Berbagilah! Allah Akan Mencukupkan Semua Kebutuhanmu Sebesar Apapun Itu

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari, secara sembunyi dan terang-terangan maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”

(QS. Al Baqarah: 274)

 

“Maaf, Mbak. Uang saya kurang dua puluh ribu,” perasaan tidak enak jelas sekali terdengar, meski si ibu sudah berusaha berbisik ke mbak-mbak kasir berkerudung biru.

Perempuan yang bertugas sebagai kasir hanya tersenyum masam tanpa berkomentar.

Sebelumnya, ibu berjilbab coklat muda itu mendorong keranjang belanjanya yang sudah terisi bermacam bahan pokok ke arah kasir. Di sebelahnya, anak laki-laki berusia sekitar 6 tahun menarik-narik baju si ibu, raut wajahnya memohon, juga tangan kanan mungilnya menunjuk ke sebuah kotak merah berisi bermacam rasa es krim lezat. Kotak itu berada di sisi kiri agak jauh dari meja kasir. Si ibu dengan lembut mengangguk dan tersenyum. Sontak, si anak berjingkrak berlarian menuju lemari es krim yang dimaksud. Dengan tangan kanannya ia ambil sekotak es krim rasa coklat.

Sesaat kemudian petugas kasir dengan cekatan menghitung total harga belanjaan yang didekatkan ke meja kasir. Satu persatu  barang belanjaan diangsurkan perempuan yang kini mulai gelisah melihat monitor angka yang menunjukkan total biayanya.

“Dua ratus tiga puluh empat ribu delapan ratus rupiah,” batin si ibu mengeja. Semenjak awal sepertinya sudah diperhitungkan total belanjanya, hingga ia lupa saat anak laki-lakinya meminta es krim yang tidak ia duga.

Ia keluarkan semua isi dompet, beberapa lembar uang ribuan di saku gamis, juga uang koin lima ratusan dan ratusan yang ia temukan di kantong kecil depan tas yang di cangklongnya.

Beberapa kali dihitung ulang uang-uang itu. Tetap sama. Si ibu semakin gelisah, tangan kirinya mengelus kepala anak laki-laki yang kini sibuk menjilat es krim yang mulai meleleh.

 “Gimana kalau belanjaan ini saya kurangi senilai uang yang ada saja, Mbak?” pinta ibu itu.

Petugas kasir menghela napasnya. Mungkin lelah, atau malas melakukan hal yang sama harus berulang.

“Jadi yang mau dikurangi yang mana?” tanyanya datar kepada perempuan yang kini mulai terlihat kikuk.

Tak diketahui siapa pun. Seorang pemuda yang berdiri tepat di belakang si ibu sudah memperhatikan semua yang terjadi.

“Mbak, biar yang dua puluh ribu dimasukkan ke tagihan saya saja nanti, ya!” pengin rasanya pemuda berbaju hitam bilang seperti itu ke kasirnya. Pasti si ibu sangat lega. Atau malah tidak enak? Namun ternyata tidak! Pemuda itu urung melakukannya!

Diam-diam pemuda itu mengambil selembar uang Rp. 20.000,- an dari dalam sakunya. Diremas-remasnya lembar uang berwarna hijau itu, kemudian ia jatuhkan ke lantai, tepat di sebelah kaki si ibu.

“Maaf, Bu! Barusan saya lihat ada yang jatuh dari saku ibu,” pemuda itu dengan sopan berbisik dan mengarahkan telunjuk tangan kanannya ke arah bawah, ke tempat uang yang tadi dilemparnya berada.

“Oh, ya Allah, Alhamdulillah!” seolah ia ingin berteriak lega namun ditahannya. Segera ibu itu memungutnya dengan tangan gemetar.

“Ini ya, Mbak! Terima kasih, Mas!” Nampak sekali kelegaan di raut mukanya, ia pandangi anak laki-laki yang masih juga sibuk makan es krim di sebelahnya. Sengaja ia biarkan anaknya memakan es krim dulu setelah barkodenya berhasil di-scan di mesin kasir.

***

Bisa saja pemuda itu melakukan kebaikan yang pertama. Namun mengapa pemuda itu mengambil pilihan kedua untuk membantu si ibu membayar kekurangannya? Ternyata pemuda itu lebih yakin hatinya bahwa Allah Maha Melihat. Dengan pilihan itu pun perasaan si ibu masih tetap terjaga, tidak perlu sungkan merasa berhutang budi. Biarlah Allah saja yang tahu.

***

Semua jamaah serempak menghembuskan napas, seolah tarikan napas yang tadi diambilnya lupa untuk dikeluarkan. Kisah nyata yang diceritakan oleh ustadz di depan terdengar mengharu biru. Termasuk saya yang tak henti merinding mendengar bagian akhir yang dikisahkan laki-laki berbaju koko di depan sana. Ah, Alhamdulillah, banyak hikmah dan manfaat meski kita hanya duduk mendengarkan di majelis mengaji itu.

Ingat beberapa malam lalu saat saya bersama suami dan dua anak kami sedang mencari makan di seputar Mandala Krida.

Tiba-tiba motor yang kami naiki menepi dan berhenti. Suami mematikan mesin motor dan diam tanpa bicara apa pun. Hanya kepalanya yang beberapa kali menoleh ke belakang. Aku pun mengikuti gerakan itu.

Tak selang berapa lama sebuah gerobak rongsok ditarik oleh seorang ibu tua. Terlihat kepayahan dan lelah. Di atas gerobak seorang bocah perempuan yang juga tampak lebih lelah dan mengantuk duduk di antara rongsok yang mereka bawa. Gerobak itu berjalan perlahan melewati kami.

Waktu itu sekitar pukul 8.30 malam. Tiba-tiba suami merogoh saku belakangnya, dari dalam dompet ia ambil dua lembar uang berwarna merah. Lalu disodorkannya kepada saya.

“Cepat, kasihkan ke adek itu!” perintahnya.

Tumben, biasanya dia tak sedikitpun mau merepotkanku yang sedang menggendong anak bungsu kami yang tertidur. Tapi karena posisinya juga lebih sulit untuk berdiri karena menahan anak kami yang lebih besar sedang tertidur di depannya, maka ia meminta tolong agar saya yang mengejarnya.

Refleks, entah karena takut kehilangan jejak atau rasa iba yang tiba-tiba muncul yang memberiku kekuatan untuk segera turun dari motor dan berlari mengejarnya.

“Ini, Dek! Buat sarapan besok” Kuangsurkan dua lembar uang itu sambil tersenyum setelah meminta sang ibu untuk berhenti sejenak.

Anak kecil itu terdiam, ragu, kedua matanya melihat ke arah tanganku yang masih mengambang di udara. Pandangan dialihkan ke ibunya yang masih juga membisu di depan gerobak. Bingung! Raut muka yang sejenak kutebak.

“Ini…!” kuangsurkan uang itu lagi. Sekali lagi bocah perempuan itu memandang ibunya meminta pendapat. Baru tangan mungilnya mengambil dengan sangat perlahan uang yang kusodorkan setelah ibunya yang tampak letih mengangguk tersenyum. Ada binar yang tiba-tiba muncul. Ada bahagia yang meluap namun tertahan.

“Terima kasih!” suara itu hampir tak bisa kudengar. Tapi begitu merdu. Begitu menyejukkan. Aku terpaku. Baru setelah klakson berbunyi aku lari menuju motor yang masih berhenti di belakangku.

Kami memutar arah untuk kembali. Namun kami putuskan untuk mampir ke warung bakso di perempatan jalan. Bakso yang kami pesan hampir tak dapat kurasakan. Ada bahagia lembut yang menelusup entah ke dalam sana. Bukan bahagia yang menghentak.

Kami masih sama-sama diam. Hanya tangan kami yang erat saling menggenggam. Seolah kami sepakat. Tak perlu saling tanya nama, apalagi alamat. Biarlah kami segera lupa. Kami hanya ingin menabung “rasa”nya berbagi.

Rasa yang tidak bisa kami ungkapkan, namun bisa kami rasakan. Saat betapa orang yang kita beri hampir tak tahu caranya meluapkan bahagia. Biarlah itu menjadi kenangan manisnya yang menggunung, yang semoga hanya Allah saja yang tahu.

Bahkan, meski entah berapa lembar dan warna apa uang yang tersisa di dompet suami, sungguh bukan hal yang mengkhawatirkan lagi bagi kami.

Semenjak kami “berbagi” untuk Allah, tak lagi ada rumus matematika manusia yang kami berlakukan, kami memilih menggantinya dengan rumus matematika Allah SWT. Saat rumus manusia mengatakan 10 dikurangi 2 sama dengan delapan, maka rumus matematika Allah bisa saja 10 dikurangi 2 sama dengan 28 atau bahkan 208? Masya Allah, Allah Maha Kaya!

Dengan berbagi setidaknya kami memperoleh ketenangan yang belum pernah kami temui sebelumnya. Hanya perlu yakin dan percaya bahwa Allah itu yang Paling Maha Melihat, Allah Maha Kaya, Allah Maha Penyantun.

Dulu, kami hanya akan merogoh kocek yang sangat dangkal, mencari selembar uang yang sudah sangat lusuh dan tak cukup untuk membeli sebungkus nasi angkringan pun. Untuk kami bagi dengan orang yang meminta-minta. Terkadang jika tak menemukan selembar pun uang lusuh atau beberapa koin, kami urungkan ‘berbagi”.

Kami ketakutan jika akan berbagi. Nanti gimana untuk makan siang? Jangan-jangan nanti nggak bisa bayar ini atau bayar itu? Nyatanya memang banyak sekali sesuatu yang tak bisa kami bayar meski kami sudah super ‘irit” untuk berbagi, padahal secara nominal gaji yang kita terima setiap bulan cukup besar.

Kami lupa bahwa berbagi itu untuk Allah SWT, tapi melalui tangan dan air mata kaum fakir dan dhuafa. Hanya dengan berbagilah harta kita utuh sampai sana (akhirat).

Kini, setelah berusaha tak lagi hitung-hitungan sama Allah, saat kami berpikir tak ada lagi jalan keluar dari semua masalah berat, Allah SWT yang memberi petunjuk. Saat kami berpikir dari mana rejeki untuk membayar sekolah anak-anak? Allah lah yang tiba-tiba menggelontorkan sejumlah rejeki, tepat dengan jumlah yang kita butuhkan saat itu dari arah yang tak kita duga sangka. Saat kami berpikir semua hal mustahil, ada asa yang selalu Allah janjikan melalui ayat-ayat-Nya.

Kami tak lagi memilih lembaran uang paling lusuh, justru kami memilih yang paling besar dan paling baru di dompet kami saat itu untuk berbagi. Ke ibu-ibu tua, kakek-kakek renta yang berjualan koran, atau anak kecil yang menjajakan keripik di setiap masjid selepas shalat Jumat. Juga untuk pembangunan dan perawatan masjid melalui kotak infak di setiap lima waktu shalat.

Kami tak takut lagi untuk berbagi, karena kami yakin harta itu bisa kami bawa mati. Harta itu akan kembali kita miliki di sana, menjadi saksi amal kebaikan kita. Harta yang kita bagi itulah yang sejatinya utuh menjadi milik kita atas izin Allah SWT.

Apakah kami mejadi kaya? Iya, kami menjadi kaya, kaya hati! Alhamdulillah, kami lebih bisa merasakan ketenangan dan kebahagiaan hidup. Kami lebih diberi kesehatan oleh Allah SWT. Anak-anak dijaga Allah saat bermain maupun saat berada jauh dari pantauan kami orangtuanya. Dan hubungan keluarga menjadi lebih harmonis, saling menyayangi, menghargai dan menghormati.

Kami menjadi serba berkecukupan tanpa kami merasa khawatir menjaga harta di dunia karena takut dicuri. Nyatanya, setiap apapun kebutuhan kami, selalu Allah penuhi pada waktunya. Insyaallah!

Apa pun yang kita niatkan hanya untuk mendapat ridla-Nya, Allah lah yang akan menyulap semuanya baik-baik saja. Biarlah hina di depan manusia karena kita tak punya harta, yang terpenting di depan Allah kita punya angka. Sungguh saat kita jalani semua hal di kehidupan dengan lapang dada dan ikhlas, Allah yang akan membayarnya dengan ketenangan dan kenyamanan yang tak disangka-sangka.

Berbagi, merupakan hal yang paling Allah cintai. Berbagi terhadap sesama yang membutuhkan. Dan yakinlah, Allah tak pernah ingkar janji. Kita percayakan saja semua pada rumus matematika Allah. Rumus yang bahkan tak pernah mengenal masuk akal atau tidak. Nyatanya memang Allah-lah Maha Kaya, Allah-lah Maha Penyantun. Kita berbagi menyantuni sesama manusia yang membutuhkan maka kita akan disantuni oleh Allah, dan hanya Allah lah yang Maha Mengetahui jumlah yang pantas bagi kita.

”Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa saja yang Dia kehendaki dan Allah Maha Luas Maha Mengetahui.” (QS: Al Baqarah: 261)

Kriteria infak atau sedekah yang seperti apa yang diterima Allah SWT?

Berikut ciri atau syarat-syarat infak yang diterima Allah SWT, (berdasarkan QS. Al Baqarah : 262 – 274):

  1. Infak yang tidak disebut-sebut atau yang tidak diikuti tindakan menyakiti orang yang diberi infak
  2. Infak yang diberikan hanya dengan niat untuk mendapat ridla Allah SWT
  3. Infak dari harta atau hasil usaha yang baik bukan yang buruk
  4. Boleh dilakukan dengan terang-terangan atau sembunyi-sembunyi, siang atau malam hari
  5. Jika ada sedikit kebaikan dari harta yang diinfakkan, maka semuanya untuk dirimu sendiri
  6. Apa pun harta yang diinfakkan, niscaya Allah akan memberimu (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan)

Jangan takut berbagi, karena berbagi merupakan salah satu yang ditakuti oleh setan dari manusia.

“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan  kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir) sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu. Dan Allah Maha Luas Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 268)

BERBAGI, TAKUT SALAH SASARAN?

Kini, berbagi menjadi lebih mudah, karena Dompet Dhuafa memberikan bantuan dengan banyak pilihan layanan untuk menyalurkan donasi bagi pihak yang tepat, melalui:

  1. Kanal donasi online (donasi.dompetdhuafa.org)
  2. Transfer bank
  3. Counter
  4. Care visit (meninjau langsung lokasi program)
  5. Tanya jawab zakat
  6. Edukasi zakat
  7. Laporan donasi

Jadi bukan lagi mengenai kelebihan, cukup atau kekurangan harta? Namun tentang mau apa tidak kita lakukan, sekarang! Mari berbagi!

Mulailah dengan yang sangat kecil yang kita mampu (bahkan hanya dengan uang sebesar 10 ribu pun kita bisa mendonasikannya melalui Dompet Dhuafa), selebihnya kamu akan merasakan kecanduan dan semakin berusaha meningkatkan dosis berbagi yang lebih besar lagi untuk mendapatkan ketenangan yang lebih tinggi. Allah tak pernah ingkar janji! Insyaallah, Allah yang akan semakin memampukan!

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog Jangan Takut Berbagi yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa.”

Ayo Minum Air, Danone AQUA luncurkan ‘Zona Kebaikan Air’ di Taman Pintar Yogyakarta

Aku mau air… aku sehat … Aku mau air … aku sehat …

Aku mau air … aku sehat … Aku mau air… aku sehat…

Satu, dua, tiga, empat, lima, enam gelas! Aaaku sehat! Aaaku kuat!l

Lagu yang simple dan gerakan senam yang ceria. Senam AMIR (Ayo Minum Air) menjadi ikon peresmian “Zona Kebaikan Air” yang diluncurkan oleh Danone Aqua bekerjasama dengan Taman Pintar Yogyakarta pada hari Senin, 8 April 2019. Zona ini merupakan pembaruan dari Zona Air sebelumnya yang sudah dibuat pada tahun 2013 lalu. Peresmian Zona Kebaikan Air oleh Haryadi Suyuti Walikota Yogyakarta berlokasi di lantai 2 Gedung Kotak Taman Pintar, Yogyakarta.

Kenapa Harus Air Putih?

Acara Peresmian Zona Kebaikan Air Taman Pintar Yogyakarta – doc. pri

“Aku nggak suka air putih, pahit!” begitu kebanyakan jawaban anak saat disuruh minum air putih.

Alhamdulillah, mengajak Aishya di acara ini bersama puluhan teman-teman blogger juga media, secara otomatis mengedukasinya untuk membiasakan minum air putih sejak dini. Gerakan senam dan lagunya sangat dia suka. Juga saat berkeliling di Zona Kebaikan Air, matanya selalu berbinar antusias melihat semua gambar dan video yang menjelaskan tentang semua kebaikan air. Semenjak itu, dia selalu termotivasi untuk minum air putih agar tubuhnya sehat, katanya.

Ternyata anak mau berlaku apa saja sesuai dengan mindset yang dibentuk di otak mereka. Saat informasi yang masuk diberikan melalui cara yang mereka suka, maka secara otomatis akan merubah kebiasaan mereka dari yang pola hidup tidak sehat menjadi pola hidup sehat. AMIR, gerakan Ayo Minum Air ini sangat pas untuk merubah mindset anak tentang pentingnya minum air putih. Mereka tidak suka disuruh, tapi mereka akan lebih tertarik untuk ikut mencobanya saat mereka diajak bukan disuruh.

Kebiasaan minum air putih, salah satu kebiasaan yang harus kita terapkan pada mereka untuk membentuk generasi yang lebih sehat yang memiliki fungsi kognitif, fungsi memori dan ketahanan fisik yang mendukung performa mereka di sekolah.

Menurut dr. Tria Rosemiarti, selaku Hydration Director PT. Tirta Investama (Danone-Aqua), kebutuhan air putih pada anak sebanyak 6 gelas setiap harinya untuk menjaga hidrasi tubuh agar memenuhi kebutuhan hidrasi yang sehat guna membantu meningkatkan taraf kesehatan di Indonesia. Kapan saja waktu yang tepat untuk minum air? Adalah saat bangun tidur pagi hari, saat makan, saat bermain dan saat belajar. Jangan menunggu haus untuk minum air putih.

Kenapa harus air putih? Karena air putih merupakan bagian dari nutrisi yang berperan penting dalam fungsi fisiologis tubuh. Fungsi normal tubuh akan berjalan jika 60% komposisi tubuh yang terdiri dari air tetap terjaga.

Fungsi kognitif anak yang paginya minum cukup air putih sebelum berangkat sekolah akan lebih optimal dibandingkan dengan anak yang tidak minum air putih di pagi hari. Karena komposisi tubuh kita 60% terdiri dari air, menuntut kebutuhan hidrasi sehat dengan minum air putih untuk menjaganya tetap berfungsi dengan baik.

Zona Kebaikan Air

Sesuai dengan visi Danone, “One Planet One Health” di mana dipercaya bahwa kesehatan masyarakat ditentukan oleh gaya hidup dan lingkungan yang juga sehat. Perusahaan ini selalu berusaha memberikan kebaikan kepada masyarakat dengan menyediakan hidrasi sehat sekaligus memelihara keberlangsungan alam.

Memilih Taman Pintar sebagai wahana sarana edukasi merupakan tindakan yang tepat karena selain sebagai tempat bermain, Taman Pintar juga sangat strategis untuk memberikan edukasi sekaligus mendorong gaya hidup sehat, juga pemenuhan hidrasi sehat serta tidak lupa akan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan kepada anak-anak sejak usia dini, ungkap Jeffri Ricardo, selaku Marketing PT. Tirta Investama (Danone-Aqua).

Selain pengetahuan mengenai bagaimana cara pemilahan air, merawat air, di zona kebaikan air ini juga dijelaskan bagaimana cara pengambilan air yang sehat untuk pemenuhan hidrasi sehat untuk tubuh. Juga pengetahuan cara perawatan kualitas air tanah agar tetap terjaga dari kontaminasi sampah yang akan menurunkan kualitas air tanah yang kita konsumsi. Danone-Aqua semenjak tahun 1993 mempromosikan inisiatif daur ulang  pertama melalui program AQUA Peduli.

“Sekarang kami dapat mengumpulkan 12.000 ton plastic setiap tahunnya melalui 6 Recycling Business Unit di berbagai lokasi di Indonesia sambil menciptakan manfaat ekonomi bagi ratusan pemulung dan pendaur ulang.” Papar satu-satunya lelaki yang ikut duduk di sofa panggung bersama dengan tiga narasumber lainnya di acara Peresmian Zona Kebaikan Air ini.

Pada tahun 2018, Danone-Aqua telah menginisiasi gerakan #BijakBerplastik yang memperkuat komitmen Danone-Aqua untuk mewujudkan Indonesia yang lebih bersih, dan mendukung tujuan pemerintah Indonesia untuk mengurangi sampah di lautan melaui tiga aspek inti, yaitu: pendidikan, inovasi produk dan pengembangan infrastruktur pengumpulan sampah. Memilih Taman Pintar sebagai tempat edukasi ini bertujuan untuk memperkuat focus Danone-Aqua dalam pendidikan seputar pengelolaan sampah plastic secara bijak sejak usia dini.

Bedanya Dengan Zona Kebaikan Air Sebelumnya?

Zona Kebaikan Air yang baru saja diperbarui memiliki beragam wahana yang semakin interaktif dilengkapi dengan bermacam area edukasi seperti:

Area Edukasi PIJAR (Pilih, Jaga, Rawat yang memebrikan pengetahuan bagaimana cara menjaga kualitas dan kuantitas air. Dijelaskan dengan berbagai alat peraga juga audio visual berupa video yang lebih membuat suasana belajar menjadi menyenangkan dan mengasyikan.

Area berikutnya adalah Area Gerakan AMIR (Ayo Minum Air) & Edukasi pentingnya menjaga hidrasi dan fungsi meniral dalam tubuh. Video senam Ayo Minum Air yang sangat mudah dan sederhana membuat anak-anak lebih mudah menghafal dan mengikuti gerakannya sekaligus. Gerakan ini secara otomatis akan memberikan semangat baru bagi anak agar membiasakan minum air putih 6 gelas setp hari. Juga dilengkapi dengan gambar besar yang menjelaskan bahwa kebutuhan setiap anggota keluarga memiliki jumlah kebutuhan air putih masing-masing. Ayah membutuhkan 10 gelas air putih setiap hari, wanita dewasa 8 gelas sehari, ibu hamil 10 gelas setiap hari, dan kakek nenek serta anak-anak membutuhkan hanya 6 gelas setiap hari. Kebutuhan itu harus dipenuhi agar tubuh kita tetap bekerja secara optimal dengan menjaga hidrasi tubuh tetap sehat.

Jadi, mau belajar tentang seluk beluk air sehat bersama anak? Siapa sih nggak pengin anak-anak kita mempunyai kebiasaan minum air putih sejak dini? Yuk, ah ajak anak-anak untuk bermain dan belajar tentang kebaikan air di Zona Kebaikan Air Taman Pintar Yogyakarta! Jangan ketinggalan, ya! Karena pada Desember tahun 2018 lalu, kunjungan wisatawan ke Taman Pintar telah menembus angka satu juta pengunjung.

Menurut Haryadi Suyuti selaku Walikota Yogyakarta, dengan adanya pembaruan zona-zona seperti Zona Kebaikan Air ini, ke depannya angka kunjungan ke Taman Pintar akan terus meningkat dan menjadi salah satu destinasi wisata anak dan keluarga sekaligus wisata edukasi popular di Indonesia bahkan Asia Tenggara.

Nah, ada yang mau ketinggalan? Pasti enggak, kan!

Sinopsis Film Terbaru “Kuambil Lagi Hatiku” Film Perdana PFN Setelah 26 Tahun Mati Suri

“Dilahirkan ibuku, adalah keberuntungan terindah untuk selamanya buatku.”

Satu dari sekian banyak quote sederhana yang disematkan dalam aneka bentuk dialog di film itu, terus saja terngiang di ingatanku. Ibu, bagaimana pun keadaannya, dialah sosok yang tercantik dan tersempurna bagi kita. Tak akan ada satu pun yang mau seandainya saja ada yang memberi tawaran untuk menukar ibu. Ibuku adalah nomor satu.

Apapun kondisinya, apapun alasannya, apapun resikonya, cinta seorang ibu kepada anaknya dan sebaliknya cinta seorang anak kepada ibunya akan selalu tumbuh subur dan indah. Meskipun tanah tempatnya berada, juga pupuk dan air serta segala kebutuhan di dalamnya kadang tercabik sesuatu di luar kuasa.

Adalah Shinta, seorang gadis cantik, cerdas dan supel, yang diperankan oleh Lala Karmela, memiliki cerita hidup yang sempurna. Ia lahir dan dibesarkan di sebuah kota di India. Bekerja di sebuah toko roti terkenal, dia mengandalkan resep roti dari ibunya yang berasal dari Borobudur Indonesia. Ibunya yang cantik selalu mendukung apapun yang dilakukan oleh anak semata wayangnya, hingga ia tumbuh menjadi anak yang menyenangkan dan memesona setiap orang yang ditemuinya. Termasuk Vikash, seorang pemuda tinggi keturunan India, tampan, dengan jambang tipis yang merata di dagu, memilihnya untuk dinikahi. Berbagai persiapan memenuhi lembar checklist Shinta Malhotra, perempuan India yang berdarah Indonesia dari ibunya yang bernama Widi.

Fitting baju, penentuan hari baik dan aneka urusan pesta sudah fix, termasuk undangan pun sudah dibagikan.

“Bu, besok diundang mamanya Vikash, lunch di rumahnya pukul 11.00 ontime!” ucap Shinta seraya mengeraskan suaranya agar terdengar oleh ibunya yang masih berada di dalam.

Ia sandarkan badan yang penat di sofa ruang tamu setelah seharian bekerja. Lampu-lampu masih belum dinyalakan meski hari sudah mulai malam.

“Buu, ibuuu…!” belum juga mendapat respon, ia bangkit dari duduknya dan mulai melangkahkan kaki perlahan.

Kamar ibunya kosong. Hanya ada sebuah laptop dalam keadaan terbuka.

“Buu…, Ibuuu,” Ia beranjak ke dapur lalu ke ruang tengah sambil terus memanggil ibunya.

Belum juga ia menemukan perempuan yang melahirkannya. Tiba-tiba kedua manik matanya menangkap bayangan kertas notes di meja makan.

“Ibu pergi dulu, minggu depan sudah pulang,” sebaris tulisan tanpa diberi keterangan sedikit pun mengenai kemana, acara apa, naik apa.

Gadis itu lunglai di kursi makan. Ia coba menghubungi nomor Hp ibunya beberapa kali. Namun sama, hanya operator yang menjawab panggilannya.

Bagaimana mungkin? pernikahnnya tinggal seminggu lagi dan ibu pergi begitu saja tanpa bisa dihubungi. Bahkan ia pun tak bisa menebak di mana ibunya kini berada.

Ia melangkahkan kaki ke kamar ibunya. Tak sengaja ia temukan selebar foto usang. Dua anak perempuan dan satu anak laki-laki sedang tersenyum di sebuah candi. Candi Borobudur.

Bagaimana kisah selanjutnya? Di tengah desakan keluarga Vikash yang diperankan oleh Sahil Shah, di India yang tak lagi mau menunda acara pernikahan, Shinta justru mendapat masalah bertubi-tubi di kampung halaman ibunya, Borobudur. Shinta dikejutkan dengan asal usul jati dirinya dan masa lalu kelam ibunya yang tak seindah bayangannya selama ini.

Akan kah Shinta dan Vikash berhasil menikah? Atau Shinta yang akhirnya menyusul ibunya ke Indonesia justru akan melupakan semua perihal persiapan pernikahannya yang notebene undangan acara sudah disebar oleh keluarga Vikash?

Simak Film KUAMBIL LAGI HATIKU. Sebuah film yang dipersembahkan oleh Perusahaan BUMN bidang perfilman, Produksi Film Negara bersama Taman Wisata Candi (TWC). Film komersil ini bergenre komedi namun sarat akan pesan-pesan bernilai tinggi mengenai nilai kekeluargaan, kasih sayang, status sosial dan lain-lain.

Film Indonesia yang disutrdarai oleh Azhar Lubis ini juga banyak merefleksikan kehidupan normal lengkap dengan aneka permasalahan juga kelucuan masyarakat Indonesia pada umumnya. Mengajarkan bahwa kasih sayang lebih bernilai dari sekedar kedudukan status sosial dalam sebuah masyarakat. Juga mengajarkan bahwa kasih sayang antar saudara akan selalu menjadi perekat satu sama lain yang tak pernah lekang dimakan waktu maupun dipisahkan oleh tempat.

Selain dibintangi oleh Lala Karmela, Sahil Shah dan Cut Mini, film yang akan menampilkan kemegahan Borobudur dan Taj Mahal ini juga akan diisi dengan sederet nama lainnya, termasuk Ria Irawan, Dimas Aditya, Dian Sidik, Ence Bagus, Tarsan, Yati Pesek, dan Marwoto.

Berlatar belakang keindahan Taj Mahal di India dan candi Borobudur di Indonesia membuat film ini semakin berkelas.

Film ini adalah film pertama yang diproduksi oleh PFN setelah 26 tahun “mati suri”.

Semoga dengan suksesnya film ini, menjadi titik tolak bangkitnya dunia perfilman Indonesia untuk kembali berkibar. Berkarya untuk semakin menebarkan manfaat kebaikan bagi seluruh rakyat Indonesia maupun dunia.

Jadi, siap dukung kebangkitan film Indonesia yang semakin berkualitas?

TAS BOLA BATHOK KELAPA GOES TO JAMAICA? JOGJA MEMANG GUDANGNYA KREATIFITAS ANAK BANGSA

TAS BOLA BATHOK GOES TO JAMAICA? JOGJA MEMANG GUDANGNYA KREATIFITAS!

“Pak, ini serius semua bahan bakunya dari bathok kelapa?” Saya masih tercengang dengan apa yang kulihat. Sejumlah tas cantik berwarna cokelat tua dengan beberapa titik kombinasi warna krem cenderung putih semakin menambah aksen unik dan etnis.

Bapak berpostur ideal menyunggingkan senyum seraya mengangguk membenarkan pertanyaanku. Bapak yang kemudian kuketahui sebagai owner dari sebuah perusahaan kerajinan bernama “Yanti Bathok and Craft” itu dengan cekatan menjelaskan tanpa diminta.

“Betul sekali, Mbak! Ini semua dari bathok kelapa, tas jinjing, tas selempang, dompet, tas bola, sabuk, teko beserta seperangkat cangkir juga terbuat dari batok kelapa kecil.” Laki-laki yang kemudian kuketahui namanya Pak Ahyani itu dengan runtut menjelaskan.

Penampakan tas bola berbahan bathok yang berhasil goes to Jamaica
(doc. pribadi)

Dari caranya menjelaskan saya bisa menebak bahwa, beliau sudah profesional dalam dunia craft lengkap beserta teknik marketing maupun manajemen perusahaannya.

Gelar Produk Craft & Fashion Istimewa

Replika unta dan anak-anak di Pyramid Bantul Yogyakarta (doc. pri)

Aku melangkah menaiki anak tangga satu per satu menuju ruangan utama diadakannya acara gelar Produk Craft & Fashion Istimewa. Replika unta terihat di kanan dan kiri tangga seolah menyambut para pengunjung untuk berada dalam suasana yang tenang dan santai. Ya, replika ini melengkapi atmosfer Pyramid menjadi semakin tradisional dan bersahaja.  Mengajak pengunjung untuk pelan-pelan menikmati setiap keistimewaan produk unggulan daerah Yogyakarta yang ditawarkan.

Acara yang digelar di halaman Pyramid Museum History of Java ini diprakarsai oleh Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta. Sebagai bentuk kepedulian, pendampingan dan pembinaan terpadu kepada para pelaku UKM guna mendukung perkembangan dunia usaha di kalangan masyarakat, mulai dari usaha mikro, kecil hingga usaha menengah. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mendukung tingkat kreatifitas yang harus bisa bersinergi dengan aneka kemajuan teknologi yang semakin cangggih di era revolusi industri 4.0 yang akan kita hadapi.

Mendekati panggung utama, saat itu sedang ada pemaparan materi mengenai Product packaging. Para pelaku usaha tampak antusias memenuhi kursi yang tepat berada di depan panggung utama. Diskusi dan sharing pengalaman begitu seru, terlihat dari komunikasi dua arah antara pemateri dengan para audiens yang mayoritas dari anggota pelaku usaha yang ikut serta meramaikan acara pameran itu.

Bu Yanti adalah salah satu peserta yang aktif bertanya maupun menjawab berbagai pertanyaan terkait dengan packaging. Benar saja, rupanya beliau adalah istri Pak Ahmadi, owner “Yanti Bathok & Craft” yang stand pamerannya berada tepat di sebelah selatan dari deretan kursi di depan panggung.

Pak Ahyani, owner Yanti Bathok and Craft Yogyakarta, tampak sedang berbincang dengan salah satu pengunjung. (doc. pribadi)

Sempat mengikuti beberapa menit, dapat saya simpulkan bahwa materi yang disampaikan oleh anak muda supel yang berbicara di depan, semata untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam meningkatkan kualitas produk dengan cara pengemasan produk barang yang aman dan menarik.

Ruangan itu luas dan adem, cukup memberikan kenyamanan di tengah pajangan aneka kecantikan produk lokal baik bentuk kerajinan maupun fashion.

Rasanya tak sabar ingin membahas satu per satu produk asli masyarakat Yogyakarta yang mendadak begitu aku kagumi ini. Kita mulai dari kerajinan, ya:

  1. Yanti Bathok and Craft

Stand ini begitu mencolok dan menarik kakiku untuk memilihnya menjadi tujuan pertama. Bukan karena paling dekat, tapi pajangan tas uniknya mengingatkan pada suatu masa di mana saya pernah berjualan tas serupa berbahan dasar bathok kelapa. Bedanya, jika dulu bathok itu disusun dalam potongan ukuran besar sekarang justru ukuran kepingan bathoknya begitu mungil dan rumit. Sampai-sampai saya harus memastikannya bahwa benar itu terbuat dari untaian kepingan bathok berukuran diameter 0.6 cm. Ukuran yang begitu kecil dan membutuhkan kerumitan lebih, namun menghasilkan produk yang lebih elegan dan detail.

Motif rumit dan mungil dari kepingan bathok kelapa yang tersusun dalam bentuk sebuah tas wanita yang cantik.
(doc.pribadi)

Tas dompet wanita two in one tampak dari samping. (doc.pribadi)

Menurut penuturan Pak Ahyani, usahanya sudah dimulai semenjak tahun 2002. Namun, seperti usaha lainnya di area Bantul, Yanti Bathok yang waktu itu masih dalam bentuk badan usaha CV mengalami kerugian besar terkena dampak gempa tektonik yang melanda Bantul dan sekitarnya pada tanggal 27 Mei 2006.

Ingatanku melayang di tahun yang sama. Memang, saat itu pusat kerajinan yang berada di desa Kasongan semuanya luluh lantak, rata dengan tanah. Semua perabotan tertimbun bangunan rumah yang menyisakan rentetan genteng yang berbaris rapi namun merebah seluruhnya mendekat ke bumi.

Efek gempa sempat membuat UKM yang awalnya hanya memproduksi kancing baju bathok ini mengalami vakum sekian tahun. Hingga akhirnya pada tahun 2012 Yanti Bathok & Craft ditata kembali. Berbenah mulai dari mengerucutkan bentuk usaha menjadi perorangan, Pak Ahyani mengelolanya bersama istri. Ia menambah kreasi produksi tak hanya kancing baju etnis, namun merambah ke kerajinan tas bathhok dan aneka pernak-pernik asesoris yang mampu mempercantik ruang tamu hingga dapur.

Produk termurah yang diproduksi adalah souvenir berupa gantungan kunci cantik dari bathok dalam aneka bentuk lucu dengan finishing menggunakan vernis. Untuk sebuah gantungan kunci mereka membanderolnya dengan harga mulai Rp 2.000,-. Sedangkan produk tas bathok mulai dari harga Rp 200.000,- hingga Rp 350.000,-

Aku bergeser ke bagian kiri meja display. Di sana ada 3 buah tas yang menurutku paling unik. Berbentuk bola dengan bagian tengahnya terpasang resleting untuk membuka tutup tas bola tersebut sehingga mampu menyimpan benda-benda pribadi cukup aman. Bathok separuh utuh itu dihiasi gambar bunga cantik yang semakin membuatnya nyeni.

Indahnya tas bathok bola dari Jogja goes to Jamaica (doc.pribadi)

“Nah, tas itu (saya menyebutnya tas bola, karena memang bentuknya bulat seperti bola) yang paling banyak peminatnya dari luar negeri,” ujar Bapak itu kalem.

“Wow! Luar negeri? Kirim ke mana, Pak?” tanyaku tak bisa sedikit pun menyembunyikan kekagumanku pada sosok yang bersahaja itu.

“Jamaica,” senyum bangganya terlihat begitu kentara.

Luar biasa, sekelas bathok, limbahnya kelapa, saat mendapatkan sentuhan cinta orang-orang kreatif, mampu melipatgandakan nasib baik hingga tak disangka mendapat cinta dari penduduk yang bahkan letak negaranya dalam peta dunia pun entah di mana.

Seolah tak ada habisnya, Pak Ahyani pun terus saja melanjutkan ceritanya tentang perjuangannya mengalami jatuh bangun hingga akhirnya sekarang memetik buah kegigihanya bersama istri.

Orderan tas serupa untuk dikirim ke Jamaica mampu mengisi agenda ekspedisi bahkan dengan frekuensi 3-4 kali pengiriman per bulan.

Selain Jamaica, tas etnis berbahan bathok itu juga pernah satu kali dikirim ke Republik Dominica, namun hingga saat ini belum ada permintaan lagi dari sana.

Tak menyurutkan semangat, karena selain menjual produk, Pak Ahyani dan Bu Yanti juga sering diundang untuk mengisi pelatihan dari berbagai kota maupun daerah mulai dari Sabang hingga Biak, belum Merauke, lanjutnya.

Selain mengisi pelatihan, pasangan suami istri itu juga aktif ikut serta dalam setiap pameran yang diadakan oleh dinas setempat maupun daerah lain. Bahkan sekali waktu, Bu Yanti pernah mengikuti pameran kerajinan di Belanda. Wow!

Menurutnya lagi, bahan baku bathok UKM tersebut sudah mempunyai supplier sendiri dengan kriteria bathok yang tak terlalu rumit. Untuk membuat aneka kerajinan bathok tersebut bisa menggunakan bathok kelapa tua berwarna coklat tua yang bisa langsung diproses, maupun bathok kelapa yang masih putih yang prosesnya mengharuskannya dijemur dahulu hingga kering baru kemudian diproses cetak menggunakan mesin semacam mesin bubut.

Warna coklat tua dan putih disusun sedemikian rupa sehingga saling memberi kombinasi warna yang semakin cantik. Sedangkan limbahnya berupa serpihan bathok, dimanfaatkan untuk dibuat briket arang sebagai bahan bakar.

Kartu nama Yanti Bathok and Craft Yogyakarta (doc. pribadi)

Belakangan, pasangan suami istri ini juga mulai mengembangkan kreasinya tak hanya produk bathok saja, namun segala bentuk produk kelapa mulai dari sabut kelapa hingga akarnya, agar mendapat nilai tambah. Mereka juga berharap bisa menularkan ilmu kreasi tersebut kepada seluruh warga di Indonesia. Biarlah rejeki Allah yang mengatur, yang penting ilmu yang dibagi bisa memberi manfaat dan juga menambah saudara dari berbagai kepulauan Indonesia, pungkasnya.

Aamiin, Pak! Semoga Allah ijabah, ya Pak! Niat bapak mengentaskan banyak masyarakat dengan cara yang indah. Pertahankan selalu dan tingkatkan kreatifitas tanpa batas!

  1. Decoupage Pandan

Mbak Asri dengan aneka produk decoupage anyaman daun pandan andalannya. (doc.pribadi)

Perempuan berjilbab ungu itu lincah memindahkan tas. Namanya Mbak Asri. Dia menuturkan bahwa menggeluti dunia usaha kerajinan tas hampir satu tahun ini. Namun, bukan lagi tas berbahan bathok. Kali ini tas berbahan daun pandan yang dianyam kemudian diberi sentuhan bermacam ornamen gambar floral warna-warni.

Awalnya saya mengira gambar bunga merah mekar dan dedaunan hijau pupus itu adalah sebuah lukisan yang diaplikasikan untuk mempercantik pandan kering yang warnanya putih tulang itu.

Rupanya, itu bukanlah lukisan seperti yang kukira.

“Bukan, itu bukan lukisan, Mbak. Itu adalah gambar motif dari sebuah tissue decoupage yang ditempelkan ke anyaman daun pandan kering (bisa kayu, dauh kering, plastik atau bahan lainnya) kemudian dilem dan diproses deco,” jelas mbak Asri.

“Oh, ya?” aku hanya melongo. “Tempelan tissue?” sekali lagi kupastikan.

Mbak Asri mengangguk tersenyum. Kedua tangannya sibuk mencari sesuatu di layar gawai berwarna putih di tangannya.

“Ini loh, Mbak!” ujarnya menunjukkan sesuatu. Anganku melayang menuju ke suatu peristiwa di mana aku menyaksikan embak-embak yang sedang mempraktekkan teknik decoupage step by step di layar kaca.

“Oh, I see. Masya Allah, bagus banget, Mbak!” pungkasku.

Rupanya Mbak berperawakan tinggi itu mendapatkan semua idenya dari internet. Selain anyaman pandan, proses deco juga dia lakukan pada telenan kayu, botol dan lainnya.

Teknik decoupage pada botol (doc.pribadi)

Mbak Asri membuka usaha ini sejak hampir setahun ini. Meski mengandalkan pemasaran via online dan offline, namun menurut dia pasaran yang lebih menjanjikan justru yang via online.

“Pernah, waktu itu kita mengirimkan orderan ke Papua. Ya, sementara jarak terjauh pemasaran kami memang Papua, belum sampai tahap internasional.” Mbak Astri menjelaskan tanpa keraguan sedikit pun mengenai kualitas yang kini sudah menembus pasar nasional itu.

Kedua matanya optimis. Dara asal Bantul itu mampu memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk memfasilitasi daya kreatifitasnya yang mampu menghasilkan sebuah karya, memperkaya sumber daya manusia, juga membuka peluang kerja bagi sekitarnya.

Tak hanya belajar dari internet, usahanya juga dia kembangkan terus melalui pembinaan langsung dari dinas koperasi dan UKM DI Yogyakarta. Berbagai pelatihan yang diadakan oleh dinas tersebut kerap diikutinya. Pelatihan packaging, pelatihan marketing dan juga pelatihan lain yang mendukung berkembangnya usaha-usaha kecil menengah di area DIY.

Dengan aktif berkomunitas yang positif, juga mengikuti berbagai kegiatan, saya pikir tak menunggu lama usaha semacam decoupage tas anyaman pandan ini bisa menembus pasar internasional, semoga!

Kartu nama Asri Pamungkas, decoupage Jogja (doc.pribadi)

Mbak Asri Pamungkas, yang menamai akun facebooknya sama dengan nama lengkapnya dan menandai akun instagramnya dengan nama Gias_olshop membuka stand-nya di Museum Pyramid, jalan Parangtritis, Bantul Yogyakarta.

  1. Kain Jumputan [Bukan] Batik

Kain jumputan dengan pewarnaan alami yang indah (doc.pribadi)

Tepat bersebelahan meja dengan tas pandan. Saya hanya butuh bergeser beberapa langkah saja menuju meja penuh dengan kain berwarna cokelat lembut dengan aneka motif apik itu. Tentu saja, sebagai wanita, saya langsung tertarik dengan kain [bukan] batik jumputan itu.

“Oh, bukan! Ini bukan batik Mbak, kalau batik kan harus melibatkan canting dan malam yang menutupi sebagian permukaan kainnya, baru kemudian diberi warna. Ini namanya kain jumputan,” ibu berkaca mata menjelaskan sambil terus tersenyum.

“Ramah banget, ibu ini!” batin saya.

Keramahan ibu yang bernama Supadmi ini membuatku ingin bertanya lebih mengenai kain indah elegan yang tersampir di beberapa papan display di sampingnya.

“Bu, boleh diceritakan proses pembuatannya?” pinta saya dengan senyum tak kalah manis.

Rupanya saat dua perempuan bertemu membahas sesuatu yang indah pasti akan berujung seru. Beliau mengangguk sambil tangannya mengambil kain jumputan berwarna kuning terang.

“Kalau yang ini pewarnanya sintesis.  Bedanya dengan yang pewarna alami adalah dari hasil pewarnaannya. Kalau sintetis warna yang dihasilkan akan terang dan genjreng, namun pewarna alami dari daun-daun akan menghasilkan warna yang lebih pudar dan kalem, seperti ini!” Bu Supadmi mengambil satu lembar kain berwarna cokelat lembut bermotif bulat dengan tepi bertajuk.

“Wow, masya Allah, ini indah banget, Bu! Manis! Bagus banget dibuat gamis atau rok,” saya meraih kain yang sedang dipegang owner kain jumputan itu dengan hati-hati. Kainnya lembut, cukup tebal untuk membuat sebuah gamis terusan atau atasan bahkan dibuat rok. Kainnya halus dan lembut, juga tidak panas saat dipakai.

Kain jumputan dengan pewarnaan alami menjuntai indah pada papan display di belakang stand (doc.pribadi)

Meski dibanderol antara 200 ribu hingga 350 ribu per lembar, menurut ibu berkaos putih itu kain jumputan warna alami lebih diminati oleh masyarakat. Pewarnaan alami biasanya menggunakan daun Jati, Jambal, Jolawe, Mahoni, Secang, juga daun Mangga dan Alpukat.

Masing-masing daun menghasilkan warna yang berbeda. Untuk warna cenderung merah Bu Supadmi menggunakan daun jati dan secang. Sedang untuk warna coklat bisa menggunakan daun mahoni dan lainnya.

Pewarnaan alami menggunakan daun juga membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan pewarna sintetis. Jika pewarna sintetis hanya membutuhkan satu kali proses mewarnai, pewarnaan alami kain jumputan bisa sampai lima kali proses pewarnaan untuk mendapatkan warna yang lebih pekat.

Kain Jumputan yang telah diwarnai dengan pewarna sintetis dan masih dalam keadaan penuh ikatan tali rafia (doc.pribadi)

Ikatan jumputan dari dekat (doc.pribadi)

Sambil mengambil kain berwarna hijau yang masih banyak terdapat ikatan di sana-sini, Bu Padmi menjelaskan beberapa langkah pembuatan kain jumputan secara lengkap dan runtut.

Jadi langkah-langkah membuat kain jumputan antara lain:

  1. Pembuatan pola sesuai yang diinginkan
  2. Pengikatan kain di titik-titik pola menggunakan tali raffia
  3. Pewarnaan dengan cara direbus menggunakan air yang dicampur dengan pewarna baik sintetis atau tumbukan daun
  4. Mengunci warna dengan tunjung dan tawas
  5. Mencuci kain yang sudah terwarnai
  6. Menjemur kain hingga kering tidak di bawah panas matahari langsung
  7. Membuka ikatan tali raffia, dan
  8. Kain indah dengan motif warna aneka bentuk pola sudah kita dapatkan.

Seperti pelaku usaha lain, Bu Padmi juga kerap mengikuti pameran yang diadakan oleh Dinas Koperasi dan UKM  juga pembinaan dan pendampingan PLUT-KUMKM DI Yogyakarta secara periodik.

Usaha yang dinamai dengan Mekar Abadi ini terus dikembangkannya sejak tahun 2017 hingga sekarang. Selain memproduksi kain jumputan yang langsung dijual, Bu Padmi juga membuka kelas-kelas pelatihan untuk masyarakat yang ingin bisa membuat kain jumputan tersebut. Pelatihan ini dapat diikuti mulai dengan biaya Rp 50.000,- per orang dengan minimal 25-30 orang per kelas, atau dengan pelatihan privat dengan biaya sekitar 400 ribu – 450 ribu rupiah untuk beberapa teknik jumputan yang akan diajarkan.

Kartu nama Mekar Abadi Jumputan Yogyakarta (doc.pribadi)

Kain jumputan dengan pewarna sintetis.
Kuning: baru saja dilepas dari ikatan tali rafia
Hijau: Masih lengkap dengan tali-tali rafia yang kuat mengikat pola (doc.pribadi)

Duh, jadi pengin ikuti kelasnya nih! Perempuan kalau lihat yang indah-indah memang suka nggak tahan untuk memilikinya. Memiliki ilmu membuat kain jumputan kayaknya menyenangkan, ya! Bisa membuat berbagai motif sesuka hati kita!

Tak hanya kaum muda saja, saat orang yang lebih berusia namun semangat mencari ilmu dan kreatifitas terus dijaga, maka hasil tak akan pernah mengkhianati usaha. Semangat ya, Embak, ibu, Bapak!

Menggeliatnya usaha kecil menengah di tengah masyarakat Yogyakarta yang sangat kita rasakan tidak jauh dari hasil kerja kolaborasi antara pemerintah melalui Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta, PLUT-KUMKM DI Yogyakarta dan juga antusiasme masyarakat untuk bersinergi mengembangkan kreatifitas karya yang kelak akan berhasil eksis di pasar global. Semoga kegiatan positif semacam akan terus diupayakandan mendapat respon yang semakin antusias dari masyarakat. Sehingga akan menghasilkan masyarakat industri yang mandiri dan berkualitas, yang siap untuk ikut berkompetisi di pasar dunia. Insya Allah!

Jogja memang gudangnya kreatifitas!

Pyramid Museum History of Java
Jalan Parangtritis Bantul Yogyakarta
(doc.pribadi)

Alhamdulillah, sesorean mengunjungi acara Gelar Produk Craft & Fashion di halaman Pyramid Museum History of Java yang berlokasi di jalan Parangtritis Bantul Yogyakarta pada tanggal 22-23  Maret 2019 ini, membuka mata saya akan pentingnya terus berupaya mengembangkan potensi diri memperkaya kreatifitas yang akan semakin membuat kita berkualitas. Bermanfaat di masyarakat juga bentuk mensyukuri atas diciptakannya kita sebagai manusia yang kaya akal oleh Allah Tuhan Yang Maha Menciptakan segala sesuatu.

JELANG RAMADHAN IBIS MALIOBORO HOTEL LAUNCHING TIGA MENU BARU ISTIMEWA

Breakfast di hotel bersama mama juga bapak serta suami dan anak-anak, dulu kukira hanya bisa dinikmati kalau kita menginap di hotel tersebut. Keterbatasan informasi ini rupanya yang membuatku menutup kemungkinan sepele yang bagiku adalah impian besar. Mama dan bapak adalah orang pertama yang menurutku harus ikut merasakan bahagianya bisa menikmati fasilitas istimewa yang pernah kurasakan. Gimana tidak? Hotel merupakan tempat mewah yang  belum pernah sekalipun kita masuki sebelumnya. Apalagi menginap, bahkan hanya makan di hotel pun kami hampir tidak pernah.

Tidak salah jika hal itu menjadi agenda yang luar biasa yang bisa dirasakan oleh orang kampung sepertiku. Berkat sekolah tinggi yang diperjuangkan merekalah aku bisa mengikuti seminar-seminar di hotel berikut fasilitas restoran yang semenjak kecil belum pernah kulihat.

“Ma, nanti sore kita buka bersama di hotel ini, ya! Siap-siap lebih awal, jam 17.00 WIB sudah harus berangkat dari rumah, ajak bapak dan adik-adik sekalian,” pesan itu kukirim via whatsapp.

Bayangan wajah mama melintas begitu saja saat sebuah iklan baliho yang menawarkan paket bukber (buka bersama) all you can eat di sebuah hotel.

“Alhamdulillah, iya, Mbak!” balasan itu segera kuterima tak sampai satu menit.

Mama memang selalu memanggilku Mbak, sebutan untuk memanggilkan adek-adekku yang berjumlah 5 orang. Keterusan, bahkan saat kami hanya berdua saja, panggilan itu tetap akrab di telingaku. Menurut mama, memanggilku ‘mbak’ merupakan bentuk sayangnya ke anak pertamanya. Aku dan mama begitu dekat dan akrab, meski terkadang berbagai pertengkaran kecil tak luput dari kami. Pertengkaran yang selalu membuat kami semakin dekat, hingga setiap kali aku pulang liburan kuliah, tidak ada malam yang kami lewati dengan tidak menghabiskan waktu untuk ngobrol membicarakan segala hal.

Mama yang masakan oseng nangka mudanya selalu kurindu, yang setiap pulang tidak pernah absen dari meja makan.

“Mbak, ternyata bapak nanti malam kejadwal ngisi kultum di masjid, jadi kayaknya nggak bisa sore ini deh buka bersamanya, gimana? Dijadwal ulang lagi aja, ya!” pintanya. Ada sedikit nada sesal di pesan itu.

Hampir saja aku memesan tempat di hotel yang namanya masih terngiang setelah aku tak sengaja membaca iklan buka bersama di perempatan jalan yang baru saja kulalui. Ah Mama, sulitnya pengin bahagiain mama.

“Ya udah, Ma. Engggak apa-apa, besok insyaallah masih bisa kita atur jadwal lagi, semoga Allah beri rejeki waktu, aamiin.” Aku membalasnya dengan sedikit rasa kecewa.

***

Jelang Ramadhan, all you can eat package Jadi Primadona

Bukber, singkatan dari buka bersama, merupakan tradisi baru di Jogja yang mulai rame diadakan semenjak beberapa tahun belakangan ini. Semua hotel berlomba-lomba menawarkan berbagai menu istimewa all you can eat dengan masing-masing keunggulan dan harga yang bersaing.

Selain tempat strategis, harga yang kompetitif untuk menu andalan juga menjadi daya tarik yang ditawarkan dan memberi iming-iming tersendiri. Rata-rata orang-orang akan memilihnya dalam rangka merayakan hari istimewa berpuasa di bulan Ramadhan bersama orang-orang terkasih. Rekan kerja, sahabat lama, komunitas nongkrong, teman haha hihi atau sekadar reuni dengan teman-teman sekolah yang sudah bertahun-tahun tidak berjumpa. Momen istimewa ini semakin banyak difasilitasi oleh hampir semua hotel di Jogja.

Ah, sebentar lagi insyaallah bulan Ramadhan kembali menyapa kita. Jauh hari sebelumnya, tepatnya di tanggal 12 Maret 2019, Ibis Malioboro Jogja yang berlokasi tepat di belakang Mal Malioboro, meluncurkan tiga menu baru andalan. Menu tersebut untuk melengkapi menu buffet yang disediakan untuk acara istimewa buka bersama  bulan Ramadhan.

Tiga menu baru yang menurutku istimewa itu dilaunching khusus untuk menyambut bulan Ramadhan tahun ini. Menu-menu tersebut antara lain:

  1. Bebek Manalagi

Bebek Manalagi, ibis Malioboro (Koleksi pribadi)

Dibanderol dengan harga super murah, kita sudah bisa menikmati sepotong bebek goreng gurih dan lembut beserta kremes kriuk, sambal orek dan juga lalapan. Paket lauk ini disajikan dengan segunung nasi putih yang sengaja dibentuk kerucut beratap daun pisang di puncaknya. Wangi daun pisang membuat cita rasa pedesaan yang khas mampu mengobati rindu kita akan nuansa damai alam kampung yang sudah lama ditinggalkan.

Tak hanya itu, dengan harga yang super duper murah tersebut, kita juga sudah tidak perlu memesan lagi minuman untuk menghalau rasa pedas dari sambal orek yang pedasnya level 10 itu. Ada free 1 gelas es teh di setiap satu paket Bebek Manalagi yang kita pesan. Berapakah banderolnya? Kamu hanya perlu merogoh saku seharga 65 K untuk sepaket makanan favoritmu ini.

  1. Sandwich Favorito

Sandwich Favorito ibis Malioboro
(koleksi pribadi)

Sandwich, merupakan makanan modern yang memenuhi kebutuhan asupan nutrisi karbohidrat dari setangkep roti, juga protein dari daging dan bermacam vitamin dari aneka sayuran mentah yang dilapiskan di dalamnya. Semakin gurih dan enak lagi dengan guyuran saus mayonais dan juga saus sambal untuk cita rasa pedas gurih. Pada umumnya satu porsi sandwich hanya bisa memenuhi kebutuhan nutrisi (kenyang) untuk satu orang saja.

Hotel ibis Malioboro ini, membuat satu porsi Sandwich Favorito yang bisa penuhi kebutuhan kenyang dua orang. Selain ukurannya yang jumbo dengan aneka isian daging dan sayuran lengkap, paket sandwich ini juga masih berbonus satu porsi French fries / kentang goring gurih yang juga menambah porsi karbohidratmu. Coba tebak berapa harga yang dipasang untuk sepaket sandwich ini! Kamu pasti nggak percaya. Hotel ibis Malioboro hanya mematok 35K untuk sekian banyak makanan yang bisa mengenyangkan dua orang sekaligus. Ajib, kan?

  1. Milky Yuzu

Milky Yuzu ibis Malioboro
(koleksi pribadi)

Setelah dua menu sebelumnya berupa makanan, tak lengkap rasanya kalau tak dengan minuman istimewanya sekaligus. Milky Yuzu, dari namanya mungkin akan terlintas rasa “eneg” bagi yang tidak suka dengan susu. Namun saat melihat dan mencicipi rasanya, siapa yang menyangka kalau minuman ini mengandung susu? Seandainya namanya tak mengandung unsur “milk”nya mungkin tak ada yang tahu kalau minuman ini mengandung susu.

Yes! Milky Yuzu. Milky berarti susu dan Yuzu merupakan Bahasa Jepang yang berarti orange, citrus Mandarin. Perpaduan perasan utuh jeruk Sunkist segar yang dipadu dengan sedikit susu fermentasi, sedikit soda dan beberapa butir es polar akan memberikan kesegaran tropical mulai dari tegukan pertama hingga tetes terakhir. Sama sekali tidak eneg, justru segar dan segera mengobati rasa haus yang melanda tenggorokan saat berpuasa. Satu porsi Milky Yuzu dipatok dengan harga 25K. Kesegaran tropical yang asli ditawarkan ibis Malioboro dalam bentuk segelas Milky Yuzu.

Menu-menu tersebut tentu saja sudah dapat dinikmati di ibis Malioboro semenjak beberapa hari yang lalu di launching. Selain menu baru, banyak juga menu yang telah ada sebelumnya. Salah satu menu istimewa lainnya adalah paket BBQ lengkap mulai dari sosis, jagung, daging ayam, daging sapi, seafood dll. Tak juga mahal untuk sepaket BBQ di balkon ibis kitchen Malioboro, tidak sampai 100K sudah bisa menikmati indahnya sunset ditemani menu BBQ istimewa.

***

“Ma, buka bersamanya jadinya kapan?” sebuah pesan WA yang harusnya kukirim beberapa tahun yang lalu. Tak pernah terketik, hanya terkonsep dalam hati.

Bahkan balasan pesan WA mu masih jelas sekali mampu kubaca. Kekhawatiranmu tentang anak-anakku. Yang katamu waktu itu tak lagi bisa membantu menjagai.

Balasan WA terakhir, yang tak akan pernah lagi bertambah, sebuah pesan hasil dari tarian jari-jarimu yang lincah di layar gawai itu.

Apalagi sekadar buka bersama yang masih beberapa hari di depan mata. Yang dengannya kita sudah merangkai beberapa rencana. Buka bersama itu tak akan pernah lagi tertunai. Engkau lebih dahulu menghadap Allah, bahkan di hari ke 25 menjelang Ramadhan tahun itu datang. Meski, di setiap akhirnya kamu selalu berdoa, “Semoga kita kembali dipertemukan dengan Ramadhan tahun depan.” Seolah dengan doa itu kita meminta Allah untuk memundurkan ajal, entah sampai kapan?

“Doa yang sama yang engkau ulang di setiap akhir Ramadhan, namun betapa pun menyangkal, kita semua akan menemui juga doa terakhir yang kita ucapkan, namun menurut Allah itu bukan yang terbaik buat kita.”

“Allah menjagamu di sana, Ma. Tersenyumlah selalu, karena aku akan terus berusaha selalu mengirim pahala indah buatmu. Allahumaghfir lii wali wali dayya warhamhumma kama rabbayani shasghira, Aamiin!”

 

Bagaimana ASI, Domain dan Hosting Bersinergi di Era Digital Masa Kini

Air susu itu muncrat ke segala arah. Membasahi karpet beludru berwarna cokelat yang mengalasiku duduk bersila. Bau manis bercampur amis segera menyeruak memenuhi sepetak ruang di belakang lemari ruanganku. Ya, tempat favorit kami para ibu pekerja yang menyusui untuk bersembunyi, berusaha menyalurkan cinta kepada buah hati melalui sebotol ASI.

Tak heboh seperti biasanya, aku justru hanya menahan semua dengan embusan napas panjang yang rasanya tersendat di pertengahan hela. Sesak! Bagaimana tidak? Sepertinya hampir tak lagi ada ekspresi apapun yang mampu menggambarkan perasaanku kala itu.

Nelangsa!

Tanganku perlahan bergerak dalam getar, meraih beberapa lembar tissue yang berada di sebelahku. Di antara aku dan temanku yang juga sedang memerah air susunya (ASI) menggunakan alat kecil yang bekerja dengan system vakum. Cadangan makanan satu-satunya untuk bayi kami yang belum juga genap 6 bulan, yang terpaksa kami tinggal di rumah. Bersama orang yang biasa kami sebut “simbok”. Tentu saja karena tuntutan kerja setiap PNS tidak memungkinkan membawa bayi turut serta. Jadilah kita tergantikan dengan sebotol ASI setiap pagi hingga sorenya.

Temanku melongo, tangan kanannya memegang erat lengan kiriku, seolah mau berkata, “Mbak, …” selebihnya tak ada satu kata pun yang terucap dari bibirnya. Setidaknya eratnya cengkeraman jemarinya dapat kuartikan bahwa betapa dia ikut merasakan nelangsa. Aku hanya bisa membalasnya dengan senyuman kecut, yang entah apa artinya.

Ya, entah besok bayiku mau minum apa jika persediaan yang kuhasilkan siang ini terbuang percuma.

90cc ASI tumpah begitu saja saat tutup botol berwarna abu-abu berbahan karet itu berusaha kurapatkan ke mulut botol kaca yang sudah penuh terisi.

Tiba-tiba dadaku terasa sakit, tenggorokan tercekat! Senyum ceria bayi perempuanku segera membayang dengan gamblang di pelupuk mata. Matanya bulat dengan bulu mata lentik hitam.

“Ah, Aishyaku, maafin bunda, Nak!”

Kupunguti lagi cairan putih itu dengan meresapkannya ke setiap sela-sela jaringan tissue, berharap kemudian bisa kuperas lagi dan kusaring untuk dimasukkan kembali ke dalam botol. Dadaku semakin bergemuruh setiap membayangkan ide gila yang begitu saja terlintas.

Baiklah, napas panjang! Rileks! Aku telungkupkan mukaku ke lutut. Aku peluk erat-erat lututku sambil beristighfar. Berharap tiba-tiba Allah kirimkan berjuta kekuatan untuk kembali menyusun semangatku memerah ASI yang sudah kering terkuras. Akankah Allah dengan kuasanya akan kembali memenuhi ratusan kelenjar susu di dadaku?

Sebenarnya memerah ASI benar-benar aktifitas yang begitu menyenangkan sekaligus membanggakan bagi perempuan bekerja sepertiku. Apalagi ASI yang kuhasilkan terbilang cukup banyak dan mudah diperah manual. Satu dari tiga cara memerah ASI selain menggunakan alat sederhana atau menggunakan alat elektrik yang canggih.

Sama-sama menghasilkan ASI sebanyak 90ml, rasanya apa yang kuusahakan lebih memerlukan effort yang besar dibandingkan dengan teman di sebelahku yang menggunakan alat sederhana berbahan silicon itu. Dia tinggal memasang cup lembut dalam keadaan kempes atau bertekanan negative, maka ASI akan keluar deras dengan sendirinya, memenuhi balon yang juga dari silicon yang menggembung di bawahnya.

Aku terpukau!

Bahkan aku buru-buru meminjam alat itu untuk aku foto, dan mengulasnya lengkap ke sebuah website gratisan yang kubuat beberapa hari sebelumnya. Postingan artikel pertamaku. Bahagianya bias berbagi!

Sayangnya, tulisanku sendiri bahkan tidak dapat kulacak beberapa waktu setelahnya. Aku kehilangan alamat web beserta passwordnya. Hingga kini pun begitu sulitnya aku menemukan artikel yang mengulas perbandingan memerah ASI dengan cara manual dan menggunakan alat sederhana yang harganya cukup terjangkau itu.

Berawal dari kejadian itu, aku mulai menyukai menulis untuk berbagi apapun yang kutahu. Aku belajar membuat sebuah blog yang dengannya harapanku berbagi manfaat ke semua orang dapat tercapai. Mengisinya dengan berbagai informasi yang baik. Juga mengelolanya agar tak lagi terulang kejadian lupa alamat blog, apalagi passwordnya.

Setidaknya dengan memiliki alamat website sendiri dengan nama pilihanku, semakin memberiku semangat baru untuk terus menulis dan memenuhi ruang yang ada di dalamnya. Meski berbayar, tapi aku lebih merasa memilikinya, dan bersemangat untuk terus mengelolanya hingga kelak semakin besar dan memberi manfaat bagi orang banyak.

Awalnya aku buta tentang apa itu domain, apa itu hosting. Dan sekarang pun masih saja buta teknologi jika saja beberapa hari lalu Qwords Cloud Web Hosting Indonesia tidak mengundangku di acara mini gathering bersama Bloger dalam Fun sharing & Discussion “ Be a Creativepreneur in Digital Era”. Event ini diselenggarakan sebagai dukungan Qwords kepada para pegiat Creativepreneur untuk mengembangkan bisnisnya di dunia digital, juga untuk menjalin hubungan yang erat dan kekeluargaan antara Qwords dengan para komunitas khususnya blogger.

Qwords hadir membuka kebutaanku tentang pentingnya website di era digital seperti sekarang ini. Tidak ada alasan gaptek. Nyatanya semua hal mulai dari hal remeh hingga yang begitu kompleks mengandalkan yang namanya layar gawai, layar laptop. Jadi enggak ada alasan lagi untuk tidak mau belajar, kan?

Internet!

Meski berbayar, namun sedikit rupiah yang kita keluarkan akan berpengaruh terhadap semangat kita menghuninya, juga meramaikannya seperti rumah kita sendiri.

Qwords memberi banyak informasi tentang segala hal yang berhubungan dengan website, baik untuk bisnis, company profile atau sekadar website untuk membranding diri kita. Sharing tentang Domain, Hosting dan bagaimana cara merawatnya agar tampil cantik dan berisi juga melengkapi acara siang hingga sore itu. Mengoptimasinya agar semakin berkualitas juga pendampingan pengelolaan website. Termasuk siaga dalam membantu para kliennya yang memerlukan bantuan, 24 jam.

Qword mendukung perkembangan komunitas dengan cara meningkatkan layanan melalui pembaharuan fitur dan juga meluncurkan produk-produk baru. Sebagaimana sebuah perusahaan, Qwords juga memiliki berbagai keunggulan yang menarik dan menguntungkan bagi penggunanya.

Di antaranya keunggulan Qwords adalah:

  1. Cloud Web Hosting / Cloud Base Technology

Qwords melayani penyimpanan data website di dalam server yang terkoneksi dengan internet berkecepatan tinggi. Layanan Web hosting menggunakan teknologi Cloud dengan jaminan uptime 99.99%.

Jika suatu saat website kita yang biasa akan kita tingkatkan, maka dengan teknologi ini bias saja langsung ditingkatkan tanpa menyebabkan website kita mengalami down time.

Tersedia dalam banyak pilihan paket mulai dari Value Performance Cloud Hosting, Medium Performance High Storage, High Performance Cloud Hosting, dan WordPress Hosting.

  1. Free Domain Name

Siapa sih yang enggak pengin punya website sendiri? Qword memungkinkan kita memiliki nama domain sendiri untuk kebutuhan branding kita. Membuat bisnis lebih professional dengan alamat website yang mudah diingat. Pilihlah ekstensi Domain sesuai kebutuhan dan klaim Nama Domain kita.

  1. Free SSL (Secured Sockets Layer)

Pernahkan saat kita mengakses website tertentu entah saat kita transaksi atau mengirim data penting ke sebuah website, lalu muncul peringatan di layar berupa, “this is not secure”? itu artinya data yang kita kirimkan entah berupa nomor rekening, nomor kartu kredit atau data penting lainnya, tidak terjamin keamanannya selama dalam perjalanan kita mengirim data menuju website tersebut. Bias saja orang-orang cerdas tak bertanggungjawab menyalahgunakan data kita untuk kepentingannya sendiri.

Qwords dengan layanan free SSL memberikan layanan keamanan transfer aliran data user ke website.

Qwords.com merupakan Authorized Reseller dari Brand SSL ternama di Indonesia.

Di awal tahun 2019, Qwords telah meluncurkan Unlimited Hosting, yaitu paket hosting yang dapat diandalkan dan tanpa batasan. Fitur unlimited hosting ini tidak lagi mengisolasi pengguna dengan batasan disk space. Paket ini sudah dilengkapi dengan Web Accelerator yang membuat website lebih cepat untuk diakses.

Selain itu, Qwords juga telah meningkatkan fitur produk unggulan terbaru, yaitu WordPress Hosting. Paket hosting yang didesain khusus untuk engine WordPress ini bias dinikmati dengan Disk Space yang lebih besar. Membuat website yang berbasis WordPress bekerja jauh lebih optimal.

Qwords memiliki tagline “Reliable Fast Web Hosting with Reasonable Price”, yang itu berarti Qwords akan selalu memberikan layanan Hosting yang dapat diandalkan, cepat diakses serta harga yang terjangkau. Bahkan, Qwords memberikan penawaran yang menarik melalui paket Bundling Hosting 1GB dan Domain .COM dengan biaya mulai dari Rp 10.500/bulan. Benar-benar kombinasi yang praktis dan ekonomis untuk kita yang ingin membangun website baru.

Qwords terus berupaya agar dapat menjadi partner terbaik bagi pelanggan, komunitas, rekan blogger, pemerintah, UKM dan perusahaan-perusahaan.

Jadi gimana? Berani Go online di era digital? Harus, ya! Ayo gunakan Hosting Indonesia, Qwords.

Alhamdulillah, meski menurutku aku tak punya apa-apa untuk dibagi, aku masih memiliki isi otak untuk dituangkan dalam baris-baris kata yang memiliki makna. Aku bangga menjadi seorang blogger! Terima kasih Qwords!

Mc handal sedang menghipnotis para blogger

Bebelac Gold 3 Sahabat Perut Si Kecil

Masalah Pencernaan Si Kecil

Mukanya merah padam. Matanya berkaca-kaca. Refleks mengejan kuat untuk mengeluarkan gumpalan feses yang sudah mengganjal di anusnya. Siapa yang tega melihat bayi itu meregang napas persis seperti seorang perempuan hendak melahirkan?

Ya, kala itu, usianya masih 8 bulan. Baru dua bulan dia mencicipi makanan pendamping ASI. Anusnya meregang merah saat feses padat dan keras berukuran besar membulat di rongga anus. Karena terlalu besar ukurannya membuat anus semakin teregang. Kasihan! Bunda mana yang tidak resah saat si kecil yang mulai mengenal makanan pendamping ASI mengalami gangguan pencernaan?

Aku ingat sekali waktu itu makanan pendampingnya masih dibuat encer sekali. Juga aneka buah sudah kutambahkan untuk memenuhi kebutuhan seratnya. Namun pencernaan Aishya masih terlalu sensitive. Hingga akhirnya saran dari seorang ahli gizi untuk memberi si kecil air perasan jeruk baby setiap hari membuat BAB-nya lancar dan tidak keras.

Si kecil tidak khawatir lagi saat sensasi mau BAB kembali menghampiri. Dari sinilah aku menyadari seberapa penting kandungan serat dalam nutrisi si kecil mampu memberi pengaruh terhadap kelancaran pencernaannya. Yang itu artinya kenyamanan perut akan ia peroleh serta membentuk mood-nya selalu baik.

Apa Hubungannya Masalah Pencernaan dengan Susu Bebelac Gold 3?

Aishya siap-siap minum segelas Bebelac Gold3
Sumber: Doc. pribadi

Beberapa hari ini sedang memperhatikan anak-anak yang antusias membuat kumis putih saat minum susu Bebelac Gold. Aktifitas minum susu Bebelac Gold menjadi ajang rebutan. Ya, disengaja memang, memuji setiap kali si kecil berhasil minum segelas susu rasa madu itu. Susu yang memiliki manfaat tujuh kehebatan perut ini memiliki kandungan serat yang tinggi, yang berperan salah satunya untuk melancarkan buang air besar, seperti masalah yang sudah sering dihadapi Aishya putriku.

Ternyata serat begitu pentingnya untuk kesehatan si kecil, sebanding dengan pentingnya nutrisi lain yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang di usianya yang sedang pesat mengalami pertumbuhan.

Bebelac Gold 3, susu formula tinggi serat (Advancefibre) ini kandungan nutrisinya super lengkap! Antara lain:

  • Fish oil, dengan minyak ikan 0.32% Asam ꭤ-linoleat (Omega 3) 114 mg/saji dan asam linoleat (Omega 6) 1273 mg / saji.
  • Advancefibre, tinggi serat pangan. Dibuat dengan FOS:GOS 1:9 dan pati jagung (corn starch) 1.07%. dengan minum 3 kali sehari dapat membantu memenuhi kebutuhan serat harian.
  • 13 Vitamin & 7 Mineral, dengan kandungan zat besi, Zinc, Iodium, Vitamin A dan Kalsium.

Nutricia Research

Sebagai pelopor nutrisi awal kehidupan sejak tahun 1896. Nutricia memiliki pengalaman lebih dari 100 tahun.

Nutricia memiliki pusat penelitian khusus di Belanda dan Singapura, dengan para ahli di bidang Nutrisi Pertumbuhan & Perkembangan Anak serta Kesehatan Pencernaan yang bekerja sama dengan berbagai universitas dan lembaga penelitian di seluruh dunia.

Tujuh Kehebatan Perut Dari Bebelac Gold 3

Aishya memiliki masalah dengan perut semenjak pertama kali mengenal makanan pendamping ASI. Bahkan sebelum usianya pun mencapai satu tahun. Semenjak itu pula saya jadi lebih mengenali pola pencernaannya yang wajib banyak mengandung serat. Karena sistem pencernaannya tergolong cukup sensitive, maka jika sedikit saja asupannya kurang mengandung serat, permasalahan buang air besar pun akan muncul lagi. Hingga sekarang.

Kenapa ya AIshya suka Bebelac Gold?
Sumber: Doc. Pribadi

Bedanya, sekarang Aishya sudah lebih bervariasi dalam memilih makanan. Susu formula yang dulu kurang berminat, sekarang sudah mau minum, apalagi susu formula rasa madu dari Bebelac Gold ini, rasa madunya sangat disukainya. Susu dengan tinggi serat (Advancefibre) dalam kandungan susu ini sangat membantunya dalam mengatasi permasalahan perut yang sudah begitu familiar.

7 Kehebatan Perut Bebelac Gold 3
Sumber: Doc. Pribadi

Nah, ternyata selain mengatasi permasalah perut seperti yang dirasakan Aishya, Bebelac Gold ini memiliki 7 kehebatan perut lainnya, di antaranya adalah:

  • Pencernaan Nyaman

Perut sehat berfungsi dengan baik sehingga tidak mengganggu

  • Penyerapan Makanan / Nutrisi

Perut sehat dapat membantu penyerapan nutrisi ke seluruh tubuh sebagai sumber energi dan pembentuk sel.

  • Pencernaan Lancar

Perut sehat membuat saluran cerna berfungsi dengan baik sehingga pola BAB si kecil jadi lebih baik.

  • Perlindungan Alami

70% sel perlindungan tubuh alami hidup di perut sehat.

  • Tumbuh Kembang Optimal

Nutrisi untuk tumbuh kembang optimal didapatkan dari perut yang sehat.

  • Cepat tanggap

100 juta sel saraf terdapat dalam perut sehat membawa informasi ke otak.

  • Mengatur Suasana Hati

90% hormone serotonin yang mengatur suasana hati diproduksi dalam perut sehat.

Tuh, lengkap banget manfaatnya ya untuk si kecil? Rasa susu yang lezat juga jadi favorit anak-anak.

Dari tujuh kehebatan perut itu, ada satu yang paling menarik buatku. Sepertinya sekilas tidak berhubungan namun ternyata begitulah adanya. Hubungannya justru begitu erat.

                       Apa itu?

Ialah Bebelac Gold Tinggi Serat (Advancefibre) sebagai susu formula yang mampu mengatur suasana hati.

Kok, bisa? Jadi ternyata, saluran cerna mempunyai pengaruh besar terhadap fungsi otak. Usus dan otak selalu berkomunikasi melalui sistem saraf, sistem hormon dan kekebalan tubuh.

Badriul Hegar, dalam bukunya tentang keunikan Saluran Cerna Anak yang diterbitkan oleh Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia menjelaskan bahwa, Serotonin yang merupakan hormone utama yang dihasilkan oleh saluran cerna untuk selanjutnya dikirim ke otak, sekitar 95% dari total jumlahnya di dalam tubuh ditemukan di dalam saluran cerna.

Saat serotonin dilepaskan oleh saluran cerna, otak akan mendapat sinyal yang mengatur suasana hati “mood”, selera makan, tidur dan ingatan. Kekurangan serotonin dapat menyebabkan depresi, kecemasan, kualitas tidur yang buruk, daya ingat berkurang, dan kesulitan belajar.

Pada gangguan saluran cerna, misalnya peradangan akibat infeksi atau makanan yang tidak dapat ditoleransi oleh tubuh, dapat mengganggu sel penyimpanan dan produksi serotonin di dalam saluran cerna. Keadaan ini dapat menyebabkan tidak terkirimnya aliran sinyal dari saluran cerna ke otak.

Alhamdulillah, semakin bervariasinya makanan dengan kandungan nutrisinya yang seimbang membuat saluran cerna Aishya kini berangsur normal dan penernaan semakin lancar. Semakin jarangnya mengalami konstipasi juga membuat anusnya aman dan tidak berlanjut menjadi haemorhoid sejak dini. Kenyamanan pencernaan dan pola buang air besar yang teratur membuatnya semakin aktif, percaya diri dan tidak pernah murung lagi. Aishya kini lebih aktif dan percaya diri menjalani hari-hari.

Aishya kini lebih aktif dan percaya diri
Sumber: Doc. Pribadi

Oiya, jangan lupa juga mengenalkan anak-anak terhadap berbagai varian sayur dan buah alami agar kelak terbiasa makan dengan pola makan sehat dan teratur.

Tips Menjaga Kualitas Susu Agar Tetap Bagus

Segelas susu Bebelac Gold 3 dengan 7 kehebatan perut
Sumber: Doc. Pribadi

Dan, tak kalah penting dari itu semua adalah menjaga kualitas susu setelah kemasan dibuka.

Bagaimana caranya?

Susu hendaknya tetap dalam kemasan aslinya, di dalam kantong alumunium foil berwarna silver, tertutup rapat dan disimpan di tempat sejuk dan kering.

Sebaiknya susu segera dihabiskan dalam waktu dua pekan sejak kemasan susu dibuka. Jangan konsumsi susu jika serbuk susu di dalamnya sudah mengalami perubahan bau, rasa maupun warna.

Itu cerita Aishya tentang pencernaannya juga tentang kebutuhan serat dan Bebelac Gold. Ayo, Bunda! Ikut cobain Bebelac Gold dan share ke aku ya manfaat yang si kecil dapatkan!

Kebun Apel Tanpa Nama #part1

Benar-benar menuju puncak! Jalan kecil beraspal itu begitu sempit. Licinnya permukaan yakin bukan karena hujan biasa. Bahkan tanah di area bahu jalan tampak kering, juga rumput-rumput di sekitarnya. Aspal basah ini karena uap yang mengembun.

“Ini terlalu tinggi!” pekikku dalam hati. Telat! Rupanya piranti gawai yang kupegang dan kupercaya sedari tadi menuju ke titik yang salah!

Bukan, bukan Hp nya yang salah, atau celoteh perempuan yang tak pernah bosan mengarahkan kami untuk belok kanan belok kiri, seolah tak pernah kehilangan power hanya karena tak pernah mendapat jeda minum selama menuntun perjalanan kami di tempat asing ini.

Tapi karena ketidakjelasanku sendiri dalam mengetik destinasi yang kupilih. Bermacam pilihan dan beruntung yang ku klik justru alternative judul yang paling umum, “Kebun Apel Batu”

“Harusnya tadi kupilih saja ‘Wisata Petik Apel’ dengan jarak tempuh terdekat saja’” rutukku dalam hati.

Apa pun itu, tak akan mengubah sedikit pun posisi kami di atas puncak pegunungan Batu. Ada sesuatu hal yang akan Allah tampakkan kepadaku, kepada kami berlima! Entah lah apa itu.

Dari posisi duduk, tiba-tiba kurasakan posisi berubah setengah menengadah. Membuatku sama sekali tak kesulitan menghitung derajat kemiringan tanjakan itu. Mendekati 45 derajat!

Tak sempat ungkap khawatir, atau mengandai-andai sesuatu yang membuat jantung berhenti berdetak sesaat.

Hanya bisa merapal doa keras-keras diiringi,  “Allahu akbar! Allahu akbar!” dari mulut mungil anak-anak yang herannya kini tiba-tiba kompak. Tak seperti sepuluh menit sebelumnya yang saling berteriak keras berebut segala sesuatu di sepanjang jalan.

“Pi, kayaknya salah pilih track, deh!” bahkan kalimat itu pun urung kubisikkan perlahan.

Takut mengubah sedikit saja konsentrasinya memainkan gas, kopling juga rem dan kemudi.

Ya Allah begini kah jalan satu-satunya menuju kebun buah apel yang katanya sangat keren buat petualangan anak-anak itu?

Memetik apel, memakan sepuasnya di bawah pohon, juga memanjatnya di tengah gigil kulit yang semakin menciutkan pori-porinya karena suhu yang begitu rendah itu. Ya, katanya dahan pohon apel yang rendah dan kuat itu sangat mudah dijangkau oleh kaki anak-anak yang belum juga jenjang.

Ah, sudahlah! Seandainya masih jauh, aku hanya bisa berharap Allah masih sudi selamatkan kami.

Gimana bisa memilih? ke depan yang buta berapa jarak lagi jauhnya, sedang mau mundur juga sudah terlanjur begitu jauhnya.

Bismillah! Tak terhitung lagi jumlah kelokan tajam disertai tanjakan terjal. Lembabnya udara begitu tajam tercium disaat jendela harus kami turunkan demi mematikan penyejuk udara.

Kekuatan mobil harus dimaksimalkan hanya berkonsentrasi pada keterjalan lajur berwarna hitam mengkilap itu. Kamu tahu? Poster-poster bergambar nenek-nenek bergigi satu dengan wajah berlumur darah lebih menakutkanku ketimbang suara deru mobil bercampur decit roda yang mencengkeram kuat pada licinnya aspal.

Bahkan tanpa tulisan, “Gunakan gigi satu demi keselamatan Anda!” aku pun sudah begitu paham dengan gambar gigi si nenek yang sengaja di highlight.

Lapar terlupa sudah, kebelet pipis? Ah entah ke mana rasa itu. Pandanganku hanya meraba-raba berapa puluh meter ke depan. Masihkah ada gambaran pohon yang menjulang jauh di atas kepala? Yang berarti tanjakan belum lah berakhir? Atau berganti dengan gambaran putih bersih yang bergerak perlahan mengikuti arah angin yang berembus sepoi di atas lembah atau ngarai di sekeliling kami? Awan?

Allahu Rabb! Belum berkurang kewaspadaanku, kami dikagetkan dengan teriakan si bungsu, “Monyeeet!”

Masya Allah! Sekawanan monyet kecil berkerumun di tengah jalan beraspal yang kini melelehkan air di setiap jengkal permukaannya. Monyet-monyet itu celingak celinguk sambil memamerkan gigi geliginya yang putih.

“Tutup jendelaaa!” suamiku berteriak lebih keras. Sontak tanpa sedikit pun minta penjelasan, kututup kaca yang sedari tadi terbuka lebar. Anak-anak juga refleks menutup semua jendela belakang.

“Bundaa! Kenapa? Kenapa ditutup jendelanya? Monyetnya kasihan! Bapak ibunya lagi pergi,” Si bungsu mulai bingung juga sedih. Bukannya monyet itu lucu? Bukannya monyet itu tidak jahat? Dia mencoba mengingat beberapa cerita pengantar tidur yang sering kuperdengarkan. Tentang monyet yang suka pisang, juga tentang singa si raja hutan.

“Pelan, Pi! Minggir ke kanan!” Teriakku tercekat! Kulihat gerombolan monyet itu tak beranjak sedikit pun. Beberapa hanya berjingkrak-jingkrak. Tiba-tiba dari arah berlawanan melaju kencang mobil berwarna hitam, seolah di terjalnya jalan yang turun mengarah ke kami tak sedikit pun rem nya dipijak.

“Awas, Pi!” Teriakku saat sekejap melintas di sebelah monyet-monyet yang kini mulai panik.

-bersambung-

 

SUPER-LIZER HILANGKAN NYERI TANPA OBAT DAN SUNTIK

Dari judulnya kayak udah nggak asing ya? Sering baca iklan seperti itu kan? Tapi kali ini beda. Ada ilmu dan tata cara formalnya yang bergaransi dari tenaga kesehatan. Dan alat ini juga termasuk alat kesehatan yang berbasis teknologi modern.

Siang itu, kebetulan ada undangan seminar demo alat ini di sebuah rumah sakit di Yogyakarta. Alhamdulillah akhirnya bisa juga mengikutinya meski telat beberapa menit. Agak susah mencuri-curi waktu karena anak-anak tidak ada yang nungguin sedangkan suami masih di Palu. Beruntung banget bisa mendapat update ilmu baru tentang penatalaksanaan nyeri tanpa obat atau pun injeksi. Acara yang dilaksanakan di Rumah Sakit Ludira Husada ini berhasil kuikuti dengan sempurna. Insyaallah semua karena ridla Allah, aamiin!

Nyeri boyok, nyeri lutut? Duh, nggak kebayang rasanya seperti apa? Itu dulu, sebelum usia mencapai kepala tiga, ya kan? Saat kepala tiga di depan mata ternyata memang penyakit itu mulai mengetuk. Pinggang lebih mudah capek dan pegal, juga sendi lutut mulai membuktikan teori yang selama ini hanya sebatas tulisan.

Ada Yang Takut Minum Obat?

Paksaan minum obat saat kecil kerap dibawa hingga dewasa. Anti minum obat bahkan saat badan benar-benar sakit pun masih berpikir ulang, mau minum obat atau tidak? Karena mind set yang sudah terlanjur terbentuk bahwa minum obat itu merupakan ancaman yang sangat mengganggu. Entah terkait dengan ketakutan berbagai efek samping yang timbul atau memang tidak suka dengan rasa obat yang, hemm memang rasanya pahit kan?

Ada loh yang bahkan hingga dewasa mengalami fobia terhadap obat. Boro-boro bisa minumnya dengan seteguk air putih, sudah berusaha pakai pisang ambon sebiji eh sebatang pun tetap saja gagal (pisangnya aja yang ketelan J )

Lantas, benarkah cara kita, saat sakit yang kita rasakan awalnya kita abaikan saja karena nanti pasti sembuh dengan sendirinya?

Hayo, Kamu Termasuk yang Mana?

Ternyata, yang namanya sakit akut itu harus segera diobati loh, sebelum akhirnya nyeri itu meningkat levelnya menjadi Cascade nyeri, atau nyeri kronis yang pengobatannya justru lebih susah. Nyeri akut yang muncul harus segera di blok alur nyerinya dengan obat anti nyeri dosis tinggi. Nyeri akut yang perlu diobati meliputi nyeri pinggang yang bisa dikarenakan masalah otot, tulang atau sendi juga masalah dari saraf.

Mengapa harus antinyeri dosis tinggi? Karena agar tujuan pengeblokan sensasi nyeri berhasil dan nyeri tidak menjalar ke level berikutnya. Obat antinyeri dosis tinggi?

Hampir semua obat rasanya  pahit, ya kan? Ya memang. Kalau manis namanya gula. Sepahit apapun obat, saat kita butuhkan maka kita akan harus legowo untuk meminumnya dengan suka rela. Ada yang hingga dewasa masih saja fobia dengan minum obat apalagi suntikan?

Nah, ini berita gembira buatmu! Teknologi ternyata tak hanya membahas naik ojek jadi bisa super murah dan super mudah. Atau pesan makanan hanya dengan menggerakkan jari jemari saja melalui aplikasi online.

Super-Lizer, Mesin Gelombang Sinar Pereda Nyeri Non Obat
Sumber: doc. pribadi

Teknologi kali ini yang sangat membantu di bidang kesehatan adalah, ditemukannya alat yang menghasilkan gelombang sinar. Namanya Super-Lizer, sebuah alat yang menghasilkan gelombang sinar yang jika dilihat dari panjang gelombangnya lebih mirip dengan sinar infra merah, namun daya penetrasi atau daya tembusnya lebih dalam hingga mencapai 5 cm dari permukaan kulit.

Sinar super-lizer ini bekerja mem-block pernjalaran nyeri yang disebabkan oleh berbagai macam hal. Pemakaiannya akan langsung diawasi oleh tenaga kesehatan yang berpengalaman dan dengan durasi yang telah ditentukan dalam standar layanan prosedur.

Beberapa keunggulan dari alat super-lizer si pereda nyeri bukan obat bukan injeksi ini Antara lain:

  1. Mampu merelaksasi otot yang kencang
  2. Melancarkan peredaran darah melalui mekanisme vasodilatasi atau pelebaran pembuluh darah
  3. Penetrasi ke jaringan memiliki focus yang bagus dan kedalaman radiasi hingga 5 cm
  4. Mampu meredakan bermacam nyeri kecuali nyeri karena cancer / keganasan
  5. Mampu menyembuhkan luka diabetikum / luka karena sakit kencing manis dengan lebih cepat
  6. Hampir tidak memiliki efek samping dalam pemakaian di bawah pengawasan tenaga kesehatan.

Berapa durasi yang dibutuhkan untuk terapi?

Terapi menggunakan alat ini membutuhkan waktu sekitar 7 – 10 menit per titik terapi. Untuk satu lokasi nyeri, missal sendi lutut biasanya diperlukan beberapa titik penyinaran hingga total durasi terapi keseluruhan untuk satu sendi mencapai 20 – 30 menit.

System terapi dengan cara rutin per paket. Satu paket terapi biasanya sebanyak 6 kali terapi dengan selang waktu yang akan disesuaikan pada masing-masing kasus nyeri.

Dari percobaan alat yang dilakukan pada pasien nyeri lutut dengan level nyeri 8, setelah mendapat terapi sinar ini selama 10 menit, level nyeri berkurang menjadi 4.

Gimana, di Rumah Sakit sekitarmu sudah ada alat ini? coba cari informasinya, siapa tahu suatu saat membutuhkannya untukmu atau keluargamu atau teman-temanmu?

 

NUSSA DAN RARA, VIDEO ANIMASI ISLAMI KEREN PENGOBAT KEKHAWATIRAN EMAK ZAMAN NOW

NUSSA DAN RARA, VIDEO KEREN PENGOBAT KEKHAWATIRAN EMAK ZAMAN NOW

“Yak, pas!” terlihat boneka kartun yang bisa bergerak-gerak itu mundur teratur sambil sedikit membungkuk. Berusaha agar kepala masih terlihat dalam bingkai kamera. Mataya bulat, memperlihatkan seorang anak cerdas yang percaya diri.

Matanya bergerak memfokuskan pandangan, diikuti ekspresi bibir dan wajah yang terlihati serius.

“Hai, Guys, Assalamu’alaikum! Namaku Nusa, dan ini adikku, Rara… Ra…Ra…Ra…Raraaa… Iih, kamu gimana sih? Kan sudah kubilang jangan ke mana-mana,” celingak celinguk tak juga menemukan sosok adiknya yang lucu.

“Aku di sini! Xixixi… Halo Assalamu’alaikum. Namaku Rara, umurku lima tahun. Aku sukaa mobil balap dan suka main air, dan juga berenaaang! Kata Uma, aku anaknya cantiiik dan sholeha!” anak imut itu tiba-tiba nongol dari pojok layar sebelah kiri bawah, matanya bulat, rambutnya terbalut kerudung rapi. Anaknya usil dan suka bercanda. kalau sudah dibolehin ngomong, dia akan ngomong terus tanpa berhenti. Ya dia memang cerewet banget.

“Udah ya, Gaes! Segini dulu, Assalamu’alaikum!” tiba-tiba Nusa menggeser keberadaan Rara di depan kamera dan mengambil alih fokus kamera, dan mengakhiri perekaman video itu.

“Ya ampun! Xixiix…” ekspresi kedua bocah dalam kartun menggambarkan kelucuan yang tidak bisa dibayangkan.

Rebutan kamera saat swa-syuting, tapi tak ada pertengkaran di dalamnya. Sangat lucu dan menggemaskan.

Kamu pasti setuju jika aku bilang bagian mana yang paling lucu dan menggemaskan! Ya, hal lucu dan termenggemaskan dari video pertama Nusa dan Rara itu adalah saat tiba-tiba Nusa memotong bicaranya Rara saat menjelaskan dirinya. Trus suara dan celoteh, “Ya, ampun xixixi…!” itulah yang paling menggemaskan, menurut versiku.

Video ini dirilis pada tanggal 20 November 2018, bertepatan dengan hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Alhamdulillah, channel ini didukung penuh oleh ustadz-ustadz kenamaan di Indonesia. ya, mau tidak mau, dakwah pun harus seiring berjalan dengan kemajuan teknologi. Ayo dukung para kreatif muslim untuk semakin berkarya, menyampaikan pesan moral dengan cara yang disukai anak-anak!

Untuk video asli Nussa official-nya bisa kamu tonton di bawah ini, oiya jangan lupa like, komen dan subscribenya ke channel officialnya, ya! Yuk dukung mereka yang udah kreatif semakin kreatif mengeluarkan video yang bermanfaat bagi anak kita! daripada nonton video yang mengajari anak marah-marah, mengajari mereka bohong, mending video ini banget, ngajari moral anak-anak, semoga anak-anak kita segera beralih mengidolakan video Nussa dan Rara!

Ini videonya yang Official, Mak!

Aku penasaran banget, Mak! Siapa sih yang udah sedetil itu memikirkan setiap adegan yang menurutku update banget dengan keseharian anak zaman now? Detil ekspresi dan celotehnya pas banget. Terlihat simple, Mak, tapi percayalah, membuatnya tak sesimple itu. Mencari ekspresi alami yang manusiawi dari suatu adegan yang terbebas dari kesan frame panggung, sangatlah rumit.

Sangat simple. Video yang penuh manfaat ini jawaban dari doa seluruh emak di Indonesia. Kenapa pasal? Tahu sendiri kan permasalahan emak atas bocah-bocahnya zaman now ini? Hampir setiap hari atau maksimal weekend-lah, semua anak tak terkecuali pasti menonton youtube.

Dan, semua tahu juga kan? video-video youtube, terutama video anak-anak dari luar negeri kebanyakan bukannya mendidik malah mengajari hal yang kurang baik. Berbohong, memukul, membuang makanan dan mengacak-acaknya kalau tidak suka. Juga banyak video yang mengajari pertengkaran atau bertindak curang, sangat meresahkan.

Apalagi ya, Mak. Anak kita itu pinter-pinternya nggak nanggung. Setiap adegan dan setiap ucapan hampir dihafalnya, sesulit apa pun dialog itu. Kebayang kan, Mak? Efek dari menonton video itu pastilah akan terbawa hingga ke dunia nyata.

Anak mudah marah, anak mengacak-acak makanan, anak membantah, dan masih banyak lagi contoh kerugian jika kita tidak memantau aktifitas anak dalam menonton youtube.

Nusa dan Rara, setidaknya merupakan pertolongan siaga teknologi zaman now yang masih mengatasnamakan pendidikan anak berbasis Islam. Kalau boleh, aku sangat mengapresiasi dimunculkannya video serupa ini. Berharap kreatifitasnya semakin berkembang mengikuti kecerdasan anak yang mudah bosan.

Hanya sayangnya, entah diberlakukan izin atau tidak, sejak muncul video itu, banyak sekali channel-channel (Lebih dari 60 channel tanpa izin) yang me-reupload video yang sama persis tanpa ada embel-embel apapun di dalamnya. Sayang banget jika tindakan ini merugikan pihak Nusa dan Rara Official-nya. Karena begini-begini, emak ini tahu betapa video orisinal kita yang ecek-ecek diakui dan diupload oleh orang lain itu menyakitkan. Apalagi video sekern Nusa dan Rara coba? Semoga banyak menyusul yang kreatif untuk memproduksi video youtube yang semakin ke sini semakin menguasai.

Betul kan, Mak? Mari kita dukung tim kreatif dari Nusa dan Rara Official untuk lebih banyak memproduksi video Islami yang menginspirasi anak-anak.

Insyaallah, keberadaan video ini di Youtube sedikit menggeser kebiasaan anak untuk menonton video tak jelas seperti sebelumnya.

O, iya, alhamdulillah anak-anakku juga mulai bergeser nonton videonya, dan mereka antusias membuat video cover di kehidupan nyata Nussa dan Rara. Tak menyangka, rupanya dialog detil dengan gaya bahasa tubuhnya bisa mirip! Hmm suara anak-anak memang menggemaskan!

Terima kasih Nussa dan Rara Official!