Yang Harus Dilakukan Saat Anak Diare

Belum selesai dikeringkan bagian perut ke bawah, dia mulai menggeliat lagi. Perutnya bercerucuk, wajahnya pasi.Dia segera berlari ke belakang. Keringat dingin cukup mewakili rasa tak nyaman, lemas, sakit dan rasa lainnya. Sorot matanya meredup.Entah, sudah beberapa kali minum
obat yang biasanya cocok kali ini belum juga berhasil membuat diarenya berhenti.Justru disusul muntah yang tak terbendung berkali-kali. Makanan belum tercerna menyemprot tak hanya melalui mulut, tapi juga lewat hidung. Pedas, katanya.Ini sudah ke sekian kalinya. Mungkin lebih dari 10 kali sejak tengah malam tadi.”Kak, kalau diare dan muntah terus kayak gini, berbahaya, bisa kekurangan cairan, harus diinfus,” Aku mencoba memberinya pengantar perlahan.”Emang bisa kenapa, Bund?” tanyanya khawatir.”Ya bahaya, Kak!” ucapku kembali.”Ya bahayanya apa, Bund. Bilang, toh!” dia mendesak,”Bahayanya bisa kekurangan cairan, bisa lemes banget,”Bukan menakutinya, tapi kalau dia terusin menolak minum dan makan, rehidrasi akan sangat sulit dilakukan.”Cairan itu apa, Bund?” Kejarnya. Benar rupanya, usia 7tahun masih terbatas sekali kosakatanya. Ternyata seluas apapun wawasan anak, kerap beberapa kata masih sangat asing dan membingungkannya.”Cairan itu, air yang ada di dalam tubuh kita, yang jumlahnya harus cukup biar tubuh kita tetep sehat, kuat dan segar. Kalau cairan banyak yang keluar lewat diare dan muntah, artinya kita harus menggantinya dengan makan dan minum juga. Tapi kalau setiap makan dan minum selalu dimuntahkan, ya harus dimasukkan dengan cara lain, yaitu diinfus,””Abiyyu nggak mau diinfus, Bund!” tolaknya.”Enggak, Abiyyu kan mau minum, mau makan, mau minum obat biar nggak muntah, insyaAllah Allah cepet sembuhkan, Abiyyu,” kurangkul bahunya.Badannya lemes saat keluar dari kamar mandi.Alhamdulillah, dia sangat kooperatif setelahnya.Sesekali saat melilitnya datang, dia tarik napas panjang, beristighfar dan berdoa, “Ya Allah, sembuhkan aku, ya! Astaghfirullah!”

***

Kenali Diare

Ada mamak yang nggak pernah melihat feses anak saat BAB? Begitu fesesnya keluar langsung buru-buru di-flush biar enggak bau?Semoga setelah ini menganggap konsistensi feses anak jauh lebih penting dibanding apapun ya, karena data saat anak diare sangat penting bagi dokter untuk membantu menegakkan diagnosa dan menentukan terapinya.Sedih kan kalau melihat anak yang biasanya naik-naik pagar tiba-tiba anteng, diam karena nggak punya tenaga?Diare, artinya BAB lebih dari 4 kali dalam 24 jam, dengan konsistensi feses yang lebih lembek atau encer dari biasanya.Penyebab diare dilihat dari ciri-cirinya:

Diare karena virus

Biasanya feses cair, keluarnya menyemprot dan jika kebelet sulit untuk ditahan, baunya sedikit asam.

Diare karena bakteri

feses bisa cair atau lembek, sangat melilit di perut, kadang sulit dikeluarkan, bercampur lendir atau darah, baunya busuk dan atau amis.Jelas keduanya berbeda, terapinya juga berbeda.
Namun apapun penyebab diare, yang wajib kita lakukan untuk menolongnya dirumah adalah:

1. Upayakan rehidrasi

Saat anak masih bisa disuruh minum dan makan walau sedikit, insyaallah penggantian cairan yang hilang bersama diare dan muntah bisa segera diraih.Rehidrasi yang ideal menggunakan larutan oralit. Bisa dibeli di apotek atau dibuat sendiri di rumah menggunakan gula pasir dan garam dapur.Untuk satu gelas air minum (200cc) bisa ditambahkan 2 sdt gula pasir dan 1/5 sendok teh garam dapur.Berikan ke anak yang diare sedikit demi sedikit agar tidak mencetuskan muntah.Berikan makanan yang aman untuk pencernaannya lebih dahulu.Hindarkan makanan yang asam atau pedas juga terlalu berlemak atau berbau tajam.

2. Jangan memberinya obat diare sembarangan

Obat diare jenisnya bermacam-macam. Banyak yang bisa dibeli bebas di apotek tanpa resep dokter.
Namun saya sarankan, jangan sembarangan memberinya obat diare terutama bagi anak-anak dan balita.Kenapa?Karena ada beberapa jenis obat diare yang efek kerjanya dengan mengurangi gerakan usus agar tidak terlalu cepat sehingga diare bisa berkurang bahkan langsung berhenti.Bahayanya bagi anak, terkadang efek obat tersebut bisa menyebabkan berhentinya gerakan usus di satu bagian dan usus bagian lainnya tetap bergerak cepat.Akibatnya bisa menyebabkan usus yang diam justru akan masuk dan menyumbat ke usus yang bergerak.Saat ini terjadi, maka tak hanya diare yang membahayakannya, ususnya pun tak lagi bisa dilewati feses, bahkan udara. Perut anak kesakitan luar biasa, kentut tidak bisa.Solusi yang harus segera dilakukan adalah operasi untuk membebaskan sumbatan pada usus tersebut.
Dalam istilah medis kondisi ini disebut dengan ileus.Maka sangat bijak saat kita berhati-hati untuk mengobati anak diare.

3. Putus rantai penularan

Caranya dengan menjaga kebersihan personal baik saat membersihkannya sewaktu BAB atau sewaktu akan memberinya makan dan minum.Selalu cuci tangan menggunakan sabun.

4. Jaga kebersihan lingkungan

Segera cuci dan bersihkan dengan sabun, pakaian atau alas yang terkena feses.

5. Periksa ke dokter terdekat

Jika diare berlanjut bahkan bertambah dengan muntah segera periksakan ke dokter terdekat.Memeriksakan anak sebelum mengalami dehidrasi akan lebih baik dan lebih cepat penanganannya di banding saat anak sudah lemas dan mengalami dehidrasi berat.

Apakah ke dokter pasti harus diinfus?

Tidak.
Saat proses rehidrasi masih bisa dilakukan per oral, maka dokter hanya akan mengobatinya dengan obat-obatan yang aman dan memberinya oralit untuk rehidrasi lewat oral (mulut)Dokter akan memutuskan bahwa anak harus diinfus saat anak sudah mengalami dehidrasi sedangkan semua jenis makanan, minuman dan obat tidak dapat masuk karena muntah yang parah.Semoga tulisan ini bermanfaat,Salam hangat,Ew

3 LANGKAH CARA MERAWAT LUKA KHITAN YANG TIDAK SAKIT

Belum ada lima menit kutinggalkan, kamarnya sudah kosong, ruang tamu nihil. Kemana dia?Kubenahi handuk warna merah yang tadi dipakainya alas duduk sewaktu kubersihkan luka yang melingkar di ujung alat kelaminnya.Jangan-jangan!?Segera kutinggalkan kamar yang kini sudah berubah menjadi kapal setengah pecah. Mainan bertebaran di mana-mana.Aku berlari ke depan, kubuka sedikit pintu menuju teras. Kuintip, tak sedikit pun terlihat batang hidungnya.Kututup kembali pintu itu seraya bergegas mengambil jilbab yang tersampir di sofa.”Dug… Dug… Thak..thak… !” Ritmis sebuah suara membentuk nada.Kubuka lagi pintu itu dengan lebih antusias dibanding sebelumnya.”Astaghfirullah, Kakaaaak!” Terperanjat kulihat Abiyyu, anak keduaku yang baru dikhitan 3 hari yang lalu.
Masih lengkap dengan sarung hijau dan kaos berwarna kuning bergambar bintang – bintang kecil. Tangannya bergerak senada dengan kakinya yang berada di atas egrang berwarna hijau.”Hehe, maaf, Bund! Abiyyu bosan, e! Abiyyu pengin olah raga. Nggak apa-apa kan, Bund?” Polos, sorot matanya seolah tak bersalah.Bukan tidak boleh, tapi lukanya itu loh, baru tiga hari, meskipun sudah mulai kering, takutnya kulit sekitar lukanya malah bengkak lagi.”Ya sudah, tapi pelan saja ya, dan belum boleh pakai egrang yang lebih tinggi!”

***

Jangan Takut Merawat Luka Sendiri

Beberapa hari yang lalu, saya sudah share tulisan tentang 5 Hal Yang Harus Dilakukan Agar Luka Khitan cepat Kering. Satu di antaranya adalah bagaimana merawat luka yang baik dan berhasil mencegah terjadinya infeksi pasca khitan.Seperti halnya perawatan luka biasa, hanya kali ini lukanya terletak di alat kelamin yang lebih sensitif. Seolah memberi kesan bahwa luka itu lebih parah dari luka lecet biasa.

Tiga Langkah perawatan luka:

1. Asepsi

Merawat luka tujuannya adalah membuat luka dan daerah sekitarnya terbebas dari bakteri atau kuman apapun yang bisa menyebabkan terjadinya infeksi. Cara asepsi artinya mengupayakan semua langkah perawatan luka terjamin dari kontaminasi kuman.

Beberapa langkah merawat luka:

a. Alat dan Bahan:

(Pict: docpri)- Gunting,- kassa steril,- cairan pembersih luka (cairan NaCl atau rivanol atau larutan antiseptik lain),
– perekat (plester bisa yang berwarna cokelat atau yang putih, saya menggunakan hypafik),

(Pict: docpri, salah satu contoh perekat)- Salep antibiotik (biasanya dibawakan dari Rumah Sakit)

b. Langkah merawat luka

Jika waktu terbatas dan bisa mempertahankan kebersihan daerah sekitar luka, maka perawatan bisa dilakukan 1-2 hari sekali.
Catatan, setiap luka basah oleh air (misalnya saat buang air besar atau buang air kecil) harus dilakukan perawatan luka kembali.Namun tentu saja akan lebih baik jika luka tersebut kita rawat sehari dua kali setelah mandi (3 hari pertama sebaiknya tidak mandi seluruh badan, untuk mencegah luka basah tersiram air)

Cara merawat luka:

– Bersihkan daerah sekitar luka menggunakan kassa di beri cairan NaCl atau antiseptik. Bersihkan mulai dari bagian luka (bisa dikompres dengan cara kassa steril dibasahi dengan NaCl atau rivanol, tempelkan pada luka yang melingkar kurang lebih 10menit).
Buat gerakan melingkar dari bagian luka ke bagian lebih luarnya dan tidak kembali ke daerah luka.
Jika masih kurang bersih, ulangi lagi dengan gerakan yang sama dari bagian luka ke arah luar.- Oleskan salep antibiotik tipis-tipis pada luka dan sekitar luka.- Boleh ditutup dengan kassa, boleh dibiarkan terbuka. (3 hari pertama disarankan melakukan perawatan luka terbuka agar kassa tidak lengket. Bisa jadi beberapa titik masih aktif mengeluarkan cairan albumin sehingga bila bercampur dengan salep dan kassa maka akan lengket)- Saat perawatan luka terbuka, upayakan anak agar banyak istirahat, tidak banyak beraktifitas dahulu.- Lanjutkan perawatan hingga seminggu pasca khitan dengan teknik yang sama sampai luka khitan benar-benar kering dan sembuh.

2. Isolasi

Isolasi dalam hal ini berarti menjauhkan luka dari berbagai macam sumber kontaminan. Bisa dengan membungkusnya dengan kassa steril kering setelah sebelumnya dilakukan perawatan luka atau dengan cara meminimalkan aktifitas agar terhindar dari kotoran maupun kontaminasi kuman.Gunakan pakaian yang longgar agar sekitar alat kelamin tidak lembab.Bersihkan badan dengan cara yang paling aman, bisa menggunakan tissue basah atau mandi dengan bantuan washlap dan sebaskom air.Selalu ganti pakaian baru setelah badan bersih dan luka sudah dibersihkan.

3. Fiksasi

Lebih 3 hari anak berdiam diri pasti akan membuatnya sangat boring. Meskipun segala macam permainan, game, buku dan hal menarik lainnya sudah disiapkan di dekatnya, tetap saja anak butuh dunia dan “udara segar” nya.Untuk membantu anak agar beraktifitas ringan dengan nyaman, maka kita perlu memfiksasi luka khitannya.Fiksasi artinya menjaga tetap pada tempatnya atau tidak bergerak. Tindakan ini membantu anak saat luka khitan sudah mulai sembuh, tidak lagi bengkak namun masih memerlukan perawatan luka dan anak harus melakukan suatu aktifitas ringan tanpa merasa sulit bergerak karena sakit.Fiksasi selain mengurangi gesekan luka dengan celana juga mencegah agar luka tidak sakit akibat aktifitas yang dilakukannya.Caranya adalah:Balut luka dengan kassa steril kering setelah luka dirawat dan diberi salep.Buka kassa steril hingga berbentuk segi empat.Lipat salah satu sudutnya ke arah sudut ang berlawanan.Lipat juga sudut lawannya ke arah sudut yang tadi sudah dilipat lebih dahulu.(Pict: dokpri, Contoh menggunakan kertas tissue agar mudah dimengerti)(Setelah kedua ujung kassa dilipat)(Lipat kassa di garis tengah hingga membuat kedua sisi simetris yang saling bertumpuk)Lipatan ini siap untuk digunakan untuk memfiksasi luka khitan.Bagian tengah letakkan di luka pada bagian bawah alat kelamin, lingkarkan ke atas hingga menutup seluruh bagian luka, pilin dua kali di atas alat kelamin dan satukan kedua ujung kassa sisanya.Tarik dan rekatkan kedua ujung kassa steril dengan bantuan plester atau hypafik ke kulit perut bagian bawah. (Contoh seperti gambar)(Pict: docpri, gambar saat luka sudah difiksasi dan siap menggunakan celana dalam seperti biasa)(Pict: docpri, fiksasi dilihat dari samping)Semoga tulisan ini bermanfaat, dan membantu para orang tua untuk menemukan referensi cara merawat luka pasca khitan.
Tulisan ini tidak mengandung unsur iklan sama sekali, hanya menggunakan beberapa bahan yang kebetulan tersedia dirumah.Beberapa gambar sengaja di-blur agar memenuhi kode etik kepenulisan.Salam hangat,Ew

NYERI HAID ATAU PRE MENSTRUAL SYNDROME? KENAPA BISA TERJADI?

Juli, tahun kedua SMA

Aku mulai panik. Bagaimana tidak? Jam sudah menunjukkan pukul 15.00 WIB, dan aku masih juga sendirian. Ruang kelas yang baru kumasuki selama 2 hari ini sangat lengang. Tak ada lagi tas-tas di laci meja. Juga tak ada keriuhan, meja yang dipukul diiringi nyanyian sumbang anak-anak di saat jam kosong.

Hanya bangku-bangku kosong berjajar ditinggalkan pemiliknya menuju sisi kehidupan lain, menjadi anak-anak manis bagi orang tuanya di rumah.

Ah, kemana perginya perempuan yang sedari pagi satu meja denganku? Katanya mau ke kamar mandi barang sebentar?

Kembali kutinggalkan kursi yang kududuki.
Syuurrr! Hangat!
Kurasakan di bagian bawahku mengalir tak terbendung!

“Masih deras!” gumamku.

Noda merah segar memenuhi alas duduk terbuat dari kayu berwarna coklat yang baru saja kutinggalkan.
Takut, khawatir, malu dan segala macam perasaan tidak nyaman lainnya menyeruak bercampur menjadi satu.
Aku kalut!

Kulangkahkan kaki ke depan menuju papan tulis. Rasanya asyik sekali mengintip teman-teman yang sedang berceloteh riang di luar sana. Duduk bebas di rerumputan hijau depan sekolah, dengan semilir angin sore yang mengusir gerah.
Semua anak kelas 2 telah pulang. Kecuali anggota OSIS yang sedang mengospek adik kelas yang baru 2 hari ini memasuki bangku SMA.

Belum lagi aku sampai di pintu kelas yang tertutup rapat, aku dikagetkan dengan tapak sepatu yang juga berwarna merah, berbaris rapi mulai dari ujung belakang kelas hingga tepat di posisiku kini berdiri.

Allahu Akbar!
Baru kali ini aku mengalami datang bulan sebegitu banyak.

Tadinya aku malu tapi bangga. Rok tembus! Sebagaimana kebanggaan perempuan yang baru saja datang bulan di usianya yang masih remaja.
Sudah gede! Seolah itu yang akan mereka umumkan ke semua orang.

Tapi tidak, sekarang aku takut, tembusnya tak terkira. Kupikir hanya tembus biasa yang selesai jika baju atasan putihku dikeluarkan.
Namun ternyata salah. Belum satu menit baju putih itu langsung berwarna merah di bagian pantat. Darah segar seolah merembes merajalela.

Mataku mulai berkunang-kunang!
Kemana temanku yang tadi kuminta menungguiku? Apakah dia pulang?
Aku harus bagaimana?
Aku memutuskan untuk jongkok saja, tepat di belakang pintu ruang kelas yang kututup rapat.

Mungkin, bisa mengurangi bekas merah dari setiap jejak duduk ku.

“Mbak!” Pintu kelas diketuk perlahan dari luar. Pak guru nampak kikuk masuk dengan diikuti oleh, Bapaaak! Oh God! Kenapa harus bapak?

Hiks..! Kulirik jam kecil di pergelangan tanganku.
Benar saja, satu jam temanku yang satu itu meninggalkanku. Rupanya dia pulang dan berhasil memberi kabar ke keluargaku.
Tapi, kenapa bapak? Aku malu! Malu sekali!

“Bukannya kalau perempuan mau datang bulan selalu punya tanda, Mbak? Sakit perut atau pusing atau sakit pinggang?” ucap Bapak sambil memberi baju ganti yang telah disiapkan mama. Kata bapak, mama sibuk urus adikku yang paling kecil di rumah. Hanya menitipkan beberapa lembar baju ganti, satu pack pembalut berwarna pink, dan air putih.

“Iya, Pak” jawabku singkat. Pak guru yang tadi mengantarkan bapak segera berpamitan dan meninggalkan kami di kelas.

Sebenarnya masih bingung dengan maksud bapak, karena bagiku sama sekali tidak ada tanda atau keluhan apapun sejak pagi ini atau kemarin atau tiga hari yang lalu. Tak ada!

Biasanya juga tidak pernah begini. Makanya aku jarang persiapkan apapun termasuk menyediakan pembalut di tas. Lagi pula jadwal haidku juga belum rutin setiap bulan. Entahlah, menurut dokter sih tidak masalah karena masih termasuk awal siklus haid di usia produktif ku.

Sayangnya, ternyata tidak semua perempuan memiliki kebiasaan yang sama.
Satu perempuan kadang tidak mengalami tanda apapun menjelang haid, sakit perut atau tanda lainnya, seperti aku.
Namun perempuan lainnya justru banyak yang memiliki keluhan menjelang haid hingga mengganggu aktifitasnya.

Pre Menstrual Syndrome

Keluhan menjelang haid ini sering disebut dengan istilah Pre Menstrual Syndrome (PMS). Kebanyakan keluhan yang dirasakan adalah sakit perut (kram perut), sakit kepala, emosi yang berlebih, munculnya jerawat dan gejala lainnya.
Keluhan kram perut juga sangat bervariasi tingkat sakitnya. Ada yang sakit ringan dan masih bisa melakukan aktifitas sehari-hari. Ada pula yang sakitnya berat hingga harus istirahat total.

Berkaitan dengan haid yang datangnya setiap bulan bagi perempuan, memiliki keluhan Pre menstrual syndrome tentu saja sangat mengganggu.

Sebenarnya, keluhan ini bersifat hormonal sehingga saat haid selesai setiap siklusnya, maka keluhan pre menstrual syndrome akan secara otomatis pula menghilang.

Kenapa keluhan itu bersifat hormonal, karena berhubungan dengan hormon kewanitaan (hormon estrogen dan progesteron) yang tiba-tiba turun drastis hingga menyebabkan haid datang.
Tentu saja keluhan tersebut tidak sama setiap datang bulan, terkadang memberat namun bisa juga menjadi lebih ringan dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Hal-hal yang mempengaruhi munculnya keluhan tersebut bermacam-macam, di antaranya adalah:
– jenis makanan atau minuman terlalu tinggi gula, seperti minuman bersoda atau mengandung kafein
– tingkat stress yang tinggi menjelang siklus haid
– Merokok, dan lain-lain.

Meskipun belum ada penelitian yang khusus membahas ini, beberapa hal berikut dipercaya mampu untuk meminimalisir gejala, antara lain:
– Berolahraga
– Yoga
– Konsumsi makanan rendah gula
– Meminimalkan stress
– Mengkonsumsi makanan minuman tinggi kalsium
– Melakukan kegiatan yang membuat kita bahagia

Salah satu contoh kebiasaan turun temurun terkait dengan PMS, adalah meminum minuman yang sudah lama diklaim dapat membantu meringankan keluhan haid adalah minuman tradisional Kunyit asam.
Meminum jamu kunyit asam ini sudah dilakukan oleh perempuan-perempuan zaman dahulu. Mulai dari putri-putri kerajaan hingga bangsawan yang lebih dahulu peduli terhadap kesehatan kewanitaan.

Hingga akhirnya sampai ke zaman modern di mana kita hidup sekarang, masih juga melestarikan kebiasaan menjaga kesehatan kewanitaan. Melanjutkannya dengan memunculkan banyak produk berbahan alami yang diproses dengan cara modern namun tidak meninggalkan khasiat yang diturunkan oleh ilmu tradisional.

Herbadrink Kunyit Asam

Dulu, bila disuruh minum Kunyit Asam, aku pasti tidak mau. Membayangkan bau kunyitnya saja yang langu seolah membuat isi perut bergolak menolaknya. Sampai-sampai nasi kuning pun yang warnanya diambilkan dari kunyit aku enggak mau mencicipi.

Hari berganti bulan, bulan berganti tahun. Saat memasuki masa produktif remaja, aku mencoba mengenali rasanya.
Tidak disangka, rupanya setelah menjadi minuman jamu Kunyit Asam, aroma kunyit mentahnya sudah tak ada lagi, berganti dengan rasa segar asam manis yang menyegarkan badan.

Biasanya aku minum kunyit asam ini seminggu sekali, atau maksimal seminggu 3 kali menjelang datang bulan.
Meski dari awal tidak pernah sakit perut, namun ada manfaat lain yang bisa kurasakan. Badan menjadi lebih segar dan bau badan tidak menyengat.

Akhir-akhir ini sedang booming minuman rempah racikan sendiri. Rupanya kunyit ini menjadi salah satu sumber rempah dari golongan rimpang yang banyak manfaatnya.

Masyarakat mulai membiasakan minuman sehat berbahan alami untuk upaya preventif menjaga kesehatan tubuh.
Teknologi canggih pun tidak melewatkan upaya ini. Aneka minuman herbal modern diolah berdasarkan resep tradisional Indonesia menggunakan teknologi modern.

Herbadrink Kunyit Asam ini memiliki manfaat untuk membantu melancarkan haid, membantu meredakan nyeri haid serta membantu mengurangi bau badan.

Minuman ini hadir dengan harapan dapat meningkatkan kualitas hidup perempuan Indonesia pada umumnya. Mengurangi keluhan yang menyertai haid, sehingga perempuan Indonesia akan tetap aktif bekerja menjadi perempuan energik dan bermanfaat bagi sekitarnya meskipun sedang datang bulan.

Rasanya yang segar, tidak bau kunyit mentah dan rasa asam manisnya yang pas sangat menyegarkan badan. Bisa diminum kapan saja dan dibawa ke mana saja kita melakukan perjalanan.

Jangan lupa, saat kita menyeduh Herbadrink Kunyit Asam ini dengan air hangat atau dingin, buang sampah pada tempatnya, ya!

Produk ini dikeluarkan oleh PT. Konimex, Sukoharjo Jawa Tengah Indonesia dan telah memiliki izin edar serta lulus badan POM dengan nomor POM TR. 162297841.
Selain itu, Herbadrink juga telah lulus uji kehalalan di LP POM dan telah mengantongi sertifikat Halal dari MUI yang tertera di setiap kemasan.

Bagaimana Cara Membuat Minuman Herbadrink Kunyit Asam ini?

Caranya sangat mudah.
Cukup larutkan satu sachet Herbadrink Kunyit Asam ke dalam 150 ml air panas atau dingin. Maka minuman segar ini pun siap untuk dihidangkan. Baik dalam keadaan hangat maupun dalam keadaan dingin.

Komposisi/Compoaition:
Curcuma domestica Rhizoma ekstrak setara dengan 3gr rimpang kunyit, Tamarindi pulpa esktrak setara dengan 1.75 gr Asam Jawa, Gula, dan bahan lainnya hingga 25gr.

Cara Menyimpan:

Simpanlah pada suhu di bawah 30 °C.

Selain varian Kunyit Asam, Herbadrink juga tersedia dalam varian lain, yaitu: -Herbadrink Chrysanthemum,

-Herbadrink Sari Temulawak,

-Herbadrink Sari Jahe,

-Herbadrink Kopi Ginseng,

-Herbadrink Beras Kencur, dan

-Herbadrink Kunyit Asam Sirih Plus Madu.

Minuman ini lebih cenderung kepada upaya preventif menjaga kesehatan, sehingga saat keluhan masih terasa berat dan mengganggu aktifitas sehari-hari, meski sudah melakukan dan menghindari faktor pencetus di atas, saatnya konsultasi dengan dokter pribadi anda.

Siap menjadi perempuan sehat, aktif, percaya diri dan energik untuk menebarkan kebaikan di seluruh pelosok tanah air?
Semangat, jaga kesehatan tubuh kita ya, Mom!

Mencegah lebih baik daripada mengobati!

Semoga bermanfaat,

Wassalam

Eka Wahyuni.

5 Hal Yang Harus Dilakukan Pasca Khitan Agar Luka Cepat Sembuh

Usianya baru 7 tahun, tiba-tiba dia meminta sunat 3 hari yang lalu. Katanya biar bisa menjadi imam shalat. Beberapa kali selalu menggelar sajadah di depan saya setiap shalat. Karena memang dia masih kecil dan belum khitan maka saya tegur dan saya suruh jadi makmum saja di belakang. Rupanya itu yang membuat niat khitannya jadi menggebu.

Setidaknya meski bacaannya sudah mulai mendekati tartil, saat wudlunya belum sempurna akan membuat shalatnya tidak sah. Berbeda saat dia shalat sebagai pembelajaran. Ataupun saat dia belajar menjadi imam untuk adiknya.

Meskipun belum bernilai ibadah, insyaallah pengenalan ini akan memberikannya pelajaran yang benar tentang syarat menjadi imam harus khitan agar terhindar dari najis yang tersembunyi.

Saya pengin share pengalaman saya mengenai cara merawat luka pasca khitan agar lebih cepat sembuh.

Setelahnya pengin share juga tentang Agar Anak Tidak Takut Sunat, biar anak laki-laki berani sunat bahkan di usia yang dini.

Alhamdulillah, 3 hari ini luka khitannya sudah mulai kempes. Awalnya sesaat setelah khitan alat kelamin bagian luka mengalami pembengkakan ringan. Hal ini tentu saja wajar terjadi, karena memang jaringan kulit di ujung alat kelamin sengaja dibuat luka.

5 Hal Yang Harus Dilakukan Agar Luka Khitan Cepat Sembuh, antara lain:

1. Anak harus istirahat

Bagi anak laki-laki aktif, sungguh ini sangat menyiksanya. Yang terbiasa ke mana – mana bebas jadi harus berdiam diri di rumah meminimalkan gerakan. Bunda harus selalu siaga untuk mengingatkannya. Teman favorit biasanya gadget, TV, buku dan mainan lainnya. Tentu saja dia lebih suka teman yang bisa diajak ngomong dibandingkan itu semua. Jadi kita harus menemaninya sepanjang hari agar dia tidak bosan.

2. Rawat Luka Sehari 2 kali

Bagi sebagian orang, merawat luka khitan menjadi hal yang menyeramkan. Sebetulnya saat kita sedikit memberanikan diri, merawat luka khitan tidak berbeda jauh dengan merawat luka pada umumnya. Bentuk lukanya juga sama, namun pada khitan luka yang ditimbulkan berbentuk melingkar mengelilingi batang alat kelamin.

Rawatlah luka sehari 2x, pagi dan sore hari. Bagaimana cara merawat luka pasca khitan?

Bersihkan daerah sekitar luka dari bercak darah atau kotoran yang menempel dengan kain bersih yang dibasahi. Jangan disiram, namun cukup dipel saja.

Setelah sekitar luka dibersihkan, giliran bagian luka dibersihkan menggunakan kain kasa yang dibasahi dengan rivanol atau cairan pembersih luka lainnya.

Bersihkan luka pelan-pelan dari sisa darah. Tidak perlu dipaksa harus hilang semua, terutama darah yang keras tidak perlu dipaksa, agar tidak terjadi luka baru dan mencetuskan perdarahan baru merembes lagi. Setelah luka bersih, oleskan salep yang di bawakan oleh dokter untuk perawatan luka.

Oiya, untuk amannya anak tidak usah dimandikan dulu, cukup dipel saja agar luka khitan tidak terkena air. Baru setelah luka kering dan jahitan sudah menyatu, anak dimandikan dan berendam agar “upil” luka yang kering bisa lembek dan mudah dibersihkan. Biasanya sekitar seminggu dari khitan.

3. Makan Bergizi Tinggi Protein

Anak khitan nggak boleh makan amis2? Pernah dengar statement ini? Sebagian informasi yang keliru bahwa anak khitan tidak boleh makan protein hewani seperti ikan, ayam, daging, telur dll. Justru pada anak ini membutuhkan sumber protein yang tinggi.

Manfaatnya adalah untuk mengganti jaringan yang rusak karena luka khitan. Anak yang diberikan makanan protein tinggi akan lebih cepat sembuh lukanya. Untuk jenis makanan lain juga sama, intinya pola makan tidak ada pantangan yang harus dihindari, justru harus seimbang dengan protein yang lebih tinggi dibanding biasanya.

Jadi masih boleh makan nasi, lauk, sayuran, buah dan minum air putih yang banyak.

Sumber protein bisa dari diambil dari bahan makanan yang mudah ditemukan di sekitar kita, seperti: Daging ayam, telur, ikan gabus, ikan nila, daging sapi, tempe, tahu dll.

4. Gunakan sarung bukan celana panjang

Pasca khitan identik dengan sarung. Harus pakai sarung? Sebenarnya tidak juga. Hanya saja pemakaian sarung akan lebih memberikan keleluasaan agar anak bisa bergerak bebas tanpa khawatir luka khitan akan tergesek kain.

Udara yang bebas mengalir ke daerah sekita alat kelamin juga akan memberikan sirkulasi udara yang cukup sehingga luka khitan terbebas dari lembab dan keringat. Otomatis luka khitan akan lebih terjaga dalam keadaan kering.

5. Minum Obat Terjadwal

Sudah bisa dipastikan bahwa anak yang khitan pasti akan diberi obat. Minimal 2 macam obat, yaitu obat anti nyeri berupa Paracetamol dan antibiotik. Obat yang sering diresepkan pada kasus khitan anak cenderung yang aman buat anak, Paracetamol untuk antinyeri dan Amoxicillin untuk antibiotikya.

Obat tersebut harus diminum secara teratur agar anak tidak kesakitan dan luka terhindar dari infeksi.

Alhamdulillah, di hari ke dua pasca khitan, Abiyyu sudah sangat enjoy. Sejak khitan tidak merasa kesakitan atau panas pada lukanya. Dan sore ini (sore kedua pasca khitan) lukanya sudah langsing dan sudah bisa ikut shalat berjamaah di masjid.

Paling tidak sabar, bisa berdiam diri dulu, eh sejak hari pertama khitan sudah minta naik egrang! Ya Allah, Nak! Sabar, ya! 2 hari lagi boleh lari2, deh!

Semoga bermanfaat!

Eka Wahyuni.