Melanjutkan Pendidikan Di Kota Makassar? Ini Hal Yang Perlu Kamu Tahu!

Melanjutkan pendidikan dikota makassar ? ini hal yang perlu kamu tahu…

Dari pelajar menjadi seorang mahasiswa, perubahan status baru yang tentu akan merubah kebiasaan kamu. Sebelumnya kamu terbiasa dengan apapun sudah dipersiapkan, namun saat menyandang status mahasiswa kamu harus siap untuk hidup mandiri. Tinggal di perantauan jauh dari keluarga tentu butuh untuk beradaptasi. Menjadi seorang perantau yang tinggal di kota lain yang sebelumnya belum pernah dialami memang akan terkesan asing dan bingung tentunya.

Tidak mengenal arah mana saja hanya mengandalkan maps, tak tau referensi tempat makan yang enak dan murah, serta tak tau seperti apa lingkungan di sana sudah pasti dialami setiap perantau. Belum lagi, kamu menemui hal aneh yang belum pernah kamu temui sebelumnya.

Modern saat ini merantau nampaknya sudah menjadi hal yang wajar bagi semua orang. Apalagi untuk menempuh pendidikan yang lebih baik dan maju dari daerah ke kota. Tak diharuskan juga merantau ke luar negeri, karena masih banyak universitas ternama yang bagus di Indonesia. Oleh itu masih banyak masyarakat yang memilih negaranya sendiri untuk menempuh pendidikan yang lebih baik. Banyak kota besar yang sangat maju dan tak kalah dengan negara lain soal pendidikannya.

Salah satunya adalah Kota Makassar yang sedang gencar dengan pembangunan infrastrukturnya. Diantaranya yang nampak adalah pembangunan Smart City Infrastucture, penanggulangan bencana dan tata kotanya. Yaitu pemasangan kamera CCTV di lokasi strategis kota Makassar yang langsung terkoneksi dengan War Room atau pusat kontrol sampai penanggulangan bencana. Kemudian didukung oleh perkembangan wisatanya yang menarik para wisatawan untuk datang kesini. Atas kemajuan inilah, banyak orang yang merantau ke kota ini.

Saat kamu akan merantau ke kota Makassar, pastikan terlebih dahulu kamu sudah mendapatkan kost atau belum. Karena hal ini sangat penting bagi seorang perantau. Tak mungkin juga kamu sudah sampai di Makassar namun kamu bingung akan tinggal dimana. Oleh karena itu carilah referensi kost yang ada di Makassar melalui aplikasi mamikos. Kamu bisa download aplikasi mamikos melalui playstore atau appstore. Data yang tertampil di mamikos akan selalu terupdate sehingga kamu nyaman untuk mencari informasinya. Kost makassar bisa kamu dapatkan dari standart hingga exclusif.

Sebelum merantau, kamu butuh beberapa persiapan agar merantaumu nyaman dan mengesankan. Berikut beberapa hal yang perlu kamu persiapkan :

Siapkan Mental

Keberanian menjadi modal awal seorang perantau. Tanpa keberanian yang kuat kamu akan selalu dibayangi dengan rasa ragu dan takut untuk meninggalkan kampung halaman.

Saat kamu sudah yakin dengan keberanianmu, percayalah merantaumu akan lebih nyaman dan mengesankan.

Berhemat

Hidup berhemat tentu wajib bagi semua orang. Namun, terlebihnya untuk perantau karena memang jauh dari keluarga. Kamu harus tau diri saat menjaga pengeluaranmu, jangan gunakan uang sakumu untuk hal yang tak penting atau sekedar berhura-hura.

Pola hidup yang hemat akan memberikan ketenangan bagi setiap orang melakukannya. Dan lebih baiknya lagi sisihkan uang sakumu untuk menabung. Hal ini sangat dibutuhkan, kamu tak akan pernah tahu tiba-tiba ada kebutuhan mendadak yang harus segera kamu bayarkan.

Belajar Membuka Diri

Menjadi seorang pendiam tentu akan lebih tertutup dari orang lain. Saat kamu menjadi perantau cobalah untuk belajar membuka diri. Mengapa? Merantau tanpa keluarga, tentu kamu butuh orang lain.

Tak mungkin selama kamu merantau, kamu akan makan sendiri, pergi sendiri hingga kamu mempunyai masalah. Pasti kamu butuh teman untuk bisa berbagi cerita.

Bersikaplah Ramah dan Sopan

Menjadi orang baru, kamu tentu harus bisa belajar bersikap ramah dan sopan. Dengan sikap tersebut tentu orang lain akan menghargai kamu pula.

Jangan sampai kamu menjadi orang yang angkuh saat merantau, ingatlah kamu sedang di kota orang jadi bersikaplah ramah dan sopan agar kamu tidak terkucilkan.

 

Kuliner “Pasar Papringan” Ala Taman Bambu Joglo Parisewu

Piknik ke mal? Ah sudah biasa!

Jalan-jalan ke pantai? Hmm bisa jadi sih, tapi panas hehe..

Trus kemana donk yang enggak membosankan, adem nggak berjubel dengan banyak orang? Ke gunung? Capek manjat! Yaah, itu mah cuma angan-angan saja namanya.

Jangan bingung dulu. Karena kita bisa jalan-jalan ke tempat ini niih. Selain kamu bisa makan yang enak-enak dan mengobati rindumu yang entah buat siapa, kamu juga bisa bernostalgia mengulang tingkah masa kecil yang sudah tak mungkin lagi di-rewind. Apalagi jika orang tua kita sudah tak ada lagi. *bentar ambil tissue dulu! Tuh kan, mewek deh!

Asli, apapun hal yang membuatku terlempar ke masa lalu di mana aku belum harus memikirkan apapun kecuali makan dan sekolah, aku selalu menikmati rindu yang kadang bingung cara menyembuhkannya.

Joglo Parisewu
Joglo Parisewu

Sebut saja di Joglo Pari Sewu, tempat kulineran unik dan tradisional. Selain menu-menunya yang mengingatkan aku dengan almarhumah mama, penyajian menunya juga luar biasa mampu membawa memori kita ke masa lalu.

Dari pada mewek lagi, mendingan kita bahas satu persatu apa saja yang bisa kita nikmati di sana yuk!

  1. Suasana ‘nDeso’
suasana santai, ndeso namun nyaman bai pengunjung
suasana santai, ndeso namun nyaman bai pengunjung

Dulu istilah ‘nDeso’ tentu saja sangat dihindari oleh kita. Ibaratnya meskipun kita rumahnya nDeso, tapi sangat anti kalau kita sampai dikata-katain ‘ndeso’ iya kan?

Berbeda dengan sekarang, justru nDeso ini lah yang banyak dicari orang, terutama yang mengaku orang kota. Mereka berlomba-lomba untuk mencari sesuatu hal atau tempat atau apapun yang berhubungan dengan ke-nDesoannya. Mereka menyebutnya itu ‘original’.masih asli, masih primitive.

Nah, di Joglo Pari Sewu ini kamu bisa banget mendapatkan suasana tersebut. Rumpun bambu, sungai berbatu yang dialiri air yang dangkal gemericik, juga semacam kolam di hulu sungai yang selalu dialiri air dan mengalirkan kembali air itu ke bagian lebih rendahnya.

Kamu bisa ciblonan? Di sinlah tempatnya, ciblonan sepuasnya, juga beberapa floating boat disediakan khusus buat bermain air dengan cara lain. Selain asyik berbasah-basahan, kamu pasti akan lebih tertarik untuk mengabadikannya momen itu untuk kemudian diposting di media social yang kamu punya. Ngaku, kan?

‘Kekinian” sebutanmu. Padahal aslinya itu semua adalah kekunoan. Ya, mungkin kita sudah mulai kebhabisan sesuatu yang terlalu kekinian, hingga akhirnya kekinian itu justru kembali ke masa lalu.

  1. Kuliner Taman Bambu
Menu tradisional kuliner Taman Bambu Joglo Parisewu
Menu tradisional kuliner Taman Bambu Joglo Parisewu

Pasar Papringan, istilah yang lagi beken. Di sini kamu bisa makan aneka kuliner tradisional seperti buntil, kering tempe, pepes, oseng kacang panjang, gorengan, semur telur dll. Selain lauk dan sayur untuk makan bersama nasi putih, kamu juga bisa menemukan nasi goreng nDeso di tempat ini. Rasanya khas nasi goreng zaman dulu.

Aneka kudapan nDeso juga bisa kamu dapatkan di tempat yang teduh dipayungi rimbunan pohon bambo yang disebut Taman Bambu ini. Sebut saja Thiwul, gathot, cenil, apem dan banyak lagi jajan pasar yang disajikan di sana.

Oiya, di sana uang nggak akan laku buat beli semua makanan tersebut. Mereka hanya menerima lembaran kupon yang bisa kamu tebus di kasir atau meja yang telah ditunjuk. Dengan kupon itulah kita bisa makan sesuka kita.

Untuk satu lembar kupon bisa ditukar dengan sepiring nasi putih beserta dua macam sayur saja, sedangkan untuk lauk kita bisa menukarkan selembar kupon lagi. Begitu pun dengan gorengan dan minuman. Beda dengan gorengan yang bisa kita tukar dengan selembar kupon untuk dua buah gorengan, untuk minuman teh (panas atau dingin) kita hanya diminta selembar kupon untuk meminum sepuasnya karena di sini bebas refill minuman.

 3. Floating boat

Lokasi Floating Boat
Lokasi Floating Boat

Bermain-main air siapa sih yang nggak suka? Mulai dari bayi, balita, anak-anak, remaja hingga dewasa semua suka bermain air. Di Joglo Parisewu kamu bisa berpuas diri menguji adrenalin dengan mengapung di permukaan air mengalir di bawah jembatan. Percaya deh, apapun bentuknya yang namanya bermain air selalu asyik. jangan lupa foto dan video keseruan di sana, karena kamu bisa secara utuh menceritakannya kepada kawan yang pastinya juga merindukan masa kecil yang bahagia.

4. Rumah Boneka

Hanya dengan dua lembar kupon, kita dapat sepuasnya bermain bersama boneka-boneka besar dan kecil. Lingkungan yang adem dan nyaman tentu juga akan membuat kita semakin betah berempuk-empuk di sana.

5. Terapi Ikan

Masih berkaitan dengan main air. Terapi ikan di sini selain berbasah-basahan juga akan memberikan manfaat yang bagus terhadap kaki kita. Saat belum juga kaki menyentuh masuk  ke dalam air, segerombolan ikan kecil berwarna hitam siap menyambut kulitmu yang kusam. Ikan-ikan itu secara otomatis tanpa disuruh akan “menguliti” kakimu dari lapisan kulit yang sudah rusak atau mati.

Sensainya seperti apa? kalau dari pengamatan (aku nggak berani mencobanya 🙂 ) rasanya kaki dikerubuti puluhan hingga ratusa ikan kecil itu seperti dikelitikin level 10, super geli! Wah pantesan, seua yang kakinya diterapi ikan akan tertawa terpingkal-pingkal tanpa bisa ditahan.

Bosan piknik ke mal? Kamu bisa cobain piknik sekalian makan di tempat ini. Suasana alami, juga penyajian kulinernya yang unik pasti akan membuatmu betah dan penuh nostalgia. Joglo Pari Sewu. Nah, bagi yang tinggal di Jogja tentu sudah akrab sekali dengan banyaknya tempat makan yang unik semacam ini.

Berbeda dengan tempat makan tersebut yang sudah umum terdapat di banyak tempat maupun sudut Jogja. Selain menyediakan makanan berat yang tradisional, tempat ini juga menawarkan berbagai spot foto alami juga rumah boneka yang di dalamnya kamu bisa puas berfoto bersama boneka-boneka besar maupun kecil yang lucu.

Atau justru karena semakin tingginya tingkat kreatifitas masyarakat justru menjadi penyebab rindunya dengan masa lampau yang sudah jauh tertinggal di belakang sana? Rasanya semua yang berbau masa kecil akan memberikan ketertarikan tersendiri dalam segala hal.

Sudah menjadi rahasia umum jika kebutuhan makan selalu berbanding lurus dengan kenyamanan suasana tempat makan.

Joglo Pari Sewu, tempat piknik yang bisa memanjakanmu akan kebutuhan kuliner, juga akan menyuguhkan suasana yang tak biasa untuk kebutuhan rohanimu. Bagaimana tidak? Galau, stress yang akhir-akhir ini banyak menjangkiti kaum millennial beserta semua seniornya tentu saja harus diimbangi dengan obat yang mampu menetralisir gangguan kenyamanan hati karena berbagai macam permasalahan. Piknik dan kulineran di Joglo Parisewu, rindumu akan masa lalu sedikit terobati.

Joglo Parisewu
Joglo Parisewu

Joglo Parisewu

Bromonilan RT 008 RW 003 Bromonilan Purwomartani Kalasan Sleman

Daerah Istimewa Yogyakarta

Buka: 07.00 – 18.00 WIB

Jogja Medical Center, Zglow Clinic Kekinian Yang Super Nyaman

Baru 3 hari pemakaian, kulit serasa langsung disulap menjadi lembut, kenyal, putih, tipis dan sangaat nempel jika dipakein bedak. Cream pagi dan malam yang direkomendasikan oleh teman seangkatan ternyata sangat ajaib. Kulit wajahku yang tebal dan kasar (tapi nggak kayak kulit badak,  loh!) tetiba jadi mulus kayak kulitnya artis-artis itu (kalau ini agak lebay, dikiit tapi! hehe).

Percaya diri meningkat donk!

Tapi tunggu, selang beberapa bulan pemakaian tentu saja ketemu dengan yang namanya “habis”. Dan karena harganya yang cukup fantastis waktu itu, akhirnya aku pun harus menghentikan beberapa hari sambil menunggu terkumpul lagi sisa uang jajan yang dikirim ortu.

Namun apa yang terjadi? Belum juga 3 hari aku berhenti memakai cream ajaib itu, wajahku langsung mendadak kusam. Tak hanya itu, yang awalnya meski terhitung berkulit tebal namun sama sekali jarang ditumbuhi jerawat jadi muncul banyak jerawat batu. Apakah ini yang dinamakan dengan kecanduan cream kecantikan?

Sebentar, istilah kecanduan itu sebenarnya mempunyai arti untuk mendapat efek yang sama memerlukan dosis yang lebih besar, begitu seterusnya. Jadi apa donk kalau bukan kecanduan cream wajah?

FYI, cream kecantikan kulit yang kupakai waktu itu adalah cream yang dijual bebas di toko kencatikan. Tanpa ada resep dokter apalagi jaminan keamanan komposisi obat. Alhandulillah yah, pernah ngerasain punya kulit wajah mulus glowing dan kekinian. setelah itu kapok, nggak beli lagi!

Usut-punya usut, saat ada kesempatan kulit wajah saya dicek secara computer di dokter kecantikan, rupanya banyak sekali terdapat bintik-bintik hitam yang tertinggal di seluruh permukaan wajahku. Langsung saja ditebak oleh dokter yang merawat bahwa aku pernah menggunakan cream kecantikan yang mengandung bahan mercury. What! Rasanya syok banget waktu itu, ya gimana lagi, waktu itu kami masih sama-sama mahasiswa yang baru membangun jati diri dan ingin diakui oleh sekitar. Tanpa pikir panjang apalagi memikirkan efek samping dari pemakaian cream yang dulu kami pikir tak ada bahayanya.

Salahnya, aku hanya mengejar efek instan yang dijanjikan dan sudah dibuktikan oleh sebagian besar teman-temanku saat itu.

Berbeda dengan sekarang, setelah segala informasi dan banyaknya klinik kecantikan yang dibuka, membuatku semakin selektif memilih produk kecantikan apa yang bisa kupakai dengan aman.

Menurutku, salah satu alasan jaminan keamanan atas sebuah produk kecantikan adalah adanya seorang dokter yang berpengalaman dan ahli dibidang kulit dan kecantikan yang bertanggungjawab di belakangnya.

Seperti Zglow clinic yang baru-baru ini melaunching cabang terbarunya yang berlokasi di Yogyakarta. Klinik besutan PT. Batin Medika Indonesia ini bekerja sama dengan Budi Mulia Foundation membuka klinik barunya di Jalan Gondangraya Condong Catur Depok Sleman. Zglow membranding cabang terbarunya dengan nama Jogja Medical center (JMC).

Berbeda dengan cabang sebelumnya, Zglow clinic kini mengusung konsep Family Clinic yang didalamnya memberikan pelayanan tak hanya di bidang kecantikan saja, namun untuk kesehatan ibu dan anak juga menjadi layanan unggulan di klinik yang super cantik dan nyaman ini.

Tentang Zglow Clinic

Zglow clinic dengan foundernya Putri Zulya dan Co Founder dr. Milka Anisya yang juga sebagai dokter kecantikan di klinik tersebut memiliki 4 layanan unggulan:

  • Klinik tumbuh kembang anak
  • Klinik kecantikan
  • Poliklinik gigi
  • Poliklinik umum

Masuk ke ruangan utama lobi kita langsung dihadapkan dengan meja resepsionis dengan mbak-mbak customer service-nya yang cantik dan ramah. Di sebelah kiri terdapat sofa dengan berbagai ornamen bunga-bunga hidup yang cantik dan juga lighting yang bikin mata teduh. Mungkin saja beberapa saat hanyut dalam suasana nyaman dan wangi akan melupakan kita bahwa kita sedang berada di sebuah klinik.

“Ah, suasana yang nyaman banget buat orang yang datang mau terapi,” batinku.

Jauh dari kesan klinik yang jorok atau bau obat, yang mungkin baru masuk ke lobinya saja sudah membuat kepala langsung pening dan pengin segera keluar, urung berobat.

Dari pijakan awal saja klinik ini sudah memanjakan klien yang hendak berobat di sana.

“Bersih, rapi, cantik, wangi, adem dan pelayannya yang ramah sudah cukup membuat betah. Apalagi ditambah sofa yang empuk dengan bentuknya yang unik. Kalau kata anak zaman sekarang mah, klinik ini instagramable banget, deh! hehe.”

Nah lo, sepertinya pasien yang mau berobat ke sana baru masuk saja sudah sembuh, ya? Saking dibuat nyaman dan betah. ditambah lagi dokter, perawat dan semua pegawainya ramah dan cekatan, paket lengkap!

Oiya, meski ukurannya tergolong kecil, namun penataan ruangnya benar-benar membuat takjub pengunjung yang hendak berobat atau perawatan kulit. Gimana nggak nyaman, suasana dibuat se-hommy mungkin. Coba diingat, adakah sebuah klinik yang lampunya menggunakan lampu gantung hias yang khas ruang tamu istimewa? Jarang banget kan? nah, di sini ada.

Selama periode pembukaan ini, ditawarkan berbagai macam promo layanan selama bualn April 2019. Hayooo, ada yang lagi cari diskonan buat perawatan wajah? bisa banget tuh manfaatin kesempatan promo yang ada!

Berbagilah! Allah Akan Mencukupkan Semua Kebutuhanmu Sebesar Apapun Itu

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari, secara sembunyi dan terang-terangan maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”

(QS. Al Baqarah: 274)

“Maaf, Mbak. Uang saya kurang dua puluh ribu,” perasaan tidak enak jelas sekali terdengar, meski si ibu sudah berusaha berbisik ke mbak-mbak kasir berkerudung biru.

Perempuan yang bertugas sebagai kasir hanya tersenyum masam tanpa berkomentar.

Sebelumnya, ibu berjilbab coklat muda itu mendorong keranjang belanjanya yang sudah terisi bermacam bahan pokok ke arah kasir. Di sebelahnya, anak laki-laki berusia sekitar 6 tahun menarik-narik baju si ibu, raut wajahnya memohon, juga tangan kanan mungilnya menunjuk ke sebuah kotak merah berisi bermacam rasa es krim lezat. Kotak itu berada di sisi kiri agak jauh dari meja kasir. Si ibu dengan lembut mengangguk dan tersenyum. Sontak, si anak berjingkrak berlarian menuju lemari es krim yang dimaksud. Dengan tangan kanannya ia ambil sekotak es krim rasa coklat.

Sesaat kemudian petugas kasir dengan cekatan menghitung total harga belanjaan yang didekatkan ke meja kasir. Satu persatu  barang belanjaan diangsurkan perempuan yang kini mulai gelisah melihat monitor angka yang menunjukkan total biayanya.

“Dua ratus tiga puluh empat ribu delapan ratus rupiah,” batin si ibu mengeja. Semenjak awal sepertinya sudah diperhitungkan total belanjanya, hingga ia lupa saat anak laki-lakinya meminta es krim yang tidak ia duga.

Ia keluarkan semua isi dompet, beberapa lembar uang ribuan di saku gamis, juga uang koin lima ratusan dan ratusan yang ia temukan di kantong kecil depan tas yang di cangklongnya.

Beberapa kali dihitung ulang uang-uang itu. Tetap sama. Si ibu semakin gelisah, tangan kirinya mengelus kepala anak laki-laki yang kini sibuk menjilat es krim yang mulai meleleh.

 “Gimana kalau belanjaan ini saya kurangi senilai uang yang ada saja, Mbak?” pinta ibu itu.

Petugas kasir menghela napasnya. Mungkin lelah, atau malas melakukan hal yang sama harus berulang.

“Jadi yang mau dikurangi yang mana?” tanyanya datar kepada perempuan yang kini mulai terlihat kikuk.

Tak diketahui siapa pun. Seorang pemuda yang berdiri tepat di belakang si ibu sudah memperhatikan semua yang terjadi.

“Mbak, biar yang dua puluh ribu dimasukkan ke tagihan saya saja nanti, ya!” pengin rasanya pemuda berbaju hitam bilang seperti itu ke kasirnya. Pasti si ibu sangat lega. Atau malah tidak enak? Namun ternyata tidak! Pemuda itu urung melakukannya!

Diam-diam pemuda itu mengambil selembar uang Rp. 20.000,- an dari dalam sakunya. Diremas-remasnya lembar uang berwarna hijau itu, kemudian ia jatuhkan ke lantai, tepat di sebelah kaki si ibu.

“Maaf, Bu! Barusan saya lihat ada yang jatuh dari saku ibu,” pemuda itu dengan sopan berbisik dan mengarahkan telunjuk tangan kanannya ke arah bawah, ke tempat uang yang tadi dilemparnya berada.

“Oh, ya Allah, Alhamdulillah!” seolah ia ingin berteriak lega namun ditahannya. Segera ibu itu memungutnya dengan tangan gemetar.

“Ini ya, Mbak! Terima kasih, Mas!” Nampak sekali kelegaan di raut mukanya, ia pandangi anak laki-laki yang masih juga sibuk makan es krim di sebelahnya. Sengaja ia biarkan anaknya memakan es krim dulu setelah barkodenya berhasil di-scan di mesin kasir.

***

Bisa saja pemuda itu melakukan kebaikan yang pertama. Namun mengapa pemuda itu mengambil pilihan kedua untuk membantu si ibu membayar kekurangannya? Ternyata pemuda itu lebih yakin hatinya bahwa Allah Maha Melihat. Dengan pilihan itu pun perasaan si ibu masih tetap terjaga, tidak perlu sungkan merasa berhutang budi. Biarlah Allah saja yang tahu.

***

Semua jamaah serempak menghembuskan napas, seolah tarikan napas yang tadi diambilnya lupa untuk dikeluarkan. Kisah nyata yang diceritakan oleh ustadz di depan terdengar mengharu biru. Termasuk saya yang tak henti merinding mendengar bagian akhir yang dikisahkan laki-laki berbaju koko di depan sana. Ah, Alhamdulillah, banyak hikmah dan manfaat meski kita hanya duduk mendengarkan di majelis mengaji itu.

Ingat beberapa malam lalu saat saya bersama suami dan dua anak kami sedang mencari makan di seputar Mandala Krida.

Tiba-tiba motor yang kami naiki menepi dan berhenti. Suami mematikan mesin motor dan diam tanpa bicara apa pun. Hanya kepalanya yang beberapa kali menoleh ke belakang. Aku pun mengikuti gerakan itu.

Tak selang berapa lama sebuah gerobak rongsok ditarik oleh seorang ibu tua. Terlihat kepayahan dan lelah. Di atas gerobak seorang bocah perempuan yang juga tampak lebih lelah dan mengantuk duduk di antara rongsok yang mereka bawa. Gerobak itu berjalan perlahan melewati kami.

Waktu itu sekitar pukul 8.30 malam. Tiba-tiba suami merogoh saku belakangnya, dari dalam dompet ia ambil dua lembar uang berwarna merah. Lalu disodorkannya kepada saya.

“Cepat, kasihkan ke adek itu!” perintahnya.

Tumben, biasanya dia tak sedikitpun mau merepotkanku yang sedang menggendong anak bungsu kami yang tertidur. Tapi karena posisinya juga lebih sulit untuk berdiri karena menahan anak kami yang lebih besar sedang tertidur di depannya, maka ia meminta tolong agar saya yang mengejarnya.

Refleks, entah karena takut kehilangan jejak atau rasa iba yang tiba-tiba muncul yang memberiku kekuatan untuk segera turun dari motor dan berlari mengejarnya.

“Ini, Dek! Buat sarapan besok” Kuangsurkan dua lembar uang itu sambil tersenyum setelah meminta sang ibu untuk berhenti sejenak.

Anak kecil itu terdiam, ragu, kedua matanya melihat ke arah tanganku yang masih mengambang di udara. Pandangan dialihkan ke ibunya yang masih juga membisu di depan gerobak. Bingung! Raut muka yang sejenak kutebak.

“Ini…!” kuangsurkan uang itu lagi. Sekali lagi bocah perempuan itu memandang ibunya meminta pendapat. Baru tangan mungilnya mengambil dengan sangat perlahan uang yang kusodorkan setelah ibunya yang tampak letih mengangguk tersenyum. Ada binar yang tiba-tiba muncul. Ada bahagia yang meluap namun tertahan.

“Terima kasih!” suara itu hampir tak bisa kudengar. Tapi begitu merdu. Begitu menyejukkan. Aku terpaku. Baru setelah klakson berbunyi aku lari menuju motor yang masih berhenti di belakangku.

Kami memutar arah untuk kembali. Namun kami putuskan untuk mampir ke warung bakso di perempatan jalan. Bakso yang kami pesan hampir tak dapat kurasakan. Ada bahagia lembut yang menelusup entah ke dalam sana. Bukan bahagia yang menghentak.

Kami masih sama-sama diam. Hanya tangan kami yang erat saling menggenggam. Seolah kami sepakat. Tak perlu saling tanya nama, apalagi alamat. Biarlah kami segera lupa. Kami hanya ingin menabung “rasa”nya berbagi.

Rasa yang tidak bisa kami ungkapkan, namun bisa kami rasakan. Saat betapa orang yang kita beri hampir tak tahu caranya meluapkan bahagia. Biarlah itu menjadi kenangan manisnya yang menggunung, yang semoga hanya Allah saja yang tahu.

Bahkan, meski entah berapa lembar dan warna apa uang yang tersisa di dompet suami, sungguh bukan hal yang mengkhawatirkan lagi bagi kami.

Semenjak kami “berbagi” untuk Allah, tak lagi ada rumus matematika manusia yang kami berlakukan, kami memilih menggantinya dengan rumus matematika Allah SWT. Saat rumus manusia mengatakan 10 dikurangi 2 sama dengan delapan, maka rumus matematika Allah bisa saja 10 dikurangi 2 sama dengan 28 atau bahkan 208? Masya Allah, Allah Maha Kaya!

Dengan berbagi setidaknya kami memperoleh ketenangan yang belum pernah kami temui sebelumnya. Hanya perlu yakin dan percaya bahwa Allah itu yang Paling Maha Melihat, Allah Maha Kaya, Allah Maha Penyantun.

Dulu, kami hanya akan merogoh kocek yang sangat dangkal, mencari selembar uang yang sudah sangat lusuh dan tak cukup untuk membeli sebungkus nasi angkringan pun. Untuk kami bagi dengan orang yang meminta-minta. Terkadang jika tak menemukan selembar pun uang lusuh atau beberapa koin, kami urungkan ‘berbagi”.

Kami ketakutan jika akan berbagi. Nanti gimana untuk makan siang? Jangan-jangan nanti nggak bisa bayar ini atau bayar itu? Nyatanya memang banyak sekali sesuatu yang tak bisa kami bayar meski kami sudah super ‘irit” untuk berbagi, padahal secara nominal gaji yang kita terima setiap bulan cukup besar.

Kami lupa bahwa berbagi itu untuk Allah SWT, tapi melalui tangan dan air mata kaum fakir dan dhuafa. Hanya dengan berbagilah harta kita utuh sampai sana (akhirat).

Kini, setelah berusaha tak lagi hitung-hitungan sama Allah, saat kami berpikir tak ada lagi jalan keluar dari semua masalah berat, Allah SWT yang memberi petunjuk. Saat kami berpikir dari mana rejeki untuk membayar sekolah anak-anak? Allah lah yang tiba-tiba menggelontorkan sejumlah rejeki, tepat dengan jumlah yang kita butuhkan saat itu dari arah yang tak kita duga sangka. Saat kami berpikir semua hal mustahil, ada asa yang selalu Allah janjikan melalui ayat-ayat-Nya.

Kami tak lagi memilih lembaran uang paling lusuh, justru kami memilih yang paling besar dan paling baru di dompet kami saat itu untuk berbagi. Ke ibu-ibu tua, kakek-kakek renta yang berjualan koran, atau anak kecil yang menjajakan keripik di setiap masjid selepas shalat Jumat. Juga untuk pembangunan dan perawatan masjid melalui kotak infak di setiap lima waktu shalat.

Kami tak takut lagi untuk berbagi, karena kami yakin harta itu bisa kami bawa mati. Harta itu akan kembali kita miliki di sana, menjadi saksi amal kebaikan kita. Harta yang kita bagi itulah yang sejatinya utuh menjadi milik kita atas izin Allah SWT.

Apakah kami mejadi kaya? Iya, kami menjadi kaya, kaya hati! Alhamdulillah, kami lebih bisa merasakan ketenangan dan kebahagiaan hidup. Kami lebih diberi kesehatan oleh Allah SWT. Anak-anak dijaga Allah saat bermain maupun saat berada jauh dari pantauan kami orangtuanya. Dan hubungan keluarga menjadi lebih harmonis, saling menyayangi, menghargai dan menghormati.

Kami menjadi serba berkecukupan tanpa kami merasa khawatir menjaga harta di dunia karena takut dicuri. Nyatanya, setiap apapun kebutuhan kami, selalu Allah penuhi pada waktunya. Insyaallah!

Apa pun yang kita niatkan hanya untuk mendapat ridla-Nya, Allah lah yang akan menyulap semuanya baik-baik saja. Biarlah hina di depan manusia karena kita tak punya harta, yang terpenting di depan Allah kita punya angka. Sungguh saat kita jalani semua hal di kehidupan dengan lapang dada dan ikhlas, Allah yang akan membayarnya dengan ketenangan dan kenyamanan yang tak disangka-sangka.

Berbagi, merupakan hal yang paling Allah cintai. Berbagi terhadap sesama yang membutuhkan. Dan yakinlah, Allah tak pernah ingkar janji. Kita percayakan saja semua pada rumus matematika Allah. Rumus yang bahkan tak pernah mengenal masuk akal atau tidak. Nyatanya memang Allah-lah Maha Kaya, Allah-lah Maha Penyantun. Kita berbagi menyantuni sesama manusia yang membutuhkan maka kita akan disantuni oleh Allah, dan hanya Allah lah yang Maha Mengetahui jumlah yang pantas bagi kita.

”Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa saja yang Dia kehendaki dan Allah Maha Luas Maha Mengetahui.” (QS: Al Baqarah: 261)

Kriteria infak atau sedekah yang seperti apa yang diterima Allah SWT?

Berikut ciri atau syarat-syarat infak yang diterima Allah SWT, (berdasarkan QS. Al Baqarah : 262 – 274):

  1. Infak yang tidak disebut-sebut atau yang tidak diikuti tindakan menyakiti orang yang diberi infak
  2. Infak yang diberikan hanya dengan niat untuk mendapat ridla Allah SWT
  3. Infak dari harta atau hasil usaha yang baik bukan yang buruk
  4. Boleh dilakukan dengan terang-terangan atau sembunyi-sembunyi, siang atau malam hari
  5. Jika ada sedikit kebaikan dari harta yang diinfakkan, maka semuanya untuk dirimu sendiri
  6. Apa pun harta yang diinfakkan, niscaya Allah akan memberimu (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan)

Jangan takut berbagi, karena berbagi merupakan salah satu yang ditakuti oleh setan dari manusia.

“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan  kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir) sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu. Dan Allah Maha Luas Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 268)

BERBAGI, TAKUT SALAH SASARAN?

Kini, berbagi menjadi lebih mudah, karena Dompet Dhuafa memberikan bantuan dengan banyak pilihan layanan untuk menyalurkan donasi bagi pihak yang tepat, melalui:

  1. Kanal donasi online (donasi.dompetdhuafa.org)
  2. Transfer bank
  3. Counter
  4. Care visit (meninjau langsung lokasi program)
  5. Tanya jawab zakat
  6. Edukasi zakat
  7. Laporan donasi

Jadi bukan lagi mengenai kelebihan, cukup atau kekurangan harta? Namun tentang mau apa tidak kita lakukan, sekarang! Mari berbagi!

Mulailah dengan yang sangat kecil yang kita mampu (bahkan hanya dengan uang sebesar 10 ribu pun kita bisa mendonasikannya melalui Dompet Dhuafa), selebihnya kamu akan merasakan kecanduan dan semakin berusaha meningkatkan dosis berbagi yang lebih besar lagi untuk mendapatkan ketenangan yang lebih tinggi. Allah tak pernah ingkar janji! Insyaallah, Allah yang akan semakin memampukan!

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog Jangan Takut Berbagi yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa.”

Ayo Minum Air, Danone AQUA luncurkan ‘Zona Kebaikan Air’ di Taman Pintar Yogyakarta

Aku mau air… aku sehat … Aku mau air … aku sehat …

Aku mau air … aku sehat … Aku mau air… aku sehat…

Satu, dua, tiga, empat, lima, enam gelas! Aaaku sehat! Aaaku kuat!l

Lagu yang simple dan gerakan senam yang ceria. Senam AMIR (Ayo Minum Air) menjadi ikon peresmian “Zona Kebaikan Air” yang diluncurkan oleh Danone Aqua bekerjasama dengan Taman Pintar Yogyakarta pada hari Senin, 8 April 2019. Zona ini merupakan pembaruan dari Zona Air sebelumnya yang sudah dibuat pada tahun 2013 lalu. Peresmian Zona Kebaikan Air oleh Haryadi Suyuti Walikota Yogyakarta berlokasi di lantai 2 Gedung Kotak Taman Pintar, Yogyakarta.

Kenapa Harus Air Putih?

Acara Peresmian Zona Kebaikan Air Taman Pintar Yogyakarta – doc. pri

“Aku nggak suka air putih, pahit!” begitu kebanyakan jawaban anak saat disuruh minum air putih.

Alhamdulillah, mengajak Aishya di acara ini bersama puluhan teman-teman blogger juga media, secara otomatis mengedukasinya untuk membiasakan minum air putih sejak dini. Gerakan senam dan lagunya sangat dia suka. Juga saat berkeliling di Zona Kebaikan Air, matanya selalu berbinar antusias melihat semua gambar dan video yang menjelaskan tentang semua kebaikan air. Semenjak itu, dia selalu termotivasi untuk minum air putih agar tubuhnya sehat, katanya.

Ternyata anak mau berlaku apa saja sesuai dengan mindset yang dibentuk di otak mereka. Saat informasi yang masuk diberikan melalui cara yang mereka suka, maka secara otomatis akan merubah kebiasaan mereka dari yang pola hidup tidak sehat menjadi pola hidup sehat. AMIR, gerakan Ayo Minum Air ini sangat pas untuk merubah mindset anak tentang pentingnya minum air putih. Mereka tidak suka disuruh, tapi mereka akan lebih tertarik untuk ikut mencobanya saat mereka diajak bukan disuruh.

Kebiasaan minum air putih, salah satu kebiasaan yang harus kita terapkan pada mereka untuk membentuk generasi yang lebih sehat yang memiliki fungsi kognitif, fungsi memori dan ketahanan fisik yang mendukung performa mereka di sekolah.

Menurut dr. Tria Rosemiarti, selaku Hydration Director PT. Tirta Investama (Danone-Aqua), kebutuhan air putih pada anak sebanyak 6 gelas setiap harinya untuk menjaga hidrasi tubuh agar memenuhi kebutuhan hidrasi yang sehat guna membantu meningkatkan taraf kesehatan di Indonesia. Kapan saja waktu yang tepat untuk minum air? Adalah saat bangun tidur pagi hari, saat makan, saat bermain dan saat belajar. Jangan menunggu haus untuk minum air putih.

Kenapa harus air putih? Karena air putih merupakan bagian dari nutrisi yang berperan penting dalam fungsi fisiologis tubuh. Fungsi normal tubuh akan berjalan jika 60% komposisi tubuh yang terdiri dari air tetap terjaga.

Fungsi kognitif anak yang paginya minum cukup air putih sebelum berangkat sekolah akan lebih optimal dibandingkan dengan anak yang tidak minum air putih di pagi hari. Karena komposisi tubuh kita 60% terdiri dari air, menuntut kebutuhan hidrasi sehat dengan minum air putih untuk menjaganya tetap berfungsi dengan baik.

Zona Kebaikan Air

Sesuai dengan visi Danone, “One Planet One Health” di mana dipercaya bahwa kesehatan masyarakat ditentukan oleh gaya hidup dan lingkungan yang juga sehat. Perusahaan ini selalu berusaha memberikan kebaikan kepada masyarakat dengan menyediakan hidrasi sehat sekaligus memelihara keberlangsungan alam.

Memilih Taman Pintar sebagai wahana sarana edukasi merupakan tindakan yang tepat karena selain sebagai tempat bermain, Taman Pintar juga sangat strategis untuk memberikan edukasi sekaligus mendorong gaya hidup sehat, juga pemenuhan hidrasi sehat serta tidak lupa akan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan kepada anak-anak sejak usia dini, ungkap Jeffri Ricardo, selaku Marketing PT. Tirta Investama (Danone-Aqua).

Selain pengetahuan mengenai bagaimana cara pemilahan air, merawat air, di zona kebaikan air ini juga dijelaskan bagaimana cara pengambilan air yang sehat untuk pemenuhan hidrasi sehat untuk tubuh. Juga pengetahuan cara perawatan kualitas air tanah agar tetap terjaga dari kontaminasi sampah yang akan menurunkan kualitas air tanah yang kita konsumsi. Danone-Aqua semenjak tahun 1993 mempromosikan inisiatif daur ulang  pertama melalui program AQUA Peduli.

“Sekarang kami dapat mengumpulkan 12.000 ton plastic setiap tahunnya melalui 6 Recycling Business Unit di berbagai lokasi di Indonesia sambil menciptakan manfaat ekonomi bagi ratusan pemulung dan pendaur ulang.” Papar satu-satunya lelaki yang ikut duduk di sofa panggung bersama dengan tiga narasumber lainnya di acara Peresmian Zona Kebaikan Air ini.

Pada tahun 2018, Danone-Aqua telah menginisiasi gerakan #BijakBerplastik yang memperkuat komitmen Danone-Aqua untuk mewujudkan Indonesia yang lebih bersih, dan mendukung tujuan pemerintah Indonesia untuk mengurangi sampah di lautan melaui tiga aspek inti, yaitu: pendidikan, inovasi produk dan pengembangan infrastruktur pengumpulan sampah. Memilih Taman Pintar sebagai tempat edukasi ini bertujuan untuk memperkuat focus Danone-Aqua dalam pendidikan seputar pengelolaan sampah plastic secara bijak sejak usia dini.

Bedanya Dengan Zona Kebaikan Air Sebelumnya?

Zona Kebaikan Air yang baru saja diperbarui memiliki beragam wahana yang semakin interaktif dilengkapi dengan bermacam area edukasi seperti:

Area Edukasi PIJAR (Pilih, Jaga, Rawat yang memebrikan pengetahuan bagaimana cara menjaga kualitas dan kuantitas air. Dijelaskan dengan berbagai alat peraga juga audio visual berupa video yang lebih membuat suasana belajar menjadi menyenangkan dan mengasyikan.

Area berikutnya adalah Area Gerakan AMIR (Ayo Minum Air) & Edukasi pentingnya menjaga hidrasi dan fungsi meniral dalam tubuh. Video senam Ayo Minum Air yang sangat mudah dan sederhana membuat anak-anak lebih mudah menghafal dan mengikuti gerakannya sekaligus. Gerakan ini secara otomatis akan memberikan semangat baru bagi anak agar membiasakan minum air putih 6 gelas setp hari. Juga dilengkapi dengan gambar besar yang menjelaskan bahwa kebutuhan setiap anggota keluarga memiliki jumlah kebutuhan air putih masing-masing. Ayah membutuhkan 10 gelas air putih setiap hari, wanita dewasa 8 gelas sehari, ibu hamil 10 gelas setiap hari, dan kakek nenek serta anak-anak membutuhkan hanya 6 gelas setiap hari. Kebutuhan itu harus dipenuhi agar tubuh kita tetap bekerja secara optimal dengan menjaga hidrasi tubuh tetap sehat.

Jadi, mau belajar tentang seluk beluk air sehat bersama anak? Siapa sih nggak pengin anak-anak kita mempunyai kebiasaan minum air putih sejak dini? Yuk, ah ajak anak-anak untuk bermain dan belajar tentang kebaikan air di Zona Kebaikan Air Taman Pintar Yogyakarta! Jangan ketinggalan, ya! Karena pada Desember tahun 2018 lalu, kunjungan wisatawan ke Taman Pintar telah menembus angka satu juta pengunjung.

Menurut Haryadi Suyuti selaku Walikota Yogyakarta, dengan adanya pembaruan zona-zona seperti Zona Kebaikan Air ini, ke depannya angka kunjungan ke Taman Pintar akan terus meningkat dan menjadi salah satu destinasi wisata anak dan keluarga sekaligus wisata edukasi popular di Indonesia bahkan Asia Tenggara.

Nah, ada yang mau ketinggalan? Pasti enggak, kan!