NUSSA DAN RARA, VIDEO ANIMASI ISLAMI KEREN PENGOBAT KEKHAWATIRAN EMAK ZAMAN NOW

NUSSA DAN RARA, VIDEO KEREN PENGOBAT KEKHAWATIRAN EMAK ZAMAN NOW

“Yak, pas!” terlihat boneka kartun yang bisa bergerak-gerak itu mundur teratur sambil sedikit membungkuk. Berusaha agar kepala masih terlihat dalam bingkai kamera. Mataya bulat, memperlihatkan seorang anak cerdas yang percaya diri.

Matanya bergerak memfokuskan pandangan, diikuti ekspresi bibir dan wajah yang terlihati serius.

“Hai, Guys, Assalamu’alaikum! Namaku Nusa, dan ini adikku, Rara… Ra…Ra…Ra…Raraaa… Iih, kamu gimana sih? Kan sudah kubilang jangan ke mana-mana,” celingak celinguk tak juga menemukan sosok adiknya yang lucu.

“Aku di sini! Xixixi… Halo Assalamu’alaikum. Namaku Rara, umurku lima tahun. Aku sukaa mobil balap dan suka main air, dan juga berenaaang! Kata Uma, aku anaknya cantiiik dan sholeha!” anak imut itu tiba-tiba nongol dari pojok layar sebelah kiri bawah, matanya bulat, rambutnya terbalut kerudung rapi. Anaknya usil dan suka bercanda. kalau sudah dibolehin ngomong, dia akan ngomong terus tanpa berhenti. Ya dia memang cerewet banget.

“Udah ya, Gaes! Segini dulu, Assalamu’alaikum!” tiba-tiba Nusa menggeser keberadaan Rara di depan kamera dan mengambil alih fokus kamera, dan mengakhiri perekaman video itu.

“Ya ampun! Xixiix…” ekspresi kedua bocah dalam kartun menggambarkan kelucuan yang tidak bisa dibayangkan.

Rebutan kamera saat swa-syuting, tapi tak ada pertengkaran di dalamnya. Sangat lucu dan menggemaskan.

Kamu pasti setuju jika aku bilang bagian mana yang paling lucu dan menggemaskan! Ya, hal lucu dan termenggemaskan dari video pertama Nusa dan Rara itu adalah saat tiba-tiba Nusa memotong bicaranya Rara saat menjelaskan dirinya. Trus suara dan celoteh, “Ya, ampun xixixi…!” itulah yang paling menggemaskan, menurut versiku.

Video ini dirilis pada tanggal 20 November 2018, bertepatan dengan hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Alhamdulillah, channel ini didukung penuh oleh ustadz-ustadz kenamaan di Indonesia. ya, mau tidak mau, dakwah pun harus seiring berjalan dengan kemajuan teknologi. Ayo dukung para kreatif muslim untuk semakin berkarya, menyampaikan pesan moral dengan cara yang disukai anak-anak!

Untuk video asli Nussa official-nya bisa kamu tonton di bawah ini, oiya jangan lupa like, komen dan subscribenya ke channel officialnya, ya! Yuk dukung mereka yang udah kreatif semakin kreatif mengeluarkan video yang bermanfaat bagi anak kita! daripada nonton video yang mengajari anak marah-marah, mengajari mereka bohong, mending video ini banget, ngajari moral anak-anak, semoga anak-anak kita segera beralih mengidolakan video Nussa dan Rara!

Ini videonya yang Official, Mak!

Aku penasaran banget, Mak! Siapa sih yang udah sedetil itu memikirkan setiap adegan yang menurutku update banget dengan keseharian anak zaman now? Detil ekspresi dan celotehnya pas banget. Terlihat simple, Mak, tapi percayalah, membuatnya tak sesimple itu. Mencari ekspresi alami yang manusiawi dari suatu adegan yang terbebas dari kesan frame panggung, sangatlah rumit.

Sangat simple. Video yang penuh manfaat ini jawaban dari doa seluruh emak di Indonesia. Kenapa pasal? Tahu sendiri kan permasalahan emak atas bocah-bocahnya zaman now ini? Hampir setiap hari atau maksimal weekend-lah, semua anak tak terkecuali pasti menonton youtube.

Dan, semua tahu juga kan? video-video youtube, terutama video anak-anak dari luar negeri kebanyakan bukannya mendidik malah mengajari hal yang kurang baik. Berbohong, memukul, membuang makanan dan mengacak-acaknya kalau tidak suka. Juga banyak video yang mengajari pertengkaran atau bertindak curang, sangat meresahkan.

Apalagi ya, Mak. Anak kita itu pinter-pinternya nggak nanggung. Setiap adegan dan setiap ucapan hampir dihafalnya, sesulit apa pun dialog itu. Kebayang kan, Mak? Efek dari menonton video itu pastilah akan terbawa hingga ke dunia nyata.

Anak mudah marah, anak mengacak-acak makanan, anak membantah, dan masih banyak lagi contoh kerugian jika kita tidak memantau aktifitas anak dalam menonton youtube.

Nusa dan Rara, setidaknya merupakan pertolongan siaga teknologi zaman now yang masih mengatasnamakan pendidikan anak berbasis Islam. Kalau boleh, aku sangat mengapresiasi dimunculkannya video serupa ini. Berharap kreatifitasnya semakin berkembang mengikuti kecerdasan anak yang mudah bosan.

Hanya sayangnya, entah diberlakukan izin atau tidak, sejak muncul video itu, banyak sekali channel-channel (Lebih dari 60 channel tanpa izin) yang me-reupload video yang sama persis tanpa ada embel-embel apapun di dalamnya. Sayang banget jika tindakan ini merugikan pihak Nusa dan Rara Official-nya. Karena begini-begini, emak ini tahu betapa video orisinal kita yang ecek-ecek diakui dan diupload oleh orang lain itu menyakitkan. Apalagi video sekern Nusa dan Rara coba? Semoga banyak menyusul yang kreatif untuk memproduksi video youtube yang semakin ke sini semakin menguasai.

Betul kan, Mak? Mari kita dukung tim kreatif dari Nusa dan Rara Official untuk lebih banyak memproduksi video Islami yang menginspirasi anak-anak.

Insyaallah, keberadaan video ini di Youtube sedikit menggeser kebiasaan anak untuk menonton video tak jelas seperti sebelumnya.

O, iya, alhamdulillah anak-anakku juga mulai bergeser nonton videonya, dan mereka antusias membuat video cover di kehidupan nyata Nussa dan Rara. Tak menyangka, rupanya dialog detil dengan gaya bahasa tubuhnya bisa mirip! Hmm suara anak-anak memang menggemaskan!

Terima kasih Nussa dan Rara Official!

 

Halal Is A Special Gift From AZALEA Shampoo Hijab

“Konsumsilah minyak zaitun dan gunakan sebagai minyak rambut, karena minyak zaitun dibuat dari pohon yang penuh berkah.”(HR. At Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Kamu bisa bayangkan saat siang bolong yang gerah, badan dan rambut berhijab berkeringat, tahu-tahu suami mencium-cium kepalamu karena gemes atau kangen? Seneeng sih, tapi lama-lama pasti pengin kabuuur! Ya, kan? Entah se-apek apa rambut dan kepalamu kala itu. Uda bau solar, keringat, debu dan lain-lain campur aduk menjadi satu.

Bahkan mau potong rambut saja harus minta izin dulu sama si dia. Hmm, gitu amat ya ternyata! Namanya suami, maunya ngaku-ngaku bahwa apa saja yang nempel di tubuh kita itu miliknya. Makanya nggak boleh asal potong rambut atau lepas jilbab sembarangan! Yes! Aku berjilbab semenjak aku SMA. Tahu kan artinya? Berbagai masalah rambut sudah tidak asing lagi menyapaku. Aku butuh shampoo hijab!

Masalah Umum Rambut Berhijab
Sumber: Azalea

Tak peduli jenis rambut istrinya jauh banget dari kata sempurna, apalagi bila dibanding rambut para artis shampoo di TV. Hmm, ya sudah lah. Suamiku memang selalu keberatan jika kumintai izin untuk potong rambut, meski panjangnya sudah melebihi batas bahu. Siapa sangka, (Ssst! Meski jarang banget mau mengakui) suami begitu menyukai rambutku. Cieehh, siapa lagi yang mau dibelai kalau bukan rambut berhijab istrinya, ya kan, ya kan?

OK, fiks! Ternyata seperti apapun bentuknya, suami tetap mengidolakan rambutku. Dan aku mau donk setiap dia menciumi kepala saat gemes atau kangen, dia akan mencium aroma yang tak biasa. Wangiii!

Aku baru tahu kalau ternyata rambut juga punya parfum. Iya, itu pun pas aku dapat undangan bloger gathering bersama Azalea di Kunena Eatery Yogyakarta (ssst! Wajib sudah mendapat izin suami tercinta donk sebelum acara heheh). Aku dapat Special Gift dari Azalea!

Dalam Acara Bloger Gathering with Azalea
Sumber: doc. pribadi

Nama Azalea berasal dari kata Saliyah atau Azalea adalah jenis tanaman berbunga dari keluarga Ericaceae dan genus Rhododendron yang tumbuh di wilayah beriklim sedang. Azalea tumbuh di sebagian besar Asia Timur dan Amerika Utara.

Beauty Pink Azalea
Sumber: directgardening.com

Azalea, namanya secantik rupa bunga itu. Pas banget untuk menamai Shampoo dan Hair Hijab Body Mist ini yang memiliki misi untuk mempercantik dan memperwangi para muslimah di mana pun berada. Dari kemasan yang waktu itu pertama kali kunikmati, kesan yang kuingat adalah istimewa & eksklusif! Azalea The Real Hijab Hair Care. Perawatan rambut lengkap mulai dari shampoo antidandruff hingga Azalea hair, hijab & body Mist  yang begitu wangi dicium. Ya gimana mau langsung cobain ya, rempong banget di café mau keramas. Akhirnya aku pun harus menunggu sore harinya untuk mencoba semua produk dari Gondowangi itu.

Gondowangi
Sumber: Azalea

Azalea The Real Hijab Hair Care

“Mmmm, mmm… wangiii… wangi, Bund!” suami mengacak-acak rambutku yang mulai kering. Mengendus-endusnya, sebelum akhirnya dia lari ke kamar mandi untuk mencobanya sendiri shampoo dan parfum rambut baru dari Azalea. Yes! Sore itu aku berhasil mencoba Azalea Shampoo antidandruff juga Azalea Hair Hijab & Body Mist.

Azalea Shampoo Antidandruff, Hair Hijab & Body Mist
Sumber: doc. pribadi

Awalnya aku rada-rada pesimis sama shampoo yang berwarma coklat itu. Saat kuusap dirambut kok busanya sedikit, beda sama shampoo lain. Duh, tahu kan kalau shampoo-an kudu banyak busa biar makin mantep! E, tapi kan,  bentar, bukannya shampoo yang ramah kesehatan memang yang tak terlalu banyak mengandung busa, ya kan? oke kita buktikan. Bukan rahasia lagi kalau rambutku kerap gatal karena ketombe yang bolak-balik datang.

Rupanya setelah pemakaian beberapa kali (dengan catatan diusahakan setelah keramas tunggu rambut kering dulu baru memakai jilbab), gatal-gatal benar mulai berkurang. Dan Azalea hair, hijab & body mist menyehatkan dan menutrisi rambut di setiap helainya. Juga menyegarkan dan mengharumkan rambut sehingga terbebas dari bau lembab dan apek. Hair Hijab Mist ini bisa disemprot-semprot sesuka kita kapan pun kita terancam dicium wkwkwk. Sengaja banget diwangi-wangiin deh pokoknya, siapa sih yang nggak suka dicium-cium sama suami juga sama anak-anak kita? 

Azalea Hijab Hair Mist
Sumber: Azalea

Beruntung banget ada perusahaan yang mau penelitian dan menemukan permasalahan rambut berhijab ini untuk kemudian dicarikan solusi cerdasnya. Azalea inspired by Nature ini mulai dirilis sejak tahun 2016, saat perempuan berhijab mulai mendominasi di setiap sudut wilayah Indonesia di mana pun berada. Rambut berhijab jelas butuh Shampoo Hijab, yang halal! Setuju? Wajib!

Aneka macam produk Natur, Andalan perawatan rambut zaman mamah2 kita
Sumber: Azalea

Thibbun Nabawi

Apakah itu? Thibbun Nabawi merupakan metode kesehatan mengenai pencegahan penyakit maupun pengobatan yang menggunakan prinsip-prinsip sunnah Nabi Muhammad SAW. Bahan-bahan yang digunakan pun memilih bahan-bahan alam yang sering dimanfaatkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam menjaga kesehatan.

Antara lain Zaitun oil, Ginseng, Lidah buaya juga Citrus Ekstrak yang dikombinsaikan dalam formula yang diprioritaskan untuk rambut berhijab bagi setiap muslimah. Manfaat dari bahan-bahan alami tersebut untuk menjaga kebersihan, kesehatan dan kecantikan rambut muslimah.

Bahan alami Azalea Shampoo juga Hair Hijab&Body Mist
Sumber: Azalea

Tentu saja selain bahannya yang mengikuti sunnah Nabi, formula Shampoo dan Hair Hijab & Body Mist ini pun layak mendapatkan sertifikat halal MUI. Benar memang, embel-embel hijab di belakang Azalea shampoo ini cukup memberi garansi kepada kita bahwa selain aman, produk ini pun terjamin halal dan baik.

Kenapa halal menjadi prioritas? Alhamdulillah semenjak mengikuti kuliah halal haram yang diadakan oleh Fakultas Peternakan UGM kewaspadaan hati akan segala sesuatu yang masuk ke dalam tubuh menjadi nomor satu. Kuliah  sebanyak 14 kali pertemuan itu membuka mata betapa banyak sekali jalan yang membuat sebuah produk menjadi tidak halal.

Tidak halal berarti tidak baik bagi kita. Bukan hanya terbatas pada bahan atau cara membuatnya. Setidaknya dengan logo halal MUI yang sudah terpampang di kemasan membantu meringankan kita untuk menilai apakah suatu produk itu membawa berkah atau justru mencelakakan kita? Halal, is number one!

Azalea berlogo Halal MUI
Sumber: doc. pribadi

Kalau aku, memang bahagia banget kenal dengan produk ini. Ibaratnya, selama ini nyaman dengan shampoo yang mungkin sama-sama baik, tapi bahan-bahan yang digunakan belum tahu dari apa saja, apakah alami atau kimia. Trus, limbahnya saat kita menggunakannya setiap hari apakah merusak lingkungan atau tidak, juga entah! Ya, kan?

Saat kita menggunakan bahan-bahan yang jelas sumbernya dari bahan alami, kemungkinan limbah yang dihasilkan pun lebih ramah terhadap lingkungan sekitar kita.

Azalea Shampoo Anti Dandruff

Azalea Shampoo Anti Dandruff
Sumber: Azalea

“Bye… bye… ketombe!” Dua pekan memakai shampoo ini cukup membuktikan seberapa berkurang gatal di rambut dan kulit kepalaku. Terkadang, saat urgent memeriksa pasien dan tiba-tiba di kulit kepala terasa ada yang menggelitiki itu rasanya parah banget! Merah padam muka menahan gatal yang disebabkan oleh ketombe yang tak bosan datang dan pergi.

Ya kan nggak mungkin di depan klien kita garuk-garuk kepala, apalagi saat klien betah berkonsultasi, duh dilema banget. Mau nggak digaruk, gatalnya luar biasa, mau digaruk bakal ketagihan sampai garuknya nggak mempan dengan garuk-garuk cantik, harus yang super power hingga kadang berujung lecet-lecet di kulit kepala. Ih serem banget, ya?

Belakangan hampir lupa sama kulit kepala. Biasa saja, seperti tidak terjadi apa-apa, tapi eits! aku jadi semakin jarang garuk-garuk kepala. Tuh kan, memang kalau tidak bermasalah seolah tidak menyadari bahwa kita baik-baik saja.

Ketombeku bye bye! Azalea Shampoo Anti Dandruff dengan bahannya yang diperkaya Zaitun oil dan Citrus extract selain adem dikulit kepala, juga mengusir ketombe maksimal. Ketombe, I am sorryYou and Me, end! Dan sekarang, rambutku lebih lembut, wangi, segar, mudah diatur dan juga tidak lepek.

Jelas asal, jelas hukum kehalalan, dan jelas manfaatnya. Kurang apa lagi coba? Oiya, kurang informasi harga dink, ya? Produk ini, kenapa kusuka? Tentu saja selain kualitas juga karena harganya begitu terjangkau. Meski komposisi bahannya semua alami, harga yang dibanderol untuk produk ini hanya sekitar 19 – 23K saja. Sangat terjangkau! Kamu bisa tampil fresh dan selalu wangi rambut juga hijabmu hanya dengan anggaran yang ekonomis. Gimana? Penasaran pengin cobain? Ah, kalo menurutku wajib coba!

Makin penasaran? Coba deh kepoin akun IG nya di @azaleabeautyhijab dan like Fanpage-nya di Azalea Beauty Hijab.

Ah, serunya seharian mendengarkan ilmu kesehatan rambut dari Mbak Eby dari Azalea. Juga dari Mbak Dian Farida Ismyama yang kupas tuntas mengenai Gimana sih cara untuk Membranding diri? gathering yang penuh manfaat bersama Azalea dan X Bloger Jogja.

Thanks a lot Azalea! Mulai sekarang aku lebih mengenal shampoo untuk rambut berhijab kesayanganku.

Muslimah Aktif Bergerak
Sumber: Azalea

Hai, Ladies! Kamu masih pengin aktif gerak terus mengikuti gejolak energi positifmu, kan? Ayoo terus bergerak! Jangan takut keringetan, apalagi takut rambut lepek dan apek, ya! Kan uda ada Azalea Shampoo Hijab, yang recomended pake bangeeeeet! Cocok buat muslimah super aktif kayak kamu. Siap?

 

Jangan Biarkan Kebaikan Berhenti di Tanganmu

“Mbak, maaf saya dari Paxel, ini alamatnya nomor berapa, ya?” tiba-tiba telpon dari nomor tak dikenal yang baru kuangkat menanyakan alamat rumah.

“Maaf, Pak, kemarin belum jelas ya? itu Pak, lurus aja terus ke selatan, mentok beteng, nanti kanan jalan ada adek saya nunggu di situ,” jelas saya di tengah hiruk pikuknya suara meeting siang itu.

“O, iya, Mbak! udah ketemu, terima kasih. Paket sudah saya antarkan ya, Mbak.  Diterima langsung oleh adik Mbak yang laik-laki.” pungkasnya.

Oya? belum juga 24 jam paket yang kemarin dikirim sudah bisa kuterima beneran. Hmmm, nggak main-main ini Paxel. Memang, termasuk perusahaan baru di dunia per-paketan, namun keunggulan service yang berani mengambil waktu cukup cepat untuk sekelas kirim-mengirim paket patut diacungi jempol. Kiriman sameday, adalah menu andalan dari perusahaan ekspedisi jasa pengiriman barang yang terbilang baru ini. Berani banget, ya kan?

Apa itu Paxel?

bagi para emak pebisnis online, bukannya sangat familiar dan bergantung pada pengiriman paket ya? Aneka frozen food, makanan ringan hingga makanan basah yang tahan hingga 8 jam siap untuk diantarkan bahkan ke luar kota sekali pun. Delivery- kan kebaikanmu kepada orang-orang yang kamu sayangi dan membutuhkan. Jangan biarkan kebaikan berhenti di tangamu. Jadi, mulai sekarang kamu bisa kirim paket apa saja yang aman untuk orang-orang yang membutuhkan dengan aman dan tergaransi.

Hero Paxel yang siap jemput dan antar pesananmu
gambar: www.urbanhire.com

Motonya #antarkankebaikan sangat mendukung para pebisnis online di zaman now. Siapa sangka, saat di Jakarta tiba-tiba kepingin makan Gudeg dari Jogja, pagi pesan malamnya sudah bisa makan malam dengan menu fresh dari Kota Gudeg itu.

Gimana Caranya bisa mengakses Paxel?

Caranya sangat mudah! hari gini kan semua-mua pasti berhubungan dengan online, kan? Nah, Paxel ini pun hanya bisa kamu order melalui online. Jadi kamu harus instal dulu Paxel di HP-mu. Kemudian daftar akunmu di sana. Mudah banget tinggal ngikuti langkah-langkah yang diberikan. Oiya, kamu bisa pake kode referralku di : @ekabyan agar kamu bisa dapetin bonus kredit Rp 100K langsung di akun pribadimu.

Dari bonus kredit sebesar itu, kamu uda bisa gunain untuk mengirim apa saja logistik yang kamu punya untuk orang tersayang di mana saja.  Hero Paxel akan dengan ramah melayanimu dalam pengiruman paket ke mana saja yang sampai di hari yang sama #sameday. Garansi dijamin bahkan refund dan penggantian uang hingga Rp 10juta disiapkan apabila pesananmu hilang di tengah jalan. Gimana? Yuk, instal Paxel, dan asyik #antarkan kebaikan mulai sekarang!

 

PAUD Kemuning, Pembentukan Karakter Sejak Dini Pondasi Kecerdasan Anak Negeri Masa Kini

Pembentukan Karakter Sejak Dini, Pondasi Kecerdasan Anak Negeri Masa Kini

  ‘Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS.ar-Ra’d:11)

Kaki mungil berbalut sepatu kets berwarna pink, berjingkat memilih beberapa bebatuan yang berserak di sepanjang jalan beton di kampung Kemuning. Terik matahari sangat terasa di daerah berbatu itu. Aishya, anak usia tiga tahun dengan rambut pirang itu terpaksa kuajak karena ayahnya sedang berangkat ke Palu untuk menjadi salah satu relawan di sana.

Aishya mencium buah mangga, belajar tentang motorik halus dari alam
(gambar: dok. pribadi)

Berkeliling kampung bersama rombongan Roadshow Kampung Berseri Astra, membuatnya melupakan lelah. Alhamdulillah Allah memberi kekuatan padanya, Semangatnya mengikuti Roadshow ini tak melemah sedikit pun. Ia hanya tahu semua yang ia temui adalah hal menyenangkan baginya. Menyentuh tanaman Putri malu, melihat sapi memamah rumput, mencium buah mangga yang masih di pohon hanya dengan posisinya berdiri. Adakalanya ia menunjuk jambu air di depan rumah warga, memintaku untuk memetik sekadar untuk melepas keingintahuannya.

Tiba-tiba langkahnya terpaku di depan sebuah bangunan berwarna kuning. Banyak anak seusianya berlarian di sana. Paud Kemuning. Satu-satunya Paud di kampung Kemuning yang menfasilitasi pendidikan anak usia dini bagi anak-anak balita di seluruh pelosok kampung tersebut. Jika biasanya kita mendengar anak yang dititipkan di TPA atau Paud karena ibunya bekerja sebagai karyawan atau pegawai, berbeda dengan Paud ini. Mayoritas, ibu dari anak-anak ini, yang jika lengkap berjumlah 15 orang saja dalam satu sekolahan, adalah petani, atau buruh tani. Beruntung sekali ya, bahkan di pelosok desa sekarang juga digalakkan pendidikan dini untuk menyelamatkan generasi dengan pembentukan karakter yang kuat sebagai pondasi pendidikan anak dijenjang berikutnya.

Salah satu Pilar Program CSR Astra
Gambar: infografis www.healthymomy.com

Pagi belum begitu terang. Namun sepasang kaki kecil sudah harus melangkah menjauh dari pintu rumahnya. Tangan imutnya digandeng oleh ibu yang juga telah bersiap dengan baju kerjanya. Jangan membayangkan baju kerjanya berdasi atau berkemeja, karena kerjanya memang tak di kantoran. Kerjanya di sawah, namun betapa keteguhan hatinya ingin menyamakan anaknya dengan anak-anak lain yang sekolah, agar mengenal kawan, mengenal antre, juga mengenal berbagi itu seperti apa, dapat ia rasakan sejak dini. Meski harus berjalan setiap hari sepanjang 4 km dari rumah, tetap ia lakoni dengan semangat dan bahagia. Rasanya tak ada hal apapun yang lebih berat dari sekadar berjalan setiap hari melewati rute yang sama menuju sekolah sejauh itu.

Karena sekolah dimulai jam 08.00 WIB, maka paling siang jam 06.00 WIB sudah harus bertolak dari rumah menuju sekolah yang berada di pusat kampung. Itu artinya, persiapan pun harus dilakukan jauh sebelum jam keberangkatan. Bu Yeni, Kepala Sekolah PAUD dan TK dengan nama RA. Masyitoh di kampung Kemuning,  menceritakan kisah salah satu warga di kecamatan itu, beberapa tahun yang lalu saat belum ada satu pun motor yang masuk ke sana.

Tangan bu Yeni terus bergerak mengikuti permainan dakon yang ia jalani bersama anak didiknya yang mengenakan jilbab warna merah.

“Dulu, sekolah ini hampir tak layak di sebut sekolah, Bu!” terangnya. Sesekali senyumnya mengembang, merasakan betapa perkembangan yang terjadi selama ini begitu besar. Tak sia-sia ia mendedikasikan sebagian besar waktunya di sekolah itu. Bu Yeni bersama kedua rekannya, Bu Purwanti dan Bu Badriyah, membangun sekolah dengan ikhlas dan bahagia. Berjuang keras agar bisa berkiprah besar dalam membantu mencerdaskan generasi muda Indonesia, meski dari desa paling pelosok dan sukar dijangkau sekali pun.

Tak jarang, karena begitu jauh tempat tinggalnya dari sekolahan, kerap jika pagi diawali dengan hujan deras, maka kegiatan belajar hari itu cukup di rumah masing-masing saja, alias anak-anak diliburkan. Mengingat jika tetap dipaksa berangkat justru akan lebih membahayakan kesehatan anak.

“Semenjak Astra masuk, Alhamdulillah perkembangan kampung ini sangat besar, Bu! Sekolah ini contohnya, dulu sebelum direhab sangat memprihatinkan. Ruangannya rusak, dindingnya reyot, atapnya bocor di sana-sini, juga kursi-kursi siswa belum ada,” lanjutnya. “Juga, sekarang hampit taka da lagi anak PAUD atau TK yang berangkatnya jalan kaki. Karena selain jalan yang sudah bagus, motor pun sudah banyak yang masuk ke kampung. Anak-anak banyak yang diantar naik motor atau naik ojek.” Bu yeni mengakhiri obrolan itu tepat saat tanda jam sekolah berakhir.

(Dulu) Paud & TK Kemuning sebelum direhab oleh Astra
gambar: Kepala Sekolah PAUD &TK RA. Masyitoh
(Kini) Salah satu siswa TK RA. Masyitoh ceria bermain dakon
Gambar: dok. pribadi

Kulihat sekeliling, dinding sudah semi permanen, atap sudah rapi, cat juga cerah berwarna-warni khas sekolah anak-anak balita. Permainan meski sederhana juga sudah lengkap dengan berbagai permainan edukasi seperti puzzle hewan, puzzle tumbuhan, dakon, susun balok dan lain-lain. Meski sederhana, permainan outdoor seperti komedi putar mini, jembatan palet kayu warna-warni nampak menghiasai halaman dan teras PAUD TK RA. Masyitoh Kemuning. Aishya ikut berkerumun di meja kecil berwarna merah di tengah ruangan, rambut poninya sesekali dirapikan saat terbang terknea kipas angin. Ia bersama dengan siswa lain sedang bermain puzzle hewan. Anak itu memang cepat sekali membaur. Gurunya begitu sabar menjelaskan semua pertanyaan-pertanyaan yang ia lontarkan sambil sesekali matanya melirik ke arahku, memastikan bunda masih dalam satu lokasi bersamanya.

Bermain Puzzle hewan bersama teman-teman baru
gambar: dok. pribadi

Hebatnya, dengan segala keterbatasan, ternyata PAUD dan TK tersebut cukup berprestasi. Di Antara prestasi yang telah diraih adalah Juara III lomba tahfidz Quran oleh Bu Badriyah, salah satu guru di sana. Juga juara II lomba tari Islami berkelompok. Hal yang semakin membuatku takjub adalah Bu Badriyah, yang kerap menjuarai berbagai lomba tahfidz, ternyata hafal Al Quran. Masya Allah, Bu! Semoga berkah, ya! Mendedikasikan tenaga, waktu dan ilmunya yang mulia di tempat terpencil namun kaya kasih sayang dan semangat ini.

Gunung Kidul dulu dan Kini

Peta Administrasi Gunung Kidul
Sumber:www.gunungkidulkab.go.id

Satu kata tentang Gunung Kidul, tandus! Entah berapa puluh tahun yang lalu kudengar hal itu menjadi trending topik di kota tempatku mencari ilmu ini. Tak ada yang menyangka, hanya selang beberapa tahun dari doktrin yang melekat itu keadaan dibalik oleh Allah.

Sekarang, siapa yang nggak tahu Goa Pindul? Siapa yang nggak kenal Pantai Indrayanti? Air Terjun Sri gethuk? Dan masih banyak lagi destinasi wisata di Gunung Kidul yang hingga kini pengunjungnya semakin meroket. Bahkan tiap akhir pekan, hampir dipastikan akses sepanjang jalan menuju Gunung Kidul selalu dipadati oleh berbagai kendaraan dari berbagai kota. Macet!

Gunung kidul, mengapa diberi nama demikian? Daerah berbatu ini merupakan rangkaian Pegunungan Kapur Selatan yang membentang di selatan Pulau Jawa. Komposisi bebatuan berwarna putih atau sering disebut dengan batu gamping ini menandakan bahwa dahulu kala daerah ini merupakan dasar laut yang mengalami pengangkatan tektonik dan vulkanik. Jadi tak heran jika memang aslinya tempat itu merupakan tempat yang tandus.

Kampung Berseri Astra (KBA)

Logo Kampung Berseri Astra
Gambar: www.satu-indonesia.com

Kemuning, adalah salah satu kampung yang berlokasi di Gunung Kidul. Tepatnya di Desa Bunder Kecamatan Patuk. Kampung ini terpilih menjadi salah satu Kampung Berseri Astra (KBA) yang merupakan salah satu dari 76 kampung bagian Corporate Social Responsibility (CSR) di seluruh Indonesia. Kenapa kampung ini terpilih? Jadi ada beberapa tahap sebuah kampung dapat dipilih untuk menjadi Kampung Berseri Astra:

Dalam menentukan dan memilih calon KBA, terdapat beberapa tahap yang harus dilewati:

  1. Koordinasi perusahaan Group Astra
  2. Pembentukan Tim KBA
  3. Koordinasi dengan pemerintah daerah
  4. Social Mapping
  5. Penentuan lokasi KBA

Apa itu KBA?

Infografis www.healthymomy.com
Sumber: www.satu-indonesia.com

Kampung Berseri Astra (KBA) merupakan program kontribusi sosial berkelanjutan Astra yang diimplementasikan kepada masyarakat dengan konsep pembangunan yang mengintegrasikan 4 pilar program, yaitu: Pendidikan, Kewirausahaan, Lingkungan dan Kesehatan.

Melalui KBA, masyarakat dan perusahaan bekerjasama untuk mewujudkan wilayah yang bersih, sehat, cerdas dan produktif sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah Kampung Berseri Astra.

Jadi, apa yang kamu dengar sekarang tentang Gunung Kidul? Daerah yang kaya destinasi wisata indah. Pantai, Goa, Karst peninggalan kebudayaan purba? Ya begitulah, semua sudah berubah seiring perkembangan zaman, juga seiring dengan semakin cerdasnya masyarakat Gunung kidul di bawah kepemimpinan pemerintahan Bupati dalam membangun rumahnya sendiri.

Sekarang, jika kamu bertanya padaku seperti apa rasanya sekolah TK, pasti kujawab dengan lantang, “Aku tidak tahu!” Dulu, bahkan di desaku sama sekali tidak ada sekolah TK. Aku langsung masuk ke SD saat usiaku menginjak 6 tahun, yang itu artinya 36 tahun yang lalu. Jadi aku pun tak tahu betapa asyiknya bermain di TK, menggambar kupu-kupu, mewarnai, dibacakan cerita. Aku menghabiskan masa balitaku bersama ibuku tercinta sebagai madrasah pertamaku. Aku mengenal Alif-Ba-Ta-Tsa, juga langsung dari mulut ibuku setiap aku mau tidur. Aku juga mengenal jam dari kakekku. Mengenal kasih sayang dan berbagi dari nenekku. Dan, aku mengenal ketegaran serta kesabaran dari bapakku.

Bukti, kenapa pendidikan begitu penting diberikan sedini mungkin. Inilah yang menumbuhkan cita-cita Astra, Sejahtera Bersama Bangsa.

~

ew

*Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Anugerah Pewarta Astra 2018. 

 

Warung Omah Sawah Tembi, Tempat Selfie Bersama Sawah Dan Padi

Omah Sawah Tembi. Warung Omah Sawah Tembi tempat selfie bersama sawah dan padi. Kakinya tak sabar meniti pematang sawah yang lebarnya hanya sekitar 20cm. Kanan dan kiri jalan setapak itu tentu saja dipenuhi tanaman padi menghijau. Lalang daunnya melambai hingga menyebrang ke pematang. Membuat tangan juga kakinya terasa geli terseret lembaran lalang daun padi.

Jus Omah Sawah Tembi
Gambar: dokumentasi pribadi

“Bunda, aku mau ke sana!” telunjuknya mengarah ke 100 m di belakang saung utama Warung Omah Sawah Tembi. Ah, gadis kecil itu mulai menyukai lingkungan ini. Tak takut ada ulat atau belalang, kah? Sendal jepit mungil berwarna biru dengan gambar Sofia si tokoh kartun dipegangnya erat di tangan kiri. Ia sedikit berlari sambil menjaga keseimbangan. Terkadang tangannya menyentuh kuntum pada yang masih hijau. Padi muda.

Rupanya replika gajah gagah bertengger di tengah hamparan sawah luas. Tiang-tiang lampu listrik berjajar sepanjang pematang menuju ke tempat gajah berdiri. Gadis kecil menuju ke sana.

Hmm, spot selfie yang lumayan keren, pikirku.

Outdoor Omah Sawah tembi
Gambar: dokumentasi pribadi

Sore itu, memang pas sekali. Bukan Sabtu atau Minggu sore, namun tempat makan tradisional ini dipenuhi pengunjung. Pantes saja, suasananya yang begitu adem, tenang dan nyaman begitu dirindukan, terutama bagi mereka yang sempat merasakan hidup di era pra teknologi hingga kini semua serba online, seperti aku. Merasakan suasana di Omah Sawah Tembi membuat memori kita terlempar berpuluh tahun yang lalu, di mana hidup kita masih serba tradisional belum mengenal kemajuan teknologi. Hiburan hanya berupa makan di gubug di sawah sepulang sekolah. Sambil menunggui tanaman padi dari serbuan burung-burung. Atau sorenya akan berlarian sepanjang pematang untuk menangkap belelang, capung atau mencari belut di sela-sela tanaman padi? Ah, tidak aku biasanya “bruwun” mencari dan memetik batang sayur kangkung di sela-sea rumput di pematang sawah. Itu sangat seru!

Menyeruput wedang jahe sere
Gambar: dokumentasi pribadi

Suasana pedesaan yang hijau dan segar juga aneka menu tradisional melengkapi warung bernuansa sawah ini. Sengaja mendirikan warung tersebut di tengah sawah dengan harapan dapat memberikan fasilitas yang nyaman dan eksotik pada orang-orang yang merindukan semacam rumah desa namun sudah sangat sulit didapatkan di area perkotaan yang semakin padat dengan bangunan hingga jadwal kerja.

Omah Sawah tembi, alternatif pilihan untuk bersantai dan juga melepas penat di siang, sore maupun malam hari bersama teman kerja, keluarga atau sesama anggota arisan emak-emak zaman now. Omah Sawah Tembi, letaknya tak jauh dari Pasar Gabusan di daerah Jalan Parangtritis Bantul Yogyakarta.

Apa saja yang bisa kita nikmati di sana?

  1. Menu Makan dan MinumTradisional
Ikan Asam Manis Omah Sawah Tembi
Gambar: dokumentasi pribadi

Aku hobi makan, tapi bosan dengan aneka makanan modern. Pas banget! Karena aku lebih suka menu aneka sayur, juga masakan rumahan yang jarang sekali bisa kita temukan di kota. Di sini menu makanan ndeso sangat lengkap. Menu yang selalu bikin lidah kita menyerah untuk berhenti. Sebut saja mangut lele pedas, ada yang nggak suka? Ya bagi yang nggak suka memang susah untuk dibuat suka. Tapi buat yang suka, menu pedas berkuah ini mampu membuat nasi di bakul langsung ludes habis. Belum lagi ikan nila bakar, sambal terasi, oseng bunga papaya, oseng daun pepaya teri, sayur lodeh, tempe garit dan lain-lain. Hmm, baru liat saja sudah bikin perut melonjak-lonjak keroncongan. Selain makanan, Omah Sawah Tembi juga menyediakan berbagai minuman tradisional yang bikin kangen. Ada wedang jahe sere, wedang secang, jus Omah Sawah perpaduan sayuran dan buah yang membuat rasanya semakin segar dan menyehatkan. Gula yang dipakai adalah gula batu, tahu kan nikmatnya minuman yang memakai gula batu? Wedang jahe atau teh, sama nikmatnya. Cobalah, pasti ketagihan!

Oseng Bunga Pepaya
Gambar: dokumentasi pribadi
Wedang Secang
Gambar: dokumentasi pribadi
  1. Suasana Pedesaan yang Asri, Nyaman dan Adem

Pergi pagi pulang petang, melewati berbagai gedung tinggi dan perempatan lampu merah yang padat dan penuh polusi. Begitu seterusnya aktifitas harian kita. Wajar jika kita kerap stress dan tak sabaran saat menghadapi celotehan anak yang menurut kita mengganggu, tapi bagi mereka adalah hal yang luar biasa seru.

Saat itulah kita butuh piknik. Bukan mengenai ke mana lokasi yang mahal dan mewah. Namun sebenarnya adalah kita butuh rileks saja, melihat sesuatu yang beda dari rutinitas. Sawah hijau segar, tanaman padi, bunyi-bunyian burung, jangkrik juga katak di sore hingga malam hari. Hal sepele itu justru jarang terpikirkan oleh kita. Padahal justru hal sepele itu lah yang kerap bisa kita andalakan sebagai mood booster untuk mengobati stress kita.

Di sini, Omah Sawah Tembi aku mendapatkannya semua. Suasana itu, suasana yang romantis buat keluarga.

  1. Spot Selfie Kekinian

Jika dulu kita selalu hunting spot selfie yang berbau modern, mal, bioskop, rumah makan modern. Maka beda lagi dengan sekarang. Sering kita lihat foto-foto teman kita berseliweran di beranda kita? Ada yang di gubug, ada yang di hutan pinus, ada yang di sawah?

Nah, di Omah Sawah Tembi juga mneyediakan semua keunikan spot selfie itu. Sawah luas? Ada. Aneka peralatan makan tradisional? Ada. Tempat duduk dari kayu? Ada, kentongan kayu? Ada. Vespa jadul? Ada. Bahkan replika gajah khusus disediakan untuk anak-anak yang hampir semuanya suka dengan binatang super besar itu pun, ada.

Jadi mau sekadar berlarian di pematang sawah yang hijau sambil disyuting atau difoto? Sangat difasilitasi dan bebas mau berapa lama saja di sana, gratis!

Spot Selfie Omah Sawah Tembi
Gambar: dokumentasi pribadi
  1. Suasana Romantis

Suasana romantis itu yang seperti apa? Bagi aku adalah yang jauh dari hingar-bingar apapun gangguan. Tidak ada deru kendaraan yang mendominasi, tidak ada rutinitas yang membosankan. Suasana adem dan segar dengan suplai oksigen alami tanpa batas juga sangat menyokong keromantisan. Kecukupan oksigen yang kita hirup yang disediakan oleh tumbuhan adalah alasan yang paling masuk akal kenapa kita bisa memperbaiki mood. Saat kebutuhan oksigen kita tercukupi, maka otak kita akan segera optimal bekerja, stress yang membebani pun akan segera lenyap oleh kemampuan kerja otak yang kembali optimal. Pemandangan jauh melintasi hamparan sawah hijau, juga aroma alam yang membuat kita menyatu juga membuat perasaan dan suasana di sekitar kita menjadi romantis.

  1. Sunset Jingga

Omah Sawah Tembi terdiri dari saung utama berukuran besar dengan ke empat sisinya tanpa dinding. Langsung terbuka ke alam. Sehingga pemandangan lingkungan luar yang bersih dan hijau sangat bisa dinikmati dari dalam saung atau pendopo. Sisi barat, hamparan sawah sangat luas, berbatasan dengan kampung yang jaraknya mungkin sekitar satu kilometer. Persawahan luas itu memungkinkan sekali untuk kita melihat langit jingga di sore hari menjelang matahari masuk ke ufuk barat.

Saat matahari perlahan menurun di ufuk barat, langit mulai menunjukkan keindahannya. Gradasi warna mulai dari kuning emas, jingga hingga kemerahan menuju ke satu titik di mana bulatan sempurna matahari mulai tertelan bumi. Semilir angin yang menyertai menambah kesempurnaan sore yang dinanti. Seiring pula bunyi-bunyi jangkrik juga katak dan kodok mulai diperdengarkan untuk memanggil para kawan yang masih saja santai beristirahat. Saatnya bernyanyi! Omah Sawah Tembi begitu alami. Weekend ini mau ke mana?

Secangkir Kopi Robusta Susu Dari Barista Inklusif Jogja

Kulirik lagi penyaji kopi istimewa itu. Kopi Robusta? Bahkan, namanya saja baru kudengar. Mungkin karena aku tak termasuk orang-orang yang gemar nongkrong di café sekadar untuk ngopi bersama di Sabtu sore. Ya, pesan Kopi Robusta pun hanya ikut-ikutan teman yang lebih dulu memesan. Kopi cenderung pahit, namun saat dipadu dengan susu manis akan tercipta rasa baru yang nge-blend, itu penjelasan yang kudapat untuk secangkir kopi Robusta susu. Barista Inklusif, Stand Kopi di acara temu Inklusi 2018, satu di antara bukti lainnya yang menggaungkan inklusi sosial, menyetarakan harkat sesama warga tanpa membedakan maupun mencaci keterbatasan, menuju Indonesia Inklusi, #IDInklusif.

Sumber: Dokumentasi Pribadi
(Kopi Robusta Susu dari Barista Inklusif Jogja)

Di stand sebelah kanan panggung utama, Mbak itu sangat cekatan. Menulis, mengambil gelas, menandai dan memindahkannya ke meja sebelah. Hingga entah detik ke berapa, aku terpaku. Kecepatan gerakan tangannya menutupi sesuatu. Tangan kirinya tak sempurna. Masya Allah! Sejenak pandanganku terhenti di satu titik, tangan itu. Telapak tangannya hanya seukuran separuh telapak tangan normal, pun jemarinya hanya terdapat dua atau tiga saja, bukan lima. Aku tak berani lebih jeli menghitung tepat jumlahnya berapa.

Sungguh, keberadaannya yang tak sempurna tak menyusutkan semangat juga kepercayaan diri. Aku masih tertegun saat mbaknya memanggil namaku. Buru-buru kualihkan pandangan, aku takut pandanganku akan membuatnya risau. Aku takut, pandanganku akan menyakiti hatinya, membuatnya tak nyaman, meski aku tak bermaksud begitu.

Sumber: Dokumentasi Pribadi
(Seorang perempuan istimewa yang cantik, penuh semangat, juga cekatan dalam melayani pelanggan Kopi Robusta dari Barista Inklusif)

Belum habis decak kagumku, mataku menangkap bayangan lain. Kali ini sosok pria bertubuh gempal. Dia tak kalah cekatannya dengan si mbak. Namun kali ini bukan menulis atau membuat daftar nama di masing-masing gelas plastik single use. Lebih rumit dari itu. Sigap kedua tangannya mengelap meja, menyiapkan cangkir dan meracik biji kopi untuk dimasukkan ke dalam penggilingan kopi mini di atas meja. Juga mengangkat teko panas berisi air mendidih yang kemudian dituangkan perlahan dengan menyusuri tepi penyaringan dari kertas berbentuk kerucut. Air hitam kecoklatan mengalir mengisi gelas ukur berbentuk piala. Dalam sekejap, aroma khas kopi murni yang legit menyeruak, mengusik indera penciuman, dan merangsang otakku untuk memproduksi hormon bahagia. Cafein itu sukses membuatku ingin mencicipinya.

Tak ada jari di sana yang menjaga agar teko tak jatuh. Pun tak ada telapak tangan yang menopang teko panas beralas kain agar panasnya tak melukai. Hatiku mencelos. Melihat betapa orang-orang itu selalu bersemangat. Namanya Eko Sugeng. Nyaris tak terlihat berbeda dengan kecekatan tangan orang normal, selain sepasang tangannya yang hanya sampai pada lengan bawah atau sedikit turun dari siku. Mengerucut khas luka yang sengaja dibuat saat operasi amputasi. Tanpa satu pun jari-jemari. Yah, dia tak punya telapak tangan, bahkan dia tak punya pergelangan tangan. Tapi, Ya Allah, dia begitu cekatan!

Sumber: Dokumentasi Pribadi
(Eko Sugeng, namanya. Orang yang selalu bersemangat belajar dan akhirnya mahir dalam meracik kopi istimewa berbagai rasa)

Allah Yang Maha Baik. Allah mudahkan segala urusan. Eko, yang bahkan tak punya satu pun jari tangan? Gimana caranya mandi? Gimana caranya… Ah, terlalu banyak pertanyaan bodoh yang berkelebat. Pertanyaan yang mungkin tak bernilai sama sekali, dibandingkan keberadaan jiwa yang masih setia pada raga ini. Pertanyaan yang tak seharusnya dipertanyakan. Pertanyaan yang hanya mengurangi rasa syukur kita kepada Allah Swt.

Pahit beradu manis. Kusesap perlahan kopi pesananku. Cuaca masih begitu terik saat kopi Robusta yang pertama kali kukenali ini tinggal separuhnya saja. Aku masih berteduh di bawah atap stand kopi istimewa dari Jogja ini. Kopi #BaristaInklusif ini merupakan tim @Staracoffee, dampingan salah satu mitra Program Peduli yaitu Pusat Rehabilitasi YAKKUM. (Instagram @pryakkum dan Fb: Pusat Rehabilitasi Yakkum). Salah satu Video Program Peduli menceritakan kegiatan pelatihan Kopi yang meruntuhkan dinding pembatas orang normal dengan difabel.

Ya, Gunung kidul. Tepatnya di desa Plembutan, merupakan desa pertama yang mengumumkan dan meresmikan kepeduliannya terhadap keberadaan kelompok rentan masyarakat disabilitas. Desa tersebut memberi peluang dan melibatkan seluruh kelompok masyarakat difabel dalam agenda pembangunan desa. Kiprahnya telah membuktikan bahwa kelompok orang berkebutuhan khusus itu setara dengan orang normal, mampu dengan cerdas dan optimal untuk turut serta aktif dalam pembangunan desa.

Sumber: Dokumentasi Pribadi (Kepala Desa Plembutan, Bu Edi sedang presentasi mengenai Desa Inklusi)

Desa Plembutan, Playen, Gunungkidul, tempat digelarnya acara Temu Inklusi #3. Pertemuan difabel tingkat nasional baik secara individu, organisasi maupun para pemerhati isu difabel ini dihadiri perwakilan dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara dan Papua. Forum Diskusi yang dipimpin oleh Pak Suharto, salah satu warga Gunungkidul dengan difabel netra, mengusung tema Menuju Indonesia Inklusi 2030 Melalui Inovasi dan Kolaborasi.

Presentasi pertama oleh Bapak Sutrisna, Kepala Desa Sidoarjo Purworejo. Menurut data yang disajikan, Desa Sidoarjo memiliki 360 jiwa difabel dengan berbagai macam kedifabelan. Angka tersebut diambil dari total sekitar 8.000 jiwa dalam satu desa.

Bahwa tak selamanya orang-orang dengan segala keterbatasan hanya merepotkan saja. orang-orang pilihan itu mampu menunjukkan karya. Mereka mampu sekadar untuk berunding, menyusun strategi pembangunan maupun secara aktif ikut serta dalam setiap kegiatan pembangunan desa.

Mengapa Temu inklusi #3 di Desa Plembutan Kecamatan Playen Kabupaten Gunung kidul? Desa itu yang pertama kali membuat Peraturan desa (Perdes) tentang kesetaraan hak dan kewajiban seluruh warga tanpa melihat perbedaan apapun. Perdes itu digunakan sebagai acuan legalnya kebijakan dalam rangka melibatkan para difabel di setiap kegiatan desa yang berpayung hukum.

Bu Edi, selaku Kepala Desa Plembutan menjelaskan bahwa, mengapa desa tersebut berani mengambil langkah ini lebih dahulu dibanding dengan desa lainnya di Gunung Kidul maupun di daerah lain? Alasannya adalah, karena semua orang tak terkecuali, pada saatnya nanti pasti akan menjadi anggota dari kelompok orang berkebutuhan khusus. Saat orang tersebut penglihatannya sudah berkurang dan harus memakai kacamata misalnya, maka orang tersebut sudah masuk ke dalam kelompok difabel yang mempunyai kebutuhan khusus, paparnya.

Betul juga, ya?

Desa inklusi tidak serta merta hanya memprioritaskan sebuah kegiatan hanya dikhususkan bagi kelompok difabel, namun bagaimana caranya agar setiap aspek pembangunan desa baik fisik maupun dalam bentuk kegiatan akan ramah dan dapat diakses dengan mudah oleh setiap warga, baik yang normal fisiknya maupun warga dengan keterbatasan fisik/difabel.

Temu inklusi ini juga dihadiri oleh Pak Maman, staf ahli dari istana kepresidenan. Pak Maman mewakili presiden Joko Widodo untuk melakukan pendampingan terhadap jalannya acara istimewa tersebut. Menyampaikan segala aspirasi dari pemerintahan tingkat bawah serta memberi masukan mengenai kebijakan-kebijakan dalam rangka meraih cita-cita menuju Indonesia Inklusi 2030.

Ya, rasanya tak muluk-muluk. Jika setiap desa sudah menjadi desa Inklusi, maka target Indonesia Inklusif tahun 2030 akan sangat mudah untuk tercapai. Semoga.

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Selain Barista Inklusif, desa inklusi Plembutan juga memiliki berbagai kelompok difabel dampingan bernama Kelompok Mutiara Plembutan, yang dilatih dengan berbagai macam ketrampilan yang akan meningkatkan kemampuan diri setiap warga difabel. Menyusun manik-manik, membuat bros, memasak aneka panganan, pelatihan IT dan pelatihan lainnya.

Pahit sedikit manis berpadu. Es kopi sudah tak lagi bersisa. Kutenggak tetesan terakhir kopi Robusta sebelum akhirnya kulangkahkan kaki menuju mobil Hiace yang akan mengantarku turun ke Jogja. Rasa kopinya yang original hanya menipis sedikit saja didesak oleh kucuran susu kental manis. Kusesap beberapa kali kopi itu. Pahit namun membuat ingin menyesapnya lagi. Perlahan kulirik penyaji kopi itu lagi. Tak berkurang, justru pengunjung stand Kopi Barista semakin memadat. Wajar saja, wajah ceria penyaji kopi semakin sumringah, meski peluh semakin bercucuran akibat teriknya matahari beradu dengan hawa panas yang dikeluarkan bersama kepulan asap air mendidih penyeduh kopi.

Sekelumit waktu yang berkualitas, menghadiri acara nasional Temu Inklusi #3 mengajarkanku berjuta rasa, ilmu juga kesetaraan karsa. Bahwa, di sekitar kita ada banyak warga dengan segala keterbatasannya, ingin diperlakukan setara bahkan hanya untuk berbagi rasa dan cinta. Mereka sama dengan kita, butuh bicara, butuh cinta, juga butuh berbagi kasih sayang dalam setiap karya. Mari saling mengisi tangki cinta juga menyalurkannya ke sesama tanpa melihat perbedaan dalam setiap keterbatasan.

Allah Hadir Di Seberapa Kuat Doa Ibu

Allah hadir di seberapa kuat doa ibu

Aku masih belum percaya jika melahirkan dengan dipacu akan memberikan rasa sakit yang luar biasa. Menurutku kala itu, nyeri kontraksi ya memang seperti itu, sakitnya legit. Pun, karena ternyata sudah dua kali obat pacu lewat jalan lahir sudah berhasil kulewati dengan lancar. Nyerinya masih sama saja dengan melahirkan dua jagoanku tempo hari.

“Mbak, bukaan berapa?” tanyaku ke bidan yang baru saja memeriksa.

“Masih sama, Mbak,” jawabnya singkat.

“Sama berapa, Mbak?” kejarku lagi.

“Sama seperti tadi bu dokter yang meriksa jam enam,” jelasnya kemudian. Dia buru-buru pamitan.

Ok, aku menghela napas. Bukan apa-apa, rasa nyeri di perut bagian bawahku yang menjalar ke seluruh pinggang rasanya sudah puluhan kali lipat disbanding sebelumnya. Sekuat tenaga aku mencoba berbaik sangka, Allah Maha tahu yang terbaik. Setelah 24 jam melewati mules-mules tak jelas yang disebabkan oleh perangsang mules berupa obat pacu, tepat sejak jam 12.00 (yang itu artinya 6 jam yang lalu) bidan menyampaikan hasil konsulnya yang memberikanku dua pilihan, istirahat (tanpa pemberian obat pacu) atau segera memilih prosedur lain untuk melahirkan, yaitu operasi bedah sesar? Aku terpaku pada dua pilihan itu. Memang taka da satu pilihan mana yang lebih berat,dua-duanya begitu berat. Satu sisi aku maunya memang istirahat saja, artinya membiarkan dan mengharapkan semua proses terjadi secara alami dengan lancar. Tapi dilain sisi, aku lebih takut dengan risiko yang lebih buruk akan terjadi pada bayi perempuan di dalam rahimku.

Baik, beri kami waktu untuk berpikir, Mbak. Hanya itu yang kusampaikan kepada bidan jaga yang cantik itu. Waktu untuk berpikir, bukankah itu juga menghabiskan beberapa ribu detik terbuang tanpa action? Allah, semoga memang apa pun langkahku, itulah yang sudah Engkau pilihkan buat kebaikan kami, aku dan calon anakku.

Akhirnya kami memilih istirahat saja. sitirahat dari pemberian obat berupa tablet yang dibelah 4 yang dimasukkan ke dalam jalan lahir untuk merangsang munculnya kontraksi yang membaut perut terasa mulas. Kehamilan ini tak seperti dua kehamilan sebelumnya yang meski terlambat atpi masih bisa berjalan dengan lancar tanpa campur tangan obat pemacu kontraksi.

“Mbak, ini udah mau lahir,” ucap mama sambil mengusap peluh yang membasahi kening juga tengkukku. Meski sekuat tenaga aku menahan nyeri yang teramat sangat, mama tetap bisa mencuri tahu. Mama ku bukan “orang pintar”, apalagi dukun. Tapi pengalamannya melahirkan 6 orang anak dari rahimnya dengan cara normal cukup memintarkannya mengenali tanda-tanda melahirkan.

Mama baru saja masuk ke kamar tempatku berada. Di ruang lantai 3 sebuah rumah sakit di Jogja. Mama memang baru bisa datang setelah lebih dari 24 jam aku mulai kesakitan. Bukan karena apa-apa, kebetulan mama baru ke luar kota menjenguk bude.

Benar saja, tak selang sepuluh menit dari kedatangan mama, bidan-bidan cantik itu berlomba membawaku ke ruang persalinan. Aku panik. Rasanya perut ini sudah waktunya untuk mengeluarkan segala yang ada di dalamnya. Aku pengin sekalii mengejan! Tapi tak boleh!

“Nanti, tunggu dokternya datang, tahan, belum lengkap!” bidan itu tetap saja tak bisa menyembunyikan rasa paniknya.

“Aku mau ngejaaan!” teriakku saat kudengar suara dokter memasuki ruangan bersalin.

“Tunggu! Dokternya pakai sarung tangan dulu!” teriak bidan itu.

Dan aku pun tak mendengar lagi apa kata bidan itu.

“Oek… oek…!” bersamaan dengan tangan dokter yang sudah lengkap dengan handscoend, kepala bayi disusul badannya segera meluncur ke kedua telapak dokter cantik yang sedari kemarin siang sudah menunggu bayi itu.

Kesayangan mama

Entahlah, itu kenanganku bersama ibuku. Perempuan yang selalu menjemput kelahiran cucunya dengan kasih sayangnya, bahkan meski sudah berkali-kali obat pacu dimasukkan. Rupanya suara, kelembutan tangan mama tetap yang ditunggu. Allah ridlo pada keikhlasan mama. Keikhlasan untuk menyaksikan putri pertamanya melahirkan cucu-cucu imutnya.

Aku baru ingat, ternyata ketiga anakku memang semuanya mundur dari HPL, tapi satu yang menyamakan ketiganya, adalah kedatangan mama di sampingku yang seolah menjadi kekuatan tak terlihat dari Allah untuk melancarkan semuanya. Ridlo Allah ada di ridlo mama. Mama, begitu cintanya engkau terhadapku yang sering durhaka. Izinkan aku jadi anak shalehamu yang kelak doaku akan selalu engkau terima di sana.

Satu setengah tahun dari kejadian itu, engkau dipanggil Allah, tanpa sebab, tanpa sakit, tanpa tanda apapun sebelumnya. Bahkan kita menyisakan janji untuk melakukan senam bersama Ahad pagi di alun-alun. Janji yang pernah terucap namun tak pernah tertunaikan.

Kalau menurutmu kenangan itu hanya untuk dikenang, kamu salah. Kenangan itu menjadi sumber kekuatan. Kenangan itu menjadi sumber harapan, untuk kembali berkumpul bersamanya di surge. Kenangan indah ikatan ibu anak yang tak pernah lekang dimakan waktu bahkan kematian.

Kenangan itu menumbuhkan harapan-harapan baru untukku menjadi wanita shaleha yang membanggakanmu.

Kenanganku tak akan mungkin kutemukan lagi, kecuali hanya tempat-tempatnya saja. Dan, kenangan yang selalu menumbuhkan harapan baru akan selalu kuingat, terutama agar aku menjadi perempuan yang semakin shaleha, produktif dan mampu berkarya untuk kepentingan dunia dan akhirat.

TERBANGKAN MIMPI MENJADI TRAVEL BLOGGER KECE DENGAN LAPTOP IDAMAN

Oh my God! Rasanya pengin turun saja dari mobil, ajak anak-anak untuk berjalan kaki. Entah di depan atau di belakang mobil yang disetir sama suami, sendirian. Tapi, tidak mungkin, toh kalau misalnya pikiran buruk itu terjadi, kasihan suami sendirian mengalaminya. Na’udzubillah, jangan sampai! Allah lindungi kami!

Namun untuk berhenti dan berputar balik arah agar tidak melewati jalur itu? Itu sama halnya mengulang perjalanan yang entah berapa puluh jam yang lalu kita awali. Sebenarnya bukan karena dikejar waktu atau harus buru-buru, kita semua bisa enjoy sepanjang perjalanan karena seluruh anggota keluarga jelas sudah ikut menikmati serunya perjalanan itu. Jadi mau terlambat atau mau cepat, sudah tak ada lagi yang menjadi alasan untuk panik.

Ok, kita lanjut! Dan aku harus tetap bertahan di dalam mobil ini, di dalam entah hutan apa namanya, di pedalaman Purworejo yang baru sekali itu kami lewati. Napas rasanya tak mampu kuhela saat perlahan suami mulai mengarahkan kemudinya menyusuri setengah ruas jalan yang masih disisakan oleh longsor beberapa waktu sebelumnya. Apapun yang terjadi, bismillah. Dan tiba-tiba aku ingat tentang satu hal,

“Pedang yang sudah di arahkan ke lehermu pun tak bisa mematikanmu kalau Allah tidak meng”iya” kan.”

Itu artinya, ruas separuh jalan berbatu bekas longsor yang terlanjur kami pilih ini tidak akan menggelincirkan untuk mati konyol hanya karena menghindari jalur macet lebaran. Kulirik anak-anak yang tertidur pulas di belakang. Perlahan kuarahkan pandanganku ke arah suami yang sedari tadi menunggu anggukan kepalaku. Bismillah! jalan longsong dengan sebelah tebing dan sebelah lainnya jurang terjal! Aaaggrrhh!

Berhasilkah?

Alhamdulillah, jika tak berhasil, maka tulisan ini insyaallah tidak akan pernah ada. Allah masih melindungi kami semua, dan anak-anak tak satu pun yang terbangun untuk menyaksikan kengerian berpacu dengan adrenalin kami.

Travelling memang sudah menjadi hobi kami yang tak pernah menjemukan. Minimal setahun sekali kita semua pasti melakukan perjalanan jauh yang sering kita sebut dengan istilah travelling. Bagi yang sudah berkeluarga di mana mertua dan orang tua berjauhan tempat tinggal meski masih dalam satu pulau, membuat aktifitas rutin tahunan ini wajib banget untuk selalu dapat ditunaikan. Birrulwalidain-lah sebutannya. Berbakti kepada kedua orang tua. Seperti aku, ujung barat Jawa tengah menuju ujung timur Jawa Tengah. Setiap tahun minimal sekali melewati rute yang berbeda. Jadi meski tiap tahun tujuannya sama, namun kita selalu menemukan jalur baru yang selalu berbeda dari tahun ke tahun.

Hal unik yang ditemui sepanjang jalan selalu menarik untuk kubagi dengan semua orang. Hal unik yang membuat kita selalu semangat meniti hari bersama keluarga. Sayang sekali kan hobi ini jika dibiarkan terendap begitu saja di dalam memori kita? Makanya mulai beberapa bulan ini seiring dengan tumbuhnya minat untuk belajar menulis, aku ingin selalu membagi semua hal, terutama mengenai travelling, dan lebih keren sekarang dengan sebutan travel blogger. Minimal berbagi informasi yang bermanfaat terkait semua hal.

Produktif Menulis dengan ASUS
Gambar: Doc. Pribadi

Tuh kan, menulis adalah hal baru (lagi) yang membuatku terus semakin bersemangat. Bersemangat memasuki dunia baru yang menurutku makin berwarna di dalamnya. Ya, memang menulis termasuk salah satu terapi untuk membarukan semangat dalam jiwa.

Laptop ASUS
Gambar: Doc. Pribadi

Alhamdulillah berbekal laptop ASUS X541U aku mulai produktif menulis. Menulis apa saja yang ada di dalam kepalaku. Tak terasa semua hal bisa menjadi ide segar buatku, meski cara menuangkannya belum semulus yang dibayangkan. Menulis menjadi rutinitas baru yang begitu menyenangkan bagiku.

ASUS, merk laptop terkenal di Indonesia yang menurutku sudah paling canggih, rupanya selalu mengeluarkan seri baru untuk lebih memberi fasilitas unggul demi memfasilitai para pecandu menulis.

Sebut saja ASUS ZenBook 13 UX331UAL yang saat ini sudah masuk pasaran Indonesia.

Sepertinya itulah laptop impianku, laptop lembut, ringan namun powerfull. Kabarnya laptop ini sudah diuji kekuatannya oleh artis beken Raditya Dika.

Berikut sedikit spesifikasi ASUS ZenBook 13 UX331UAL :

ZenBook 13 UX331UAL memiliki ketebalan yang sama seperti saudaranya, ZenBook UX331UN yakni hanya 13,9 milimeter. Tetapi ia berhasil menembus angka di bawah 1 kilogram untuk bobot keseluruhan. Tepatnya, hanya 985 gram saja.

ASUS ZenBook 13 UX331UAL Yang Super Tipis dan Ringan
Gambar: Channel.asus.com
Gambar: Channel.asus.com

Masya Allah, ini si ringan banget! nggak bakal membuat punggung kita bungkuk seharian menggendong laptop ini mah! meski dibawa keliling Indonesia. Duh, makin mupeng kan jadinya?

Dibanding ZenBook 13 sebelumnya yang menggunakan aluminium chassis, konstruksi berbasis magnesium alloy pada ZenBook 13 UX331UAL membuatnya sangat tangguh.

Bahkan ia memenuhi standar military-grade MIL-STD 810G dan lolos uji daya tahan untuk memastikan kemampuannya beroperasi dalam berbagai kondisi.

Meskipun punya tampilan yang sangat lembut, ZenBook 13 UX331UAL telah lolos pengujian berat standar daya tahan military-grade MIL-STD 810G. serius ini? Hmm, pantesan di channel Raditya Dika, laptop ini mah masih bertengger meski dilindas oleh motor, amazing!

Trus, masih banyak lagi keunggulan ZenBokk 13 UX331UAL. Dibawah ini alasan kenapa laptop ini menjadi laptop impian sobat traveler:

Laptop tipis, ringan dan powerfull

Saat bepergian, pastinya kita menginginkan laptop yang paling tipis, paling ringan, dan paling ringkas. Inilah yang ditawarkan ZenBook UX331UAL dengan bobotnya yang hanya 985g (kurang dari berat rata-rata sepasang sepatu!) ketipisan 13.9mm, sehingga sangat nyaman saat bepergian. Desain bingkai NanoEdge juga sangat ringkas untuk laptop ukuran 13 inchi: ZenBook UX331UAL ini tentunya adalah teman perjalanan Anda yang setia, ke mana pun Anda pergi!

Wi-Fi Master

Dengan aplikasi ini, laptop mampu mendapat kecepatan transfer yang lebih tinggi dan jarak yang lebih jauh dibanding laptop lain pada umumnya. Dari jarak 300 meter atau lebih masih bisa mengakses Wi-Fi yang meski mendapat interferensi dari perangkat USB 3.0. Jarak ini 65 meter lebih jauh dibandingkan dengan laptop lain pada umumnya yang tidak memiliki Wi-Fi Master.

Kinerja Laptop Mumpuni

Meskipun desainnya yang ringkas dan ultraportabel, ZenBook UX331UAL ini tidak berkompromi dengan kinerjanya: Prosesor Intel® Core™ i5 Generasi ke-8 yang supercepat, RAM 8GB, dan SSD 256GB PCIe® memungkinkan kita untuk menyelesaikan seluruh tugas dengan mudah. Plus, system audio Harman Kardon-nya juga memberikan suara imersif yang kencang dan kuat. Keren kan!

Baterai Yang Super Awet

ZenBook UX331UAL ini memang dirancang untuk mereka yang memiliki gaya hidup non-stop, karena ZenBook ini menawarkan kebebasan pemakaian baterai sepanjang hari. Ohoho, laptop ini dilengkapi dengan baterai lithium-polymer 50Wh yang dirancang khusus untuk memberikan ZenBook UX331UAL daya tahan baterai hingga 15 jam.

Sensor Sidik Jari dengan Windows Hello

Mengakses ZenBook UX331UAL menjadi lebih aman lagi berkat sensor sidik jari yang ada di touchpad dan Windows Hello. Nggak perlu lagi mengetikkan kata sandi setiap kali masuk: Cukup satu sentuhan saja. Cepat dan praktis!

Kenyamanan Saat Mengetik

ZenBook UX331UAL ini dilengkapi dengan keyboard backlit ukuran penuh dengan desain yang kokoh, memberi pengguna pengalaman mengetik yang luar biasa dalam segala kondisi pencahayaan. Boleh dibilang ini adalah mahakarya ergonomi, dengan jarak penekanan tombol keyboard 1,4 mm yang dioptimalkan untuk kenyamanan saat mengetik. Laptop ini juga didukung dengan teknologi palm-rejection dan mendukung gerakan multi-jari dan tulisan tangan. Yes, kenyamanan mengetik mempertahankan kita dalam posisi yang sama dalam waktu lebih lama. Itu artinya apa? Artinya kita akan semakin produktif menulis kawan!

Kenyamanan Mengetik dengan ASUS ZenBook 13 UX331UAL
Gambar: Channel.asus.com

Duh, mimpi apa ya aku, kalau tahun ini mendapat laptop idaman se-keren ZenBook 13 UX331UAL? Allahuakbar, Shalawatin dulu! Allahummashalli’ala Muhammad! Bismillah!

NAIK BUS MEWAH INI, HANYA MEMBAYAR DENGAN 3 BUAH SAMPAH! AH, MASA?

Ada bus kota yang naiknya hanya dibayar dengan sampah? Ini gokil banget! Semoga bukan karena akunya saja yang kudet alias kurang update. Bus dengan fasilitas modern super lengkap, ramah anak, ramah bumil (Ibu hamil, red), ramah lansia(lanjut usia) juga ramah difabel ini sangat memanjakan fasilitasnya. Dan, biaya naiknya hanya dengan menukarkan sampah plastik berupa botol bekas saja! Percaya? Aku berkali-kali mengulang kalimat itu di sebuah media sosial Instagram resmi dari Dinas Perhubungan kota Surabaya. Serius bayarnya hanya pakai botol plastik bekas? Kalau bener, amazing pakai banget! Benar-benar langkah baru dalam upaya mencintai lingkungan. Langkah pionir yang berani mengambil keberanian yang luar biasa. Apakah di daerah lain sudah ada yang menggunakan metode pembayaran bus dengan menukarnya dengan sampah?

Gambar: Detik.com

Namanya Suroboyo Bus. Sesuai dengan namanya, tentu saja bus ini beroperasi di kota Surabaya. Yah, kota yang akhir-akhir ini sedang galak melakukan kegiatan dalam rangka mengelola lingkungan secara sehat dan bertanggungjawab. Asli, aku memang belum pernah sekali pun menginjakkan kaki ke daerah Surabaya. Tapi begitu ada informasi ini, jadi sangat antusias pengin mencoba ke sana juga.

Berkat Kerjasama Antar Dinas dan Tata Kota Surabaya

Dinas Perhubungan Kota Surabaya bekerjasama dengan Dinas Kebersihan dan Tata Ruang Kota, bersama-sama mencetuskan untuk pertama kalinya di Indonesia dalam mengoptimalkan pemanfaatan dan pemilahan sampah pada sektor transportasi. Memberikan layanan publik sekaligus mengupayakan peningkatan kebersihan lingkungan dalam waktu yang bersamaan.

Suroboyo Bus yang menjadi ikon transportasi di kota Surabaya ini di launching pada hari Sabtu tanggal 07 April 2018 lalu. Bus bermesin matic ini semenjak awal beroperasi sangat dinantikan oleh para penumpangnya yang antusias. Sampai-sampai bus yang seharusnya menjadi alat transportasi publik ini beralih menjadi city tour bus. Beberapa penumpang sengaja mengajak anak-anaknya untuk berputar-putar keliling kota Surabaya dengan naik Suroboyo Bus.

Gambar: instagram Suroboyobus

Meskipun halte masih memanfaatkan yang lama karena masih membutuhkan waktu yang cukup untuk membangun halte baru, namun secara lengkap pengoperasian moda transportasi baru di kta Surabaya ini terbilang sempurna. Halte baru yang lebih bagus dan aman bagi penumpang, segera dibangunn. Halte yang melindungi penumpang dari kehujanan.

Fasilitas modern dan lengkap begitu memanjakan warga kota Surabaya atau warga daerah lain yang sedang berkunjung ke kota Surabaya. Design bus yang mewah, nyaman juga terdapatnya jendela kaca yang lebar sangat memberi kepuasan bagi penumpangnya untuk menikmati keindahan kota Surabaya. Duh, sudah mirip banget dengan bus-bus di luar negeri kan? Makin pengin ke sana, deh, jadinya.

Bus Nyaman dan Aman

Paling seru saat naik bus adalah rasa nyaman yang dijamin. Bukannya was-was seperti kita naik bus pada umumnya. Pencopet, pencuri, penjambret dan lainnya bisa bebas berkeliaran di dalamnya. Bahkan tak jarang, kondektur bus yang tahu kejadian itu pun tak bisa berkutik lantaran lebih takut sama tampang dan perilaku pencopet itu.

Lain halnya dengan bus modern satu ini. Bus bertingkat ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan keunggulan sebagai berikut:

CCTV sebanyak 12 buah untuk menjamin keamanan

Delapan buah CCTV berada di dalam bus, dan 4 sisanya berada di luar bus. CCTV ini akan terpantau dari darat sehingga bila di dalam perjalan bus itu terdapat tindakan perampokan, penjambretan, atau pencurian, makan tindakan itu akan segera terlacak dan pelakunya akan tertangkap di halte berikutnya.

Low Deck

Pijakan tangga untuk masuk ke dalam bus yang pendek ini akan memudahkan penumpang untuk turun langsung di area pedestrian kota Surabaya. Konsep ini juga begitu memudahkan bagi penumpang perempuan yang hamil, membawa anak kecil, orang dengan disabilitas, lansia juga bagi mereka yang menggunakan kursi roda untuk masuk ke dalam bus.

Kursi warna-warni

Gambar: instagram Suroboyobus
Gambar: instagram Suroboyobus

Suroboyo Bus di-design dengan kursi single seat warna-warni yang ramah terhadap perempuan maupun kaum lansia juga disabilitas. Masing-masing kursi mempunyai warna sesuai dengan penempatan penumpang:

Kursi Pink: Khusus bagi perempuan

Kursi Merah: Untuk Ibu hamil dan Lansia

Kursi Oren: Untuk penumpang umum, laki-laki atau perempuan.

Selain kursi, bus ini juga memfasilitasi bagi penumpang yang sehat untuk berdiri selama perjalanan, dengan berpegangan pada pegangan yang tersedia bergelantung di atap bus.

Sedangkan ruang khusus untuk disabilitas dengan kursi roda ditempatkan di bagian tengah bus dengan fasilitas pengaman kursi roda secara khusus yang telah disiapkan.

Panic button

Bus dengan konsep modern ini juga dilengkapi dengan “Panic Button” atau tombol darurat. Tombol ini bisa dipencet saat terjadi kebakaran di dalam bus. Jika tombol ini dipencet, maka bus akan berhenti, mesin mati dan pintu segera membuka secara otomatis.

Jendela kaca yang lebar

Jendela ini memberi keleluasaan bagi penumpang untuk menikmati indahnya kota Surabaya.

Jalan bebas hambatan

Bus ini melaju bebas hambatan karena tidak pernah terkendala dengan lampu traffic light yang menyala merah.

Petugas Yang Super Ramah

Gambar: instagram Suroboyobus

Petugas Suroboyo bus selalu siap membantu penumpang dengan senang hati, demi terciptanya kenyamanan dalam perjalanan.

Oh iya, untuk cara penukaran sampah plastik botol air mineral bekas, begini mekanismenya:

Gambar: instagram Suroboyo bus
  1. Penumpang membawa sampah plastik yang sudah dibersihkan ke halte terdekat atau bank-bank sampah.
  2. Sampah plastik yang sudah dibersihkan diserahkan kepada petugas yang ada di halte.
  3. Petugas akan memberikan satu tiket naik untuk ditukarkan dengan 3 buah botol plastik besar atau 6 botol plastik kecil atau 10 gelas plastik.
  4. Satu tiket berlaku untuk satu kali perjalanan dengan penghitungan waktu maksimal 2 jam untuk setiap tiketnya. Batas waktu berlakunya tiket tertera pada tiket.
Kartu tukar sampah Suroboyo Bus
Gambar: instagram Suroboyobus

Meski, pembayaran dengan sampah sifatnya tidak permanen, namun langkah ini begitu menggembirakan warga. Langkah ini jelas akan memberi perubahan pada perilaku warga terhadap pengelolaan sampah plastik pada khususnya. Setelah nanti sistem lebih dimatangkan, maka akan berlaku tarif sama jauh dekat, yaitu sekitar Rp 6.000,- saja sekali jalan. Tentu saja itu masih saja terjangkau untuk semua fasilitas yang ditawarkan.

Bus Berteknologi Modern

Bus berukuran panjang 12 meter dan lebar 2.4 m ini ternyata harganya fantastis. Per unit bus seharga 2.4 M. Luar biasa! Bus ini memiliki koneksi langsung dengan Surabaya Intelijen Transportasi System (SiTS). Koneksi ini mampu mengatur traffic light yang ada di depannya. Dalam jarak beberapa meter, koneksi ini akan dengan otomatis mengatur traffic light akan menyala hijau sedangkan traffic light di seberangnya akan mernyala merah. Sehingga Suroboyo bus akan dapat terus melaju tanpa ada hambatan lampu merah. Sampainya bus dari satu halte berjarak sekitar 20 menit saja dengan sistem pengendali traffic light ini.

Duh, kebayang nggak sih, naik bus serasa naik kereta yang bebas hambatan? Seru banget nih!

Hanya saja jumlah unit yang disediakan masih terbatas, yaitu baru terdapat sekitar 8 unit bus saja, sehingga jadwal keberangkatan masih lumayan jarang. Dari awal launching, pemerintah kota Surabaya sudah bertekad bahwa ada atau tidak ada penumpang, Suroboyo Bus akan terus melaju sesuai dengan jadwal keberangkatan yang telah diatur. Pada kenyataannya bus ini semenjak awal peluncuran selalu dipenuhi penumpang, baik yang memang berkepentingan untuk bepergian atau hanya sekadar jalan-jalan saja.

Dari 8 unit yang sudah berjalan, masih terlalu kurang dibandingkan dengan jumlah penumpang yang ingin naik. Penumpang membludak dari prediksi. Banyak yang menyesalkan dengan jumlah unit yang terlalu sedikit. Dinas Perhubungan Kota Surabaya pun memberikan jawaban yang menggembirakan. Masih di tahun ini juga, rencananya jumlah armada Suroboyo Bus mau ditambah sekitar 10 unit lagi, memenuhi permintaan para penumpang yang sudah antusias berlangganan.

Hmm, benera ya, baru kali ini ada bus dengan fasilitas yang luar biasa. Setidaknya jika konsep ini bisa berlangsung sempurna, akan memberikan banyak manfaat besar bagi kota Surabaya pada khususnya, antara lain:

Suroboyo Bus dan Kemacetannya
Gambar: instagram Suroboyobus
  1. Mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas karena banyak penumpang yang lebih memilih naik bus dari pada mengendarai kendaraan pribadi.
  2. Menurunkan angka kemacetan lalu lintas. Bayangkan jika satu unit bus ini saja mampu membawa lebih dari 60 penumpang, hitung berapa penyusutan penggunaan motor maupun mobil pribadi dalam satu kali jalan? Sangat signifikan!
  3. Meningkatkan kebersihan lingkungan, terutama dari sampah plastik yang sekarang menjadi masalah tersendiri bagi lingkungan yang semakin rusak.
  4. Mengurangi angka polusi udara. Berkurangnya jumlah kendaraan bermotor karena banyaknya penumpang yang lebih memilih naik bus, akan memberi dampak positif terhadap jumlah asap kendaraan yang mengotori atmosfer kota Surabaya.
  5. Meningkatkan jumlah kunjungan wisata baik dari dalam negeri mau pun luar negeri. Kebersihan dan apiknya tata ruang kota Surabaya memberikan kenyamanan tersendiri bagi para pengunjung. Mereka akan semakin betah dan semakin banyak merekomendasikan ke teman dan saudaranya karena kota Surabaya kini menjadi kota yang sangat bersih, aman dan nyaman.

Duh, harus segera bikin resolusi nih, minimal tahun depan harus bisa berkunjung dan merasakan serunya naik bus bergambar ikan Suro (Hiu) dan Boyo ini di kota Surabaya. Untuk pertama kalinya. InsyaAllah!

 

PAYUDARA KECIL? JANGAN BERKECIL HATI!

Payudara kecil bisa menghasilkan Air Susu Ibu yang melimpah ruah! kok bisa?

Hai ladies, ssst! Kamu boleh banget baca ini di dalam kamar sewaktu sendirian, ya! Jadi gini, semua perempuan pastinya mempunyai payudara yang membesar saat dia menginjak dewasa. Ini berhubungan dengan perannya kelak menjadi ibu yang harus menyusui bayinya. Namun, masing-masing individu tentu memiliki ukuran dada yang berbeda-beda. Ada yang memiliki dada besar, ada juga yang kecil. Bagi yang mempunyai dada besar terkadang merasa bahwa dirinya lebih normal dibanding dengan yang tidak. Sebaliknya, bagi yang memiliki payudara ukuran lebih kecil, selain merasa dirinya “berbeda” juga kerap dihantui rasa takut kalau-kalau kelak saat mempunyai bayi tidak bisa maksimal menyusui bayinya.

anatomi payudara

Payudara tersusun dari beberapa jaringan di dalamnya. Ada jaringan kulit yang membungkus payudara, jaringan lemak di bawah kulit, juga jaringan ikat, serta yang paling utama dari payudara adalah jaringan kelenjar air susu. Perbedaan ukuran antara payudara besar dan kecil terletak pada banyak tidaknya jaringan lemak yang mengisi antara kulit dan jaringan lain di sekitarnya. Semakin banyak lemaknya maka ukuran payudara akan semakin besar. Begitu pun hubungannya dengan berat badan, semakin berat seseorang maka payudara akan semakin besar.

Keberadaan lemak di payudara selain sebagai bantalan untuk melindungi dari benturan juga mengisi volume dan menyimpan energi dalam bentuk lemak. Ukuran besar memperindah bentuk dan ukuran payudara yang terkadang menjadi parameter kecantikan fisik. Namun, bagaimanakah fungsi asli payudara? Apakah kalau payudara besar dan indah juga pasti akan memberikan fungsi yang lebih bermanfaat dibanding dengan yang kecil?

bounding antara ibu dan bayi

Fungsi dari payudara yang paling utama adalah sebagai pabrik susu, memproduksi air susu ibu (ASI) yang sangat bermanfaat bagi bayi yang kelak dilahirkan. Banyaknya jumlah kelenjar susu sayangnya tidak berbanding lurus dengan ukuran payudara sendiri. Kelenjar susu antara payudara besar dan kecil sama jumlahnya. Terkadang justru payudara yang kecil lebih lancar aliran ASI-nya karena jaringan lemak yang sedikit tidak mengganggu kelancaran ASI.

Pada kenyataannya, payudara kecil pun, saat hamil bisa membesar, jaringan kelenjar susu akan terisi penuh. Tak jarang, perempuan dengan payudara kecil justru bisa memproduksi lebih banyak air susu ibu dibandingkan dengan payudara yang besar. Tentu saja banyak faktor yang mempengaruhi jumlah produksi asi. Salah satunya adalah kemauan ibu yang kuat untuk memberikan ASI eksklusif yang maksimal ke anaknya. Semakin ibu semangat dan sering menyusui anaknya, maka produksi ASI akan menjadi semakin melimpah ruah.  itu artinya ikatan antara ibu dan bayi sudah terjalin kuat, saling membutuhkan. Dan produksi ASI yang banyak akan membuat ukuran payudara membesar dan terus membesar.

Sekali lagi, ukuran payudara tidak mempengaruhi banyak sedikitnya produksi ASI, tetapi dipengaruhi oleh banyaknya kelenjar susu yang produktif dan frekuensi pemberian susu kepada bayinya. Layaknya pabrik, kelenjar susu pun akan memproduksi ASI mengikuti permintaan dari bayi. Semakin bayi “rakus” dalam menyusu, dan semakin sering ibu menyusui, maka produksi ASI akan semakin banyak. Namun, tentu saja harus diimbangi dengan asupan makanan bergizi dan minum yang banyak, ya!

menyusui bayi dengan cinta

 Jadi gimana? Sudah tak sedih lagi kan kalau payudaranya ternyata tak sebesar yang diimpikan? Masih bisa menyusui bayi dengan sempurna, kok! Dan jangan khawatir, suami lebih mengkhawatirkan saat bayinya tidak bisa menyusu ketimbang mempermasalahkan ukuran “pabrik” susunya. Coba hitung, berapa banyak ibu yang nggak mau menyusui dengan alasan takut payudara indahnya “rusak”? So, be calm with small breast, Kamu masih bisa menjadi ibu yang sempurna bagi anak-anak lucu kelak. Insya Allah!