3 LANGKAH CARA MERAWAT LUKA KHITAN YANG TIDAK SAKIT

Belum ada lima menit kutinggalkan, kamarnya sudah kosong, ruang tamu nihil. Kemana dia?Kubenahi handuk warna merah yang tadi dipakainya alas duduk sewaktu kubersihkan luka yang melingkar di ujung alat kelaminnya.Jangan-jangan!?Segera kutinggalkan kamar yang kini sudah berubah menjadi kapal setengah pecah. Mainan bertebaran di mana-mana.Aku berlari ke depan, kubuka sedikit pintu menuju teras. Kuintip, tak sedikit pun terlihat batang hidungnya.Kututup kembali pintu itu seraya bergegas mengambil jilbab yang tersampir di sofa.”Dug… Dug… Thak..thak… !” Ritmis sebuah suara membentuk nada.Kubuka lagi pintu itu dengan lebih antusias dibanding sebelumnya.”Astaghfirullah, Kakaaaak!” Terperanjat kulihat Abiyyu, anak keduaku yang baru dikhitan 3 hari yang lalu.
Masih lengkap dengan sarung hijau dan kaos berwarna kuning bergambar bintang – bintang kecil. Tangannya bergerak senada dengan kakinya yang berada di atas egrang berwarna hijau.”Hehe, maaf, Bund! Abiyyu bosan, e! Abiyyu pengin olah raga. Nggak apa-apa kan, Bund?” Polos, sorot matanya seolah tak bersalah.Bukan tidak boleh, tapi lukanya itu loh, baru tiga hari, meskipun sudah mulai kering, takutnya kulit sekitar lukanya malah bengkak lagi.”Ya sudah, tapi pelan saja ya, dan belum boleh pakai egrang yang lebih tinggi!”

***

Jangan Takut Merawat Luka Sendiri

Beberapa hari yang lalu, saya sudah share tulisan tentang 5 Hal Yang Harus Dilakukan Agar Luka Khitan cepat Kering. Satu di antaranya adalah bagaimana merawat luka yang baik dan berhasil mencegah terjadinya infeksi pasca khitan.Seperti halnya perawatan luka biasa, hanya kali ini lukanya terletak di alat kelamin yang lebih sensitif. Seolah memberi kesan bahwa luka itu lebih parah dari luka lecet biasa.

Tiga Langkah perawatan luka:

1. Asepsi

Merawat luka tujuannya adalah membuat luka dan daerah sekitarnya terbebas dari bakteri atau kuman apapun yang bisa menyebabkan terjadinya infeksi. Cara asepsi artinya mengupayakan semua langkah perawatan luka terjamin dari kontaminasi kuman.

Beberapa langkah merawat luka:

a. Alat dan Bahan:

(Pict: docpri)- Gunting,- kassa steril,- cairan pembersih luka (cairan NaCl atau rivanol atau larutan antiseptik lain),
– perekat (plester bisa yang berwarna cokelat atau yang putih, saya menggunakan hypafik),

(Pict: docpri, salah satu contoh perekat)- Salep antibiotik (biasanya dibawakan dari Rumah Sakit)

b. Langkah merawat luka

Jika waktu terbatas dan bisa mempertahankan kebersihan daerah sekitar luka, maka perawatan bisa dilakukan 1-2 hari sekali.
Catatan, setiap luka basah oleh air (misalnya saat buang air besar atau buang air kecil) harus dilakukan perawatan luka kembali.Namun tentu saja akan lebih baik jika luka tersebut kita rawat sehari dua kali setelah mandi (3 hari pertama sebaiknya tidak mandi seluruh badan, untuk mencegah luka basah tersiram air)

Cara merawat luka:

– Bersihkan daerah sekitar luka menggunakan kassa di beri cairan NaCl atau antiseptik. Bersihkan mulai dari bagian luka (bisa dikompres dengan cara kassa steril dibasahi dengan NaCl atau rivanol, tempelkan pada luka yang melingkar kurang lebih 10menit).
Buat gerakan melingkar dari bagian luka ke bagian lebih luarnya dan tidak kembali ke daerah luka.
Jika masih kurang bersih, ulangi lagi dengan gerakan yang sama dari bagian luka ke arah luar.- Oleskan salep antibiotik tipis-tipis pada luka dan sekitar luka.- Boleh ditutup dengan kassa, boleh dibiarkan terbuka. (3 hari pertama disarankan melakukan perawatan luka terbuka agar kassa tidak lengket. Bisa jadi beberapa titik masih aktif mengeluarkan cairan albumin sehingga bila bercampur dengan salep dan kassa maka akan lengket)- Saat perawatan luka terbuka, upayakan anak agar banyak istirahat, tidak banyak beraktifitas dahulu.- Lanjutkan perawatan hingga seminggu pasca khitan dengan teknik yang sama sampai luka khitan benar-benar kering dan sembuh.

2. Isolasi

Isolasi dalam hal ini berarti menjauhkan luka dari berbagai macam sumber kontaminan. Bisa dengan membungkusnya dengan kassa steril kering setelah sebelumnya dilakukan perawatan luka atau dengan cara meminimalkan aktifitas agar terhindar dari kotoran maupun kontaminasi kuman.Gunakan pakaian yang longgar agar sekitar alat kelamin tidak lembab.Bersihkan badan dengan cara yang paling aman, bisa menggunakan tissue basah atau mandi dengan bantuan washlap dan sebaskom air.Selalu ganti pakaian baru setelah badan bersih dan luka sudah dibersihkan.

3. Fiksasi

Lebih 3 hari anak berdiam diri pasti akan membuatnya sangat boring. Meskipun segala macam permainan, game, buku dan hal menarik lainnya sudah disiapkan di dekatnya, tetap saja anak butuh dunia dan “udara segar” nya.Untuk membantu anak agar beraktifitas ringan dengan nyaman, maka kita perlu memfiksasi luka khitannya.Fiksasi artinya menjaga tetap pada tempatnya atau tidak bergerak. Tindakan ini membantu anak saat luka khitan sudah mulai sembuh, tidak lagi bengkak namun masih memerlukan perawatan luka dan anak harus melakukan suatu aktifitas ringan tanpa merasa sulit bergerak karena sakit.Fiksasi selain mengurangi gesekan luka dengan celana juga mencegah agar luka tidak sakit akibat aktifitas yang dilakukannya.Caranya adalah:Balut luka dengan kassa steril kering setelah luka dirawat dan diberi salep.Buka kassa steril hingga berbentuk segi empat.Lipat salah satu sudutnya ke arah sudut ang berlawanan.Lipat juga sudut lawannya ke arah sudut yang tadi sudah dilipat lebih dahulu.(Pict: dokpri, Contoh menggunakan kertas tissue agar mudah dimengerti)(Setelah kedua ujung kassa dilipat)(Lipat kassa di garis tengah hingga membuat kedua sisi simetris yang saling bertumpuk)Lipatan ini siap untuk digunakan untuk memfiksasi luka khitan.Bagian tengah letakkan di luka pada bagian bawah alat kelamin, lingkarkan ke atas hingga menutup seluruh bagian luka, pilin dua kali di atas alat kelamin dan satukan kedua ujung kassa sisanya.Tarik dan rekatkan kedua ujung kassa steril dengan bantuan plester atau hypafik ke kulit perut bagian bawah. (Contoh seperti gambar)(Pict: docpri, gambar saat luka sudah difiksasi dan siap menggunakan celana dalam seperti biasa)(Pict: docpri, fiksasi dilihat dari samping)Semoga tulisan ini bermanfaat, dan membantu para orang tua untuk menemukan referensi cara merawat luka pasca khitan.
Tulisan ini tidak mengandung unsur iklan sama sekali, hanya menggunakan beberapa bahan yang kebetulan tersedia dirumah.Beberapa gambar sengaja di-blur agar memenuhi kode etik kepenulisan.Salam hangat,Ew

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *