Bebelac Gold 3 Sahabat Perut Si Kecil

Masalah Pencernaan Si Kecil

Mukanya merah padam. Matanya berkaca-kaca. Refleks mengejan kuat untuk mengeluarkan gumpalan feses yang sudah mengganjal di anusnya. Siapa yang tega melihat bayi itu meregang napas persis seperti seorang perempuan hendak melahirkan?

Ya, kala itu, usianya masih 8 bulan. Baru dua bulan dia mencicipi makanan pendamping ASI. Anusnya meregang merah saat feses padat dan keras berukuran besar membulat di rongga anus. Karena terlalu besar ukurannya membuat anus semakin teregang. Kasihan! Bunda mana yang tidak resah saat si kecil yang mulai mengenal makanan pendamping ASI mengalami gangguan pencernaan?

Aku ingat sekali waktu itu makanan pendampingnya masih dibuat encer sekali. Juga aneka buah sudah kutambahkan untuk memenuhi kebutuhan seratnya. Namun pencernaan Aishya masih terlalu sensitive. Hingga akhirnya saran dari seorang ahli gizi untuk memberi si kecil air perasan jeruk baby setiap hari membuat BAB-nya lancar dan tidak keras.

Si kecil tidak khawatir lagi saat sensasi mau BAB kembali menghampiri. Dari sinilah aku menyadari seberapa penting kandungan serat dalam nutrisi si kecil mampu memberi pengaruh terhadap kelancaran pencernaannya. Yang itu artinya kenyamanan perut akan ia peroleh serta membentuk mood-nya selalu baik.

Apa Hubungannya Masalah Pencernaan dengan Susu Bebelac Gold 3?

Aishya siap-siap minum segelas Bebelac Gold3
Sumber: Doc. pribadi

Beberapa hari ini sedang memperhatikan anak-anak yang antusias membuat kumis putih saat minum susu Bebelac Gold. Aktifitas minum susu Bebelac Gold menjadi ajang rebutan. Ya, disengaja memang, memuji setiap kali si kecil berhasil minum segelas susu rasa madu itu. Susu yang memiliki manfaat tujuh kehebatan perut ini memiliki kandungan serat yang tinggi, yang berperan salah satunya untuk melancarkan buang air besar, seperti masalah yang sudah sering dihadapi Aishya putriku.

Ternyata serat begitu pentingnya untuk kesehatan si kecil, sebanding dengan pentingnya nutrisi lain yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang di usianya yang sedang pesat mengalami pertumbuhan.

Bebelac Gold 3, susu formula tinggi serat (Advancefibre) ini kandungan nutrisinya super lengkap! Antara lain:

  • Fish oil, dengan minyak ikan 0.32% Asam ꭤ-linoleat (Omega 3) 114 mg/saji dan asam linoleat (Omega 6) 1273 mg / saji.
  • Advancefibre, tinggi serat pangan. Dibuat dengan FOS:GOS 1:9 dan pati jagung (corn starch) 1.07%. dengan minum 3 kali sehari dapat membantu memenuhi kebutuhan serat harian.
  • 13 Vitamin & 7 Mineral, dengan kandungan zat besi, Zinc, Iodium, Vitamin A dan Kalsium.

Nutricia Research

Sebagai pelopor nutrisi awal kehidupan sejak tahun 1896. Nutricia memiliki pengalaman lebih dari 100 tahun.

Nutricia memiliki pusat penelitian khusus di Belanda dan Singapura, dengan para ahli di bidang Nutrisi Pertumbuhan & Perkembangan Anak serta Kesehatan Pencernaan yang bekerja sama dengan berbagai universitas dan lembaga penelitian di seluruh dunia.

Tujuh Kehebatan Perut Dari Bebelac Gold 3

Aishya memiliki masalah dengan perut semenjak pertama kali mengenal makanan pendamping ASI. Bahkan sebelum usianya pun mencapai satu tahun. Semenjak itu pula saya jadi lebih mengenali pola pencernaannya yang wajib banyak mengandung serat. Karena sistem pencernaannya tergolong cukup sensitive, maka jika sedikit saja asupannya kurang mengandung serat, permasalahan buang air besar pun akan muncul lagi. Hingga sekarang.

Kenapa ya AIshya suka Bebelac Gold?
Sumber: Doc. Pribadi

Bedanya, sekarang Aishya sudah lebih bervariasi dalam memilih makanan. Susu formula yang dulu kurang berminat, sekarang sudah mau minum, apalagi susu formula rasa madu dari Bebelac Gold ini, rasa madunya sangat disukainya. Susu dengan tinggi serat (Advancefibre) dalam kandungan susu ini sangat membantunya dalam mengatasi permasalahan perut yang sudah begitu familiar.

7 Kehebatan Perut Bebelac Gold 3
Sumber: Doc. Pribadi

Nah, ternyata selain mengatasi permasalah perut seperti yang dirasakan Aishya, Bebelac Gold ini memiliki 7 kehebatan perut lainnya, di antaranya adalah:

  • Pencernaan Nyaman

Perut sehat berfungsi dengan baik sehingga tidak mengganggu

  • Penyerapan Makanan / Nutrisi

Perut sehat dapat membantu penyerapan nutrisi ke seluruh tubuh sebagai sumber energi dan pembentuk sel.

  • Pencernaan Lancar

Perut sehat membuat saluran cerna berfungsi dengan baik sehingga pola BAB si kecil jadi lebih baik.

  • Perlindungan Alami

70% sel perlindungan tubuh alami hidup di perut sehat.

  • Tumbuh Kembang Optimal

Nutrisi untuk tumbuh kembang optimal didapatkan dari perut yang sehat.

  • Cepat tanggap

100 juta sel saraf terdapat dalam perut sehat membawa informasi ke otak.

  • Mengatur Suasana Hati

90% hormone serotonin yang mengatur suasana hati diproduksi dalam perut sehat.

Tuh, lengkap banget manfaatnya ya untuk si kecil? Rasa susu yang lezat juga jadi favorit anak-anak.

Dari tujuh kehebatan perut itu, ada satu yang paling menarik buatku. Sepertinya sekilas tidak berhubungan namun ternyata begitulah adanya. Hubungannya justru begitu erat.

                       Apa itu?

Ialah Bebelac Gold Tinggi Serat (Advancefibre) sebagai susu formula yang mampu mengatur suasana hati.

Kok, bisa? Jadi ternyata, saluran cerna mempunyai pengaruh besar terhadap fungsi otak. Usus dan otak selalu berkomunikasi melalui sistem saraf, sistem hormon dan kekebalan tubuh.

Badriul Hegar, dalam bukunya tentang keunikan Saluran Cerna Anak yang diterbitkan oleh Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia menjelaskan bahwa, Serotonin yang merupakan hormone utama yang dihasilkan oleh saluran cerna untuk selanjutnya dikirim ke otak, sekitar 95% dari total jumlahnya di dalam tubuh ditemukan di dalam saluran cerna.

Saat serotonin dilepaskan oleh saluran cerna, otak akan mendapat sinyal yang mengatur suasana hati “mood”, selera makan, tidur dan ingatan. Kekurangan serotonin dapat menyebabkan depresi, kecemasan, kualitas tidur yang buruk, daya ingat berkurang, dan kesulitan belajar.

Pada gangguan saluran cerna, misalnya peradangan akibat infeksi atau makanan yang tidak dapat ditoleransi oleh tubuh, dapat mengganggu sel penyimpanan dan produksi serotonin di dalam saluran cerna. Keadaan ini dapat menyebabkan tidak terkirimnya aliran sinyal dari saluran cerna ke otak.

Alhamdulillah, semakin bervariasinya makanan dengan kandungan nutrisinya yang seimbang membuat saluran cerna Aishya kini berangsur normal dan penernaan semakin lancar. Semakin jarangnya mengalami konstipasi juga membuat anusnya aman dan tidak berlanjut menjadi haemorhoid sejak dini. Kenyamanan pencernaan dan pola buang air besar yang teratur membuatnya semakin aktif, percaya diri dan tidak pernah murung lagi. Aishya kini lebih aktif dan percaya diri menjalani hari-hari.

Aishya kini lebih aktif dan percaya diri
Sumber: Doc. Pribadi

Oiya, jangan lupa juga mengenalkan anak-anak terhadap berbagai varian sayur dan buah alami agar kelak terbiasa makan dengan pola makan sehat dan teratur.

Tips Menjaga Kualitas Susu Agar Tetap Bagus

Segelas susu Bebelac Gold 3 dengan 7 kehebatan perut
Sumber: Doc. Pribadi

Dan, tak kalah penting dari itu semua adalah menjaga kualitas susu setelah kemasan dibuka.

Bagaimana caranya?

Susu hendaknya tetap dalam kemasan aslinya, di dalam kantong alumunium foil berwarna silver, tertutup rapat dan disimpan di tempat sejuk dan kering.

Sebaiknya susu segera dihabiskan dalam waktu dua pekan sejak kemasan susu dibuka. Jangan konsumsi susu jika serbuk susu di dalamnya sudah mengalami perubahan bau, rasa maupun warna.

Itu cerita Aishya tentang pencernaannya juga tentang kebutuhan serat dan Bebelac Gold. Ayo, Bunda! Ikut cobain Bebelac Gold dan share ke aku ya manfaat yang si kecil dapatkan!

Kebun Apel Tanpa Nama #part1

Benar-benar menuju puncak! Jalan kecil beraspal itu begitu sempit. Licinnya permukaan yakin bukan karena hujan biasa. Bahkan tanah di area bahu jalan tampak kering, juga rumput-rumput di sekitarnya. Aspal basah ini karena uap yang mengembun.

“Ini terlalu tinggi!” pekikku dalam hati. Telat! Rupanya piranti gawai yang kupegang dan kupercaya sedari tadi menuju ke titik yang salah!

Bukan, bukan Hp nya yang salah, atau celoteh perempuan yang tak pernah bosan mengarahkan kami untuk belok kanan belok kiri, seolah tak pernah kehilangan power hanya karena tak pernah mendapat jeda minum selama menuntun perjalanan kami di tempat asing ini.

Tapi karena ketidakjelasanku sendiri dalam mengetik destinasi yang kupilih. Bermacam pilihan dan beruntung yang ku klik justru alternative judul yang paling umum, “Kebun Apel Batu”

“Harusnya tadi kupilih saja ‘Wisata Petik Apel’ dengan jarak tempuh terdekat saja’” rutukku dalam hati.

Apa pun itu, tak akan mengubah sedikit pun posisi kami di atas puncak pegunungan Batu. Ada sesuatu hal yang akan Allah tampakkan kepadaku, kepada kami berlima! Entah lah apa itu.

Dari posisi duduk, tiba-tiba kurasakan posisi berubah setengah menengadah. Membuatku sama sekali tak kesulitan menghitung derajat kemiringan tanjakan itu. Mendekati 45 derajat!

Tak sempat ungkap khawatir, atau mengandai-andai sesuatu yang membuat jantung berhenti berdetak sesaat.

Hanya bisa merapal doa keras-keras diiringi,  “Allahu akbar! Allahu akbar!” dari mulut mungil anak-anak yang herannya kini tiba-tiba kompak. Tak seperti sepuluh menit sebelumnya yang saling berteriak keras berebut segala sesuatu di sepanjang jalan.

“Pi, kayaknya salah pilih track, deh!” bahkan kalimat itu pun urung kubisikkan perlahan.

Takut mengubah sedikit saja konsentrasinya memainkan gas, kopling juga rem dan kemudi.

Ya Allah begini kah jalan satu-satunya menuju kebun buah apel yang katanya sangat keren buat petualangan anak-anak itu?

Memetik apel, memakan sepuasnya di bawah pohon, juga memanjatnya di tengah gigil kulit yang semakin menciutkan pori-porinya karena suhu yang begitu rendah itu. Ya, katanya dahan pohon apel yang rendah dan kuat itu sangat mudah dijangkau oleh kaki anak-anak yang belum juga jenjang.

Ah, sudahlah! Seandainya masih jauh, aku hanya bisa berharap Allah masih sudi selamatkan kami.

Gimana bisa memilih? ke depan yang buta berapa jarak lagi jauhnya, sedang mau mundur juga sudah terlanjur begitu jauhnya.

Bismillah! Tak terhitung lagi jumlah kelokan tajam disertai tanjakan terjal. Lembabnya udara begitu tajam tercium disaat jendela harus kami turunkan demi mematikan penyejuk udara.

Kekuatan mobil harus dimaksimalkan hanya berkonsentrasi pada keterjalan lajur berwarna hitam mengkilap itu. Kamu tahu? Poster-poster bergambar nenek-nenek bergigi satu dengan wajah berlumur darah lebih menakutkanku ketimbang suara deru mobil bercampur decit roda yang mencengkeram kuat pada licinnya aspal.

Bahkan tanpa tulisan, “Gunakan gigi satu demi keselamatan Anda!” aku pun sudah begitu paham dengan gambar gigi si nenek yang sengaja di highlight.

Lapar terlupa sudah, kebelet pipis? Ah entah ke mana rasa itu. Pandanganku hanya meraba-raba berapa puluh meter ke depan. Masihkah ada gambaran pohon yang menjulang jauh di atas kepala? Yang berarti tanjakan belum lah berakhir? Atau berganti dengan gambaran putih bersih yang bergerak perlahan mengikuti arah angin yang berembus sepoi di atas lembah atau ngarai di sekeliling kami? Awan?

Allahu Rabb! Belum berkurang kewaspadaanku, kami dikagetkan dengan teriakan si bungsu, “Monyeeet!”

Masya Allah! Sekawanan monyet kecil berkerumun di tengah jalan beraspal yang kini melelehkan air di setiap jengkal permukaannya. Monyet-monyet itu celingak celinguk sambil memamerkan gigi geliginya yang putih.

“Tutup jendelaaa!” suamiku berteriak lebih keras. Sontak tanpa sedikit pun minta penjelasan, kututup kaca yang sedari tadi terbuka lebar. Anak-anak juga refleks menutup semua jendela belakang.

“Bundaa! Kenapa? Kenapa ditutup jendelanya? Monyetnya kasihan! Bapak ibunya lagi pergi,” Si bungsu mulai bingung juga sedih. Bukannya monyet itu lucu? Bukannya monyet itu tidak jahat? Dia mencoba mengingat beberapa cerita pengantar tidur yang sering kuperdengarkan. Tentang monyet yang suka pisang, juga tentang singa si raja hutan.

“Pelan, Pi! Minggir ke kanan!” Teriakku tercekat! Kulihat gerombolan monyet itu tak beranjak sedikit pun. Beberapa hanya berjingkrak-jingkrak. Tiba-tiba dari arah berlawanan melaju kencang mobil berwarna hitam, seolah di terjalnya jalan yang turun mengarah ke kami tak sedikit pun rem nya dipijak.

“Awas, Pi!” Teriakku saat sekejap melintas di sebelah monyet-monyet yang kini mulai panik.

-bersambung-

 

SUPER-LIZER HILANGKAN NYERI TANPA OBAT DAN SUNTIK

Dari judulnya kayak udah nggak asing ya? Sering baca iklan seperti itu kan? Tapi kali ini beda. Ada ilmu dan tata cara formalnya yang bergaransi dari tenaga kesehatan. Dan alat ini juga termasuk alat kesehatan yang berbasis teknologi modern.

Siang itu, kebetulan ada undangan seminar demo alat ini di sebuah rumah sakit di Yogyakarta. Alhamdulillah akhirnya bisa juga mengikutinya meski telat beberapa menit. Agak susah mencuri-curi waktu karena anak-anak tidak ada yang nungguin sedangkan suami masih di Palu. Beruntung banget bisa mendapat update ilmu baru tentang penatalaksanaan nyeri tanpa obat atau pun injeksi. Acara yang dilaksanakan di Rumah Sakit Ludira Husada ini berhasil kuikuti dengan sempurna. Insyaallah semua karena ridla Allah, aamiin!

Nyeri boyok, nyeri lutut? Duh, nggak kebayang rasanya seperti apa? Itu dulu, sebelum usia mencapai kepala tiga, ya kan? Saat kepala tiga di depan mata ternyata memang penyakit itu mulai mengetuk. Pinggang lebih mudah capek dan pegal, juga sendi lutut mulai membuktikan teori yang selama ini hanya sebatas tulisan.

Ada Yang Takut Minum Obat?

Paksaan minum obat saat kecil kerap dibawa hingga dewasa. Anti minum obat bahkan saat badan benar-benar sakit pun masih berpikir ulang, mau minum obat atau tidak? Karena mind set yang sudah terlanjur terbentuk bahwa minum obat itu merupakan ancaman yang sangat mengganggu. Entah terkait dengan ketakutan berbagai efek samping yang timbul atau memang tidak suka dengan rasa obat yang, hemm memang rasanya pahit kan?

Ada loh yang bahkan hingga dewasa mengalami fobia terhadap obat. Boro-boro bisa minumnya dengan seteguk air putih, sudah berusaha pakai pisang ambon sebiji eh sebatang pun tetap saja gagal (pisangnya aja yang ketelan J )

Lantas, benarkah cara kita, saat sakit yang kita rasakan awalnya kita abaikan saja karena nanti pasti sembuh dengan sendirinya?

Hayo, Kamu Termasuk yang Mana?

Ternyata, yang namanya sakit akut itu harus segera diobati loh, sebelum akhirnya nyeri itu meningkat levelnya menjadi Cascade nyeri, atau nyeri kronis yang pengobatannya justru lebih susah. Nyeri akut yang muncul harus segera di blok alur nyerinya dengan obat anti nyeri dosis tinggi. Nyeri akut yang perlu diobati meliputi nyeri pinggang yang bisa dikarenakan masalah otot, tulang atau sendi juga masalah dari saraf.

Mengapa harus antinyeri dosis tinggi? Karena agar tujuan pengeblokan sensasi nyeri berhasil dan nyeri tidak menjalar ke level berikutnya. Obat antinyeri dosis tinggi?

Hampir semua obat rasanya  pahit, ya kan? Ya memang. Kalau manis namanya gula. Sepahit apapun obat, saat kita butuhkan maka kita akan harus legowo untuk meminumnya dengan suka rela. Ada yang hingga dewasa masih saja fobia dengan minum obat apalagi suntikan?

Nah, ini berita gembira buatmu! Teknologi ternyata tak hanya membahas naik ojek jadi bisa super murah dan super mudah. Atau pesan makanan hanya dengan menggerakkan jari jemari saja melalui aplikasi online.

Super-Lizer, Mesin Gelombang Sinar Pereda Nyeri Non Obat
Sumber: doc. pribadi

Teknologi kali ini yang sangat membantu di bidang kesehatan adalah, ditemukannya alat yang menghasilkan gelombang sinar. Namanya Super-Lizer, sebuah alat yang menghasilkan gelombang sinar yang jika dilihat dari panjang gelombangnya lebih mirip dengan sinar infra merah, namun daya penetrasi atau daya tembusnya lebih dalam hingga mencapai 5 cm dari permukaan kulit.

Sinar super-lizer ini bekerja mem-block pernjalaran nyeri yang disebabkan oleh berbagai macam hal. Pemakaiannya akan langsung diawasi oleh tenaga kesehatan yang berpengalaman dan dengan durasi yang telah ditentukan dalam standar layanan prosedur.

Beberapa keunggulan dari alat super-lizer si pereda nyeri bukan obat bukan injeksi ini Antara lain:

  1. Mampu merelaksasi otot yang kencang
  2. Melancarkan peredaran darah melalui mekanisme vasodilatasi atau pelebaran pembuluh darah
  3. Penetrasi ke jaringan memiliki focus yang bagus dan kedalaman radiasi hingga 5 cm
  4. Mampu meredakan bermacam nyeri kecuali nyeri karena cancer / keganasan
  5. Mampu menyembuhkan luka diabetikum / luka karena sakit kencing manis dengan lebih cepat
  6. Hampir tidak memiliki efek samping dalam pemakaian di bawah pengawasan tenaga kesehatan.

Berapa durasi yang dibutuhkan untuk terapi?

Terapi menggunakan alat ini membutuhkan waktu sekitar 7 – 10 menit per titik terapi. Untuk satu lokasi nyeri, missal sendi lutut biasanya diperlukan beberapa titik penyinaran hingga total durasi terapi keseluruhan untuk satu sendi mencapai 20 – 30 menit.

System terapi dengan cara rutin per paket. Satu paket terapi biasanya sebanyak 6 kali terapi dengan selang waktu yang akan disesuaikan pada masing-masing kasus nyeri.

Dari percobaan alat yang dilakukan pada pasien nyeri lutut dengan level nyeri 8, setelah mendapat terapi sinar ini selama 10 menit, level nyeri berkurang menjadi 4.

Gimana, di Rumah Sakit sekitarmu sudah ada alat ini? coba cari informasinya, siapa tahu suatu saat membutuhkannya untukmu atau keluargamu atau teman-temanmu?