Bebelac Gold 3 Sahabat Perut Si Kecil

Masalah Pencernaan Si Kecil

Mukanya merah padam. Matanya berkaca-kaca. Refleks mengejan kuat untuk mengeluarkan gumpalan feses yang sudah mengganjal di anusnya. Siapa yang tega melihat bayi itu meregang napas persis seperti seorang perempuan hendak melahirkan?

Ya, kala itu, usianya masih 8 bulan. Baru dua bulan dia mencicipi makanan pendamping ASI. Anusnya meregang merah saat feses padat dan keras berukuran besar membulat di rongga anus. Karena terlalu besar ukurannya membuat anus semakin teregang. Kasihan! Bunda mana yang tidak resah saat si kecil yang mulai mengenal makanan pendamping ASI mengalami gangguan pencernaan?

Aku ingat sekali waktu itu makanan pendampingnya masih dibuat encer sekali. Juga aneka buah sudah kutambahkan untuk memenuhi kebutuhan seratnya. Namun pencernaan Aishya masih terlalu sensitive. Hingga akhirnya saran dari seorang ahli gizi untuk memberi si kecil air perasan jeruk baby setiap hari membuat BAB-nya lancar dan tidak keras.

Si kecil tidak khawatir lagi saat sensasi mau BAB kembali menghampiri. Dari sinilah aku menyadari seberapa penting kandungan serat dalam nutrisi si kecil mampu memberi pengaruh terhadap kelancaran pencernaannya. Yang itu artinya kenyamanan perut akan ia peroleh serta membentuk mood-nya selalu baik.

Apa Hubungannya Masalah Pencernaan dengan Susu Bebelac Gold 3?

Aishya siap-siap minum segelas Bebelac Gold3
Sumber: Doc. pribadi

Beberapa hari ini sedang memperhatikan anak-anak yang antusias membuat kumis putih saat minum susu Bebelac Gold. Aktifitas minum susu Bebelac Gold menjadi ajang rebutan. Ya, disengaja memang, memuji setiap kali si kecil berhasil minum segelas susu rasa madu itu. Susu yang memiliki manfaat tujuh kehebatan perut ini memiliki kandungan serat yang tinggi, yang berperan salah satunya untuk melancarkan buang air besar, seperti masalah yang sudah sering dihadapi Aishya putriku.

Ternyata serat begitu pentingnya untuk kesehatan si kecil, sebanding dengan pentingnya nutrisi lain yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang di usianya yang sedang pesat mengalami pertumbuhan.

Bebelac Gold 3, susu formula tinggi serat (Advancefibre) ini kandungan nutrisinya super lengkap! Antara lain:

  • Fish oil, dengan minyak ikan 0.32% Asam ꭤ-linoleat (Omega 3) 114 mg/saji dan asam linoleat (Omega 6) 1273 mg / saji.
  • Advancefibre, tinggi serat pangan. Dibuat dengan FOS:GOS 1:9 dan pati jagung (corn starch) 1.07%. dengan minum 3 kali sehari dapat membantu memenuhi kebutuhan serat harian.
  • 13 Vitamin & 7 Mineral, dengan kandungan zat besi, Zinc, Iodium, Vitamin A dan Kalsium.

Nutricia Research

Sebagai pelopor nutrisi awal kehidupan sejak tahun 1896. Nutricia memiliki pengalaman lebih dari 100 tahun.

Nutricia memiliki pusat penelitian khusus di Belanda dan Singapura, dengan para ahli di bidang Nutrisi Pertumbuhan & Perkembangan Anak serta Kesehatan Pencernaan yang bekerja sama dengan berbagai universitas dan lembaga penelitian di seluruh dunia.

Tujuh Kehebatan Perut Dari Bebelac Gold 3

Aishya memiliki masalah dengan perut semenjak pertama kali mengenal makanan pendamping ASI. Bahkan sebelum usianya pun mencapai satu tahun. Semenjak itu pula saya jadi lebih mengenali pola pencernaannya yang wajib banyak mengandung serat. Karena sistem pencernaannya tergolong cukup sensitive, maka jika sedikit saja asupannya kurang mengandung serat, permasalahan buang air besar pun akan muncul lagi. Hingga sekarang.

Kenapa ya AIshya suka Bebelac Gold?
Sumber: Doc. Pribadi

Bedanya, sekarang Aishya sudah lebih bervariasi dalam memilih makanan. Susu formula yang dulu kurang berminat, sekarang sudah mau minum, apalagi susu formula rasa madu dari Bebelac Gold ini, rasa madunya sangat disukainya. Susu dengan tinggi serat (Advancefibre) dalam kandungan susu ini sangat membantunya dalam mengatasi permasalahan perut yang sudah begitu familiar.

7 Kehebatan Perut Bebelac Gold 3
Sumber: Doc. Pribadi

Nah, ternyata selain mengatasi permasalah perut seperti yang dirasakan Aishya, Bebelac Gold ini memiliki 7 kehebatan perut lainnya, di antaranya adalah:

  • Pencernaan Nyaman

Perut sehat berfungsi dengan baik sehingga tidak mengganggu

  • Penyerapan Makanan / Nutrisi

Perut sehat dapat membantu penyerapan nutrisi ke seluruh tubuh sebagai sumber energi dan pembentuk sel.

  • Pencernaan Lancar

Perut sehat membuat saluran cerna berfungsi dengan baik sehingga pola BAB si kecil jadi lebih baik.

  • Perlindungan Alami

70% sel perlindungan tubuh alami hidup di perut sehat.

  • Tumbuh Kembang Optimal

Nutrisi untuk tumbuh kembang optimal didapatkan dari perut yang sehat.

  • Cepat tanggap

100 juta sel saraf terdapat dalam perut sehat membawa informasi ke otak.

  • Mengatur Suasana Hati

90% hormone serotonin yang mengatur suasana hati diproduksi dalam perut sehat.

Tuh, lengkap banget manfaatnya ya untuk si kecil? Rasa susu yang lezat juga jadi favorit anak-anak.

Dari tujuh kehebatan perut itu, ada satu yang paling menarik buatku. Sepertinya sekilas tidak berhubungan namun ternyata begitulah adanya. Hubungannya justru begitu erat.

                       Apa itu?

Ialah Bebelac Gold Tinggi Serat (Advancefibre) sebagai susu formula yang mampu mengatur suasana hati.

Kok, bisa? Jadi ternyata, saluran cerna mempunyai pengaruh besar terhadap fungsi otak. Usus dan otak selalu berkomunikasi melalui sistem saraf, sistem hormon dan kekebalan tubuh.

Badriul Hegar, dalam bukunya tentang keunikan Saluran Cerna Anak yang diterbitkan oleh Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia menjelaskan bahwa, Serotonin yang merupakan hormone utama yang dihasilkan oleh saluran cerna untuk selanjutnya dikirim ke otak, sekitar 95% dari total jumlahnya di dalam tubuh ditemukan di dalam saluran cerna.

Saat serotonin dilepaskan oleh saluran cerna, otak akan mendapat sinyal yang mengatur suasana hati “mood”, selera makan, tidur dan ingatan. Kekurangan serotonin dapat menyebabkan depresi, kecemasan, kualitas tidur yang buruk, daya ingat berkurang, dan kesulitan belajar.

Pada gangguan saluran cerna, misalnya peradangan akibat infeksi atau makanan yang tidak dapat ditoleransi oleh tubuh, dapat mengganggu sel penyimpanan dan produksi serotonin di dalam saluran cerna. Keadaan ini dapat menyebabkan tidak terkirimnya aliran sinyal dari saluran cerna ke otak.

Alhamdulillah, semakin bervariasinya makanan dengan kandungan nutrisinya yang seimbang membuat saluran cerna Aishya kini berangsur normal dan penernaan semakin lancar. Semakin jarangnya mengalami konstipasi juga membuat anusnya aman dan tidak berlanjut menjadi haemorhoid sejak dini. Kenyamanan pencernaan dan pola buang air besar yang teratur membuatnya semakin aktif, percaya diri dan tidak pernah murung lagi. Aishya kini lebih aktif dan percaya diri menjalani hari-hari.

Aishya kini lebih aktif dan percaya diri
Sumber: Doc. Pribadi

Oiya, jangan lupa juga mengenalkan anak-anak terhadap berbagai varian sayur dan buah alami agar kelak terbiasa makan dengan pola makan sehat dan teratur.

Tips Menjaga Kualitas Susu Agar Tetap Bagus

Segelas susu Bebelac Gold 3 dengan 7 kehebatan perut
Sumber: Doc. Pribadi

Dan, tak kalah penting dari itu semua adalah menjaga kualitas susu setelah kemasan dibuka.

Bagaimana caranya?

Susu hendaknya tetap dalam kemasan aslinya, di dalam kantong alumunium foil berwarna silver, tertutup rapat dan disimpan di tempat sejuk dan kering.

Sebaiknya susu segera dihabiskan dalam waktu dua pekan sejak kemasan susu dibuka. Jangan konsumsi susu jika serbuk susu di dalamnya sudah mengalami perubahan bau, rasa maupun warna.

Itu cerita Aishya tentang pencernaannya juga tentang kebutuhan serat dan Bebelac Gold. Ayo, Bunda! Ikut cobain Bebelac Gold dan share ke aku ya manfaat yang si kecil dapatkan!

Kebun Apel Tanpa Nama #part1

Benar-benar menuju puncak! Jalan kecil beraspal itu begitu sempit. Licinnya permukaan yakin bukan karena hujan biasa. Bahkan tanah di area bahu jalan tampak kering, juga rumput-rumput di sekitarnya. Aspal basah ini karena uap yang mengembun.

“Ini terlalu tinggi!” pekikku dalam hati. Telat! Rupanya piranti gawai yang kupegang dan kupercaya sedari tadi menuju ke titik yang salah!

Bukan, bukan Hp nya yang salah, atau celoteh perempuan yang tak pernah bosan mengarahkan kami untuk belok kanan belok kiri, seolah tak pernah kehilangan power hanya karena tak pernah mendapat jeda minum selama menuntun perjalanan kami di tempat asing ini.

Tapi karena ketidakjelasanku sendiri dalam mengetik destinasi yang kupilih. Bermacam pilihan dan beruntung yang ku klik justru alternative judul yang paling umum, “Kebun Apel Batu”

“Harusnya tadi kupilih saja ‘Wisata Petik Apel’ dengan jarak tempuh terdekat saja’” rutukku dalam hati.

Apa pun itu, tak akan mengubah sedikit pun posisi kami di atas puncak pegunungan Batu. Ada sesuatu hal yang akan Allah tampakkan kepadaku, kepada kami berlima! Entah lah apa itu.

Dari posisi duduk, tiba-tiba kurasakan posisi berubah setengah menengadah. Membuatku sama sekali tak kesulitan menghitung derajat kemiringan tanjakan itu. Mendekati 45 derajat!

Tak sempat ungkap khawatir, atau mengandai-andai sesuatu yang membuat jantung berhenti berdetak sesaat.

Hanya bisa merapal doa keras-keras diiringi,  “Allahu akbar! Allahu akbar!” dari mulut mungil anak-anak yang herannya kini tiba-tiba kompak. Tak seperti sepuluh menit sebelumnya yang saling berteriak keras berebut segala sesuatu di sepanjang jalan.

“Pi, kayaknya salah pilih track, deh!” bahkan kalimat itu pun urung kubisikkan perlahan.

Takut mengubah sedikit saja konsentrasinya memainkan gas, kopling juga rem dan kemudi.

Ya Allah begini kah jalan satu-satunya menuju kebun buah apel yang katanya sangat keren buat petualangan anak-anak itu?

Memetik apel, memakan sepuasnya di bawah pohon, juga memanjatnya di tengah gigil kulit yang semakin menciutkan pori-porinya karena suhu yang begitu rendah itu. Ya, katanya dahan pohon apel yang rendah dan kuat itu sangat mudah dijangkau oleh kaki anak-anak yang belum juga jenjang.

Ah, sudahlah! Seandainya masih jauh, aku hanya bisa berharap Allah masih sudi selamatkan kami.

Gimana bisa memilih? ke depan yang buta berapa jarak lagi jauhnya, sedang mau mundur juga sudah terlanjur begitu jauhnya.

Bismillah! Tak terhitung lagi jumlah kelokan tajam disertai tanjakan terjal. Lembabnya udara begitu tajam tercium disaat jendela harus kami turunkan demi mematikan penyejuk udara.

Kekuatan mobil harus dimaksimalkan hanya berkonsentrasi pada keterjalan lajur berwarna hitam mengkilap itu. Kamu tahu? Poster-poster bergambar nenek-nenek bergigi satu dengan wajah berlumur darah lebih menakutkanku ketimbang suara deru mobil bercampur decit roda yang mencengkeram kuat pada licinnya aspal.

Bahkan tanpa tulisan, “Gunakan gigi satu demi keselamatan Anda!” aku pun sudah begitu paham dengan gambar gigi si nenek yang sengaja di highlight.

Lapar terlupa sudah, kebelet pipis? Ah entah ke mana rasa itu. Pandanganku hanya meraba-raba berapa puluh meter ke depan. Masihkah ada gambaran pohon yang menjulang jauh di atas kepala? Yang berarti tanjakan belum lah berakhir? Atau berganti dengan gambaran putih bersih yang bergerak perlahan mengikuti arah angin yang berembus sepoi di atas lembah atau ngarai di sekeliling kami? Awan?

Allahu Rabb! Belum berkurang kewaspadaanku, kami dikagetkan dengan teriakan si bungsu, “Monyeeet!”

Masya Allah! Sekawanan monyet kecil berkerumun di tengah jalan beraspal yang kini melelehkan air di setiap jengkal permukaannya. Monyet-monyet itu celingak celinguk sambil memamerkan gigi geliginya yang putih.

“Tutup jendelaaa!” suamiku berteriak lebih keras. Sontak tanpa sedikit pun minta penjelasan, kututup kaca yang sedari tadi terbuka lebar. Anak-anak juga refleks menutup semua jendela belakang.

“Bundaa! Kenapa? Kenapa ditutup jendelanya? Monyetnya kasihan! Bapak ibunya lagi pergi,” Si bungsu mulai bingung juga sedih. Bukannya monyet itu lucu? Bukannya monyet itu tidak jahat? Dia mencoba mengingat beberapa cerita pengantar tidur yang sering kuperdengarkan. Tentang monyet yang suka pisang, juga tentang singa si raja hutan.

“Pelan, Pi! Minggir ke kanan!” Teriakku tercekat! Kulihat gerombolan monyet itu tak beranjak sedikit pun. Beberapa hanya berjingkrak-jingkrak. Tiba-tiba dari arah berlawanan melaju kencang mobil berwarna hitam, seolah di terjalnya jalan yang turun mengarah ke kami tak sedikit pun rem nya dipijak.

“Awas, Pi!” Teriakku saat sekejap melintas di sebelah monyet-monyet yang kini mulai panik.

-bersambung-

 

SUPER-LIZER HILANGKAN NYERI TANPA OBAT DAN SUNTIK

Dari judulnya kayak udah nggak asing ya? Sering baca iklan seperti itu kan? Tapi kali ini beda. Ada ilmu dan tata cara formalnya yang bergaransi dari tenaga kesehatan. Dan alat ini juga termasuk alat kesehatan yang berbasis teknologi modern.

Siang itu, kebetulan ada undangan seminar demo alat ini di sebuah rumah sakit di Yogyakarta. Alhamdulillah akhirnya bisa juga mengikutinya meski telat beberapa menit. Agak susah mencuri-curi waktu karena anak-anak tidak ada yang nungguin sedangkan suami masih di Palu. Beruntung banget bisa mendapat update ilmu baru tentang penatalaksanaan nyeri tanpa obat atau pun injeksi. Acara yang dilaksanakan di Rumah Sakit Ludira Husada ini berhasil kuikuti dengan sempurna. Insyaallah semua karena ridla Allah, aamiin!

Nyeri boyok, nyeri lutut? Duh, nggak kebayang rasanya seperti apa? Itu dulu, sebelum usia mencapai kepala tiga, ya kan? Saat kepala tiga di depan mata ternyata memang penyakit itu mulai mengetuk. Pinggang lebih mudah capek dan pegal, juga sendi lutut mulai membuktikan teori yang selama ini hanya sebatas tulisan.

Ada Yang Takut Minum Obat?

Paksaan minum obat saat kecil kerap dibawa hingga dewasa. Anti minum obat bahkan saat badan benar-benar sakit pun masih berpikir ulang, mau minum obat atau tidak? Karena mind set yang sudah terlanjur terbentuk bahwa minum obat itu merupakan ancaman yang sangat mengganggu. Entah terkait dengan ketakutan berbagai efek samping yang timbul atau memang tidak suka dengan rasa obat yang, hemm memang rasanya pahit kan?

Ada loh yang bahkan hingga dewasa mengalami fobia terhadap obat. Boro-boro bisa minumnya dengan seteguk air putih, sudah berusaha pakai pisang ambon sebiji eh sebatang pun tetap saja gagal (pisangnya aja yang ketelan J )

Lantas, benarkah cara kita, saat sakit yang kita rasakan awalnya kita abaikan saja karena nanti pasti sembuh dengan sendirinya?

Hayo, Kamu Termasuk yang Mana?

Ternyata, yang namanya sakit akut itu harus segera diobati loh, sebelum akhirnya nyeri itu meningkat levelnya menjadi Cascade nyeri, atau nyeri kronis yang pengobatannya justru lebih susah. Nyeri akut yang muncul harus segera di blok alur nyerinya dengan obat anti nyeri dosis tinggi. Nyeri akut yang perlu diobati meliputi nyeri pinggang yang bisa dikarenakan masalah otot, tulang atau sendi juga masalah dari saraf.

Mengapa harus antinyeri dosis tinggi? Karena agar tujuan pengeblokan sensasi nyeri berhasil dan nyeri tidak menjalar ke level berikutnya. Obat antinyeri dosis tinggi?

Hampir semua obat rasanya  pahit, ya kan? Ya memang. Kalau manis namanya gula. Sepahit apapun obat, saat kita butuhkan maka kita akan harus legowo untuk meminumnya dengan suka rela. Ada yang hingga dewasa masih saja fobia dengan minum obat apalagi suntikan?

Nah, ini berita gembira buatmu! Teknologi ternyata tak hanya membahas naik ojek jadi bisa super murah dan super mudah. Atau pesan makanan hanya dengan menggerakkan jari jemari saja melalui aplikasi online.

Super-Lizer, Mesin Gelombang Sinar Pereda Nyeri Non Obat
Sumber: doc. pribadi

Teknologi kali ini yang sangat membantu di bidang kesehatan adalah, ditemukannya alat yang menghasilkan gelombang sinar. Namanya Super-Lizer, sebuah alat yang menghasilkan gelombang sinar yang jika dilihat dari panjang gelombangnya lebih mirip dengan sinar infra merah, namun daya penetrasi atau daya tembusnya lebih dalam hingga mencapai 5 cm dari permukaan kulit.

Sinar super-lizer ini bekerja mem-block pernjalaran nyeri yang disebabkan oleh berbagai macam hal. Pemakaiannya akan langsung diawasi oleh tenaga kesehatan yang berpengalaman dan dengan durasi yang telah ditentukan dalam standar layanan prosedur.

Beberapa keunggulan dari alat super-lizer si pereda nyeri bukan obat bukan injeksi ini Antara lain:

  1. Mampu merelaksasi otot yang kencang
  2. Melancarkan peredaran darah melalui mekanisme vasodilatasi atau pelebaran pembuluh darah
  3. Penetrasi ke jaringan memiliki focus yang bagus dan kedalaman radiasi hingga 5 cm
  4. Mampu meredakan bermacam nyeri kecuali nyeri karena cancer / keganasan
  5. Mampu menyembuhkan luka diabetikum / luka karena sakit kencing manis dengan lebih cepat
  6. Hampir tidak memiliki efek samping dalam pemakaian di bawah pengawasan tenaga kesehatan.

Berapa durasi yang dibutuhkan untuk terapi?

Terapi menggunakan alat ini membutuhkan waktu sekitar 7 – 10 menit per titik terapi. Untuk satu lokasi nyeri, missal sendi lutut biasanya diperlukan beberapa titik penyinaran hingga total durasi terapi keseluruhan untuk satu sendi mencapai 20 – 30 menit.

System terapi dengan cara rutin per paket. Satu paket terapi biasanya sebanyak 6 kali terapi dengan selang waktu yang akan disesuaikan pada masing-masing kasus nyeri.

Dari percobaan alat yang dilakukan pada pasien nyeri lutut dengan level nyeri 8, setelah mendapat terapi sinar ini selama 10 menit, level nyeri berkurang menjadi 4.

Gimana, di Rumah Sakit sekitarmu sudah ada alat ini? coba cari informasinya, siapa tahu suatu saat membutuhkannya untukmu atau keluargamu atau teman-temanmu?

 

NUSSA DAN RARA, VIDEO ANIMASI ISLAMI KEREN PENGOBAT KEKHAWATIRAN EMAK ZAMAN NOW

NUSSA DAN RARA, VIDEO KEREN PENGOBAT KEKHAWATIRAN EMAK ZAMAN NOW

“Yak, pas!” terlihat boneka kartun yang bisa bergerak-gerak itu mundur teratur sambil sedikit membungkuk. Berusaha agar kepala masih terlihat dalam bingkai kamera. Mataya bulat, memperlihatkan seorang anak cerdas yang percaya diri.

Matanya bergerak memfokuskan pandangan, diikuti ekspresi bibir dan wajah yang terlihati serius.

“Hai, Guys, Assalamu’alaikum! Namaku Nusa, dan ini adikku, Rara… Ra…Ra…Ra…Raraaa… Iih, kamu gimana sih? Kan sudah kubilang jangan ke mana-mana,” celingak celinguk tak juga menemukan sosok adiknya yang lucu.

“Aku di sini! Xixixi… Halo Assalamu’alaikum. Namaku Rara, umurku lima tahun. Aku sukaa mobil balap dan suka main air, dan juga berenaaang! Kata Uma, aku anaknya cantiiik dan sholeha!” anak imut itu tiba-tiba nongol dari pojok layar sebelah kiri bawah, matanya bulat, rambutnya terbalut kerudung rapi. Anaknya usil dan suka bercanda. kalau sudah dibolehin ngomong, dia akan ngomong terus tanpa berhenti. Ya dia memang cerewet banget.

“Udah ya, Gaes! Segini dulu, Assalamu’alaikum!” tiba-tiba Nusa menggeser keberadaan Rara di depan kamera dan mengambil alih fokus kamera, dan mengakhiri perekaman video itu.

“Ya ampun! Xixiix…” ekspresi kedua bocah dalam kartun menggambarkan kelucuan yang tidak bisa dibayangkan.

Rebutan kamera saat swa-syuting, tapi tak ada pertengkaran di dalamnya. Sangat lucu dan menggemaskan.

Kamu pasti setuju jika aku bilang bagian mana yang paling lucu dan menggemaskan! Ya, hal lucu dan termenggemaskan dari video pertama Nusa dan Rara itu adalah saat tiba-tiba Nusa memotong bicaranya Rara saat menjelaskan dirinya. Trus suara dan celoteh, “Ya, ampun xixixi…!” itulah yang paling menggemaskan, menurut versiku.

Video ini dirilis pada tanggal 20 November 2018, bertepatan dengan hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Alhamdulillah, channel ini didukung penuh oleh ustadz-ustadz kenamaan di Indonesia. ya, mau tidak mau, dakwah pun harus seiring berjalan dengan kemajuan teknologi. Ayo dukung para kreatif muslim untuk semakin berkarya, menyampaikan pesan moral dengan cara yang disukai anak-anak!

Untuk video asli Nussa official-nya bisa kamu tonton di bawah ini, oiya jangan lupa like, komen dan subscribenya ke channel officialnya, ya! Yuk dukung mereka yang udah kreatif semakin kreatif mengeluarkan video yang bermanfaat bagi anak kita! daripada nonton video yang mengajari anak marah-marah, mengajari mereka bohong, mending video ini banget, ngajari moral anak-anak, semoga anak-anak kita segera beralih mengidolakan video Nussa dan Rara!

Ini videonya yang Official, Mak!

Aku penasaran banget, Mak! Siapa sih yang udah sedetil itu memikirkan setiap adegan yang menurutku update banget dengan keseharian anak zaman now? Detil ekspresi dan celotehnya pas banget. Terlihat simple, Mak, tapi percayalah, membuatnya tak sesimple itu. Mencari ekspresi alami yang manusiawi dari suatu adegan yang terbebas dari kesan frame panggung, sangatlah rumit.

Sangat simple. Video yang penuh manfaat ini jawaban dari doa seluruh emak di Indonesia. Kenapa pasal? Tahu sendiri kan permasalahan emak atas bocah-bocahnya zaman now ini? Hampir setiap hari atau maksimal weekend-lah, semua anak tak terkecuali pasti menonton youtube.

Dan, semua tahu juga kan? video-video youtube, terutama video anak-anak dari luar negeri kebanyakan bukannya mendidik malah mengajari hal yang kurang baik. Berbohong, memukul, membuang makanan dan mengacak-acaknya kalau tidak suka. Juga banyak video yang mengajari pertengkaran atau bertindak curang, sangat meresahkan.

Apalagi ya, Mak. Anak kita itu pinter-pinternya nggak nanggung. Setiap adegan dan setiap ucapan hampir dihafalnya, sesulit apa pun dialog itu. Kebayang kan, Mak? Efek dari menonton video itu pastilah akan terbawa hingga ke dunia nyata.

Anak mudah marah, anak mengacak-acak makanan, anak membantah, dan masih banyak lagi contoh kerugian jika kita tidak memantau aktifitas anak dalam menonton youtube.

Nusa dan Rara, setidaknya merupakan pertolongan siaga teknologi zaman now yang masih mengatasnamakan pendidikan anak berbasis Islam. Kalau boleh, aku sangat mengapresiasi dimunculkannya video serupa ini. Berharap kreatifitasnya semakin berkembang mengikuti kecerdasan anak yang mudah bosan.

Hanya sayangnya, entah diberlakukan izin atau tidak, sejak muncul video itu, banyak sekali channel-channel (Lebih dari 60 channel tanpa izin) yang me-reupload video yang sama persis tanpa ada embel-embel apapun di dalamnya. Sayang banget jika tindakan ini merugikan pihak Nusa dan Rara Official-nya. Karena begini-begini, emak ini tahu betapa video orisinal kita yang ecek-ecek diakui dan diupload oleh orang lain itu menyakitkan. Apalagi video sekern Nusa dan Rara coba? Semoga banyak menyusul yang kreatif untuk memproduksi video youtube yang semakin ke sini semakin menguasai.

Betul kan, Mak? Mari kita dukung tim kreatif dari Nusa dan Rara Official untuk lebih banyak memproduksi video Islami yang menginspirasi anak-anak.

Insyaallah, keberadaan video ini di Youtube sedikit menggeser kebiasaan anak untuk menonton video tak jelas seperti sebelumnya.

O, iya, alhamdulillah anak-anakku juga mulai bergeser nonton videonya, dan mereka antusias membuat video cover di kehidupan nyata Nussa dan Rara. Tak menyangka, rupanya dialog detil dengan gaya bahasa tubuhnya bisa mirip! Hmm suara anak-anak memang menggemaskan!

Terima kasih Nussa dan Rara Official!

 

Halal Is A Special Gift From AZALEA Shampoo Hijab

“Konsumsilah minyak zaitun dan gunakan sebagai minyak rambut, karena minyak zaitun dibuat dari pohon yang penuh berkah.”(HR. At Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Kamu bisa bayangkan saat siang bolong yang gerah, badan dan rambut berhijab berkeringat, tahu-tahu suami mencium-cium kepalamu karena gemes atau kangen? Seneeng sih, tapi lama-lama pasti pengin kabuuur! Ya, kan? Entah se-apek apa rambut dan kepalamu kala itu. Uda bau solar, keringat, debu dan lain-lain campur aduk menjadi satu.

Bahkan mau potong rambut saja harus minta izin dulu sama si dia. Hmm, gitu amat ya ternyata! Namanya suami, maunya ngaku-ngaku bahwa apa saja yang nempel di tubuh kita itu miliknya. Makanya nggak boleh asal potong rambut atau lepas jilbab sembarangan! Yes! Aku berjilbab semenjak aku SMA. Tahu kan artinya? Berbagai masalah rambut sudah tidak asing lagi menyapaku. Aku butuh shampoo hijab!

Masalah Umum Rambut Berhijab
Sumber: Azalea

Tak peduli jenis rambut istrinya jauh banget dari kata sempurna, apalagi bila dibanding rambut para artis shampoo di TV. Hmm, ya sudah lah. Suamiku memang selalu keberatan jika kumintai izin untuk potong rambut, meski panjangnya sudah melebihi batas bahu. Siapa sangka, (Ssst! Meski jarang banget mau mengakui) suami begitu menyukai rambutku. Cieehh, siapa lagi yang mau dibelai kalau bukan rambut berhijab istrinya, ya kan, ya kan?

OK, fiks! Ternyata seperti apapun bentuknya, suami tetap mengidolakan rambutku. Dan aku mau donk setiap dia menciumi kepala saat gemes atau kangen, dia akan mencium aroma yang tak biasa. Wangiii!

Aku baru tahu kalau ternyata rambut juga punya parfum. Iya, itu pun pas aku dapat undangan bloger gathering bersama Azalea di Kunena Eatery Yogyakarta (ssst! Wajib sudah mendapat izin suami tercinta donk sebelum acara heheh). Aku dapat Special Gift dari Azalea!

Dalam Acara Bloger Gathering with Azalea
Sumber: doc. pribadi

Nama Azalea berasal dari kata Saliyah atau Azalea adalah jenis tanaman berbunga dari keluarga Ericaceae dan genus Rhododendron yang tumbuh di wilayah beriklim sedang. Azalea tumbuh di sebagian besar Asia Timur dan Amerika Utara.

Beauty Pink Azalea
Sumber: directgardening.com

Azalea, namanya secantik rupa bunga itu. Pas banget untuk menamai Shampoo dan Hair Hijab Body Mist ini yang memiliki misi untuk mempercantik dan memperwangi para muslimah di mana pun berada. Dari kemasan yang waktu itu pertama kali kunikmati, kesan yang kuingat adalah istimewa & eksklusif! Azalea The Real Hijab Hair Care. Perawatan rambut lengkap mulai dari shampoo antidandruff hingga Azalea hair, hijab & body Mist  yang begitu wangi dicium. Ya gimana mau langsung cobain ya, rempong banget di café mau keramas. Akhirnya aku pun harus menunggu sore harinya untuk mencoba semua produk dari Gondowangi itu.

Gondowangi
Sumber: Azalea

Azalea The Real Hijab Hair Care

“Mmmm, mmm… wangiii… wangi, Bund!” suami mengacak-acak rambutku yang mulai kering. Mengendus-endusnya, sebelum akhirnya dia lari ke kamar mandi untuk mencobanya sendiri shampoo dan parfum rambut baru dari Azalea. Yes! Sore itu aku berhasil mencoba Azalea Shampoo antidandruff juga Azalea Hair Hijab & Body Mist.

Azalea Shampoo Antidandruff, Hair Hijab & Body Mist
Sumber: doc. pribadi

Awalnya aku rada-rada pesimis sama shampoo yang berwarma coklat itu. Saat kuusap dirambut kok busanya sedikit, beda sama shampoo lain. Duh, tahu kan kalau shampoo-an kudu banyak busa biar makin mantep! E, tapi kan,  bentar, bukannya shampoo yang ramah kesehatan memang yang tak terlalu banyak mengandung busa, ya kan? oke kita buktikan. Bukan rahasia lagi kalau rambutku kerap gatal karena ketombe yang bolak-balik datang.

Rupanya setelah pemakaian beberapa kali (dengan catatan diusahakan setelah keramas tunggu rambut kering dulu baru memakai jilbab), gatal-gatal benar mulai berkurang. Dan Azalea hair, hijab & body mist menyehatkan dan menutrisi rambut di setiap helainya. Juga menyegarkan dan mengharumkan rambut sehingga terbebas dari bau lembab dan apek. Hair Hijab Mist ini bisa disemprot-semprot sesuka kita kapan pun kita terancam dicium wkwkwk. Sengaja banget diwangi-wangiin deh pokoknya, siapa sih yang nggak suka dicium-cium sama suami juga sama anak-anak kita? 

Azalea Hijab Hair Mist
Sumber: Azalea

Beruntung banget ada perusahaan yang mau penelitian dan menemukan permasalahan rambut berhijab ini untuk kemudian dicarikan solusi cerdasnya. Azalea inspired by Nature ini mulai dirilis sejak tahun 2016, saat perempuan berhijab mulai mendominasi di setiap sudut wilayah Indonesia di mana pun berada. Rambut berhijab jelas butuh Shampoo Hijab, yang halal! Setuju? Wajib!

Aneka macam produk Natur, Andalan perawatan rambut zaman mamah2 kita
Sumber: Azalea

Thibbun Nabawi

Apakah itu? Thibbun Nabawi merupakan metode kesehatan mengenai pencegahan penyakit maupun pengobatan yang menggunakan prinsip-prinsip sunnah Nabi Muhammad SAW. Bahan-bahan yang digunakan pun memilih bahan-bahan alam yang sering dimanfaatkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam menjaga kesehatan.

Antara lain Zaitun oil, Ginseng, Lidah buaya juga Citrus Ekstrak yang dikombinsaikan dalam formula yang diprioritaskan untuk rambut berhijab bagi setiap muslimah. Manfaat dari bahan-bahan alami tersebut untuk menjaga kebersihan, kesehatan dan kecantikan rambut muslimah.

Bahan alami Azalea Shampoo juga Hair Hijab&Body Mist
Sumber: Azalea

Tentu saja selain bahannya yang mengikuti sunnah Nabi, formula Shampoo dan Hair Hijab & Body Mist ini pun layak mendapatkan sertifikat halal MUI. Benar memang, embel-embel hijab di belakang Azalea shampoo ini cukup memberi garansi kepada kita bahwa selain aman, produk ini pun terjamin halal dan baik.

Kenapa halal menjadi prioritas? Alhamdulillah semenjak mengikuti kuliah halal haram yang diadakan oleh Fakultas Peternakan UGM kewaspadaan hati akan segala sesuatu yang masuk ke dalam tubuh menjadi nomor satu. Kuliah  sebanyak 14 kali pertemuan itu membuka mata betapa banyak sekali jalan yang membuat sebuah produk menjadi tidak halal.

Tidak halal berarti tidak baik bagi kita. Bukan hanya terbatas pada bahan atau cara membuatnya. Setidaknya dengan logo halal MUI yang sudah terpampang di kemasan membantu meringankan kita untuk menilai apakah suatu produk itu membawa berkah atau justru mencelakakan kita? Halal, is number one!

Azalea berlogo Halal MUI
Sumber: doc. pribadi

Kalau aku, memang bahagia banget kenal dengan produk ini. Ibaratnya, selama ini nyaman dengan shampoo yang mungkin sama-sama baik, tapi bahan-bahan yang digunakan belum tahu dari apa saja, apakah alami atau kimia. Trus, limbahnya saat kita menggunakannya setiap hari apakah merusak lingkungan atau tidak, juga entah! Ya, kan?

Saat kita menggunakan bahan-bahan yang jelas sumbernya dari bahan alami, kemungkinan limbah yang dihasilkan pun lebih ramah terhadap lingkungan sekitar kita.

Azalea Shampoo Anti Dandruff

Azalea Shampoo Anti Dandruff
Sumber: Azalea

“Bye… bye… ketombe!” Dua pekan memakai shampoo ini cukup membuktikan seberapa berkurang gatal di rambut dan kulit kepalaku. Terkadang, saat urgent memeriksa pasien dan tiba-tiba di kulit kepala terasa ada yang menggelitiki itu rasanya parah banget! Merah padam muka menahan gatal yang disebabkan oleh ketombe yang tak bosan datang dan pergi.

Ya kan nggak mungkin di depan klien kita garuk-garuk kepala, apalagi saat klien betah berkonsultasi, duh dilema banget. Mau nggak digaruk, gatalnya luar biasa, mau digaruk bakal ketagihan sampai garuknya nggak mempan dengan garuk-garuk cantik, harus yang super power hingga kadang berujung lecet-lecet di kulit kepala. Ih serem banget, ya?

Belakangan hampir lupa sama kulit kepala. Biasa saja, seperti tidak terjadi apa-apa, tapi eits! aku jadi semakin jarang garuk-garuk kepala. Tuh kan, memang kalau tidak bermasalah seolah tidak menyadari bahwa kita baik-baik saja.

Ketombeku bye bye! Azalea Shampoo Anti Dandruff dengan bahannya yang diperkaya Zaitun oil dan Citrus extract selain adem dikulit kepala, juga mengusir ketombe maksimal. Ketombe, I am sorryYou and Me, end! Dan sekarang, rambutku lebih lembut, wangi, segar, mudah diatur dan juga tidak lepek.

Jelas asal, jelas hukum kehalalan, dan jelas manfaatnya. Kurang apa lagi coba? Oiya, kurang informasi harga dink, ya? Produk ini, kenapa kusuka? Tentu saja selain kualitas juga karena harganya begitu terjangkau. Meski komposisi bahannya semua alami, harga yang dibanderol untuk produk ini hanya sekitar 19 – 23K saja. Sangat terjangkau! Kamu bisa tampil fresh dan selalu wangi rambut juga hijabmu hanya dengan anggaran yang ekonomis. Gimana? Penasaran pengin cobain? Ah, kalo menurutku wajib coba!

Makin penasaran? Coba deh kepoin akun IG nya di @azaleabeautyhijab dan like Fanpage-nya di Azalea Beauty Hijab.

Ah, serunya seharian mendengarkan ilmu kesehatan rambut dari Mbak Eby dari Azalea. Juga dari Mbak Dian Farida Ismyama yang kupas tuntas mengenai Gimana sih cara untuk Membranding diri? gathering yang penuh manfaat bersama Azalea dan X Bloger Jogja.

Thanks a lot Azalea! Mulai sekarang aku lebih mengenal shampoo untuk rambut berhijab kesayanganku.

Muslimah Aktif Bergerak
Sumber: Azalea

Hai, Ladies! Kamu masih pengin aktif gerak terus mengikuti gejolak energi positifmu, kan? Ayoo terus bergerak! Jangan takut keringetan, apalagi takut rambut lepek dan apek, ya! Kan uda ada Azalea Shampoo Hijab, yang recomended pake bangeeeeet! Cocok buat muslimah super aktif kayak kamu. Siap?

 

Jangan Biarkan Kebaikan Berhenti di Tanganmu

“Mbak, maaf saya dari Paxel, ini alamatnya nomor berapa, ya?” tiba-tiba telpon dari nomor tak dikenal yang baru kuangkat menanyakan alamat rumah.

“Maaf, Pak, kemarin belum jelas ya? itu Pak, lurus aja terus ke selatan, mentok beteng, nanti kanan jalan ada adek saya nunggu di situ,” jelas saya di tengah hiruk pikuknya suara meeting siang itu.

“O, iya, Mbak! udah ketemu, terima kasih. Paket sudah saya antarkan ya, Mbak.  Diterima langsung oleh adik Mbak yang laik-laki.” pungkasnya.

Oya? belum juga 24 jam paket yang kemarin dikirim sudah bisa kuterima beneran. Hmmm, nggak main-main ini Paxel. Memang, termasuk perusahaan baru di dunia per-paketan, namun keunggulan service yang berani mengambil waktu cukup cepat untuk sekelas kirim-mengirim paket patut diacungi jempol. Kiriman sameday, adalah menu andalan dari perusahaan ekspedisi jasa pengiriman barang yang terbilang baru ini. Berani banget, ya kan?

Apa itu Paxel?

bagi para emak pebisnis online, bukannya sangat familiar dan bergantung pada pengiriman paket ya? Aneka frozen food, makanan ringan hingga makanan basah yang tahan hingga 8 jam siap untuk diantarkan bahkan ke luar kota sekali pun. Delivery- kan kebaikanmu kepada orang-orang yang kamu sayangi dan membutuhkan. Jangan biarkan kebaikan berhenti di tangamu. Jadi, mulai sekarang kamu bisa kirim paket apa saja yang aman untuk orang-orang yang membutuhkan dengan aman dan tergaransi.

Hero Paxel yang siap jemput dan antar pesananmu
gambar: www.urbanhire.com

Motonya #antarkankebaikan sangat mendukung para pebisnis online di zaman now. Siapa sangka, saat di Jakarta tiba-tiba kepingin makan Gudeg dari Jogja, pagi pesan malamnya sudah bisa makan malam dengan menu fresh dari Kota Gudeg itu.

Gimana Caranya bisa mengakses Paxel?

Caranya sangat mudah! hari gini kan semua-mua pasti berhubungan dengan online, kan? Nah, Paxel ini pun hanya bisa kamu order melalui online. Jadi kamu harus instal dulu Paxel di HP-mu. Kemudian daftar akunmu di sana. Mudah banget tinggal ngikuti langkah-langkah yang diberikan. Oiya, kamu bisa pake kode referralku di : @ekabyan agar kamu bisa dapetin bonus kredit Rp 100K langsung di akun pribadimu.

Dari bonus kredit sebesar itu, kamu uda bisa gunain untuk mengirim apa saja logistik yang kamu punya untuk orang tersayang di mana saja.  Hero Paxel akan dengan ramah melayanimu dalam pengiruman paket ke mana saja yang sampai di hari yang sama #sameday. Garansi dijamin bahkan refund dan penggantian uang hingga Rp 10juta disiapkan apabila pesananmu hilang di tengah jalan. Gimana? Yuk, instal Paxel, dan asyik #antarkan kebaikan mulai sekarang!

 

PAUD Kemuning, Pembentukan Karakter Sejak Dini Pondasi Kecerdasan Anak Negeri Masa Kini

Pembentukan Karakter Sejak Dini, Pondasi Kecerdasan Anak Negeri Masa Kini

  ‘Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS.ar-Ra’d:11)

Kaki mungil berbalut sepatu kets berwarna pink, berjingkat memilih beberapa bebatuan yang berserak di sepanjang jalan beton di kampung Kemuning. Terik matahari sangat terasa di daerah berbatu itu. Aishya, anak usia tiga tahun dengan rambut pirang itu terpaksa kuajak karena ayahnya sedang berangkat ke Palu untuk menjadi salah satu relawan di sana.

Aishya mencium buah mangga, belajar tentang motorik halus dari alam
(gambar: dok. pribadi)

Berkeliling kampung bersama rombongan Roadshow Kampung Berseri Astra, membuatnya melupakan lelah. Alhamdulillah Allah memberi kekuatan padanya, Semangatnya mengikuti Roadshow ini tak melemah sedikit pun. Ia hanya tahu semua yang ia temui adalah hal menyenangkan baginya. Menyentuh tanaman Putri malu, melihat sapi memamah rumput, mencium buah mangga yang masih di pohon hanya dengan posisinya berdiri. Adakalanya ia menunjuk jambu air di depan rumah warga, memintaku untuk memetik sekadar untuk melepas keingintahuannya.

Tiba-tiba langkahnya terpaku di depan sebuah bangunan berwarna kuning. Banyak anak seusianya berlarian di sana. Paud Kemuning. Satu-satunya Paud di kampung Kemuning yang menfasilitasi pendidikan anak usia dini bagi anak-anak balita di seluruh pelosok kampung tersebut. Jika biasanya kita mendengar anak yang dititipkan di TPA atau Paud karena ibunya bekerja sebagai karyawan atau pegawai, berbeda dengan Paud ini. Mayoritas, ibu dari anak-anak ini, yang jika lengkap berjumlah 15 orang saja dalam satu sekolahan, adalah petani, atau buruh tani. Beruntung sekali ya, bahkan di pelosok desa sekarang juga digalakkan pendidikan dini untuk menyelamatkan generasi dengan pembentukan karakter yang kuat sebagai pondasi pendidikan anak dijenjang berikutnya.

Salah satu Pilar Program CSR Astra
Gambar: infografis www.healthymomy.com

Pagi belum begitu terang. Namun sepasang kaki kecil sudah harus melangkah menjauh dari pintu rumahnya. Tangan imutnya digandeng oleh ibu yang juga telah bersiap dengan baju kerjanya. Jangan membayangkan baju kerjanya berdasi atau berkemeja, karena kerjanya memang tak di kantoran. Kerjanya di sawah, namun betapa keteguhan hatinya ingin menyamakan anaknya dengan anak-anak lain yang sekolah, agar mengenal kawan, mengenal antre, juga mengenal berbagi itu seperti apa, dapat ia rasakan sejak dini. Meski harus berjalan setiap hari sepanjang 4 km dari rumah, tetap ia lakoni dengan semangat dan bahagia. Rasanya tak ada hal apapun yang lebih berat dari sekadar berjalan setiap hari melewati rute yang sama menuju sekolah sejauh itu.

Karena sekolah dimulai jam 08.00 WIB, maka paling siang jam 06.00 WIB sudah harus bertolak dari rumah menuju sekolah yang berada di pusat kampung. Itu artinya, persiapan pun harus dilakukan jauh sebelum jam keberangkatan. Bu Yeni, Kepala Sekolah PAUD dan TK dengan nama RA. Masyitoh di kampung Kemuning,  menceritakan kisah salah satu warga di kecamatan itu, beberapa tahun yang lalu saat belum ada satu pun motor yang masuk ke sana.

Tangan bu Yeni terus bergerak mengikuti permainan dakon yang ia jalani bersama anak didiknya yang mengenakan jilbab warna merah.

“Dulu, sekolah ini hampir tak layak di sebut sekolah, Bu!” terangnya. Sesekali senyumnya mengembang, merasakan betapa perkembangan yang terjadi selama ini begitu besar. Tak sia-sia ia mendedikasikan sebagian besar waktunya di sekolah itu. Bu Yeni bersama kedua rekannya, Bu Purwanti dan Bu Badriyah, membangun sekolah dengan ikhlas dan bahagia. Berjuang keras agar bisa berkiprah besar dalam membantu mencerdaskan generasi muda Indonesia, meski dari desa paling pelosok dan sukar dijangkau sekali pun.

Tak jarang, karena begitu jauh tempat tinggalnya dari sekolahan, kerap jika pagi diawali dengan hujan deras, maka kegiatan belajar hari itu cukup di rumah masing-masing saja, alias anak-anak diliburkan. Mengingat jika tetap dipaksa berangkat justru akan lebih membahayakan kesehatan anak.

“Semenjak Astra masuk, Alhamdulillah perkembangan kampung ini sangat besar, Bu! Sekolah ini contohnya, dulu sebelum direhab sangat memprihatinkan. Ruangannya rusak, dindingnya reyot, atapnya bocor di sana-sini, juga kursi-kursi siswa belum ada,” lanjutnya. “Juga, sekarang hampit taka da lagi anak PAUD atau TK yang berangkatnya jalan kaki. Karena selain jalan yang sudah bagus, motor pun sudah banyak yang masuk ke kampung. Anak-anak banyak yang diantar naik motor atau naik ojek.” Bu yeni mengakhiri obrolan itu tepat saat tanda jam sekolah berakhir.

(Dulu) Paud & TK Kemuning sebelum direhab oleh Astra
gambar: Kepala Sekolah PAUD &TK RA. Masyitoh
(Kini) Salah satu siswa TK RA. Masyitoh ceria bermain dakon
Gambar: dok. pribadi

Kulihat sekeliling, dinding sudah semi permanen, atap sudah rapi, cat juga cerah berwarna-warni khas sekolah anak-anak balita. Permainan meski sederhana juga sudah lengkap dengan berbagai permainan edukasi seperti puzzle hewan, puzzle tumbuhan, dakon, susun balok dan lain-lain. Meski sederhana, permainan outdoor seperti komedi putar mini, jembatan palet kayu warna-warni nampak menghiasai halaman dan teras PAUD TK RA. Masyitoh Kemuning. Aishya ikut berkerumun di meja kecil berwarna merah di tengah ruangan, rambut poninya sesekali dirapikan saat terbang terknea kipas angin. Ia bersama dengan siswa lain sedang bermain puzzle hewan. Anak itu memang cepat sekali membaur. Gurunya begitu sabar menjelaskan semua pertanyaan-pertanyaan yang ia lontarkan sambil sesekali matanya melirik ke arahku, memastikan bunda masih dalam satu lokasi bersamanya.

Bermain Puzzle hewan bersama teman-teman baru
gambar: dok. pribadi

Hebatnya, dengan segala keterbatasan, ternyata PAUD dan TK tersebut cukup berprestasi. Di Antara prestasi yang telah diraih adalah Juara III lomba tahfidz Quran oleh Bu Badriyah, salah satu guru di sana. Juga juara II lomba tari Islami berkelompok. Hal yang semakin membuatku takjub adalah Bu Badriyah, yang kerap menjuarai berbagai lomba tahfidz, ternyata hafal Al Quran. Masya Allah, Bu! Semoga berkah, ya! Mendedikasikan tenaga, waktu dan ilmunya yang mulia di tempat terpencil namun kaya kasih sayang dan semangat ini.

Gunung Kidul dulu dan Kini

Peta Administrasi Gunung Kidul
Sumber:www.gunungkidulkab.go.id

Satu kata tentang Gunung Kidul, tandus! Entah berapa puluh tahun yang lalu kudengar hal itu menjadi trending topik di kota tempatku mencari ilmu ini. Tak ada yang menyangka, hanya selang beberapa tahun dari doktrin yang melekat itu keadaan dibalik oleh Allah.

Sekarang, siapa yang nggak tahu Goa Pindul? Siapa yang nggak kenal Pantai Indrayanti? Air Terjun Sri gethuk? Dan masih banyak lagi destinasi wisata di Gunung Kidul yang hingga kini pengunjungnya semakin meroket. Bahkan tiap akhir pekan, hampir dipastikan akses sepanjang jalan menuju Gunung Kidul selalu dipadati oleh berbagai kendaraan dari berbagai kota. Macet!

Gunung kidul, mengapa diberi nama demikian? Daerah berbatu ini merupakan rangkaian Pegunungan Kapur Selatan yang membentang di selatan Pulau Jawa. Komposisi bebatuan berwarna putih atau sering disebut dengan batu gamping ini menandakan bahwa dahulu kala daerah ini merupakan dasar laut yang mengalami pengangkatan tektonik dan vulkanik. Jadi tak heran jika memang aslinya tempat itu merupakan tempat yang tandus.

Kampung Berseri Astra (KBA)

Logo Kampung Berseri Astra
Gambar: www.satu-indonesia.com

Kemuning, adalah salah satu kampung yang berlokasi di Gunung Kidul. Tepatnya di Desa Bunder Kecamatan Patuk. Kampung ini terpilih menjadi salah satu Kampung Berseri Astra (KBA) yang merupakan salah satu dari 76 kampung bagian Corporate Social Responsibility (CSR) di seluruh Indonesia. Kenapa kampung ini terpilih? Jadi ada beberapa tahap sebuah kampung dapat dipilih untuk menjadi Kampung Berseri Astra:

Dalam menentukan dan memilih calon KBA, terdapat beberapa tahap yang harus dilewati:

  1. Koordinasi perusahaan Group Astra
  2. Pembentukan Tim KBA
  3. Koordinasi dengan pemerintah daerah
  4. Social Mapping
  5. Penentuan lokasi KBA

Apa itu KBA?

Infografis www.healthymomy.com
Sumber: www.satu-indonesia.com

Kampung Berseri Astra (KBA) merupakan program kontribusi sosial berkelanjutan Astra yang diimplementasikan kepada masyarakat dengan konsep pembangunan yang mengintegrasikan 4 pilar program, yaitu: Pendidikan, Kewirausahaan, Lingkungan dan Kesehatan.

Melalui KBA, masyarakat dan perusahaan bekerjasama untuk mewujudkan wilayah yang bersih, sehat, cerdas dan produktif sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah Kampung Berseri Astra.

Jadi, apa yang kamu dengar sekarang tentang Gunung Kidul? Daerah yang kaya destinasi wisata indah. Pantai, Goa, Karst peninggalan kebudayaan purba? Ya begitulah, semua sudah berubah seiring perkembangan zaman, juga seiring dengan semakin cerdasnya masyarakat Gunung kidul di bawah kepemimpinan pemerintahan Bupati dalam membangun rumahnya sendiri.

Sekarang, jika kamu bertanya padaku seperti apa rasanya sekolah TK, pasti kujawab dengan lantang, “Aku tidak tahu!” Dulu, bahkan di desaku sama sekali tidak ada sekolah TK. Aku langsung masuk ke SD saat usiaku menginjak 6 tahun, yang itu artinya 36 tahun yang lalu. Jadi aku pun tak tahu betapa asyiknya bermain di TK, menggambar kupu-kupu, mewarnai, dibacakan cerita. Aku menghabiskan masa balitaku bersama ibuku tercinta sebagai madrasah pertamaku. Aku mengenal Alif-Ba-Ta-Tsa, juga langsung dari mulut ibuku setiap aku mau tidur. Aku juga mengenal jam dari kakekku. Mengenal kasih sayang dan berbagi dari nenekku. Dan, aku mengenal ketegaran serta kesabaran dari bapakku.

Bukti, kenapa pendidikan begitu penting diberikan sedini mungkin. Inilah yang menumbuhkan cita-cita Astra, Sejahtera Bersama Bangsa.

~

ew

*Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Anugerah Pewarta Astra 2018. 

 

Warung Omah Sawah Tembi, Tempat Selfie Bersama Sawah Dan Padi

Omah Sawah Tembi. Warung Omah Sawah Tembi tempat selfie bersama sawah dan padi. Kakinya tak sabar meniti pematang sawah yang lebarnya hanya sekitar 20cm. Kanan dan kiri jalan setapak itu tentu saja dipenuhi tanaman padi menghijau. Lalang daunnya melambai hingga menyebrang ke pematang. Membuat tangan juga kakinya terasa geli terseret lembaran lalang daun padi.

Jus Omah Sawah Tembi
Gambar: dokumentasi pribadi

“Bunda, aku mau ke sana!” telunjuknya mengarah ke 100 m di belakang saung utama Warung Omah Sawah Tembi. Ah, gadis kecil itu mulai menyukai lingkungan ini. Tak takut ada ulat atau belalang, kah? Sendal jepit mungil berwarna biru dengan gambar Sofia si tokoh kartun dipegangnya erat di tangan kiri. Ia sedikit berlari sambil menjaga keseimbangan. Terkadang tangannya menyentuh kuntum pada yang masih hijau. Padi muda.

Rupanya replika gajah gagah bertengger di tengah hamparan sawah luas. Tiang-tiang lampu listrik berjajar sepanjang pematang menuju ke tempat gajah berdiri. Gadis kecil menuju ke sana.

Hmm, spot selfie yang lumayan keren, pikirku.

Outdoor Omah Sawah tembi
Gambar: dokumentasi pribadi

Sore itu, memang pas sekali. Bukan Sabtu atau Minggu sore, namun tempat makan tradisional ini dipenuhi pengunjung. Pantes saja, suasananya yang begitu adem, tenang dan nyaman begitu dirindukan, terutama bagi mereka yang sempat merasakan hidup di era pra teknologi hingga kini semua serba online, seperti aku. Merasakan suasana di Omah Sawah Tembi membuat memori kita terlempar berpuluh tahun yang lalu, di mana hidup kita masih serba tradisional belum mengenal kemajuan teknologi. Hiburan hanya berupa makan di gubug di sawah sepulang sekolah. Sambil menunggui tanaman padi dari serbuan burung-burung. Atau sorenya akan berlarian sepanjang pematang untuk menangkap belelang, capung atau mencari belut di sela-sela tanaman padi? Ah, tidak aku biasanya “bruwun” mencari dan memetik batang sayur kangkung di sela-sea rumput di pematang sawah. Itu sangat seru!

Menyeruput wedang jahe sere
Gambar: dokumentasi pribadi

Suasana pedesaan yang hijau dan segar juga aneka menu tradisional melengkapi warung bernuansa sawah ini. Sengaja mendirikan warung tersebut di tengah sawah dengan harapan dapat memberikan fasilitas yang nyaman dan eksotik pada orang-orang yang merindukan semacam rumah desa namun sudah sangat sulit didapatkan di area perkotaan yang semakin padat dengan bangunan hingga jadwal kerja.

Omah Sawah tembi, alternatif pilihan untuk bersantai dan juga melepas penat di siang, sore maupun malam hari bersama teman kerja, keluarga atau sesama anggota arisan emak-emak zaman now. Omah Sawah Tembi, letaknya tak jauh dari Pasar Gabusan di daerah Jalan Parangtritis Bantul Yogyakarta.

Apa saja yang bisa kita nikmati di sana?

  1. Menu Makan dan MinumTradisional
Ikan Asam Manis Omah Sawah Tembi
Gambar: dokumentasi pribadi

Aku hobi makan, tapi bosan dengan aneka makanan modern. Pas banget! Karena aku lebih suka menu aneka sayur, juga masakan rumahan yang jarang sekali bisa kita temukan di kota. Di sini menu makanan ndeso sangat lengkap. Menu yang selalu bikin lidah kita menyerah untuk berhenti. Sebut saja mangut lele pedas, ada yang nggak suka? Ya bagi yang nggak suka memang susah untuk dibuat suka. Tapi buat yang suka, menu pedas berkuah ini mampu membuat nasi di bakul langsung ludes habis. Belum lagi ikan nila bakar, sambal terasi, oseng bunga papaya, oseng daun pepaya teri, sayur lodeh, tempe garit dan lain-lain. Hmm, baru liat saja sudah bikin perut melonjak-lonjak keroncongan. Selain makanan, Omah Sawah Tembi juga menyediakan berbagai minuman tradisional yang bikin kangen. Ada wedang jahe sere, wedang secang, jus Omah Sawah perpaduan sayuran dan buah yang membuat rasanya semakin segar dan menyehatkan. Gula yang dipakai adalah gula batu, tahu kan nikmatnya minuman yang memakai gula batu? Wedang jahe atau teh, sama nikmatnya. Cobalah, pasti ketagihan!

Oseng Bunga Pepaya
Gambar: dokumentasi pribadi
Wedang Secang
Gambar: dokumentasi pribadi
  1. Suasana Pedesaan yang Asri, Nyaman dan Adem

Pergi pagi pulang petang, melewati berbagai gedung tinggi dan perempatan lampu merah yang padat dan penuh polusi. Begitu seterusnya aktifitas harian kita. Wajar jika kita kerap stress dan tak sabaran saat menghadapi celotehan anak yang menurut kita mengganggu, tapi bagi mereka adalah hal yang luar biasa seru.

Saat itulah kita butuh piknik. Bukan mengenai ke mana lokasi yang mahal dan mewah. Namun sebenarnya adalah kita butuh rileks saja, melihat sesuatu yang beda dari rutinitas. Sawah hijau segar, tanaman padi, bunyi-bunyian burung, jangkrik juga katak di sore hingga malam hari. Hal sepele itu justru jarang terpikirkan oleh kita. Padahal justru hal sepele itu lah yang kerap bisa kita andalakan sebagai mood booster untuk mengobati stress kita.

Di sini, Omah Sawah Tembi aku mendapatkannya semua. Suasana itu, suasana yang romantis buat keluarga.

  1. Spot Selfie Kekinian

Jika dulu kita selalu hunting spot selfie yang berbau modern, mal, bioskop, rumah makan modern. Maka beda lagi dengan sekarang. Sering kita lihat foto-foto teman kita berseliweran di beranda kita? Ada yang di gubug, ada yang di hutan pinus, ada yang di sawah?

Nah, di Omah Sawah Tembi juga mneyediakan semua keunikan spot selfie itu. Sawah luas? Ada. Aneka peralatan makan tradisional? Ada. Tempat duduk dari kayu? Ada, kentongan kayu? Ada. Vespa jadul? Ada. Bahkan replika gajah khusus disediakan untuk anak-anak yang hampir semuanya suka dengan binatang super besar itu pun, ada.

Jadi mau sekadar berlarian di pematang sawah yang hijau sambil disyuting atau difoto? Sangat difasilitasi dan bebas mau berapa lama saja di sana, gratis!

Spot Selfie Omah Sawah Tembi
Gambar: dokumentasi pribadi
  1. Suasana Romantis

Suasana romantis itu yang seperti apa? Bagi aku adalah yang jauh dari hingar-bingar apapun gangguan. Tidak ada deru kendaraan yang mendominasi, tidak ada rutinitas yang membosankan. Suasana adem dan segar dengan suplai oksigen alami tanpa batas juga sangat menyokong keromantisan. Kecukupan oksigen yang kita hirup yang disediakan oleh tumbuhan adalah alasan yang paling masuk akal kenapa kita bisa memperbaiki mood. Saat kebutuhan oksigen kita tercukupi, maka otak kita akan segera optimal bekerja, stress yang membebani pun akan segera lenyap oleh kemampuan kerja otak yang kembali optimal. Pemandangan jauh melintasi hamparan sawah hijau, juga aroma alam yang membuat kita menyatu juga membuat perasaan dan suasana di sekitar kita menjadi romantis.

  1. Sunset Jingga

Omah Sawah Tembi terdiri dari saung utama berukuran besar dengan ke empat sisinya tanpa dinding. Langsung terbuka ke alam. Sehingga pemandangan lingkungan luar yang bersih dan hijau sangat bisa dinikmati dari dalam saung atau pendopo. Sisi barat, hamparan sawah sangat luas, berbatasan dengan kampung yang jaraknya mungkin sekitar satu kilometer. Persawahan luas itu memungkinkan sekali untuk kita melihat langit jingga di sore hari menjelang matahari masuk ke ufuk barat.

Saat matahari perlahan menurun di ufuk barat, langit mulai menunjukkan keindahannya. Gradasi warna mulai dari kuning emas, jingga hingga kemerahan menuju ke satu titik di mana bulatan sempurna matahari mulai tertelan bumi. Semilir angin yang menyertai menambah kesempurnaan sore yang dinanti. Seiring pula bunyi-bunyi jangkrik juga katak dan kodok mulai diperdengarkan untuk memanggil para kawan yang masih saja santai beristirahat. Saatnya bernyanyi! Omah Sawah Tembi begitu alami. Weekend ini mau ke mana?

Secangkir Kopi Robusta Susu Dari Barista Inklusif Jogja

Kulirik lagi penyaji kopi istimewa itu. Kopi Robusta? Bahkan, namanya saja baru kudengar. Mungkin karena aku tak termasuk orang-orang yang gemar nongkrong di café sekadar untuk ngopi bersama di Sabtu sore. Ya, pesan Kopi Robusta pun hanya ikut-ikutan teman yang lebih dulu memesan. Kopi cenderung pahit, namun saat dipadu dengan susu manis akan tercipta rasa baru yang nge-blend, itu penjelasan yang kudapat untuk secangkir kopi Robusta susu. Barista Inklusif, Stand Kopi di acara temu Inklusi 2018, satu di antara bukti lainnya yang menggaungkan inklusi sosial, menyetarakan harkat sesama warga tanpa membedakan maupun mencaci keterbatasan, menuju Indonesia Inklusi, #IDInklusif.

Sumber: Dokumentasi Pribadi
(Kopi Robusta Susu dari Barista Inklusif Jogja)

Di stand sebelah kanan panggung utama, Mbak itu sangat cekatan. Menulis, mengambil gelas, menandai dan memindahkannya ke meja sebelah. Hingga entah detik ke berapa, aku terpaku. Kecepatan gerakan tangannya menutupi sesuatu. Tangan kirinya tak sempurna. Masya Allah! Sejenak pandanganku terhenti di satu titik, tangan itu. Telapak tangannya hanya seukuran separuh telapak tangan normal, pun jemarinya hanya terdapat dua atau tiga saja, bukan lima. Aku tak berani lebih jeli menghitung tepat jumlahnya berapa.

Sungguh, keberadaannya yang tak sempurna tak menyusutkan semangat juga kepercayaan diri. Aku masih tertegun saat mbaknya memanggil namaku. Buru-buru kualihkan pandangan, aku takut pandanganku akan membuatnya risau. Aku takut, pandanganku akan menyakiti hatinya, membuatnya tak nyaman, meski aku tak bermaksud begitu.

Sumber: Dokumentasi Pribadi
(Seorang perempuan istimewa yang cantik, penuh semangat, juga cekatan dalam melayani pelanggan Kopi Robusta dari Barista Inklusif)

Belum habis decak kagumku, mataku menangkap bayangan lain. Kali ini sosok pria bertubuh gempal. Dia tak kalah cekatannya dengan si mbak. Namun kali ini bukan menulis atau membuat daftar nama di masing-masing gelas plastik single use. Lebih rumit dari itu. Sigap kedua tangannya mengelap meja, menyiapkan cangkir dan meracik biji kopi untuk dimasukkan ke dalam penggilingan kopi mini di atas meja. Juga mengangkat teko panas berisi air mendidih yang kemudian dituangkan perlahan dengan menyusuri tepi penyaringan dari kertas berbentuk kerucut. Air hitam kecoklatan mengalir mengisi gelas ukur berbentuk piala. Dalam sekejap, aroma khas kopi murni yang legit menyeruak, mengusik indera penciuman, dan merangsang otakku untuk memproduksi hormon bahagia. Cafein itu sukses membuatku ingin mencicipinya.

Tak ada jari di sana yang menjaga agar teko tak jatuh. Pun tak ada telapak tangan yang menopang teko panas beralas kain agar panasnya tak melukai. Hatiku mencelos. Melihat betapa orang-orang itu selalu bersemangat. Namanya Eko Sugeng. Nyaris tak terlihat berbeda dengan kecekatan tangan orang normal, selain sepasang tangannya yang hanya sampai pada lengan bawah atau sedikit turun dari siku. Mengerucut khas luka yang sengaja dibuat saat operasi amputasi. Tanpa satu pun jari-jemari. Yah, dia tak punya telapak tangan, bahkan dia tak punya pergelangan tangan. Tapi, Ya Allah, dia begitu cekatan!

Sumber: Dokumentasi Pribadi
(Eko Sugeng, namanya. Orang yang selalu bersemangat belajar dan akhirnya mahir dalam meracik kopi istimewa berbagai rasa)

Allah Yang Maha Baik. Allah mudahkan segala urusan. Eko, yang bahkan tak punya satu pun jari tangan? Gimana caranya mandi? Gimana caranya… Ah, terlalu banyak pertanyaan bodoh yang berkelebat. Pertanyaan yang mungkin tak bernilai sama sekali, dibandingkan keberadaan jiwa yang masih setia pada raga ini. Pertanyaan yang tak seharusnya dipertanyakan. Pertanyaan yang hanya mengurangi rasa syukur kita kepada Allah Swt.

Pahit beradu manis. Kusesap perlahan kopi pesananku. Cuaca masih begitu terik saat kopi Robusta yang pertama kali kukenali ini tinggal separuhnya saja. Aku masih berteduh di bawah atap stand kopi istimewa dari Jogja ini. Kopi #BaristaInklusif ini merupakan tim @Staracoffee, dampingan salah satu mitra Program Peduli yaitu Pusat Rehabilitasi YAKKUM. (Instagram @pryakkum dan Fb: Pusat Rehabilitasi Yakkum). Salah satu Video Program Peduli menceritakan kegiatan pelatihan Kopi yang meruntuhkan dinding pembatas orang normal dengan difabel.

Ya, Gunung kidul. Tepatnya di desa Plembutan, merupakan desa pertama yang mengumumkan dan meresmikan kepeduliannya terhadap keberadaan kelompok rentan masyarakat disabilitas. Desa tersebut memberi peluang dan melibatkan seluruh kelompok masyarakat difabel dalam agenda pembangunan desa. Kiprahnya telah membuktikan bahwa kelompok orang berkebutuhan khusus itu setara dengan orang normal, mampu dengan cerdas dan optimal untuk turut serta aktif dalam pembangunan desa.

Sumber: Dokumentasi Pribadi (Kepala Desa Plembutan, Bu Edi sedang presentasi mengenai Desa Inklusi)

Desa Plembutan, Playen, Gunungkidul, tempat digelarnya acara Temu Inklusi #3. Pertemuan difabel tingkat nasional baik secara individu, organisasi maupun para pemerhati isu difabel ini dihadiri perwakilan dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara dan Papua. Forum Diskusi yang dipimpin oleh Pak Suharto, salah satu warga Gunungkidul dengan difabel netra, mengusung tema Menuju Indonesia Inklusi 2030 Melalui Inovasi dan Kolaborasi.

Presentasi pertama oleh Bapak Sutrisna, Kepala Desa Sidoarjo Purworejo. Menurut data yang disajikan, Desa Sidoarjo memiliki 360 jiwa difabel dengan berbagai macam kedifabelan. Angka tersebut diambil dari total sekitar 8.000 jiwa dalam satu desa.

Bahwa tak selamanya orang-orang dengan segala keterbatasan hanya merepotkan saja. orang-orang pilihan itu mampu menunjukkan karya. Mereka mampu sekadar untuk berunding, menyusun strategi pembangunan maupun secara aktif ikut serta dalam setiap kegiatan pembangunan desa.

Mengapa Temu inklusi #3 di Desa Plembutan Kecamatan Playen Kabupaten Gunung kidul? Desa itu yang pertama kali membuat Peraturan desa (Perdes) tentang kesetaraan hak dan kewajiban seluruh warga tanpa melihat perbedaan apapun. Perdes itu digunakan sebagai acuan legalnya kebijakan dalam rangka melibatkan para difabel di setiap kegiatan desa yang berpayung hukum.

Bu Edi, selaku Kepala Desa Plembutan menjelaskan bahwa, mengapa desa tersebut berani mengambil langkah ini lebih dahulu dibanding dengan desa lainnya di Gunung Kidul maupun di daerah lain? Alasannya adalah, karena semua orang tak terkecuali, pada saatnya nanti pasti akan menjadi anggota dari kelompok orang berkebutuhan khusus. Saat orang tersebut penglihatannya sudah berkurang dan harus memakai kacamata misalnya, maka orang tersebut sudah masuk ke dalam kelompok difabel yang mempunyai kebutuhan khusus, paparnya.

Betul juga, ya?

Desa inklusi tidak serta merta hanya memprioritaskan sebuah kegiatan hanya dikhususkan bagi kelompok difabel, namun bagaimana caranya agar setiap aspek pembangunan desa baik fisik maupun dalam bentuk kegiatan akan ramah dan dapat diakses dengan mudah oleh setiap warga, baik yang normal fisiknya maupun warga dengan keterbatasan fisik/difabel.

Temu inklusi ini juga dihadiri oleh Pak Maman, staf ahli dari istana kepresidenan. Pak Maman mewakili presiden Joko Widodo untuk melakukan pendampingan terhadap jalannya acara istimewa tersebut. Menyampaikan segala aspirasi dari pemerintahan tingkat bawah serta memberi masukan mengenai kebijakan-kebijakan dalam rangka meraih cita-cita menuju Indonesia Inklusi 2030.

Ya, rasanya tak muluk-muluk. Jika setiap desa sudah menjadi desa Inklusi, maka target Indonesia Inklusif tahun 2030 akan sangat mudah untuk tercapai. Semoga.

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Selain Barista Inklusif, desa inklusi Plembutan juga memiliki berbagai kelompok difabel dampingan bernama Kelompok Mutiara Plembutan, yang dilatih dengan berbagai macam ketrampilan yang akan meningkatkan kemampuan diri setiap warga difabel. Menyusun manik-manik, membuat bros, memasak aneka panganan, pelatihan IT dan pelatihan lainnya.

Pahit sedikit manis berpadu. Es kopi sudah tak lagi bersisa. Kutenggak tetesan terakhir kopi Robusta sebelum akhirnya kulangkahkan kaki menuju mobil Hiace yang akan mengantarku turun ke Jogja. Rasa kopinya yang original hanya menipis sedikit saja didesak oleh kucuran susu kental manis. Kusesap beberapa kali kopi itu. Pahit namun membuat ingin menyesapnya lagi. Perlahan kulirik penyaji kopi itu lagi. Tak berkurang, justru pengunjung stand Kopi Barista semakin memadat. Wajar saja, wajah ceria penyaji kopi semakin sumringah, meski peluh semakin bercucuran akibat teriknya matahari beradu dengan hawa panas yang dikeluarkan bersama kepulan asap air mendidih penyeduh kopi.

Sekelumit waktu yang berkualitas, menghadiri acara nasional Temu Inklusi #3 mengajarkanku berjuta rasa, ilmu juga kesetaraan karsa. Bahwa, di sekitar kita ada banyak warga dengan segala keterbatasannya, ingin diperlakukan setara bahkan hanya untuk berbagi rasa dan cinta. Mereka sama dengan kita, butuh bicara, butuh cinta, juga butuh berbagi kasih sayang dalam setiap karya. Mari saling mengisi tangki cinta juga menyalurkannya ke sesama tanpa melihat perbedaan dalam setiap keterbatasan.

Allah Hadir Di Seberapa Kuat Doa Ibu

Allah hadir di seberapa kuat doa ibu

Aku masih belum percaya jika melahirkan dengan dipacu akan memberikan rasa sakit yang luar biasa. Menurutku kala itu, nyeri kontraksi ya memang seperti itu, sakitnya legit. Pun, karena ternyata sudah dua kali obat pacu lewat jalan lahir sudah berhasil kulewati dengan lancar. Nyerinya masih sama saja dengan melahirkan dua jagoanku tempo hari.

“Mbak, bukaan berapa?” tanyaku ke bidan yang baru saja memeriksa.

“Masih sama, Mbak,” jawabnya singkat.

“Sama berapa, Mbak?” kejarku lagi.

“Sama seperti tadi bu dokter yang meriksa jam enam,” jelasnya kemudian. Dia buru-buru pamitan.

Ok, aku menghela napas. Bukan apa-apa, rasa nyeri di perut bagian bawahku yang menjalar ke seluruh pinggang rasanya sudah puluhan kali lipat disbanding sebelumnya. Sekuat tenaga aku mencoba berbaik sangka, Allah Maha tahu yang terbaik. Setelah 24 jam melewati mules-mules tak jelas yang disebabkan oleh perangsang mules berupa obat pacu, tepat sejak jam 12.00 (yang itu artinya 6 jam yang lalu) bidan menyampaikan hasil konsulnya yang memberikanku dua pilihan, istirahat (tanpa pemberian obat pacu) atau segera memilih prosedur lain untuk melahirkan, yaitu operasi bedah sesar? Aku terpaku pada dua pilihan itu. Memang taka da satu pilihan mana yang lebih berat,dua-duanya begitu berat. Satu sisi aku maunya memang istirahat saja, artinya membiarkan dan mengharapkan semua proses terjadi secara alami dengan lancar. Tapi dilain sisi, aku lebih takut dengan risiko yang lebih buruk akan terjadi pada bayi perempuan di dalam rahimku.

Baik, beri kami waktu untuk berpikir, Mbak. Hanya itu yang kusampaikan kepada bidan jaga yang cantik itu. Waktu untuk berpikir, bukankah itu juga menghabiskan beberapa ribu detik terbuang tanpa action? Allah, semoga memang apa pun langkahku, itulah yang sudah Engkau pilihkan buat kebaikan kami, aku dan calon anakku.

Akhirnya kami memilih istirahat saja. sitirahat dari pemberian obat berupa tablet yang dibelah 4 yang dimasukkan ke dalam jalan lahir untuk merangsang munculnya kontraksi yang membaut perut terasa mulas. Kehamilan ini tak seperti dua kehamilan sebelumnya yang meski terlambat atpi masih bisa berjalan dengan lancar tanpa campur tangan obat pemacu kontraksi.

“Mbak, ini udah mau lahir,” ucap mama sambil mengusap peluh yang membasahi kening juga tengkukku. Meski sekuat tenaga aku menahan nyeri yang teramat sangat, mama tetap bisa mencuri tahu. Mama ku bukan “orang pintar”, apalagi dukun. Tapi pengalamannya melahirkan 6 orang anak dari rahimnya dengan cara normal cukup memintarkannya mengenali tanda-tanda melahirkan.

Mama baru saja masuk ke kamar tempatku berada. Di ruang lantai 3 sebuah rumah sakit di Jogja. Mama memang baru bisa datang setelah lebih dari 24 jam aku mulai kesakitan. Bukan karena apa-apa, kebetulan mama baru ke luar kota menjenguk bude.

Benar saja, tak selang sepuluh menit dari kedatangan mama, bidan-bidan cantik itu berlomba membawaku ke ruang persalinan. Aku panik. Rasanya perut ini sudah waktunya untuk mengeluarkan segala yang ada di dalamnya. Aku pengin sekalii mengejan! Tapi tak boleh!

“Nanti, tunggu dokternya datang, tahan, belum lengkap!” bidan itu tetap saja tak bisa menyembunyikan rasa paniknya.

“Aku mau ngejaaan!” teriakku saat kudengar suara dokter memasuki ruangan bersalin.

“Tunggu! Dokternya pakai sarung tangan dulu!” teriak bidan itu.

Dan aku pun tak mendengar lagi apa kata bidan itu.

“Oek… oek…!” bersamaan dengan tangan dokter yang sudah lengkap dengan handscoend, kepala bayi disusul badannya segera meluncur ke kedua telapak dokter cantik yang sedari kemarin siang sudah menunggu bayi itu.

Kesayangan mama

Entahlah, itu kenanganku bersama ibuku. Perempuan yang selalu menjemput kelahiran cucunya dengan kasih sayangnya, bahkan meski sudah berkali-kali obat pacu dimasukkan. Rupanya suara, kelembutan tangan mama tetap yang ditunggu. Allah ridlo pada keikhlasan mama. Keikhlasan untuk menyaksikan putri pertamanya melahirkan cucu-cucu imutnya.

Aku baru ingat, ternyata ketiga anakku memang semuanya mundur dari HPL, tapi satu yang menyamakan ketiganya, adalah kedatangan mama di sampingku yang seolah menjadi kekuatan tak terlihat dari Allah untuk melancarkan semuanya. Ridlo Allah ada di ridlo mama. Mama, begitu cintanya engkau terhadapku yang sering durhaka. Izinkan aku jadi anak shalehamu yang kelak doaku akan selalu engkau terima di sana.

Satu setengah tahun dari kejadian itu, engkau dipanggil Allah, tanpa sebab, tanpa sakit, tanpa tanda apapun sebelumnya. Bahkan kita menyisakan janji untuk melakukan senam bersama Ahad pagi di alun-alun. Janji yang pernah terucap namun tak pernah tertunaikan.

Kalau menurutmu kenangan itu hanya untuk dikenang, kamu salah. Kenangan itu menjadi sumber kekuatan. Kenangan itu menjadi sumber harapan, untuk kembali berkumpul bersamanya di surge. Kenangan indah ikatan ibu anak yang tak pernah lekang dimakan waktu bahkan kematian.

Kenangan itu menumbuhkan harapan-harapan baru untukku menjadi wanita shaleha yang membanggakanmu.

Kenanganku tak akan mungkin kutemukan lagi, kecuali hanya tempat-tempatnya saja. Dan, kenangan yang selalu menumbuhkan harapan baru akan selalu kuingat, terutama agar aku menjadi perempuan yang semakin shaleha, produktif dan mampu berkarya untuk kepentingan dunia dan akhirat.