ASUS VivoBook 15 A516 Senjata Ngonten Paling Mumpuni Masa Kini

ASUS – 15 Inch Modern PC. Bigger Dream, Wider Screen

Aku hampir saja lompat, laki-laki di depanku berdiri dengan sangat cepat. Buru-buru mengenakan baju juga celana, tanpa ritual seperti biasanya. Diangkatnya kaki tingi-tinggi, bergantian antara kanan dan kiri. Kini dia mulai melompat, berjingkat, jongkok, lari di tempat. Semua posisi dicobanya. Tentu saja dengan mata yang membulat nyaris terbelalak. Masih tak percaya. Setelah 6 tahun lamanya tidak pernah merasakan nyaman saat duduk.

Luka menahun itu dideritanya dengan senyap. Mungkin hanya dia laki-laki yang pernah merasakan risi saat pembalut yang dipakainya miring. Semata hanya agar menjaga noda darah atau nanah tidak mengotori celana yang nanti dikenakannya buat salat.

Tiba-tiba dia tersungkur, bersujud, tubuhnya berguncang. Tergugu lama, lama sekali. Kedua mataku tiba-tiba memanas. Aku buru-buru merapikan peralatan dan perlengkapan rawat luka yang kini berserak terkena gerakan kakinya. Perlengkapan yang begitu familiar semenjak 6 tahun terakhir.

***

Debunya begitu tebal. Entah berapa bulan aku membiarkan laptop ASUS berwarna hitam ini teronggok begitu saja di atas lemari pakaian setinggi 100 cm itu. Laptop generasi jauh pendahulunya ASUS Vivobook 15 A516 yang dulu dibelikan suami sebagai hadiah saat aku resign dari tempat kerja, kemudian beralih menjadi fulltimer ibu rumah tangga. Sehari setelah aku menerima SK kenaikan pangkat. Setidaknya, aku pernah menjadi abdi Negara selama 5 tahun sebelum semuanya terpaksa kutinggalkan karena bermacam pertimbangan.

Bukan karena resign-nya sebenarnya aku dapat kejutan laptop berukuran besar itu, tetapi karena aku bergabung dengan komunitas menulis di kota kami, Jogja. Dan ajaibnya suami dengan senang hati mengizinkan. Amaziingg! Mungkin, agar aku tetap bisa waras.

Bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang dan juga tetap bisa mengaktualisasi diri di sela kewajiban mendampingi anak-anak. Meskipun hanya dua pekan sekali. Ya, beruntung sekali memilikinya, laki-laki yang memberiku banyak keleluasaan. Berbekal laptop baru itu, aku memulai semuanya.

Merubah habit yang sudah terbangun kuat semenjak lima tahun sebelumnya bukanlah hal yang mudah memang. Tapi semuanya terbayar ketika buku antologi true story-ku satu persatu terbit dan bertengger di etalase toko buku terkenal. Ah, kapan pernah terpikir aku jadi penulis buku? Mimpi pun belum pernah.

Menulis adalah hal baru yang sangat menyenangkan. Merasa menemukan media yang tepat setelah sebelumnya hanya ditertawakan oleh orang – orang di sekitarku, saat aku menulis laporan kerja menggunakan teknik menulis narasi yang menurut mereka lebih mirip cerpen ketimbang laporan.

Aku kembali mengusap permukaannya dengan tissue. Sudah beberapa belas bulan laptop itu hanya kuhapus debunya. Eror! Entah apanya yang bermasalah. Padahal sudah diservice ke layanan service resmi. Hanya bertahan beberapa hari saja.

Awalnya hanya muncul angka “9999999999” tanpa bisa dihentikan. Namun setelah itu merembet ke tuts yang lainnya. Alih-alih bisa lancar menulis justru akan merusak semua file tabungan tulisan yang ada jika aku memaksa membukanya. Ah, sampai kapan?

“Bund!” suara berat itu tiba-tiba terdengar, bersamaan dengan pintu kamar yang terbuka.

“Ah, iya, Pi.” sahutku, buru-buru kuletakkan lagi laptop yang cukup berat itu di pojokkan. Permukaannya kini sudah mengkilap lagi.

“Udaah, nanti papa benerin!” seolah tahu kerinduanku pada benda tipis agak tebal itu. Tapi sayangnya entah berapa kali kalimat itu dilontarkan untuk kemudian dilupakannya kembali.

Aku nyengir sekenanya. Hapal sama kebiasaan buruk itu. Lupa! Yah, kesibukannya yang tak diimbangi dengan daily to do list memang sering membuatnya kacau. Terutama untuk hal-hal kecil yang kerap dianggapnya, “Ah, gampang!”

Aku duduk di lantai tepat di depannya, di belakang pintu kamar kami yang tertutup. Aku dekatkan semua peralatan dan obat yang sudah sejak tadi kusiapkan. Rutinitas sehabis suami mandi. Rawat luka.

“Bismillah,” kusodorkan air zam-zam yang kutuang di tutup jerigen berukuran 1 liter itu agar diminumnya. Dua bulan ini aku mengadopsi Thibbun Nabawi atau pengobatan ala nabi yang dipadukan dengan perawatan luka secara medis. Menggunakan bahan alami herbal yang lebih sering terabaikan. Lalu kutuang lagi satu tutup botol air zam-zam. Kali ini aku gunakan untuk mencuci luka itu.

Kupencet luka di sekitar pantat bagian bawah. Kuambil lagi kassa steril yang kugunakan untuk memencet. Bersih. Aku melirik ke wajah suamiku, bibirnya nyengir menahan sakit. Tak terasa sudut bibirku menyungging, selalu geli dengan ekspresinya saat kesakitan. Ah, dasar laki-laki! Cuma segitu ternyata nyalinya!

Sekali lagi kupencet. Tak ada sedikit pun cairan berwarna putih atau merah keluar dari sana. Lubang kecil itu sudah lebih dari 6 tahun menjadi bagian dari hidup suamiku, juga hidupku. Bisul menahun. Aku menggeser posisi duduk. Mundur ke belakang, memberi sedikit ruang di belakang pintu kamar yang tertutup agar dia bisa bangun.

Aku menghela napas, berdebar.

“Coba bangun, Pi. Terus duduk lagi seperti biasa!” pintaku.

Laki-laki di depanku hanya menatapku. Mulutnya terbuka, bingung dengan instruksiku. Pandangannya beralih ke arah plester yang masih belum terpakai di sebelahku.

“Iya, Pi, bangun, terus duduk lagi yang normal tanpa bersandar. Duduk menggunakan pantat! Bisa… bisa!” perintahku lebih detail.

Masih terus menatapku bingung namun badannya mulai bergerak naik. Berdiri, kemudian turun lagi, tangannya ke arah belakang, mencari sandaran.

“Nggak usah bersandar, Pi! Lukanya sudah nutup,” kassa steril yang tadi kugunakan untuk memencet luka kutunjukkan kepadanya, “Nih, bersih!” sahutku sambil tersenyum. Ada rasa tak percaya. Ada bahagia yang masih ragu. Semua campur aduk. Tak menyangka, ikhtiar dua bulan terakhir yang kami niati hanya karena Allah, menjawab kecemasan kami selama lebih dari 6 tahun.

Iya, enam tahun di mana dia tak bisa duduk tanpa bersandar dan hanya bertahan tak lebih dari 5 menit, kecuali di tempat yang empuk. Enam tahun di mana 4 tahun di antaranya harus merahasiakan bahwa mungkin hanya dialah satu-satunya lelaki di dunia ini yang memakai pembalut setiap habis mandi.

Dan 6 tahun ini pula yang merupakan satu dari sekian alasan lain yang membuatku memutuskan untuk resign. Berbakti kepadanya, merawatnya, menjaga dan mendidik anak-anaknya.

Kubangunkan tubuhnya. Dia berdiri, matanya merah, basah. Kedua tangannya yang kokoh menarik tubuhku. Membenamkan kepalaku di dadanya yang lapang. Erat. sangat erat.

“Bund, makasih, Bund! Masya Allah!” suaranya serak, kembali tergugu di atas kepalaku. Masya Allah, Terima kasih Allahku! Engkau paling tahu kapan hadiah sembuh itu harus diberikan.

Bahkan disaat kami berdua sudah pasrah, setelah melewati beberapa upaya dan ikhtiar termasuk operasi, yang ternyata belum Allah kehendaki menjadi perantara kesembuhan. Kami ikhlas jika saja Allah berkehendak memang selamanya tidak akan sembuh. Hanya kami meminta agar dikuatkan menjalaninya.

***

Laptop Idaman

Memiliki website pribadi dan bebas mengisinya dengan tulisan apapun yang kumau. Mengoleksi buku yang tertera nama sendiri sebagai penulis, mungkin sama sekali belum pernah tercetus sebelumnya.

Bahkan memiliki laptop sendiri yang dikhususkan untuk menulis juga tak pernah terbayangkan. Semuanya tiba-tiba. Hadiah yang mahal sekali dari Allah.

Siapa sangka, membersamai anak-anak tumbuh, sembari menyalurkan hobi baru rasanya begitu cukup. Tidak lagi merasa terbebani akan sesuatu.

Oiya, tempo hari yang kata suami mau betulin laptop dengan angka “9” nggak mau berhenti menulis sendiri itu, akhirnya beneran, nggak lupa lagi rupanya keyboardnya yang harus diganti baru. Ah, senengnya!

“Tapi mau Papa pakai loh, Bund. Buat menggambaar!” senyumnya meledek.

“Yaah, terus gimana donk? Bunda kan masih banyak sekali hutang menulis, Pi! Pi… Pi… Piiiii!!!”

Hiks, giliran jadi malah dibawa laptopnya. Memang lah suami!

Sebenarnya, pengin banget minta dibeliin yang baru, tapi kok malu bilangnya. Seandainya bisa dapetin laptop yang modern seperti ASUS VivoBook 15 A516 yang keren itu.

Sudah lah beratnya Cuma 1.8 kg, ruang penyimpanannya ganda. Memiliki keunggulan kinerja data yang super cepat juga kapasitas penyimpanannya yang sangat besar.

Bisa banget buat menyimpan file video-videoku yang jumlahnya bejibun. Oh iya, selain menulis buku, ngeblog, aku juga diam-diam membuat dan membangun channel youtube. Seneng banget makin banyak mediaku untuk berbagi konten bermanfaat.

Jika blog kugunakan untuk sharing tentang kesehatan, maka lain dengan channel YouTube yang kunamai dengan nama asliku, Eka wahyuni. Channel mungil tersebut memuat lebih dari 150 video resep masakan.

Dan ini semua tentu sangat membutuhkan senjata yang mumpuni seperti yang dimiliki ASUS keluaran terbaru itu.
Selain layarnya luas, resolusi full HD yang dimiliki ASUS Vivobook 15 A516 itu juga memiliki sudut pandang yang lebar dan dilengkapi dengan lapisan anti-silau.

Fast & Efficient

“Bagi resep donk, gimana sih caranya membangi waktu? Mengurus 4 anak, memasak, menerima pesanan Japanese cheesecake, udah gitu masih sempat-sempatnya ngonten youtube. Ada asisten, ya?”

Ada saja yang bertanya seperti itu. Kebanyakan kata mereka merasa sangat kehabisan waktu hanya untuk bekerja sehingga tidak ada kesempatan sekadar menyalurkan hobi.
Nggak ada! Di rumah kami tidak ada asisten atau ART. Semua urusan domestik rumah tangga dijalani sendiri, meski dengan konsekuensi sangat menurunkan standart sempurna.

Ya kali kita super women, tetap saja punya keterbatasan kekuatan. Terkadang aku juga rindu santai kayak di pantai. Nah, hanya saja memang semua tugas itu harus diprioritaskan dan di buat timing schedule agar semuanya bisa mendekati sempurna terlaksana semua. Terutama dukungan properti yang digunakan. Harus bisa optimal.
Perihal ngonten memang nggak pernah membosankan. Apalagi saat kita tahu bahwa konten yang kita share di blog atau channel youtube sangat bermanfaat bagi orang lain.

Ah, seandainya aku dikasi kesempatan rezeki untuk bisa mengupgrade peralatan tempur, aku pasti akan pilih laptop modern seperti ASUS – 15 Inch Modern PC. Bigger Dream, Wider Screen.

Kenapa? Yes, betul! Laptop dengan prosesor Intel Core i5 generasi ke-10 dan grafis diskrit NVIDIA MX330, ASUS 15 A516 ini sangat membantuku menyelesaikan berbagai hal dengan cepat dan efisien.

Pas banget kan buat mamak sibuk yang punya banyak anak namun tetep pengin bisa eksis berkarya?

Stylish & Portable

Dengan beratnya yang hanya 1.8 kg sangat memungkinkan diajak kerja serba cepat. Mudah dibawa ke mana-mana. Didesain bagus sesuai dengan gaya hidup modern, dengan lapisan Transparent Silver atau Slate Grey. Siapa yang nggak mau?

Finger Print Sensor

Kenapa orang semakin ke sini semakin malas membuka laptop? Salah satunya karena waktu yang dibutuhkan untuk login lumayan lambat.

Beda dengan ASUS VivoBook 15 A516 ini, hanya butuh satu sentuhan saja untuk mengaksesnya. Laptop ini memiliki sensor sidik jari bawaan di touchpad dan Windows Hello. So, kita tidak perlu lagi mengetik kata sandi setiap saat.

Keyboard Nyaman

Keyboard full-size dilengkapi dengan backlit menyempurnakan kerja kita di lingkungan yang minim cahaya. Desainnya yang ergonomis, konstruksi kokoh serta key travel 1.4 mm memberikan pengalaman mengetik yang begitu nyaman.

Connectivity

ASUS VivoBook 15 A516 dilengkapi dengan port USB-C® 3.2 yang didesain dapat diputar balik yang membuat menghubungkan perangkat semudah mungkin.

Enhanced Protection

ASUS VivoBook 15 A516 memiliki fitur peredam guncangan E-A-R® HDD untuk melindungi data dari setiap benturan. Sehingga kita tak perlu khawatir lagi saat bekerja meskipun sedang dalam kendaraan.

No

Harga Spesifikasi
1. Rp 5.299.000,- Windows 10 Home/Intel®Celeron® N4020 Processor/4G/256G

PCIE+housing/HD/Office Pre-Installed

2. Rp 5.399.000,- Windows 10 Home/Intel®Celeron® N4020 Processor/4G/256G

PCIE+housing/FHD/Office Pre-Installed

3. Rp 7.599.000,- Windows 10 Home/Intel®Core™ i3-1005G1 Processor/4G/1TB+256G

PCIE/HD/Office Pre-Installed

4. Rp 7.899.000,- Windows 10 Home/Intel®Core™ i3-1005G1 Processor/4G/1TB+256G

PCIE/FHD/Office Pre-Installed

5. Rp 7.799.000,- Windows 10 Home/Intel®Core™ i3-1005G1 Processor/MX330/4G/256G

PCIE+housing/FHD/Office Pre-Installed

6. Rp 8.199.000,- Windows 10 Home/Intel®Core™ i3-1005G1 Processor/MX330/4G/512G

PCIE+housing/FHD/Office Pre-Installed

7. Rp 10.999.000,- Windows 10 Home/Intel®Core™ i5-1035G1 Processor/MX330/4G+4G/1TB+256G

PCIE/FHD/Office Pre-Installed

8. Rp 11.099.000,- Windows 10 Home/Intel®Core™ i5-1035G1 Processor/MX330/8G/1TB+256G

PCIE/VIPS FHD/Office Pre-Installed

“Komputer masa kini memiliki tampilan berbeda karena memang mereka berbeda. Dengan solid-state drive (SSD) dan teknologi terkini, Anda mendapatkan kecepatan, keamanan, ketahanan, dan desain yang cantik. Kami telah melakukan jajak pendapat, dan hasilnya, orang-orang lebih senang saat bepergian dengan PC modern.”

“Nikmati semua manfaat dengan PC yang lengkap – PC sudah termasuk Office Home & Student 2019. Aplikasi Office versi lengkap (Word, Excel, dan Powerpoint) memberikan semua fungsi yang dibutuhkan dan diharapkan oleh penggunanya.

Penggunaan aplikasi Office seumur hidup dapat memastikan Anda untuk selalu memiliki akses ke fitur yang Anda kenal dan sukai. Dilengkapi dengan 100% aplikasi Office asli, software juga akan terus mendapatkan pembaruan keamanan yang rutin untuk melindungi perangkat, program dan data Anda.”

“Laptop dengan prosesor Intel® Core™ 10th Gen series ke atas didesain untuk performa dan mobilitas. Dengan efisiensi yang tinggi serta dimensi thin and light, laptop menawarkan peningkatan performa dan produktifitas untuk penggunanya.

Konektifitas WiFi generasi terbaru juga memungkinkan transfer data 3x lebih cepat dibanding generasi sebelumnya.”

Fulltimer Ibu Rumah Tangga, tapi aktif ngonten? Ah, bahagianya bisa tetap bermanfaat!

Sepertinya keren sekali seandainya laptop terbaru ASUS VivoBook 15 A516 bisa segera kumiliki. Senjata baru untuk lebih produktif berkarya.

Eh, siapa tahu saja, tiba-tiba aku berani ngomong minta dibelikan lalu diiyakan sama suami?

Atau mungkin bisa memenangkan salah satu unit hadiah laptopnya dari lomba menulis: ASUS-15 Inch Modern PC. Bigger Dream, Wider Screen Writing Competition ini?

Siapa tahu, ya kan? Kamu mau? Yuk ah, ikutan!

***
“Artikel ini diikutsertakan dalam ASUS – 15 Inch Modern PC. Bigger Dream, Wider Screen Writing Competition bersama dewirieka.com.”

Written by

78   Posts

Eka Wahyuni Tinggal di Jogja, Bunda dari 3 bocah hebat shaleh dan shaleha ini mempunyai kepribadian hangat dan supel. Selain aktif di sebuah klinik di Jogja, juga aktif berkomunitas dengan sesama penulis dan Blogger di Jogja. Senang sekali berbagi, ilmu, pengalaman, motivasi juga hal-hal positif lainnya. Kontak dan kerjasama bisa dihubungi melalui: Email: ekabyan@gmail.com
View All Posts

59 thoughts on “ASUS VivoBook 15 A516 Senjata Ngonten Paling Mumpuni Masa Kini

  1. Baik sekali sang suami Mba. Dikasih hadiah laptop biar Mba Eka tetap semangat beraktivitas. Perjuangan merawat suami adalah pahala yang mengalir bagi seorang istri. Rasa sakit punya bisul itu, beuuuh nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Soalnya saya pernah mengalaminya Mba. Tetap semangat ngonten!!

    Good luck ya Mba Eka

  2. Wkwk iyaaa…percaya..keliatan banget dari ekspresinya kok pas dibersihin. Sehat terus ya, Mas Hendra! Semangat ngonten jugaa!

  3. Keren nih fulltime mom blogger. Pastinya Lebih punya banyak waktu ya buat ngonten. Apalagi dengan ASUS VivoBook 15 A516, tentu ngonten makin paten ya Mbak. Semoga sukses dengan impiannya Mbak

  4. Aamiin, makasih Mas guru biologi 🙂 sukses juga ya, berkah terus jadi guru honorer, itu hanya pijakan kecil menuju kesuksesan yang besar di depan mata, insyaallah. Terus berpijak dan melangkah!

  5. Semua penyakit itu akan ada obatnya. Dan yang terpenting adalah Sang Penyembuh tetap saja Tuhan YME.

    Mewujudkan mimpi dengan ditemani laptop yang mumpuni memanglah menakjubkan. Apalagi ada laptop baru keluaran ASUS yang keren dengan layar yang lebih lebar dari biasanya. Keren

  6. Ngidam banget dengan laptop ini. Layarnya yang lebar dan besar membuatnya nyaman buat menulis. Apalagi ia punya prosesor generasi terbaru yang membuatnya ngebut untuk bekerja. Semoga bisa meminang satu. Amin.

  7. Iya, bismillah. Yakin dan selalu bersyukur atas semua nikmat yang jauh lebih besar dibanding ujian kecil-kecil termasuk sakit.

  8. Impian kita semua Asus ini ya. Karena memenuhi apa yg kita perlukan. Apalagi kerja di media sosial n buat ngonten hehe

  9. Spesifikasinya mantab. Kl punya ASUS ini, kerjaan jadi lebih cepat dan jd lebih produktif ya kan hehe

  10. Saya sudah menulis impian saya, mau ikut lomba ini. Mencoba menyentuh hati juri. Ternyata salah melihat DL lomba. Huhuhu. Semoga impian mendapatkan laptop ini terlabul, dan bisa ngonten dengan maksimal ya

  11. Full time ngonten di ranah digital dengan laptop yang berlayar lega memang idaman banget. Semoga selalu berkarya meski jadi mamak sibuk dan banyak anak.

  12. Saya sering bingung tentang gimana cara-caranya emak-emak blogger bikin konten saat anak-anak dan suami harus diperhatikan juga. Pastinya manajemen waktu tingkat tinggi ya. Semoga berjodoh dengan ASUS VivoBook 15 A516 nya, Mbak. Tetap semangat dalam berkarya

  13. Wah seperti blogger2 kayak kita semua ini pasti butuh laptop dengan spek yang bagus ya kak, jawabannya ada pada ASUS vivobook 15 a516.

  14. Setuju sekali kak, Asus memang senjata paling keren buat ngonten ya. Sukses selalu dengan semua mimpinya Dan semoga semua tercapai ya kak

  15. Masya Allah…luar biasa perjuangan nya. Resign lalu setia mendampingi dan merawat suami juga anak-anak… salut Mba. Semoga Allah mengganjarnya dengan keberkahan berlipat ganda.

    Artikel ini keren banget Mba yang luar biasa mengulas tentang laptop ASUS yang semakin luar biasa. Perpaduan yang komplit. Semoga menang lombanya ya Mba biar bisa makin produktif.

  16. Wkwkkw sabaar…insyaallah banyak banget lomba ini, Kak! Aamiin Yaa rabbal’alamin.. semoga impian kakak juga segera terwujud ya

  17. Aamiin Yaa rabbal’alamin…siap Bang Doel. Semoga bang Doel juga sellah sehat, siap berkarya untuk bermanfaat bagi semua yaa

  18. Biasanya paling berkualitas ya nunggu malam saat mereka semua sudah terlelap, Uda! Me time nya buat cetak cetik sendiri mainan laptop 🙂
    Aamiin, semoga buat Uda jugaa ya berjodoh ASUS Vivobook 15 A516 ini

  19. Masyaallah, aamiin Yaa rabbal’alamin semoga doa yang sama buat Waode juga ya, berkah dari Allah, lancar dan produktif berbagi semuabilmu bermanfaat lewat tulisan

  20. Sudah lama aku ga ngetik blog di laptop bund, dan laptop ASUS ini emang idaman banget deh aku pengen punya juga biar makin semangat

  21. Wahh samaaa, aku juga lama banget karena laptop rusak. Makanya jarang banget upload, sekalinya upload nulisnya cuma pake hp aja. Alhamdulillah ganti keyboard bisa berfungsi lagi.

  22. Semangat mba Eka, semoga Allah segera angkat penyakit suami, biar bisa berkarya bersama2 lagi bareng ASUS juga

  23. Aduduuu..ini sih laptop idaman banget buatku..teringat Asus lama yg sudah minta diganti.. Jadi bermimpi punya Asus satu ini deh.. Sholawatin dulu kali yaaa..

  24. Kalau daku punya laptop Asus a516 ini pasti gak cuma senang, tapi bisa digunakan untuk bekerja dan membuat konten bermanfaat. Berdoa aja dulu ya kak, hehe, insya Allah siapa tahu rezeki menghampiri

  25. Kapan ya bisa punya asus yg harga 11jutaan.. paket komplit lah ini. Kayanya ga bakal lemot seperti laptopku sekarang hehehe

  26. Seru story telling nya. Haha. MasyaAllah. Berbakti pada suami juga menjadi full time blogger. MasyaAllah

  27. Aku skrg lagi pake laptop Asus sih, memang bagus kak. Apalagi kalau spesifikasinya seperti laptop Asus terbaru ini, semoga terwujud mimpinya ya kak

  28. Wah kok jadi pengen juga ya hahha
    Apalagi gak sampai 2 kilo beratnya
    Jadi gak berasa berat ya.

    Apalagi speknya nih sesuai kebutuhan.

  29. Ya allah ini mba Eka to.. Aku pantesan ngerasa kenal sama domainnya. Baru tahu aku mba kalau suami sakit, alhamdulillah ya perjuangan insyaallah berbuah manis. Mbak eka ternyata 5 tahun to jadi PNS baru resign, insyaallah juga berkah mba dari rumah saja masih bisa berkarya. Qdoakan menang ya mbak

  30. wah ngontennya makin semangat nih kalo dapetin ASUS VivoBook 15 A516 semoga dapetin ya mba. ASUS mah emang laptop idaman. Ngedraft blog nggak males lagi deh 😀

  31. Tulisanku gak katut mbak. Telat submit. Huhuhuhu…. tapi gak kepikiran tuh minta dibelikan suami laptop asus. Wkkwk… semoga dapat rejeki di tempat lain ya mbak.

  32. Alhamdulillah, sudah sembuh, Mbak. Sekarang sudah sehat, sudah bisa bebas beraktifitas, naik sepeda jarak jauh udah gak masalah, thanks ya udah berkunjung 🙂

  33. 🙂 bismillah, apa saja yang penting bahagia, Kak! Paling utama itu berbagi bahagia sama keluarga, nggak ada yang lain 🙂

  34. Wkwkwk aamiin mbak, nggak kali ini semoga next bisa ngerasa menang lomba Asus ini 🙂
    Makasih doanya mbak Dian <3

  35. Wkwkwk tulisanku larut, Mbak. Neng ora menang!! Semoga next lomba bisa ikutan lagi ya, Mbak. Dan bisa dapat kesempatan menang entah kapan 🙂

  36. Asus laptop impian bagi semua orang termasuk saya juga. Dengan spek yang tinggi sangat memudahkan kita untuk melakukan pekerjaan yg membutuhkan laptop super.

  37. Whoaaa mbak, aku takjub sekali sama perjuangannya. Memang Allah tahu kapan waktu yg tepat untuk mewujudkan mimpi hamba-Nya. Satu pintu ditutup pintu lain terbuka lebih banyak. Sehat selalu ya mbaaak dan sekeluarga, semoga makin sukses dengan seluruh harapannya! Ikut bahagia baca perjuangan selama 6th.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: