peluang kerja bagi sekitarnya.

Tak hanya belajar dari internet, usahanya juga dia kembangkan terus melalui pembinaan langsung dari dinas koperasi dan UKM DI Yogyakarta. Berbagai pelatihan yang diadakan oleh dinas tersebut kerap diikutinya. Pelatihan packaging, pelatihan marketing dan juga pelatihan lain yang mendukung berkembangnya usaha-usaha kecil menengah di area DIY.

Dengan aktif berkomunitas yang positif, juga mengikuti berbagai kegiatan, saya pikir tak menunggu lama usaha semacam decoupage tas anyaman pandan ini bisa menembus pasar internasional, semoga!

Kartu nama Asri Pamungkas, decoupage Jogja (doc.pribadi)

Mbak Asri Pamungkas, yang menamai akun facebooknya sama dengan nama lengkapnya dan menandai akun instagramnya dengan nama Gias_olshop membuka stand-nya di Museum Pyramid, jalan Parangtritis, Bantul Yogyakarta.

  1. Kain Jumputan [Bukan] Batik

Kain jumputan dengan pewarnaan alami yang indah (doc.pribadi)

Tepat bersebelahan meja dengan tas pandan. Saya hanya butuh bergeser beberapa langkah saja menuju meja penuh dengan kain berwarna cokelat lembut dengan aneka motif apik itu. Tentu saja, sebagai wanita, saya langsung tertarik dengan kain [bukan] batik jumputan itu.

“Oh, bukan! Ini bukan batik Mbak, kalau batik kan harus melibatkan canting dan malam yang menutupi sebagian permukaan kainnya, baru kemudian diberi warna. Ini namanya kain jumputan,” ibu berkaca mata menjelaskan sambil terus tersenyum.

“Ramah banget, ibu ini!” batin saya.

Keramahan ibu yang bernama Supadmi ini membuatku ingin bertanya lebih mengenai kain indah elegan yang tersampir di beberapa papan display di sampingnya.

“Bu, boleh diceritakan proses pembuatannya?” pinta saya dengan senyum tak kalah manis.

Rupanya saat dua perempuan bertemu membahas sesuatu yang indah pasti akan berujung seru. Beliau mengangguk sambil tangannya mengambil kain jumputan berwarna kuning terang.

“Kalau yang ini pewarnanya sintesis.  Bedanya dengan yang pewarna alami adalah dari hasil pewarnaannya. Kalau sintetis warna yang dihasilkan akan terang dan genjreng, namun pewarna alami dari daun-daun akan menghasilkan warna yang lebih pudar dan kalem, seperti ini!” Bu Supadmi mengambil satu lembar kain berwarna cokelat lembut bermotif bulat dengan tepi bertajuk.

“Wow, masya Allah, ini indah banget, Bu! Manis! Bagus banget dibuat gamis atau rok,” saya meraih kain yang sedang dipegang owner kain jumputan itu dengan hati-hati. Kainnya lembut, cukup tebal untuk membuat sebuah gamis terusan atau atasan bahkan dibuat rok. Kainnya halus dan lembut, juga tidak panas saat dipakai.

Kain jumputan dengan pewarnaan alami menjuntai indah pada papan display di belakang stand (doc.pribadi)

Meski dibanderol antara 200 ribu hingga 350 ribu per lembar, menurut ibu berkaos putih itu kain jumputan warna alami lebih diminati oleh masyarakat. Pewarnaan alami biasanya menggunakan daun Jati, Jambal, Jolawe, Mahoni, Secang, juga daun Mangga dan Alpukat.

Masing-masing daun menghasilkan warna yang berbeda. Untuk warna cenderung merah Bu Supadmi menggunakan daun jati dan secang. Sedang untuk warna coklat bisa menggunakan daun mahoni dan lainnya.

Pewarnaan alami menggunakan daun juga membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan pewarna sintetis. Jika pewarna sintetis hanya membutuhkan satu kali proses mewarnai, pewarnaan alami kain jumputan bisa sampai lima kali proses pewarnaan untuk mendapatkan warna yang lebih pekat.

Kain Jumputan yang telah diwarnai dengan pewarna sintetis dan masih dalam keadaan penuh ikatan tali rafia (doc.pribadi)

Ikatan jumputan dari dekat (doc.pribadi)

Sambil mengambil kain berwarna hijau yang masih banyak terdapat ikatan di sana-sini, Bu Padmi menjelaskan beberapa langkah pembuatan kain jumputan secara lengkap dan runtut.

Jadi langkah-langkah membuat kain jumputan antara lain:

  1. Pembuatan pola sesuai yang diinginkan
  2. Pengikatan kain di titik-titik pola menggunakan tali raffia
  3. Pewarnaan dengan cara direbus menggunakan air yang dicampur dengan pewarna baik sintetis atau tumbukan daun
  4. Mengunci warna dengan tunjung dan tawas
  5. Mencuci kain yang sudah terwarnai
  6. Menjemur kain hingga kering tidak di bawah panas matahari langsung
  7. Membuka ikatan tali raffia, dan
  8. Kain indah dengan motif warna aneka bentuk pola sudah kita dapatkan.

Seperti pelaku usaha lain, Bu Padmi juga kerap mengikuti pameran yang diadakan oleh Dinas Koperasi dan UKM  juga pembinaan dan pendampingan PLUT-KUMKM DI Yogyakarta secara periodik.

Usaha yang dinamai dengan Mekar Abadi ini terus dikembangkannya sejak tahun 2017 hingga sekarang. Selain memproduksi kain jumputan yang langsung dijual, Bu Padmi juga membuka kelas-kelas pelatihan untuk masyarakat yang ingin bisa membuat kain jumputan tersebut. Pelatihan ini dapat diikuti mulai dengan biaya Rp 50.000,- per orang dengan minimal 25-30 orang per kelas, atau dengan pelatihan privat dengan biaya sekitar 400 ribu – 450 ribu rupiah untuk beberapa teknik jumputan yang akan diajarkan.

Kartu nama Mekar Abadi Jumputan Yogyakarta (doc.pribadi)

Kain jumputan dengan pewarna sintetis.
Kuning: baru saja dilepas dari ikatan tali rafia
Hijau: Masih lengkap dengan tali-tali rafia yang kuat mengikat pola (doc.pribadi)

Duh, jadi pengin ikuti kelasnya nih! Perempuan kalau lihat yang indah-indah memang suka nggak tahan untuk memilikinya. Memiliki ilmu membuat kain jumputan kayaknya menyenangkan, ya! Bisa membuat berbagai motif sesuka hati kita!

Tak hanya kaum muda saja, saat orang yang lebih berusia namun semangat mencari ilmu dan kreatifitas terus dijaga, maka hasil tak akan pernah mengkhianati usaha. Semangat ya, Embak, ibu, Bapak!

Menggeliatnya usaha kecil menengah di tengah masyarakat Yogyakarta yang sangat kita rasakan tidak jauh dari hasil kerja kolaborasi antara pemerintah melalui Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta, PLUT-KUMKM DI Yogyakarta dan juga antusiasme masyarakat untuk bersinergi mengembangkan kreatifitas karya yang kelak akan berhasil eksis di pasar global. Semoga kegiatan positif semacam akan terus diupayakandan mendapat respon yang semakin antusias dari masyarakat. Sehingga akan menghasilkan masyarakat industri yang mandiri dan berkualitas, yang siap untuk ikut berkompetisi di pasar dunia. Insya Allah!

Jogja memang gudangnya kreatifitas!

Pyramid Museum History of Java
Jalan Parangtritis Bantul Yogyakarta
(doc.pribadi)

Alhamdulillah, sesorean mengunjungi acara Gelar Produk Craft & Fashion di halaman Pyramid Museum History of Java yang berlokasi di jalan Parangtritis Bantul Yogyakarta pada tanggal 22-23  Maret 2019 ini, membuka mata saya akan pentingnya terus berupaya mengembangkan potensi diri memperkaya kreatifitas yang akan semakin membuat kita berkualitas. Bermanfaat di masyarakat juga bentuk mensyukuri atas diciptakannya kita sebagai manusia yang kaya akal oleh Allah Tuhan Yang Maha Menciptakan segala sesuatu.

Bagaimana ASI, Domain dan Hosting Bersinergi di Era Digital Masa Kini

Air susu itu muncrat ke segala arah. Membasahi karpet beludru berwarna cokelat yang mengalasiku duduk bersila. Bau manis bercampur amis segera menyeruak memenuhi sepetak ruang di belakang lemari ruanganku. Ya, tempat favorit kami para ibu pekerja yang menyusui untuk bersembunyi, berusaha menyalurkan cinta kepada buah hati melalui sebotol ASI.

Tak heboh seperti biasanya, aku justru hanya menahan semua dengan embusan napas panjang yang rasanya tersendat di pertengahan hela. Sesak! Bagaimana tidak? Sepertinya hampir tak lagi ada ekspresi apapun yang mampu menggambarkan perasaanku kala itu.

Nelangsa!

Tanganku perlahan bergerak dalam getar, meraih beberapa lembar tissue yang berada di sebelahku. Di antara aku dan temanku yang juga sedang memerah air susunya (ASI) menggunakan alat kecil yang bekerja dengan system vakum. Cadangan makanan satu-satunya untuk bayi kami yang belum juga genap 6 bulan, yang terpaksa kami tinggal di rumah. Bersama orang yang biasa kami sebut “simbok”. Tentu saja karena tuntutan kerja setiap PNS tidak memungkinkan membawa bayi turut serta. Jadilah kita tergantikan dengan sebotol ASI setiap pagi hingga sorenya.

Temanku melongo, tangan kanannya memegang erat lengan kiriku, seolah mau berkata, “Mbak, …” selebihnya tak ada satu kata pun yang terucap dari bibirnya. Setidaknya eratnya cengkeraman jemarinya dapat kuartikan bahwa betapa dia ikut merasakan nelangsa. Aku hanya bisa membalasnya dengan senyuman kecut, yang entah apa artinya.

Ya, entah besok bayiku mau minum apa jika persediaan yang kuhasilkan siang ini terbuang percuma.

90cc ASI tumpah begitu saja saat tutup botol berwarna abu-abu berbahan karet itu berusaha kurapatkan ke mulut botol kaca yang sudah penuh terisi.

Tiba-tiba dadaku terasa sakit, tenggorokan tercekat! Senyum ceria bayi perempuanku segera membayang dengan gamblang di pelupuk mata. Matanya bulat dengan bulu mata lentik hitam.

“Ah, Aishyaku, maafin bunda, Nak!”

Kupunguti lagi cairan putih itu dengan meresapkannya ke setiap sela-sela jaringan tissue, berharap kemudian bisa kuperas lagi dan kusaring untuk dimasukkan kembali ke dalam botol. Dadaku semakin bergemuruh setiap membayangkan ide gila yang begitu saja terlintas.

Baiklah, napas panjang! Rileks! Aku telungkupkan mukaku ke lutut. Aku peluk erat-erat lututku sambil beristighfar. Berharap tiba-tiba Allah kirimkan berjuta kekuatan untuk kembali menyusun semangatku memerah ASI yang sudah kering terkuras. Akankah Allah dengan kuasanya akan kembali memenuhi ratusan kelenjar susu di dadaku?

Sebenarnya memerah ASI benar-benar aktifitas yang begitu menyenangkan sekaligus membanggakan bagi perempuan bekerja sepertiku. Apalagi ASI yang kuhasilkan terbilang cukup banyak dan mudah diperah manual. Satu dari tiga cara memerah ASI selain menggunakan alat sederhana atau menggunakan alat elektrik yang canggih.

Sama-sama menghasilkan ASI sebanyak 90ml, rasanya apa yang kuusahakan lebih memerlukan effort yang besar dibandingkan dengan teman di sebelahku yang menggunakan alat sederhana berbahan silicon itu. Dia tinggal memasang cup lembut dalam keadaan kempes atau bertekanan negative, maka ASI akan keluar deras dengan sendirinya, memenuhi balon yang juga dari silicon yang menggembung di bawahnya.

Aku terpukau!

Bahkan aku buru-buru meminjam alat itu untuk aku foto, dan mengulasnya lengkap ke sebuah website gratisan yang kubuat beberapa hari sebelumnya. Postingan artikel pertamaku. Bahagianya bias berbagi!

Sayangnya, tulisanku sendiri bahkan tidak dapat kulacak beberapa waktu setelahnya. Aku kehilangan alamat web beserta passwordnya. Hingga kini pun begitu sulitnya aku menemukan artikel yang mengulas perbandingan memerah ASI dengan cara manual dan menggunakan alat sederhana yang harganya cukup terjangkau itu.

Berawal dari kejadian itu, aku mulai menyukai menulis untuk berbagi apapun yang kutahu. Aku belajar membuat sebuah blog yang dengannya harapanku berbagi manfaat ke semua orang dapat tercapai. Mengisinya dengan berbagai informasi yang baik. Juga mengelolanya agar tak lagi terulang kejadian lupa alamat blog, apalagi passwordnya.

Setidaknya dengan memiliki alamat website sendiri dengan nama pilihanku, semakin memberiku semangat baru untuk terus menulis dan memenuhi ruang yang ada di dalamnya. Meski berbayar, tapi aku lebih merasa memilikinya, dan bersemangat untuk terus mengelolanya hingga kelak semakin besar dan memberi manfaat bagi orang banyak.

Awalnya aku buta tentang apa itu domain, apa itu hosting. Dan sekarang pun masih saja buta teknologi jika saja beberapa hari lalu Qwords Cloud Web Hosting Indonesia tidak mengundangku di acara mini gathering bersama Bloger dalam Fun sharing & Discussion “ Be a Creativepreneur in Digital Era”. Event ini diselenggarakan sebagai dukungan Qwords kepada para pegiat Creativepreneur untuk mengembangkan bisnisnya di dunia digital, juga untuk menjalin hubungan yang erat dan kekeluargaan antara Qwords dengan para komunitas khususnya blogger.

Qwords hadir membuka kebutaanku tentang pentingnya website di era digital seperti sekarang ini. Tidak ada alasan gaptek. Nyatanya semua hal mulai dari hal remeh hingga yang begitu kompleks mengandalkan yang namanya layar gawai, layar laptop. Jadi enggak ada alasan lagi untuk tidak mau belajar, kan?

Internet!

Meski berbayar, namun sedikit rupiah yang kita keluarkan akan berpengaruh terhadap semangat kita menghuninya, juga meramaikannya seperti rumah kita sendiri.

Qwords memberi banyak informasi tentang segala hal yang berhubungan dengan website, baik untuk bisnis, company profile atau sekadar website untuk membranding diri kita. Sharing tentang Domain, Hosting dan bagaimana cara merawatnya agar tampil cantik dan berisi juga melengkapi acara siang hingga sore itu. Mengoptimasinya agar semakin berkualitas juga pendampingan pengelolaan website. Termasuk siaga dalam membantu para kliennya yang memerlukan bantuan, 24 jam.

Qword mendukung perkembangan komunitas dengan cara meningkatkan layanan melalui pembaharuan fitur dan juga meluncurkan produk-produk baru. Sebagaimana sebuah perusahaan, Qwords juga memiliki berbagai keunggulan yang menarik dan menguntungkan bagi penggunanya.

Di antaranya keunggulan Qwords adalah:

  1. Cloud Web Hosting / Cloud Base Technology

Qwords melayani penyimpanan data website di dalam server yang terkoneksi dengan internet berkecepatan tinggi. Layanan Web hosting menggunakan teknologi Cloud dengan jaminan uptime 99.99%.

Jika suatu saat website kita yang biasa akan kita tingkatkan, maka dengan teknologi ini bias saja langsung ditingkatkan tanpa menyebabkan website kita mengalami down time.

Tersedia dalam banyak pilihan paket mulai dari Value Performance Cloud Hosting, Medium Performance High Storage, High Performance Cloud Hosting, dan WordPress Hosting.

  1. Free Domain Name

Siapa sih yang enggak pengin punya website sendiri? Qword memungkinkan kita memiliki nama domain sendiri untuk kebutuhan branding kita. Membuat bisnis lebih professional dengan alamat website yang mudah diingat. Pilihlah ekstensi Domain sesuai kebutuhan dan klaim Nama Domain kita.

  1. Free SSL (Secured Sockets Layer)

Pernahkan saat kita mengakses website tertentu entah saat kita transaksi atau mengirim data penting ke sebuah website, lalu muncul peringatan di layar berupa, “this is not secure”? itu artinya data yang kita kirimkan entah berupa nomor rekening, nomor kartu kredit atau data penting lainnya, tidak terjamin keamanannya selama dalam perjalanan kita mengirim data menuju website tersebut. Bias saja orang-orang cerdas tak bertanggungjawab menyalahgunakan data kita untuk kepentingannya sendiri.

Qwords dengan layanan free SSL memberikan layanan keamanan transfer aliran data user ke website.

Qwords.com merupakan Authorized Reseller dari Brand SSL ternama di Indonesia.

Di awal tahun 2019, Qwords telah meluncurkan Unlimited Hosting, yaitu paket hosting yang dapat diandalkan dan tanpa batasan. Fitur unlimited hosting ini tidak lagi mengisolasi pengguna dengan batasan disk space. Paket ini sudah dilengkapi dengan Web Accelerator yang membuat website lebih cepat untuk diakses.

Selain itu, Qwords juga telah meningkatkan fitur produk unggulan terbaru, yaitu WordPress Hosting. Paket hosting yang didesain khusus untuk engine WordPress ini bias dinikmati dengan Disk Space yang lebih besar. Membuat website yang berbasis WordPress bekerja jauh lebih optimal.

Qwords memiliki tagline “Reliable Fast Web Hosting with Reasonable Price”, yang itu berarti Qwords akan selalu memberikan layanan Hosting yang dapat diandalkan, cepat diakses serta harga yang terjangkau. Bahkan, Qwords memberikan penawaran yang menarik melalui paket Bundling Hosting 1GB dan Domain .COM dengan biaya mulai dari Rp 10.500/bulan. Benar-benar kombinasi yang praktis dan ekonomis untuk kita yang ingin membangun website baru.

Qwords terus berupaya agar dapat menjadi partner terbaik bagi pelanggan, komunitas, rekan blogger, pemerintah, UKM dan perusahaan-perusahaan.

Jadi gimana? Berani Go online di era digital? Harus, ya! Ayo gunakan Hosting Indonesia, Qwords.

Alhamdulillah, meski menurutku aku tak punya apa-apa untuk dibagi, aku masih memiliki isi otak untuk dituangkan dalam baris-baris kata yang memiliki makna. Aku bangga menjadi seorang blogger! Terima kasih Qwords!

Mc handal sedang menghipnotis para blogger

Halal Is A Special Gift From AZALEA Shampoo Hijab

“Konsumsilah minyak zaitun dan gunakan sebagai minyak rambut, karena minyak zaitun dibuat dari pohon yang penuh berkah.”(HR. At Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Kamu bisa bayangkan saat siang bolong yang gerah, badan dan rambut berhijab berkeringat, tahu-tahu suami mencium-cium kepalamu karena gemes atau kangen? Seneeng sih, tapi lama-lama pasti pengin kabuuur! Ya, kan? Entah se-apek apa rambut dan kepalamu kala itu. Uda bau solar, keringat, debu dan lain-lain campur aduk menjadi satu.

Bahkan mau potong rambut saja harus minta izin dulu sama si dia. Hmm, gitu amat ya ternyata! Namanya suami, maunya ngaku-ngaku bahwa apa saja yang nempel di tubuh kita itu miliknya. Makanya nggak boleh asal potong rambut atau lepas jilbab sembarangan! Yes! Aku berjilbab semenjak aku SMA. Tahu kan artinya? Berbagai masalah rambut sudah tidak asing lagi menyapaku. Aku butuh shampoo hijab!

Masalah Umum Rambut Berhijab
Sumber: Azalea

Tak peduli jenis rambut istrinya jauh banget dari kata sempurna, apalagi bila dibanding rambut para artis shampoo di TV. Hmm, ya sudah lah. Suamiku memang selalu keberatan jika kumintai izin untuk potong rambut, meski panjangnya sudah melebihi batas bahu. Siapa sangka, (Ssst! Meski jarang banget mau mengakui) suami begitu menyukai rambutku. Cieehh, siapa lagi yang mau dibelai kalau bukan rambut berhijab istrinya, ya kan, ya kan?

OK, fiks! Ternyata seperti apapun bentuknya, suami tetap mengidolakan rambutku. Dan aku mau donk setiap dia menciumi kepala saat gemes atau kangen, dia akan mencium aroma yang tak biasa. Wangiii!

Aku baru tahu kalau ternyata rambut juga punya parfum. Iya, itu pun pas aku dapat undangan bloger gathering bersama Azalea di Kunena Eatery Yogyakarta (ssst! Wajib sudah mendapat izin suami tercinta donk sebelum acara heheh). Aku dapat Special Gift dari Azalea!

Dalam Acara Bloger Gathering with Azalea
Sumber: doc. pribadi

Nama Azalea berasal dari kata Saliyah atau Azalea adalah jenis tanaman berbunga dari keluarga Ericaceae dan genus Rhododendron yang tumbuh di wilayah beriklim sedang. Azalea tumbuh di sebagian besar Asia Timur dan Amerika Utara.

Beauty Pink Azalea
Sumber: directgardening.com

Azalea, namanya secantik rupa bunga itu. Pas banget untuk menamai Shampoo dan Hair Hijab Body Mist ini yang memiliki misi untuk mempercantik dan memperwangi para muslimah di mana pun berada. Dari kemasan yang waktu itu pertama kali kunikmati, kesan yang kuingat adalah istimewa & eksklusif! Azalea The Real Hijab Hair Care. Perawatan rambut lengkap mulai dari shampoo antidandruff hingga Azalea hair, hijab & body Mist  yang begitu wangi dicium. Ya gimana mau langsung cobain ya, rempong banget di café mau keramas. Akhirnya aku pun harus menunggu sore harinya untuk mencoba semua produk dari Gondowangi itu.

Gondowangi
Sumber: Azalea

Azalea The Real Hijab Hair Care

“Mmmm, mmm… wangiii… wangi, Bund!” suami mengacak-acak rambutku yang mulai kering. Mengendus-endusnya, sebelum akhirnya dia lari ke kamar mandi untuk mencobanya sendiri shampoo dan parfum rambut baru dari Azalea. Yes! Sore itu aku berhasil mencoba Azalea Shampoo antidandruff juga Azalea Hair Hijab & Body Mist.

Azalea Shampoo Antidandruff, Hair Hijab & Body Mist
Sumber: doc. pribadi

Awalnya aku rada-rada pesimis sama shampoo yang berwarma coklat itu. Saat kuusap dirambut kok busanya sedikit, beda sama shampoo lain. Duh, tahu kan kalau shampoo-an kudu banyak busa biar makin mantep! E, tapi kan,  bentar, bukannya shampoo yang ramah kesehatan memang yang tak terlalu banyak mengandung busa, ya kan? oke kita buktikan. Bukan rahasia lagi kalau rambutku kerap gatal karena ketombe yang bolak-balik datang.

Rupanya setelah pemakaian beberapa kali (dengan catatan diusahakan setelah keramas tunggu rambut kering dulu baru memakai jilbab), gatal-gatal benar mulai berkurang. Dan Azalea hair, hijab & body mist menyehatkan dan menutrisi rambut di setiap helainya. Juga menyegarkan dan mengharumkan rambut sehingga terbebas dari bau lembab dan apek. Hair Hijab Mist ini bisa disemprot-semprot sesuka kita kapan pun kita terancam dicium wkwkwk. Sengaja banget diwangi-wangiin deh pokoknya, siapa sih yang nggak suka dicium-cium sama suami juga sama anak-anak kita? 

Azalea Hijab Hair Mist
Sumber: Azalea

Beruntung banget ada perusahaan yang mau penelitian dan menemukan permasalahan rambut berhijab ini untuk kemudian dicarikan solusi cerdasnya. Azalea inspired by Nature ini mulai dirilis sejak tahun 2016, saat perempuan berhijab mulai mendominasi di setiap sudut wilayah Indonesia di mana pun berada. Rambut berhijab jelas butuh Shampoo Hijab, yang halal! Setuju? Wajib!

Aneka macam produk Natur, Andalan perawatan rambut zaman mamah2 kita
Sumber: Azalea

Thibbun Nabawi

Apakah itu? Thibbun Nabawi merupakan metode kesehatan mengenai pencegahan penyakit maupun pengobatan yang menggunakan prinsip-prinsip sunnah Nabi Muhammad SAW. Bahan-bahan yang digunakan pun memilih bahan-bahan alam yang sering dimanfaatkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam menjaga kesehatan.

Antara lain Zaitun oil, Ginseng, Lidah buaya juga Citrus Ekstrak yang dikombinsaikan dalam formula yang diprioritaskan untuk rambut berhijab bagi setiap muslimah. Manfaat dari bahan-bahan alami tersebut untuk menjaga kebersihan, kesehatan dan kecantikan rambut muslimah.

Bahan alami Azalea Shampoo juga Hair Hijab&Body Mist
Sumber: Azalea

Tentu saja selain bahannya yang mengikuti sunnah Nabi, formula Shampoo dan Hair Hijab & Body Mist ini pun layak mendapatkan sertifikat halal MUI. Benar memang, embel-embel hijab di belakang Azalea shampoo ini cukup memberi garansi kepada kita bahwa selain aman, produk ini pun terjamin halal dan baik.

Kenapa halal menjadi prioritas? Alhamdulillah semenjak mengikuti kuliah halal haram yang diadakan oleh Fakultas Peternakan UGM kewaspadaan hati akan segala sesuatu yang masuk ke dalam tubuh menjadi nomor satu. Kuliah  sebanyak 14 kali pertemuan itu membuka mata betapa banyak sekali jalan yang membuat sebuah produk menjadi tidak halal.

Tidak halal berarti tidak baik bagi kita. Bukan hanya terbatas pada bahan atau cara membuatnya. Setidaknya dengan logo halal MUI yang sudah terpampang di kemasan membantu meringankan kita untuk menilai apakah suatu produk itu membawa berkah atau justru mencelakakan kita? Halal, is number one!

Azalea berlogo Halal MUI
Sumber: doc. pribadi

Kalau aku, memang bahagia banget kenal dengan produk ini. Ibaratnya, selama ini nyaman dengan shampoo yang mungkin sama-sama baik, tapi bahan-bahan yang digunakan belum tahu dari apa saja, apakah alami atau kimia. Trus, limbahnya saat kita menggunakannya setiap hari apakah merusak lingkungan atau tidak, juga entah! Ya, kan?

Saat kita menggunakan bahan-bahan yang jelas sumbernya dari bahan alami, kemungkinan limbah yang dihasilkan pun lebih ramah terhadap lingkungan sekitar kita.

Azalea Shampoo Anti Dandruff

Azalea Shampoo Anti Dandruff
Sumber: Azalea

“Bye… bye… ketombe!” Dua pekan memakai shampoo ini cukup membuktikan seberapa berkurang gatal di rambut dan kulit kepalaku. Terkadang, saat urgent memeriksa pasien dan tiba-tiba di kulit kepala terasa ada yang menggelitiki itu rasanya parah banget! Merah padam muka menahan gatal yang disebabkan oleh ketombe yang tak bosan datang dan pergi.

Ya kan nggak mungkin di depan klien kita garuk-garuk kepala, apalagi saat klien betah berkonsultasi, duh dilema banget. Mau nggak digaruk, gatalnya luar biasa, mau digaruk bakal ketagihan sampai garuknya nggak mempan dengan garuk-garuk cantik, harus yang super power hingga kadang berujung lecet-lecet di kulit kepala. Ih serem banget, ya?

Belakangan hampir lupa sama kulit kepala. Biasa saja, seperti tidak terjadi apa-apa, tapi eits! aku jadi semakin jarang garuk-garuk kepala. Tuh kan, memang kalau tidak bermasalah seolah tidak menyadari bahwa kita baik-baik saja.

Ketombeku bye bye! Azalea Shampoo Anti Dandruff dengan bahannya yang diperkaya Zaitun oil dan Citrus extract selain adem dikulit kepala, juga mengusir ketombe maksimal. Ketombe, I am sorryYou and Me, end! Dan sekarang, rambutku lebih lembut, wangi, segar, mudah diatur dan juga tidak lepek.

Jelas asal, jelas hukum kehalalan, dan jelas manfaatnya. Kurang apa lagi coba? Oiya, kurang informasi harga dink, ya? Produk ini, kenapa kusuka? Tentu saja selain kualitas juga karena harganya begitu terjangkau. Meski komposisi bahannya semua alami, harga yang dibanderol untuk produk ini hanya sekitar 19 – 23K saja. Sangat terjangkau! Kamu bisa tampil fresh dan selalu wangi rambut juga hijabmu hanya dengan anggaran yang ekonomis. Gimana? Penasaran pengin cobain? Ah, kalo menurutku wajib coba!

Makin penasaran? Coba deh kepoin akun IG nya di @azaleabeautyhijab dan like Fanpage-nya di Azalea Beauty Hijab.

Ah, serunya seharian mendengarkan ilmu kesehatan rambut dari Mbak Eby dari Azalea. Juga dari Mbak Dian Farida Ismyama yang kupas tuntas mengenai Gimana sih cara untuk Membranding diri? gathering yang penuh manfaat bersama Azalea dan X Bloger Jogja.

Thanks a lot Azalea! Mulai sekarang aku lebih mengenal shampoo untuk rambut berhijab kesayanganku.

Muslimah Aktif Bergerak
Sumber: Azalea

Hai, Ladies! Kamu masih pengin aktif gerak terus mengikuti gejolak energi positifmu, kan? Ayoo terus bergerak! Jangan takut keringetan, apalagi takut rambut lepek dan apek, ya! Kan uda ada Azalea Shampoo Hijab, yang recomended pake bangeeeeet! Cocok buat muslimah super aktif kayak kamu. Siap?

 

PAUD Kemuning, Pembentukan Karakter Sejak Dini Pondasi Kecerdasan Anak Negeri Masa Kini

Pembentukan Karakter Sejak Dini, Pondasi Kecerdasan Anak Negeri Masa Kini

  ‘Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS.ar-Ra’d:11)

Kaki mungil berbalut sepatu kets berwarna pink, berjingkat memilih beberapa bebatuan yang berserak di sepanjang jalan beton di kampung Kemuning. Terik matahari sangat terasa di daerah berbatu itu. Aishya, anak usia tiga tahun dengan rambut pirang itu terpaksa kuajak karena ayahnya sedang berangkat ke Palu untuk menjadi salah satu relawan di sana.

Aishya mencium buah mangga, belajar tentang motorik halus dari alam
(gambar: dok. pribadi)

Berkeliling kampung bersama rombongan Roadshow Kampung Berseri Astra, membuatnya melupakan lelah. Alhamdulillah Allah memberi kekuatan padanya, Semangatnya mengikuti Roadshow ini tak melemah sedikit pun. Ia hanya tahu semua yang ia temui adalah hal menyenangkan baginya. Menyentuh tanaman Putri malu, melihat sapi memamah rumput, mencium buah mangga yang masih di pohon hanya dengan posisinya berdiri. Adakalanya ia menunjuk jambu air di depan rumah warga, memintaku untuk memetik sekadar untuk melepas keingintahuannya.

Tiba-tiba langkahnya terpaku di depan sebuah bangunan berwarna kuning. Banyak anak seusianya berlarian di sana. Paud Kemuning. Satu-satunya Paud di kampung Kemuning yang menfasilitasi pendidikan anak usia dini bagi anak-anak balita di seluruh pelosok kampung tersebut. Jika biasanya kita mendengar anak yang dititipkan di TPA atau Paud karena ibunya bekerja sebagai karyawan atau pegawai, berbeda dengan Paud ini. Mayoritas, ibu dari anak-anak ini, yang jika lengkap berjumlah 15 orang saja dalam satu sekolahan, adalah petani, atau buruh tani. Beruntung sekali ya, bahkan di pelosok desa sekarang juga digalakkan pendidikan dini untuk menyelamatkan generasi dengan pembentukan karakter yang kuat sebagai pondasi pendidikan anak dijenjang berikutnya.

Salah satu Pilar Program CSR Astra
Gambar: infografis www.healthymomy.com

Pagi belum begitu terang. Namun sepasang kaki kecil sudah harus melangkah menjauh dari pintu rumahnya. Tangan imutnya digandeng oleh ibu yang juga telah bersiap dengan baju kerjanya. Jangan membayangkan baju kerjanya berdasi atau berkemeja, karena kerjanya memang tak di kantoran. Kerjanya di sawah, namun betapa keteguhan hatinya ingin menyamakan anaknya dengan anak-anak lain yang sekolah, agar mengenal kawan, mengenal antre, juga mengenal berbagi itu seperti apa, dapat ia rasakan sejak dini. Meski harus berjalan setiap hari sepanjang 4 km dari rumah, tetap ia lakoni dengan semangat dan bahagia. Rasanya tak ada hal apapun yang lebih berat dari sekadar berjalan setiap hari melewati rute yang sama menuju sekolah sejauh itu.

Karena sekolah dimulai jam 08.00 WIB, maka paling siang jam 06.00 WIB sudah harus bertolak dari rumah menuju sekolah yang berada di pusat kampung. Itu artinya, persiapan pun harus dilakukan jauh sebelum jam keberangkatan. Bu Yeni, Kepala Sekolah PAUD dan TK dengan nama RA. Masyitoh di kampung Kemuning,  menceritakan kisah salah satu warga di kecamatan itu, beberapa tahun yang lalu saat belum ada satu pun motor yang masuk ke sana.

Tangan bu Yeni terus bergerak mengikuti permainan dakon yang ia jalani bersama anak didiknya yang mengenakan jilbab warna merah.

“Dulu, sekolah ini hampir tak layak di sebut sekolah, Bu!” terangnya. Sesekali senyumnya mengembang, merasakan betapa perkembangan yang terjadi selama ini begitu besar. Tak sia-sia ia mendedikasikan sebagian besar waktunya di sekolah itu. Bu Yeni bersama kedua rekannya, Bu Purwanti dan Bu Badriyah, membangun sekolah dengan ikhlas dan bahagia. Berjuang keras agar bisa berkiprah besar dalam membantu mencerdaskan generasi muda Indonesia, meski dari desa paling pelosok dan sukar dijangkau sekali pun.

Tak jarang, karena begitu jauh tempat tinggalnya dari sekolahan, kerap jika pagi diawali dengan hujan deras, maka kegiatan belajar hari itu cukup di rumah masing-masing saja, alias anak-anak diliburkan. Mengingat jika tetap dipaksa berangkat justru akan lebih membahayakan kesehatan anak.

“Semenjak Astra masuk, Alhamdulillah perkembangan kampung ini sangat besar, Bu! Sekolah ini contohnya, dulu sebelum direhab sangat memprihatinkan. Ruangannya rusak, dindingnya reyot, atapnya bocor di sana-sini, juga kursi-kursi siswa belum ada,” lanjutnya. “Juga, sekarang hampit taka da lagi anak PAUD atau TK yang berangkatnya jalan kaki. Karena selain jalan yang sudah bagus, motor pun sudah banyak yang masuk ke kampung. Anak-anak banyak yang diantar naik motor atau naik ojek.” Bu yeni mengakhiri obrolan itu tepat saat tanda jam sekolah berakhir.

(Dulu) Paud & TK Kemuning sebelum direhab oleh Astra
gambar: Kepala Sekolah PAUD &TK RA. Masyitoh

(Kini) Salah satu siswa TK RA. Masyitoh ceria bermain dakon
Gambar: dok. pribadi

Kulihat sekeliling, dinding sudah semi permanen, atap sudah rapi, cat juga cerah berwarna-warni khas sekolah anak-anak balita. Permainan meski sederhana juga sudah lengkap dengan berbagai permainan edukasi seperti puzzle hewan, puzzle tumbuhan, dakon, susun balok dan lain-lain. Meski sederhana, permainan outdoor seperti komedi putar mini, jembatan palet kayu warna-warni nampak menghiasai halaman dan teras PAUD TK RA. Masyitoh Kemuning. Aishya ikut berkerumun di meja kecil berwarna merah di tengah ruangan, rambut poninya sesekali dirapikan saat terbang terknea kipas angin. Ia bersama dengan siswa lain sedang bermain puzzle hewan. Anak itu memang cepat sekali membaur. Gurunya begitu sabar menjelaskan semua pertanyaan-pertanyaan yang ia lontarkan sambil sesekali matanya melirik ke arahku, memastikan bunda masih dalam satu lokasi bersamanya.

Bermain Puzzle hewan bersama teman-teman baru
gambar: dok. pribadi

Hebatnya, dengan segala keterbatasan, ternyata PAUD dan TK tersebut cukup berprestasi. Di Antara prestasi yang telah diraih adalah Juara III lomba tahfidz Quran oleh Bu Badriyah, salah satu guru di sana. Juga juara II lomba tari Islami berkelompok. Hal yang semakin membuatku takjub adalah Bu Badriyah, yang kerap menjuarai berbagai lomba tahfidz, ternyata hafal Al Quran. Masya Allah, Bu! Semoga berkah, ya! Mendedikasikan tenaga, waktu dan ilmunya yang mulia di tempat terpencil namun kaya kasih sayang dan semangat ini.

Gunung Kidul dulu dan Kini

Peta Administrasi Gunung Kidul
Sumber:www.gunungkidulkab.go.id

Satu kata tentang Gunung Kidul, tandus! Entah berapa puluh tahun yang lalu kudengar hal itu menjadi trending topik di kota tempatku mencari ilmu ini. Tak ada yang menyangka, hanya selang beberapa tahun dari doktrin yang melekat itu keadaan dibalik oleh Allah.

Sekarang, siapa yang nggak tahu Goa Pindul? Siapa yang nggak kenal Pantai Indrayanti? Air Terjun Sri gethuk? Dan masih banyak lagi destinasi wisata di Gunung Kidul yang hingga kini pengunjungnya semakin meroket. Bahkan tiap akhir pekan, hampir dipastikan akses sepanjang jalan menuju Gunung Kidul selalu dipadati oleh berbagai kendaraan dari berbagai kota. Macet!

Gunung kidul, mengapa diberi nama demikian? Daerah berbatu ini merupakan rangkaian Pegunungan Kapur Selatan yang membentang di selatan Pulau Jawa. Komposisi bebatuan berwarna putih atau sering disebut dengan batu gamping ini menandakan bahwa dahulu kala daerah ini merupakan dasar laut yang mengalami pengangkatan tektonik dan vulkanik. Jadi tak heran jika memang aslinya tempat itu merupakan tempat yang tandus.

Kampung Berseri Astra (KBA)

Logo Kampung Berseri Astra
Gambar: www.satu-indonesia.com

Kemuning, adalah salah satu kampung yang berlokasi di Gunung Kidul. Tepatnya di Desa Bunder Kecamatan Patuk. Kampung ini terpilih menjadi salah satu Kampung Berseri Astra (KBA) yang merupakan salah satu dari 76 kampung bagian Corporate Social Responsibility (CSR) di seluruh Indonesia. Kenapa kampung ini terpilih? Jadi ada beberapa tahap sebuah kampung dapat dipilih untuk menjadi Kampung Berseri Astra:

Dalam menentukan dan memilih calon KBA, terdapat beberapa tahap yang harus dilewati:

  1. Koordinasi perusahaan Group Astra
  2. Pembentukan Tim KBA
  3. Koordinasi dengan pemerintah daerah
  4. Social Mapping
  5. Penentuan lokasi KBA

Apa itu KBA?

Infografis www.healthymomy.com
Sumber: www.satu-indonesia.com

Kampung Berseri Astra (KBA) merupakan program kontribusi sosial berkelanjutan Astra yang diimplementasikan kepada masyarakat dengan konsep pembangunan yang mengintegrasikan 4 pilar program, yaitu: Pendidikan, Kewirausahaan, Lingkungan dan Kesehatan.

Melalui KBA, masyarakat dan perusahaan bekerjasama untuk mewujudkan wilayah yang bersih, sehat, cerdas dan produktif sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah Kampung Berseri Astra.

Jadi, apa yang kamu dengar sekarang tentang Gunung Kidul? Daerah yang kaya destinasi wisata indah. Pantai, Goa, Karst peninggalan kebudayaan purba? Ya begitulah, semua sudah berubah seiring perkembangan zaman, juga seiring dengan semakin cerdasnya masyarakat Gunung kidul di bawah kepemimpinan pemerintahan Bupati dalam membangun rumahnya sendiri.

Sekarang, jika kamu bertanya padaku seperti apa rasanya sekolah TK, pasti kujawab dengan lantang, “Aku tidak tahu!” Dulu, bahkan di desaku sama sekali tidak ada sekolah TK. Aku langsung masuk ke SD saat usiaku menginjak 6 tahun, yang itu artinya 36 tahun yang lalu. Jadi aku pun tak tahu betapa asyiknya bermain di TK, menggambar kupu-kupu, mewarnai, dibacakan cerita. Aku menghabiskan masa balitaku bersama ibuku tercinta sebagai madrasah pertamaku. Aku mengenal Alif-Ba-Ta-Tsa, juga langsung dari mulut ibuku setiap aku mau tidur. Aku juga mengenal jam dari kakekku. Mengenal kasih sayang dan berbagi dari nenekku. Dan, aku mengenal ketegaran serta kesabaran dari bapakku.

Bukti, kenapa pendidikan begitu penting diberikan sedini mungkin. Inilah yang menumbuhkan cita-cita Astra, Sejahtera Bersama Bangsa.

~

ew

*Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Anugerah Pewarta Astra 2018. 

 

TERBANGKAN MIMPI MENJADI TRAVEL BLOGGER KECE DENGAN LAPTOP IDAMAN

Oh my God! Rasanya pengin turun saja dari mobil, ajak anak-anak untuk berjalan kaki. Entah di depan atau di belakang mobil yang disetir sama suami, sendirian. Tapi, tidak mungkin, toh kalau misalnya pikiran buruk itu terjadi, kasihan suami sendirian mengalaminya. Na’udzubillah, jangan sampai! Allah lindungi kami!

Namun untuk berhenti dan berputar balik arah agar tidak melewati jalur itu? Itu sama halnya mengulang perjalanan yang entah berapa puluh jam yang lalu kita awali. Sebenarnya bukan karena dikejar waktu atau harus buru-buru, kita semua bisa enjoy sepanjang perjalanan karena seluruh anggota keluarga jelas sudah ikut menikmati serunya perjalanan itu. Jadi mau terlambat atau mau cepat, sudah tak ada lagi yang menjadi alasan untuk panik.

Ok, kita lanjut! Dan aku harus tetap bertahan di dalam mobil ini, di dalam entah hutan apa namanya, di pedalaman Purworejo yang baru sekali itu kami lewati. Napas rasanya tak mampu kuhela saat perlahan suami mulai mengarahkan kemudinya menyusuri setengah ruas jalan yang masih disisakan oleh longsor beberapa waktu sebelumnya. Apapun yang terjadi, bismillah. Dan tiba-tiba aku ingat tentang satu hal,

“Pedang yang sudah di arahkan ke lehermu pun tak bisa mematikanmu kalau Allah tidak meng”iya” kan.”

Itu artinya, ruas separuh jalan berbatu bekas longsor yang terlanjur kami pilih ini tidak akan menggelincirkan untuk mati konyol hanya karena menghindari jalur macet lebaran. Kulirik anak-anak yang tertidur pulas di belakang. Perlahan kuarahkan pandanganku ke arah suami yang sedari tadi menunggu anggukan kepalaku. Bismillah! jalan longsong dengan sebelah tebing dan sebelah lainnya jurang terjal! Aaaggrrhh!

Berhasilkah?

Alhamdulillah, jika tak berhasil, maka tulisan ini insyaallah tidak akan pernah ada. Allah masih melindungi kami semua, dan anak-anak tak satu pun yang terbangun untuk menyaksikan kengerian berpacu dengan adrenalin kami.

Travelling memang sudah menjadi hobi kami yang tak pernah menjemukan. Minimal setahun sekali kita semua pasti melakukan perjalanan jauh yang sering kita sebut dengan istilah travelling. Bagi yang sudah berkeluarga di mana mertua dan orang tua berjauhan tempat tinggal meski masih dalam satu pulau, membuat aktifitas rutin tahunan ini wajib banget untuk selalu dapat ditunaikan. Birrulwalidain-lah sebutannya. Berbakti kepada kedua orang tua. Seperti aku, ujung barat Jawa tengah menuju ujung timur Jawa Tengah. Setiap tahun minimal sekali melewati rute yang berbeda. Jadi meski tiap tahun tujuannya sama, namun kita selalu menemukan jalur baru yang selalu berbeda dari tahun ke tahun.

Hal unik yang ditemui sepanjang jalan selalu menarik untuk kubagi dengan semua orang. Hal unik yang membuat kita selalu semangat meniti hari bersama keluarga. Sayang sekali kan hobi ini jika dibiarkan terendap begitu saja di dalam memori kita? Makanya mulai beberapa bulan ini seiring dengan tumbuhnya minat untuk belajar menulis, aku ingin selalu membagi semua hal, terutama mengenai travelling, dan lebih keren sekarang dengan sebutan travel blogger. Minimal berbagi informasi yang bermanfaat terkait semua hal.

Produktif Menulis dengan ASUS
Gambar: Doc. Pribadi

Tuh kan, menulis adalah hal baru (lagi) yang membuatku terus semakin bersemangat. Bersemangat memasuki dunia baru yang menurutku makin berwarna di dalamnya. Ya, memang menulis termasuk salah satu terapi untuk membarukan semangat dalam jiwa.

Laptop ASUS
Gambar: Doc. Pribadi

Alhamdulillah berbekal laptop ASUS X541U aku mulai produktif menulis. Menulis apa saja yang ada di dalam kepalaku. Tak terasa semua hal bisa menjadi ide segar buatku, meski cara menuangkannya belum semulus yang dibayangkan. Menulis menjadi rutinitas baru yang begitu menyenangkan bagiku.

ASUS, merk laptop terkenal di Indonesia yang menurutku sudah paling canggih, rupanya selalu mengeluarkan seri baru untuk lebih memberi fasilitas unggul demi memfasilitai para pecandu menulis.

Sebut saja ASUS ZenBook 13 UX331UAL yang saat ini sudah masuk pasaran Indonesia.

Sepertinya itulah laptop impianku, laptop lembut, ringan namun powerfull. Kabarnya laptop ini sudah diuji kekuatannya oleh artis beken Raditya Dika.

Berikut sedikit spesifikasi ASUS ZenBook 13 UX331UAL :

ZenBook 13 UX331UAL memiliki ketebalan yang sama seperti saudaranya, ZenBook UX331UN yakni hanya 13,9 milimeter. Tetapi ia berhasil menembus angka di bawah 1 kilogram untuk bobot keseluruhan. Tepatnya, hanya 985 gram saja.

ASUS ZenBook 13 UX331UAL Yang Super Tipis dan Ringan
Gambar: Channel.asus.com

Gambar: Channel.asus.com

Masya Allah, ini si ringan banget! nggak bakal membuat punggung kita bungkuk seharian menggendong laptop ini mah! meski dibawa keliling Indonesia. Duh, makin mupeng kan jadinya?

Dibanding ZenBook 13 sebelumnya yang menggunakan aluminium chassis, konstruksi berbasis magnesium alloy pada ZenBook 13 UX331UAL membuatnya sangat tangguh.

Bahkan ia memenuhi standar military-grade MIL-STD 810G dan lolos uji daya tahan untuk memastikan kemampuannya beroperasi dalam berbagai kondisi.

Meskipun punya tampilan yang sangat lembut, ZenBook 13 UX331UAL telah lolos pengujian berat standar daya tahan military-grade MIL-STD 810G. serius ini? Hmm, pantesan di channel Raditya Dika, laptop ini mah masih bertengger meski dilindas oleh motor, amazing!

Trus, masih banyak lagi keunggulan ZenBokk 13 UX331UAL. Dibawah ini alasan kenapa laptop ini menjadi laptop impian sobat traveler:

Laptop tipis, ringan dan powerfull

Saat bepergian, pastinya kita menginginkan laptop yang paling tipis, paling ringan, dan paling ringkas. Inilah yang ditawarkan ZenBook UX331UAL dengan bobotnya yang hanya 985g (kurang dari berat rata-rata sepasang sepatu!) ketipisan 13.9mm, sehingga sangat nyaman saat bepergian. Desain bingkai NanoEdge juga sangat ringkas untuk laptop ukuran 13 inchi: ZenBook UX331UAL ini tentunya adalah teman perjalanan Anda yang setia, ke mana pun Anda pergi!

Wi-Fi Master

Dengan aplikasi ini, laptop mampu mendapat kecepatan transfer yang lebih tinggi dan jarak yang lebih jauh dibanding laptop lain pada umumnya. Dari jarak 300 meter atau lebih masih bisa mengakses Wi-Fi yang meski mendapat interferensi dari perangkat USB 3.0. Jarak ini 65 meter lebih jauh dibandingkan dengan laptop lain pada umumnya yang tidak memiliki Wi-Fi Master.

Kinerja Laptop Mumpuni

Meskipun desainnya yang ringkas dan ultraportabel, ZenBook UX331UAL ini tidak berkompromi dengan kinerjanya: Prosesor Intel® Core™ i5 Generasi ke-8 yang supercepat, RAM 8GB, dan SSD 256GB PCIe® memungkinkan kita untuk menyelesaikan seluruh tugas dengan mudah. Plus, system audio Harman Kardon-nya juga memberikan suara imersif yang kencang dan kuat. Keren kan!

Baterai Yang Super Awet

ZenBook UX331UAL ini memang dirancang untuk mereka yang memiliki gaya hidup non-stop, karena ZenBook ini menawarkan kebebasan pemakaian baterai sepanjang hari. Ohoho, laptop ini dilengkapi dengan baterai lithium-polymer 50Wh yang dirancang khusus untuk memberikan ZenBook UX331UAL daya tahan baterai hingga 15 jam.

Sensor Sidik Jari dengan Windows Hello

Mengakses ZenBook UX331UAL menjadi lebih aman lagi berkat sensor sidik jari yang ada di touchpad dan Windows Hello. Nggak perlu lagi mengetikkan kata sandi setiap kali masuk: Cukup satu sentuhan saja. Cepat dan praktis!

Kenyamanan Saat Mengetik

ZenBook UX331UAL ini dilengkapi dengan keyboard backlit ukuran penuh dengan desain yang kokoh, memberi pengguna pengalaman mengetik yang luar biasa dalam segala kondisi pencahayaan. Boleh dibilang ini adalah mahakarya ergonomi, dengan jarak penekanan tombol keyboard 1,4 mm yang dioptimalkan untuk kenyamanan saat mengetik. Laptop ini juga didukung dengan teknologi palm-rejection dan mendukung gerakan multi-jari dan tulisan tangan. Yes, kenyamanan mengetik mempertahankan kita dalam posisi yang sama dalam waktu lebih lama. Itu artinya apa? Artinya kita akan semakin produktif menulis kawan!

Kenyamanan Mengetik dengan ASUS ZenBook 13 UX331UAL
Gambar: Channel.asus.com

Duh, mimpi apa ya aku, kalau tahun ini mendapat laptop idaman se-keren ZenBook 13 UX331UAL? Allahuakbar, Shalawatin dulu! Allahummashalli’ala Muhammad! Bismillah!

NAIK BUS MEWAH INI, HANYA MEMBAYAR DENGAN 3 BUAH SAMPAH! AH, MASA?

Ada bus kota yang naiknya hanya dibayar dengan sampah? Ini gokil banget! Semoga bukan karena akunya saja yang kudet alias kurang update. Bus dengan fasilitas modern super lengkap, ramah anak, ramah bumil (Ibu hamil, red), ramah lansia(lanjut usia) juga ramah difabel ini sangat memanjakan fasilitasnya. Dan, biaya naiknya hanya dengan menukarkan sampah plastik berupa botol bekas saja! Percaya? Aku berkali-kali mengulang kalimat itu di sebuah media sosial Instagram resmi dari Dinas Perhubungan kota Surabaya. Serius bayarnya hanya pakai botol plastik bekas? Kalau bener, amazing pakai banget! Benar-benar langkah baru dalam upaya mencintai lingkungan. Langkah pionir yang berani mengambil keberanian yang luar biasa. Apakah di daerah lain sudah ada yang menggunakan metode pembayaran bus dengan menukarnya dengan sampah?

Gambar: Detik.com

Namanya Suroboyo Bus. Sesuai dengan namanya, tentu saja bus ini beroperasi di kota Surabaya. Yah, kota yang akhir-akhir ini sedang galak melakukan kegiatan dalam rangka mengelola lingkungan secara sehat dan bertanggungjawab. Asli, aku memang belum pernah sekali pun menginjakkan kaki ke daerah Surabaya. Tapi begitu ada informasi ini, jadi sangat antusias pengin mencoba ke sana juga.

Berkat Kerjasama Antar Dinas dan Tata Kota Surabaya

Dinas Perhubungan Kota Surabaya bekerjasama dengan Dinas Kebersihan dan Tata Ruang Kota, bersama-sama mencetuskan untuk pertama kalinya di Indonesia dalam mengoptimalkan pemanfaatan dan pemilahan sampah pada sektor transportasi. Memberikan layanan publik sekaligus mengupayakan peningkatan kebersihan lingkungan dalam waktu yang bersamaan.

Suroboyo Bus yang menjadi ikon transportasi di kota Surabaya ini di launching pada hari Sabtu tanggal 07 April 2018 lalu. Bus bermesin matic ini semenjak awal beroperasi sangat dinantikan oleh para penumpangnya yang antusias. Sampai-sampai bus yang seharusnya menjadi alat transportasi publik ini beralih menjadi city tour bus. Beberapa penumpang sengaja mengajak anak-anaknya untuk berputar-putar keliling kota Surabaya dengan naik Suroboyo Bus.

Gambar: instagram Suroboyobus

Meskipun halte masih memanfaatkan yang lama karena masih membutuhkan waktu yang cukup untuk membangun halte baru, namun secara lengkap pengoperasian moda transportasi baru di kta Surabaya ini terbilang sempurna. Halte baru yang lebih bagus dan aman bagi penumpang, segera dibangunn. Halte yang melindungi penumpang dari kehujanan.

Fasilitas modern dan lengkap begitu memanjakan warga kota Surabaya atau warga daerah lain yang sedang berkunjung ke kota Surabaya. Design bus yang mewah, nyaman juga terdapatnya jendela kaca yang lebar sangat memberi kepuasan bagi penumpangnya untuk menikmati keindahan kota Surabaya. Duh, sudah mirip banget dengan bus-bus di luar negeri kan? Makin pengin ke sana, deh, jadinya.

Bus Nyaman dan Aman

Paling seru saat naik bus adalah rasa nyaman yang dijamin. Bukannya was-was seperti kita naik bus pada umumnya. Pencopet, pencuri, penjambret dan lainnya bisa bebas berkeliaran di dalamnya. Bahkan tak jarang, kondektur bus yang tahu kejadian itu pun tak bisa berkutik lantaran lebih takut sama tampang dan perilaku pencopet itu.

Lain halnya dengan bus modern satu ini. Bus bertingkat ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan keunggulan sebagai berikut:

CCTV sebanyak 12 buah untuk menjamin keamanan

Delapan buah CCTV berada di dalam bus, dan 4 sisanya berada di luar bus. CCTV ini akan terpantau dari darat sehingga bila di dalam perjalan bus itu terdapat tindakan perampokan, penjambretan, atau pencurian, makan tindakan itu akan segera terlacak dan pelakunya akan tertangkap di halte berikutnya.

Low Deck

Pijakan tangga untuk masuk ke dalam bus yang pendek ini akan memudahkan penumpang untuk turun langsung di area pedestrian kota Surabaya. Konsep ini juga begitu memudahkan bagi penumpang perempuan yang hamil, membawa anak kecil, orang dengan disabilitas, lansia juga bagi mereka yang menggunakan kursi roda untuk masuk ke dalam bus.

Kursi warna-warni

Gambar: instagram Suroboyobus

Gambar: instagram Suroboyobus

Suroboyo Bus di-design dengan kursi single seat warna-warni yang ramah terhadap perempuan maupun kaum lansia juga disabilitas. Masing-masing kursi mempunyai warna sesuai dengan penempatan penumpang:

Kursi Pink: Khusus bagi perempuan

Kursi Merah: Untuk Ibu hamil dan Lansia

Kursi Oren: Untuk penumpang umum, laki-laki atau perempuan.

Selain kursi, bus ini juga memfasilitasi bagi penumpang yang sehat untuk berdiri selama perjalanan, dengan berpegangan pada pegangan yang tersedia bergelantung di atap bus.

Sedangkan ruang khusus untuk disabilitas dengan kursi roda ditempatkan di bagian tengah bus dengan fasilitas pengaman kursi roda secara khusus yang telah disiapkan.

Panic button

Bus dengan konsep modern ini juga dilengkapi dengan “Panic Button” atau tombol darurat. Tombol ini bisa dipencet saat terjadi kebakaran di dalam bus. Jika tombol ini dipencet, maka bus akan berhenti, mesin mati dan pintu segera membuka secara otomatis.

Jendela kaca yang lebar

Jendela ini memberi keleluasaan bagi penumpang untuk menikmati indahnya kota Surabaya.

Jalan bebas hambatan

Bus ini melaju bebas hambatan karena tidak pernah terkendala dengan lampu traffic light yang menyala merah.

Petugas Yang Super Ramah

Gambar: instagram Suroboyobus

Petugas Suroboyo bus selalu siap membantu penumpang dengan senang hati, demi terciptanya kenyamanan dalam perjalanan.

Oh iya, untuk cara penukaran sampah plastik botol air mineral bekas, begini mekanismenya:

Gambar: instagram Suroboyo bus

  1. Penumpang membawa sampah plastik yang sudah dibersihkan ke halte terdekat atau bank-bank sampah.
  2. Sampah plastik yang sudah dibersihkan diserahkan kepada petugas yang ada di halte.
  3. Petugas akan memberikan satu tiket naik untuk ditukarkan dengan 3 buah botol plastik besar atau 6 botol plastik kecil atau 10 gelas plastik.
  4. Satu tiket berlaku untuk satu kali perjalanan dengan penghitungan waktu maksimal 2 jam untuk setiap tiketnya. Batas waktu berlakunya tiket tertera pada tiket.

Kartu tukar sampah Suroboyo Bus
Gambar: instagram Suroboyobus

Meski, pembayaran dengan sampah sifatnya tidak permanen, namun langkah ini begitu menggembirakan warga. Langkah ini jelas akan memberi perubahan pada perilaku warga terhadap pengelolaan sampah plastik pada khususnya. Setelah nanti sistem lebih dimatangkan, maka akan berlaku tarif sama jauh dekat, yaitu sekitar Rp 6.000,- saja sekali jalan. Tentu saja itu masih saja terjangkau untuk semua fasilitas yang ditawarkan.

Bus Berteknologi Modern

Bus berukuran panjang 12 meter dan lebar 2.4 m ini ternyata harganya fantastis. Per unit bus seharga 2.4 M. Luar biasa! Bus ini memiliki koneksi langsung dengan Surabaya Intelijen Transportasi System (SiTS). Koneksi ini mampu mengatur traffic light yang ada di depannya. Dalam jarak beberapa meter, koneksi ini akan dengan otomatis mengatur traffic light akan menyala hijau sedangkan traffic light di seberangnya akan mernyala merah. Sehingga Suroboyo bus akan dapat terus melaju tanpa ada hambatan lampu merah. Sampainya bus dari satu halte berjarak sekitar 20 menit saja dengan sistem pengendali traffic light ini.

Duh, kebayang nggak sih, naik bus serasa naik kereta yang bebas hambatan? Seru banget nih!

Hanya saja jumlah unit yang disediakan masih terbatas, yaitu baru terdapat sekitar 8 unit bus saja, sehingga jadwal keberangkatan masih lumayan jarang. Dari awal launching, pemerintah kota Surabaya sudah bertekad bahwa ada atau tidak ada penumpang, Suroboyo Bus akan terus melaju sesuai dengan jadwal keberangkatan yang telah diatur. Pada kenyataannya bus ini semenjak awal peluncuran selalu dipenuhi penumpang, baik yang memang berkepentingan untuk bepergian atau hanya sekadar jalan-jalan saja.

Dari 8 unit yang sudah berjalan, masih terlalu kurang dibandingkan dengan jumlah penumpang yang ingin naik. Penumpang membludak dari prediksi. Banyak yang menyesalkan dengan jumlah unit yang terlalu sedikit. Dinas Perhubungan Kota Surabaya pun memberikan jawaban yang menggembirakan. Masih di tahun ini juga, rencananya jumlah armada Suroboyo Bus mau ditambah sekitar 10 unit lagi, memenuhi permintaan para penumpang yang sudah antusias berlangganan.

Hmm, benera ya, baru kali ini ada bus dengan fasilitas yang luar biasa. Setidaknya jika konsep ini bisa berlangsung sempurna, akan memberikan banyak manfaat besar bagi kota Surabaya pada khususnya, antara lain:

Suroboyo Bus dan Kemacetannya
Gambar: instagram Suroboyobus

  1. Mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas karena banyak penumpang yang lebih memilih naik bus dari pada mengendarai kendaraan pribadi.
  2. Menurunkan angka kemacetan lalu lintas. Bayangkan jika satu unit bus ini saja mampu membawa lebih dari 60 penumpang, hitung berapa penyusutan penggunaan motor maupun mobil pribadi dalam satu kali jalan? Sangat signifikan!
  3. Meningkatkan kebersihan lingkungan, terutama dari sampah plastik yang sekarang menjadi masalah tersendiri bagi lingkungan yang semakin rusak.
  4. Mengurangi angka polusi udara. Berkurangnya jumlah kendaraan bermotor karena banyaknya penumpang yang lebih memilih naik bus, akan memberi dampak positif terhadap jumlah asap kendaraan yang mengotori atmosfer kota Surabaya.
  5. Meningkatkan jumlah kunjungan wisata baik dari dalam negeri mau pun luar negeri. Kebersihan dan apiknya tata ruang kota Surabaya memberikan kenyamanan tersendiri bagi para pengunjung. Mereka akan semakin betah dan semakin banyak merekomendasikan ke teman dan saudaranya karena kota Surabaya kini menjadi kota yang sangat bersih, aman dan nyaman.

Duh, harus segera bikin resolusi nih, minimal tahun depan harus bisa berkunjung dan merasakan serunya naik bus bergambar ikan Suro (Hiu) dan Boyo ini di kota Surabaya. Untuk pertama kalinya. InsyaAllah!

 

CARI GAWAI DENGAN KAMERA TERCANGGIH? KAMU WAJIB BACA INI

Cari gawai dengan kamera tercanggih? Kamu wajib baca ini!

iPhone? Duh mimpi apa ya bakal bisa beli gawai keren beken kayak itu? Iya sih, pegang aja pernah, tapi kalau memiliki rasanya, entah tahun berapa bisa punya sendiri. Gawai nomor satu di dunia itu memang paling depan perihal kemajuan fitur dan teknologinya.

Sebut saja iPhone 8 Plus yang paling anyar keluar. Fiturnya sungguh membuat semua orang terkesima. Mulai dari kebutuhan utama ala penduduk Indonesia akan gawai yakni Selfie, fasilitas kameranya jangan ditanya, tak hanya menghasilkan gambar yang super bening tapi sarana untuk pengambilan gambarnya juga semakin mantab. Teknologi yang diaplikasikan sangat beragam dengan perancangan kamera mutakhir yang mampu merespon berbagai rangsang tak hanya sentuhan pada tombol kamera saja namun bisa melalui deteksi wajah maupun tubuh.

Berikut ini fitur lengkap dari kameran iPhone 8 yang kamu cari-cari:

Kamera

Kamera telefoto dan wide-angle 12 MP

  • Wide-angle:bukaanƒ/1.8
  • Telefoto: bukaan ƒ/2.8
  • Zoom optik;
  • zoom digital hingga 10x
  • Mode Potret
  • Pencahayaan Potret (beta)

Kamera semakin lengkap dengan adanya:

  • Penstabilan gambar optik
  • Lensa enam elemen
  • Flash True Tone Quad-LED dengan Slow Sync
  • Panorama (hingga 63 MP)
  • Penutup lensa kristal safir
  • Sensor penerangan sisi belakang
  • Filter IR hibrida
  • Fokus otomatis dengan Focus Pixels
  • Ketuk untuk fokus dengan Focus Pixels
  • Live Photo dengan penstabilan
  • Pengambilan foto dan Live Photo dengan rentang warna luas
  • Pemetaan warna lokal yang lebih baik
  • Deteksi tubuh dan wajah
  • Kontrol eksposur
  • Pengurangan noise
  • HDR otomatis untuk foto
  • Penstabilan gambar otomatis
  • Mode beruntun
  • Mode timer
  • Penanda lokasi foto
  • Format gambar yang diambil: HEIF dan JPEG

Lagi, bagi yang hobi nge-vlog, pasti pengin banget punya gawai yang juga sangat jago untuk perekaman video. Tanpa harus repot menggunakan stabilizer untuk menghasilkan video yang “anteng” tidak goyang. Selain kualitas videonya jadi super keren, kamu juga bakal dimudahkan dalam pengambilan video dengan menggunakan fitur dalam iPhone 8 Plus.

Perekaman Video

  • Mampu merekam video 4K pada kecepatan 24 fps, 30 fps, atau 60 fps
  • Mampu merekam video HD 1080p pada kecepatan 30 fps atau 60 fps
  • Mampu merekam video HD 720p pada kecepatan 30 fps
  • Penstabilan gambar optik untuk video
  • Zoom optik; zoom digital 6x (khusus iPhone 8 Plus)
  • Flash True Tone Quad LED
  • Dukungan video slo-mo untuk 1080p pada kecepatan 120 fps atau 240 fps
  • Video selang waktu dengan penstabilan
  • Penstabilan video sinematik (1080p dan 720p)
  • Video fokus otomatis kontinu
  • Deteksi tubuh dan wajah
  • Pengurangan noise
  • Mengambil foto 8 MP sambil merekam video 4K
  • Zoom pemutaran
  • Penanda lokasi video
  • Format video yang direkam: HEVC dan H.264

Duh, udah ngebayangi punya iPhone baru nih. Ah, biasanya sangat over protected terhadap gawai keren satu itu. Namun, sayang biasanya hanya bertahan beberapa hari saja protect-nya. Dijauhkan dari jangkauan anak karena takut layarnya tergores, takut kena minyak, takut salah dalam prosedur nge-charge yang bikin baterai gembung. Ih, itu biasa banget. Apalagi yang punya emak-emak ya? Pasti akan sangat dihindarkan dari jangkauan balita. Alih-alih, bukannya menjaga malah iPhone kesayangan kena lempar dan berujung retak, pecah dan bisa jadi mati total. Hi, serem kan?

iPhone LCD Pecah Gambar: sinyaliti.com

Giliran Lcd sudah retak, bingung deh mau servisinnya di mana yang bisa dipercaya dan tidak memainkan harga. Ternyata ada juga ya tempat Service LCD iPhone Pecah yang dapat dipercaya. Kita bisa sepenuhnya mempercayakan penggantian Lcd di sana. Tak hanya harganya yang murah, kualitas pelayanan dengan garansi seumur hidup. Keaslian spare part juga sangat dijamin. Mantab ya?

iPhone Mati Total
Gambar: Sinyaliti.com

Masalah lain yang sering terjadi pada gawai seorang emak adalah iPhone Mati Total. Ini cenderung muncul karena keteledoran atau terkena benturan, dan lain sebagainya. Trus, diapain ya enaknya? Yang pertama harus dilakukan adalah mencari tempat service iPhone Mati Total. Ada? Pasti ada. Tinggal hubungi saja nanti dari pihak sana akan datang ke tempat. Siap untuk menyelesaikan masalah di tempat dengan rentang waktu antara 30 – 45 menit. Namun jika kerusakannya lebih kompleks dan luas, iPhone harus dibawa ke tempat service. Ya iya kan? hanya bedanya, kamu bakal mendapat gantai gawai sementara iPhone mu dibenerin. Enaknya! Kita bisa tetap terhubung dengan semua orang yang membutuhkan kita saat iPhone rusak kita masuk bengkel. Namun, tentu saja ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

Kamera Belakang iPhone
Gambar: Sinyaliti.com

Hmm, beneran ya, namanya juga hasil teknologi, jadi selain punya keterbatasan juga pasti akan bersifat fana sempurnanya. Paling mati gaya kalau iPhone kita trouble pada kamera belakang. Duh, bagi pehobi fotografi ala tipis-tipis, kamera belakang begitu urgent keberadaannya. Kerusakan pada kamera belakang bisa jadi menjadi sumber galau selamanya. Terpaksa mau tidak mau agar bisa melanjutkan hobinya jeprat-jepret, segera Ganti Kamera Belakang iPhone dengan yang baru. Tentu saja harus di tempat yang terpercaya juga.

Hmm, gimana? Makin mupeng ya denger kesempurnaan yang nyaris dimiliki oleh iPhone ini? Yuk nabung mulai sekarang!

EGRANG, BUDAYA LOKAL INDONESIA, IKHLAS KAH JIKA KELAK DIAKUI OLEH NEGARA LAIN?

Egrang, Budaya Lokal Indonesia, Ikhlas Jika Kelak Diakui Oleh Negara Lain?

Kalau egrang, permainan sekaligus alat olahraga tradisional kita diakui oleh negara lain, kamu ikhlas nggak? Atau nggak peduli?

Jadi, ini sesuatu banget. Ada seorang bapak sudah berumur, rela menghabiskan waktunya selama 55 hari dengan naik egrang dari Jogja ke Jakarta. Beliau berhasil bertemu muka dan berfoto bersama Presiden kita Joko Widodo. Bayangkan, 55 hari hanya berjalan menyusuri pinggiran jalan raya, melawan panas terik dan juga dinginnya malam demi memperjuangkan agar egrang kembali tenar. Agar egrang kembali dicintai oleh masyarakat Indonesia. Bisa bayangkan lelahnya? Apa nggak lecet-lecet tuh kaki? Ya, bahkan hanya berjalan menggunakan sandal ter-empuk pun kalau untuk berjalan sejauh itu saya rasa pasti akan membuat lecet kaki dan pegal-pegal seluruh tubuh. Iya, kan? Apalagi menggunakan egrang? Tapi itulah upaya Pak Yudi si Raja egrang dari Jogja. Bapak berperwakan tinggi itu ingin kembali membuadayakan egrang sebagai salah satu kekayaan Indonesia.

Sejak aksinya mengenalkan egrang dengan cara unik itu, Pak Yudi makin dikenal dengan Raja Egrang-nya. Pak Yudi melanjutkan dengan membuka stand egrang di Alun-alun Selatan Jogja. Stand yang memberi fasilitas egrang mulai dari egrang bumbung (ruas bambu dengan tali), egrang kecil hingga egrang paling tinggi tersedia di sana. Pak Yudi tidaak mematok harga, hanya infak seikhlasnya untuk pemeliharaan egrang-egrangnya agar selalu diremajakan. Pak Yudi begitu mencintai anak-anak. Siapa pun yang mau belajar bermain egrang di sana dan berhasil meyakinkan bahwa dia mau belajar maksimal dengan membuktikannya bisa naik egrang, akan dapat sepasang egrang sesuai permintaannya, gratis.

Gambar: doc. pribadi

Siapa sangka, banyak sekali anak yang tertarik untuk ikut menaklukkan angkuhnya bambu setinggi 2 meter itu. Hingga sekarang setiap malam tempat itu pasti penuh dengan anak-anak yang bermain egrang. Semua anak kecil itu lihai, ada yang berlari, ada yang sambil duduk dan lainnya. Pak Yudi berhasil membuat anak-anak mencintai egrang sebagai budaya asli Indonesia.

Permainan ini, dulunya merupakan alas kaki yang dipakai oleh kerajaan untuk berjalan. Jadi hanya lingkungan kerajaan yang boleh menggunakan alat egrang ini. Alas kaki itu kini mengalami transformasi menjadi alat olah raga yang cukup digemari. Selain menyehatkan, egrang juga sangat membantu kita menghilangkan stress akibat beban kerja. Ditanggung, seluruh otot tubuhmu bakal gerak dan aktif sehingga bisa menyehatkan raga sekaligus menyehatkan hati. Mulai dari otot betis, otot lengan atas, otot perut, otot jari-jari kaki dan tangan dan juga otot punggung, semua bekerja sama saling bersinergi.

Seperti budaya lainnya, gamelan misalnya, yang sekarang mulai digandrungi oleh para turis mancanegara. Tarian tradisional juga tak ketinggalan, mulai banyak pendatang dari luar negeri yang ingin belajar memperdalam kebudayaan kita yang sering kita lihat sebelah mata. Egrang, juga mulai dilirik oleh para pendatang dari luar negeri. Banyak yang minta kerjasama agar dibuatkan egrang, bahkah mau beli beratus-ratus pasang egrang. Bolehkah? Nanti dulu!

Gambar: doc. pribadi

Pak Yudi sebagai kapten Raja Egrang, punya mimpi kelak egrang yang sedang kembali dibumikan lagi di Indonesia, bisa masuk ke dalam salah satu cabang olah raga yang diakui di Indonesia. Tekadnya mengenalkan egrang terutama pada anak-anak bertujuan agar anak-anak mencintai budaya lokal. Budaya permainan tradisional yang tak hanya mengandalkan keseimbangan namun juga koordinasi antar kerja otot dan otak menjadi titik berat berhasilnya seseorang mampu berjalan dengan egrang.

Tidak hanya itu, dengan egrang juga akan mengalihkan perhatian anak-anak dari gadget, sehingga aktifitas ini bisa menurunkan angka kecanduan terhadap game, video yotutube dan sajian lainnya dari layar gawai yang kini mulai menjadi momok bagi para orangtua.

Gambar: Doc. Pribadi

Sebut saja Abiyyu, anak usia TK B ini dari awal mengenal egrang tak pernah putus asa belajar. Gawai yang hampir setiap saat digenggamnya semakin bisa dialihkan dengan aktifitas fisik itu. Jatuh bangun sama sekali tak menyurutkan semangatnya dalam menaklukkan batang bambu yang tingginya dua kali lipat dari tinggi badannya itu. Nyalinya berkembang seiring dengan beberapa lecet di jari kaki karena menjepit bambu warna-warni itu. Jera kah dia? Tidak!

Tak sampai seminggu, Abiyyu bisa menaklukkan, mulai dari nol hingga akhirnya mahir menjalankan egrang tanpa dibantu siapa pun juga. Kecuali saat naik egrang yang sangat tinggi, biasanya anak kecil itu akan minta digendong dulu untuk naik ke atas. Baru setelah berhasil nangkring di atas, dengan lihai dia melenggang mengelilingi alun-alun selatan Jogja.

Turis domestik, turis mancanegara semua bisa ikut bermain di sana bersama teman-teman kecil dari Raja Egrang. Meski terhalang bahasa, nyatanya anak-anak kecil dari negara berbeda itu kerap bisa akur dan dekat.

Egrang, permainan tradisional yang sangat pantas untuk kembali kita tenarkan. Tak lagi hanya menjadi permainan kalangan Raja, namun alat sederhana itu kini bisa di akses oleh semua kalangan masyarakat.

 “Maaf, egrang ini tidak dijual, saya hanya akan membuatkan bagi sekolah-sekolah, atau wilayah lain selama masih berada di Indonesia. Dan saya bertekad belum akan membuatkan warga negara lain dulu sebelum permintaan kebutuhan egrang dalam negeri terpenuhi,” jawaban yang selalu Pak Yudi berikan pada pengunjung mancanegara yang minta dibuatkan egrang.

Tuh, kan? Egrang saja mulai dilirik, ikhlas kalau nanti egrang menjadi tenar di luar sana? Yuk peduli dengan semua budaya kita! Kuatkan budaya ini di tangan kita sendiri, agar dunia tahu bahwa egrang milik kita. Bagi siapa saja penduduk Indonesia, sangat terbuka untuk belajar gratis membuat egrang yang kuat, agar egrang membumi di negeri kita Indonesia tercinta. Siap tenarkan egrang? Harus siap!

Gambar: Mixagrip

Seru ya? Sehat dan berbudaya bersama egrang. Ngomong-ngomong sehat, terkadang entah beragam alasan membuat status kesehatan kita terganggu. Sebagai contoh penyakit sepele yang sering tidak kita anggap namun sangat mengganggu aktifitas adalah penyakit flu. Penyakit ini begitu mudah menyerang siapa saja. Penyakit yang cara penularannya sangat mudah ini susah dihindari saat stamina dan kekebalan tubuh kita sedang drop. Nah kondisi seperti itu sangat pas kalau kita punya persediaan obat yang aman, contohnya adalah MIXAGRIP. Kandungan obat ini meliputi beberapa obat yang diindikasikan untuk meringankan gejala flu. Komposisi di dalamnya juga tersusun atas obat yang cenderung aman. Obat ini bisa dibeli bebas di apotek tanpa resep. Namun, tetap harus mengindahkan hal-hal yang disarankan di dalamnya. Pastikan bahwa kamu tidak mempunyai riwayat alergi terhadap obat apapun sebelum meminumnya. Juga minum obat hanya seperlunya saja saat dibutuhkan. Dan jika setelah 3 hari keluhan tetap ada, segera konsultasi dengan dokter terdekat. Salam

TIGA HAL INI BIKIN AKU JATUH CINTA PADA ASUS X555

Tiga hal ini bikin aku jatuh cinta pada ASUS X555. Seperti apa ASUS X555, cekidot!

“Ahahaha… ahahaha…” mereka terpingkal-pingkal baca tulisan laporanku.

Apanya yang salah? Aku hanya menuangkan segala deskripsi yang paling mendekati gambaran objek pemeriksaan bagianku. Aku menggambarkan sedemikian rupa sehingga orang yang membacanya akan dengan mudah mengartikan kondisinya. Aku tak bisa senyum atau ikutan tertawa. Otot mulut ini rasanya kaku. Kupaksa tersenyum pun pasti hasilnya akan sangat masam. Ya, aku hanya bisa diam dan ya, pasrah. Tapi dalam hati, sungguh aku merasa disepelekan dengan gaya tertawanya itu. Tiba-tiba udara dalam kotak ruangan tak begitu luas pun terasa sangat panas, hingga keringat jagung pun bercucuran di tengah suhu AC angka 21. Adrenalin itu telah mengambil alih semuanya.

Entah, pengalaman tak terlupakan itu sudah berapa tahun lamanya. Hingga kini, menulis tiba-tiba menjadi pekerjaan yang begitu menyenangkan bagiku. Berawal dari kesalahan membuat laporan yang berujung ditertawakan banyak orang sepertinya membuatku balas dendam. Dendam untuk terus semakin belajar bagaimana caranya menulis yang benar dan menarik. Cara menulis yang sesuai dengan kebutuhan. Membedakan gaya penulisan yang satu dengan yang lainnya.

Ya, keinginan itu bukan tanpa sebab, meski jika saja kuingat-ingat rasanya sudah lupa, sejak kapan aku suka menulis? Aku hanya ingat, sekarang sudah terbit 4 buku antologiku bersama teman-teman penulis hebat. Setidaknya dari setahun ini mulai intens menulis, hasilnya tak bisa menghianati usahaku.

Dengan ASUS menjadi Penulis Produktif
Sumber: doc. Pribadi

Menulis semakin bersemangat saat suami tiba-tiba menghadiahiku sebuah laptop sederhana. Bukan hanya karena laptopnya saja yang membuatku bahagia, pun karena sinyal izin yang diberikan kepadaku untuk menulis di tengah-tengah tugasku menjadi penjaga dan pendidik utama anak-anak. Bukankah yang paling utama bagi seorang perempuan menikah adalah ridlo suami? Aktifitas sekecil apapun jika atas keridloan suami, insyaallah akan lancar dan hasilnya berkah. Ridlo suami adalah ridlo Allah.

Bahagia menulis with ASUS
Sumber: doc. pribadi

Berbekal laptop yang dibelikan suami ini, aku jadi semakin gila menulis. Bukan hanya main-main, meski hanya berawal mengikuti berbagai lomba menulis antologi true story, buktinya terbitnya beberapa buku antologi membuatku tercengang sendiri. Serius ya sekarang aku bisa nulis?

Aku hampir menyepelekan diriku sendiri dengan pemikiran bahwa, “Ah, paling karena jurinya yang kasihan sama aku, salah menilai, kenapa tulisanku bisa lolos?”

Eits! Sebentar! Itu bukan menyepelekan diriku sendiri ternyata, itu menyepelekan sang juri yang sudah malang melintang di dunia kepenulisan berpuluh tahun dan berhasil menerbitkan buku puluhan judul. Maafkan daku wahai juri, tidak, sangat tidak bermaksud seperti itu. Hanya memang diri ini harus terus berlatih untuk menghargaiku sendiri. Bahwa memang aku mampu. Biarlah orang menertawakan laporanku yang menurut mereka lebay, atau terlalu fiktif bahasanya, atau entahlah alasan yang sebenarnya apa aku pun tak ingin tahu lagi.

Sabar, memang kebiasaan dari dulu susah sekali menghargai diri sendiri. Selalu berpikiran negative terhadap diri sendiri, selalu menganggap diri sepele dan berbagai sikap negative lainnya. Aku baru sadar, setelah beberapa prestasi menulis berhasil mendongkrak tembok ketidak-PD-anku. ASUS-ku sangat berjasa.

Produktif Bersama ASUS X555
Sumber: doc. pribadi

Sudah bukan zamannya emak gaptek lagi. Meski tetap saja kemampuan dalam berteknologi tidak bisa melebihi laki-laki, setidaknya jika setiap hari kita terus berupaya menambah wawasan akan lebih merubah kita menjadi emak melek teknologi.

Nah, ngomong-ngomong tentang teknologi nih, ternyata ASUS sebagai merk laptop paling terkenal di Indonesia mempunyai jenis yang beragam. Salah satunya adalah ASUS X555 yang mempunyai fitur lengkap membuat kita semakin produktif, terutama bagi penulis buku yang juga mulai ingin merambah ke dunia blog atau web seperti aku. Oiya, jangan sampai kamu bingung carinya di mana, ASUS X555 juga dijual di Tokopedia loh! Pengin tahu seperti apa keunggulan ASUS X555 ini?

Berikut adalah fitur – fitur kekinian yang dapat ditemui pada ASUS X555 :

Daya tahan baterai seharian

ASUS X555 ini memiliki baterai dengan jenis Li-Polimer yang memiliki ketahanan baterai sampai dengan 2.5 kali lebih kuat dibandingkan baterai Li-Ion silinder. Bahkan setelah diisi ulang hingga ratusan kali, baterai ini tetap dapat menyimpan sampai 80% dari original kapasitasnya.

Teknologi IceCool

Notebook ASUS memiliki design internal yang unik yang dirancang untuk mengatasi masalah terkait panas yang terjadi pada bagian bawah notebook pada umumnya. Teknologi ASUS IceCool menjaga temperatur notebook diantara 28 derajat sampai 35 derajat, hal ini menunjukkan bahwa panas yang dihasilkan lebih rendah dari temperatur yang dihasilkan oleh tubuh manusia, hal ini membuat Anda dapat mengetik lebih nyaman walaupun dalam waktu yang lama.

Home entertainment pribadi ASUS X Series didukung oleh Prosesor 

Notebook ASUS X555 didukung oleh Prosesor AMD®Quadcore A10 untuk performa yang halus dan responsif. Performa serta didukung dengan grafis yang bagus dan memory controller di bagian dalam yang canggih, membuat X555 ini ideal digunakan untuk kebutuhan komputerisasi Anda sehari-hari atau menonton film dan video. X555 memudahkan Anda dalam menyelesaikan semua pekerjaan tersebut, memberikan Anda performa multifungsi yang Anda butuhkan untuk bekerja atau bermain dengan satu perangkat.

Informasi lebih lanjut terkait ASUS X555 dapat diilihat melalui link terlampir :
https://www.asus.com/id/Laptops/X555QG/
https://www.asus.com/id/Laptops/X555QA/

Jangan baper lagi ya kalau masih ada orang yang menertawakanmu, bisa jadi itu adalah modal awalmu untuk sukses. Biarkan orang lain tertawakan kita, yang penting kita tetap menjaga hati mereka tetap bisa bernapas hehe. Alihkan dendam di hatimu menjadi energi positif untuk semakin produktif dan semakin bermanfaat untuk orang lain. Semangat bangun dari mimpi, jemput kenyatan, sepahit apapun, itu lebih nyata bagimu!