Membangun Keluarga Kuat untuk Negara Hebat

Beberapa hari ini sangat ramai adanya postingan di media sosial tentang, ” Istrimu bukan Babumu” yang menggambarkan peran suami yang tidak mau mengerti kerepotan istri dan cenderung mengabaikan perasaan istri dengan membentak-bentaknya di tempat umum. Atau sebaliknya, seorang suami yang “terpaksa” melakukan seluruh tugas rumah tangga sedangkan istrinya enak-enakan bermain gadget di sofa sambil ketawa-ketiwi. Semua dilakukan suami karena saking cintanya ia kepada istri. Atau kebetulan memang istri yang lebih banyak berperan sebagai pencari nafkah dengan bermacam alasan yang hanya mereka yang tahu.

Dari kedua ilutrasi di atas, apakah ada yang salah? Atau semua tergantung konteksnya? Lagi, jika semua itu dijalankan dengan keikhlasan dan cinta kasih seharusnya tidak ada masalah. Kasus pertama misalnya, saat di luar sang suami terkesan kasar dan acuh tak acuh, namun di dalam rumah siapa tahu? justru sang istri diperlakukan bak ratu. Bisa jadi. Tak ada yang tahu kan? Jika semuanya dilihat dari satu sisi saja, sepertinya memang tidak adil.

Keluarga, merupakan satuan terkecil dari suatu masyarakat di suatu negara. Semakin kuat sebuah keluarga maka semakin kuat pula suatu negara. Pemegang kunci utama terbentuknya kebahagiaan keluarga terletak pada seberapa besar cinta kasih dan pemaafan atas beribu kesalahan yang pasti membanjiri dalam setiap detik oleh setiap anggota keluarga. Semakin bahagia sebuah keluarga maka akan terbentuk ketahanan yang kuat pula. Otomatis ketahanan keluarga kuat juga akan memperkuat sebuah negara.

Suami menyayangi dan mencintai istri dengan penuh kesadaran dan tanggungjawab. Begitu pun sebaliknya, seorang istri dengan sadar dan ikhlas sanggup menghormati kedudukan suami sebagai kepala keluarga dan bersedia taat serta patuh terhadap suami. Mudah memaafkan seandainya suami melakukan kekhilafan terhadap perannya. Kunci dari kehangatan keluarga sebenarnya terdapat pada perlekatan dan saling pengertian satu sama lain antara suami dan istri.

Semua tahu bahwa seorang istri wajib taat kepada suami, selama suami masih berjalan di jalan yang benar. Seorang perempuan memilih laki-laki yang kemudian ia iyakan lamarannya, tentu melewati berbagai jalan seleksi yang begitu rumit.

Iya. Bahkan, rumitnya tak membuat muda-mudi mengubur mimpinya untuk membangun sebuah keluarga yang manis, indah dan nyaman. Dalam istilah agama Islam dikenal sebagai Sakinah-Mawaddah-Warahmah. Diawali dengan indahnya pertemuan yang hanya menampakkan pesona memikat, hingga dilanjutkan pada proses perkenalan satu sama lain dan akhirnya memutuskan untuk berkomitmen. Mengikat rasa dalam satu ikatan batin dan disahkan dalam peraturan yang berlaku dalam wilayah tersebut. Ikatan sakral yang disaksikan oleh seluruh penduduk langit, bahkan setan menangis setiap mendengar ijab yang diikrarkan oleh mempelai pria terhadap pasangannya.

Negara begitu menyadari bahwa kekuatannya tergantung pada keadaan masing-masing keluarga di dalamnya. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional(BKKBN) sebagai badan yang memiliki tugas mengatur segala hal tentang keluarga, memiliki harapan terwujudnya keluarga yang kuat demi terbentuknya negara yang kuat. Bahkan sebuah keluarga menurut BKKBN sendiri memiliki 8 fungsi, yaitu:

  1. Fungsi Agama, Keluarga adalah tempat anak belajar mengenai ilmu agama dan norma-norma di dalamnya.

Keluarga sangat berperan dalam pendidikan agama terhadap masing-masing anggota keluarganya. Mengenalkan nilai-nilai agama sedini mungkin kepada anak-anak sebagai generasi penerus akan menguatkan pondasi perkembangan karakter anak. Semakin kuat karakter anak, maka akan semakin terbentuk pribadi yang santun dan bertanggung jawab sesuai dengan ajaran norma yang berlaku dalam negara tersebut.

2.Fungsi Cinta dan Kasih Sayang, Cinta dan kasih sayang keluarga adalah pilar utama pembentuk kepribadian seseorang.

Kelekatan anak dengan orang tua, juga antara suami dan istri akan sangat dipengaruhi oleh atmosfer kasih sayang yang diciptakan dalam suasana keluarga setiap saat. Kepribadian anak akan semakin kuat jika kebutuhan kasih sayangnya tercukupi dari kedua orangtua maupun saudara-saudaranya. Kasih sayang melahirkan kenyamanan. Kenyamanan akan membuat anak-anak tumbuh dan berkembang secara optimal.

3.Fungsi Perlindungan, Perkembangan anak memerlukan rasa aman, kasih sayang, simpati dari orang lain. Keluarga tempat mengadu, mengakui kesalahan-kesalahan serta tempat berlindung.

Setiap anak akan belajar perannya menjadi orang dewasa dimulai dari lingkungan keluarga. Kebebasan mengungkapkan sesuatu akan menyebabkan mereka cenderung mudah berterus terang dalam setiap hal. Termasuk saat mempunyai masalah maupun mempunyai keinginan tertentu. Rasa aman, kasih sayang yang didapat akan membuat kepercayaan diri mereka tumbuh kuat. Inilah pondasi yang bagus untuk perkembangan mereka selanjutnya menjadi orang dewasa yang mandiri dan bertanggungjawab.

4. Fungsi Reproduksi, Keluarga merupakan sarana melangsungkan kehidupan dengan mempunyai keturunan.

Salah satu fungsi keluarga adalah meneruskan keturunan yang sah dan dilindungi oleh Undang-Undang. Pembatasan ini agar menjaga kejelasan nasab anak sebagai generasi penerus kelak. Keluarga yang hebat akan melahirkan anak-anak yang hebat.

5. Fungsi Sosial Budaya, Dalam tumbuh kembang anak, keluarga berperan mengajarkan anak bersosialisasi dengan baik dan mewariskan nilai budaya, dengan memberi pemahaman akan pengetahuan dan nilai-nilainya.

Dengan cara mengikutsertakan anak dalam kegiatan sekolah yang berkaitan dengan pelestarian kebudayaan, akan mengajarkan anak pentingnya menghormati dan melestarikan kebudayaan yang sudah lama dianut oleh suatu daerah. Meski hanya melalui pakaian adat, hal tersebut cukup memberi pelajaran kepada anak, untuk saling menghormati adat masing-masing daerah yang berbeda corak dan warna.

6. Fungsi Lingkungan, Semua bentuk dan tingkah laku yang dilakukan seorang anggota keluarga awal mulanya dilakukan dalam keluarga. Anak atau anggota keluarga adalah cerminan bagaimana ia bisa menerapkan kesesuaiannya terhadap lingkungan.

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Istilah yang menggambarkan bahwa tingkah seorang anak tidak akan jauh berbeda dari kedua orangtuanya, karena mutlak pendidikan karakter terbentuk sejak anak bahkan masih di dalam kandungan. Seberapa kuat interaksi orangtuanya mengajarkan sesuatu akan sangat besar pengaruhnya dalam pembentukan pribadi anak. Orang tua yang hangat cenderung akan melahirkan anak-anak yang hangat pula.

7. Fungsi Ekonomi, Keluarga sebaiknya memenuhi kebutuhan finansial setiap anggota keluarganya baik untuk sandang, pangan dan papan.

Di sini lah peran keluarga. Tanpa diminta harus mampu bertanggungjawab terhadap kebutuhan sandang, pangan dan papan bahkan rekreasi bagi anggota keluarganya. Meski pada zaman dahulu tidak semodern sekarang, namun sudah sejak zaman dahulu dimengerti oleh masyarakat bahwa jika siap menikah artinya harus siap dengan segala konsekuensi nafkah yang wajib dipenuhi oleh suami sebagai kepala keluarga. Meskipun pada kenyataannya, tidak serta merta hanya suami yang mencari nafkah, terkadang dengan kesepakatan bersama, seorang istri juga kerap ikut bahu-membahu membantu suaminya mencari tambahan penghasilan guna untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang sudah mereka bentuk dengan niat yang baik.

8. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan, Keluarga berperan penting terhadap upaya terbentuknya kepribadian yang baik dari waktu ke waktu, sebelum terjun dalam kehidupan masyarakat yang sebenarnya.

Anak sejak dini sudah mulai mempelajari apa sebenarnya tugas mereka kelak. Terbukti dengan berbagai macam mainan yang disiapkan untuk mereka. Ular tangga yang mengajarkan kesabaran menunggu giliran bermain, masak-masakan, pasar-pasaran, bengkel-bengkelan, polisi-polisian. Artinya sejak dini mereka sudah dikenalkan dengan berbagai miniatur peran manusia dewasa. Selain itu, peran anak juga sedini mungkin perlu dilatih untuk bersosialisasi dengan usia sebayanya, dilatih berani mengungkapkan, berani memimpin dan berani berkomunikasi mengutarakan sesuatu. Meminta maaf jika salah, mengucapkan terima kasih jika mendapat bantuan dan lain-lain. Pembentukan karakter yang kuat dimulai dari pendidikan keluarga sebagai madrasah terdekat sejak anak-anak bahkan masih di dalam kandungan. Jadi, betapa pentingnya pembangunan keluarga kuat untuk menciptakan negara yang hebat.

Enam Tips Tetap Bugar Selama Berpuasa di Bulan Ramadhan

Marhaban Yaa Ramadhan!

Selamat berpuasa buat semua umat muslim yang menjalankannya. Bismillah, dalam hitungan empat hari ke depan Insyaallah kita semua akan memasuki bulan yang dinanti-nanti seluruh umat Muslim di seluruh dunia. Bulan Ramadhan Mubarak. Di bulan itu tentu saja berlipat pahala dan berlipat kebaikan atas semua hal baik yang kita lakukan. Membahas mengenai puasa Ramadhan, tak jarang banyak orang yang was-was dan khawatir akan kesehatannya menghadapai puasa setiap hari selama sebulan penuh. Nah, ijinkan saya berbagi Tips kesehatan untuk menghadapai indahnya bulan Ramadhan yang semoga kita lewati dengan lancar dan selalu dalam lindungan Allah Swt. Aamiin.

Berikut ini tips tetap bugar meski puasa sebluan penuh ya Sist,

  1. Niat ikhlas berpuasa

Kita tahu kan, berpuasa di bulan Ramadhan salah satu rukunnya adalah niat. Kita harus mengambil niat untuk berpuasa saat malam sebelum hari berpuasa. Dengan niat yang tulus ikhlas akan membentuk alam bawah sadar yang siap untuk menghadapai apapun hal-hal yang terjadi terkait jalannya puasa esoknya. Bangun untuk makan sahur, akan lebih mudah jika kita berniat sebelumnya. Juga rasa lapar yang wajar mendera akan lebih mudah diajak kompromi disbanding saat kita tidak berpuasa. Semua sudah di setting secara otomatis oleh tekad kuat kita untuk menjalankan kewajiban kita sebagai manusia, menunaikan puasa Ramadhan. Gimana? Jangan sepelein niat ya? Karena organ-organ tubuh juga akan disiapkan sedemikian rupa, setelah dipimpin oleh niat yang tulus tersetus dari alam sadar kita.

  1. Perbanyak Minum air putih

Minum air putih, meskipun dalam keadaan puasa harus tetap memenuhi jumlah minimal kebutuhan tubuh kita terhadap air, yaitu minimal 8 gelas sehari. Kapan saja saat yang tepat kita harus minum saat siangnya berpuasa?

Yah, minum air putih tidak harus menunggu kita merasa haus, kalau ini yang kita jadikan patokan, otomatis kita hanya akan minum saat siang hari, padahal siang hari kita sedang dalam keadaan berpuasa. Ya, kan? Nah, saat yang tepat untuk kita minum air putih adalah – 1 gelas saat berbuka puasa

  • 1 gelas menjelang makan saat berbuka puasa
  • 1 gelas setelah makan saat berbuka puasa
  • 1 gelas menjelang tarawih
  • 1 gelas setelah tarawih,
  • 1 gelas menjelang tidur
  • 1 gelas sebelum makan sahur, dan
  • 1 gelas setelah makan sahur.

Dengan terpenuhinya kebutuhan air putih oleh tubuh, tubuh akan dengan mudah mempertahankan turgor sel-sel tubuh kita agar tetap dalam keadaan segar. Sebagai patokan kecukupan air putih dapat dilihat dari warna air kencing kita. Jika semakin kuning artinya kita kurang minum air putih. Sebaliknya, semakin jernih / bening air kencing kita maka kebutuhan air putih untuk tubuh sudah tercukupi. Cukup minum air putih juga akan menjaga kesehatan ginjal kita loh, kencing lancar, potensi infeksi saluran kencing jadi semakin kecil.

  1. Makan dengan porsi yang cukup, menu yang seimbang dan sesuai jadwal

Ada kalanya, saat berbuka puasa kita tidak bisa mengatur jadwal makan kita, pun mengatur menu makan kita. Lebih sering kita makan dengan menu yang asal dan jadwal yang “semau gue”. Begitu terdengar adzan Magrib, maka semua makanan dan minuman yang tersedia di meja akan dengan kilat kita sambar begitu saja. iya, nggak?

Sebaiknya, woles aja guys, yang paling penting kita membatalkan puasa dulu. Dengan segelas air putih akan menghapus dahaga. Juga beberapa buah kurma bagus untuk segera mengembalikan energy yang sejak siang begitu minim. Kemudian tunaikan salat magrib dulu, baru setelahnya kita mulai makan besar untuk berbuka puasa. Selain tidak tergesa-gesa, makan dalam keadaan santai juga tidak akan mengundang “nafsu rakus” karena semua sudah terlewati dengan segelas ari putih dan beberapa butir kurma.

Makan dengan menu yang seimbang dan porsi yang wajar akan memberi semua nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Menu yang seimbang dengan porsi yang wajar itu seperti apa? Dalam satu piring terdapat ¼ bagian untuk nasi, ¼ bagian untuk lauk, dan ½ bagian untuk sayur dan buah. Waktu makan yang terjadwal juga akan membantu kerja lambung mengenali jadwalnya sendiri. Hal ini berpengaruh dalam produksi asam lambung sebagai salah satu faktor yang membantu mencerna makanan. Asam lambung menjadi stabil dan kemungkinan terjadi sakit magh menjadi kecil. Pernah mendengar, bahwa dengan berpuasa justru akan menyehatkan orang dengan sakit magh?

  1. Perbanyak asupan buah dan sayur

Sayur dan buah, kenpa harus diperbanyak? Tentu saja karena kandungan serat dan vitaminnya yang juga penting untuk tubuh. Serat membantu tubuh untuk melancarkan pencernaan dan melancarkan buang air besar. Sedangkan vitamin yang terkandung dalam buah dan sayur akan banyak berfungsi untuk menjaga kekebalan tubuh. Juga kandungan airnya yang banyak akan memberikan kesegaran bagi tubuh.

  1. Hindari makanan yang terlalu pedas dan atau berlemak

Ini penting. Saat berpuasa, usahakan makan makanan yang aman untuk lambung. Makanan yang terlalu pedas dan berlemak akan lebih mudah membuat lambung memproduksi lebih banyak asam lambung yang akan menyebabkan lebih mudah terjadinya gangguan pada lambung. Kandungan lemak juga akan menyebabkan rasa eneg berkepanjangan yang akan membuat rasa tidak nyaman seharian saat berpuasa.

  1. Hindari minuman bersoda atau terlalu banyak gula

Minuman bersoda dan banyak mengandung gula sebaiknya dibatasi. Hal ini karena kecenderungan zat gula bersifat menarik air sehingga cadangan air di dalam tubuh akan banyak terserap oleh zat gula. Tubuh pun akan lebih mudah merasa haus karena mengalami dehidrasi.

Gimana? Siap menghadapi puasa dengan bugar??

-ew-