Bagaimana ASI, Domain dan Hosting Bersinergi di Era Digital Masa Kini

Air susu itu muncrat ke segala arah. Membasahi karpet beludru berwarna cokelat yang mengalasiku duduk bersila. Bau manis bercampur amis segera menyeruak memenuhi sepetak ruang di belakang lemari ruanganku. Ya, tempat favorit kami para ibu pekerja yang menyusui untuk bersembunyi, berusaha menyalurkan cinta kepada buah hati melalui sebotol ASI.

Tak heboh seperti biasanya, aku justru hanya menahan semua dengan embusan napas panjang yang rasanya tersendat di pertengahan hela. Sesak! Bagaimana tidak? Sepertinya hampir tak lagi ada ekspresi apapun yang mampu menggambarkan perasaanku kala itu.

Nelangsa!

Tanganku perlahan bergerak dalam getar, meraih beberapa lembar tissue yang berada di sebelahku. Di antara aku dan temanku yang juga sedang memerah air susunya (ASI) menggunakan alat kecil yang bekerja dengan system vakum. Cadangan makanan satu-satunya untuk bayi kami yang belum juga genap 6 bulan, yang terpaksa kami tinggal di rumah. Bersama orang yang biasa kami sebut “simbok”. Tentu saja karena tuntutan kerja setiap PNS tidak memungkinkan membawa bayi turut serta. Jadilah kita tergantikan dengan sebotol ASI setiap pagi hingga sorenya.

Temanku melongo, tangan kanannya memegang erat lengan kiriku, seolah mau berkata, “Mbak, …” selebihnya tak ada satu kata pun yang terucap dari bibirnya. Setidaknya eratnya cengkeraman jemarinya dapat kuartikan bahwa betapa dia ikut merasakan nelangsa. Aku hanya bisa membalasnya dengan senyuman kecut, yang entah apa artinya.

Ya, entah besok bayiku mau minum apa jika persediaan yang kuhasilkan siang ini terbuang percuma.

90cc ASI tumpah begitu saja saat tutup botol berwarna abu-abu berbahan karet itu berusaha kurapatkan ke mulut botol kaca yang sudah penuh terisi.

Tiba-tiba dadaku terasa sakit, tenggorokan tercekat! Senyum ceria bayi perempuanku segera membayang dengan gamblang di pelupuk mata. Matanya bulat dengan bulu mata lentik hitam.

“Ah, Aishyaku, maafin bunda, Nak!”

Kupunguti lagi cairan putih itu dengan meresapkannya ke setiap sela-sela jaringan tissue, berharap kemudian bisa kuperas lagi dan kusaring untuk dimasukkan kembali ke dalam botol. Dadaku semakin bergemuruh setiap membayangkan ide gila yang begitu saja terlintas.

Baiklah, napas panjang! Rileks! Aku telungkupkan mukaku ke lutut. Aku peluk erat-erat lututku sambil beristighfar. Berharap tiba-tiba Allah kirimkan berjuta kekuatan untuk kembali menyusun semangatku memerah ASI yang sudah kering terkuras. Akankah Allah dengan kuasanya akan kembali memenuhi ratusan kelenjar susu di dadaku?

Sebenarnya memerah ASI benar-benar aktifitas yang begitu menyenangkan sekaligus membanggakan bagi perempuan bekerja sepertiku. Apalagi ASI yang kuhasilkan terbilang cukup banyak dan mudah diperah manual. Satu dari tiga cara memerah ASI selain menggunakan alat sederhana atau menggunakan alat elektrik yang canggih.

Sama-sama menghasilkan ASI sebanyak 90ml, rasanya apa yang kuusahakan lebih memerlukan effort yang besar dibandingkan dengan teman di sebelahku yang menggunakan alat sederhana berbahan silicon itu. Dia tinggal memasang cup lembut dalam keadaan kempes atau bertekanan negative, maka ASI akan keluar deras dengan sendirinya, memenuhi balon yang juga dari silicon yang menggembung di bawahnya.

Aku terpukau!

Bahkan aku buru-buru meminjam alat itu untuk aku foto, dan mengulasnya lengkap ke sebuah website gratisan yang kubuat beberapa hari sebelumnya. Postingan artikel pertamaku. Bahagianya bias berbagi!

Sayangnya, tulisanku sendiri bahkan tidak dapat kulacak beberapa waktu setelahnya. Aku kehilangan alamat web beserta passwordnya. Hingga kini pun begitu sulitnya aku menemukan artikel yang mengulas perbandingan memerah ASI dengan cara manual dan menggunakan alat sederhana yang harganya cukup terjangkau itu.

Berawal dari kejadian itu, aku mulai menyukai menulis untuk berbagi apapun yang kutahu. Aku belajar membuat sebuah blog yang dengannya harapanku berbagi manfaat ke semua orang dapat tercapai. Mengisinya dengan berbagai informasi yang baik. Juga mengelolanya agar tak lagi terulang kejadian lupa alamat blog, apalagi passwordnya.

Setidaknya dengan memiliki alamat website sendiri dengan nama pilihanku, semakin memberiku semangat baru untuk terus menulis dan memenuhi ruang yang ada di dalamnya. Meski berbayar, tapi aku lebih merasa memilikinya, dan bersemangat untuk terus mengelolanya hingga kelak semakin besar dan memberi manfaat bagi orang banyak.

Awalnya aku buta tentang apa itu domain, apa itu hosting. Dan sekarang pun masih saja buta teknologi jika saja beberapa hari lalu Qwords Cloud Web Hosting Indonesia tidak mengundangku di acara mini gathering bersama Bloger dalam Fun sharing & Discussion “ Be a Creativepreneur in Digital Era”. Event ini diselenggarakan sebagai dukungan Qwords kepada para pegiat Creativepreneur untuk mengembangkan bisnisnya di dunia digital, juga untuk menjalin hubungan yang erat dan kekeluargaan antara Qwords dengan para komunitas khususnya blogger.

Qwords hadir membuka kebutaanku tentang pentingnya website di era digital seperti sekarang ini. Tidak ada alasan gaptek. Nyatanya semua hal mulai dari hal remeh hingga yang begitu kompleks mengandalkan yang namanya layar gawai, layar laptop. Jadi enggak ada alasan lagi untuk tidak mau belajar, kan?

Internet!

Meski berbayar, namun sedikit rupiah yang kita keluarkan akan berpengaruh terhadap semangat kita menghuninya, juga meramaikannya seperti rumah kita sendiri.

Qwords memberi banyak informasi tentang segala hal yang berhubungan dengan website, baik untuk bisnis, company profile atau sekadar website untuk membranding diri kita. Sharing tentang Domain, Hosting dan bagaimana cara merawatnya agar tampil cantik dan berisi juga melengkapi acara siang hingga sore itu. Mengoptimasinya agar semakin berkualitas juga pendampingan pengelolaan website. Termasuk siaga dalam membantu para kliennya yang memerlukan bantuan, 24 jam.

Qword mendukung perkembangan komunitas dengan cara meningkatkan layanan melalui pembaharuan fitur dan juga meluncurkan produk-produk baru. Sebagaimana sebuah perusahaan, Qwords juga memiliki berbagai keunggulan yang menarik dan menguntungkan bagi penggunanya.

Di antaranya keunggulan Qwords adalah:

  1. Cloud Web Hosting / Cloud Base Technology

Qwords melayani penyimpanan data website di dalam server yang terkoneksi dengan internet berkecepatan tinggi. Layanan Web hosting menggunakan teknologi Cloud dengan jaminan uptime 99.99%.

Jika suatu saat website kita yang biasa akan kita tingkatkan, maka dengan teknologi ini bias saja langsung ditingkatkan tanpa menyebabkan website kita mengalami down time.

Tersedia dalam banyak pilihan paket mulai dari Value Performance Cloud Hosting, Medium Performance High Storage, High Performance Cloud Hosting, dan WordPress Hosting.

  1. Free Domain Name

Siapa sih yang enggak pengin punya website sendiri? Qword memungkinkan kita memiliki nama domain sendiri untuk kebutuhan branding kita. Membuat bisnis lebih professional dengan alamat website yang mudah diingat. Pilihlah ekstensi Domain sesuai kebutuhan dan klaim Nama Domain kita.

  1. Free SSL (Secured Sockets Layer)

Pernahkan saat kita mengakses website tertentu entah saat kita transaksi atau mengirim data penting ke sebuah website, lalu muncul peringatan di layar berupa, “this is not secure”? itu artinya data yang kita kirimkan entah berupa nomor rekening, nomor kartu kredit atau data penting lainnya, tidak terjamin keamanannya selama dalam perjalanan kita mengirim data menuju website tersebut. Bias saja orang-orang cerdas tak bertanggungjawab menyalahgunakan data kita untuk kepentingannya sendiri.

Qwords dengan layanan free SSL memberikan layanan keamanan transfer aliran data user ke website.

Qwords.com merupakan Authorized Reseller dari Brand SSL ternama di Indonesia.

Di awal tahun 2019, Qwords telah meluncurkan Unlimited Hosting, yaitu paket hosting yang dapat diandalkan dan tanpa batasan. Fitur unlimited hosting ini tidak lagi mengisolasi pengguna dengan batasan disk space. Paket ini sudah dilengkapi dengan Web Accelerator yang membuat website lebih cepat untuk diakses.

Selain itu, Qwords juga telah meningkatkan fitur produk unggulan terbaru, yaitu WordPress Hosting. Paket hosting yang didesain khusus untuk engine WordPress ini bias dinikmati dengan Disk Space yang lebih besar. Membuat website yang berbasis WordPress bekerja jauh lebih optimal.

Qwords memiliki tagline “Reliable Fast Web Hosting with Reasonable Price”, yang itu berarti Qwords akan selalu memberikan layanan Hosting yang dapat diandalkan, cepat diakses serta harga yang terjangkau. Bahkan, Qwords memberikan penawaran yang menarik melalui paket Bundling Hosting 1GB dan Domain .COM dengan biaya mulai dari Rp 10.500/bulan. Benar-benar kombinasi yang praktis dan ekonomis untuk kita yang ingin membangun website baru.

Qwords terus berupaya agar dapat menjadi partner terbaik bagi pelanggan, komunitas, rekan blogger, pemerintah, UKM dan perusahaan-perusahaan.

Jadi gimana? Berani Go online di era digital? Harus, ya! Ayo gunakan Hosting Indonesia, Qwords.

Alhamdulillah, meski menurutku aku tak punya apa-apa untuk dibagi, aku masih memiliki isi otak untuk dituangkan dalam baris-baris kata yang memiliki makna. Aku bangga menjadi seorang blogger! Terima kasih Qwords!

Mc handal sedang menghipnotis para blogger

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *