5 Hal Yang Harus Dilakukan Pasca Khitan Agar Luka Cepat Sembuh

Usianya baru 7 tahun, tiba-tiba dia meminta sunat 3 hari yang lalu. Katanya biar bisa menjadi imam shalat. Beberapa kali selalu menggelar sajadah di depan saya setiap shalat. Karena memang dia masih kecil dan belum khitan maka saya tegur dan saya suruh jadi makmum saja di belakang. Rupanya itu yang membuat niat khitannya jadi menggebu.

Setidaknya meski bacaannya sudah mulai mendekati tartil, saat wudlunya belum sempurna akan membuat shalatnya tidak sah. Berbeda saat dia shalat sebagai pembelajaran. Ataupun saat dia belajar menjadi imam untuk adiknya.

Meskipun belum bernilai ibadah, insyaallah pengenalan ini akan memberikannya pelajaran yang benar tentang syarat menjadi imam harus khitan agar terhindar dari najis yang tersembunyi.

Saya pengin share pengalaman saya mengenai cara merawat luka pasca khitan agar lebih cepat sembuh.

Setelahnya pengin share juga tentang Agar Anak Tidak Takut Sunat, biar anak laki-laki berani sunat bahkan di usia yang dini.

Alhamdulillah, 3 hari ini luka khitannya sudah mulai kempes. Awalnya sesaat setelah khitan alat kelamin bagian luka mengalami pembengkakan ringan. Hal ini tentu saja wajar terjadi, karena memang jaringan kulit di ujung alat kelamin sengaja dibuat luka.

5 Hal Yang Harus Dilakukan Agar Luka Khitan Cepat Sembuh, antara lain:

1. Anak harus istirahat

Bagi anak laki-laki aktif, sungguh ini sangat menyiksanya. Yang terbiasa ke mana – mana bebas jadi harus berdiam diri di rumah meminimalkan gerakan. Bunda harus selalu siaga untuk mengingatkannya. Teman favorit biasanya gadget, TV, buku dan mainan lainnya. Tentu saja dia lebih suka teman yang bisa diajak ngomong dibandingkan itu semua. Jadi kita harus menemaninya sepanjang hari agar dia tidak bosan.

2. Rawat Luka Sehari 2 kali

Bagi sebagian orang, merawat luka khitan menjadi hal yang menyeramkan. Sebetulnya saat kita sedikit memberanikan diri, merawat luka khitan tidak berbeda jauh dengan merawat luka pada umumnya. Bentuk lukanya juga sama, namun pada khitan luka yang ditimbulkan berbentuk melingkar mengelilingi batang alat kelamin.

Rawatlah luka sehari 2x, pagi dan sore hari. Bagaimana cara merawat luka pasca khitan?

Bersihkan daerah sekitar luka dari bercak darah atau kotoran yang menempel dengan kain bersih yang dibasahi. Jangan disiram, namun cukup dipel saja.

Setelah sekitar luka dibersihkan, giliran bagian luka dibersihkan menggunakan kain kasa yang dibasahi dengan rivanol atau cairan pembersih luka lainnya.

Bersihkan luka pelan-pelan dari sisa darah. Tidak perlu dipaksa harus hilang semua, terutama darah yang keras tidak perlu dipaksa, agar tidak terjadi luka baru dan mencetuskan perdarahan baru merembes lagi. Setelah luka bersih, oleskan salep yang di bawakan oleh dokter untuk perawatan luka.

Oiya, untuk amannya anak tidak usah dimandikan dulu, cukup dipel saja agar luka khitan tidak terkena air. Baru setelah luka kering dan jahitan sudah menyatu, anak dimandikan dan berendam agar “upil” luka yang kering bisa lembek dan mudah dibersihkan. Biasanya sekitar seminggu dari khitan.

3. Makan Bergizi Tinggi Protein

Anak khitan nggak boleh makan amis2? Pernah dengar statement ini? Sebagian informasi yang keliru bahwa anak khitan tidak boleh makan protein hewani seperti ikan, ayam, daging, telur dll. Justru pada anak ini membutuhkan sumber protein yang tinggi.

Manfaatnya adalah untuk mengganti jaringan yang rusak karena luka khitan. Anak yang diberikan makanan protein tinggi akan lebih cepat sembuh lukanya. Untuk jenis makanan lain juga sama, intinya pola makan tidak ada pantangan yang harus dihindari, justru harus seimbang dengan protein yang lebih tinggi dibanding biasanya.

Jadi masih boleh makan nasi, lauk, sayuran, buah dan minum air putih yang banyak.

Sumber protein bisa dari diambil dari bahan makanan yang mudah ditemukan di sekitar kita, seperti: Daging ayam, telur, ikan gabus, ikan nila, daging sapi, tempe, tahu dll.

4. Gunakan sarung bukan celana panjang

Pasca khitan identik dengan sarung. Harus pakai sarung? Sebenarnya tidak juga. Hanya saja pemakaian sarung akan lebih memberikan keleluasaan agar anak bisa bergerak bebas tanpa khawatir luka khitan akan tergesek kain.

Udara yang bebas mengalir ke daerah sekita alat kelamin juga akan memberikan sirkulasi udara yang cukup sehingga luka khitan terbebas dari lembab dan keringat. Otomatis luka khitan akan lebih terjaga dalam keadaan kering.

5. Minum Obat Terjadwal

Sudah bisa dipastikan bahwa anak yang khitan pasti akan diberi obat. Minimal 2 macam obat, yaitu obat anti nyeri berupa Paracetamol dan antibiotik. Obat yang sering diresepkan pada kasus khitan anak cenderung yang aman buat anak, Paracetamol untuk antinyeri dan Amoxicillin untuk antibiotikya.

Obat tersebut harus diminum secara teratur agar anak tidak kesakitan dan luka terhindar dari infeksi.

Alhamdulillah, di hari ke dua pasca khitan, Abiyyu sudah sangat enjoy. Sejak khitan tidak merasa kesakitan atau panas pada lukanya. Dan sore ini (sore kedua pasca khitan) lukanya sudah langsing dan sudah bisa ikut shalat berjamaah di masjid.

Paling tidak sabar, bisa berdiam diri dulu, eh sejak hari pertama khitan sudah minta naik egrang! Ya Allah, Nak! Sabar, ya! 2 hari lagi boleh lari2, deh!

Semoga bermanfaat!

Eka Wahyuni.

2 Replies to “5 Hal Yang Harus Dilakukan Pasca Khitan Agar Luka Cepat Sembuh”

  1. Adikku tu aktif banget. Pas sunat juga nggak bisa diem. Nggak tahu deh apa mama juga melakukan hal-hal yang Mbak sebutin tadi. Tapi karena dulu pas sunat, adikku masih TK jadi si emak jarang pasangan celana atau sarung. Kecuali kalau desye lagi pingin di luar. Hehehe

  2. Wkwkwk…iya, banyakan kalo di dalam rumah cuma pake kaos atasan doank, bawahnya dibiarin terbuka dikipasin biar nggak lembab 😁

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *